Anda di halaman 1dari 32

LAPORAN PRAKTIKUM

ANATOMI, FISIOLOGI, DAN MORFOLOGI TUMBUHAN

Oleh: Kelompok 4 RAHMAWATI FITRIA I. ARIA SEPTIANA G1F010013 G1F010014

ALIFA RAHMAWATI M. G1F010015 ALVIAN SAPUTRA G1F010016

Universitas Jenderal Soedirman Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan Jurusan Farmasi Purwokerto 2010

LEMBAR PENGESAHAN

Judul Penyusun

: ANATOMI, FISIOLOGI, DAN MORFOLOGI TUMBUHAN : 1. RAHMAWATI FITRIA I. 2. ARIA SEPTIANA 3. ALIFA RAHMAWATI M. 4. ALFIAN SAPUTRA (GIF010013) (GIF010014) (GIF010015) (GIF010016)

Telah disetujui dan sahkan sebagai laporan praktikum mata kuliah Anatomi, Morfologi dan Fisiologi Tumbuhan yang telah dilaksanakan selama tiga minggu pada : Hari Tanggal : :

Yang mengesahkan, Dosen Anfismortum

Bu asih

ACARA I. PENGENALAN TANAMAN OBAT

1.
A. Nama Ilmiah B. Nama Daerah : Apium graveolens, L. : Sledri (Jawa) Saledri (Sunda) Nama Lokal : Celery (Inggris) Celeri (Perancis) Seleri (Italia) Selinon, Parsley (Jerman) Seledri (Indonesia) C. Deskripsi Morfologi Tanaman

Habitus tanaman herba setahunan atau dua tahunan. Sistem perakaran akar serabut. Akar, bagian-bagian akar; bentuk bulat, dengan tipe arah tumbuh ke atas. Batang; tegak, kaku dan bersiku, tinggi 0,25-1 m. Bersudut tajam, berlubang di tengah, gundul, dan bercabang. Bentuk bulat dan beralur, berbentuk batang semu, permukaan batang licin. Daun; merupakan daun lengkap, majemuk menyirip tidak sempurna, rangkap 1-3, pina 1-3 tangkai dengan pelepah pendek. Tepi daun bergerigi. Anak daun; bulat telur melebar, pangkal pasak, hijau mengkilat, bergerigi sepanjang tepi anterior, persegmen dengan mukro (rambut). Bunga; tipe flaslateralis, susunan majemuk payung, majemuk duduk atau bertangkai tidak lebih dari 2 cm, anak paying 6-15, 1-3 cm, anak payung terdiri dari 6-25 bunga, tangkai bunga 2-3 mm. Kelopak; 5 daun kelopak, tersembunyi. Mahkota; 5 daun mahkota, putih kehijauan putih kekuningan, 0,5-0,75 mm. Putik; bakal buah menumpang, 5 ruang,. Buah; elip-membulat, kurang lebih 1 mm. Warna coklat lemah sampai coklat kehijauan suram. Habitat daerah ketinggian 1000-2100 m di atas permukaan laut (terrestrial).

Penyebaran di dataran tinggi atau daerah lembap. Tanaman ini berasal dari Eropa. Waktu berbunga adalah pada bulan Januari-Desember. Bau remasan aromatic, batang akar tebal semacam umbi. Apium (bahasa Latin) berarti beraroma, graveolens (bahasa Latin) penyebar bau. Dalam perdagangan dikenal ada 3 macam seledri, yaitu seledri air (A. graveolens var. sylvestre Alef.); seledri daun

D. Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat Herba/daun, akar dan biji.

E. Kandungan kimia dan efek farmakologis Seledri mempunyai banyak kandungan gizi antara lain: Mengandung 20 kalori per 100 gram Protein 1 gram per 100 gram Lemak 0,1 gram per 100 gram Hidrat arang 4,6 gram per 100 gram Kalsium 50 miligram per 100 gram Fosfor 40 miligram per 100 gram Besi 1 miligram per 100 gram Nilai vitamin A 130 SI per 100 gram, vitamin B1 0,03 miligram per 100 gram, vitamin C 11 miligram per 100 gram dan 63 % bagian dapat dimakan. Daun seledri juga banyak mengandung apiin, di samping substansi diuretik yang bermanfaat untuk menambah jumlah air kencing. Berikut adalah table kandungan gizi seledri tiap 100 gram bahan. Jenis (tipe) seledri Amerika *) 18.00 1.20 4.20 China*) 27.00 2.20 0.60 4.60 Umum**) 20.00 1.00 0.10 4.60

Kandungan Gizi Kalori (kal.) Protein (gr) Lemak (gr) Karbohidrat (gr)

Kalsium (mg) Fosfor (mg) Zat Besi (mg) Serat (gr) Abu (gr) Natrium (mg) Kalium (mg) Niasin (mg) Vitamin A (S.I) Vitamin B1 (mg) Vitamin B2 (mg) Vitamin C (mg) Air (gr)

57.00 26.00 2.80 0.70 1.00 14.00 448.00 0.40 80.00 0.03 0.05 22.00 -

326.00 51.00 15.30 1.40 1.70 151.00 318.00 0.60 2685.00 0.08 0.12 49.00 -

50.00 40.00 1.00 130.00 0.03 11.00 93.00

Keterangan: *) Food and Nutrition Research Center. Handbook No.1 Manila (Knot, J.E & Deanon, 1967) **) Direktorat Gizi Depkes R.I. (1981).

Seluruh herba (termasuk akar) mengandung glikosida apiin (glikosida flavon) isoquersitrin dan umbelliferon. Juga mengandung mannit, inosit, asparagin, glutamine, kolin, linamarosa, provitamin A, vitamin C dan B. Kandungan asam-asam dalam minyak atsiri biji antara lain asam-asam resin, asam-asam lemak terutama palmitat, oleat, linoleat dan petroselinat (sebagai komponen utama).

Senyawa kumarin lain ditemukan dalam biji yaitu bergapten, seselin, isoimperatorin, astenol, isopimpinelin dan apigrafin. Daun mengandung minyak atsiri, protein, kalsium, garam fosfat, vitamin A, B dan C. Batang, daun dan bijinya mengandung apiin, apigenin. Dalam biji ditemukan alkaloid yang strukturnya belum dapat diidentifikasi.

Di India, herbanya mengandung zat warna karotenoid total sebesar 435 g/g dan buah/bijinya mengandung tiamin 7,9/g.13. Buah atau seledri mengandung 2-3 % minyak atsiri, terdiri antara lain.

F. Manfaat tanaman dalam bidang farmasi a). Herba/daun berkhasiat untuk pengobatan: - tekanan darah tinggi - vertigo disertai sakit kepala tujuh keliling - tungkai bengkak karena timbunan cairan - masuk angin, mual - rematik gout, asam urat - bronchitis, batuk - mata kering - tidak nafsu makan - alergi - kencing berdarah - keluhan menopause, gangguan menstruasi - penyubur rambut

b). Akar berkhasiat untuk pengobatan: - tekanan darah tinggi - kolesterol darah tinggi - air seni mengandung lemak - kolik

c). Biji berkhasiat untuk pengobatan: - rematik gout, asam urat, Darah tinggi - bronchitis, asma - penyakit pada hati dan limpa - kolik - sakit perut setelah melahirkan

Berikut adalah cara pembuatan beberapa manfaat seledri : 1. Hipertensi Bahan: daun seledri secukupnya Cara membuat: diperas dengan air masak secukupnya kemudian disaring; Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari 2 sendok makan, dan dilakukan secara teratur. Catatan : penggunaan berlebihan berbahaya!

2. berguna untuk obat mata yang memiliki khasiat mengatasi sakit mata kering. Bahan: 2 tangkai daun seledri, 2 tangkai daun bayam, 1 tangkai daun kemangi. Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk bersama kemudian diseduh dengan 1 gelas air panas dan disaring. Cara menggunakan: di minum biasa.

3. Reumatik Bahan: 1 tangkai daun seledri Cara menggunakan: dimakan sebagai lalapan setiap kali makan.

GAMBAR

DAFTAR REFERENSI Rukmana, Rahmat. 2000. Bertanam Seledri. Penerbit Kanisius. Yogyakarta

2. A. Nama Ilmiah B. Nama daerah : Piper betle, L. : Suruh, Sedah (Jawa) Seureuh (Sunda) Nama lokal : Betel (Perancis) Betel, Betelhe, Vitele (Portugal) Sirih (Indonesia) C. Deskripsi Morfologi Tanaman

Habitus

tanaman

terna,

tumbuh

merambat

atau

menjalar

menyerupai tanaman lada. Tinggi bias mencapai 15 m (tergantung pada kesuburan media tanam dan rendahnya media untuk merambat). Batang berwarna coklat kehijauan, berbentuk bulat, berkerut, dan beruas yang merupakan tempat keluarnya akar. Daun berbentuk jantung, berujung runcing, tumbuh berselangseling, bertangkai, teksturnya agak kasar jika diraba, dan mengeluarkan bau yang sedap jika diremas. Panjang daun 6-17,5 cm dan lebar 3,5-10 cm. Warna daun sirih bervariasi, dari kuning, hijau, sampai hijau tua. Tanaman sirih berbunga majemuk yang berbentuk bulir dan merunduk. Bunga sirih dilindungi oleh daun pelindung yang berbentuk bulat panjang dengan diameter 1mm. Bulir Jantan panjangnya sekitar 1,5-3 cm dan memiliki 2 benang sari yang pendek. Bulir betina panjangnya sekitar 1,5-6 cm, memiliki kepala putik 3 sampai 5 buah yang berwarna putih dan hijau kekuningan.

Buah terletak tersembunyi/buni, berbentuk bulat, berdaging, dan berwarna kuning kehijauan hingga hijau keabu-abuan. Tanaman sirih memiliki akar tunggan yang bentuknya bulat dan berwarna cokelat kekuningan. Habitat sirih di daerah tropis dengan ketinggian 300-1000 m di atas permukaan laut (dpl), terutama di tanah yang banyak mengandung bahan organic dan cukup air. Sirih bisa diperbanyak dengan setek batang. Caranya, dengan memilih batang yang sudah agak tua dan terdiri dari 4-6 ruas. Bagian batang yang terpilih di semaikan di tempat yang teduh. Semaian batang sirih bisa dipindahkan ke media tanam (kebun, tanah pekarangan atau pot) setelah tumbuh hijau dengan ketinggian 20-30 cm.

D. Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah bagian daun.

E. Kandungan kimia dan efek farmakologis

Daun sirih mengandung minyak atsiri yang terdiri dari betlephenol, kavikol, Seskuiterpen, hidroksi kavikol, cavibetol, estragol, eugenol dan karvakrol. Beberapa penelitian ilmiah menyatakan bahwa daun sirih juga mengandung enzim diastase, gula, dan minyak atsiri lebih banyak disbanding dengan daun sirih tua. Sementara itu, kandungan taninnya relative sama.

Sirih berkhasiat menghilangkan bau badan yang ditimbulkan bakteri dan cendawan. Daun sirih juga bersifat menahan perdarahan, menyembuhkan luka pada kulit, dan gangguan saluran pencernaan. Selain itu juga bersifat mengerutkan, mengeluarkan dahak, meluruhkan ludah, hemostatik, dan menghentikan perdarahan. Biasanya untuk obat hidung berdarah, dipakai 2 lembar daun segar Piper betle, dicuci, digulung kemudian dimasukkan ke dalam lubang hidung. Selain itu, kandungan bahan aktif fenol dan kavikol daun sirih hutan juga dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama penghisap

F.

Manfaat tanaman dalam bidang farmasi

Beberapa cara penggunaan daun sirih untuk banyak kegunaan, seperti yang sudah diakui di mana-mana antara lain:

1. Sebagai obat untuk diminum.

Untuk menghilangkan sakit gigi/sakit gusi, atau untuk memperkuat kedudukan gigi yang mulai goyang. Setelah 2-3 kali menggunakan air rebusan ini, rasa sakit dan goyahnya kedudukan gigi, akan berkurang atau hilang samasekali.

Rebusan air bersih ini pun, dapat digunakan untuk menghilangkan bau badan atau bau keringat. Tanpa diminum tetapi digunakan sebagai cairan kumur-kumur, godokan daun sirih dapat digunakan untuk menghilangkan

bau mulut, menghilangkan sariawan, menghentikan pendarahan pada gusi dan memperkuat kedudukan gigi.

2. Sebagai obat luar, misal kudis, gatal-gatal, koreng, bisul, luka bakar, dan sebagainya.

Seperti untuk pengobatan bisul, selain menghilangkan bengkak, rasa sakit juga akan segera hilang. Hal yang sama juga untuk jerawat, setelah beberapa penggunaan dengan cara dioleskan atau dilulurkan, jerawat akan segera hilang. Bagi ibu yang baru melahirkan serta memiliki kelebihan produksi ASI, maka daun sirih dapat digunakan untuk menguranginya.

Berikut adalah beberapa cara penggunaan tanaman sirih sebagai obat :

1. Mengurangi produk ASI yang berlebihan Bahan: 4 lembar daun sirih dan minyak kelapa secukupnya. Cara membuat: daun sirih diolesi dengan minyak kelapa, Kemudian dipanggang dengan api. Cara menggunakan: dalam keadaan masih hangat ditempelkan di seputar buah dada 2. Keputihan Bahan: 7 - 10 lembar daun sirih. Cara membuat: direbus dengan 2,5 liter air sampai mendidih. Cara menggunakan: air rebusan daun sirih tersebut dalam keadaan masih hangat dipakai untuk membasuh/membersihkan seputar kemaluan secara berulang-ulang.

3. Sakit Jantung Bahan: 3 lembar daun sirih, 7 pasang biji kemukus, 3 siung bawang merah, 1 sendok jintan putih. Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk sampai halus, ditambah 5 sendok air panas, dibiarkan beberapa menit, kemudian diperas dan disaring. Cara menggunakan: diminum 2 kali 1 hari dan dilakukan secara teratur. 4. Sifilis Bahan : 25 - 30 lembar daun sirih bersama tangkainya; 0,25 kg gula aren dan garam dapur secukupnya. Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama dengan 2 liter air sampai mendidih, kemudian disaring. Cara menggunakan: diminum 3 kali 1 hari secara terus menerus. 5. Alergi/biduren Bahan : 6 lembar daun sirih, 1 potong jahe kuning, 1,5 sendok minyak kayu putih. Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk bersama-sama sampai halus. Cara menggunakan : Dioleskan/digosokkan pada bagian badan yang gatal-gatal. 6. Diare Bahan: 4 - 6 lembar daun sirih, 6 biji lada, 1 sendok makan minyak kelapa.

Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk bersama-sama sampai halus. Cara menggunakan: digosokkan pada bagian perut. 7. Menghentikan pendarahan gusi Bahan: 4 lembar daun sirih. Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih Cara menggunakan : setelah dingin dipakai untuk kumur, diulang secara teratur sampai sembuh. 8. Menghentikan pendarahan hidung (mimisen = Jawa) Bahan: 1 lembar daun sirih. Cara membuat: daun sirih digulung sambil ditekan-tekan sedikit supaya keluar minyaknya. Cara menggunakan: dipakai untuk menyumbat hidung yang berdarah/mimisen. 9. Sakit gigi berlubang a. Bahan: 1 lembar daun sirih. Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih Cara menggunakan: setelah dingin dipakai untuk kumur, diulang secara teratur sampai sembuh. b. Bahan: 2 lembar daun sirih diremas, Garam 0,5 sendok Cara membuat: diseduh dengan air panas 1 gelas, aduk sampai garam larut, biarkan sampai dingin Cara pemakaian: dipakai untuk berkumur-kumur.

10. Bronkhitis Bahan: 7 lembar daun sirih dan 1 potong gula batu. Cara membuat: daun sirih dirajang, kemudian direbus bersama gula batu dengan air 2 gelas sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, dan disaring Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari 3 sendok makan 11. Batuk a. Bahan: 4 lembar daun sirih. Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih Cara menggunakan: setelah dingin dipakai untuk kumur, diulang secara teratur sampai sembuh. b. Bahan: 4 lembar daun sirih. Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih Cara menggunakan: setelah dingin dipakai untuk kumur, diulang secara teratur sampai sembuh. c. Bahan: 4 lembar daun sirih, 3 lembar daun widoro upas dan madu secukupnya. Cara membuat: daun sirih diiris-iris, kemudian direbus bersama daun widoro dengan 2 gelas air sampai mendidih Cara menggunakan: setelah dingin dipakai untuk kumur, diulang secara teratur sampai sembuh. d. Bahan: 4 lembar daun sirih. Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih

Cara menggunakan: setelah dingin dipakai untuk kumur, diulang secara teratur sampai sembuh.

GAMBAR

DAFTAR REFERENSI

Moetjanto, Rini Damayanti dan Mulyono. 2003. Khasiat & Manfaat Daun Sirih. Agro Media Pustaka. Tangerang.

Radit. 2009. Mengatasi Panas Dalam dengan Bunga Sirih. http://faridbj.blogspot.com/. Diakses 05 Desember 2010.

Mursito, B. dan Heru P. Tanaman Hias Berkhasiat Obat. Jakarta. Penebar Swadaya. 2002

3. A. Nama Ilmiah : Zingiber officinale, Rosc.

B. Nama daerah

: Jae (Jawa) Laia (Makassar) Halia (Aceh) Sipodeh (Minangkabau) Lai (Kalimantan) Garaka (Ternate) Gora (Tidore) Lali (Irian)

Nama lokal

: Betel (Perancis) Betel, Betelhe, Vitele (Portugal) Sirih (Indonesia)

C. Deskripsi Morfologi Tanaman

Habitus tanaman herba dan semusim. Secara morfologi, tanaman jahe terdiri atas akar, rimpang, batang, daun, dan bunga. Sistem perakaran tanaman jahe merupakan akar tunggal yang semakin membesar seiring dengan umurnya, hingga membentuk rimpang seta tunas-tunas yang akan tumbuh menjadi tanaman baru.

Batang tanaman jahe merupakan batang semu yang tumbuh tegak lurus. Batang ini terdiri atas seludang-seludang dan pelepah daun yang

menutup batang. Permukaan batang licin dan mengkilap, serta mengandung banyak air.

Daun tanaman jahe berbentuk lonjong dan lancip menyerupai rumput-rumputan besar. Ukuran panjang daun sekitar 5-25 cm dan lebar 0,8-2,5 cm. Bagian pangkal daun agak tumpul dengan panjang lidah 0,30,6 cm. Bila daun mati, pangkal daun tetap hidup dalam tanah. Jika cukup tersedia air, bagian pangkal daun ini akan ditumbuhi tunas dan menjadi rimpang yang baru.

Bunga tanaman jahe terletak pada ketiak daun pelindung. Bentuk bunga bervariasi: panjang, bulat telur, lonjong, runcing, atau tumpul. Bungan berukuran panjang 2-2,5 cm dan lebar 1-1,5 cm.

Jahe tumbuh subur di ketinggian 0 hingga 1500 meter di atas permukaan laut, kecuali jenis jahe gajah di ketinggian 500 hingga 950 meter. Untuk bisa berproduksi optimal, dibutuhkan curah hujan 2500 hingga 3000 mm per tahun, kelembapan 80% dan tanah lembab dengan PH 5,5 hingga 7,0 dan unsur hara tinggi. Tanah yang digunakan untuk penanaman jahe tidak boleh tergenang.

D. Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah rimpang jahe E. Kandungan kimia dan efek farmakologis

Produk utama tanaman jahe adalah rimpang jahe. Rimpang jahe merupakan sumber minyak jahe (ginger oil) yang disebut juga minyak atsiri. Minyak jahe mengandung minyak terbang (komponen minyak yang mudah

menguap), misalnya zingerol dan zingiber (penyebar aroma harum); gingerol, shogaol, dan resin (penyebab rasa pedas); kampen, pinen, sineol, methyl-heptenon, bormeol, linatol, zingiber korkumen, sitral, farnesen, seskuitterpen, Cio & Cgaldehid, pati, sera, serta alcohol. Berikut adalah tabel kandungan (%) jahe

Minyak jahe dapat diperoleh melalu penyulingan (penguapan langsung) selama 10-15 jam. Minyak jahe digunakan secara luas dalam industry makanan, minuman, dan obat-obatan.

F. Manfaat tanaman dalam bidang farmasi

Jahe berkhasian sebagai penghangat tubuh, penyembuh sakit kepala, batuk kering, radang tenggorokan, asma, cacingan, luka lecet, luka

tertusuk duri, luka sengatan binatang; penambah nafsu makan; pencahar; tonikung; penguat lambung; peluruh angin (karminatif).

GAMBAR

DAFTAR REFERENSI Suprapti, M. Lies. 2003. Aneka Awetan Jahe. Penerbit Kanisius. Yogyakarta Rukmana, Rahmat. 2001. Aneka Olahan Jahe. Penerbit Kanisius. Yogyakarta

ACARA II STRUKTUR ANATOMI TUMBUHAN

A. SITOLOGI 1. Bentuk Sel dan Bagian yang Hidup dan Mati GAMBAR Bentuk sel Preparat : Apium graviolens, L Familia : Umbelliferae Perbesaran : 10 x 10 Keterangan: 1. 2.

GAMBAR

Bagian sel yang hidup Preparat : Apium graviolens, L Familia : Umbelliferae Perbesaran : 10 x 10 Keterangan: 1. 2.

GAMBAR

Bagian sel yang mati Preparat : Daun Piper betle Familia : Piperaceae Perbesaran : 10 x 10 Keterangan: 1. 2.

B. HISTOLOGI 1. Jaringan Pelindung GAMBAR Jaringan pelindung (epidermis) Preparat : Daun Piper betle Familia : Piperaceae Perbesaran : 10 x 10 Keterangan: 1.

GAMBAR

Jaringan pelindung (epidermis) Preparat : Familia : Perbesaran : 10 x 10 Keterangan: 1. 2. 3.

2. Jaringan Dasar GAMBAR Jaringan dasar (parenkim) Preparat : Apium graviolens, L Familia : Umbelliferae Perbesaran : 10 x 10 Keterangan: .

3. Jaringan Penguat GAMBAR Jaringan penguat Preparat : Apium graviolens, L Familia : Umbelliferae Perbesaran : 10 x 10 Keterangan: 1. 2. 3.

4. Jaringan Pangangkut GAMBAR Jaringan pengangkut Preparat : Apium graviolens, L Familia : Umbelliferae Perbesaran : 10 x 10 Keterangan: 1. 2.

C. ORGANOLOGI 1. Struktur Anatomi Akar GAMBAR Struktur anatomi akar Preparat : Familia : Perbesaran : 10 x 10 Keterangan: 1. 2. 3. 4. 5.

2. Struktur Anatomi Daun GAMBAR Struktur anatomi daun Preparat : l. daun Apium graviolens, L Familia :Umbelliferae Perbesaran : 10 x 10 Keterangan: 1. 2. 3. 4. 5. 6.

3. Struktur Anatomi Batang GAMBAR Struktur anatomi batang Preparat : l. daun Apium graviolens, L Familia : Umbelliferae Perbesaran : 10 x 10 Keterangan: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

ACARA III PENGUJIAN ORGANOLEPTIK

NO 1

NAMA TANAMAN Apium graveolens, L (SELEDRI ) DAUN Piper betle (SIRIH)

WARNA

RASA

BAU

HIJAU TUA

PAHIT PAHIT, PEDAS

KHAS

2 DAUN Zingiber officinale (JAHE) DAUN HIJAU TUA

KHAS

HIJAU

PEDAS

KHAS