Anda di halaman 1dari 8

Analisis Sosial

Budaya carok dalam perspektif Historis dan kajian ilmiahnya

Carok dalam bahasa Kawi kuno artinya perkelahian carok adalah duel satu lawan satu, dan ada kesepakatan sebelumnya untuk melakukan duel Carok adalah sebuah pembelaan harga diri ketika diinjak-injak oleh orang lain, yang berhubungan dengan harta, tahta, dan wanita media kultural untuk menunjukkan kejantanan dengan kekerasan fisik Carok dibedakan dengan Nyeleb

lima unsur carok, yaitu tindakan atau upaya pembunuhan antar laki-laki, pelecehan harga diri terutama berkaitan dengan kehormatan perempuan (istri), perasaan malu (malo), adanya dorongan, dukungan, persetujuan sosial disertai perasaan puas, dan perasaan bangga bagi pemenangnya

Sejarah:
I , Sakera VS markasan&Manbakri II, Ken Arok Vs Tunggul Ametung dari singasari, Ken Arok = Carok

Carok dan Nilai kultural


Masyarakat Madura dikenal memiliki budaya yang khas, unik, stereotipikal, dan stigmatik. Identitas budayanya itu dianggap sebagai deskripsi dari generalisasi jati diri individual maupun komunal etnik Madura dalam berperilaku dan berkehidupan.

Kebudayaan masyarakat akan mempengaruhi pembentukan kepribadian masyarakat. Carok didasari Oleh Spiriit Angoah Pote tolang etembang pote mata (Lebih baik Mati dari pada hidup menanggung malu)

Carok sebagai bagian dari Budaya = aturan,


Adanya usaha rekonsiliasi/damai sebelum terjadinya Carok. Ritual-ritual tertentu Harus Membunuh musuh dari Depan Posisi Mayat menentukan proses selanjutnya

Peran Mahasiswa, Secara umum= Konservasi Nilai-Nilai sosio kultural sebagai Modal sosial Masyarakat Ex: Spirit carok = diarahkan sebagaimana semangat kapitalisme (Etika protestan) Versi Weber, Need Of Achievent (David McCelland.