Eksaserbasi/serangan asma • Episode peningkatan sesak napas, batuk, mengi (wheezing),dada terasa berat, atau kombinasi

gejala-gejala tersebut secara cepat dan progresif Ditandai dengan penurunan aliran udara ekspirasi, dinilai dari arus puncak ekspirasi (APE) atau volume ekspirasi paksa detik pertama (VEP-1)

FAKTOR RISIKO UNTUK EKSASERBASI AKUT ASMA  Alergen  Infeksi saluran napas  Exercise dan hiperventilasi  Cuaca  Sulfur dioksida  Makanan, bumbu, obat-obatan TUJUAN PENATALAKSANAAN PADA EKSASERBASI AKUT  Menghilangkan obstruksi secepat mungkin  Menghilangkan hipoksemi  Mengembalikan faal paru ke normal secepat mungkin  Mencegah kekambuhan

Penatalaksanaan  Pencegahan lebih baik daripada pengobatan  Pengobatan serangan asma sedini mungkin Di rumah Di rumah sakit : - Ruang gawat darurat (IGD) - Ruang rawat inap - Ruang perawatan intensif (ICU)

sesak. sampai 3 x setiap 20 menit atau nebulizer sekali Respons baik Eksaserbasi ringan • APE >80% prediksi/nilai terbaik • Tidak ada mengi/sesak • Respons terhadap agonis  2 bertahan > 4 jam • Agonis  2 dapat dilanjutkan setiap 3-4 jam selama 24-48 jam • Penderita yang sedang menggunakan kortikosteroid hirup. Derajat batuk. Catat tanda & gejala. mengi. hubungi dokter & segera pergi ke gawat darurat Hubungi dokter untuk instruksi lebih lanjut Hubungi dokter segera (hari ini) untuk instruksi lebih lanjut Rujuk ke ruang gawat darurat Penatalaksanaan eksaserbasi di rumah sakit • • Eksaserbasi berat asma merupakan kegawatdaruratan medis yang mengancam jiwa Penanganan harus cekatan dan paling aman jika dilakukan di rumah sakit . & rasa tertekan di dada tidak akurat untuk menilai derajat beratnya serangan asma. Penggunaan otot bantu napas & retraksi suprasternal menunjukkan serangan asma berat Pengobatan awal Hirup agonis beta 2 aksi pendek 2-4 semprot.Penatalaksanaan eksaserbasi di Rumah Penilaian beratnya serangan asma Ukur APE : nilai  50% prediksi/nilai terbaik menunjukkan asma akut berat. dosis didobel untuk 710 hari Respons tidak lengkap Eksaserbasi sedang • APE 50-80% prediksi/nilai terbaik • Mengi dan sesak napas menetap • Tambahkan kortikosteroid oral • Lanjutkan agonis  2 Respons buruk Obstruksi berat • APE < 50% prediksi/nilai terbaik • Mengi dan sesak napas sangat menonjol • Tambahkan kortikosteroid oral • Ulangi agonis  2 segera Jika serangan sangat berat / tidak responsif.

risiko tinggi • Pem. penggunaan otot bantu napas • Inhalasi agonis  2 setiap 60 menit • Pertimbangkan kortikosteroid • Lanjutkan pengobatan 1-3 jam. penyakit. napas. & bingung • APE <30% • PCO2 >45 mmHg PO2 <60 mmHg . penggunaan otot bantu napas. mengantuk. risiko tinggi • Pem. 1 dosis setiap 20 menit selama 1 jam • Oksigen untuk mencapai saturasi O2  90% (95% pada anak-anak) • Kortikosteroid sistemik jika tidak ada respons segera/jika akhir-akhir ini mendapat steroid peroral atau jika serangan asmanya berat • Sedasi merupakan kontraindikasi pada penanganan serangan akut/eksaserbasi Penilaian ulang : tanda-tanda fisik.fisik : gejala asma sedang. dg nebulisasi.Penatalaksanaan Eksaserbasi di Rumah Sakit Penilaian awal (sesuai derajat berat/ringannya serangan asma) Riw. & pemeriksaan lain yang diperlukan Tingkat Sedang • APE 60-80% dari nilai prediksi/terbaik • Pem. pemeriksaan fisik. saturasi O2. sepanjang ada perbaikan Tingkat Berat • APE < 60% dari nilai prediksi/terbaik • PF: Gej. fisik gejala asma berat. APE. frek. AGD pada pasien berat & pemeriksaan lain jika ada indikasi Terapi awal • Inhalasi agonis  2 aksi singkat. saturasi O2. fisik gejala asma ringan/sedang • APE >50% tetapi <70% • Saturasi O2 tidak membaik Respons buruk dalam 1 jam • Riw. istirahat ada retraksi dada • Riw. asma berat. risiko tinggi. atau IV Respons baik • Respons menetap 60 menit sesudah t/ terakhir • Pem. fisik normal • APE > 70% • Tidak ada distres Saturasi O2 >90% (anak 95% Respons tidak lengkap 1-2 jam • Riw. APE atau VEP1. nadi. frek. IM. Kortikosteroid sistemik • Pertimbangkan agonis  2 SK. tak ada perbaikan stl t/ awal • Inhalasi agonis  2 tiap 60 menit atau kontinyu  inhalasi antikolinergik • Oksigen.

teofilin Rawat ICU : • Inhalasi agonis  2  inhalasi antikolinergik • Kortikosteroid IV • Pertimbangkan agonis  2 SK. saturasi O2. IM atau IV • Oksigen • Pertimbangkan aminofilin IV Mungkin perlu intubasi & ventilasi meka Dipulangkan jika APE >70% & menetap dalam pengobatan peroral/inhalasi Perbaikan Tidak ada perbaikan Masuk ICU jika tidak ada perbaikan dalam 6-12 jam . nadi.Rawat jalan : • Agonis  2 inhalasi • Pertimbangkan kortikosteroid oral (pada kebanyakan pasien) • Pendidikan pasien • Minum obat secara benar • Tinjau rencana kerja • Tindak lanjut pengobatan secara tepat Rawat inap (bangsal): • Inhalasi agonis  2  inhalasi antikolinergik • Kortikosteroid sistemik • Oksigen • Pertimbangkan aminofilin IV Pantau APE.

5-5mg.5mg/mL 2. pusing hiperglemia.hipokalemia. Secara umum pada inhalasi efek samping sistematikanya lebih sedikit. fenoterol 100mcg-100mcg) setiap 20 menit untuk 3 dosis. lalu setiap 1-4 jam diperlukan Takikardi. terutama reaksi kardiovaskuler pada usia tua.25mg setiap 20 menit untuk 3 dosis 0. lalu 1-4 jam jika diperlukan Subcutan (Systemic) Terbutalin Epinefrine 1mg/mL 1:1000(1mg/mL) 0. peningkatan asam laktat.5mg/mL. Obat-obat asma pada eksaserbasi akut Nama Obat 2 Agonis MDI=IDT+Spacer Salbutamol Terbutalin Fenoterol Procaterol Dosis Kemasan Dosis Pemberian Efek Samping 100mg/puff 250mg/puff 100mg/puff 10mg/puff 2-8 puff setiap 20 menit sampai 1 jam.5 mg setiap 20 menit Hipoksik lebih besar .3-0.Tabel . khususnya yang sudah mempunyai penyakit kardiovaskuler Nebulizer/I nhalasi Salbutamol Terbutalin Fenoterol 2.5mg-5mg.5 mg/mL 100 mcg/mL 1-2 mL (Salbutamol 2. tremor otot seketal. terbutalin 2.

4. peningkatan nafsu makan.25-0. terutama yang memerlukan perawatan . dan hipotensi Penggunaan jangka pendek: gangguan metabolisme glukosa yang reversible.8. mempunyai kemungkinan rawat jalan jika dapat difollow-up secara memadai dan pasien dijamin patuh dengan anjuran yang diberikan Kriteria rawat inap (bangsal) • • • Respons tidak adekuat setelah 1-2 jam pengobatan Obstruksi berat menetap (APE < 40% nilai prediksi/nilai terbaik) Riwayat serangan asma berat. penambahan berat badan.0mg/kgBB setiap 4jam Hidrokortison Vial:100mg/2mL Kriteria rawat jalan dari IGD • • Pasien dengan APE atau VEP-1 > 60% Pasien dengan APE atau VEP-1 40-60%.aritmia. hipertensi. retensi cairan. pepticuler 24mg/mL Kortikosteroid Methylprednisolone Tablet:2.16. perubahan modd.25mg/mL Methylxanthine Intravena Aminofilin 0.Nama Obat Antikolinergik *MDI=IDT+Spacer Ipratropium Bromide Nebulizer/ * Inhalasi Ipratopium Dosis Kemasan Dosis Pemberian Efek Samping Mulut kering dan rasa kering 20mcg/puff 2-8 puff jika diperlukan 0.32 mg vial:125mg/2mL Tablet:40-60mg/hari Intravena:40-125mg setiap 6-8jam Intravena:2.9mg/kg BB/jam 5-6 mg/kg BB(bolus) Aminofilin tidak dianjurkan untuk serangan asma karena efek sampingnya antara lain:iritasi gastrointestirial.5-0.5mg setiap 30 menit untuk 3 dosis lalu 2-4 jam bila diperlukan 0.

• • • Adanya faktor-faktor risiko tinggi Gejala tetap berlangsung lama sebelum mengunjungi gawat darurat Tidak tersedianya fasilitas yang memadai dari rumah untuk mencapai rumah sakit / mendapat obat Kesulitan transportasi mencapai rumah sakit bila gejala asma memburuk • Kriteria rawat di ICU • • Asma berat dengan respons kurang baik terhadap pengobatan di IGD Terdapat gejala penurunan kesadaran atau gagal napas .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful