Anda di halaman 1dari 1

Sistem pengisian alternator yang sudah menggunakan IC built-in sebenarnya tidak jauh beda ama dinamo isi yang

masih menggunakan cut out, cuma beda sistem regulator tegangan yang sudah elektronik untuk alternator dan mekanik untuk dinamo isi cut out. Untuk alternator kumparan rotor, stator dan dioda/kiprok tetap sama, hanya beda ada tambahan 3 diode/ trio diode untuk suplay balik ke rotor koil dan lampu control. Proses kerja yakni saat kunci kontak on, maka tegangan akan mengalir ke rotor koil melalui lampu sebagai pemicu medan magnet rotor koil, begitu mesin menyala dan alternator berputar, maka medan magnet rotor coil akan menginduksi ke stator koil, sehingga stator koil akan terjadi induksi dan menghasilkan tegangan yang di searahkan oleh 6 dioda,yang posiif di arahkan ke aki(dioda positif) yang negatif di arahkan ke ground (Dioda negatif).Bersamaan dengan itu trio dioda juga menghasilkan tegangan yang langsung di umpankan untuk suplai positif rotor koil, Negatif rotor koil baru di atur oleh IC regulator untuk menyesuaikan besar arus yang di hasilkan alternator sesuai kebutuhan aki dan beban. Dengan beban besar, maka alternator akan menghasilkan arus yang besar pula, begitu juga sebaliknya,seperti contoh saat mesin habis di starter, maka pengisian alternator akan besar, dan mengecil secara otomatis setelah arus aki tercukupi. Bisa juga saat kita menyalakan lampu besar, maka kinerja alternator akan otomatis naik. Dengan adanya sistem pengisian yang otomatis ini membuat mobil anti tekor dan tidak sampai terjadi over recharge yang mengakibatkan aki cepat rusak dan air aki cepat habis