P. 1
Indikator Kesejahteraan Rakyat Papua Barat 2010

Indikator Kesejahteraan Rakyat Papua Barat 2010

|Views: 1,921|Likes:
Uploaded from Google Docs
Uploaded from Google Docs

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat on Dec 29, 2011
Hak Cipta:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

09/26/2013

Berdasarkan hasil Sensus Penduduk tahun 2010, penduduk
Provinsi Papua Barat tercatat sebanyak 760.422 jiwa. Jumlah
penduduk tersebut terdiri dari 402.398 laki-laki dan 358,024
perempuan. Rasio jenis kelamin 112,4 laki-laki per 100
perempuan. Dengan kata lain, di Provinsi Papua Barat lebih

Bab 1
Kependudukan

2

Indikator Kesejahteraan Rakyat Provinsi Papua Barat, 2010

banyak penduduk laki-laki daripada penduduk perempuan.
Ilustrasi perbandingan penduduk laki-laki dan perempuan di
Provinsi Papua Barat dapat dilihat pada Gambar 1.1.
Di sisi lain, jumlah penduduk Indonesia hasil SP2010 telah
mencapai 237,641,326 jiwa. Proporsi penduduk Provinsi
Papua Barat hanya 0,32 persen dari total penduduk nasional.
Provinsi Papua Barat merupakan provinsi dengan jumlah
penduduk paling sedikit di Indonesia (Gambar 1.2). Meskipun
arus migrasi cukup deras dalam lima tahun terakhir namun,
penduduk Provinsi Papua Barat pada awal pembentukannya
memang sangat kecil yang berasal dari tiga kabupaten induk
yaitu Kabupaten Manokwari, Kabupaten Fakfak dan
Kabupaten Sorong dengan total penduduk pada tahun 2000
hanya 529.689 jiwa.
Dalam kurun waktu 10 tahun, penduduk Provinsi Papua Barat
tumbuh cukup pesat. Rata-rata pertumbuhan penduduk
selama tahun 2000—2010 mencapai 3,71 persen per tahun.

Gambar 1.1: Perbandingan Penduduk Laki-laki dan Perempuan di Provinsi
Papua Barat Hasil Sensus Penduduk Tahun 2010

3

Indikator Kesejahteraan Rakyat Provinsi Papua Barat, 2010

PAPUA BARAT

Penduduk Indonesia

500000 - 1214061

1214062 - 2226730

2226731 - 3300966

3300967 - 4438166

4438167 - 6084660

6084661 - 10967886

10967887 - 44000000

Gambar 1.2: Penduduk Indonesia Hasil Sensus Penduduk Tahun 2010

4

Indikator Kesejahteraan Rakyat Provinsi Papua Barat, 2010

Pertumbuhan penduduk dipengaruhi oleh lima proses:
fertilitas, mortalitas, perkawinan, migrasi, dan mobilitas sosial
(Bogue 1969: 1-2). Dari kelima proses tersebut, migrasi dan
mobilitas sosial merupakan dua faktor dominan yang
mempengaruhi pertumbuhan penduduk di Provinsi Papua
Barat. Pemekaran kabupaten induk yaitu Kabupaten
Manokwari menjadi Kabupaten Manokwari, Kabupaten Teluk
Wondama, dan Kabupaten Teluk Bintuni; Kabupaten Sorong
menjadi Kabupaten Sorong, Kota Sorong (Undang-Undang
Nomor 45 Tahun 2000), Kabupaten Sorong Selatan dan
Kabupaten Raja Ampat; dan Kabupaten Fakfak menjadi
Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Kaimana (Undang-Undang
Nomor 26 Tahun 2006) menjadi faktor penarik yang sangat
kuat bagi kaum migran. Pada tahun 2010, terdapat 10
kabupaten dan satu kota di Provinsi Papua Barat dengan
tambahan dua kabupaten baru yaitu Kabupaten Tambrauw
dan Kabupaten Maybrat.

Persebaran dan Kepadatan Penduduk
Penduduk Provinsi Papua Barat tersebar tidak merata.
Berdasarkan SP2010, separuh penduduk Provinsi Papua
Barat berdomisili di Kota Sorong dan Kabupaten Manokwari.
Kota Sorong merupakan pintu masuk ke Tanah Papua
sekaligus menjadi pusat perekonomian di Provinsi Papua
Barat dan Kabupaten Manokwari merupakan pusat
pemerintahan sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat. Separuh
penduduk yang lain tersebar tidak merata di sembilan
kabupaten lainnya dengan persentase kurang dari 10 persen.
Sebaran penduduk yang tidak merata tersebut berdampak
pada kepadatan penduduk yang juga tidak merata. Kota

5

Indikator Kesejahteraan Rakyat Provinsi Papua Barat, 2010

Gambar 1.3 Persebaran Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di
Provinsi Papua Barat Tahun 2010

Kab.
Fakfak
9%

Kab.
Kaimana
6%

Kab. Teluk
Wondama
3%

Kab. Teluk
Bintuni
7%

Kab.
Manokwari
25%

Kab. Sorong
Selatan
5%

Kab. Sorong
9%

Kab. Raja
Ampat
6%

Kab.
Tambrauw
1%

Kab.
Maybrat
4%

Kota Sorong
25%

Sorong dengan luas wilayah sebesar 297.58 Km2 atau 0,30
persen dari luas Papua Barat dihuni oleh 190.625 jiwa.
Sebaliknya, Kabupaten Teluk Bintuni dengan luas 20857.25
Km2 atau 21,00 persen dari luas Papua Barat dihuni oleh
52.422 jiwa. Kepadatan penduduk di Provinsi Papua Barat
tujuh hingga delapan jiwa per Km2 dan Kota Sorong adalah
wilayah paling padat penduduk di mana setiap Km2 dihuni
oleh 640 jiwa.
Sebaran dan kepadatan penduduk yang tidak merata
merupakan problema kependudukan di Indonesia. Sebagai
pembanding, kepulauan Maluku dan Papua yang luasnya
hampir empat kali luas pulau Jawa hanya dihuni oleh 2,60
persen dari total penduduk Indonesia. Sebaliknya, pulau Jawa
dihuni oleh lebih dari separuh penduduk Indonesia (57,48
persen).

6

Indikator Kesejahteraan Rakyat Provinsi Papua Barat, 2010

Selama masa pemerintahan orde baru, berkembang dua sifat
pemerintahan yaitu sentralistik dan otokratik. Kedua sifat
pemerintahan orde baru ini berdampak pada pembangunan
yang cenderung terpusat di Pulau Jawa dan Bali. Christaller
(1933) mengemukakan bahwa secara geografis, pertumbuhan
ekonomi yang terpusat menyebabkan berbagai macam usaha
tertarik untuk melakukan kegiatan ekonomi di tempat
tersebut dan masyarakat senang datang untuk memanfaatkan
fasilitas yang ada. Hal inilah yang menjelaskan mengapa
penduduk di Indonesia umumnya dan di Papua Barat
khususnya memusat di wilayah tertentu.

Gambar 1.4 Kepadatan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di
Provinsi Papua Barat Tahun 2010

2.51

2.84

6.06

14.49

9.06

3.83

0.95

6.69

9.99

5.45

640.59

KAIMANA

FAKFAK

TELUK BINTUNI

MANOKWARI

SORONG

TAMBRAUW

TELUK WONDAMA

MAYBRAT

SORONG SELATAN

RAJA AMPAT

KOTA SORONG

Kepadatan Penduduk
0.95 - 2.84
2.84 - 6.69
6.69 - 9.99
9.99 - 14.49
14.49 - 640.59

7

Indikator Kesejahteraan Rakyat Provinsi Papua Barat, 2010

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->