Anda di halaman 1dari 24

BAB II LANDASAN TEORI I.

Fisik Definisi Analisis Fisik adalah merupakan suatu analisis dasar yang sangat menentukan arahan perkembangan suatu daerah, karena tanpa analisis fisik daerah yang dikembangkan tersebut sulit dalam pelaksanaan penentuan daerah yang akan direncanakan untuk dikembangkan. Maka dari itu analisis fisik tersebut sangatlah penting untuk dilakukan untuk memulai suatu perencanaan. Topografi Analisis sudut lereng Analisis sudut lereng berpengaruh kepada layak tidaknya suatu daerah untuk membangun dengan melihat kondisi eksisting. Pembagian sudut lereng dilakukan dalam 3 kelompok, yakni sebagai berkut: Sudut lereng kecil ( 0-8 % = datar 8-15= relatif rendah) Sudut lereng sedang. (15%-40%)

Sudut lereng sedang cocok untuk pengembagan fisik binaan secara terbatas harus adanya proporsi yang seimbangan antara pembangunan fisik dengan pelestarian lahan guna menghindari tingkat kepekaan erosi dan kerusakan lingkungan Sudut lereng besar (>40%) Sudut lereng besar terdapat didaerah dataran tinggi dan pegunungan daerah ini tidak cocok untuk pengembangan lingkungan fisik binaan, dan cocok untuk daerah konsevasi. Kemiringan 0 3% adalah sangat ideal untuk seluruh pengunaan lahan bagi kegiatan atau aktivitas manusia, sedangkan kemiringan 3 5% hanya tidak sesuai untuk beberapa jenis kegiatan , seperti lapangan terbang dan jalan kereta api. Struktur Geologi dan Jenis Tanah Stabilitas pondasi sangat bergantung pada jenis batuan/tanah, dan lain-lain. Untuk pengembangan fisik binaan maka stabilitas pondasi sangat penting

artinya, berdasarkan pertimbangan kriteria-kriteria tersebut maka pemilihan likasi diprioritaskan pada lokasi yang datar, hal ini berkaitan dengan pertimbangan ekonomi, dimana pada lokasi yang membutuhkan biaya yang relatif kecil, disamping itu untuk lokasi yang tidak datar lebih cocok untuk pengembangan non fisik binaan. Mengenai kriteria dari penentuan kemampuan lahan berdasarkan keadaan geologi dan jenis tanah dapat disajikan dalam Tabel 1.
TABEL 1 KRITERIA PENENTUAN SATUAN KEMAMPUAN LAHAN BERDASARKAN KONDISI GEOLOGI
No Sifat dan Jenis Tanah / Batuan Kemantapan Rapuh Kompak Mantap Kekerasan Lunak Liat Keras Fraksi Halus Sedang Kasar Lapisan Tipis Sedang Tebal Kestabilan Lereng Tidak stabil Agak stabil Stabil Tidak stabil Agak stabil Stabil Tidak stabil Agak stabil Stabil Kestabilan Pondasi Tidak stabil Agak stabil Stabil Tidak satbil Agak stabil Stabil Tidak stabil Agak stabil Stabil Erosivitas Buruk Sedang Baik Buruk Sedang Baik Drainase Tinggi Sedang Rendah Tinggi Sedang Rendah Tinggi Sedang Rendah Bencana Alam Bahaya Waspada Aman Bahaya Waspada Aman -

Tidak stabil Agak stabil Stabil

Tidak stabil Agak stabil Stabil

Tinggi Sedang Rendah

Sumber : Diktat Praktikum Geologi, Tahun 1998

Klimatologi Keadaan iklim merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam melakukan suatu perencanaan, terutama dalam merencanakan suatu kawasan perumahan, dimana kawasan perumahan merupakan daerah bagi tempat tinggal penduduk sehingga sangan membutuhkan sekali akan keberadaan air. Untuk mengetahui tingkat kelembaban dan klasifikasi iklim di suatu wilayah, maka hal yang menjadi masukan ialah besarnya curah hujan di suatu wilayah. Menurut Schmit dan Ferguson menggolongkan iklim ditentukan dengan rumus : Jumlah rata-rata bulan kemarau (kering) Q = x 100%

Jumlah rata-rata bulan hujan (basah) Dari persamaan diatas maka dapat digolongkan iklim pada Tabel 2 dibawah ini :
TABEL 2 PENGGOLONGAN IKLIM MENURUT SCHMIT DAN FERGUSON
NILAI 0 < Q < 0,143 0,143 < Q 0,333 0,333 < Q < 0,600 0,600 < Q < 1,000 1,000 < Q < 1,670 1,670 < Q < 3,000 3,000 < Q < 7,000 Q < 7,000 SIMBOL A B C D E F G H KETERANGAN Sangat Basah Basah Agak Basah Sedang Agak kering Kering Sangat kering Luar Biasa Kering

Sumber : Klimatologi, Pengaruh Iklim terhadap Tanah dan Tanaman,

Hidrologi dan Hidrogeologi Kajian mengenai keadaan air ini sangat diperlukan untuk perencanaan pengembangan wilayah, karena air adalah merupakan sumber daya alam yang sangat vital dan esensial, baik itu bagi kehidupan manusia ataupun flora dan fauna. Dari hasil analisis ini diharapkan dapat memberikan kemungkinan pemanfaatan untuk keperluan air minum, air bersih dan untuk keperluan industri dan pengairan. Penggunaan Tanah Bagi Kegiatan Ekonomi Tanah dapat digunakan bagi pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, kehutanan, perdagangan, industri dan lain-lain. Dalam tata guna tanah juga dibicarakan juga penggunaan air dan permukaannya, seperti laut, sungai dan sebagainya. Pertanian dapat dibagi menjadi dua yaitu : a. Pertanian primitive Pertanian primitive ada 2 macam yaitu : Pertanian berpindah, ialah perladangan baker (milpa) yang dewasa ini disebut perladangan liar. Pertanian primitive yang menetap. b. Pertanian maju Pertanian yang telah maju dilakukan secara teratur dan dicirikan oleh adanay peralatan yang cukup, pengairan, pemupukan, pemeliharaan

benih, tanaman bergilir yang dilakukan terutama pada tanah kering, penyiangan, penumpasan hama, pencegahan kikisan, dan sebagainya. Teori Pengembangan Pusat/Kota Kecil Perdesaan Non Agricultural Kegiatan non pertanian, yang membangkitkan pendapatan dan lapangan kerja di kenal juga dengan : OFF-FARM ACTIVITIES Karakteritik kegiatan non pertanian : Kaitan dengan kegiatan pertanian : pertanian pertanian pertanian) berlangsung : bersangkutan (in situ) bersangkutan (off situ) Teori perkembangan kawasan: 1. Environtment (E) / lingkungan Iklim, soil, topografi, tipe vegetasi, mineral dan sumber daya air, serta ukuran kawasan (size of area). F. di luar perdesaan/desa yang E. di perdesaan/desa yang D1. temporer harian sambil bertani Temporer musiman di luar jadwal tanam pertanian Lokasi kegiatan non pertanian tersebut D. temporer (sebagai sampingan dari kegiatan C2. permanen (relatif) dengan sampingan kegiatan A. terkait dengan kegiatan pertanian A1. backward linkage kegiatan pertanian A2. forward linkage kegiatan pertanian B. tidak terkait dengan kegiatan pertanian Intensitas keterlibatan seseorang dengan kegiatan non C. permanen (relatif sebagai pekerjaan tetap) C1. permanen penuh tanpa sampingan kegiatan

pertanian :

2.

Technology Level (T) / tingkat teknologi

Tingkat teknologi dari barang modl dan infrastruktur (baik sipil maupunmiliter) srta metode-meode yang digunakan oleh usahausaha ekonomi, pemerntah, dan orgnisasi / unit-unit ekonomi, social, budya, dan politik lainnya. (Dengan demikian, system pemrintahan dianggap sebagai teknologi politik dan administrasi).

3.

Culture (C) / budaya ideology, dan kepercayaan yang berlaku (bagi

Teori-teori,

penduduk) serta berbagai sub-komponennya. (Bila distribusi patriakis tenaga kerja keluarga adalah struktur keluarga (F) maka ide behwa wanita dan anak-anak adalah inferior merupakan budaya (C). Katolikisme adalah budaya (C), tetpi hirarki organisasinya adalah bagian dari struktur okupasi (O). II. Identifikasi Konflik Definisi

Menurut Kamus Dewan, konflik adalah bermaksud perselisihan,


pertembungan, persengketaan dan pertikaian.

Konflik menurut Mosbys Medical Encyclopedia (1987) " Conflict is like


a mental tension resulting from conflicting thought, idea , good and desires". Perkataan intra adalah berasal dari perkataan Latin yang bermaksud inside atau dalaman.Personal pula adalah bermaksud diri sendiri atau individu. Konflik intrapersonal adalah bermaksud pertentangan dalam diri individu. Ianya adalah merupakan kecelaruan atau percanggahan dalam diri seseorang itu. Ini akan menimbulkan masalah kesihatan mental kepada individu tersebut. Terdapat pelbagai tahap konflik yang dialami oleh pesakit-pesakit mental dari konflik peringkat rendah ke tahap konflik bertahap tinggi. Teori 1. Teori Kriminologi yang Positif Teori-teori yang berpusat kepada pengaruh-pengaruh kelompok atau pengaruh kebudayaan. 2. Teori Kriminologi Kritis Interaksionisme simbolik dan pemelajaran sosial. Teori dalam kelompok ini berlandaskan pada Pluralism of selves (kemajemukan diri), The looking glass self, Definition of the situation, Interaksionisme simbolik dan Aktualisasi penyimpangan.

3.

Teori Labeling

Teori ini berlandaskan bahwa kriminalitas adalah sebuah kata, dan bukan perbuatan atau tindakan. 4. Mashab Klasik Mashab ini memandang bahwa keadilan dibagi dalam 8 prinsip : contractual society, Sumber hukum, Tugas hakim hanya menentukan kesalahan seseorang, Hak negara untuk menghukum, Harus ada suatu skala kejahatan dan hukuman, Sengsara dan kesenangan adalah dasar dari motif-motif manusia, Perbuatannya dan bukan kesalahannya yang merupakan ukuran dari besarnya kerugian yang diakibatkan oleh kejahatan dan Prinsip dasar dari hukum pidana terletak pada sanksisanksi yang positif. 5. Mashab Neo-Klasik Perubahan doktrin tanggung jawab sempurna untuk memungkinkan pelunakan hukuman menjadi tanggung jawab sebagian saja. 6. 7. Konflik. 8. 9. III. Kapitalisme dan Negara Mengkomunikasikan Problem Sosial Ekonomi Eksternal Teori Pertumbuhan Regional a. Model Harrod-Domar Model pertumbuhan Harrod-Domar dapat digunakan untuk analisa pertumbuhan regional dengan memperhitungkan perpindahan modal dan tenaga kerja inter-regional. b. Model-model Neo-Klasik Model neo-klasik menarik perhatian ahli teori ekonomi regional karena model itu mengandung teori tentang mobilitas faktor, disamping teori pertumbuhan. Krisis Ekonomi dan Badai Konflik Mashab Positivis Mashab Kritis Penghukuman terhadap penjahat dilakukan melalui eliminasi. Mashab ini menggunakan pendekatan : Interaksionis dan Pendekatan

c.

Model-model Basis Ekspor

Pertumbuhan suatu daerah adalah tergantung pada pertumbuhan industri-industri ekspornya dan kenaikan permintaan yang bersifat ekstern bagi daerah yang bersangkutan adalah penentu pokok dari pertumbuhan regional. d. Menurut Teori Tahap (Stages Theory) Perkembangan ekonomi regional adalah terutama suatu proses evolusioner intern. Teori Pertumbuhan Regional Konvergensi atau Divergensi Pertumbuhan regional adalah produk dari banyak faktor, sebagian bersifat intern dan sebagian lainnya bersifat ekstern dan sosial-politik. a. Teori Sektor oleh Clark dan Fisher b. Teori Tahap (Stages Theory) c.Teori-teori pusat lingkungan (Centre-Periphery) IV. Perencanaan Pembangunan Pembangunan perencanaan pedesaan dapat mempunyai tujuan dalam bidang pertumbuhan sektor pertanian, integrasi nasional, dan keadilan ekonomi. Di negara-negara berkembang dapat dilakukan keadilan sosial yang diselenggarakan untuk kelancaran pertumbuhan ekonomi. Menurut Myrdall ada beberapa hal yang menyebabakan bahwa pemerataan yang lebih baik di negara-negara berkembang hampir merupakan kondisi untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat : a. b. Pendapat umum bahwa pendapatan yang tidak sama merupakan Karena rakyat kekurangan gizi, perumahannya buruk, kesehatan kondisi untuk menabung. dan pendidikannya kurang baik sehingga produktifitasnya rendah. Rencana Pembangunan Tahunan di Daerah adalah terjemahan kongkrit REPELITA daerah. Oleh karena itu dalam menentukan tujuan, arah, sasaran, strategi dan kebijaksanaan, sumber pembiayaan, kondisi dan potensi, target, pemilihan skala prioritas, penyusunan program dan proyek, organisiasi dan andimistrasi, koordinasi, pengendalian, pengawasan dan evaluasi harus tetap berpedoman pada REPELITA Daerah.

Tahap-tahap 1. 2.

penyusunan

Rencana

Pembangunan

Tahunan,

dapat

dijelaskan sebagai berikut : Tahap pertama : evaluasi dan analisa keadaan Aspek Sosial

Dalam melakukan evaluasi dan analisa aspek sosial, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah : a. Perubahan dalam budaya b. Perubahan pola tingkah laku kelomp[ok masyarakat c. Perubahan tatanan sosial d. Perubahan standar kehidupan 3. Aspek pelaksanaan program dan proyek Evaluasi dan analisa ini dilakukan terhadap semua program dan proyek sektoral, regional dan inpres yang dilaksanakan di daerah tingkat I dan tingkat II pada tahun-tahun yang lampau. Penganalisanaan dapat dilakukan baik dengan menggunakan laporan monitoring yang ada, maupun dengan melakukan penelitian langsung dilapangan. V. Politik Masyarakat Politik berasal dari kata Yunani kuno, yaitu Polis = negara, tetapi negara pada waktu itu masih merupakan kota, negara kota. Plato menamakan bukunya yang mengupas negara "Politeia" yang berarti soal-soal kenegaraan, sedang Aristoteles "Politica", yang artinya ilmu kenegaraan, ilmu tentang polis. Kebudayaan Politik a. b. c. d. e. Partisipasi Politik Masyarakat Pemberdayaan Politik Masyarakat Kekerabatan dan Kekuasaan Civil Society Sistem Politik Tujuan dalam membangun sistem politik yang demokratis serta

Tujuan Pembangunan mempertahankan persatuan dan kesatuan adalah terciptanya keutuhan NKRI yang kukuh dan terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai dan demokratis.

Tujuan

pe107

101010101010101010101010101010m1010

1111

11bjbjUU111111111111111111111111111111111111 11811117|11117|

i11111111111111111111111111111111111111111111111111111111 1111111111111111111111111111111111111111111111111 111111111111111111111l11111111111111111111111111111111 111111111111111111 111111111111 111111111111 11111111111111111111111111 11111 1111 1110*1111111111110*1111111111110*11118111111h*1111,11117 111111111111111111111111111111m1111

12bjbjUU121212121212121212121212121212121212 12812127|12127| 1212 i121212121212121212121212121212121212121212121212121212121 2121212121212121212121212121212121212121212121212121212 12121212121212l12121212121212121212121212121212121212121 212121212 121212121212 121212121212 12121212121212121212121212 12121 21212120*1212121212120*1212121212120*12128121212h*1212,12127 121212121212121212121212121212m1212

1313

13bjbjUU131313131313131313131313131313131313 13813137|13137|

i13131313131313131313131313131313131313131313131313131313 1313131313131313131313131313131313131313131313131 313131313131313131313l13131313131313131313131313131313 131313131313131313 131313131313 131313131313 13131313131313131313131313 13131 3131 3130*1313131313130*1313131313130*13138131313h*1313,13137 131313131313131313131313131313m1313

14bjbjUU141414141414141414141414141414141414 14147| 1414

14814147|

i141414141414141414141414141414141414141414141414141414141 4141414141414141414141414141414141414141414141414141414 14141414141414l14141414141414141414141414141414141414141 414141414 141414141414 141414141414 14141414141414141414141414 14141 4141 4140*1414141414140*1414141414140*14148141414h*1414,14147 141414141414141414141414141414m1414

15bjbjUU151515151515151515151515151515151515 15157| 1515

15815157|

i151515151515151515151515151515151515151515151515151515151 5151515151515151515151515151515151515151515151515151515 15151515151515l15151515151515151515151515151515151515151 515151515 151515151515 151515151515 15151515151515151515151515 15151 5151 5150*1515151515150*1515151515150*15158151515h*1515,15157 151515151515151515151515151515m1515

16bjbjUU161616161616161616161616161616161616
16167| 1616

16816167|

i16161616161616161616161616161616161616161616161616161616 1616161616161616161616161616161616161616161616161616 161616161616161616l161616161616161616161616161616161616 16161616161616 161616161616 161616161616 16161616161616161616161616 16161 6161 6160*1616161616160*1616161616160*16168161616h*1616,16167 161616161616161616161616161616m1616

17bjbjUU171717171717171717171717171717171717 17177| 1717

17817177|

i171717171717171717171717171717171717171717171717171717171 7171717171717171717171717171717171717171717171717171717 17171717171717l17171717171717171717171717171717171717171 717171717 171717171717 171717171717 17171717171717171717171717 17171 71717170*1717171717170*1717171717170*17178171717h*1717,17177 171717171717171717171717171717m1717

a.

18bjbjUU181818181818181818181818181818181818 18818187| 18187| 1818 i18181818181818181818181818181818181818181818181818181818


18181818181818181818181818181818181818181818181818181 81818181818181818l1818181818181818181818181818181818181 8181818181818 181818181818 181818181818 18181818181818181818181818 18181 81818180*1818181818180*1818181818180*18188181818h*1818,18 artinya setiap masyarakat menghasilkan kebudayaan, akan tetapi dalam manifestasinya atau perwujudannya tidak sama.

b. c.

Kebudayaan itu stabil, akan tetapi juga dinamis karena mengalami perubahan secara terus menerus. Kebudayaan mengisi dan menentukan jalan kehidupan manusia, akan tetapi hal itu jarang disadari oleh manusia sendiri.

Aspek Budaya Dalam Tindakan Ekonomi Pada umumnya antropologi melihat bahwa budaya memberikan kategorikategori yang memampukan kita untuk turut serta dalam tidakan ekonomi. Sedangkan ekonom pemperlakukan perilaku ekonomi berbeda dari budaya, terutama memandangnya hanya sebagai norma-norma dan konversikonversi. Atas dasar pemikiran yang demikian, budaya dianggap sebagai sesuatu yang menghambat pencapaian kepentingan pribadi. Atau kebanyakan ekonom membuat kebudayaan menjadi eksp;isit sebagai gagasan tentang preferensi dan selera, yang biasanya diperlakukan sebagai suatu yang eksogen sehingga menjadikannya sebagai suatu yang tidak menarik (Stigler dan Becker,1977). Untuk mengembangkan suatu analisis tentang pengaruh budaya terhadap fenomena ekonomi, menurut DiMaggio (1994), kita harus menemui dua kondisi, yaitu : a. Seseorang harus menunjukkan bahwa individu atau aktor-aktor kolektif dengan budaya tertentu yang diembannya berperilaku beda dengan aktor-aktor lainnya yang tidak mengemban budaya yang sama.

b.

Seseorang harus memperlihatkan bahwa perbedaan-perbedaan yang dibuat lebih daripada pengaruh struktural atau material.

Tipe-tipe Sosial Budaya a. Tipe masyarakat berdasarkan sistem berkebun yang amat sederhana, dengan keladi dan ubi jalar sebagai tanaman pokoknya dalam kombinasi dengan berburu dan meramu; penanaman padi tak dibiasakan; sistem dasar kemasyarakatannya berupa desa terpencil tanpa differensiasi dan stratifikasi yang berarti; gelombang pengaruh kebudayaan penanaman padi, kebudayaan perunggu, kebudayaan Hindu dan agama Islam tidak dialami; isolasi dibuka oleh Zending atau Missie. b. Tipe masyarakat pedesaan berdasarkan bercocok tanam diladang atau disawah dengan padi sebagai tanaman pokok sistem kemasyarakataannya berupa komuniti petani dengan differensiasi sosial yang sedang dan yang merasakan diri bagian bawah dari suatu kebudayaan yang lebih besar, dengan suatu bagian atas yang dianggap lebih halus dan beradab di dalam masyarakat kota; masyarakat kota yang menjadi arah orientasinya itu, mewujudkan suatu peradaban kepegawaian yang dibawa oleh sistem pemerintah kolonial beserta Zending atau Missie, atau oleh Pemerintah Republik Indonesia yang merdeka; gelombang pengaruh kebudayaan Hindu dan agama Islam tidak dialami. c. Tipe masyarakat pedesaan berdasarkan bercocok tanam di ladang atau disawah dengan padi sebagai tanaman pokoknya; sistem dasar kemasyarakatannya berupa desa komuniti petani dengan differensiasi dan stratifikasi sosial yang sedang; masyarakat kota yang menjadi arah orientasinya mewujudkan suatu peradaban bekas kerajaan berdagang dengan pengaruh yang kuat dari agama Islam, bercampur dengan suatu peradaban kepegawaian yang dibawa oleh sistem pemerintah kolonial, gelombang pengaruh kebudayaan Hindu tidak dialami atau hanya sedemikian kecilnya sehingga terhapus oleh pengaruh agama Islam. d. Tipe masyarakat pedesaan berdasarkan bercocok tanam di sawah dengan padi sebagai tanaman pokoknya, sistem dasar kemasyarakatannya berupa komuniti petani dengan differensiasi dan

stratifikasi sosial yang agak komplek; masyarakat kota yang menjadi arah orientasinya itu mewujudkan suatu peradaban bekas kerajaan pertanian bercampur dengan peradaban kepegawaian yang dibawa oleh sistem pemerintah kolonial; semua gelombang pengaruh kebudayaan asing dialami; atau seperti halnya pada kebudayaan Bali, gelombang pengaruh agama Islam hanya sejak setengah abad terakhir ini. e. f. Tipe masyarakat kekotaan yang mempunyai ciri-ciri pusat pemerintahan dengan sektor perdagangan dan industri yang lemah. Tipe masyarakat metropolitan yang mulai mengembangkan suatu sektor perdagangan dan industri yang agak berarti, tetapi yang masih didominasi oleh aktivitas kehidupan pemerintahan, dengan suatu sektor kepegawaian yang luas dan dengan kesibukan politik di tingkat daerah maupun nasional. VI. Struktur Sosial Struktur sosial adalah sebagai suatu tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat yang didalamnya terkandung hubungan timbal balik antara status dan peranan dengan batas-batas perangkat unsur-unsur sosial yang menunjuk pada suatu keteraturan perilaku dimana lebih menekankan kepada hubungan-hubungan sosial yang terjadi antar individu dalam masyarakat dengan cara menyesuaikan atau menyelaraskan antara status sosial individu dengan peranan sosialnya yang terkait dengan norma-norma dan 1. lembaga-lembaga yang terdapat dalam masyarakat tersebut (Abdulsyani, 1983). Konsep tentang struktur sosial yaitu : Memandang struktur sosial sebagai suatu pola tata hubungan sosial yang sudah dibakukan dalam kelompok tertentu dan dijadikan acuan dalm bertingkah laku anggotanya. 2. Memandang struktur sosial dari sudut fungsinya yaitu menyoroti peranan-peranan sosial individu yang tergabung dalam kehidupan masyarakat, sehingga mampu memelihara kontinuitas keteraturan sosial dan keseimbangan sosial dalam masyrakat. Hubungan Ilmu Ekonomi Dan Ilmu Sosial Pemikiran ilmu ekonomi dan pembangunan ekonomi menghasilkan gagasan yaitu mencoba mengadakan komunikasi ilmiah dengan disiplin ilmu lain

seperti ilmu sosial etika. Dilema ilmu sosial berkisar melibatkan diri dalam merumuskan kebijaksanaan ekonomi karena peranan ilmu sosial dalam menetukan ilmu ekonomi cukup besar. Masuknya lembaga-lembaga sosial di dalam pendekatan sumber daya manusia, maka pendekatan ini menjadi dekat dengan pendekatan ekonomi kelembagaan. Tidak saja dengan ilmu ekonomi dan ilmu sosial tetapi juga memasukan variabel politik, etik, psikologi sosial dan lain-lain. Perekonomian Sebagai Sistem Sosial Pada dasarnya, ilmu ekonomi dan sistem ekonomi perlu dianalisis dan diletakkan pada pada konteks sistem sosial (Sosial Sistem) secara keseluruhan dari suatu negara dan tentu saja dalam konteks global dan internasional. Yang dimaksud dengan sistem sosial adalah hubunganhubungan yang saling terkait antara apa yang disebut faktor-faktor ekonomi dan faktor-faktor non ekonomi. Termasuk dalam fator-faktor non-ekonomi adalah sikap masyarakat dan indivdu dalam memandang kehidupan, kerja dan wewenang, struktur administrasi dan struktur birokrasi dalam sektor pemerintah maupun swasta, pola-pola kekerabatan dan agama, tradisi budaya, system kepemilikan tanah, wewenang dan integritas instansi pemerintah, tingkat partisipasi rakyat dalam perumusan keputusan dan kegiatan pembangunan serta keluwesan atau kekakuan stratifikasi ekonomi dan sosial. Masalah- Masalah Sosial Masalah sosial dapat didefinisikan sebagai suatu gejala sosial yang dirasakan oleh para warga masyarakat yang bersangkutan sebagai sesuatu yang tidak biasa, tidak benar, dan merugikan mereka. Masalah sosial dapat juga dilihat dengan kacamata pengukuran ilmiah sebagai suatu gejala yang merugikan para warga masyarakat walaupun para warga masyarakat tersebut tidak sadar akan hal itu. Biasanya setelah suatu hasil penemuan ilmiah berkenaan dengan gejala sosial yang merugikan warga masyarakat tersebut disebar luaskan di dalam masyarakat yang bersangkutan, barulah para warga masyarakat tersebut sadar akan adanya masalah sosial tersebut.Kebudayaan selalu berada dalam proses berubah. Perubahan kebudayaan tersebut bersumber pada perubahan-perubahan yang terjadi pada unsur-unsur yang ada dalam eko-sistem, dimana manusia,

kebudayaan dan masyarakat merupakan sebagian lain eko-sistem tersebut. Perubahan kebudayaan yang dialami oleh suatu masyarakat biasanya berjalan secara lambat dan bertahap, sehingga perubahan tersebut tidak dirasakan oleh para warga masyarakat yang bersangkutan pada umumnya, sehingga karena itu juga masalah sosial tidak terwujud dalam masyarakat seperti tersebut di atas. Kelompok Sosial Dipandang Dari Sudut Individu Sejiwa warga masyarakat yang masih bersahaja susunannya, secara relatif menjadi anggota pula dalam kelompok-kelompok kecil lain secara terbatas. Kelompok sosial termasuk biasanya adalah atas dasar : a. b. c. d. e. a. Kekerabatan Usia Seks Pekerjaan Kedudukan

Kelompok Primer Dan Kelompok Sekunder Salah satu sifat utama hubungan primer adalah kesamaan tujuan dari individu-individu yang tergabung di dalam kelompok sosial. Satu di antara tujuan bersama tadi adalah hubungan antar individu-individu tersebut. Jadi hubungan itu bukan merupakan alat pencapaian tujuan,akan tetapi bahkan merupakan salah satu tujuan utama. Hal ini berarti bahwa hubungan tersebut terlepas dari unsur-unsur kontrak,ekonomi, politik, maupun hubungan kerja. Hubungan tersebut bersifat pribadi, spontan, sentimental dan inklusif. b. Salah satu hubungan sekunder adalah kontrak (jual beli), pihak-pihak yang megadakan kontrak saling berhubungan dengan tujuan tertentu. Hubungannya boleh dikatakan tidak dengan pribadi-pribadi pihak-pihak yang bersangkutan. VII. Kelembagaan Kebijaksanaan Pembangunan Desa Di Indonesia Pembangunan desa di Indonesia sebagai suatu usaha untuk meningkatkan kesejahteraan masayarakat, sesungguhnya sudah dilaksanakan sejak tahun 1956 Dimana sejak tahun tersebut usaha pembangunan desa diberikan

tempat dan perhatian sungguh-sungguh menjadi program resmi pemerintah. Sedangkan pada masa sebelum 1956 yakni antara tahun 1945-1955 pembangunan desa belum dikelola secara konsepsional dan belum mendapatkan penanganan secara khusus oleh pemerintah. Pada masa tersebut masih dijumpai berbagai pergolakan dimana desa dan masyarakatnya merupakan basis perlawanan terhadap penjajahan. Lingkungan Masyarakat Desa dan Permasalahannya Pada tahap awal permasalahan kesejahteraan sosial yang dihadapi oleh masyarakat desa timbul pada umumnya dalam kerangka upaya memenuhi kebutuhan dasarnya, karena mereka kurang mampu mengidentifikasi, menggali, mengerahkan dan mengarahkan potensi yang terdapat lingkungan masyarakatnya baik yang bersifat alami, manusiawi, maupun sosial. Lebih lanjut komponen sosial seperti manusia sebagai individu, anggota kelompok masyarakat dan amnusia sebagai makhluk Tuhan, sangat perlu ditata, diatur sebaik-baiknya didalam lingkungan desanya karena justru merekalah yang menjadi subyek dan penggerak dinamis setiap kegiatan. Untuk perlu secara terus-menurus peningkatan ketrampilan berbagai bidang, membina tata kehidupannya selaras dengan programprogram dan cita-cita nasional yang meliputi : a. b. c. Pemahaman Ideologi Pemerintah Lembaga Musyawarah Desa (LMD) Kepemimpin di Desa

Kesemuanya diarahkan untuk menciptakan tertib lingkungan masyarakat desa sehingga dapat menunjang serta mempercepat proses pembangunan desa itu sendiri dalam upaya menciptakan kesejahteraan masyarakat. Koperasi Unit Desa (KUD) Koperasi adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak social, beranggotakan orang-orang atau badan-badan hokum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Koperasi ini memiliki tujuan untuk membantu masyarakat pedesaan untuk mengembangkan usahanya, serta mempunyai fungsi sebagai alat perjuangan ekonomi untuk meningkatkan kesejateraan rakyat dan sebagai alat pendemokrasian ekonomi nasional. Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD)

Lembaga

Ketahanan

Masyarakat

Desa

(LKMD)

adalah

lembaga

masyarakat di desa atau kelurahan yang tumbuh dari, oleh, dan untuk masyarakat, serta merupakan wahana partisipasi masyarakat dalam pembangunan yang memadukan pelaksanaan berbagi kegiatan Pemerintah dan prakarsa serta swadaya gotong-royong masyarakat dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan dalam rangka mewujudkan ketahanan nasional yang meliput aspek-aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, agama, dan pertahanan keamanan. Mitra Cai Mitra Cai adalah lembaga masyarakat di desa atau kelurahan yang tumbuh dari, oleh, dan untuk masyarakat, serta merupakan wahana partisipasi masyarakat dalam pengelolaan air untuk mengairi lahan pertaniannya, berdasarkan prakarsa serta swadaya gotong-royong masyarakat dalam pelaksanaan kegiatannya. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah Lembaga keuangan yang pokok usahanya memberikan kredit dan jasa dalam alur pembayaran dan peredaran uang kepada masyarakat.