Anda di halaman 1dari 2

Pemerintah Akui Gagal Mereformasi Birokrasi

Mendagri mengusulkan revisi UU No 32/2004 tentang Pemerintah Daerahdan Pemangkasan Birokrasi. Marchelo SEJAK awal berkuasa, duet Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono mengumandangkan reformasi birokrasi sebagai prioritas utama penterintahan mereka. Bahkan, pada Mei silam, Presiden Yudhoyono membentuk Komite Pengarah Reformasi Birokrasi Nasional yang diketuai Wakil Presiden Boediono. Namun, wajah birokrasi kita masih kelam. Pemerintah mengakui kegagalan reformasi birokrasi, seperti hasil survei Political and Economic Risk Consultancy (PERC). Dalam survei terhadap 1.373 eksekutif ekspatriat pada awal 2010 diketahui kinerja birokrasi Indonesia mendapat predikat terburuk nomor dua di Asia setelah India (Media Indonesia, 4/6). "Kita malu," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, kemarin.Hatta mengakui reformasi birokrasi tidak semudah membalikkan telapak tangan. "Reformasi birokrasi membutuh-kan waktu panjang," ujarnya. Ia menyatakan pemerintah tetap bekerja keras untuk mempercepat reformasi birokrasi. Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas buruknya kinerja birokrasi. "Kita tak bisa menafikan, kita harus jujur. Standar pelayanan terpadu satu pintu belum berjalan secara merata," katanya dalam tnlksltmv Suara Anda di Metro TV, Jakarta, tadi malam.Gamawan mengatakan halitu saat menjawab keluhan mahasiswa yang mengurus sebuah perizinan di wilayah Sumur Batu, Jakarta Pusat. Si mahasiswa mengutarakan bahwa surat perizinan yang diurusnya bertele-tele dan menimbulkan ekonomi biaya tinggi. Mantan Gubernur Sumatra Barat ini menyebut dua permasalahan terkait dengan pelayanan publik. Pertama, tidak ada keharusan bagi pemerintah kabupaten/kota untuk menerapkan sistem pelayanan terpadu satu pintu yang dikenal efisien itu. Kedua, tidak ada lembaga yang mengontrol berlangsungnya sistem pelayanan tersebut. "UU No 32/2004 ten-tang Pemerintahan Daerah harus direvisi untuk memasukkan hal tersebut," ungkapnya. Terlebih, menurut Gamawan, sebanyak 80% perizinan berada di daerah, seperti pertambangan. "Di Korea Selatan, ada lembaga yang mengontrol sistem pelayanan publik. Jika tidak berjalan, lembaga ini bisa menegur pemerintah," ujarnya. Ia tak memungkiri tambunnya birokrasi membuat kinerja lamban. Karena itu, postur birokrasi harus dirampingkan. "Beri kami waktu satu tahun untuk mereformasi Kementerian Dalam Negeri," ujarnya, disambut tepuk tangan peserta talkshow di studio.

Sepuluh indikator Setali tiga uang. Selain PERC yang menyebut kinerja birokrasi buruk, International Finance Corporation (IFC) juga menegaskan hal yang sama (lihat tabel). Posisi Indonesia masih jauh tertinggal ketimbang negara-negara di Asia Tenggara dalam tingkat kemudahan berusaha {ease ofdoin business)."Sepuluh indikator kemudahan berbisnis, di antaranya membuka usaha, mendaftarkan properti, mengakses pinjaman, pembayaran pajak, hingga kepatutan terhadap kontrak kerja," kata Koordinator Program Layanan Pendampingan Iklim Investasi IFC Indonesia Farida Lasida Adji.IFC melakukan survei selama Juni 2008-Juni 2009 kepada 8.000 warga lokal di 183 negara, yang mencakup pengacara, konsultan bisnis, pemerintah, dan kaum profesional. (Rin/ Bay/*/X-6) http://bataviase.co.id/node/239408 II.review Pemerintah Akui Gagal Mereformasi Birokrasi. Bahkan, pada Mei silam, Presiden Yudhoyono membentuk Komite Pengarah Reformasi Birokrasi Nasional yang diketuai Wakil Presiden Boediono. Dalam survei terhadap 1.373 eksekutif ekspatriat pada awal 2010 diketahui kinerja birokrasi Indonesia mendapat predikat terburuk nomor dua di Asia setelah India (Media Indonesia, 4/6). Selain PERC yang menyebut kinerja birokrasi buruk, International Finance Corporation (IFC) juga menegaskan hal yang sama (lihat tabel). IFC melakukan survei selama Juni 2008-Juni 2009 kepada 8.000 warga lokal di 183 negara, yang mencakup pengacara, konsultan bisnis, pemerintah, dan kaum profesional.