Anda di halaman 1dari 18

Analisis Mode-Kesalahan Semua teknik analisis yang didiskusikan untuk bahasan ini adalah metode untuk menentukan jika

sebuah masalah yang potensial terjadi dalam mesin-kereta atau system yang tersambung dengan mesinkereta tersebut. Analisis mode-kesalahan adalah langkah selanjutnya yang dibutuhkan secara khusus untuk menentukan titik kesalahan dan mengidentifikasi komponen mesin-kereta yang mengalami kerusakan. Walaupun analisis mode-kesalahan mengidentifikasi jumlah dan gejala masalah mesin-kereta, analisis ini tidak selalu mengidentifikasi akar masalah yang benar dari kerusakan mesin-kereta tersebut. Pemeriksaan secara visual, tes tambahan, atau teknik-teknik lainnya seperti analisis dinamik operasi juga harus dilakukan untuk menguji akar masalahnya. Analisis mode-kesalahan didasarkan pada asumsi bahwa mode kesalahan yang pasti umumnya untuk semua mesin-kereta dan seluruh aplikasinya. Analisis ini juga mengasumsikan bahwa pola getaran untuk setiap mode kesalahan ini, jika dapat diatur untuk dinamika proses-sistem, yang bersifat absolute (mutlak) dan dapat diidentifikasi. Dua jenis informasi yang dibutuhkan untuk menghasilkan analisis mode-kesalahan : 1. Tanda getaran mesin-kereta, baik FFT dan jejak waktu 2. Pengetahuan praktis mengenai dinamika mesin dan mode kesalahan Beberapa grafik mode kesalahan dapat menggambarkan gejala atau sifat getaran tak normal yang mengindikasikan adanya masalah yang serius. Contohnya adalah mengikuti deskripsi mode kesalahan ketidakseimbangan, yang dibutuhkan dari grafik mode-kesalahan: ketidakseimbangan pesawat-tunggal menyebabkan sebuah komponen frekuensi pokok dominan (1x) dengan sifat tidak harmonic (2x,3x, dll). Catat bahwa, bagaimana pun, bahwa grafik mode-kesalahan bersifat simple/mudah karena terdapat beberapa masalah mesin-kereta lainnya, atau meningkatkan amplitudonya, komponen frekuensi pokok (1x). Pada sebuah tanda getaran normal, energy yang terdapat pada 1x komponen frekuensi. Beberapa deviasi dari keadaan yang ekuilibrium meningkatkan tingkat energy pada kecepatan sudu/shaft pokok. I. Mode kesalahan umum Beberapa penyebab umum kesalahan pada komponen mesin dapat diidentifikasi dengan memahami hubungan komponen mesin tersebut dengan kecepatan kerja sudu/shaft dalam mesin-kereta.

Table 1 adalah grafik penyelesaian

masalah getaran yang mengidentifikasi beberapa mode

kesalahan umum. Table ini menyediakan beberapa petunjuk untuk menginterpretasikan sifat getaran tak-normal yang paling umum terjadi. Namun petunjuk-petunjuk ini tidak menyediakan verifikasi positif atau identifikasi dari masalah mesin-kereta. Proses verifikasi membutuhkan pemahaman tentang mode kesalahan dan bagaimana hal tersebut terlihat pada tanda getaran. Beberapa pemahaman yang dibutuhkan untuk menganalisa mode kesalahan mesin-kereta yang paling umum diantaranya: 1. Kecepatan kritis 2. Ketidakseimbangan 3. Kerugian mekanik 4. Ketidaklurusan 5. Modulasi 6. Ketidakstabilan proses 7. Resonansi

1. Kecepatan kritis Semua mesin-kereta memiliki satu atau lebih kecepatan kritis yang dapat menyebabkan sejumlah getaran dan kerusakan pada mesin. Kecepatan kritis dihasilkan dari fenomena yang kita sebut resonansi dinamik. Kecepatan kritis adalah fungsi dari frekuensi alamiah pada komponen dinamis seperti perakitan rotor, bearing, dan lain-lain. Semua komponen dinamik memiliki satu atau lebih frekuensi alamiah yang dapat muncul dari sebuah sumber energy yang coincides with atau pada pendekatannya terhadap frekuensi. Sebagai contoh, perakitan rotor dengan frekuensi alamiah 1800 putaran per menit (rpm) tidak dapat dirotasikan pada kecepatan 1782 rpm dan 1818 rpm tanpa kehadiran frekuensi alamiah rotor. Kecepatan kritis sebaiknya tidak dinyatakan dengan bentuk mode dari shaft yang berotasi. Penyimpangan shaft dari garis pusat nya (misalnya mode bentuk) memperbaiki amplitude getaran dan menghasilkan frekuensi getaran dominan pada sifat pokok rotor dan harmonic dari kecepatan kerjanya, namun bagaimana pun, amplitude pada komponen frekuensi ini cenderung lebih rendah daripada amplitude yang disebabkan oleh pengoperasian pada kecepatan kritis pada perakitan rotor. Amplitude getaran berlebihan yang dihasilkan oleh pengoperasian pada

kecepatan kritis tidak nampak saat kecepatannya diubah. Getaran disebabkan oleh mode bentuk cenderung untuk meninggalkan/menyisakan seluruhnya rentang kecepatan yang lebih lebar atau bahkan mungkin menjadi kecepatan yang tidak terikat (bebas). Frekuensi alamiah unik dari komponen mesin dinamis ditentukan oleh massa, pergerakan bebas, dukungan kekakuan, dan factor-faktor lainnya. Factor-faktor ini dapat menentukan karakteristik respon dari perakitan rotor (misalnya dinamika rotor) pada bermacam-macam kondisi operasi. Setiap kecepatan kritis memiliki pola getaran yang dapat ditentukan-dengan baik. Kritikal pertama menyebabkan komponen frekuensi fundamental (1x), kritikal kedua menyebabkan komponen kedua (2x), dan kritikal ketiga menyebabkan komponen frekuensi ketiga (3x). Cara terbaik untuk menegaskan masalah kecepatan kritis adalah mengubah kecepatan operasi mesin-kereta. Jika mesin beroperasi pada kecepatan kritis, amplitude dari komponen getar (1x,2x, atau 3x) dengan segera turun saat kecepatannya dirubah. Jika amplitude remains relative konstan saat kecepatan diubah, maka masalahnya adalah bukan kecepatan kritisnya. Table 1

2. Ketidakseimbangan Istilah ketidakseimbangan berari bahwa semua gaya yang dihasilkan oleh pergerakan elemen berputar pada mesin-kereta berada pada keadaan ekuilibrium. Beberapa perubahan pada keadaan ekuilibrium menghasilkan suatu ketidakseimbangan. Dalam pengertian umum, ketidakseimbangan adalah satu dari sifat getaran tak-normal yang paling umum yang ditunjukkan oleh semua proses permesinan. Secara teoritis, sebuah mesin yang diseimbangkan secara sempurna tidak memiliki friksi pada bearing yang akan mencoba kejadian tanpa getaran dan akan memiliki sifat getaran yang sempurnaflat sempurna, garis horizontalbagaimanapun masih terdapat mesin yang diseimbangkan secara tidak sempurna. Semua mesin-kereta menunjukkan beberapa tingkat ketidakseimbangan, yang memiliki sebuah komponen frekuensi dominan pada keceparan kerja pokok (1x) pada setiap shaft. Sifat ketidakseimbangan dapat terjadi sebagai hasil dari factor yang dikombinasikan yaitu ketidakseimbangan mekanik, efek perubahan gravitasi, ketidakstabilan aerodinamik dan hidrolik, proses pemasukkan, dan semua mode kesalahan. a. Mekanikal

Hal yang salah jika kita mengasumsikan bahwa ketidakseimbangan mekanik harus terjadi untuk menghasilkan sebuah kondisi ketidakseimbangan dalam mesin. Ketidakseimbangan mekanik adalah bentuk ketidakseimbangan yang diperbaiki dengan menyeimbangkan elemen yang berputar. Saat semua kesalahan terjadi, jumlah masalah pada mesin yang dihasilkan oleh ketidakseimbangan rotor mekanik actual relative kecil/rendah. Single-Plane(Pesawat Tunggal) Ketidakseimbangan mekanik pesawat-tunggal menyebabkan komponen frekuensi pokok (1x), yang secara khusus menghasilkan amplitude dominan pada sebuah tanda. Karena ini hanya merupakan satu titik ketidakseimbangan, hanya satu titik tinggi yang terjadi seperti rotor yang melengkapi setiap revolusi. Tanda/symbol getaran juga berisi tingkat frekuensi yang lebih rendah yang menggambarkan kerusakanbearing dan frekuensi yang lolos. Gambar 1 menjelaskan ketidakseimbangan pesawat-tunggal.

Karena ketidakseimbangan mekanik bersifat multidireksional (memiliki banyak sumbu pusat), ketidakseimbangan mekanik muncul baik pada pusat (direction) vertical maupun horizontal pada pedestal bearing mesin. Amplitude sesungguhnya pada 1x komponen secara umum tidak identik pada pusat vertical dan horizontal dan keduanya secara umum terdiri atas tingkat getaran yang diperbaiki pada 1x. Perbedaan antara nilai vertical dan horizontal adalah fungsi kekakuan pedestal-bearing. Pada banyak kasus, pesawat horizontal memiliki kebebasan gerak yang lebih besar dan terdiri dari amplitude-amplitudo yang lebih tinggi pada 1x daripada pesaway vertical. Multiplane. Ketidakseimbangan mekanik multiplane menghasilkan perkalian harmonic pada kecepatan kerja. Jumlah actual dari getaran harmonic menghasilkan ada jumlah titik ketidakseimbangan, dan ketidakseimbangan yang hebat, dan sudut fasa antara titik ketidakseimbangan.

gambar 2 mengilustrasikan sebuah kasus ketidakseimbangan multiplane yang terdapat empat titik keseimbangan di luar fasa. Sifat resultan getaran terdiri atas frekuensi dominan pada 1x,2x,3x,dan 4x. Amplitudo actual pada setiap komponen ini ditentukan oleh jumlah ketidakseimbangan pada setiap titik dari empat titik tersebut, tapi 1x komponen seharusnya selalu lebih tinggi daripada gelombang getaran yang berikutnya.

Pengangkat/perbedaan gravitasi Pengangkat, yang ditandai ke dalam elemen berputar pada mesin-kereta untuk mengkompensasi (menggantikan) efek gravitasi pada rotor, adalah sumber lain dari sebuah ketidakseimbangan system. Karena lift tidak selalu sama dengan gravitasi, beberapa ketidakseimbangan selalu terjadi pada mesinkereta. Komponen getaran yang disebabkan oleh efek perbedaan garvitasi/lift muncul pada getaran pokok atau frekuensi 1x.

Lainnya. Semua mode kesalahan menghasilkan beberapa bentuk ketidakseimbangan pada mesin, misalnya ketidakstabilan aerodinamik, ketidakstabilan hidrolik, dan proses pemasukan. Proses pemasukan pada banyak variasi mesin-kereta, yang pada akhirnya secara perlahan, berlangsung selama pengperasian normal. Komponen-komponen getaran ini muncul pada 1x frekuensi.

3.

Kebebasan mekanik Kebebasan, yang dapat dihadirkan baik pada pesawat horizontal maupun vertical, dapat menghasilkan sebuah variasi pola pada tanda getaran. Pada beberapa kasus, frekuensi pokok 1x dihadirkan. Pada kasus lain, komponen frekuensi pada perkalian setengah kecepatan kerja shaft (misalnya 0.5x, 1.5x, 2.5x) akan terjadi. Pada hamper semua kasus, ada perkalian gelombang harmonic, baik penuh maupun separuhnya. Vertikal

Kebebasan mekanik pada pesawat vertical menghasilkan sebuah seri getaran harmonic dan setengah komponen frekuensi harmonic. Gambar 3 adalah contoh simple dari kebebasan mekanik vertical. Pada banyak kasus, komponen setengah harmonic sekitar setengah dari amplitude komponen getaran harmonic. Hal-hal tersebu dihasilkan dari pengangkatan mesin-kereta sampai dihentikan oleh grendel. Tumbukan sebagai mesin meningkat sampai batas atas dari lintasanmenghasilkan sebuah komponen frekuensi satu setengah kali kecepatan kerja. Mesin kembali ke bawah pada pergerakannya, posisi sebenarnya, dan tumbukan yang lebih besar terjadi yang menghasilkan harmonic penuh dari kecepatan kerja. Perbedaan amplitude antara harmonic penuh dan setengah harmonic disebabkan oleh efek gravitasi. Mesin terangkat sampai batas lintasannya, gravitasi menahan gaya angkat. Gaya tumbukan yang dihasilkan pada mesin kaki menghubungkan grendel ganjalan adalah perbedaan antara gaya angkat dan gaya gravitasi. Mesin turun, gaya gravitasi melakukan kombinasi dengan gaya yang dihasilkan oleh ketidakseimbangan. Gaya tumbukan pada mesin kaki menghubungkan pondasi yang sama antara gaya gravitasi dan gaya yang dihasilkan dari ketidakseimbangan.

Horizontal Gambar 4 mengilustrasikan kebebasan mekanik horizontal, yang juga berlaku umum untuk mesin-kereta. Dalam contoh ini, kaki pendukung mesin melenturkan pada pesawat horizontal. Karena sumber energy pada mesin adalah shaft mesin yang berputar, waktu pelenturan sama dengan satu revolusi penuh dari shaft. Selama rotasi tunggal, kaki pengganjal melentur sampai penyimpangan maksimumnya pada kedua sisi posisi netralnya. Perubahan ganda dari pusat sebagai kaki penyimpangan pertama untuk satu sisi kemudian yang lainnya menghasilkan sebuah frekuensi yang nilainya 2x dari kecepatan berputar shaft.

Lainnya Bentuk lain dari kebebasan mekanik (disamping bergerakan vertical dan horizontal dari kaki mesin) adalah tipe pada pembuatan dan proses permesinan. Bentuk kebanyakan dari kebebasan mekanik alami dihasilkan dalam sebuah peningkatan amplitude getaran pada kecepatan shaft pokok (1x). kebebasan menghasilkan satu atau lebih getaran harmonic (2x,3x, atau kombinasi harmonic dan setengah harmonic); bagaimana pun, tidak semua kebebasan menghasilkan sifat

klasik ini. Pada kasus-kasus ini, sifat getaran berisi frekuensi unik yang mengindikasikan kebebasan, kecuali sifat yang bervariasi yang bergantung pada alam dan beberapa masalah. Dengan sleeve bearing Babbits, kebebasan ditampilkan sebagai peningkatan frekuensi subharmonik (kurang dari kecepatan shaft actual, misalnya 0.5x). elemen bearing yang berputar menampilkan frekuensi yang dimiringkan pada satu atau lebih dari frekuensi rotasi nya.

excessive gear clearance meningkatkan amplitude pada frekuensi gear mesh dan sisi-sisi pitanya. Bentuk-bentuk lain dari kebebasan mekanik meningkatkan noise floor across lebar pita entire pada tanda getaran. Walaupun tada tersebut tidak berisi a distinct puncak atau seri-seri puncak, keseluruhan energy dimasukkan ke tanda getaran dinaikkan. Namun, peningkatan noise floor tidak selalu digunakan untuk mendeteksi kebebasan mekanik. Beberapa instrument getaran lack sufficient rentang dinamik untuk mendeteksi perubahan pada signatures noise floor.

1.4 Ketidaklurusan Kondisi ini secara virtual selalu hadir dalam mesin-kereta. Secara umum, kita mengasumsikan adanya ketidaklurusan antara shaft yang disambungkan oleh sebuah kopling, sabuk-V, atau drive intermediate lainnya, bagaimanapun ketidaklurusan dapat juga terjadi antara bearing pada solid shaft dan pada titik-titik lain dalam mesin. Bagaimana ketidaklurusan nampak pad tanda getaran yang bergantung pada tipe ketidaklurusan. Gambar 5 mengilustrasikan tiga tipe ketidaklurusan (yaitu internal, offset, dan angular). Ketiga tipe ini excite komponen frekuensi pokok (1x) karena frekuensi-frekuensi tersebut membuat sebuah kondisi ketidakseimbangan terjadi atau muncul pada mesin. Ketidaklurusan internal (misalnya pada bearing) dan offset juga excites frekuensi harmonic kedua (2x). Shaft membuat dua titik tinggi yang berputar melewati satu revolusi penuh. Dua titik tinggi ini membuat komponen harmonic pertama (1x) dan harmonic kedua (2x). Ketidaklurusan angular dapat mengambil beberapa bentuk titik dan excites komponen pokok (1x) dan komponen kedua (2x). hal ini dapat excite frekuensi harmonic ketiga (3x) yang bergantung pada hubungan fasa actual dengan ketidaklurusan angular.hal ini juga mampu menghasilkan getaran aksial yang kuat.

1.5 Modulasi

Modulasi adalah komponen frekuensi yang muncul pada sebuah titik getaran tapi tidak dapat diattributed untuk alas an fisis spesifik atau fungsi gaya. Walaupun frekuensi-frekuensi ini bersifat tak terlihat atau frekuensi artificial, dimana frekuensi tersebut dapat menghasilkan kerusakan signifikan pada sebuah mesin-kereta. Kehadiran frekuensi tak nampak ini pada sebuah tanda getaran kadang menghasilkan interpretasi yang salah untuk sebuah data. Frekuensi x disebabkan saat dua atau lebih komponen frekuensi berpasangan, atau bergabung, untuk membentuk komponen frekuensi diskrit lain pada tanda getaran. Ini secara umum terjadi dengan mesin berkecepatan ganda atau sejumlah mesin kecepatan tunggal. Catat bahwa kehadiran modulasi, atau puncak x. bukan sebuah indikasi yang absolute dari masalah dalam mesin-kereta. Pasangan efek yang mudah meningkatkan amplitude pada kecepatan kerja pokok dan melakukan sedikit pengrusakan pada mesin-kereta; bagaimana pun, peningkatan amplitude ini akan meningkatkan beberapa kerusakan dalam mesin. Kopling dapat memiliki sebuah efek tambahan pada frekuensi modulasi, sebaik yang direfleksikan sebagai efek differensial dan efek multiplikatif. Konsep-konsep ini didiskusikan pada bagian selanjutnya. Contoh kasus, sebuah gear pinion 10 gigi berputar pada frekuensi 10 rpm while driving sebuah bullgear 20 gigi dengan sebuah kecepatan keluaran 5 rpm. Gear ini diatur untuk menghasilkan frekuensi real pada 5,10, dan 100 rpm (misalnya 10 gigi x 10 rpm). Pengaturan yang sama ini dapat juga menghasilkan sebuah seri frekuensi (sama dan modulasi hasil) pada 15 rpm (misalnya 10 rpm+ 5 rpm) dan 150 rpm (misalnya 15 rpm x 10 gigi). Pada contoh ini, kecepatan masukan 10 rpm dihubungkan dengan kecepatan keluaran 5 rpm untuk menghasilkan frekuensi x yang driven oleh kecepatan pokok artificial ini (15 rpm).

Sum Tipe modulasi ini, yang dijelaskan pada contoh sebelumnya, menghasilkan sebuah seri frekuensi yang memasukkan kecepatan shaft pokok, baik masukan maupun keluaran, dan sifat gear-mesh pokok. Perbedaan antara freukuensi real dan frekuensi x adalah lokasi mereka pada skala frekuensi. instead of being pada frekuensi kecepatan shaft, frekuensi x muncul pada frekuensi yang sama dengan the sum dari kecepatan masukan dan keluaran. Gambar 6 mengilustrasikan hal ini untuk gearbox peningkat kecepatan.

Perbedaan

Pada kasus ini,resultan frekuensi x, atau modulasi, frekuensi-frekuensi yang dihasilkan oleh perbedaan antara dua atau lebih kecepatan (lihat gambar 7). Jika kita menggunakan contoh yang sama dengan sebelumnya,resultan frekuensi x muncul pada 5 rpm (misalnya 10 rpm-5 rpm) dan 50 rpm (misalnya 5 rpmx 10 gigi). Catat bahwa pasangan frekuensi 5 rpm coincides dngan kecepatan keluaran real 5 rpm. Ini menghasilkan pada sebuah dramatis meningkatkan anplitudo pada komponen kecepatan kerja real dan penambahan puncak false gear-mesh. Tipe dari efek sambungan ini bersifat umum pada gearbox peningkat-penurun-tunggal atau komponen mesin lain dimana perkalian kecepatan kerja atau kecepatan putar secara relative dekat bersama atau kadang merupakan perkalian integer satu sama lain. Hal ini lebih merusak daripada bentuk lainnya pada sambungan yang coincides dengan komponen getaran real dan cenderung meningkatkan kerusakan lainnya dalam mesin-kereta.

Produk Dengan modulasi produk, pasangan dua kecepatan pada multiplicative manner untuk menghasilkan sebuah set komponen frekuensi artificial (lihat gambar 8). Pada contoh sebelumnya, modulasi produk terjadi pada kecepatan 50 rpm (10 rpm x 5 rpm) dan 500 rpm (50 rpm x 10 gigi). Perhatikan bahwa tipe pasangan ini mungkin kadang tidak terdeteksi pada analisis getaran normal. Karena frekuensi x secara relative tinggi jika dibandingkan degan frekuensi real yang diharapkan. Frekuensi x kadang diluar dari rentang frekuensi yang dimonitor yang digunakan untuk akuisisi dan analisis data.

1.6 ketidakstabilan proses secara normal, diasosiasikan dengan mesin berkipas dan mesin berblade seperti kipas dan pompa, ketidakstabilan proses menghasilkan kondisi ketidakstabilan dalam mesin. Pada banyak kasus, hal tersebut terjadi pada komponen frekuensi pokok (1x) dan komponen frekuensi lolos vane/blade. Tidak seperti ketidakseimbangan mekanik sebenarnya, komponen frekuensi lolos vane/blade are broader dan memiliki lebih banyak energy dalam bentuk frekuensi sisi pita. Pada banyak kasus, mode kesalahan ini juga muncul pada frekuensi harmonic ketiga an menghasilkan getaran aksial yang kuat. Bergantung pada beberapa ketidakstabilan dan desain mesin, ketidakstabilan proses dapat juga menghasilkan sebauh varietas bentuk mode-shaft. Pada gilirannya, ini menghasilkan 1x, 2x, dan 3x komponen getaran radial.

1.7 Resonansi Resonansi didefinisikan sebagai getaran beramplitudo besar yang disebabkan oleh stimulus periodic kecil dengan nilai yang sama, dimana periode sebagai getaran alami system. Dengan kata lain, sebuah sumber energy dengan satu persamaan, atau hamper sama, frekuensi sebagai frekuensi alamiah dari mesin-kereta atau struktur akan menghasilkan frekuensi alamiah. Hasilnya adalah peningkatan substansial amplitude pada komponen frekuensi alamiah. Kata kunci untuk mengingatkan adalah bahwa sumber energi amplitude yang sangat rendah dapat menyebabkan amplitude masiv saat frekuensinya coincides dengan frekuensi alamiah dari sebuah mesin atau struktur. Level yang lebih tinggi dari energy masukan dapat menyebabkan suatu bencana/kekacauan, kesalahan yang bersifat insatn terhadap mesin atau struktur. Setiap mesinkereta memiliki satu atau lebih frekuensi alamiah. Jika satu diantara frekuensi-frekuensi tersebut muncul oleh beberapa komponen pada operasi normal dari system, struktur mesin akan meningkatkan energy yang menyebabkan beberapa kerusakan. Contoh dari resonansi adalah garpu tala. Jika kita menghidupkan sebuah garpu tala dengan menubruknya secara tajam, garpu akan bergetar dengan cepat. Sepanjang it is held suspended, getaran meluruh terhadap waktu, bagaimana pun jika kita menempatkannya pada sebuah meja, maka garpu akan menghasilkan frekuensi alamiah meja, yang secara dramatis akan meningkatkan energy getarnya. Hal yang sama dapat terjadi jika satu atau lebih kecepatan kerja mesin menghasilkan frekuensi alamiah mesin atau struktur pendukungnya. Resonansi adalah getaran yang merusak, dan pada banyak kasus, resonansi akan menyebabkan kerusakan utama pada mesin atau struktur pendukungnya. Dua klasifikasi utama dari resonansi ditemukan pada kebanyakan manufaktur dan proses penanaman, statis dan dinamis. Kedua tipe tersebut menunjukkan broad-based, komponen amplitude frekuensi tinggi saat dilihat pada suatu tanda getaran FFT. Tidak seperti menghubungkan atau meloloskan frekuensi, konponen frekuensi resonansi tidak memiliki modulasi atau pita sisi. Resonansi ditampilkan secara tunggal, sehingga puncak dapat ditentukan secara jelas. Gambar 9 mengilustrasikan puncak resonansi yang menghasikan energy dalam jumlah besar. Energy ini adalah hasil dari amplitude puncak dan daerah utama di bawah puncak. Kombinasi dari amplitude puncak yang tinggi dan energy broad-based adalah tipe dari kebanyakan masalah resonansi. System uap dihubungkan dengan frekuensi resonansi yang diindikasikan oleh ketajaman

atau lebar dari kurva respon, maksimum dan

, saat diukur pada titik setengah daya.

adalah resonansi

adalah titik setengah daya untuk tipe kurva resonansi-respon.

Static Saat frekuensi alamiah dari sebuah keadaan yang tak berubah, atau tidak dinamis, struktur digiatkan, struktur akan beresonansi. Tipe resonansi ini diklasifikasikan sebagai resonansi static dan dianggap sebagai fenomena non-dinamis. Struktur non-dinamis pada mesin-kereta termasuk penutup (casing), pedestal pendukung bearing, dan komponen struktur lainnya seperti tiang, pipa, dan semacamnya. Karena resonansi static merupakan fenomena non-dinamik, maka secara umum tidak dihubungkan dengan kecepatan kerja utama pada beberapa mesin yang dihubungkan. Sumber dari resonansi static dapat menjadi sumber energy yang coincides dengan frekuensi alamiah dari komponen yang tak berubah. Contohnya, sebuah I-tiang penyokong pada garis penguat berkelanjutan dapat dibangkitkan energinya dengan kecepatan kerja sebuah roll, juga dapat dibuat untuk menggaungkannya dengan sebuah frekuensi penghubung, katrol overhead, atau multitude dari sumber energy lain. Frekuensi resonansi actual bergantung pada massa, kekakuan, dan span dari komponen pembangkit. Frekuensi alamiah dari komponen-komponen struktur, berbanding terbalik dengan massa dan kekakuan komponen tersebut. Dengan kata lain, penutup turbo-kompresor besar akan memiliki frekuensi alamiah yang lebih rendah dibandingkan dengan pompa sentrifugal end-suction kecil. Gambar 10 mengilustrasikan system pendukung structural. Frekuensi alamiah dari semua struktur pendukung, perpipaan, dan komponen lainnya sebagai fungsi massa, span dan kekakuan. Setiap panah pada gambar 10 mengindikasikan komponen structural atau komponen mesin yang tak berubah dengan sebuah frekuensi alamiah unik. Perlu dicatat bahwa setiap waktu sebuah span structural akan dipecah atau diurai menjadi struktur lainnya, sehingga kekakuannya berubah. Hasilnya, frekuensi alamiah pada bagian itu juga berubah. Walaupun kebanyakan komponen mesin yang tak berubah bergerak selama pengoperasian normal, komponen-komponen tersebut tidak selalu beresonansi. Beberapa derajat pada pelenturan atau pergerakan umum terjadi pada kebanyakan komponen mesin-kereta tak berubah dan strukturnya. Jumlah pergerakan bergantung pada konstanta pegas atau kekakuan komponen, bagaimana

pun,saat suatu sumber energy coincides dan berhubungan dengan frekuensi alamiah sebuah struktur, akan menghasilkan amplitude getaran yang berifat merusak secara ekstrim dan berlebihan.

Dinamik Sat frekuensi alamiah dari komponen struktur yang berputar atau struktur dinamik lainnya (misalnya rotor yang dirakit dalam sebuah kipas) dibangkitkan, elemen berputar akan beresonansi. Fenomena ini diklasifikasikan sebagai resonansi dinamik, dan kecepatan rotor yang terjadi akan dikatakan bersifat kritis. Pada banyak kasus, resonansi dinamik muncul pada kecepatan kerja pokok atau salah satu dari harmonic elemen berputar yang excited, tapi hal tersebut juga dapat terjadi pada frekuensifrekuensi lainnya. Seperti pada kasus resonansi static, frekuensi alamiah actual dari komponen dinamik ergantung pada masa, sambungan span, shaft, dan kekakuan sambungan-pendukung, seperti factor-faktor lainnya.

Analisis konfirmasi Pada banyak kasus, terjadinya resonansi dinamik dapat secara cepat dikonfirmasikan. Saat melakukan monitoring fasa dan amplitude, resonansi ditunjukkan oleh fasa 180 derajat-perubahan kelompok sehingga rotor bergerak melewati daerah resonansi. Gambar 11 mengilustrasikan resonansi dinamik pada kecepatan 500 rpm yang memperlihatkan amplitude dramatis yang meningkat menurut domain frekuensi. Hal tersebut dikonfirmasikan dengan fasa 180 derajatperubahan kelompok pada plot berdomain waktu. Catat bahwa puncak dengan kecepatan 1200 rpm tidak mengalami resonansi. Kehadiran kelompok fasa, dipasangkan dengan modulasi yang muncul pada FFT, dengan kemungkinan bahwa puncak ini merupakan resonansi-terhubung.

Kebingungan umum. Analisis getaran kadang membingungkan resonansi dengan mode kesalahan lainnya. Karena beberpaa mode kesalahan umum cenderung menghasilkan tingkat getaran tinggi secara tak-normal yang terjadi untuk dihubungkan pada perubahan kecepatan, analis cenderung akan kehilangan akar penyebab masalah-masalah ini. Resonansi dinamik menghasilkan sifat getaran tak-normal yang cenderung untuk coincides dengan kecepatan kerja pokok (1x), atau satu bahkan lebih getaran harmonic pada mesin-kereta. Hal ini kadang membuat analis salah menduga masalah sebagai ketidakseimbangan dan ketidaklurusan.

Perbedaan besar antara resonansi dinamik adalah hasil pada sumber energy kecil yang bersifat relative, misalnya kecepatan kerja pokok, yang dihasilkan pada penguatan masiv terhadap frekuensi alamiah dari elemen berputar.

Fungsi kecepatan Amplitude-amplitudo yang tinggi pada frekuensi alamiah rotor secara pasti bergantung pada kecepatan. Jika suatu sumber energy, pada kasus ini kecepatan, perubahan menjadi frekuensi luar dari zona resonansi, maka tidak akan terjadi getaran tidak-normal. Pada banyak kasus, kecepatan kerja adalah fungsi gaya yang menimbulkan frekuensi alamiah pada komponen dinamik. Sebagai hasilnya, peralatan yang berputar didesain untuk beroperasi pada kecepatan rotor primer yang tidak coincide dengan frekuensi alamiah rotor assembly. Kebanyakan mesin dengan kecepatan rendah hingga moderate didesain untuk beroperasi di bawah kecepatan kritis pertama dari rotor assembly nya. Mesin dengan kecepatan yang lebih tinggi mungkin didesain untuk beroperasi antara kecepatan kritis pertama dan kedua, atau antara kecepatan kritis kedua dan ketiga dari rotor assembly nya. Seperti percepatan seluruhnya dari zona resonansi atau kecepatan kritis pada mesin-mesin ini, frekuensi alamiahnya secara berkala dalam waktu yang singkat dibangkitkan. Sepanjang batas laju jalan yang melandai dari durasi waktu pembangkitan, operasi dengan mode ini dapat diterima, bagaimana pun, perawatan harus dilakukan untuk menimbulkan adanya waktu transien yang melewati zona resonansi sependek mungkin. Gambar 12 mengilustrasikan tipe kecepatan kritis atau plot resonansi-dinamik. Gambar ini adalah sebuah plot hubungan antara kekakuan pendukung rotor (sumbu-x) dan kecepatan kritis rotor (sumbu-y). kekakuan pendukung rotor bergantung pada geometri dari elemen berputarnya (misalnya shaft dan rotor) dan struktur pendukung bearing. Kedua factor dominan ini menentukan respon karakteristik dari rotor assembly.

II. Mode kesalahan oleh komponen mesin-kereta Tambahan untuk menidentifikasi mode kesalahan umum bahwa umumnya untuk beberapa tipe komponen mesin-kereta, analisis mode kesalahan dapat digunakan untuk menidentifikasi mode kesalahan untuk komponen spesifik pada mesin-kereta, sehingga perawatan harus dilakukan saat menganalisa sifat-sifat getaran karena data mungkin merefleksikan masalah induced. Pengaruh

masalah induced dari performa dari komponen spesifik tidak disebabkan oleh komponen tersebut. Sebagai contoh, frekuensi lolos dari lintasan luar abnormal mungkin mengindikasikan kerusakan bearing elemen-rolling. Hal tersebut juga dapat mengindikasikan bahwa loading yang tak normal disebabkan oleh ketidaklurusan, pembengkokan roll, ketidakstabilan proses, dan sebagainya yang mengubah zona load dalam bearing. Penempatan bearing tidak menyelesaikan masalah yang ada, dan sifat tak normal akan tetap hadir bahkan setelah bearingnya diganti.

2.1 bearing: elemen penggulung kerusakan bearing adalah salah satu dari kesalahan yang paling umum diidentifikasi oleh program monitoring getaran. Walaupun bearing dilepas dan salah, kerusakan-kerusakan ini secara normal merupakan gejala dari masalah lain dalam mesin-kereta atau system proses. Perawatan ekstrim harus dilakukan untuk meyakinkan bahwa masalah nyata dapat diidentifikasi, bukan hanya gejalanya. Pada elemen penggulung, atau anti-friksi, sifat-sifat getaran bearing, tiga set berbeda dari frekuensi dapat ditentukan, yaitu frekuensi alamiah, frekuensi putar dan frekuensi kerusakan.

Frekuensi alamiah Frekuensi alamiah dihasilkan oleh tumbukan bagian dalam dari elemen penggulung bearing. Tumbukan-tumbukan ini secara normal menghasilkan variasi dalam load dan imperfection pada permukaan bearing mesin. Frekuensi alamiah yang hadir dalam bearing yang baru berada pada kondisi operasi yang sempurna. Frekuensi-frekuensi alamiah dari bearing elemen penggulung secara normal bekerja dengan baik di atas rentang frekuensi maksimumnya, , yang digunakan untuk memonitor mesin-kereta

secara berkala. Sebagain hasilnya, analisis perawatan perkiraan jarang mengobservasi frekuensifrekuensi tersebut. Secara umum, frekuensi ini berkisar antara 20 KHz dan 1MHz. beberapa program monitoring getaran menggunakan frekuensi tinggi yang khusus atau teknik monitoring ultrasonic misalnya domain frekuensi tinggi. Catat bahwa bagaimana pun, hanya sedikit yang diperoleh dari proses monitoring frekuensi alamiah. Bahkan dalam beberapa kasus kerusakan bearing, komponen-komponen frekuensi tinggi ini menambah sedikit kemampuan analisis untuk mendeteksi dan mengisolasi keburukan bearing.

Frekuensi putar

Empat frekuensi rotasi normal diasosiasikan dengan bearing elemen penggulung: frekuensi kereta pokok (Fundamental Train Frequency (FTF)), bola/spin penggulung, ball-pass outer-race, dan ball-pass inner-race. Dengan mengikuti definisi dari penyingkatan yang digunakan dalam diskusi ini : BD PD n = diameter bola atau penggulung = diameter puncak/pelontar bola = sudut kontak /untuk penggulung = 0 = jumlah bola atau penggulung = kecepatan relative antara lintasan dalam dan lintasan luar (rps)

Frekuensi kereta fundamental Kurung bearing dapat menghasilkan FTF yang berputar di sekeliling lintasan bearing. Kurung bersifat ruang bola atau penggulung dalam lintasan bearing, akibatnya, dengan melakukan tying pada elemen penggulung secara bersamaan dan menyediakan pendukung yang seragam. Beberapa friksi terjadi antara elemen penggulung dan lintasan bearing, atau bahkan dengan minyak pelumas yang sempurna. Friksi ini ditransmisikan ke kurung, yang mengakibatkannya menjadi berputar di sekeliling lintasan bearing. Karena ini merupakan pergerakan friksi-driven, kurung berputar lebih lamban dibandingkan dengan lintasan-dalam bearing. Secara umum, laju rotasinya kurang dari setengah kecepatan shaft. FTF dihitung dengan persamaan berikut ini : [ ]

Frekuensi Bola-spin Setiap bola atau penggulung dalam sebuah bearing berputar mengelilingi sumbunya sendiri seperti penggulung yang mengeliling lintasan bearing. Pergerakan putar ini dimaksudkan untuk bola putar, yang menghasilkan frekuensi bola putar (Ball-Spin Frequency (BSF)) dalam sebuah tanda getaran. Kecepatan rotasi ditentukan oleh geometri bearing (yaitu diameter bola atau penggulung, dan lintasan bearing) dan dihitung dengan menggunakan persamaan : [ ( ) ]

Ball-Pass Outer-Race

Bola atau penggulung yang melewati lintasan luar menghasilkan frekuensi ball-pass outer-race (BPFO) yang dihitung denga persamaan : ( )

Ball-Pass Inner-Race Kecepatan bola atau penggulung yang berputar relative terhadap lintasan dalamnya menghasilkan frekuensi ball-pass inner-race (BPFI). Lintasan dalam berputar pada kecepatan yang sama dengan kecepatan shaft, dan set penuh dari bola/penggulung yang lolos/melewati pada kecepatan yang lebih rendah. Bola/penggulung tersebut menghasilkan suatu frekuensi lolos yang ditentukan dengan persamaan: ( )

Frekuensi-frekuensi kerusakan Frekuensi kerusakan dari bearing elemen penggulung sama dengan frekuensi-frekuensi putar mereka, kecuali untuk frekuensi bola-putar. Jika terdapat kerusakan pada lintasan dalam, amplitude BPFI akan meningkat karena bola atau penggulung menghubungkan kerusakan dimana bola/penggulung tersebut berotasi mengelilingi bearing. BPFO diakibatkan oleh kerusakan pada lintasan luar. Saat satu atau lebih boa/penggulung mengalami kerusakan misalnya spall (hilangnya chip material), kerusakan berakibat baik pada lintasan dalam dan luar setiap waktu satu revolusidari elemen penggulung yang dibuat. Sehingga, frekuensi getar kerusakan dapat terlihat pada frekuensi senilai 2x frekuensi BSF dibandingkan dengan frekuensi pokoknya (1x).

2.2 Bearing : Sleeve (Babbitt) Pada operasi normal, sebuah sleeve bearing menyediakan sebuah film minyak yang seragam mengelilingi shaft yang disokong. Karena shaft berada di pusat bearing, semua gaya yang dihasilkan oleh shaft yang berputar, dan semua gaya aksi pada shaft, adalah sama. Gambar 13 memperlihatkan keseimbangan gaya pada sebuah bearing normal.

Ketidakstabilan pelumas film adalah mode kesalahan dominan untuk sleeve bearing. Ketidakstabilan ini adalah tipe yang disebabkan oleh suatu keganjilan, atau off-pusat, perputaran mesin shaft yang dihasilkan dari ketidakseimbangan, ketidaklurusan, atau masalah mesin lainnya atau masalah yang berhubungan dengan proses. Gambar 14 memperlihatkan sebuah bearing Babbitt yang menunjukkan ketidakstabilan. Saat ketidakstabilan pelumas film atau oil whirl terjadi, komponen frekuensi pada fraksi (misalnya , 1/3, 3/8 ) daari kecepatan shaft pokok (1x) terjadi. Seperti pada beberapa ketidakstabilan yang meningkat, komponen frekuensi menjadi lebih dominan pada rentang pita frekuensi antara 0.40 dan 0.48 dari kecepatan shaft pokoknya. Saat ketidakstabilan menjadi cukup kuat untuk mengisolasi dalam pita frekuensi ini, maka kejadiannya disebut dengan oil whip/minyak-cambuk. Gambar 15 memperlihatkan efek dari meningkatnya kecepatan pada bearing Babbitt.

2.3 rantai dan sprockets fungsi pengoperasian rantai secara alami sama dengan fungsi dasar pengoperasian sabuk, bagaimanapun, bahkan tensi, rantai bergantung pada sambungan mekanik dari gigi sprocket dengan mata rantainya.

2.4 Gear Semua set gear menghasilkan komponen frekuensi yang dimaksudkan untuk sambungan gear. Frekuensi pokok sambungan gear sama dengan jumlah gigi gear dikali dengan kecepatan kerja shaft. Semua set gear menghasilkan suatu seri dari sisi pita atau modulasi yang terlihat baik pada kedua sisi frekuensi primer sambungan-gear. Sifat normal Pada sebuah set gear normal, setiap sisi pita ditempatkan dengan pasti pada kecepatan kerja 1x. pada masukan shaft, dan sambungan gear entire terlihat simetris seperti pada gambar 16. Sisi pita selalu terjadi pada sepasang pita tersebut, satu di atas dan satu di bawah frekuensi sambungan gear, dan amplitude pada setiap pasangan bersifat identik. Jika kita merobek sifat sambungan gear untuk suatu gear normal dengan menggambar sebuah garis vertical melewati sambungan aktualnya (misalnya jumlah gigi dikali dengan kecepatan masukan shaft), dua setengah akan menjadi identik. Beberapa deviasi dari profil simetri mengindikasikan

suatu masalah gear, bagaimana pun, perawatan harus dilakukan untuk meyakinkan bahwa masalah yang terjadi bersifat internal pada gear dan tidak terpengaruh oleh faktir dari luar. Ketidaklurusan eksternal, pemasukan induksi tak normal, dan variasi faktir luar menghancurkan kesimetrian sifat sambungan gear. Sebagai contoh, gearbox pengurang-tunggal digunakan untuk mentransmisikan daya untuk system osilator-cetak di dalam sebuah balutan berkala yang menjalankan dua sambungan eksentrik. Rotasi eksentrik dari dua sambungan ini ditransmisikan secara langsung kedalam gearbox, menghasilkan sambungan eksentrik pada gear-gear; bagaimana pun, ketidaknormalan ini menyebabkan load secara actual menghancurkan ruang dan amplitude dari sifat sambungan-gear.