Anda di halaman 1dari 13

Artikel Gigi Salah satu alasan orang malas menambal giginya yang berlubang adalah karena takut dengan

bor gigi. Kini sebuah penemuan baru telah membuka harapan akan adanya perawatan gigi berlubang tanpa bor dan rasa sakit. Peneliti dari University of Leeds telah menemukan metode perawatan yang dijanjikan akan menggantikan perawatan penambalan gigi untuk selamanya. Mereka mengembangkan sebuah bahan yang dapat memperbaiki kondisi awal dari gigi berlubang dengan cara meregenerasi jaringan gigi yang telah rusak tersebut. Bahan berupa cairan ini dibuat berdasarkan pengetahuan tentang bagaimana cara gigi terbentuk dan proses stimulasi regenerasi dari kerusakan gigi. Dia mengandung suatu peptida yang dikenal dengan nama P 11-4, yang pada kondisi tertentu akan dapat menyusun dirinya membentuk fiber. Ketika bahan ini dioleskan pada permukaan kerusakan gigi, dia akan masuk ke dalam pori-pori mikro yang terbentuk akibat proses perusakan oleh asam, lalu dia akan berubah bentuk menjadi gel. Gel ini akan menarik kalsium dan meregenerasi mineral gigi dari dalam. Uji coba ke manusia pun telah dilakukan pada suatu kelompok kecil orang dewasa yang memiliki tanda awal dari kerusakan gigi. Hasilnya, cairan P 11-4 ini berhasil membalikkan proses kerusakan dan meregenerasi jaringan gigi yang rusak. Profesor Paul Brunton yang ikut mengawasi penelitian ini mengatakan bahwa hasil penelitian ini sangat menjanjikan. Dan apabila dapat diulangi pada kelompok penelitian yang lebih besar, dia yakin dalam 2 atau 3 tahun ke depan bahan ini akan tersedia di klinik-klinik dokter gigi.

One reason people are lazy to patch up the holes in their teeth is because of fear of the dental drill. Now a new discovery has opened the expectation of dental cavities without drilling and pain. Researchers from the University of Leeds have found a method of treatment that promises to replace the gold fillings for good care. They developed a material that can fix the initial conditions of the cavities by way of regenerating tissue that has been damaged teeth. Material in the form of liquid is made based on knowledge of how the teeth are formed and the process of stimulating regeneration of tooth decay. He contains a peptide which is known by the name P 11-4, which in certain circumstances be able to arrange themselves to form fibers. When this material is applied to the surface of the tooth decay, he would get into the micro pores formed by the process of destruction by the acid, then he will turn into a gel. This gel will pull calcium and mineral regenerating teeth from the inside. Into human trials had been conducted on a small group of adults who have early signs of tooth decay. The result, the liquid is P 11-4 managed to reverse the damage and regenerate tissue damaged teeth.

Professor Paul Brunton who participate in supervising the study, said that the results of this study are very promising. And if it can be repeated on a larger study group, he believes in 2 or 3 years ahead of this material will be available in dental clinics.

Serba-Serbi Stroke
Apakah stroke itu ? Penyakit stroke adalah gangguan fungsi otak akibat aliran darah ke otak mengalami gangguan (berkurang). Akibatnya, nutrisi dan oksigen yang dbutuhkan otak tidak terpenuhi dengan baik. Penyebab stroke ada 2 macam, yaitu adanya sumbatan di pembuluh darah (trombus), dan adanya pembuluh darah yang pecah. Umumnya stroke diderita oleh orang tua, karena proses penuaan menyebabkan pembuluh darah mengeras dan menyempit (arteriosclerosis) dan adanya lemak yang menyumbat pembuluh darah (atherosclerosis). Tapi beberapa kasus terakhir menunjukkan peningkatan kasus stroke yang terjadi pada usia remaja dan usia produktif (15 - 40 tahun). Pada golongan ini, penyebab utama stroke adalah stress, penyalahgunaan narkoba, alkohol, faktor keturunan, dan gaya hidup yang tidak sehat. Penyebab stroke Pada kasus stroke usia remaja, faktor genetika (keturunan) merupakan penyebab utama terjadinya stroke. Sering ditemui kasus stroke yang disebabkan oleh pembuluh darah yang rapuh dan mudah pecah, atau kelainan sistem darah seperti penyakit hemofilia dan thalassemia yang diturunkan oleh orang tua penderita. Sedangkan jika ada anggota keluarga yang menderita diabetes (penyakit kencing manis), hipertensi (tekanan darah tinggi), dan penyakit jantung, kemungkinan terkena stroke menjadi lebih besar pada anggota keluarga lainnya. Penyebab serangan stroke lainnya adalah makanan dengan kadar kolesterol jahat (Low Density Lipoprotein) yang sangat tinggi. Koleserol jahat ini banyak terdapat pada junk food, atau makanan cepat saji. Selain itu, penyebab terjadinya serangan stroke lainnya adalah kebiasaan malas berolah raga dan bergerak, banyak minum alkohol, merokok, penggunaan narkotika dan zat adiktif, waktu istirahat yang sangat kurang, serta stress yang berkepanjangan. Pecahnya pembuluh darah juga sering diakibatkan karena penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi). Gejala terjadinya serangan stroke Gejala awal stroke umumnya pusing, kepala serasa berputar (seperti penyakit vertigo), kemudian disusul dengan gangguan berbicara dan menggerakkan otot mulut. Gejala lainnya adalah tergangguanya sensor perasa (tidak bisa merasakan apapun , seperti dicubit atau ditusuk jarum) dan tubuh terasa lumpuh sebelah, serta tidak adanya gerakan refleks. Sering juga terjadi buta mendadak atau kaburnya pandangan (karena suplai darah dan oksigen ke mata berkurang drastis), terganggunya sistem rasa di mulut dan otot-otot mulut (sehingga sering dijumpai wajah penderita menjadi mencong), lumpuhnya otototot tubuh yang lain, dan terganggunya sistem memory dan emosi. Sering dijumpai penderita tidak dapat menghentikan tangisnya karena lumpuhnya kontrol otak pada sistem emosinya. Hal itu membuat penderita stroke berlaku seperti penderita penyakit kejiwaan, padahal bukan. Hal-hal seperti ini yang perlu dimengerti oleh keluarga penderita. Proses penyembuhan Ada 2 proses penyembuhan utama yang harus dijalani penderita. Pertama adalah penyembuhan dengan obat-obatan di rumah sakit. Kontrol yang ketat harus dilakukan untuk menjaga agar kadar kolesterol jahat dapat diturunkan dan tidak bertambah naik. Selain itu, penderita juga dilarang makan makanan yang dapat memicu terjadinya serangan stroke seperti junk food dan garam (dapat memicu hipertensi).

Proses penyembuhan kedua adalah fisiotherapy, yaitu latihan otot-otot untuk mengembalikan fungsi otot dan fungsi komunikasi agar mendekati kondisi semula. Fisiotherapi dilakukan bersama instruktur fisiotherapi, dan pasien harus taat pada latihan yang dilakukan. Jika fisiotherapi ini tidak dijalani dengan sungguh-sungguh, maka dapat terjadi kelumpuhan permanen pada anggota tubuh yang pernah mengalami kelumpuhan. Kesembuhan pada penderita stroke sangat bervariasi. Ada yang bisa sembuh sempurna (100 %), ada pula yang cuma 50 % saja. Kesembuhan ini tergantung dari parah atau tidaknya serangan stroke, kondisi tubuh penderita, ketaatan penderita dalam menjalani proses penyembuhan, ketekunan dan semangat penderita untuk sembuh, serta dukungan dan pengertian dari seluruh anggota keluarga penderita. Seringkali ditemui bahwa penderita stroke dapat pulih kembali, tetapi menderita depresi hebat karena keluarga mereka tidak mau mengerti dan merasa sangat terganggu dengan penyakit yang dideritanya (seperti sikap tidak menerima keadaan penderita, perlakuan kasar karena harus membersihkan kotoran penderita, menyerahkan penderita kepada suster yang juga memperlakukan penderita dengan kasar, dan sebagainya). Hal ini yang harus dihindarkan jika ada anggota keluarga yang menderita serangan stroke.

Khasiat Bawang Putih


Dr. Yongxiang Zhang dari University of Tokyo, Jepang menyatakan bahwa kemampuan bawang putih menghambat kemerosotan otak dan sistem kekebalan pada hewan percobaan sangat mengesankan. Hal itu memang tidak berarti bahwa bawang putih mampu memulihkan masa muda atau sama sekali menghambat proses penuaan. Tetapi setidaknya manfaat bawang putih membantu menghambat proses penuaan. Di samping itu, menurut penelitian Memorial Sloan Kettering Cancer Center, bahan kimia SAMC yang terdapat pada bawang putih dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Dengan mengkonsumsi bawang putih, resiko terkena kanker dapat dikurangi. Kadar kolesterol yang tinggi biasanya menjadi pertanda proses penuaan. Bawang putih yang dikonsumsi secara rutin dalam jangka waktu tertentu dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Zat antikolesterol dalam bawang putih yang bernama ajoene menolong mencegah penggumpalan darah. Dr. Gilles Fillion dari Institute Pasteur di Perancis menduga, bawang putih dapat membantu meredakan stress, kecemasan, dan depresi. Tentunya dengan efek yang lebih lembut. Ia menemukan bahwa bawang putih bermanfaat untuk membantu melepaskan serotonin, yakni bahan kimia yang terlibat dalam pengaturan serangkaian luas suasana hati dan tingkah laku termasuk kecemasan, murung, rasa sakit, agresi, stress, kurang tidur dan ingatan. Kadar serotonin yang tinggi dalam otak cenderung berfungsi sebagai obat penenang yang menentramkan Anda, memudahkan tidur, dan meringankan kemurungan. Bawang putih menolong menormalkan sistem serotonin tersebut.

Teh Minuman Kesehatan


Teh merupakan tanaman daerah tropis dan subtropis yang secara ilmiah dikenal dengan Camellia Sinensis. Dari kurang lebih 3000 jenis teh hasil perkawinan silang, didapatkan 3 macam teh hasil proses, yaitu teh hijau, teh oolong, dan teh hitam. Cara pengolahan teh yaitu dengan merajang daun teh dan

dijemur di bawah sinar matahari sehingga mengalami perubahan kimiawi sebelum dikeringkan. Perlakuan tersebut akan menyebabkan warna daun menjadi coklat dan memberi cita rasa teh hitam yang khas. Teh hijau, jenis teh tertua, amat disukai terutama oleh masyarakat Jepang dan Cina. Di sini daun teh mengalami sedikit proses pengolahan, hanya pemanasan dan pengeringan sehingga warna hijau daun dapat dipertahankan. Sedangkan teh oolong lebih merupakan jenis peralihan antara teh hitam dan teh hijau. Ketiga jenis teh masing-masing memiliki khasiat kesehatan karena mengandung ikatan biokimia yang disebut polyfenol, termasuk di dalamnya flavonoid. Flavonoid merupakan suatu kelompok antioksidan yang secara alamiah ada di dalam sayur-sayuran, buah-buahan, dan minuman seperti teh dan anggur. Subklas polifenol meliputi flavonol, flavon, flavanon, antosianidin, katekin, dan biflavan. Turunan dari katekin seperti epi-cathecin (EC), epigallo-cathecin (EGC), epigallo-cathecin gallate (EGCg), dan quercetin umumnya ditemukan di dalam teh. EGCg dan quercetin merupakan anti oksidan kuat dengan kekuatan hingga 4-5 kali lebih tinggi dibandingkan vitamin E dan C yang juga merupakan antioksidan potensial. Antioksidan diketahui mampu menghindarkan sel dari kerusakan mengingat setiap kerusakan sel akan menyumbang lebih dari 50 penyakit. Teh hijau mengandung EGCg, demikian juga teh hitam, demikian dikatakan seorang ahli biokimia. Dalam sebuah studi yang dilakukan peneliti Belanda menyebutkan, mengkonsumsi 4-5 cangkir teh hitam setiap hari akan menurunkan resiko stroke hingga 70% dibanding dengan mereka yang mengkonsumsi teh 2 cangkir sehari atau kurang. Laporan lainnya menyebutkan lebih banyak mengkonsumsi teh hitam berhubungan dengan rendahnya kasus serangan jantung. John Folts, Direktur Sekolah Medis, Pusat Penelitian dan Pencegahan Arteri Trombosis, Universitas Wisconsin, AS menemukan kunci khasiat dalam teh yaitu flavonoid. Hasil penelitiannya menunjukkan, flavonoid dalam teh hitam mampu menghambat penggumpalan sel-sel platelet darah sehingga mencegah penyumbatan pembuluh darah pada penyakit hantung koroner dan stroke. Studi lain menyebutkan bahwa peminum teh fanatik memiliki kadar kolesterol dan tekanan darah yang rendah, meskipun masih belum jelas apakah semuanya itu langsung disebabkan karena teh. Para peneliti di Universitas Case Western Reserve, Cleveland, AS menemukan pengaruh penggunaan teh hijau pada kulit hingga 90 %. Ternyata teh sangat efektif melindungi kulit dari sinar matahari yang dapat mengakibatkan kanker kulit. Teh juga diketahui mengandung fluoride yang dapat menguatkan email gigi dan membantu mencegah kerusakan gigi. Dalam suatu studi laboratorium di Jepang, para ahli menemukan bahwa teh membantu mencegah pembentukan plak gigi dan membunuh bakteri mulut penyebab pembengkakan gusi. Penelitian di Jepang menunjukkan, daerah penghasil teh yang pendudukanya terkenal sebagai peminum teh fanatik, sangat rendah angka kematiannya yang disebabkan oleh kanker. Hasil studi lainnya, dilakukan kerjasama antara tim peneliti Oguni dan pusat penelitian kanker di Beijing untuk mempelajari pengaruh ekstrak teh hijau pada tikus yang telah diberi ransum makanan karsinogenik (zat pemicu kanker). Dilaporkan, angka rata-rata kanker pada tikus yang memperoleh ekstrak teh hijau setengah dari tikus yang tidak memperoleh ekstrak teh hijau. Para peneliti yakin bahwa polifenol yang dikenal sebagai cathecin yang terdapat pada teh hijau, membantu tubuh manusia melawan sel kanker. Studi lainnya dilakukan oleh Oguni dan Dr. Masami Yamada dari Hamamatsu Medical Center menemukan cathecin membunuh Helicobator pylori, bakteri pemicu kanker lambung.

Kandungan Gizi Kacang Merah


Kacang merah ternyata memiliki kemampuan untuk mengatasi bermacam-macam penyakit, di antaranya mampu mengurangi kerusakan pembuluh darah, mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah, mengurangi konsentrasi gula darah, serta menurunkan resiko kanker usus besar dan kanker payudara. kandungan gizi pada kacang merah sangat bagus bagi kesehatan tubuh manusia. Kacang merah kering merupakan sumber protein nabati, karbohidrat kompleks, serat, vitamin B, folasin, tiamin, kalsium, fosfor, dan zat besi. Folasin adalah zat gizi esensial yang mampu mengurangi resiko kerusakan pembuluh darah. Kacang merah memiliki kandungan lemak dan natrium yang sangat rendah, nyaris bebas lemak jenuh, serta bebas kolersterol. Di samping itu, kacang merah juga merupakan sumber serat yang baik. Dalam 100 gram kacang merah kering, dapat menghasilkan 4 gram serat yang terdiri dari serat yang larut air dan serat yang tidak larut air. Serat yang larut air secara nyata mampu menurunkan kadar kolesterol dan kadar gula darah. Untuk mendapatkan khasiat yang sempurna dari kacang merah, ada beberapa hal yang perlu dilakukan dalam mengolahnya. Sehabis direndam, buanglah air rendaman kacang merah. Kemudian rebuslah kacang merah dalam panci tertutup selama 3 menit, dan diamkan selama 2 jam agar airnya mengendap. Gantilah air rendaman itu dengan air yang matang, dan diamkan selama semalam. Esok harinya, kacang merah siap untuk dimasak menjadi makanan yang lezat. Hal ini perlu dilakukan untuk menghilangkan kemampuan kacang merah untuk memproduksi gas dalam usus yang akan membuat perut terasa kembung.

Sekilas Tentang Asma


Asma adalah suatu gejala yang ditimbulkan oleh kelainan saluran nafas yang berupa kepekaan yang meningkat terhadap rangsangan dari lingkungan sebagai pemicu. Pemicu gejala ini dapat berupa kelelahan pikiran (gangguan emosi), kelelahan jasmani, perubahan lingkungan hidup yang tidak diharapkan (cuaca, kelembaban, temperatur, asap (terutama rokok) dan bau-bauan yang merangsang), infeksi saluran nafas terutama penyakit influenza tertentu, dan reaksi alergi dari bahan yang terhirup atau dimakan. Tingkat gejala kepekaan saluran nafas ini diawali dari gejala yang ringan (berupa pilek/bersin atau batuk yang sering berulang/kambuh) sampai dengan gejala yang berat berupa serangan asma (kesulitan bernafas). Keadaan ini sebenarnya ditandai adanya latar belakang reaksi alergi. Timbulnya beberapa tingkatan gejala kepekaan yang terekam/bisa diutarakan oleh penderita biasanya diawali sejak masa kanak. Sekitar 50% gejala akan sembuh dengan sendirinya, walaupun pada suatu saat gejala ini akan muncul lagi pada tingkat gejala yang lebih berat yang sering diberi istilah asma. Sekitar 55-6-% penyakit alergi pernafasan in dapat diturunkan ke anak atau cucu dan sisanya diakibatkan karena adanya polusi lingkungan hidup yang kurang atau masih belum mendapatkan perhatian, karena itu gejala baru muncul setelah dewasa bukan karena merupakan hal yang aneh. Penyebab

Dasar permasalah pada penyakit asma terletak pada kelainan saluran nafas yang berpa proses reaksi/keradangan (akibat reaksi alergi) yang disebabkan oleh paparan bahan-bahan antara lain: Debu yang ada di dalam rumah yaitu debu yang berasal dari kasur kapuk (terutama yang sudah lama), karpet, sofa, pakaian yang disimpan lama di dalam lemari, langit-langit atap rumah, bukubuku/kertas arsip yang lama, dll. Bahan makanan terutama jenis ikan laut, susu sapi, telur, coklat, kacang-kacangan, dll. (sedang kelompok bahan makann yang mempunyai ciri yang mengiritasi a.l. pedas, dingin, bergetah, rasa manis/asam, asin, dll. bukan penyebab tapi pemicu). Lingkungan hidup antara lain bulu yang berasal dari bahan pertanian (tepung sari, jerami, rumput-rumputan, ampas tebu, dll.), bahan yang berasal dari bulu dan kotoran unggas serta binatang piaraan.

Apa Itu Hipertensi?


Secara sederhana, seseorang dikatakan menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi jika tekanan darah sistolik lebih besar daripada 140 mmHg atau tekanan diastolik lebih besar daripada 90 mmHg. Tekanan darah ideal adalah 120 mmHg untuk sistolik dan 80 mmHg untuk diastolik. Dalam banyak kasus, kedua tekanan itu mengalami kenaikan. Tekanan darah sistolik (angka atas) adalah tekanan puncak yang tercapai ketika jantung berkontraksi dan mempompakan darah keluar melalui arteri. Sementara tekanan darah diastolik (angka bawah) diambil ketika tekanan jatuh ke titik terendah saat jantung rileks dan mengisi darah kembali. Peningkatan tekanan pada hipertensi erat kaitannya dengan tidak tepatnya penyimpanan garam dan air, atau meningkatnya tekanan dari dalam tubuh pada sirkulasi pembuluh darah lembut (periferal). Meski faktor penyebabnya bermacam-macam, tapi pusatnya adalah ketidakseimbangan sistem renin-angiotensin, yang berperan penting dalam pengaturan tekanan darah. Hipertensi, yang umumnya berkembang saat umur paruh baya, lebih banyak menyerang pria dan wanita pascamenopause. Sejarah keluarga yang memiliki hipertensi mempertinggi risiko; sama seperti merokok, dislipidemia, diabetes mellitus, kegemukan, pendidikan, dan status sosioekonomi yang rendah. Anda perlu curiga menderita hipertensi jika secara konsisten tekanan darah menunjuk angka 140/90 mmHg atau lebih. Bagi mereka yang sehat (umur 18 ke atas), tabel di bawah bisa memandu apa yang harus Anda lakukan berdasarkan pemeriksaan tekanan darah awal. Rekomendasi tersebut sangat tergantung pada pembacaan tekanan darah Anda yang telah lewat, faktor risiko kardiovaskular lainnya, dan adanya penyakit lain. Konsultasi dokter jika perlu.

Rumble-Seat Stroke Is it a stroke? Stroke disease is a disorder of brain function caused by blood flow to the brain is impaired (reduced). As a result, nutrients and oxygen to the brain dbutuhkan not properly fulfilled. Cause there are two kinds of stroke, namely the existence of blockages in blood vessels (thrombus), and the presence of a ruptured blood vessel. Generally a stroke suffered by the elderly, because of the aging process causes hardening and narrowing of blood vessels (arteriosclerosis) and the presence of fats that clog arteries (atherosclerosis). But some recent cases showed an increase in cases of stroke that occurs in adolescence and childbearing age (15-40 years). In this group, stroke is the leading cause of stress, drug abuse, alcohol, heredity, and lifestyle is not healthy. Causes of stroke In the case of stroke adolescence, genetic factors (hereditary) is the major cause of stroke. Frequently encountered cases of stroke caused by blood vessels are fragile and easily broken, or the blood system disorders such as hemophilia and thalassemia diseases are passed down from parents of patients. Meanwhile, if a family member with diabetes (diabetes), hypertension (high blood pressure), and heart disease, stroke likely to be larger in other family members. The cause of stroke is a food with high levels of bad cholesterol (Low Density Lipoprotein) is very high. These evil Koleserol widely available in junk food, or fast food. In addition, other causes of stroke is a lazy habit of exercising and moving, lots of drinking alcohol, smoking, use of narcotic and addictive substances, much less rest time, and prolonged stress. Rupture of blood vessels are also often caused by high blood pressure (hypertension). Symptoms of a stroke The initial symptoms of stroke are generally dizziness, head was spinning (such as vertigo disease), then followed with a speech impairment and mouth muscles. Other symptoms are feeling tergangguanya sensor (can not feel anything, such as pinched or pricked needles) and the body feels paralyzed side, and the absence of reflex movement. Often also occur suddenly blind or blurred vision (due to the blood supply and oxygen to the eye is reduced drastically), disruption of taste in the mouth of the system and the muscles of the mouth (so often met with a wry face), paralysis of the muscles of the body, and disruption system memory and emotion. Common people can not stop crying because of paralysis of the brain controls the emotions system. It makes people act like a stroke patient psychiatric disease, but it's not. Things like this that need to be understood by the family of the patient.

The healing process There are two main healing process that must be lived with. First is the healing with medicines in hospitals. Strict control should be done to keep the bad cholesterol can be lowered and did not grow up. In addition, patients are also prohibited from eating foods that can trigger a stroke such as junk food and salt (can lead to hypertension). The healing process second is fisiotherapy, which exercises the muscles to restore muscle function and communication function to approach its former condition. Fisiotherapi Fisiotherapi conducted with instructors, and patients must adhere to the exercise performed. If this is not lived Fisiotherapi seriously, it can occur in permanent paralysis of the limbs that have experienced paralysis. Healing in patients with stroke varies widely. There can be cleared completely (100%), some are only 50% only. Healing is dependent on whether or not severe stroke, the condition of the patient's body, in obedience to the patient undergoing the healing process, perseverance and spirit of the patient to recover, as well as support and understanding from all family members of patients. Often found that stroke survivors can recover, but suffered from severe depression because their families do not want to understand and feel very disturbed by illness (such as attitudes do not accept the person's condition, the harsh treatment because the patient had to clean dirt, submit the patient to the nurse who also treats patients with a rough, and so on). This should be avoided if a family member who suffered a stroke. Benefits of Garlic Dr. Yongxiang Zhang of the University of Tokyo, Japan stated that the ability of garlic inhibit the degeneration of the brain and the immune system in animals is very impressive. That does not mean that garlic is able to restore youth or completely inhibit the aging process. But at least the benefits of garlic helps prevent aging process. In addition, according to research Memorial Sloan Kettering Cancer Center, SAMC chemicals found in garlic can inhibit cancer cell growth. By eating garlic, cancer risk can be reduced. High cholesterol levels are usually a sign of the aging process. Garlic is consumed regularly in a certain period of time can help lower cholesterol levels. Anti-cholesterol agent in garlic called ajoene help prevent blood clotting. Dr. Gilles Fillion from the Institute Pasteur in France suspect, garlic can help relieve stress, anxiety, and depression. Obviously with a softer effect. He found that garlic is beneficial to help release serotonin, a chemical that is involved in regulating a wide range of moods and behavior, including anxiety, melancholy, pain, aggression, stress, lack of sleep and memory. High levels of serotonin in the brain tends to function as a sedative to placate you, facilitate sleep, and relieve the gloom. Garlic helps normalize the serotonin system.

Nutrient Content of Red Beans

Kidney beans actually has the ability to cope with various diseases, among them capable of reducing blood vessel damage, can lower blood cholesterol levels, reduce blood sugar concentration, and reduce the risk of colon cancer and breast cancer. nutrient content in the beans are very good for the health of the human body. Dry red beans are a source of vegetable protein, complex carbohydrates, fiber, vitamins B, folasin, thiamine, calcium, phosphorus, and iron. Folasin are essential nutrients that can reduce the risk of damage to blood vessels. Kidney beans contain fats and sodium are very low, almost free of saturated fat, and free kolersterol. In addition, red beans are also a good source of fiber. In 100 grams of dried red beans, can produce 4 grams of fiber which consists of water-soluble fiber and insoluble fiber water. Water-soluble fiber can significantly lower cholesterol and blood sugar levels. To get the perfect efficacy of red beans, there are some things that need to be done in the process. After soaking, discard the soaking water red beans. Then boil the red beans in a covered pan for 3 minutes, and let stand for 2 hours so the juices settle. Replace the water bath with water boiled, and let stand overnight. The next day, red beans ready to be cooked into a delicious meal. This needs to be done to eliminate the ability of red beans to produce gas in the gut that will make the stomach feel bloated.

Brief of Asthma Asthma is a symptom caused by abnormalities of the respiratory tract in the form of heightened sensitivity to stimuli from the environment as a trigger. Trigger symptoms may include fatigue the mind (emotional distress), physical fatigue, changes in the environment which is not expected (weather, humidity, temperature, smoke (especially tobacco) and smells that stimulate), respiratory infections, especially influenza-specific illness, and allergic reactions of the material inhaled or ingested. Rate sensitivity of airway symptoms begins from mild symptoms (a runny nose / sneezing or coughing that is often recurrent / relapsed) to severe symptoms of asthma attacks (difficulty breathing). This situation is in fact characterized by a background of allergic reactions. The emergence of several levels of sensitivity of the recorded symptoms / can be expressed by the patient usually begins since childhood. Approximately 50% of symptoms will heal by itself, although at one time these symptoms will appear again at a rate more severe symptoms are often given the term asthma. About 55-6 -% of respiratory allergic diseases to be passed on to children or grandchildren and the rest resulting from environmental pollution due to less or still not getting the attention, because it's new symptoms appear as an adult rather than because it is a strange thing. Cause

Basic problems in asthma lies in the respiratory tract abnormalities who dressed the reaction / inflammation (caused by allergic reactions) caused by exposure to these materials include: Dust that is in the house of dust coming from the cotton mattress (especially long), carpets, sofas, old clothes stored in closets, ceiling roof, buku-buku/kertas old archives, etc.. Raw foods, especially species of marine fish, cow's milk, eggs, chocolate, nuts, etc.. (Being a group makann material that has characteristics that irritate al spicy, cold, sticky, sweet / sour, salty, etc.. Not the cause but the trigger). Among other environmental fur derived from agricultural material (pollen, hay, grass, bagasse, etc..), A material derived from feathers and bird droppings as well as pets. What is Hypertension? Simply put, someone said to suffer from hypertension or high blood pressure if the systolic blood pressure greater than 140 mmHg or diastolic pressure greater than 90 mmHg. Ideal blood pressure is 120 mmHg for systolic and 80 mmHg for diastolic. In many cases, the pressure was increased. Systolic blood pressure (top number) is the peak pressure is reached when the heart contracts and blood mempompakan out through the arteries. While diastolic blood pressure (bottom number) was taken when the pressure fell to its lowest point when the heart relaxes and fills the blood back. Increased pressure in hypertension is closely related to improper storage of salt and water, or increased pressure from within the body on the circulation of the blood vessels soft (peripheral). Although the causes vary, but the center is the imbalance in the renin-Angio-tensin, which plays an important role in regulating blood pressure. Hypertension, which usually develops during middle age, more common in men and postmenopausal women. Family history of hypertension increases the risk; as well as smoking, dyslipidemia, diabetes mellitus, obesity, education, and low socioeconomic status. You need to be suspicious of suffering from hypertension if blood pressure is consistently pointing to the 140/90 mmHg or more. For those who are healthy (age 18 and over), the table below can guide you what to do based on initial blood pressure checks. The recommendations are very dependent on your blood pressure readings that have been passed, other cardiovascular risk factors, and the presence of other diseases. Consulting a doctor if necessary.

Tea Health Drink


Tea is a tropical and subtropical plants that are scientifically known as Camellia Sinensis. From approximately 3000 types of tea result of intermarriage, obtained three kinds of tea outcome of the process, namely green tea, oolong tea and black tea. The way is with chop tea processing tea leaves and dried in the sun so that the chemical changes before being dried. The treatment will cause leaf color to brown and gives black tea flavor characteristics. Green tea, the oldest type of tea, especially well-liked by the people of Japan and China. Here the tea leaves have little processing, heating and drying so that only green leaf color can be maintained. Whereas oolong tea is more a kind of transition between black tea and green tea. These three types of tea each have health benefits because they contain so-called biochemical bond polyfenol, including flavonoids. Flavonoids are a group of antioxidants that are naturally present in vegetables, fruits, and beverages such as tea and wine. Subclass of polyphenols including flavonols, flavones, flavanon, anthocyanidins, catechins, and biflavan. Derivatives of catechins such as epi-cathecin (EC), Epigallo-cathecin (EGC), cathecin Epigallo-gallate (EGCG), and quercetin is commonly found in tea. EGCG and quercetin is a powerful anti-oxidant power of up to 4-5 times higher than vitamin E and C, which also are potent antioxidants. Antioxidants are known to prevent cells from damage considering each cell damage will contribute more than 50 diseases. Green tea contains EGCG, as well as black tea, says a biochemist. In a study by Dutch researchers say, consume 4-5 cups of black tea each day will reduce the risk of stroke by 70% compared with those who consumed two cups of tea a day or less. Other reports mention more of black tea consumption was associated with lower heart attack cases. John Folts, director of the Medical School, the Central Artery Thrombosis Research and Prevention, University of Wisconsin, USA to find the key properties of flavonoids in tea. Research results showed that flavonoids in black tea can inhibit the clotting of blood platelet cells thus preventing the clogging of blood vessels in hantung coronary disease and stroke. Another study mentioned that fanatical tea drinkers had higher levels of cholesterol and low blood pressure, although it remains unclear whether these things were directly caused by the tea. Researchers at Case Western Reserve University, Cleveland, USA to find the effect of the use of green tea on the skin up to 90%. It turned out that tea is very effective in protecting the skin from the sun can cause skin cancer. Tea also contains fluoride which is known to strengthen tooth enamel and helps prevent tooth decay. In a laboratory study in Japan, the experts found that tea helps prevent formation of dental plaque and kill bacteria cause inflammation of the gums. Research in Japan showed that pendudukanya tea producing region known as fanatic tea drinker,

very low mortality rate due to cancer. Another study, carried out cooperation between research teams Oguni and cancer research center in Beijing to study the effects of green tea extract on mice that had been given food rations carcinogenic (cancer-triggering substances). Reportedly, the average rate of cancer in mice that received green tea extract half of the mice who did not obtain a green tea extract. The researchers believe that the polyphenols known as cathecin found in green tea, helps the body fight cancer cells. Another study conducted by Dr Oguni and. Masami Yamada of Hamamatsu Medical Center found cathecin Helicobator kills pylori, the bacteria trigger stomach cancer.