Anda di halaman 1dari 28

OPERASI TEKNIK KIMIA 1

PERCOBAAN V
OSBORNE REYNOLD
Kelompok v
Oleh :
Harmin Nora
Galang Fajar Agung M.
Yessy Meisrilestari

H1D108018
H1D108031
H1D108063

Pendahuluan
Dasar Teori
Metodologi
Hasil dan Pembahasan
Penutup
Daftar Pustaka

PENDAHULUAN
Tujuan
Tujuan dari percobaan ini adalah:
1. Mengetahui sifat suatu aliran
dengan menghitung nilai
Reynolds number dan mengamati
visualisasi aliran yang terjadi.
2. Mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi sifat aliran.
3. Menghitung nilai Renolds number
dari beberapa variasi sudut putar.

Latar Belakang
Sifat aliran fluida ada bermacammacam. Sifat aliran fluida bisa berupa
aliran laminar, transisi dan turbulen.
Sifat
aliran
yang
terjadi
dapat
diketahui
dengan
menghitung
Reynolds number.
Reynolds
number
merupakan
bilangan tak berdimensi. Bilangan ini
diperoleh dari perbandingan gaya
inersia terhadap viskositas.

DASAR TEORI
Aliran laminar yaitu aliran dengan
fluida yang bergerak dalam lapisanlapisan atau lamina-lamina dengan satu
lapisan meluncur secara lancar. Aliran
turbulen yaitu aliran dimana
pergerakan dari pertikel-partikel fluida
sangat tidak menentu karena
mengalami percampuran serta putaran
partikel antara lapisan.

Aliran transisi merupakan aliran


peralihan dari aliran laminar ke aliran
turbulen.
(Ridwan,2010)
Jenis aliran juga dapat ditentukan
dari besarnya Reynolds Number.
Aliran laminar mempunyai Re < 2100.
Aliran turbulen mempunyai Re > 4100.
Aliran transisi mempunyai Re antara
2100 - 4100.

Rumus Reynolds Number :

Re =

dimana : D

........................ (5.1)
= diameter tabung
= kecepatan rata-rata
fluida
= densitas fluida
= viskositas fluida

(Mc Cabe, 1986).

METODOLOGI
Alat yang Digunakan dan Deskripsi Alat
Alat-alat yang digunakan pada
percobaan ini adalah:
Pompa
Rangkaian alat percobaan Osborne
Reynolds (F1-20)
Stopwatch
Thermometer
Gelas ukur 100 mL dan 1000 mL dan
Wadah penampung air.

Rangkaian alat:
1

2
3
4

5
6
7

10

Keterangan :
1.
Penampung zat warna
2.
Kran aliran zat warna
3.
Skrup pengatur ketinggian
4.
Tangki
5.
Over flow
6.
Jarum suntik
7.
Bell mouth entry
8.
Kelereng kaca
9.
Pipa pemasukan
10.
Test section
11.
Flow control valve
12.
Pipa pengeluaran
13.
Penyangga yang dapat diatur

11

12
13

Gambar 5.2. Rangkaian Alat Osborne Reynolds

Bahan
Bahan yang digunakan dalam
percobaan ini adalah:
zat warna biru
air

Hasil dan Pembahasan


Tabel Hasil Pengamatan Flowrate Pemasukan pada bukaan 2
sudut
putar
kran
()

volume tertampung

waktu penampungan (s)


V (m3)
x 10-6

t1

t2

t3

visualisasi
sifat aliran

V1

V2

V3

V
(cm3)

15

1,03

1,03

3,43

3,47

3,67

3,52

laminar

20

6,10

7,10

6,73

6,73

3,41

3,59

3,55

3,52

laminar

30

24

23

22

23

23

3,43

3,45

3,49

3,45

laminar

40

36

30

39

35

35

3,27

3,49

3,38

3,38

transisi

50

88

91

93

90,66

90,66

3,42

3,62

3,50

3,50

transisi

60

164

150

155

156,33

156,33

3,62

3,27

3,45

3,49

turbulen

70

180

107

260

212,33

212,33

3,41

3,56

3,80

3,59

turbulen

80

249

250

245

248

248

3,43

3,47

3,47

3,45

turbulen

90

270

265

245

260

260

3,44

3,42

3,42

3.45

turbulen

Tabel Hasil Pengamatan Flowrate Pemasukan pada bukaan 3


volume tertampung
sudut
putar
kran
()

waktu penampungan (s)

(m3)

visualisasi
sifat aliran

V1

V2

V3

V
(cm3)

V
x 10-6

t1

t2

t3

15

8,10

8,03

8,03

3,42

3,53

3,40

3,45

laminar

20

26

26

26

26

26

3,46

3,52

3,51

3,49

laminar

30

38

43

50

43,30

43,30

3,52

3,08

3,63

3,41

transisi

40

75

74

71

73,30

73,30

3,54

3,62

3,38

3,51

transisi

50

130

120

120

133,30

133,30

3,71

3,42

3,46

3,53

turbulen

60

150

153

150

151

151

3,42

3,45

3,50

3,45

turbulen

70

185

179

170

178

178

3,49

3,40

3,51

3,36

turbulen

80

230

229

210

223

223

3,44

3,51

3,34

3,43

turbulen

90

275

269

250

264,60

264,60

3,57

3,50

3,64

3.57

turbulen

Tabel Hasil Pengamatan Flowrate Pemasukan pada bukaan 4


volume tertampung

waktu penampungan (s)

sudut
putar
kran
()

V1

V2

V3

V
(cm3)

V
x 10-6

t1

t2

t3

15

8,03

8,03

3,42

3,53

3,40

3,45

laminar

20

27

27

10

26

26

3,46

3,52

3,51

3,49

laminar

30

47

53

51

43,30

43,30

3,52

3,08

3,63

3,41

transisi

40

110

105

115

73,30

73,3

3,54

3,62

3,38

3,51

transisi

50

130

129

135

133,30

133,30

3,71

3,42

3,46

3,53

turbulen

60

180

169

190

151

151

3,42

3,45

3,50

3,45

turbulen

70

219

200

205

178

178

3,49

3,40

3,51

3,36

turbulen

80

215

270

260

223

223

3,44

3,51

3,34

3,43

turbulen

90

298

289

280

264,60

264,60

3,57

3,50

3,64

3.57

turbulen

(m3)

visualisasi
sifat aliran

Tabel Hasil perhitungan pada bukaan 2


Sud
ut

Flowrate

puta

(Qt) m3/s

r ()

Velocity
(u)
m/s

Re

Visualisasi sifat

number

aliran

percobaa
n (y)

Percobaan

Persamaa

xy

x2

Re

Kesalah

number

an

Persamaa

relatif

(%)

10

2,93 x 10-7

3,73 x 10-3

1034,90

laminar

laminar

10349,06

100

-36666,89

102,82

20

1,91 x 10-6

2,43 x 10-2

6762,06

laminar

laminar

135241,19

400

1654,55

308,69

30

6,66 x 10-6

8,49 x 10-2

23578,45

laminar

transisi

707353,65

900

39975,99

41,02

40

1,03 x 10-5

1,32 x 10-1

36623,34

transisi

turbulen

1464933,59

1600

78297,43

53,22

50

2,58 x 10-5

3,29 x 10-1

91351,34

turbulen

turbulen

4567569,93

2500

116618,87

21,66

60

4,53 x 10-5

5,77 x 10-1

160261,73

turbulen

turbulen

9615703,99

3600

154940,31

3,43

70

5,91 x 10-5

7,53 x 10-1

209181,61

turbulen

turbulen

14642713,11

4900

193261,75

8,24

80

7,72 x 10-5

9,15 x 10-1

254237,25

turbulen

turbulen

20338980,27

6400

231583,19

9,78

90

7,54 x 10-5

9,60 x 10-11

266539,06

turbulen

turbulen

23988515,04

8100

269904,63

1,24

3,78

1049569,8
2

75471359,84

28500

450

Table Hasil perhitungan pada bukaan 3


Sudu
t

Flowrate

puta

(Qt) m3/s

r ()

Velocity
(u)
m/s

Re

Visualisasi sifat

number

aliran

percobaa
n (y)

Percobaan

Persamaan

xy

x2

Re

Kesala

number

han

Persamaa

relatif

(%)

10

2,33 x 10-6

2,96 x 10-2

8231,96

laminar

laminar

82319,56

100

-9161,70

189,85

20

7,45 x 10-6

9,49 x 10-2

26348,42

laminar

transisi

526968,33

400

23851,50

10,47

30

1,28 x 10-5

1,63 x 10-1

45220,85

transisi

turbulen

1356625,47

900

56864,70

20,48

40

2,09 x 10-5

2,66 x 10-1

73859,01

transisi

turbulen

2954360,25

1600

89877,90

17,82

50

3,49 x 10-5

4,45 x 10-1

123536,41

turbulen

turbulen

6176820,46

2500

122891,10

0,53

60

4,38 x 10-5

5,57 x 10-1

154797,68

turbulen

turbulen

9287860,95

3600

155904,30

0,71

70

5,14 x 10-5

6,55 x 10-1

181949,35

turbulen

turbulen

12736454,42

4900

188917,50

3,69

80

6,50 x 10-5

8,28 x 10-1

229941,49

turbulen

turbulen

18395319,37

6400

221930,70

3,61

90

7,41 x 10-5

9,44 x 10-1

262136,94

turbulen

turbulen

23592324,63

8100

254943,90

2,82

3,98

1106022,1
0

75109053,46

28500

450

Table Hasil perhitungan pada bukaan 4


Sud

ut

Flowrate

puta

(Qt) m3/s

r ()

Velocity
(u)
m/s

Re

number
percobaa
n (y)

Visualisasi sifat aliran


xy
Percobaan

Persamaan

x2

Re

Kesala

number

han

Persamaa

relatif

(%)

10

4,72 x 10-7

0,01

1668,48

laminar

laminar

16684,75

100

-9649,15

117,29

20

7,24 x 10-6

0,09

25589,56

laminar

transisi

511791,17

400

28525,15

10,29

30

1,46 x 10-5

0,19

51565,06

transisi

turbulen

1546951,67

900

66699,45

22,69

40

3,24 x 10-5

0,41

114424,85

turbulen

turbulen

4576994,20

1600

104873,75

9,11

50

3,83 x 10-5

0,49

135387,08

turbulen

turbulen

6769353,79

2500

143048,05

5,36

60

5,03 x 10-5

0,64

177928,17

turbulen

turbulen

10675690,36

3600

181222,35

1,82

70

6,30 x 10-5

0,80

222796,42

turbulen

turbulen

15595749,23

4900

219396,65

1,55

80

7,47 x 10-5

0,95

264358,44

turbulen

turbulen

21148675,19

6400

257570,95

2,64

90

8,30 x 10-5

1,06

293714,37

turbulen

turbulen

26434293,68

8100

295745,25

0,69

4,63

1287432,4
2

450

87276184,04

2850
0

Nilai yang diperoleh pada bukaan 2:


a = 3832,14
b = -74988,3
NRe = 3832,14 74988,3
Nilai yang diperoleh pada bukaan 3:
a = 3301,32
b = -42174,9
NRe = 3301,32 42174,9
Nilai yang diperoleh pada bukaan 4:
a = 3817,43
b = -47823,5
NRe = 3817,43 47823,5
Viskositas kinematika (300) = V = 0,036 x 10-6

Metode least square


y = ax + b
jika dilakukan metode least square:
a=
b=

yn

( x)2 n
ya
n

xy
x

HASIL VISUALISASI ALIRAN

LAMINAR

TRANSISI

TRANSISI

PEMBAHASAN
Hubungan antara sudut putar flow control valve dengan Reynolds
number pada bukaan 2
300000

Reynolds Number

250000
200000
150000
100000

50000
0
0

10

20

30

40

50

60

Sudut Putar

70

80

90

100

Hubungan antara sudut putar


persamaan pada bukaan 2

dengan

Reynolds

300000
250000

Reynolds Number

200000
150000
100000

Percobaan
Persamaan

50000
0
0

10

20

30

40

50

60

-50000
-100000

Sudut putar

70

80

90

100

number

Hubungan antara sudut putar flow control valve dengan


Reynolds number pada bukaan 3

300000.00

Reynolds Number

250000.00
200000.00
150000.00
100000.00
50000.00
0.00
0

10

20

30

40

50

60

Sudut Putar

70

80

90

100

Hubungan antara sudut putar flow control valve dengan


Reynolds number persamaan pada bukaan 3
300000.00

Reynolds Number

250000.00
200000.00
150000.00
Percobaan

100000.00

Persamaan

50000.00
0.00
0
-50000.00

10

20

30

40

50

60

Sudut putar

70

80

90

100

Hubungan antara sudut putar flow control valve dengan


Reynolds number pada bukaan 4

350000.00

Re Number (103)

300000.00
250000.00
200000.00
150000.00
100000.00
50000.00
0.00

10

20

30

40

50

60

Sudut Putar

70

80

90

100

Hubungan antara sudut putar flow control valve dengan


Reynolds number persamaan pada bukaan 4

350000.00
300000.00

Reynolds Number

250000.00
200000.00
150000.00

Percobaan
Persamaan

100000.00

50000.00
0.00
0
-50000.00

10

20

30

40

50

60

Sudut putar

70

80

90

100

PENUTUP
Kesimpulan
Dari percobaan yang sudah
dilakukan, dapat diambil kesimpulan
sebagai berikut:
1. Aliran laminar terjadi pada sudut 10o
sampai 20o, aliran transisi terjadi
pada sudut 30o dan aliran turbulen
terjadi pada sudut 40o sampai 90o.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi
pola aliran adalah viskositas,
diameter pipa, dan kecepatan aliran
fluida.

3. Pada bukaan 2, nilai Reynolds number


terkecil adalah 1034,90, sedangkan
Reynolds number terbesar adalah
266539,06. Pada bukaan 3, nilai
Reynolds number terkecil adalah
8231,96,
sedangkan
Reynolds
number terbesar adalah 262136,94.
Pada bukaan 4, nilai Reynolds
number terkecil adalah 1668,48,
sedangkan
Reynolds
number
terbesar adalah 293714,37

DAFTAR PUSTAKA
McCabe, W.L. dkk, 1986, Operasi Teknik
Kimia
Jilid
1
Edisi
Keempat,
Erlangga : Jakarta
Ridwan,Ir,MT.2010.Karakteristik
cairan.http//Ridwan.staff.gunadar
ma.ac.id/karakteristik+aliran fluida.