Anda di halaman 1dari 5

I.

TUJUAN Dengan adanya praktikum dasar listrik ini Mahasiswa dapat menggunakan teorema Superposisi untuk menghitung arus atau tegangan pada suatu cabang. Selain itu Mahasiswa juga dapat menganalisa data perbedaan antara teori dengan pengukuran serta dapat mengukur arus dan tegangan yang ada secara langsung dengan mempraktekkannya menggunakan Multitester dan Power Suplay. II. SEKILAS TEORI Untuk menyelesaikan persoalan dari rangkaian yang kompleks (terdiri dari beberapa sumber tegangan atau sumber arus serta beberapa buah beban), maka dapat digunakan Teorema Superposisi. Teorema ini menyatakan bahwa pada suatu rangkaian yang bersifat linier ( V = I x R ), maka respon yang disebabkan oleh beberapa sumber tegangan atau sumber arus sama dengan jumlah aljabar dari respon yang diakibatkan oleh sumber itu jika bekerja sendiri-sendiri, sedangkan sumber lain dimatikan. Sebagai contoh, di dalam sebuah rangkaian ada dua sumber bebas. Teorema di atas mengatakan bahwa kita dapat mencari sebuah respon yang diberikan dengan meninjau satu persatu dari kedua sumber yang bekerja sendiri-sendiri dan menjumlahkan kedua hasil tersebut.

Rumusnya adalah:

Rumusnya adalah:
i

Rumusnya adalah :
i i

i = i1 + i2

III.

ALAT dan BAHAN Sumber daya searah Multitester Resistor 470 Resistor 560 Resistor 820 Kabel penghubung 1 buah 2 buah 1 buah 1 buah 1 buah Secukupnya

IV.RANGKAIAN PERCOBAAN

Gambar 1 iy

iq

Gambar 2

A
2

470

820

V1 =

560

V2 =

A
Gambar 3

V. LANGKAH PERCOBAAN 1) Siapkan alat dan bahan praktek


2) Buatlah rangkaian seperti gambar 1. Ukur besar arus dengan multitester. Catat

hasil pengukuran
3) Buatlah rangkaian seperti gambar 2. Ukur besar arus dengan multitester. Catat

hasil pengukuran

VI. DATA PERHITUNGAN & PENGUKURAN A. TABEL DATA KOMPONEN R1 R2 R3 V = 10 v I1 I2 I3 IT V = 4,5 v I1 PENGUKURAN 460 540 810 PENGUKURAN 12 mA 4,5 mA 7,5 mA 12mA PENGUKURAN 1,9 mA PERHITUNGAN 470 560 860 PERHITUNGAN 12,5 mA 5 mA 7,42 mA 12,5 mA PERHITUNGAN 1,8 mA
3

I2 I3 IT

2,3 mA 4,2 mA 4,2 mA

2,1 mA 4 mA 4 Ma

B. ANALISA DATA V1 = 10 v, V2 = 0 v I1 = IT = 12,5 mA

I2 =

x IT =

x 12,5 = 7,42 mA

I3 =

x IT =

x 12,5 = 5 mA

V1 = 0 v V2 = 4,5 v I3 = IT = 4 mA I2 = I1 = x IT = x IT = x 4 = 1,8 mA x 4 = 2,1 mA

I2 TOTAL = I2 + I2 = 1,8 + 7,42 = 9,22 mA

VII. ANALISA Analisa : Berdasarkan data-data di atas maka dapat diambil analisa yaitu dalam pengukuran menggunakan alat ukur pada rangkaian ini nilai resistansi yang dihasilkan berbeda dengan hasil perhitungan, meskipun hanya sedikit selisihnya. Ini mungkin disebabkan karena komponen itu sendiri yang memiliki nilai toleransi yang terdapat pada resistor tersebut dan faktor dari alat ukur dimana di dalam sebuah alat ukur memiliki hambatan dalam. Sehingga hasil nilai resistansi dari pengukuran ini hampir mendekati dengan hasil perhitungannya. Begitu juga dengan arus yang tercatat dalam pengukuran pada percobaan ini bila dibandingkan dengan perhitungan arusnya maka hasilnya berbeda selisih sedikit saja atau hampir mendekati. Ini terjadi karena nilai resistansi yang sudah berubah sedikit dan faktor hambatan dalam pada alat ukur sehingga saat pengukuran arus nilainya tidak sama dengan perhitungan namun hampir mendekati.

VIII. KESIMPULAN Dari percobaan yang telah kami lakukan, dapat disimpulkan bahwa dalam menyelesaikan perhitungan resistansi tidak hanya menggunakan rumus rangkaian seri dan paralel atau pun menggunakan rangkaian delta star, namun juga ada teori superposisi yang yang memungkinkan untuk dapat menyelesaikan perhitungan resistansi yang lain. Di dalam percobaan teorema superposisi ini terdapat perbedaan antara nilai hasil perhitungan dan pengukuran. Namun perbedaan perbedaan itu setidaknya bukan menjadi masalah yang rumit karena nilai perhitungan adalah tolak ukur dari pengukuran dan nilai hasil perhitungan dan pengukuran menunjukkan selisih yang sedikit (mendekati). Ketelitian alat dan pengamat kurang lebih juga berpengaruh terhadap hasil pengukuran karena kedua hal ini merupakan faktor yang vital untuk menghasilkan nilai perhitungan dan pengukuran yang akurat.