Anda di halaman 1dari 16

ARTHROPODA Berdasarkan cirri-ciri yang dimiliki, Arthropoda dikelompokkan menjadi 4 yaitu : Kelas Crustecea (golongan udang) Kelas Arachnida

nida (golongan kalajengking dan laba-laba) Kelas Myriapoda (golongan luwing) Kelas Insecta (serangga)

INSECTA (serangga) Dibagi beberapa golongan yaitu : 1. Serangga penular penyakit (vector, hospes intermedier) 2. Serangga sendiri yang menyebabkan penyakit (berparasit) 3. Serangga mengeluarkan toksin menyebabkan toksisitas 4. Serangga menyebabkan alergi 5. Serangga yang menyebabkan rasa jijik dan takut (entomofobia) Cara penularan penyakit oleh insekta ini dapat secara mekanik yaitu terbawa pada bagian luar tubuh insekta (misalnya kaki atau badan). Sedangkan penularan secara biologic dilakukan setelah serangga menghisap agen penyakit dari tubuh hospes masuk kedalam tubuh serangga. Penularan biologic ada dua bentuk yaitu : 1. Agen penyakit dapat memperbanyak diri dalam tubuh serangga disebut siklikopropagative(Plasmodium, Trypanosoma) 2. Agen penyakit hanya berubah menjadi larva infentif dalam tubuh serangga disebut siklikoevelopmental (wucheria, onchocerca) Salah satu contoh dari parasit adalah kutu. Kutu adalah ektoparasit yang kecil, tidak bersayap, dari unggas dan mamalia. Serangga ini sering kali dibagi menjadi dua ordo yang terpisah yaitu Mallophaga (kutu pengigit) dan Anoplura (kutu penghisap). Sub ordo Anoplura mengandung beberapa jenis sebagai parasit pada hewan-hewan peliharaan dan dua jenis yang menyerang

manusia. Serangga-serangga ini adalah ektoparasit yang mengganggu, dan beberapa vektor penyakit yang penting. Banyak kutu pengigit (sub family amblycera dan ishnocera) adalah hama hewan-hewan peliharaan, terutama unggas. Kutu-kutu ini menyebabkan iritasi yang menyakitkan, dan hewan- hewan yang terinfestasi kesehatan dan berat badannya menurun. Kutu yang berbeda jenis menyerang tipe-tipe unggas dan mamalia peliharaan yang berbeda, dan tiap-tiap jenis biasanya menginfestasi suatu bagian tubuh induk semang. Tidak satupun kutu penggigit dikenal menyerang manusia.

ORDO PHTHIRAPTERA (TRUE LICE)

Ordo Phthiraptera ini dibagi ke dalam dua sub ordo penting, yaitu Anoplura (kutu penghisapt) dan Mallophaga (kutu penggigit). Kutu atau tuma adalah nama yang diberikan pada serangga parasit. Kutu merupakan serangga yang berukuran kecil, yaitu berukuran mulai dari 1mm10 mm, mengalami metamorfosis bertahap/tidak sempurna (hemimetabola), tipe mulut untuk menusuk, menghisap, atau mengunyah dan tidak bersayap. Anggota dari spesies ordo ini ditemukan sebagai parasit pada manusia dan hewan. Hemimetabola yaitu serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna. Dalam daur hidupnya Hemimetabola serangga mengalami tahapan perkembangan sebagai berikut: 1. Telur 2. Nympha, ialah serangga muda yang mempunyai sifat dan bentuk sama dengan dewasanya. Dalam fase ini serangga muda mengalami pergantian kulit. 3. Imago (dewasa), ialah fase yang ditandai telah berkembangnya semua organ tubuh dengan baik, termasuk alat perkembangbiakan.

Sub Ordo: Anoplura (tuma/kutu)

Dalam ordo ini yang paling penting dalam bidang medis adalah spesies Pediculus humanus dan Phthirus pubis, dimana P. humanus lebih penting. Anoplura memakan darah induksemang mereka. Bagian-bagian mulut kutu penghisap terdiri dari 3 stilet penusuk yang secara normal ditarik masuk kedalam satu kantung stilet didalam kepala. Bagian-bagian mulut sangat khusus dan sulit untuk menghomologkan dengan serangga-serangga penghisap lainnya. Terdapat satu rostrum yang pendek pada ujung anterior kepala dari tempat itu tiga stilet penusuk dijulurkan. Rostrum tersebut dapat disembulkan dan dilengkapi di bagian dalam oleh geligi kecil yang melengkung. Stilet-stilet tersebut kira-kira sama panjangnya dengan kepala, dan bila tidak dipakai ditari ke dalam satu struktur seperti kantung yang panjang yang terletek di bawah saluran pencernaan. Stilet dorsal merupakan maxila yang bersatu, tepi-tepinya melengkung ke atas dan ke dalam membentuk suatu buluh yang bertindak sebagai saluran makanan. Stilet tengah sangat ramping dan mengandung saluran air liur. Stilet ventral adalah organ penusuk yang utama yang bentuknya seperti talang. Bila seekor anoplura makan, stilet-stilet disembulkan melalui sebuah rostrum di bagian depan kepala. Ordo Anoplura telah diketahui sekitar 100 spesies serangga yang berperan sebagai parasit pada manusia. Kutu yang paling dikenal yang berparasit pada manusia ada tiga spesies, yaitu : 1. Pediculus humanus capitis 2. Pediculus humanus humanus 3. Phthirus pubis

PEDICULOSIS
DEFINISI Pedikulosis adalah gangguan yang disebabkan oleh infestasi pedikulus (tuma), sejenis kutu yang hidup dari darah manusia, pada rambut kepala & kemaluan atau baju, parasit sejenis serangga

yang tidak bersayap. Kutu tersebut akan memberi keluhan gatal akibat gigitannya. Pediculus ini merupakan parasit obligat artinya harus menghisap darah manusia untuk dapat mempertahankan hidup. Ia akan mengeluarkan zat yang menyebabkan reaksi pada kulit kepala sehingga mengakibatkan gatal-gatal. Ia bertelur dalam bentuk bitir-butir putih. DAUR HIDUP Berkembangbiak secara vivipar Bereproduksi dengan perkembanbiakan langsung dan metamorphosis tidak lengkap. Perkembangbiakan langsung larva yang baru menetas bentuknya sama dengan stadium dewasa yang dalam ukuran kecil. Metamorfosis tidak lengkap, nympanya hanya berbeda dari stadium dewasa dalam hal ukuran, proporsi, tidak adanya sayap dan kelamin luar. HOSPES Manusia PENYEBARAN Kosmopolit tidak dipengaruhi musim KLASIFIKASI Pediculosis dapat dibagi ke dalam 3 jenis berikut:

Pediculosis capitis ( kutu kepala) Pediculosis corporis (Pediculosis vestimenti, Penyakit Vagabond) Pediculosis pubis (Kepiting)

A. PEDICULOSIS CAPITIS DEFINISI Kutu rambut ini merupakan ektroparasit bagi manusia. Tempat-tempat yang disukainya adalah rambut bagian belakang kepala, yang paling sering menggigit pada bagian belakang kepala dan kuduk. Gigitannya akan menyebabkan iritasi pada kulit yang disebabkan oleh air liur yang dikeluarkan pada waktu menghisap darah penderita. Tiap manusia memiliki kepekaan yang berlainan. Lesi kutan yang ditimbulkan oleh gigitan Pediculus humanus capitis memberikan reaksi yang sangat gatal. Menggaruk besar menambah peradangan dan karena infeksi sekunder oleh bakteri terbentuklah pustel crusta dan proses penanahan. Rasa gatal merupakan gejala pertama dan yang paling penting, tanda bekas garukan merupakan tanda yang khas.

Kutu rambut kepala hidup berkembang biak pada rambut kepala lebih suka pada rambut yang kotor, lembab, jarang disisir dan dikeramas. Menginfeksi manusia yang tidak menjaga kebersihan rambut kepala. Kutu rambut kepala dapat bergerak dengan cepat dan mudah berpindah dari satu hospes ke hospes lain. Mudah ditularkan melalui kontak langsung atau dengan perantara barang-barang yang dipakai bersama-sama. Misalnya sisir, sikat rambut, topi dan lain-lainnya. Sangat banyak ditemukan diantara anak sekolah terutama gadis-gadis yang kurang menjaga kebersihan rambut kepala. TAXONOMI Phylum : Artropoda Kelas : Insekta Ordo : Phthiraptera Sub Ordo : Anoplura Famili : Pediculidae Genus : Pediculus Spesies : Pediculus humanus. Capitis. MORFOLOGI Kutu rambut dewasa Kutu rambut dewasa berbentuk pipih dan memanjang, berwarna putih abu-abu, kepala ovoid bersudut, abdomen terdiri dari 9 ruas, Thorax dari khitir seomennya bersatu. Pada kepala tampak sepasang mata sederhana disebelah lateral, sepasang antenna pendek yang terdiri atas 5 ruas dan proboscis, alat penusuk yang dapat memanjang. Tiap ruas thorax yang telah bersatu mempunyai sepasang kaki kuat yang terdiri dari 5 ruas dan berakhir sebagai satu sapit menyerupai kait yang berhadapan dengan tinjolan tibia untuk berpegangan erat pada rambut. Kutu rambut jantan berukuran 2mm, alat kelamin berbentuk seperti huruf V. Sedangkan kutu rambut betina berukuran 3mm, alat kelamin berbentuk seperti huruf V terbalik. Pada ruas abdomen terakhir mempunyai lubang kelamin di tengah bagian dorsal dan 2 tonjolan genital di bagian lateral yang memegang rambut selama melekatkan telur. Jumlah telur yang diletakkan selama hidupnya diperkirakan 140 butir. Nimfa Nimfa berbentuk seperti kutu rambut dewasa, hanya bentuknya lebih kecil. Telur Telur berwarna putih mempunyai oper culum 0,6-0,8 mm disebut nits. Bentuknya lonjong dan memiliki perekat, sehingga dapat melekat erat pada rambut. Telur akan menetas menjadi nimfa dalam waktu 5-10 hari.

SIKLUS HIDUP Sikulus hidup kutu rambut terdiri dari 3 tahap : telur, nimpa, dan dewasa. Telur : telur kutu rambut berukuran 0,8 0,3 mm dan berbentuk oval. Telur diletakkan oleh betina dewasa pada pangkal rambut yang terdekat dengan kulit kepala. Telur membutuhkan waktu sekitar 1 minggu untuk menetas (6 9 hari). Nimpa : telur yang menetas akan berubah menjadi nimpa. Nimpa terlihat seperti kutu dewasa tetapi berukuran lebih kecil. Nimpa akan menjadi matang setelah 3 kali berubah dan menjadi dewasa dalam waktu 7 hari setelah menetas. Dewasa : Kutu dewasa berukuran kira kira sebesar biji wijen, memiliki 6 buah kaki. Dewasa betina biasanya berukuran lebih besar dari jantan dan dapat mengeluarkan 8 telur setiap hari. Untuk dapat bertahan hidup, kutu dewasa harus menghisap darah beberapa kali sehari. Tanpa darah, kutu dewasa akan mati dalam waktu 1 2 hari.

siklus kutu rambut

EPIDEMIOLOGI Kutu rambut merupakan parasit manusia saja dan tersebar di seluruh dunia. Tempat-tempat yang disukainya adalah rambut pada bagian belakang kepala. Kutu rambut kepala dapat bergerak dengan cepat dan mudah berpindah dari satu hospes ke hospes lain. Kutu rambut ini dapat bertahan 10 hari pada suhu 5oc tanpa makan, dapat menghisap darah untuk waktu yang lama, mati pada suhu 400c. Panas yang lembang pada suhu 600c memusnahkan telur dalam waktu 1530 menit. Kutu rambut kepala mudah ditularkan melalui kontak langsung atau dengan perantara barang-barang yang dipakai bersama-sama. Misalnya sisir, sikat rambut, topi dan lain-lain. Pada infeksi berat, helaian rambut akan melekat satu dengan yang lainnya dan mengeras, dapat ditemukan banyak kutu rambut dewasa, telur (nits) dan eksudat nanah yang berasal dari gigitan yang meradang. Infeksi mudah terjadi dengan kontak langsung. Pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan kepala. PATOLOGI DAN GEJALA KLINIK Gejala klinis dan tanda yang sering ditemukan adalah : Gatal. Gatal pada kulit kepala disebabkan oleh reaksi alergi terhadap air liur kutu yang dikeluarkan sewaktu menghisap darah. Gatal kemerahan dapat ditemukan di kulit kepala, leher, dan bahu. Kutu dewasa pada kulit kepala. Tempat yang paling mudah untuk menemukannya adalah di belakang telinga dan sepanjang leher belakang. Telur kutu pada pangkal rambut. Telur kutu dapat menyerupai ketombe. Untuk membedakannya, telur kutu menempel pada rambut sehingga lebih sulit untuk diangkat.

Gambar 1. Telur kutu pada rambut

Gambar 2. ukuran kutu dewasa dibandingkan dengan rambut

DIAGNOSIS Diagnosis dari kutu rambut dapat ditegakkan dengan menemukan nimpa hidup atau kutu dewasa pada kulit kepala atau rambut seseorang. Nimpa hidup atau kutu dewasa sangat sulit ditemukan. Hal ini disebabkan ukurannya yang kecil, cepat berpindah tempat, dan sering menghindari cahaya. Apabila nimpa atau kutu dewasa tidak ditemukan, dugaan terhadap kutu rambut dapat dipikirkan apabila menemukan telur yang menempel kurang dari 1 cm dari pangkal rambut. Telur lebih mudah untuk ditemukan, terutama di daerah leher atau belakang telinga. Telur harus dibedakan dengan ketombe sebab telur lebih sulit dilepaskan akibat menempel karena perekat yang dihasilkan oleh kutu rambut. Apabila pada kulit kepala tidak ditemukan nimpa atau kutu dewasa, dan telur ditemukan lebih dari 1 cm dari kulit kepala, maka kemungkinannya adalah akibat infestasi terdahulu dan sudah tidak aktif, sehingga tidak memerlukan pengobatan.

PENGOBATAN Pedikulosida adalah suatu zat yang dapat membunuh parasit penyebab kutu rambut. pedikulosida tidak boleh diberikan pada anak dibawah usia 2 tahun. Pada anak dibawah 2 tahun, kutu rambut dapat dihilangkan dengan cara manual menggunakan tangan dan sisir serit (sisir dengan jarak antar garpu yang rapat). Permethrin (1%) Saat ini merupakan pengobatan pilihan terhadap kutu rambut. Sediaan permethrin 1% berupa lotion yang dioleskan sebanyak 30 60 cc (aturan pakai dewasa, pada anak lihat pada kemasan obat) di rambut yang sebelumnya telah dicuci dengan sampo tanpa kondisioner kemudian dikeringkan dengan handuk terlebih dahulu. Lalu lotion ini dibiarkan selama 10

menit lalu dibilas kembali. Pengobatan ulangan dianjurkan apabila ditemukan kutu hidup 7 10 hari setelahnya. Permetrin tidak disetujui untuk pengobatan pada anak <2 tahun (FDA). Lindane (1%) Merupakan senyawa organofosfat yang memiliki efek toksis terhadap susunan saraf pusat (SSP) apabila digunakan dengan tidak tepat. Lindane bukan obat pilihan pertama. Obat ini dapat menyebabkan kejang pada anak. Lindane menjadi pilihan bila sudah gagal dengan pengobatan sebelumnya (permetrin) atau tidak bisa menggunakan terhadap obat lini pertama (permetrin). Sediaan obat ini berupa shampo yang dapat dibeli menggunakan resep dokter. Oleskan sebanyak 30 60 cc. (aturan pakai dewasa, pada anak lihat pada kemasan obat) Pijatlah kulit kepala selama 4 menit lalu basahi sedikit dengan air agar merata. Sampo ini harus dibilas sebelum 10 menit. Pemakaian dapat diulang setelah 7 10 hari apabila masih ditemukan kutu hidup. Lindane sebaiknya tidak digunakan untuk bayi prematur, seseorang dengan gangguan kejang, perempuan hamil dan menyusui, seseorang dengan kulit sensitif atau luka di tempat lindane akan diberikan, bayi, anak, lansia dan seseorang dengan berat kurng dari 49, 8 kg (110 pound). REAKSI TOPIKAL/LOKAL. Reaksi topikal berupa gatal atau rasa panas di kulit kepala dapat terjadi akibat reaksi inflamasi kulit terhadap pengobatan. Reaksi ini dapat bertahan hingga beberapa hari dan bukan merupakan alasan utuk melakukan pengobatan ulangan. Untuk mengurangi gejala ini dapat digunakan antihistamin. Menghilangkan Secara Manual Membuang telur untuk mencegah penyebaran setelah pengobatan pedikulisid tidak diperlukan, karena hanya kutu hidup yang dapat menyebarkan penyakit. Pedikulosida tidak dapat menghilangkan 100%, oleh karena itu, telur dapat dihilangkan menggunakan sisir khusus / serit (terutama 1 cm dari kulit kepala). Cara menghilangkan kutu rambut dengan cara manual adalah : basahi rambut anak, apabila tersedia gunakan kondisioner terlebih dahulu. Gunakan sisir serit setiap 3 4 hari sekali secara teratur sampai 2 minggu setelah terakhir kali anda menemukan kutu hidup. Rambut yang basah membuat kutu tidak dapat bergerak untuk sementara waktu, sedangkan kondisioner berfungsi untuk memudahkan penyisiran rambut. PENCEGAHAN Kutu rambut akan mati dalam 1 2 hari setelah jatuh dari kepala manusia. Kutu rambut umumnya menyebar melalui kontak langsung antara kepala dengan kepala (rambut dengan rambut). Untuk mencegah penyebaran dari kutu rambut maka hal yang dapat dilakukan adalah :

dan di rumah.

isir , sikat. Cucilah menggunakan air panas (minimal 710 C selama 5 10 menit) sisir atau sikat yang digunakan oleh seseorang dengan kutu rambut.

seseorang dengan kutu rambut.

dengan kutu rambut duduk atau berbaring. Namun tidak perlu menghabiskan banyak uang dan waktu untuk membersihkan rumah. lain yang digunakan oleh sejak 2 hari sebelum pengobatan dimulai menggunakan air panas (540C). Baju dan pakaian yang tidak dapar dicuci dapat dicuci kering ATAU dirapatkan dalam kantong plastik dan disimpan selama 2 minggu. selama 1-2 hari setelah pengobatan dengan obat kutu rambut. Jangan gunakan sampo dengan kondisioner sebelum pengobatan.

rambut dan dapat bersifat racun apabila terhirup atau diserap melalui kulit.

B. PEDICULOSIS CORPORIS DEFINISI Pedikulosis Korporis merupakan infestasi kutu pediculus humanus corporis pada badan. Keadaan ini menghinggapi orang yang jarang mandi atau yang hidup dalam lingkungan yang rapat serta tidak pernah mengganti bajunya. Kutu badan terutama hidup dalam pelipit pakaian dan di temapt ini, kutu merekat erat sementara menusuk kulit penderita dengan probosisnya.

TAXONOMI Phylum : Artropoda Kelas : Insekta Ordo : Phthiraptera Sub Ordo : Anoplura Famili : Pediculidae Genus : Pediculus Spesies : Pediculus humanus. Corporis.

MORFOLOGI Diperkirakan kutu badan adalah kutu kepala yang turun kebawah. Kutu badan berukuran jantan 2-3mm dan betina 2-3 mm, banyak terdapat didaerah dingin, sedagkan di daerah tropis kebanyakan kutu kepala. SIKLUS HIDUP Pada manusia telurnya diletakkan pada pakaian dalam. Kutu betina meletakkan 9-10 telur sehari dan total 270-300 telur selama hidupnya. Telur-telur tidak bisa menetas pada suhu dibawah 24 C dan diatas 37.5 C. Pada suhu diantara 24 C-37.5 C telur-telur kutu menetas dalam waktu kurang dari 2 minggu. Telur-telur menetas menjadi nimfa yang tumbuh dan bertukar kulit 3 x dalam waktu 3-9 hari menjadi kutu dewasa kalan pakaian dipakai terus dalam waktu 2-4 minggu kalau pakaian dibuka pada malam hari. Kalau pakaian tidak dipakai selama beberapa hari kutu-kutu akan mati karena tidak dapat makan darah. Kutu badan mempunyai kebiasaan untuk degaekasi selama menghisap darah. Faeces kutu badan ini mengandung agent dari louse borne epidemic typhus. Karena rasa gatal maka tempat bekas gigitan kutu digaruk dan dengan ini faeces kutu bersama agent penyakit digaruk masuk kedalam bekas gigitan dan terjadi infeksi. Kutu badan bisa berpindah dari satu manusia ke manusia lain melalui kontak badan langsung atau dengan memakai pakaian yang ada kutunya.
o o o o

DIAGNOSA Kadang-kadang dapat ditemukan makula berwarna kebiruan atau macula cerulea, terutama di daerah di mana pakaian melekat erat, misalnya di pinggang, dan di pantat atau paha. Penyakit ini bisa asimtomatis hingga prurutik ringan, lesi dengan diameter hingga 1,5 cm dapat pula dijumpai, kadang dengan bagian tengah yang melancip. Lebih umum, tanda dari tuma badan adalah ekskoriasi, biasanya linear dan terutama terletak pada batang badan. Pingmentasi postinflamasi lebih banyak dijumpai pada kasus kronik. Tuma dewasa jarang terlihat kecuali pada tingkat serangan yang berat. Diagnosis ditegakkan dengan memeriksa secara teliti lipatan baju untuk mencari telur tuma.

Pakaian juga dapat digoyang-goyangkan di atas kertas, dan kemudian dilihat apakah ada tuma yang berjalan di atas kertas. KOMPLIKASI Ekskoriasi dapat menyebabkan infeksi sekunder dengan S. aureus, S. pyogenes, dan bakteri lain. Di seluruh dunia, tuma badan dapat berperan sebagai vektor R. prowazekii dan Bartonella quintana (typhus dan demam parit/trench fever) dan Borrelia recurrentis (demam relaps). Pada keadaan kemiskinan urban, tuma badan paling sering berperan sebagai vektor B. quintana yang dapat menyebabkan demam atau endokarditis. Penularan terjadi saat pelet fekal yang terkontaminasi mengenai tempat gigitan atau kulit yang terekskoriasi. Bila tidak ditangani, pedikulosis korporis dapat bertahan hingga beberapa tahun. GEJALA KLINIS -Adanya bekas-bekas garukan pada badan -Gatal berkurang dengan garukan yang lebih intensif. -Kadang timbul infeksi sekunder dengan pembesaran kelenjar getah bening regional Pedikulosis Korporis, daerah kulit yang terutama terkena adalah bagian yang paling terkena pakaian dalam ( yaitu , leher, badan dan paha ). Kutu badan terutama hidup dalam pelipit pakaian dan di temapt ini, kutu merekat erat sementara menusuk kulit penderita dengan probosisnya. Gigitan kutu menyebabkan titik-titk pendarahan yang kecil dan khas. Ekskoriasi yang menyebar luas dapat terlihat sebagai akibat dari rasa gatal dan perbuatan menggaruk yang intensif, khususnya pada badan serta leher. Di antara lesi sekunder yang ditimbulkan terdapat guratan linier garukan yang paralel dan ekzema dengan derajat ringan. Pada kasus menahun, kulit pasien menjadi tebal, kering dan bersisik dengan daerah-daerah yang berpigmen serta berwarna gelap. Pedikulosis pubis, debu berwarna cokelat kemerahan (ekskresi kutu) dapat ditemukan pada pakaian dalam.

PENGOBATAN Pemberantasan kutu badan bisa dilakukan dengan mencuci pakaian dengan sabun biasa. Ini akan mematikan semua stadium dari kutu badan. Pada pakaian dari wol kutu-kutu bisa dimatikan dengan proses dry-cleaning. Cara lain ialah, dengan mentaburi pakaian dengan 10% DDT dalam pyrophylite atau 1% lindane dalam pyrophyllite. Bubuk DDT atau lindane ini harus ditaburi rata pada pakaian dalam, terutama pada tempat sambungan dan lipatan-lipatan. Juga baju luar dan celana luar harus ditaburi dengan bubuk ini. DDT bekerja lebih lambat dan tidak mematikan telur-telur kutu. Tetapi DDT tahan lebih lama, karena itu nimfa yang menetas dari telur dimatikan oleh DDT. Biasanya DDT cukup ditaburi hanya 1 x. Lindane tidak lama daya kerjanya, karena itu harus ditaburi lagi setelah 7-10 hari.

PENCEGAHAN Karena tuma bereproduksi pada pakaian dan tidak pada kulit, maka mandi, membuang atau mencuci pakaian yang terserang, dan mencapai tingkat higiene yang baik seharusnya dapat menangani serangan tuma dengan baik. Perlengkapan tidur juga harus dicuci dengan air panas, direbus, atau dibuang. Untuk yang tidak dapat dicuci harus di-dry clean atau disetrika dengan perhatian khusus pada lipatan-lipatan. Beberapa dokter percaya bahwa, setelah penanganan pada pakaian, pasien harus dirawat dari kepala sampai ujung kaki dengan satu kali aplikasi krim permethrin 5 persen, dibiarkan selama 8-10 jam lalu dibilas.

C. PEDICULOSIS PUBIS DEFINISI adalah serangga parasit penghisap darah yang hidup di kulit sekitar kelamin manusia. Manusia adalah satu-satunya tuan rumah parasit ini. Manusia dapat juga penuh dengan kutu tubuh (Pediculus humanus corporis) dan kutu kepala (Pediculus humanus capitis). Kutu kelamin biasanya menular melalui hubungan seksual. Penularan dari orang tua kepada anak lebih mungkin terjadi melalui rute pemakaian handuk, pakaian, tempat tidur atau closets yang sama secara bergantian. Orang dewasa lebih sering terkena daripada anak-anak. TAXONOMI Phylum : Artropoda Kelas : Insekta Ordo : Phthiraptera Sub Ordo : Anoplura Famili : Pediculidae Genus : Pediculus Spesies : Pediculus humanus. Pubis. MORFOLOGI Kutu kemaluan memiliki morfologi yang berbeda dari kutu kepala dan kutu badan, yaitu agak bulat dengan tiga pasang kaki pada kedua sisi tubuh (seperti kepiting). Istilah kepiting diberikan karena tampilan mikroskopiknya yang menyerupai kepiting.

DAUR HIDUP Siklus hidup kutu kemaluan dari telur kutu sampai dewasa adalah 3 sampai 4 minggu. Setelah telur diletakkan oleh betina dewasa, mereka memakan waktu sekitar satu minggu untuk menetas.

Biasanya, periode inkubasi telur kutu pubis adalah 7-8 hari. Hidup rata-rata dari betina dewasa adalah 17 hari sedangkan laki-laki dewasa adalah 22 hari. Periode dari dihinggapi sampai saat gejala pertama muncul biasanya tidak pasti. Walaupun tidak ada gejala yang mungkin muncul dalam beberapa orang sama sekali, dapat memakan waktu beberapa minggu setelah terinfeksi oleh kutu kemaluan untuk gejala pertama muncul. Frekuensi dan tingkat keparahan gatal di daerah kemaluan akan ditingkatkan sekitar 2 atau lebih minggu setelah kutu utama. Tampilan abu-abu kebiru-biruan kecil lesi (maculae caeruleae) muncul pada awal periode kutu dan dapat berlangsung selama beberapa hari.

EPIDEMIOLOGI Kutu kemaluan kecil berkaki enam adalah makhluk yang menginfeksi daerah rambut kemaluan dan bertelur. Kutu ini juga dapat ditemukan di ketiak rambut dan alis. Kutu kemaluan dikenal sebagai Phthirus pubis. Kutu kebanyakan ditemukan pada remaja. Penularan biasanya terjadi selama aktivitas seksual. Namun, hal itu juga dapat terjadi melalui kontak fisik dengan objek yang terkontaminasi seperti toilet kursi, seprai, dan selimut. Beberapa wanita mendapatkan kutu kemaluan ketika mencoba pakaian renang di sebuah toko. GEJALA KLINIS Gejala utamanya adalah gatal, biasanya di daerah jembut. Itu hasil dari sentuhan liur kutu dengan kulit kita, dan (rasa gatal) menjadi semakin kuat pada dua minggu atau lebih. Kutu Pubic menyebar melalui keringat saat kontak tubuh atau seksual. Oleh karena itu, siapa pasangan seks si pasien dalam waktu 30 hari sebelumnya harus dievaluasi dan diobati, dan kontak seksual harus dihindari sampai perawatan berakhir dangan kesembuhan. Gigitan kutu dapat menimbulkan luka pada kulit yang menjadi jalan masuk bagi organisme lainnya sehingga terdapat hubungan yang kuat antara keberadaan kutu pubic dengan IMS. Dalam hal ini adalah keharusan bagi pasien untuk mau diperiksa apakah terjangkit jenis IMS lainnya. Walaupun salah satu bagian tubuh menjadi koloni kutu ini, mereka tetap lebih menyukai daerah rambut kemaluan dan anal. Pada pasien laki-laki, kutu dan telur juga dapat ditemukan pada rambut di daerah perut, kumis dan janggut. Sementara pada anak-anak mereka biasanya ditemukan di bulu mata. Pthirus atau Phthirus pubis (disebut juga Pubic lice atau kutu Pubic) adalah serangga parasit penghisap darah yang hidup di kulit sekitar kelamin manusia. Manusia adalah satu-satunya tuan rumah parasit ini. Manusia dapat juga penuh dengan kutu tubuh (Pediculus humanus corporis) dan kutu kepala (Pediculus humanus capitis).

Kutu Pubic biasanya menular melalui hubungan seksual. Penularan dari orang tua kepada anak lebih mungkin terjadi melalui rute pemakaian handuk, pakaian, tempat tidur atau closets yang sama secara bergantian. Orang dewasa lebih sering terkena daripada anak-anak. DIAGNOSIS Kutu Pubic biasanya didiagnosis seksama dengan memeriksa di rambut kemaluan (jembut) apakah terdapat kutu Pubic dalam bentuk telur, anak (nymph), dan kutu dewasa. Kutu dan telur dapat dihilangkan baik dengan memotong seluruh rambut (dengan pengecualian pada daerah mata). Sebuah kaca pembesar atau stereo-mikroskop dapat digunakan untuk identifikasi yang tepat. Jika kutu telah terdeteksi dalam satu anggota keluarga, maka seluruh anggota keluarga harus diperiksa dan perawatan dilakukan untuk orang-orang yang mengidap kutu tersebut PENGOBATAN Daerah yang dijangkiti dapat dicukur dan diolesi salep (Lindane) lalu dicuci dengan sabun dan air 12 jam kemudian. Bagian yang berambut dapat juga dibedaki dengan DTT 10% lalu dicuci 2 hari kemudian, tindakan ini diulangi seminngu kemudian, karena telur pada waktu itu sudah menetas. PENCEGAHAN 1. 2. 3. 4. Mengeramasi rambut kemaluan dan wilayah sekitarnya sedikitnya selama 5 menit Bilas dengan baik Menyisir rambut kemaluan dengan sisir bergigi halus untuk menghilangkan telur Beberapa dokter menyarankan menggunting rambut kemaluan dengan pisau cukur listrik nonsharp untuk mengurangi jumlah kutu dan telur. DAFTAR PUSTAKA
Ganda Husada, S, 1992. Parasitologi Kedokteran Edisi Kedua. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Brown, H. W, 1983. Dasar Parasitologi Klinik. Jakarta: PT. Gramedia

www. ermaynee.wordpress.com/2009/12/30/medical-entomology/ www.kedaiberita.com/Alternatif/kutu-juga-menyerang-rambut-kemaluan.html


Prabu, B.D.R, 1990. Penyakit-penyakit Infeksi Umum. Edisi I. Jakarta: Widya Medica