P. 1
Indikator Kesejahteraan Rakyat Papua Barat 2010

Indikator Kesejahteraan Rakyat Papua Barat 2010

|Views: 1,921|Likes:
Uploaded from Google Docs
Uploaded from Google Docs

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat on Dec 29, 2011
Hak Cipta:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

09/26/2013

Struktur penduduk memberikan gambaran bagaimana
komposisi penduduk yang ada di Papua Barat menurut
kelompok umur, jenis kelamin dan kombinasi antara
kelompok umur dan jenis kelamin. Struktur penduduk
menurut kelompok umur menginformasikan berapa
sumberdaya manusia produktif dan yang tidak produktif yang
ada di Provinsi Papua Barat. Selain itu, informasi ini juga
sangat penting bagi pemerintah sebagai bahan pertimbangan
perumusan kebijakan publik karena pelayanan kebutuhan
penduduk sangat bervariasi menurut umur. Bagi pelaku
usaha, informasi struktur umur penduduk sangat bermanfaat
untuk segmentasi pasar.
Dampak keberhasilan pengendalian penduduk tercermin dari
perubahan struktur umur penduduk yang terlihat dari
berkurangnya proporsi penduduk usia tidak produktif
khususnya 0—14 tahun. Di sisi lain, proporsi penduduk usia
produktif bertambah. Akibatnya, angka beban ketergantungan
penduduk usia tidak produktif terhadap penduduk usia
produktif berkurang.
Data proyeksi penduduk 2005—2015 memperkirakan terjadi
penurunan komposisi penduduk 0—14 tahun. Hal ini tampak
dari Tabel 1.1 yang menunjukkan bahwa proporsi penduduk
0—14 tahun berkurang dari 33,33 persen pada tahun 2005
menjadi 31,08 persen pada tahun 2009. Tetapi, data SP2010
mematahkan temuan sebelumnya. Disinyalir, selama periode
2000 sampai dengan 2010 terjadi perubahan pola fertilitas di
mana Angka Fertilitas Total (TFR) hasil SP2010 untuk Provinsi
Papua Barat masih cukup tinggi yaitu 2,65 per 1.000
perempuan usia reproduktif. Di sisi lain, angka kematian turun

8

Indikator Kesejahteraan Rakyat Provinsi Papua Barat, 2010

Tahun

0-14

15-64

65 +

Rasio
Ketergantungan

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

2005

33,33

65,31

1,35

53,11

2006

32,73

65,76

1,51

52,07

2007

32,00

66,49

1,51

50,39

2008

31,53

67,03

1,44

49,19

2009

31,08

67,39

1,53

48,40

2010*

34.16

64.20

1.65

55,77

Tabel 1.1 Struktur Penduduk Menurut Kelompok Umur dan
Rasio Ketergantungan di Provinsi Papua Barat
Tahun 2005—2010

akibat dari membaiknya derajat kesehatan masyarakat.
Akibatnya, proporsi penduduk 0—14 tahun masih cukup besar.
Tingginya proporsi penduduk 0—14 tahun mengakibatkan
tingginya angka beban ketergantungan (dependency ratio).
Tabel 1.1 memperlihatkan angka beban ketergantungan di
Provinsi Papua Barat pada tahun 2010 masih cukup tinggi
yaitu 55,77 persen. Artinya, di antara 100 penduduk usia
produktif berumur 15—64 tahun, menanggung 55 sampai
dengan 56 penduduk yang tidak produktif. Hingga tahun
2010, penduduk usia tidak produktif masih didominasi oleh
kelompok anak-anak (0—14 tahun). Konsekuensinya adalah
pendapatan dari penduduk usia produktif terserap pada
pemenuhan kebutuhan dasar seperti pendidikan dan
kesehatan anak-anak.

Sumber: BPS (2007), Proyeksi Penduduk Indonesia Per Provinsi Menurut
Kelompok Umur dan Jenis Kelamin

* SP2010

9

Indikator Kesejahteraan Rakyat Provinsi Papua Barat, 2010

Gambar 1.5

Persentase Perempuan
Menurut Umur Perkawinan
Pertama Kurang dari 16
Tahun di Provinsi Papua
Barat Tahun 2007—2010

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->