Anda di halaman 1dari 32

PENDAHULUAN

Materi yang diberikan pada modul ini berisikan tentang penambangan pada metoda tambang terbuka. Macam-macam tambang terbuka, mengapa terjadi

bermacam-macam metoda penambangan.

Modul ini berisikan 4 pembelajaran, yaitu pembelajaran 1 tentang penambangan dengan melakukan pengupasan tanah penutup (over burden) terhadap lapisan batubara yang akan ditambang (strip mining), pembelajaran 2 tentang kegiatan penggalian terbuka di atas permukaan tanah untuk mengambil metallic ore, sering juga disebut dengan open cut mining; pembelajaran 3 tentang penambangan material bahan industri / bangunan seperti penambangan stone, sand atau gravel (juga disebut dengan quarry) dan pembelajaran 4 tentang

penambangan mineral-mineral berharga yang terdapat dalam bed-rock di bawah gravel dalam suatu aliran air (stream beds), dengan cara pendulangan (panning), hydraulicking atau dredging penambangan ini disebut placer mine. Pada akhir setiap pembelajaran terdapat soal-soal untuk latihan dan cara penilaiannya.

TUJUAN UMUM
Dengan mempelajari modul ini diharapkan peserta mampu menerapkan metoda penambangan tambang terbuka sesuai perencanaan serta memahami syarat

penerapan metoda penambangan tambang terbuka .

Standar kompetensi dan kriteria unjuk kerja


Standar kompetensi/elemen kompetensi dan kriteria unjuk kerja seperti pada tabel di bawah ini.

Elemen kompetensi 1.Menerapkan sistem tambang terbuka dan

Kriteria unjuk kerja metoda 1.1 a. Syarat penerapan sistem dan metoda penambangan dilaksanakan b.Informasi geologi, hidrogeologi, geoteknik dan aspek lain yang mempengaruhi pelaksanaan sistem penambangan diidentifikasi.

1.2. a. Sumber daya yang diperlukan dalam perencanaan tambang digunakan seoptimal mungkin b. Peran dan tanggung jawab masing-masing personel dioptimalkan dalam perencanaan tambang 1.3 a. Rencana operasi diterapkan dengan memanfaatkan sumberdaya yang dimiliki sebaik-baiknya dan memperhatikan kebijakan serta prosedur yang telah ditetapkan perusahaan b. Tenaga kerja, material, layanan teknis, dan peralatan dioptimalkan dalam operasi penambangan c. Sistem pengawasan, penilaian dan pelatihan personel lapangan diterapkajn untuk meminimalkan resiko dan bahaya dalam operasi.

Sasaran
Sasaran kompetensi adalah supervisor produksi Tambang Terbuka yang memahami, mengenal persyaratan-persyaratan penerapan sistem dan metoda penambangan Tambang Terbuka; dapat merencanakan besar produksi yang telah ditetapkan perusahaan dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki sebaikbaiknya, serta mampu mengoptimalkan operasi penambangan.

Prasyarat mata diklat


1. Sudah terbiasa dan lancar dalam membaca, menghitung semua informasi/keterangan-keterangan mengenai kegiatan penambangan tambang terbuka terutama yang menyangkut kegiatan produksi dan transportasi serta alat-alat berat. 2. Mendapat pendidikan dan pembelajaran setingkat D3 bidang teknis penambangan atau Sarjana Muda bidang penambangan.

Petunjuk penggunaan modul


Setiap modul berisikan beberapa pembelajaran sesuai dengan tuntutan elemen kompetensi dan kriteria unjuk kerja. Untuk memahami modul secara utuh sudah barang tentu peserta harus mempelajari setiap tahapan pembelajaran sampai selesai. Pada akhir setiap pembelajaran terdapat latihan soal dan sekaligus jawabannya. Baik modul maupun pembelajaran pada setiap modul dirancang dan disusun menjadi satu kesatuan yang saling berkaitan satu dengan lainnya, sehingga didalam mempelajarinya harus secara berurutan (sequential). Agar mendapatkan hasil belajar maksimal, ikutilah petunjuk penggunaan modul berikut ini: 1. 2. 3. 4. 5. Fahami tujuan umum yang tercantum pada setiap modul Yakinkanlah bahwa Anda telah memenuhi prasyarat yang diminta modul Fahami tujuan khusus yang ada pada setiap pembelajaran di dalam modul Ikuti petunjuk-petunjuk yang diberikan pada modul sampai akhir Cobalah sendiri mengerjakan soal latihan yang tertera pada akhir setiap pembelajaran 6. Untuk meningkatkan kedalaman penguasaan Anda terhadap isi modul, disarankan untuk membaca referensi yang tertera pada setiap modul.

Pedoman penilaian
Pada setiap soal latihan terdapat cara menghitung nilai untuk mengukur tingkat pemahaman peserta. Pengerjaan soal harus tuntas sesuai waktu yang disediakan. Disarankan untuk tidak membuka buku pada saat mengerjakan latihan soal sampai peserta benar-benar selesai mengisinya. Apabila nilai latihan peserta di atas 90%, maka peserta dapat langsung mempelajari modul berikutnya. Namun, apabila nilai latihan soal kurang dari 90%, sebaiknya peserta mengulang pelajaran atau modul tersebut sampai benar-benar faham atau bernilai di atas atau sama dengan 90%.

Perlu diketahui bahwa belajar dengan menggunakan modul dituntut kemandirian dan kejujuran terhadap diri sendiri. Jadi, janganlah tergesa-gesa menyelesaikan suatu modul dan menjawab latihan soal sebelum menguasai betul setiap pembelajarannya.

1
I. TUJUAN KHUSUS Setelah mempelajari materi ini, peserta diharapkan dapat menjelaskan secara rinci beberapa hal sebagai berikut: a. Definisi tambang terbuka b. Konsep dan teknik metoda penambangan tambang terbuka c. Syarat penerapannya.

2. PENGERTIAN TAMBANG TERBUKA

Penambangan dengan metoda tambang terbuka adalah suatu kegiatan penggalian bahan galian seperti batubara, ore (bijih), batu dan sebagainya di mana para pekerja berhubungan langsung dengan udara luar.dan iklim. Tambang terbuka

(open pit mining) juga disebut dengan open cut mining; adalah metoda penambangan yang dipakai untuk menggali mineral deposit yang ada pada suatu batuan yang berada atau dekat dengan permukaan.

Metoda ini cocok dipakai untuk ore bodies yang berbentuk horizontal yang memungkinkan produksi tinggi dengan ongkos rendah. Walaupun stripping dan quarrying termasuk ke dalam open pit mining, namun strip mining biasanya dipakai untuk penambangan batubara dan quarry mining yang berhubungan dengan produksi non-metallic minerals seperti dimension stone, rock aggregates, dll.

Kegiatan penambangan ini terkadang berada di bawah permukaan tanah, bahkan kedalamannya dapat mencapai ratusan meter seperti pada tambang terbuka tembaga (copper mine) di Bingham Canyon Utah (USA).

Apabila diyakini keberadaan endapan mineral dekat dengan permukaan, hingga dapat dipastikan pemilihan metoda penambangannya adalah tambang terbuka (open pit); hanya perlu dipertanyakan tentang economic cut off limitnya, hingga dimungkinkan adanya perubahan metoda penambangan ke arah underground (tambang bawah tanah) bila penyebaran endapan mineral dapat menjamin.

Kebanyakan tambang batubara di Indonesia menggunakan metoda tambang terbuka, oleh karena sebagian besar cadangan batubara terdapat pada dataran rendah atau pada daerah pegunungan dengan topografi yang landai dengan kemiringan lapisan batubara yang kecil (<30). Untuk cebakan yang berada di bawah permukaan tetapi relatif masih dangkal, maka metoda penambangan terbuka umumnya akan lebih ekonomis dibandingkan dengan tambang dalam (bawah permukaan). Dan bila cebakan itu berada jauh di bawah permukaan dengan bentuk yang tidak beraturan, maka mungkin penambangan dengan cara tambang bawah tanah yang masih dianggap ekonomis.

Ada kriteria yang dapat digunakan sebagai dasar untuk penentuan pemilihan apakah suatu cadangan (lapisan batubara) akan ditambang dengan metoda tambang terbuka atau tambang dalam yaitu dengan membandingkan besarnya nilai tanah penutup (waste) yang harus digali dengan volume atau tonase batubara yang dapat ditambang. stripping ratio. Perbandingan ini dikenal dengan istilah

Apabila nilai perbandingan ini (stripping ratio) masih dalam tambang terbuka dianggap masih

batas-batas keuntungan, maka metoda

ekonomis. Sebaliknya apabila nilainya di luar batas keuntungan, maka metoda penambangan tambang dalam yang dipilih.

Beberapa keuntungan yang diperroleh bila menggunakan tambang terbuka diantaranya yaitu: 1. Produksi tinggi 2. Konsentrasi operasi (kegiatan) tinggi 3. Ongkos operasi per ton bijih yang ditambang rendah 4. Kegiatan eksplorasi dan keadaan geologi lebih mudah 5. Leluasa dalam pemilihan alat gali/muat 6. Recovery tinggi 7. Perencanaan lebih sederhana 8. Kondisi kerja lebih baik /karena berhubungan dengan udara luar 9. Relatip lebih aman 10 Pemakaian bahan peledak leluasa dan effisien

Untuk dapat menentukan metoda penambangan apa yang cocok untuk diterapkan maka perlu untuk membandingkan efisiensi ekonomi dari open mining dan underground mining , terkecuali keuntungan dari salah satu metode sudah terlihat jelas.

Karakteristik dasar yang digunakan dalam evaluasi ekonomi dari tambang terbuka adalah stripping ratio , yaitu besarnya volume dari over burden yang digali per unit ore yang diperoleh.

Dalam penambangan open pit , perlu dihitung ongkos untuk pembuangan waste over burden dan waste dari country rock.(lihat gambar1)

Gambar 1 OPEN PIT SECTION

1. overburden cover 2. waste (country rock) 3. ore body Perbandingan antara waste dan ore oleh karenanya merupakan faktor kontrol dalam membandingkan ongkos penambangan ore berdasar open pit dengan metode underground.

3. Konsep Dan Teknik Metoda Tambang Terbuka


Agar diperoleh hasil yang diharapkan maka sebelum membuka suatu tambang perlu dipahami terlebih dahulu konsep penambangan beserta prosedur rencana penambangan yang benar.

Sejumlah kriteria untuk mendesain tambang harus ditentukan melalui data (informasi) yang diperoleh dari penyelidikan eksplorasi (drill core specimens). Untuk dapat menganalisa apakah suatu endapan mineral akan ditambang dengan metoda tambang terbuka atau tambang bawah tanah, maka beberapa faktor berikut yang dapat mempengaruhinya seperti: 1. Ketebalan dan sifat fisik dari overburden dan country rock. 2. Ketebalan, bentuk, konfigurasi, serta struktur dari mineral deposit. 3. Posisi terhadap ground surface, sudut kemiringan 4. Kondisi hidrologi 5 Kemudahan mendapatkan fasilitas teknik untuk pelbagai pekerjaan tambang (macam energi dan peralatan) misal drilling, alat muat dan alat transport. 6. Keadaan iklim yang lazim pada daerah penambangan harus dikaji secara cermat.

Pada waktu ini isu tentang lingkungan perlu diterapkan dipelbagai bentuk usaha termasuk usaha pertambangan yang cukup dikenal sangat merusak lingkungan. Upaya untuk menerapkan teknologi penambangan yang berwawasan lingkungan harus diperhitungkan pada tahap kegiatan feasibility study untuk pembukaan suatu tambang. (studi kelayakan)

Reklamasi

tambang

(pendayagunaan

kembali

lahan

yang

rusak

akibat

penambangan) haruslah direncanakan pada awal sebelum kegiatan tambang dimulai.

10

4. Endapan mineral yang cocok untuk Tambang Terbuka


Beberapa endapan berikut cocok ditambang dengan menggunakan metoda tambang terbuka:

a) Endapan-endapan eluvial , yang diendapkan dekat tempat asalnya (< 10 km) Umumnya diketemukan dekat permukaan bumi (cadangan sedikit) b) Alluvial deposit (lanjutan eluvial). Endapan eluvial yang mengalami pelapukan dan ditransport jauh dan diendapkan dekat permukaan bumi bersifat lepas (loose) contoh pasir (cadangan banyak).

c)

Endapan yang letaknya horizontal (sedikit miring dengan kemiringan (1-5%)

disebut horizontal deposit (bedded/ tabular) contoh endapan batubara, KCl, NaCl, KNO3. terbentuk secara sedimenter, luas letaknya kedalamannya tidak tentu. d) Endapan yang berrbentuk vein yang tebal dan tersingkap dengan overburden yang tipis (1-2m).

Keadaan daerah penambangan, terutama kondisi endapan dan batuan sekitarnya sangat perlu diketahui secara rinci dan cermat (dengan melalui kajian geologi dan geoteknik) sebelum membuka suatu tambang.

Desain penambangan yang cermat dan brsifat menyeluruh (yang menyangkut segi teknik, ekonomi, dan lingkungan) merupakan syarat utama yang harus dipahami dengan baik dalam merencanakan pembukaan suatu tambang.

Ultimate pit slope design (desain bukaan tambang akhir) yang baik (ekonomis , memiliki recovery tinggi, aman) sangat dipengaruhi oleh kondisi geologi dan geoteknik

11

daeerah penambangan.

Kemiringan bukaan tambang (pit slope) hendaklah

berdasarkan analisis kemantapan lerreng yang ceermat (slope stability analysis).

Data yang perlu diketahui dalam prencanaan (desain) suatu tambang terbuka diantaranya:

Dalamnya dan ukuran tambang pada akhir operasi. Lamanya tambang akan berapa lama Laba yang diinginkan Kemiringan tambang (pit slope) yang dibolehkan Cut off grade berapa yang boleh diambil Harus diteentukan economic stripping ratio Mengetahui sifat-sifat batuan (ore, country rock) Peta topografi yang tepat (terakhir) Keadaan endapan bijih, bentuk, ukuran,kadar, cadangan Keadaan lapisan tanah penutup / over burden (sfat fisik, jumlah) Harga pasaran produk yang akan ditambang Macam-macam alat yang diperlukan.

Semua data tersebut di atas hendaknya dimiliki secara lengkap untuk dapat memulai pekerjaan pembukaan tambang agar diperroleh maximum recovery.

Juga beberapa hal berikut perlu dicermati dalam perencanaan pembukaan suatu tambang terbuka: Ultimate and operational pit slope (tata letak dan rencana bukaan tambang) Penentuan target produksi awal dan pekerjaan development Jadwal produksi batubara dan jadwal stripping over burden Rencana penggalian dan pembuangan waste Rincian peralatan dan kebutuhan tenaga kerja Perhitungan ongkos Rencana dan jadwal penggantian alat-alat utama sepanjang umur tambang.

12

5.Kegiatan Penambangan
Kegiatan utama penambangan batubara dengan cara tambang terbuka, dapat dibagi menjadi dua kelompok kegiatan:

1. Menambang tanah penutup (over burden) 2. Menambang batubara

5.1. Menambang Tanah penutup


Kegiatan di sini meliputi :

clearing / pembongkaran tumbuh-tumbuhan , tanah pucuk loading (pemuatan) hasil bongkaran ke dalam alat angkut hauling / pengangkutan menuju ke tempat pembuangan dumping / pembuangan dan pengaturan tumpukan hasil buangan sesuai desain.

Gambar-gambar kegiatan tersebut di atas dapat dilihat di bawah ini

13

Gambar 2 Clearing oleh Bulldozer

Gambar 3 Penggalian dan Pemuatan

14

Gambar 4

Kegiatan pengangkutan (transporting)

15

Gambar 5

Kegiatan penumpahan (dumping)

5.2. Menambang Batubara


Kegiatan disini meliputi:

Breaking (membongkar dan menggali batubara) Loading dan transporting (pemuatan ke dalam alat angkut dan pengangkutan) Stockpile (penimbunan di daerah)

16

6.Penambangan Mendatar (Open cut stripping)


Penambangan mendatar (open cut stripping) adalah salah satu tipe kegiatan penambangan permukaan di mana lapisan batubara hampir sejajar dengan permukaan tanah dan terletak dekat dengan surface (permukaan tanah).(lihat gambar)

Kegiatan tahap awal yang dilakukan adalah memindahkan tumbuhan dan tanah pucuk yang akan dipakai kembali untuk maksud-maksud reklamasi, kemudian diikuti dengan pemindahan lapisan batuan penutup (over burden) yang terletak antara lapisan tanah pucuk dan lapisan batubara. Penggalian pertama lubang penambangan disebut dengan pemotongan berbentuk kotak (box cut) karena bentuk dari permukaan penambangan yang menyerrupai kotak.

Tipe penambangan ini dikenal dengan istilah strip mining (penambangan mengupas) baik pengupasan lapisan batuan penutup (over burden) dan lapisan batubara yang terjadi secara berlapis dimana penggaliannya dengan mengupas lapisan dengan ukuran luas yang relatif besar. Setelah lapisan batubara selesai digali maka batuan penutup biasanya ditimbun kembali kedalam lubang bekas penambangan (back filling). dan merupakan satu tahapan yang penting dalam kegiatan reklamasi bekas tambang. (lihat gambar).

17

Gambar 6 Tambang Terbuka Batubara

18

Gambar 7 Penambangan batubara bersamaan dengan kegiatan reklamasi

Gambar-gambar berikut (Gb. 8) memperlihatkan beberapa tahapan kegiatan penambangan :

A. Memperlihatkan irisan memanjang dari lapisan batubara yang terletak cukup dekat terhadap permukaan tanah (surface).

19

B Lapisan penutup (overlying rock) dikupas dan dipindahkan ke samping. Batubara yang telah terkesingkap kemudian ditambang. C. Memperrlihatkan lapisan penutup yang telah dipindahkan dan terbukanya lapisan batubara. D. Dilakukan penambangan lapisan batubara. E. Memperlihatkan pandangan atas dari kegiatan power shovel dalam pengupasan lapisan penutup, untuk membukan batubara.

Untuk maksud-maksud penumpukan hasil bongkaran tanah penutup disamping penggunaan shovel dapat juga diperbantukan dengan dragline. dragline dalam menjangkau melebihi shovel, dengan Kemampuan dapat

demikian

mengumpulkan waste lebih tinggi.

20

Gambar 8 Tahapan Kegiatan Penambangan

21

Gambar 9 Penambangan Batubara dengan BWE

Penambangan mendatar batubara , memperlihatkan mesin penggali beroda (BWE) sedang memindahkan batuan penutup dan mesin penggali berantai sedang memindahkan batubara.

22

Gambar 10 Penambangan dengan Dragline

Penambangan mendatar batubara , memperlihatkan pemindahan batuan penutup dengan mesin pengupas (dragline), perataan dengan dozer dan penanaman ulang dengan pohon-pohonan.

7.Penambangan Kontur (Contour Mine)


Pada umumnya dalam berbagai hal kegiatan penambangan batubara adalah sama untuk kegiatan penambangan di permukaan, juga bila letak lapisan batubara berada pada lereng gunung atau bukit dengan permukaan tanah serta lereng yang curam / terjal.

23

Arah kemajuan dan urut-urutan penambangan pada penambangan kontur dimulai pada daerah singkapan yang dilanjutkan ke dalam sisi gunung atau bukit ( ke arah tegak lourus jurus lapisan batubara sampai lereng akhir penambangan)., sampai mencapai kedalaman dengan stripping ratio yang sudah tidak ekonomis lagi. Penggalian akan menghasilkan sebuah dinding batas akhir penambangan yang berbentuk lereng yang terjal (high wall) dan daerah penambangan (bench); kemudian penambaangan akan dilanjutkan mengikuti garis singkapan (strike), yang mana dalam beberapa kasus mengikuti pola kontur dari punggungan bukit , oleh karena itu disebut dengan penambangan kontur (contour mine)

Pemilihan urut-urutan penambangan terutama didasarkan pada pertimbangan teknis operasional serta cadangan yang ada.

Ovwerburden (waste) yang telah digali untuk sementara waktu disimpan dahulu pada suatu tempat di dalam daerah penambangan sampai suatu saat diperlukan kembali untuk digunakan dalam kegiatan penimbunan dan reklamasi.

Gambar 11 memperlihatkan kegiatan penambangan lapisan batubara dengan metoda penambangan kontur.

24

Gambar 11 Penambangan Batubara dengan metoda kontur

Penambangan

lapisan

batubara

dengan

metoda

penambangan

kontur,

memperlihatkan pemindahan batuan penutup dengan menggunakan mesin sekop besar yang dapat berputar dengan ditarik kabel, peralatan bor mendatar, dan paritan pengendali.

25

8.RANGKUMAN
Penerapan suatu sistem penambangan dilakukan pada suatu kegiatan feasibility study (studi kelayakan) yang menerangkan berbagai rencana kegiatan yang dipeerlukan dalam pembukuan suatu tambang diantaranya metoda penambangan, desain kriteria, target produksi dsb.

Salah satu persyaratan dalam menjalankan suatu proyek penambangan adalah penilaian secara teknis tentang besar produksi yang diinginkan dan prosedurnya. Tambang terbuka memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam produksi yaitu kemampuannya dalam menambang secara selective dan berpotensi untuk dapat menambang 100 % ore.

Pada tambang terbuka daeerah penambangan cukup luas, sehingga alat-alat berat berkapasitas besar dapat leluasa dipakai, dengan demikian produksipun akan besar. Sebaga contoh shovel yang digunakan pada penambangan bartubara yang semula berkapasitas bucket 46 m3 berkembang menjadi 138 m3 dipakai untuk membuka tanah penutup pada tambang terbuka di Illinois U.S.A. Disamping produksi besar, sistem tambang terbuka karena berhubungan langsung dengan udara luar maka relatip lebih aman, kondisi kerja lebih baik, dibanding tambang dalam (bawah tanah) juga pengawasan pekerja dan peeralatan lebih mudah.

Hal yang paling menyulitkan pada tambang terbuka yaitu pada pembuangan lapisan tanah penutup (over burden) dapat mencapai berjuta-juta meter kubik. Pada tambang terbuka batubara, oleh karena ingin mendapatkan suatu harga panas (caloric value) tertentu terkadang diperlukan blending (mencampur) diantara beberapa tipe batubara dari berbagai nilai panas; hal ini menyulitkan dalam operasinya (koordinasi sulit) karena alat-alat tersebar letaknya.

26

Beberapa masalah yang sering dijumpai tambang terbuka diantaranya yaitu 1. Dibeberapa lokasi mendapat iklim yang kurang baik 2. Debu yang sering terjadi akibat keaktipan penggalian dan angkutan 3. Kebisingan (noise) mesin-mesin alat berat , suara peledakan 4. Blasting vibration (getaran akibat peledakan) 5. Waste disposal (pembuangan tanah penutup, tailing hasil pengolahan.)

9.Soal-soal latihan Pembelajaran 1


I. Berilah tanda silang (x) pada huruf a,b,c atau d di depan jawaban yang benar.

1. Di bawah ini endapan mineral (deposit) yang cocok untuk tambang terbuka ialah: a) Alluvial / placer deposit b) Disseminated deposit c) Masses deposit d) Bedded deposit

2. Batubara dapat ditambang secara: a) Tambang terbuka b) Tambang terbuka + tambang dalam c) Tambang dalam d) Benar semua Pilih salah satu yang paling benar.

3. Tahap-tahap penambangan adalah: a) Clearing, transporting, processing b) Breaking / loosening, transporting, processing

27

c) Clearing, stripping over burden, breaking/loosening, processing d) Clearing, stripping over burden, breaking/loosening, transporting, processing

4.Sebutkan sistem penambangan batubara yang anda ketahui disesuaikan dengan letak lapisan batubara tersebut.

5. Sebutkan syarat-syarat penambangan batubara yang effisien dan ekonomis.

10. KEPUSTAKAAN
1. Cummins G., SME Mining Engineering Handbook vol. 2 , New York. 2. Eugene, P. Pfleider, Surface mining 3. Howard L hartman., Introductory Mining Engineering 4. Koehler S. Stout., Mining Methods & Equipment 5. K.A. Sweet., Mining 1 , Technical Publications Trust, Perth, W.A. 6000 6. Roy D. Merritt., Coal Exploration Mine Planning and Development

28

Glosarium

Alluvial

Hasil dari erosi yang ditransport ke bawah dan diendapkan kembali tetapi syaratnya bendanya mudah tidak larut mudah pecah, tidak harus

dan

mineral keras; contoh : mas, intan, bijih timah putih

Alluvial deposit / Placer deposit:

Tanah, pasir, gravel atau batuan mineral lain yang ditransport dan diendapkan

oleh aliran air

Bedded deposit

Endapan yang berlapis-lapis . Endapan bijih yang horizontal atau sedikit miring (<5%) dan terletak sejajar dengan

stratifikasi batuan sekelilingnya. Contoh: endapan batubara, endapan garam-

garam : KCl, NaCl, NaNO3 Burden Lapisan penutup suatu endapan mineral berharga yang harus digali (dipindahkan) untuk mendapatkan mineral berharga tersebut. Seringkali disebut dengan over burden atau cover.

29

Disseminated deposit

Endapan bijih yang sangat tidak teratur baik bentuk maupun kadarnya dan biasanya terpencar-pencar, contoh: endapan Cu

Detritus

Akumulasi dari partikel-pertikel solid yang dibentuk dari pelapukan batuan baik secara mekanik ataupun kimia, bersifat tidak terkonsolidasi dan yaitu memiliki strength

cohesive

compressive

yang lemah, contoh: soil, sand, gravel, alluvium.

Giant, monitor, Hydraulic monitor

suatu alat digunakan untuk mengarahkan tekanan air yang tinggi pada semprot

penambangan

tambang

(hydraulicking) dilengkapi dengan alat putar (swivel) dan diberi beban pada ujungnya agar seimbang sedemikian rupa hingga seseorang akan dapat dengan mudah mengontrol arah baik gerakan vertical maupun horizontal dari nozzle.

Ground sluicing

Menambang menuruni

suatu

lapisan

tanah dengan

suatu

kemiringan

menggunakan suatu aliran air untuk menggali placer material dan

mengangkutnya menuju riffled trough (bak panjang yang dilengkapi dengan rifel-rifel (penyekat) dimana mineral-

mineeral berharganya diendapkan.

30

Hydraulicking

Penggalian

endapan

alluvial

atau

endapan mineral dengan menggunakan tekanan air yang tinggi

Open pit mine, Open cast mine Open cut mine, strip mine

Kegiatan penambangan bahan galian di permukaan terbuka terhadap permukaan tanah.

High wall

Permuka kerja (face) dari overburden yang terbuka dan tidak digali pada suatu tambang terbuka atau suatu permukaan kerja pada lereng bukit pada suatu tambang terbuka dengan metoda kontur

Masses deposit

Endapan bijih yang luas dan bentuknya tidak teratur, sumbu-sumbunya kesemua arah dapat

memanjang

(endapan

hydrothermal) Contoh: besi, cobalt.

Pit limits

Batas penambangan baik secara vertikal ataupun horizontal / melebar dari suatu tambang terbuka pada suatu endapan mineral berharga yang ekonomis untuk ditambang.

Quarry

Suatu penambangan di atas permukaan tanah, biasanya untuk menambang batubatu bangunan, slate, limestone, dsb.

31

Sluice box

Suatu palung (bak) yang panjang terletak agak miring, dilengkapi dengan penyekatpenyekat (riffles) dibagian bawah / dasar yang berguna untuk menangkap mineralmineral berat yang berharga sebagai tempat tersebut. berkumpulnya mineral-mineral tersebut

Mineral-mineral

terbawa arus air kebawah melalui rifffleriffle tersebut. Sluice box banyak

digunakan pada kegiatan penambangan placer mine misal pada penambangan emas, platinum, dll.

32