Anda di halaman 1dari 3

FAJAR SHIDIQ 109083000043/ HI 5 B Politik Islam Global

A World Without Islam


By Graham E. Fuller Dalam membahas fenomena perpolitikan dunia tentunya tidak dapat terlepas dari adanya unsur unsur seperti agama, kebudayaan dan peradaban dunia. Dalam hal ini islam memainkan peranan yang cukup penting dalam peta perpolitikan dunia. Namun apabila kita bayangkan peta perpolitikan dunia tanpa adanya Islam, gemoni sentralitas berita dunia sehari hari. Isu tentang islam sendiri sampai saat ini masih dipengaruhi oleh isu isu seperti terorisme, serangan bunuh diri, pemboman mobil, okupasi militer, perjuangan resistensi, kerusuhan, fatwa, jihad, gerilya perang pengancaman video, dan peristiwa 11 September itu sendiri. Islam sendiri tampaknya menawarkan sebuah instrumen pengkajian yang lebih luas dan dalam agar kita dapat memahami dunia yang sedang memanas saat ini. Tanpa Islam, konflik konflik yang ada di Timur Tengah tetap akan kompleks dan sarat dengan intrik intrik politik serta persaingan. Suku-suku atau ras yang mendominasi seperti seperti Turki,Arab, Kurdi, Persia Yahudi, dan bahkan Barbar sekalipun akan tetap mendominasi peta politik di timur tebgah. karena hal ini merupakan karateristik sosial yang mendasar di dalam masyarakat timur tengah yang memang bersifat keras, tempramental dan radikal. Perebutan antara kekuasaan, wilayah dan perdagangan masih kerap terjadi. Bahkan, sebenarnya sejak awal dari daerah Timur Tengah yang luas tersebut, Islam telah membentuk norma-norma budaya dan preferensi, bahkan politik bagi pengikutnya. Dengan demikian, hal ini menggambarkan bahwa eksistensi Islam telah memberikan pengaruh yang besar terhadap kemajuan wilayah Timur Tengah dan hubungannya dengan negara-negara Barat. Lebih jauh, keberadaan Islam sampai saat ini telah melahirkan sebuah dampak global untuk seluruh peradaban dunia. Kebanyakan isu-isu internasional emosional saat ini, merupakan hal yang penting untuk memahami krisis ini. 1

Perjuangan kelompok-kelompok etnis dominan yang ada di Timur tengah membuat wilayah Timur Tengah semakin kompleks. Perjuangan ini, yang menyangkut kekuasaan, wilayah, pengaruh dan perdagangan telah ada jauh sebelum Islam datang. Sebagai kekuatan budaya dan moral, Islam telah membantu untuk menjembatani perbedaan etnis antara beragam masyarakat Islam, dan mendorong mereka untuk merasa sebagai bagian dari suatu proyek peradaban Muslim yang luas. Bahkan atas pengaruh Islam itu sendiri, maka Islam telah menjadi identitas dan pemersatu antara bangsabangsa di Timur Tengah hingga di luar kawasan Timur Tengah. Islam dipahami sebagai suatu agama universal global. Oleh karena itu, Islam telah berhasil menciptakan suatu peradaban yang luas yang membagi banyak prinsip prinsip umum filsafat, seni, dan masyarakat, yang merupakan suatu visi dari kehidupan bermoral. Kehidupan yang teratur dengan nilai-nilai Islam di dalamnya masih mewarnai interaksi masyarakat hingga saat ini. Jika pada kenyataannya Islam tidak pernah muncul, maka sebagian Timur Tengah mungkin akan tetap didominasi Kristen dengan berbagai sektenya sebagaimana yang telah ada sejak kemunculan Islam pertama kali di Timur Tengah. Akan tetapi, Islam terpengaruh oleh geografi politis. Jika tidak ada Islam, negara negara Islam yang berada di Asia Selatan dan Asia Tenggara, terutama Pakistan, Bangladesh, Malaysia, dan Indonesia. Negara-negara tersebut akan terpengaruh oleh dominasi agama Hindu sehingga terklasifikasi menjadi negara Hindu. Tanpa disadari, peradaban Islam telah menyediakan suatu ide umum dimana semua umat Islam dapat berperan dan selalu siap dengan semangat jihadnya dalam setiap perlawanan terhadap agresi Barat. Ditambah lagi dengan banyaknya negara Eropa yang telah mampu menguasai dan menaklukkan berbagai negara Afrika, Asia, dan Amerika Latin yang kemudian jatuh satu persatu di bawah kekuasaan Barat. Keadaan seperti ini terus dilancarkan Barat ketika perang dingin, dimana masing-masing negara besar menyebarkan pengaruhnya sebagai bentuk legitimasi kekuasaannya. Imperialisme Barat akan menemukan cara untuk membagi, menaklukkan, dan mendominasi daerah Timur Tengah dan Asia dengan lebih mudah jika Islam tidak membendungnya. Suatu 2

memori budaya atas pengalaman kekalahan Barat oleh Islam menjadi pendorong Barat dalam menciptakan suatu kebudayaan yang kuat yang mampu mengalahkan peradaban Islam. Dapat dikatakan saat Islam telah didominasi oleh kebudayaan Barat sehingga terkesan membatasi gerak Islam. Dominasi yang terjadi meliputi berbagai aspek dan tempat strategis yang dimiliki oleh islam. Barat mencoba mendapatkan dan menguasai sumber kehidupan yang dimiliki oleh islam. Amerika sendiri terus menerus mencoba melakukan loby loby dan taktik untuk dapat menguasai Timur Tengah dapat dikatakan sebagai jantung dari islam the heart of islam. Semua itu demi mencapai suatu tujuan yakni mengusai Islam dan membuat islam takluk pada barat. Akan tetapi hal tersebut tidak akan semudah membalikan tangan. Terdapat kekuatan yang mengakar didalam diri para muslimin atau umat islam untuk dapat terus memegang teguh prinsip priniip keislaman dan sikap anti barat. Amerika sendiri menyadari hal tersebut. Dari sini dapat kita simpulkan apabila eksisitensi dunia ini tanpa adanya agama atau peradaban islam merupakan sebuah hal yang kurang berdampak apa-apa melihat perkembangan dan pengaruhnya di Timur Tengah dan di dunia saat ini. Menurut saya melihat dunia tanpa islam atupun tidak dunia ini kan tetap diwarnai konflik. Karena perasaan ingin menang dan mendominasi itu pasti di miliki setiap manusia. Itu merupakan naluri sebagai seorang manusia untuk terus bertahan hidup. Para pemikir barat malah berargumen bahwa duni akan islam akan menjadi lebih buruk lagi. Karena tidak dapat dipungkiri kejayaan barat sekarangpun merupakan hasil dari fikiran para pemikir islam. Barat telah mendapatkan transfer ilmu dari adanya peperangan atau konflik di masal lampau antara barat dan islam. Perang salib merupakan titik awal bagi barat untuk menemukan kejayaanya. Dan itu merupakan realita sejarah yang tidak dapat disangkal keberadaanaya.