Didik, anak laki-laki berumur 4,5 tahun, dibawa ke tempat praktek anda karena batuk-batuk dalam +10 hari

ini, kadang-kadang nafas berbunyi dan sesak. Keluhan terutama lebih hebat pada malam hari. Imunisasi yang dibutuhkan sudah dilakukan semua. Ia tinggal bersama ibu dan ayah serta seorang kakak 10 tahun dan seorang adik 2 tahun. Ayahnya merokok, kakanya mempunyai riwayat infeksi sinus paranasalis. Pada pemeriksaan fisik ditemukan wheezing halus dikedua paru, bunyi jantungnya normal. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan IgE atopi hasil (+) untuk bulu kucing ( IgE spesifik) IgE total meningkat Darah tepi eosinofilia Sputum : ditemuka eosinofil, Charcot-Leyden crystals,Cruschmann’s

Pemeriksaan Spirometri didapatkan Expiratory flow rate 65% dari normal. Setelah pemberian nebulized bronchodilator selama 10 menit kemudian expiratory flow rate meningkat menjadi 85% dari normal. Skin test Menyuntikan antigen cat dander intra-dermal memperlihatkan wheal ditengah dikelilingi oleh flare menandakan positive

Identitas pasien Nama Umur Jenis kelamin Nama Orang Tua Alamat Riwayat Penyakit Keluhan utama : Didik : 4,5 tahun : Laki-laki ::-

Riwayat perjalanan penyakit Perlu ditanyakan • • • • apakah sudah mendapat pengobatan atau belum? Apakah gejala yang terjadi bersifat mendadak? Apakah sudah pernah menderita penyakit dengan gejala serupa sebelumnya? Apakah ada demam? Riwayat Imunisasi Imunisasi yang dibutuhkan sudah dilakukan Riwayat Tumbuh Kembang Melihat data pada KMS (Kartu Menuju Sehat) Riwayat Keluarga • • Ayahnya merokok Kakak memiliki riwayat infeksi sinus paranasalis merokok.• • • Batuk-batuk dalam 10 hari ini Nafas berbunyi dan sesak  menandakan ada bronkospasme dan adanya obstruksi Terutama malam hari  terjadinya asma dipicu oleh udara dingin dan lembab. dan hygene lingkungan yang kurang baik Pemeriksaan Fisik • • Wheezing halus dikedua paru Bunyi jantung normal  diduga karena ayahnya Hasil dari Pemeriksaan di atas . Udara dingin dianggap sebagai allergen.

*Normalnya. Obstruksi Karena ada wheezing 2. Charcot-Leyden crystals. tetapi pada orang asma vasokontriksi yang terjadi akan memperparah keadaan.• • Nafas berbunyi dan sesak  menandakan ada bronkospasme dan adanya obstruksi Terutama malam hari  terjadinya asma dipicu oleh udara dingin dan lembab. Udara dingin dianggap sebagai allergen. • • • Kakak memiliki riwayat infeksi sinus paranasalis merokok. Pada spirometri : Expiratory flow rate meningkat setelah diberikan bronchodilator  ada tanda obstruksi • • • IgE atopi hasil (+) untuk bulu kucing ( IgE spesifik)  alergi bulu kucing Sputum : ditemuka eosinofil.Cruschmann’s Spirals  khas pada inflamasi alergi Skin test : wheal ditengah dikelilingi oleh flare  menandakan positive  diduga karena ayahnya Kemungkinan yang terjadi pada Didik adalah: 1. ketika kedinginan tubuh kita akan mengadakan vasokonstriksi. dan hygene lingkungan yang kurang baik Batuk-batuk dalam 10 hari ini  asap rokok memicu terjadinya alergi karena asapa rokok dapat merupakan suatu allergen. Asma Bronchiale . Alergi -karena ayah merokok (dari asap rokok) -kakaknya sinus paranasalis perlu ditanyakan juga: -apakah memelihara binatang ? -apakah ada alergi terhadapa makanan? 2.

kontraksi otot polos Leukotrin kontraksi otot polos Sitokin .meningkatkan permeabilitas PG .TNF untuk reaksi Inflamasi .vasodilatasi vasodilatasi .IL-5 memanggil eosinofil .Karena tanda utama asma adalah: -obstruksi -inflamasi  karena ada hipersensitifitas Mekanisme peningkatan kadar IgE pada pasien dengan gejala alergi (Imunopatologi asma bronchiale) Antigen mikroba ↓ Naïve CD4+ T cell berproliferasi dan diferensiasi ↓ Th2 IL-13 & IL4 ↓ Merangsang B cell ↓ ↓ Sel B memori sel B efektor Antibody IgM Switching IgE Melekat pada reseptor mast cell Pada paparan yang kedua: mast cell berdegranulasi IL-5 ↓ eosinofil ↓ inflamasi Histamine .IL-4 merangsang B sel memproduksi IgE .

Sesudah diberikan bronkodilator volume ekspirasi paksa meningkat • • Tes Alergi (uji kulit/patch tes) Cek darah dan sputum Biasanya ditemukan eosinofil di lendir . karena pajanan berulang.Pada alergi. sel B yang teraktivasi oleh IL-4 terus mengeluarkan IgE sehingga kadar IgE pada pasien meninggi. karena adanya peningkatan permeabilitas. dan kontraksi otot polos. terutama pada malam hari Ada penyakit alergi Ada factor pencetus Ada wheezing Ekspirasi memanjang Pada auskultasi: ada ronchi halus Pernafasannya cepat. wheezing. dan tidak dalam Pada inspeksi ada gerakan paradoks thorakoabdominal Adanya hiperinflasi dada Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Penunjang • Tes Spirometri (pada klinik) Setelah dan sebelum diberikan bronkodilator. vasodilatasi. Selain itu. maka pada reaksi alergi terjadi : tissue oedema mucus secretion Yang perlu ditemukan untuk menegakkan asma bronchiale: Anamnesis • • • • • • • • • • Riwayat kelurga  ada penyakit atopi Ada keluhan : batuk.bandingkan volume ekspirasi paksa. pendek.

pemphigus vulgaris Alergi Urtikaria Keganasan : leukemia Setelah melakukan radiasi Penyakit jantung bawaan Dasar imunologi skin test (+) Allergen digoreskan pada kulit  allergen menstimulasi IgE untuk menempel pada reseptor di sel mast  sel mast teraktivasi mengeluarkan : 1.vasodilatasi . Leukotrien : kontraksi otot polos 4.• X-ray Untuk menyingkirkan Diagnosis Diferensial yang lain Pada asma : X-ray normal Melihat hasil pemeriksaan di atas kelompok kami menyimpulkan jika Didik menderita asma bronchiale karena ditemukan : Eosinofilia pada pemeriksaan darah dan sputum Riwayat keluarga : kakak sinus paranasalis dan ayah merokok Pada spirometri : Expiratory flow rate meningkat setelah diberika bronchodilator Skin test yang positif * Selain pada asma bronchiale. Prostaglandin : vasodilatasi 3. sitokin-sitokin .meningkatkan permeabilitas pembuluh darah . eosinofilia pada darah tepi dikaitkan dengan keadaaan : Cacingan Penyakit kulit kronis : dermatitis.kontraksi otot polos 2. histamine : .

Pembagian Asma Ekstrinsisk 1 2 Allergic Reaksi imunologis (rx antigen-antibodi) * tes alergi + 3 * IgE + Ada tanda-tanda alergi • • 4 Wheezing Dermatitis atopik Intrinsik Non-allergic Idiopatik (tidak tahu reaksinya) *IgE Tidak ada tanda-tanda alergi • • Tidak ada riwayat alergi Ada wheezing • Rhinitis Timbul pada anak-anak • Dermatitis dan rhinitis tidak ada Timbul pada orang dewasa Diagnosis Diferensial untuk Asma Bronchiale: 1. Bronchitis kronik -pada tes sputum/ darah tidak ditemukan eosinofil yang meninggi.adanya cardiomegali dan edema paru pada x-ray 3.TNF untuk reaksi inflamasi Karena adanya vasodilatasi..IL-4 merangsang B sel memproduksi IgE . flare dan wheal. Emboli paru • • • Ada ronchi basah Keringat dingin Kejang .IL-5 memanggil eosinofil . permeabilitas pembuluh darah meningkat. kontraksi otot polos. yang meningkat adalah neutrofil 2. Gagal jantung kiri akut . makrofag dan sel radang maka timbul bilur ( edema dan bengkak ) merah.

mengenali dan mengurangi terpapar allergen 3. Flu dengan wheezing : asmatic bronchitis Pendekatan terapeutik pasien ini: Non medikamentosa: 1. bronchodilator: fosfodiesterase 2. menjaga hygiene Farmakologi: 1. mengatasi inflamasi: kortikosteroid . Emfisema paru • • • • • • • Sesak nafas tetapi jarang disertai batuk dan mengi Bunyi paru – Suara nafas lemah Pada perkusi : hipersonor Barrelchest Disebabkan oleh virus Gejala asma 5. edukasi pasien atau keluarga 2.• • • • • Takikardi Gagal jantung kanan Pleural friction Hipertensi Ada riwayat imobilisasi (pada orang yang tidur lama) 4.

008 030.019 030.06.05.120 030.083 030.312 030.06.06.Fauzi Moc.06.109 030.KELOMPOK 3 Astried Maydhita Putri Intan Soraya Adisresti Diwyascitta Aldiza Rena P Annisa Angela Bathari P Dessyta Sukma Diana Yulianti Eva Maulina Fransisca Stefanie Hasan Ali Al-Habsy Ike Yurissa Kellina Rizkitania Luh Ika Pramitha Hidayah Hayati Moch.06.043 030.302 030.06.322 .097 030.06.041 030.06.030 030.06.06.060 030.06.06.06.118 030.070 030.06.Fikri 030.136 030.05.06.146 030.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful