Anda di halaman 1dari 5

SKENARIO 2 BLOK RESPIRASI 2011

KASUS Rhinitis Alergika ETIOLOGI PATOGENESIS GEJALA

Pada 2030% semua populasi dan pada 1015% anak semuanya atopi. Peran lingkungan dalam dalam rhinitis alergi yaitu sebagai sumber alergen, yang terdapat di seluruh lingkungan, terpapar dan merangsang respon imun yang secara genetik telah memiliki kecenderungan alergi.

RAFC antigen + APC bergabung MHC II melepas IgE yang akan menempel permukaan sel mast, bila terjadi degranulasi sel mast akan menyebabkan keluarnya mediator alergi (terutama histamin) RAFL ditandai dengan penambahan jenis dan jumlah sel2 inflamasi terjadi hiperresponsif fdan hiperaktivitas

Trias gejala Hidung meler (rhinorea), hidung tersumbat, hidung gatal. Bersin, gatal dan hipersekresi pada hidung dan mata.

PEMERIKSAAN Pemeriksaan hidung dengan menggunakan otoskop : mukosa hiperemis, edem, dan terdapat sekresi mukus

TERAPI

Pengobatan paling efektif dari rinitis alergi adalah menyingkirkan faktor penyebab yang dicurigai (avoidance). Bila faktor penyebab tidak mampu disingkirkan maka terapi selanjutnya adalah pemberian farmakoterapi berupa: Antihistamin Dekongestan oral Sodium kromolin Kortikosteroid inhalasi Imunoterapi

Rhinitis Vasomotor

Gangg uan vasomotor hidung adalah terdapatnya gangguan fisiologik lapisan mukosa hidung yang disebabkan oleh bertambahnya aktivitas parasimpatis. Rinitis vasomotor adalah gangguan pada

Pada rinitis vasomotor terjadi disfungsi system saraf otonom yang menimbulkan peningkatan kerja parasimpatis yang disertai penurunan kerja saraf simpatis. Baik sistem simpatis yang hipoaktif maupun system parasimpatis yang hiperaktif,

Gejala yang dijumpai pada rinitis vasomotor kadang-kadang sulit dibedakan dengan rhinitis alergi seperti hidung tersumbat dan rinore. Gejala dapat memburuk bila bertemu faktor pemicu (triggers) - alkohol

Biasanya penderita tidak mempunyai riwayat alergi dalam keluarganya. Pasien mengeluhkan gejala sebagai respon terhadap paparan zat iritan tertentu tetapi tidak mempunyai keluhan apabila tidak terpapar.

Secara garis besar, pengobatan dibagi dalam: 1. Menghindari penyebab / pencetus 2. Pengobatan konservatif : - Dekongestan atau obat simpatomimetik : Pseudoephedrine (oral) serta Phenylephrine (semprot hidung). - Anti histamin - Kortikosteroid
Desember 2011

mukosa hidung yang ditandai dengan adanya edema yang persisten dan hipersekresi kelenjar pada mukosa hidung apabila terpapar oleh iritan spesifik

keduanya dapat menimbulkan dilatasi arteriola dan kapiler disertai peningkatan permeabilitas kapiler, yang akhirnya akan menyebabkan transudasi cairan, edema dan kongesti.

- perubahan temperatur / kelembapan - baubauan yang menyengat (strong odor) - asap rokok atau polusi udara lainnya - faktor faktor psikis seperti : stress, ansietas, dll

Pemeriksaan rinoskopi anterior tampak edema mukosa hidung, konka hipertrofi. Pada rongga hidung terdapat secret. Pada rinoskopi posterior dapat dijumpai post nasal drip.

topical Contoh steroid topikal : Budesonide, Fluticasone, Flunisolde atau Beclomethasone - Anti kolinergik. Contoh : Ipratropium bromide (nasal spray)

Faringitis

Faringitis adalah peradangan pada mukosa faring dan sering meluas ke jaringan sekitarnya. Faringitis biasanya timbul bersama-sama dengan tonsilitis, rhinitis dan laryngitis. Faringitis banyak diderita anak anak usia 515 th.

Streptococcu s hemoliticus, S viridan, S piogenes. Virus influenza, adenovirus, ECHO Selaput lender yang melapisi faring mengalami peradangan berat atau ringan dan tertutup oleh selaput yang berwarna keputihan atau mengeluarkan nanah. selain itu disertai demam dan pembesaran kelenjar getah bening di leher dan peningkatan jumlah sel darah putih.

Faringitis mempunyai karakteristik yaitu demam yang tibatiba, nyeri tenggorokan, nyeri telan, adenopati servikal, malaise dan mual. Faring, palatum, tonsil berwarna kemerahan dan tampak adanya pembengkakan. Eksudat yang purulen mungkin menyertai peradangan.

Faringitis didiagnosis dengan cara pemeriksaan tenggorokan, kultur swab tenggorokan. Pemeriksaan kultur memiliki sensitivitas 90-95% dari diagnosis

Sejumlah antibiotika terbukti efektif pada terapi faringitis oleh streptococcus grup a, yaitu mulai dari penicillin dan derivatnya,cephal osporin maupun makrolida. Jika penderita memiliki alergi terhadap penicillin bisa diganti dengan erythromycin atau antibiotik lainnya. Lama terapi dengan antibiotika oral rata-rata selama 10 hari. Terapi pendukung analgesik seperti ibuprofen antipiretik kumur dengan larutan garam, gargarisma khan
Desember 2011

lozenges/ tablet hisap untuk nyeri tenggorokan

Tonsilitis

Radang akut tonsil dapat disebabkan oleh kuman grup A Streptokokkus hemolitikus, pneumokokus, Streptokokus viridian dan Streptokokus piogenes.

Infiltrasi bakteri pada lapisan epitel jaringan tonsil akan menimbulkan reaksi radang berupa keluarnya leukosit polimorfonuklear sehingga terbentuk detritus. Detritus = kumpulan leukosit, bakteri yg mati dan epitel yang terlepas. Secara klinis detritus mengisi kriptus tonsil dan tampak sebagai bercak kuning.

Nyeri tenggorokan dan nyeri waktu menelan, demam dengan suhu tubuh yang tinggi, rasa lesu, rasa nyeri di sendi-sendi, tidak nafsu makan dan rasa nyeri di telinga (otalgia). Nyeri menelan hebat anak tidak mau makan - Tenggorokan terasa kering - Otalgia nyeri alih - Panas tinggi kejang - Nyeri kepala & malaise

Pada pemeriksaan tampak Mukosa mulut dan faring hiperemis, tampak membrane putih keabuan di atas tonsil, uvula, dinding faring, gusi serta prosesus alveolaris, mulut berbau (foetor ex ore) dan kelenjar sub-mandibula membesar

- Simptomatis - Istirahat - Makanan lunak - Obat kumur - Analgetika / antipiretik - Antibiotika : pada penderita dg daya tahan menurun golongan penisilin (5-10 hari)

Desember 2011

Laringitis

Inflamasi laring sering terjadi sebagai akibat terlalu banyak menggunakan suara, pemajanan terhadap debu, bahan kimiawi, asap, dan polutan lainnya, atau sebagai bagian dari infeksi saluran nafas atas. Kemungkinan juga disebabkan oleh infeksi yang terisolasi yang hanya mengenai pita suara. Hampir semua penyebab inflamasi ini adalah virus. Invasi bakteri mungkin sekunder. Laringitis biasanyan disertai rinitis atau nasofaring.

Laringitis biasa didahului oleh faringitis dan infeksi saluran nafas bagian atas lainnya. Mengakibatka n iritasi mukosa saluran nafas atas merangsang kelenjar mucus untuk memproduksi mucus secara berlebihan menyumbat saluran nafas merangsang terjadinya batuk hebat yang bisa menyebabkan iritasi pada laring dan memacu terjadinya inflamasi pada laring. Inflamasi ini akan menyebabkan nyeri akibat pengeluaran mediator kimia darah yang jika berlebihan akan merangsang peningkatan suhu tubuh.

Laringitis akut ditandai Dengan suara serak atau tidak dapat mengeluarkan suara sama sekali (afonia) dan batuk berat. Laringitis kronis ditandai Dengan suara serak yang persisten.

Pada pemeriksaan rinoskopi posterior terlihat suatu eritem laring yang difus Biakan tenggorokan sebaiknya diambil.

Self limiting disease Mengistirahat kan pita suara Antibiotik spectrum luas.

Desember 2011

Desember 2011