Anda di halaman 1dari 5

PERGERAKAN SUMBER DAYA INTERNASIONAL DAN PERUSAHAAN MULTINASIONAL Pendahuluan Sampai sekian jauh kita baru membahas perdagangan

komoditi, dan di sepanjang pembahasan itu kita berpegang asumsi bahwa tidak ada pergerakan atau perpindahan sumbersumber daya antarnegara. Namun dalam kenyataannya, berbagai sumber daya atau factor produksi, mulai dari modal, tenaga kerja, dan tekhnologi, senantiasa bergerak dan perpindahpindah, melewati sampai batas wilayah antarnegara. Dalam beberapa hal, perdagangan Internasional dan pergerakan sumber-sumber daya produktif tersebut sesungguhnya dapat dipandang sebagai substitusi-substitusi, dimana yang satu dapat menggantikan atau mendukung yang lain. Motif Motif Arus Modal Internasioanal Dampak-dampak yang ditimbulkan oleh pergerakan modal, tenaga kerja, dan teknologi internasional. Dalam hal tertentu, pergerakan factor-faktor produksi tersebut bisa menjadi pengganti arus perdagangan komoditi internasional. Pergerkan antarnegara bisa diklasifikasikan menjadi 2 kategori besar, yakni Investasi portofolio dan investasi langsung. Ada pun investasi portofolio adalah jual beli surat-surat berharga seperti saham an obligasi antara penduduk dari satu Negara dengan penduduk Negara lain ( perusahaan juga dikategorikan sebagai penduduk ). Biasanya, transaksi tersebut melalui bank atau lembagalembaga keuangan. Ada pun penanaman modal asing secara langsung adalah investasi dalam bentuk fasilitas produksi secara riil seperti pabrik, peralatan produksi, mesin-msin, perkakas kantor, dan berbagai barang modal lainnya yang di perlakukan untuk menyelanggarakan kegiatankegiatan produksi secara nyata. Penanaman modal asing secara langsung ini biasanya juga disertai dengan transfer manajemen agar pihak investor dapat mempertahankan control atau penguasaanya terhadap fasilitas-fasilitas produksi di Negara lain yang dibiayainya itu. Actor utama dalam penanaman modal asing secara langsung ini adalah perusahaan-perusahaan Multinasional. Total kepemilikan surat berharga asing oleh pihak swasta Amerika Serikat dan penananman modal secara langsung yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan Amerika

Serikat ke Negara-negara lain terus meningkat secara tajam, yakni dari 16,1 miliar dolar pada tahun 1950 menjadi 814,1 miliar dolar pada tahun 1992 ( 60 peren di antaranya adalah penanaman modal secara langsung ). Pada periode yang sama nilai surat berharga Amerika Serikat yang dimiliki oleh pihak asing dan penanaman modal secara lanfgsung dari Negara lain ke Amerika Serikat juga meningkat dari 6,3 miliar dolar menjadi 1.036,8 miliar dolar ( 419,5 miliar dolar di antara nya merupakan penanaman modal asing secara langsung ). Dari seluruh penanaman modal asing secara langsung yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat, 14 persen diantaranya tercurah ke Kanada, 14 persen ke Negara-negara di Eropa, 18 persen ke Negara-negara di Amerika Latin, 5 persen ke Jepang, dan 13 sisanya ke kawasan atau Negara-negara lain. Dari seluruh penanaman modal asing secara langsung ke Amerika Serikat pada tahun 1992 itu, 11 persen diantaranya tercurah ke sector perminyakan, 38 persen ke sector manufaktur, dan 51 persen sector ke sector-sektor lainnya (sebagaian besar adalah sector jasa). Di lain pihak, dari seluruh penanaman modal asing ke Amerika Serikat, 9 persen diantaranya tertuang k sector perminyakan, 38 persen sector manufaktur, dan 52 persen ke sector lain. Motif-motif Bagi Berlangsungnya Investasi Protofolio Internasional Motif utama investasi portofolio Internasional adalah memaksimalkan tingkat keuntungan dan mendiversifikasikan atau meminimalkan risiko. Diversifikasi risiko itulah yang merupakan penjelasan atas terjadinya pergerakan modal Internasional secara dua arah. Namun untuk kasus penanaman modal secara langsung, kita masih memerlukan penjelasan tambahan. Ada pun factor-faktor yang bisa dikemukakan sebagai penjelasan adalah : a) Penanaman modal asing secara langsung acapkali terjadi dalam rangka mengeksploitasikan keterampilan produksi yang bersifat unik atau kecakapan manajerial yang hanya terdapat di Negara-negara tertentu (Intregasi Horizontal). b) Investasi itu juga dilakukan untuk memperoleh kendali atau jaminan pasokan bahan-bahan mentah dari Negara lain, atau menciptakan pasar-pasar baru yang seluas mungkin (inilah Integrasi vertical). c) Investasi juga acapkali dilakukan untuk menghindari tarif impor atau berbagai bentuk hambatan perdagangan lainnya, serta untuk memanfaatkan subsidi produksi yang disediakan oleh sejumlah Negara.

d) Investasi asing juga sering kali dilakukan oleh suatu perusahaan dalam rangka menembus pasar-pasar yang bersifat oligopolistic yang terdapat di Negara-negara lain.
e) Penanaman modal asing secara langsung merupakan instrument yang acapkali

dimanfaatkan oleh perusahaan Multinasional untuk meredam penigkatan kompetisi di masa-masa mendatang. Artinya, perusahaan multinasional tersebut sengaja membeli atau mengambil alih perusahaan-perusahaan lokal tertentu yang diperkirakan dapat tumbuh pesat sehingga di masa mendatang akan menjadi pesainya yang tangguh. f) Investasi secara langsung ke berbagai Negara yang bersifat dua arah itu ada kalanya terjadi semata-mata suatu perusahaan multinasional memanfaatkan kemudahan untuk memanfaatkan sumber pendanaan atau pembiayaan yang ada. Dampak-dampak Kesejahteraan dari Arus Modal Internasional Transfer modal Internasional dapat meningkatkan pendapatan nasional, baik itu bagi Negara sumber atau asal dana maupun Negara penerimaan dana. Namun dengan terjadinya transfer modal antarnegara tersebut, kontribusi modal di Negara sumber nvestasi bagi pendapatan nasionalnya akan berkurang sedangkan kontribusi factor produksi lainya (misalnya tenaga kerja) akan meningkat. Hal yangsebaliknya akan terjadi di Negara tuan rumah atau penerima investasi tersebut. Dengan demikian, tingkat employment atau pengerahan sumber daya di Negara sumber investasi cenderung menurun, sedangkan di Negara penerima cenderung mengalami peningkatan. Dalam jangka pendek, neraca pembayaran Negara sumber investasi akan memburuk, namun sebaliknya neraca pembeyaran Negara penerima investasi akan membaik. Selanjutnya dalam jangka panjang, dampakdampak neraca pembayaran yang di timbulkan oleh investasi tersebut, baik bagi Negara sumber maupun Negara penerima investasi, tidak bisa dipastikan begitu saja karena banyak factor lain yang mempengaruhinya. Arus keluar modal dari Negara-negara yang tingkat pajak perusahaannya tinggi cenderung lebih besar, dan pada akhirnya pemerintah di Negara itu akan mengalami penurunan pendapatan pajak. Penanaman modal asing tersebut juga mempengaruhi nilai tukar perdagangan dari Negara-negara yang terlibat. Perusahaan Multinasional

Dewasa ini perusahaan-perusahaan multinasional terus tumbuh dan tampil sebagai salah satu factor ekonomi yang penting, khususnya dalam kegiatan-kegiatan investasi Internasional. Alasan dasar keberadaan perusahaan multinasional itu adalah adanya potensi keunggulan kompetitif yang sangat tinggi dari terbentuknya jaringan produksi dan distribusi global. Sebuah perusahaan yang mampu memiliki jaringan seperti itu akan menguasai keunggulan kompetitif yang memungkinkan nya berkembang lebih cepat dan lebih baik dari pada perusahaan-perusahaan lain. Meskipun memberikan keuntungan-keuntungan tertentu, keberadaan perusahaan-perusahaan multinasional itu juga memunculkan sebuah masalah, bagi Negara asalnya sendiri maupun bagi Negara yang menjadi tuan rumahnya. Beberapa masalah yang ditimbulkan oleh perusahaan multinasional terhadat Negara asalnya adalah hilangnya sebagian lapangan kerja domestic, risiko pudarnya superioritas teknologi Negara yang bersangkutan, berkurang nya pemasukan pajak akibat praktek pengalihan harga, serta menurunnya control pemerintah terhadap perekonomian domestic secara keseluruhan. Adapun masalah-masalah yang ditimbulkan terhadap Negara-negara tuan rumah antara lain adalah berkurangnya kedaulatan Negara yang bersangkutan dalam mengelola perekonomian nasionalnya, masuknya teknologi yang kurang sesuai, pemasukan pajak yang tidak sebesar yang diharapkan, dan tersedotnya sumber daya domestic ke Negara-negara lain. Sehubungan dengan begitu banyak nya masalah masalah yang ditimbulkannya, maka pemerintah di banyak Negara membatasi operasi perusahaan-perusahaan multinasional dengan menerapkan berbagai peraturan yang diharapkan dapat meminimalkan dampak-dampak negative nya serta meningkatkan potensi-potensi positifnya. Motif motif Migrasi Tenaga Kerja Internasional Arus migarsi tenaga kerja internasional bertolak dari alas an-alasan ekonomis maupun nonekonomis. Seandainya motifnya bersikap ekonomis murni, maka hal itu dapat dievaluasi berdasarkan analisis biaya dan manfaat, sama halnya dengan analisis yang digunakan untuk menelaahinvestasi sumberdaya manusia dan sumber daya fisik lainnya. Terjadi migrasi pekerja internasional itu cenderung menurunkan output dan meningkatkan tingkat upah riil di Negara asalnya, dan dalam waktu bersamaan akan meningkatkan total output dan menurunkan tingkat upah riil di Negara penerima. Secara keseluruhan, migrasi tersebut akan meningkatkan output dunia. Migrasi tenaga kerja terdidik dan berpendidikan tinggi akan membuahkan manfaat yang cukup besar bagi Negara penerima, namun dalam waktu bersamaan akan sangat merugikan Negara asalnya. Bagi Negara asal, berbagai biaya yang

telah dikeluarkan untuk mendidik merekan hilang begitu saja. Masalah inilah yang disebut braindrain.