P. 1
Cara Menghitung Kebutuhan Kapasitas Ac Ruangan

Cara Menghitung Kebutuhan Kapasitas Ac Ruangan

|Views: 7,352|Likes:
Dipublikasikan oleh Yogi Maulana

More info:

Published by: Yogi Maulana on Dec 29, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/11/2013

pdf

text

original

CARA MENGHITUNG KEBUTUHAN KAPASITAS AC RUANGAN

Banyak dari kita sering mengabaikan luas ruangan dengan tingkat kebutuhan AC. Karena kita pikir tempatnya kecil, maka cukup hanya 1/2PK, atau sebaliknya, karena tempatnya besar, maka kita kasih 2PK. Kita pikir sudah lebih berhemat membeli satu AC dari pada 2AC Jangan sampai AC yang Anda beli terlalu besar alias pemborosan atau terlalu kecil alias kurang dingin. Ada rumus sederhana yang bisa kita manfaatkan.

Rumusnya: (L x W x H x I x E) / 60 = kebutuhan BTU L = Panjang Ruang (dalam feet) W = Lebar Ruang (dalam feet) I = Nilai 10 jika ruang berinsulasi (berada di lantai bawah, atau berhimpit dengan ruang lain). H = E =
Nilai 18 jika ruang tidak berinsulasi (di lantai atas). Tinggi Ruang (dalam feet) Nilai 16 jika dinding terpanjang menghadap utara; nilai 17 jika menghadap timur; Nilai 18 jika menghadap selatan; dan nilai 20 jika menghadap barat.

1 Meter = 3,28 Feet

Kapasitas AC berdasarkan PK: AC ½ PK = ± 5.000 BTU/h AC ¾ PK = ± 7.000 BTU/h AC 1 PK = ± 9.000 BTU/h AC 1½ PK = ±12.000 BTU/h AC 2 PK = ±18.000 BTU/h Contoh Perhitungan: Ruang berukuran 5m x 5m atau (16 kaki x 16 kaki), tinggi ruangan 3m (10 kaki) berinsulasi (berhimpit dg ruangan lain), dinding panjang menghadap ke timur. Kebutuhan BTU = (16 x 16 x 10 x 10 x 17) / 60 = 7.253 BTU alias cukup dengan AC ¾ PK.

Kali ini kami akan memberikan rumus atau cara menghitung kebutuhan kapasitas AC. Cara menghitung besarnya PK yang dibutuhkan dapat menggunakan rumus: Panjang Ruangan dikali Lebar Ruangan dikali 500. Contoh untuk ruangan 3 meter x 4 meter maka besarnya PK AC yang dibutuhkan adalah: 3 x 4 x 500 = 6000 Btu. nah bila ruangan sebesar ini ditinggali oleh 2 orang atau lebih disarankan menggunakan AC 0.75 PK dengan kapasitas 7000 Btu. karena 1 orang dihitung membutuhkan kapasitas 500 Btu.Jadi 6000 Btu + 2x 500 Btu = 7000 Btu.

Tetapi apabila anda tidak terlalu suka dingin penggunaan AC 0.5 PK dengan kapasitas 5000 Btu masih bisa mencukupi. Rumus diatas berlaku untuk ruangan dengan tinggi standard sekitar 3 meter. Bila ruangan lebih tinggi setiap 1 meter ketinggian akan dikenai 1000 Btu.

Rumus Menghitung Kebutuhan AC
Para netters dan dedemit maya yang budiman, AC (Air Conditioner) di jaman sek begini panasnya ini, menurut saya lama kelamaan nantinya kayak HP, tidak seperti perangkat mewah yang hanya dimiliki oleh notabene wong-wong sek nduwe duit tok, kita yang paspas an juga bisa. Untuk menyingkat waktu, rumuse untuk mendapatkan ruangan yang mempunyai tingkat kedinginan ergonomies kie seperti ini. Catet, Baca, Hitung dan Praktekkan. Kebutuhan (btu) = (W x H x I x L x E) / 60 dimana : W = panjang ruang dalam feet (kaki) H = tinggi ruang dalam feet (kaki) I = isikan angka 10 jika ruang berinsulasi, berada di lantai bawah, atau berhimpit dengan ruang lain. Isikan angka 18 jika ruang di lantai atas atau tidak berinsulasi. L = panjang ruang dalam feet (kaki) E = isikan angka 16 jika dinding terpanjang menghadap utara, 17 jika menghadap timur, 18 jika menghadap selatan, dan 20 jika menghadap barat.

Pakai rumus diatas, dijamin, AC yang Anda pasang tidak terlalu besar atau terlalu kecil. Anda pun terhindar dari kegerahan atau kedinginan sampai menggigil. Contoh Hitungan 1. Ruang berukuran 5mx3m atau (16 kaki x 10 kaki), tidak berinsulasi, dinding panjang menghadap ke barat. Kebutuhan BTU = (16 x 10 x 18 x 10 x 20) / 60 = 9.600 BTU. 2. Ruang berukuran 3mx3m atau (10kaki x 10kaki), ventilasi minim, berinsulasi, dinding menghadap utara. Kebutuhan BTU = (10 x 10 x 10 x 10 x 16) / 60 = 2.666,6 BTU. Kapasitas AC berdasarkan PK: AC 0.5PK = +/- 5.000 BTU/h AC 0.75PK = +/- 7.000 BTU/h AC 1PK = +/- 9.000 BTU/h AC 1.5PK = +/- 12.000 BTU/h AC 2PK = +/- 18.000 BTU/h

Incoming search terms for the article:
• • • • • • • • • •

rumus ac btu ac cara menghitung kebutuhan AC menghitung kebutuhan ac perhitungan kapasitas ac cara menghitung kapasitas ac menghitung kapasitas ac rumus air conditioner rumus perhitungan ac perhitungan kebutuhan AC

welcome in my world
Just another Blogdetik.com weblog
• • •

Home About

Recent update
• • • •

bangga SISTEM PENANGKAL PETIR KELISTRIKAN CARA MENGHITUNG AC

• • • • • •

SISTEM PENDINGINAN AKTIF SISTEM PENCEGAHAN KEBAKARAN SISTEM PLAMBING dan SANITASI UTILITAS BANGUNAN TAHAP-TAHAP PERANCANGAN ARSITEKTUR PREAMBULE !!!

SISTEM PENANGKAL PETIR
Januari 24th, 2011 by imajinasi

PENANGKAL PETIR

LATAR BELAKANG : kondisi geografis wilayah Indonesia banyak sambaran petir Sambaran petir menimbulkan kerugian bagi manusia, bangunan, isi bangunan dan fungsi bangunan Dalam pemasangan, harus memperhatikan syarat dan estetika bangunan Petir mencangkup KILAT (LIGHTNING) dan GUNTUR (THUNDER)

gambar thunder Petir terkait dengan awan CUMULONIMBUS Instalasi penangkal petir berfungsi untuk “menangkap petir dan menyalurkannya ke tanah” Instalasi ini tidak mengurangi kemungkinan sambaran petir INSTALASI PENANGKAL PETIR : Terdiri atas : • SISTEM KONVENSIONAL .

detail spitch detail spitch detail bak kontrol .

• SISTEM NON RADIOAKTIF Terbagi atas : • • PENGHANTAR DI ATAS TANAH PENGHANTAR PEMBUMIAN PENGHANTAR DI ATAS TANAH : penghantar yang dipasang di atas atap. menyebar. melingkar) . besi beton konstruksi dan tiang metal lainnya PENGHANTAR PEMBUMIAN BERUPA : • ELEKTRODA PITA (tunggal. elektroda yang dipasang mendatar dan tiang logam lain yang dapat dimanfaatkan sebagai penghantar penyalur (utama dan pembantu) PENYALUR PEMBANTU : seperti talang logam. berupa elektroda metal yang dipasang tegak.

menara.• ELEKTRODA BATANG • • ELEKTRODA MENDATAR PEMBUMIAN PONDASI TIPOLOGI BANGUNAN YANG HARUS DIPASANG PENANGKAL : • Bangunan tinggi. cerobong .

2011 by imajinasi KELISTRIKAN Listrik merupakan suatu bentuk energi Pengetahuan kelistrikan bagi seorang perancang dapat melengkapi pengetahuan mengenai infrastruktur dan sistem mekanikal elektrikal PHASE = menghantarkan listrik NETRAL = yang mengembalikan laju hantaran listrik ISTILAH KELISTRIKAN : • • • PHASE NETRAL CIRCUIT BREAKER . gudang Bangunan publik Bangunan dengan fungsi khusus Bangunan terisolir pada lahan luas Posted in ARSITEKTUR | | | 0 Comments KELISTRIKAN Januari 24th.• • • • Bangunan penyimpan bahan mudah terbakar.

• • KABEL PENGHANTAR TRANSFORMATOR • GENERATOR SET .

accu dll UNSUR ARUS LISTRIK : • • • Kuat arus (I) : AMPERE Tegangan (V) : VOLT Daya (P) : WATT STANDART PERATURAN : PERATURAN UMUM INSTALASI LISTRIK Mengubah arus dari DC ke AC menggunakan INVERTER Mengubah arus AC ke DC menggunakan KONVERTER DISTRIBUSI ENERGI LISTRIK : . MACAM-MACAM ARUS LISTRIK : • • AC (ALTERNATING CURRENT / arus bolak-balik) DC (DIRECT CURRENT / arus searah) SUMBER ARUS LISTRIK : • • • PLN Genset Baterai.*syarat penting yang harus diikuti perancang kelistrikan adalah “beban antar phasa harus seimbang”.

3. dll PROSEDUR RANCANGAN KELISTRIKAN : • • • • Estimasi beban listrik Sesuaikan instalasi dengan standart utilitas kota Beban pengkondisian udara Pertimbangan letak. publik) dan perumahan SUMBER KELISTRIKAN (DI POWER HOUSE) : • • • Panel tegangan menengah TRANSFORMATOR Generator set (mesin diesel + ALTERNATOR) PEMBEBANAN : • • • • • PENERANGAN TATA UDARA ( beban mencapai 70 %) DAPUR Peralatan transportasi Peralatan komunikasi. Jaringan : Tegangan tinggi (150 kV – 70 kV) Tegangan menengah ( 20 kV) Tegangan rendah (220 V – 380 V) • Konsumen : besar (industri). tata suara. peralatan listrik . menengah (bangunan komersial.• Pembangkit (generator) dalam kapasitas sampai dengan MW (mega watt) • 1. 2. ukuran. alarm.

• • Biaya operasional Instalasi yang operasional (loss rendah) : Pengelompokan yang baik Sumber sedekat mungkin dengan alat yang baik Ukuran penghantar sesuai Pembatas daya yang sesuai Menyediakan peralatan pengatur beban Menyiapkan kontrol timer (otomatis) Posted in ARSITEKTUR | | | 1 Comments CARA MENGHITUNG AC Januari 24th.• • Pisahkan penerangan dengan daya Buat diagram listrik PERTIMBANGAN ENERGI LISTRIK : • • 1. 2. 4.5 – 3.5 m Misal kamar ukuran 3×4 m² : = (3×4) x 500 BTU/ hour = 12 x 500 . 3. untuk ruangan dengan tinggi standar 2. 2011 by imajinasi CARA MENGHITUNG KEBUTUHAN AC AC dihitung dalam satuan BTU (British Termal Unit) RUMUS : KEBUTUHAN AC = LUAS RUANGAN x KOEFISIEN 1 m² = 500 BTU/ hour.

temperatur = t◦.142 BTU 1 pk = 2546.07 = ……. pk KETERANGAN : p = panjang ruangan L = lebar ruangan T = tinggi ruangan 1 pk kompresor AC bisa menghasilkan 8000 – 10000 BTU/ hour STANDART KONVERSI BAKU : • • • 1 pk (paar de kraft) = 745 watt 1 watt = 3.kelembaban = ….% (50 – 80 .699 BTU/ hour SOAL CONTOH : Diketahui : ukuran ruangan = (H) x (L) x (W) • %) Kondisi ruang luar.= 6000 BTU/ hour 1 pk = 8000 – 10000 BTU/ hour 1 pk = 9000 BTU/ hour Dalam hitungan = 6000 BTU/ hour = 0.6667 pk. jadi disarankan menggunakan ¾ pk = 7000 BTU/ hour STANDAR PENGGUNAAN AC : Ruang dengan ukuran 3 x 3 m² = ½ pk Ruang dengan ukuran 4 x 4 m² = 1 pk Ruang dengan ukuran 4 x 6 m² = 1.5 pk Ruang dengan ukuran 3 x 4 m² = ¾ pk CARA LAIN : P x l x (T/3) x 0..

• Kondisi ruang dalam.16 BTU/ hour/ m² ⁰ F x (t⁰-t1) 3.31 .( *catatan : untuk Indonesia t⁰t1 = 5⁰F) 4.m² x 11.m² x 400 BTU/ hour/ m² Timur =…..4 BTUh =….m² x 2. BEBAN ATAP = ….m² x 2. • • • • 2. BTUh BEBAN LATENT ORANG = okupasi x 250 BTUh =…… BTUh BEBAN LAMPU TL = jumlah watt lampu x 1. m Tinggi jendela = …… m Okupasi ruang = beban brutto/ orang JAWAB : 1. BTUh 5.25 x 3.5 BTUh.. kelembaban = …% (50 – 80 %) • • • • Eksterior ruang = kaca Tinggi plafond = …. m² x 800 BTU/ hour/ m² = …… BTUh Selatan =…. temperatur = t1.m² x 900 BTU/ hour/ m² Barat = ….m² x 1000 BTU/ hour/ m² BEBAN KALOR OLEH TRANSMISI BIDANG DINDING Utara = ….m² x 2.15 BTU/ hour/ m² ⁰F x (t⁰-t1) = … BTUh Selatan =…. • • • • BEBAN KALOR MELAUI BIDANG KACA (BEBAN SENSIBLE) Utara = ….m² x 2..15 BTU/ hour/ m² ⁰ F x (t⁰-t1) Timur =….. BEBAN SENSIBLE ORANG = okupasi x 200 BTUh = …. VENTILASI / INFILTRASI : CFM = (H) x (L) x (M) x AC x 35.15 BTU/ hour/ m² ⁰ F x (t⁰-t1) Barat =….

R = refrigerant MENGHITUHG DAYA LISTRIK : 1 ton R = 1.4 gr/lb)x 0.BTUh AC = air charger / hour = 2 6.60 Keterangan : H = height L = length BEBAN KALOR INFILTRASI UDARA LUAR : • • • BEBAN SENSIBLE = CFM x (t⁰-t1) x 0.67 = ….. BTUh • 1 ton R = 12000 BTUh • Kapasitas AC = TOTAL BEBAN PENDINGIN = …… ton R 12000 • Atau cara lain : TOTAL TON R / jumlah lantai x t luas lantai / 100 = ….67 = … BTUh BEBAN LATENT = CFM x perbedaan specific humidity Humidity = 0% . TOTAL BEBAN PENDINGIN = (1) + (2) + (3) + (4) + (5) = ….50% = 40 % = (0. ton R / 100 m³ • 7.25 kW TOTAL DAYA LISTRIK = TOTAL TON R x 1..15 kW Posted in ARSITEKTUR | | | 0 Comments .

SISTEM PENDINGINAN AKTIF Januari 24th. 1. contoh : melihat kondisi langit TIER 3 : COOLING EQUIPMENT : REFRIG MACHINE and DUCTS B. • • • 2. contoh : penggunaan bukaan yang banyak RADIANT. • • • 3. contoh : disemprot air CONVECTIVE . 2011 by imajinasi PENDINGINAN AKTIF • • • • A. • ACTIVE COOLING DESIGN PRINCIPLES DESIGN GUIDELINES Temperatur ideal di Indonesia = 26⁰ C COOLING (PENDINGINAN) : TIER 1 : SHADING EXTERIOR COLOR INSULATION. contoh : penggunaan aluminum foil pada atap TIER 2 : EVAPORATIVE . HEAT LOAD IN BUILDING : .

C. COMPRESSION REFRIGERATION : . THE WAY REMOVING HEAT FROM BUILDING PRINSIP PENDINGINAN AKTIF : PENDINGINAN TANPA TERGANTUNG OLEH WAKTU D.

ABSORPTION REFRIGERATION : pendinginan dengan bantuan “PANAS” COOLING SYSTEM : • • DIREST REFRIGERANT SYSTEM : dilewatkan di suhu dingin ALL.E.WATER SYSTEM COMBINATION AIR – WATER SYSTEM ALL.WATER SYSTEM : .AIR SYSTEM : pemakaian ducting (pipa) • • ALL .

V = Constant Air Volume ( untuk mesin AC) V. 3. SMALL BUILDING : THROUGH THE WALL UNIT (AC SPLIT) 2.multizone. 4.double. HEATPUMP SYSTEM) C.A.V) 2.V = Variable Air Volume (untuk volume udara) V.V. ALL WATER SYSTEM (INDUCTION SYSTEM) 3.A.A. • PACKAGE SYSTEM SPLIT DUCT DUCTLESS LARGE. ALL AIR SYSTEM (C. WATER LOOP.V-SINGLE.R.terminal reheat.A.COMBINATION AIR – WATER SYSTEM APLICATION : • 1.V = Variable Refrigerant Volume (untuk volume refrigerant) • DISPOSITION : . ALL WATER SYSTEM (FAN-COIL SYSTEM. MULTISTROY BUILDINGS : 1.

• • • • SIZING (6-9% total luas) LOKASI : MER (CENTRAL. OTTV : Overall Thermal Transfer Value • EFFECTIVE ORIENTATION : • MINIMIZING INTERNAL HEAT LOAD (meminimalisasi penghuni dan peralatan) • • Memilih sistem pendinginan yang benar SYSTEM INTEGRATION DESIGN GUIDELINES : • • 1. ADOPT CORRECT OTTV FOR ENERGY CONSERVATION. BASEMENT. 2. INTERMEDIATE. OUTDOOR NOISE REDUCTION DUCT DESIGN KONDISI IKLIM POLA PENGHUNI SPESIFIKASI BANGUNAN YANG MENGGUNAKAN VENTILASI ALAM : • MASSA BANGUNAN TIPIS .CENTRAL STATION SYSTEMS : komponennya terpusat (biasanya menggunakan ALL-AIR SYSTEM / ALL WATER) • DESIGN PRINCIPLES : 1. SURFACE-TO-VOLUME RATIO (perbandingan permukaan dan volume paling kecil) 2. PERIMETER) ROOF.

2011 by imajinasi PREDIKSI ANCAMAN BAHAYA KEBAKARAN : • WAKTU : tidak terprediksi • TINGKAT KEBAKARAN : api dini (IGNITION) dan api besar (CONFLAGRATION) • SUMBER API : listrik. RADIASI (melaui pancaran / terjadi peningkatan suhu pada bahan bakar kebakaran) POKOK PERHATIAN : • FIRE HAZARD : semua aktifitas dalam bangunan yang potensial memicu kebakaran ( aktifitas manusia dan komponen gedung) • Di dalam perencanaan sistem pemadaman api dilakukan pendaerahan / zoning / KOMPARTEMENTASI . EXPLOSIVE • 1. 2.• • MEMILIKI CROSS VENTILATION PLAFON TINGGI SPESIFIKASI BANGUNAN YANG MENGGUNAKAN VENTILASI BUATAN : • • • MASSA BANGUNAN TERATUR SEJAJAR DENGAN ANGIN PLAFON RENDAH Posted in ARSITEKTUR | | | 0 Comments SISTEM PENCEGAHAN KEBAKARAN Januari 24th. COMBUSTIBLE (mudah terbakar habis). POLA PENJALARAN : KONDUKSI (melalui bahan bakar api) KONVEKSI (melalui udara panas) 3. FLAMABLE (mudah menyala).

5. Bahan bakar dihidupi oleh oksigen. 4.• FIRELOAD : semua bahan / isi bangunan yang potensial menjadi bahan bakar api • • 1. KONSEP PREVENTIF : • KEMUDAHAN PENCAPAIAN . 2. 3. FIRELOAD menentukan kelompok resiko kebakaran JENIS MATERIAL : COMBUSTIBLE FLAMABLE EXPLOSIVE Material struktur Material finishing KRITERIA PERENCANAAN : • • • • • • • • • Keselamatan jiwa penghuni. jenis. ekonomi) Kelompok resiko kebakaran DEFINISI KEBAKARAN : Terbakarnya suatu objek penting akibat adanya api / percikan api yang dibangkitkan sumber api. dan gedung lain Evakuasi Kendala sistem deteksi Kendala sistem pemadaman Kemudahan akses PMK Jumlah. sosio. isi gedung. dan sifat penghuni serta isi gedung Luas lantai dan ketinggian gedung Kondisi lingkungan (densitas.

pemisahan dengan struktur dan bahan bangunan : dinding.• JARAK BANGUNAN • KOMPARTEMENTASI : pemisahan FIRELOAD dengan FIRE HAZARD. PENANGGULANGAN / PROTEKSI PASIF : • • • • Tangga darurat (penempatan) Pintu darurat / jalan keluar (EXIT) HELIPAD Sirkulasi untuk memudahkan PMK masuk PENCEGAHAN YANG DILAKUKAN MELALUI UNSUR BANGUNAN : • • • Unsur-unsur bangunan (bahan) Aspek arsitektonis Struktur PENCEGAHAM AKTIF : • • • • Sistem deteksi Alarm kebakaran Sprinkler otomatis HYDRANT SYARAT PINTU KEBAKARAN : • • • Jarak antar EXIT tidak boleh lebih dari ½ diagonal Konstruksi tahan api minimal 1 jam Tidak boleh ada koridor buntu . atap . lantai. dll.

BEBAN PENGHUNI < 500 > 500 > 1000 JUMLAH EXIT 2 3 4 HELIPAD : • • • • Digunakan untuk bangunan > 60 m Tujuan untuk “RESCUE” bukan untuk umum Lingkungan ketinggian elemen perlu dilihat Syarat dan struktur harus dilihat HAL-HAL YANG MENYULITKAN PMK MASUK : • • • • Jalan masuk gedung tinggi dan curam Gedung dekat dengan tiang listrik Gedung memiliki kanopi yang panjang Bentuk gedung berpodium SISTEM PASIF (TUJUAN) : • • Pertahanan dari HEAT ENERGY IMPACT Menghindarkan penyebaran api Posted in ARSITEKTUR | | | 0 Comments SISTEM PLAMBING dan SANITASI Januari 24th. 2011 by imajinasi PLAMBING : untuk air bersih SANITASI : untuk pembuangan (cair dan padat) .

saluran vertikal • LAVATORI : wastafel • URINAL : pembuangan air kencing pria • BIDET : pembuangan air kencing wanita .PLAMBING : penyediaan air bersih yang dikehendaki dengan tekanan dan debit yang cukup SANITASI : membuang atau pengeluaran air kotor dari tempat tertentu tanpa mencemarkan bagian lainnya. PERALATAN SANITER : • SHAFT : lubang di lantai yang digunakan untuk saluran .

3. 4. JENIS DAN PERALATAN PLAMBING : 1. 2. PIPA SANITASI digunakan hanya separuh dari pipa.• FLOOR DRAIN : pembuangan air di kamar mandi PIPA AIR BERSIH harus diisi penuh dengan air. • • • • Peralatan Air Minum Peralatan Air Panas Peralatan Pembuangan dan Vent Peralatan Saniter ( Plumbing Fixture) : Peralatan Pemadam Kebakaran Peralatan Pengolahan Air Kotor Peralatan Penyediaan Gas Peralatan Dapur Besar .

tidak berwarna. tidak berbau. SYARAT DAN MUTU BAHAN : • Tidak menimbulkan gangguan kesehatan atau akustik dan radiasi • Permukaan halus dan tahan korosi ( sesuai jenis dan karakteristik fluida) • Bebas kerusakan mekanis UNDANG-UNDANG. volume. PERATURAN dan STANDART : • Pedoman Plambing Indonesia (DIRJEN CIPTA KARYA) PROSEDUR PERENCANAAN : • Rancangan konsep (jenis/ denah/ jumlah penghuni) • Penelitian Lapangan (topografi. Mempunyai suhu berkisar 10⁰-25⁰ C Memenuhi syarat kesehatan SUMBER AIR BERSIH : PDAM dan air tanah SUMBER AIR TANAH DIBEDAKAN : • SUMUR GALIAN BIASA kedalaman antara 5 – 15 m . jarak ruang terbuka dengan sekelilingnya) • • Pra rancangan (dimensi. dan tidak berasa. alur ) Rancangan Pelaksanaan AIR BERSIH : AIR DINGIN dan AIR PANAS SYARAT FISIK AIR MINUM : • • • Jernih bersih.• Peralatan Pencucian (laundry) • Peralatan Air Pendingin (CHILER) dan berbagai pipa instalasi lainnya.

memasak FIRE FIGHTING : hose reel. industrial process water Contoh industri yang menggunakan air dalam jumlah besar : pabrik pengalengan ikan TABEL KEBUTUHAN AIR LUAS LANTAI (m²) APARTEMENT JUMLAH AIR 20 l . sprinkler. hydrant • ENVIROMENTAL PLANT : air washing. evaporate cooling.• • SUMUR POMPA dengan MESIN kedalaman antara 16 – 40 m SUMUR POMPA dengan SEMI DEEP WELL kedalaman 50 – 100 m • SUMUR POMPA dengan MESIN DEEP WELL kedalaman lebih dari 100 m KEBUTUHAN AIR BERSIH : • • DOMESTIC (rumah tangga) : minum. cooling tower (AC) • • EXTERNAL : garden house sprinkler. car wash MANUFACTURING : process cooling.

KANTOR HOTEL 10 l 30 l Untuk menghitung kebutuhan air : luas lantai bangunan x standart jumlah air Cara lain : BANGUNAN APARTEMENT HOTEL KANTOR BIOSKOP RUMAH SAKIT UNIT Per orang Per orang Per orang Per kursi Per tempat tidur (bed) STANDART 135 l – 225 l 185 l – 225 l 70 l – 90 l 45 l 280 l – 470 l Untuk menghitung kebutuhan air : jumlah unit x standart jumlah air SISTEM PEMIPAAN AIR BERSIH : • • SISTEM HORIZONTAL SISTEM VERTIKAL SISTEM HORIZONTAL : • murah Kerugian : rawan macet • Pemipaan yang melingkar atau membentuk ring (LOOPING) pemipaan menuju satu titik akhir (END FEEDING) Keuntungan : pipa sedikit.sedikit maintanance . biaya Keuntungan : tidak rawan macet. rawan macet.

agak mahal SISTEM VERTIKAL : • POMPA LANGSUNG (UPFEED) Keuntungan : menjamin tekanan dan volume air Kerugian : pemakaian listrik besar • GRAVITASI (DOWN FEED) Keuntungan : pemakaian listrik kecil Kerugian : tekanan tidak tetap PENYIMPANAN AIR BERSIH : Terbagi atas : • GROUND RESERVOIR.02 .015 – 0.Kerugian : pipa banyak. bahan dan persyaratan • TANGKI AIR (di atap).015 – 0.012 – 0. tempat pengurusan.01 0.02 0.015 0. yang harus dipertimbangkan : harus berbahan ringan seperti fiberglass TABEL UNTUK MENGHITUNG JUMLAH TANDON DOMESTIK : LUAS LANTAI (m²) APARTEMENT HOTEL PUSAT PERBELANJAAN PERKANTORAN RUMAH SAKIT STANDART 0.006 0.005 – 0. yang harus dipertimbangkan : lokasi tempat. tempat ruang pompa.008 – 0.

untuk melihat air muka tertinggi. kemiringan talang0. sudut sambungan < 90⁰ • Air kotor / kotoran : dihubungkan ke septic tank. SEWAGE TREATMENT PLAN (STP): melakukan proses pemaksaan proses demineralisasi dengan menggunakan zat kimia.5 – 1% • Air limbah (limbah dapur yang mengandung minyak) : harus ditampung dulu di GREASE TRAP (perangkap lemak) • Air hujan : diameter talang vertikal minimal 3”.Untuk menghitung jumlah tandon domestik : luas lantai (m²) x standart AIR PANAS ( mandi dan cuci tangan ) ALAT YANG DIGUNAKAN : • • • Pemanas dengan gas Pemanas dengan listrik Pemanas dengan energi surya (radiasi matahari) SISTEM : • • BRANCH SYSTEM LOOPED SYSTEM (untuk bangunan publik) Air panas tidak boleh memakai pipa besi.5 – 1 % Pembuatan pipa septic tank dibuat pada musim hujan terderas. Normalnya . kemiringan pipa 0. 4 m. tetapi “POLYPROPILEN” tebal bukan PVC AIR BUANGAN : • Air bekas buangan (bekas cucian dan mandi) : menggunakan PVC max.

RUMUS MENGHITUNG VOLUME SEPTIC TANK : VOLUME AIR KOTOR + VOLUME LUMPUR SEPTICTANK CONTOH SOAL : rumah tinggal berpenghuni 5 orang. produk lumpur 30 l/orang/tahun. dengan STP cukup 2 jam saja.11 m³ SALURAN AIR HUJAN / PEMATUSAN / DRAINASE : Saluran pematusan merupakan bagian dari saluran air kotor khususnya yang mengalirkan air hujan dari talang vertikal. closet digunakan 4 kali sehari. talang horizontal dan saluran air hujan pada halaman rumah tinggal.proses demineralisasi (penguraian) berlangsung selama 24 jam. JAWAB : Volume air kotor = (5×4)x(8×2) = 360 l / hari Volume lumpur = 5×30×5 = 750 l / 5 tahun Jadi volume septic tank = 360+750 = 1110 l = 1. Saluran air hujan dialirkan ke saluran kota. volume tangki 8 l (2 kali siram). . Pengurasan septic tank dilakukan per 5 tahun.

PERANCANGAN UTILITAS : • PLAMBING dan SANITASI • KELISTRIKAN / PENERANGAN • Pencegahan Kebakaran • TATA UDARA / Ventilasi Mekanis • KOMUNIKASI • TATA SUARA • Transportasi (Horizontal dan Vertikal ) • SEKURITI • Pembuangan Sampah • Penangkal Petir • Saluran Air Hujan (DRAINASE) Istilah lain dalam UTILITAS bangunan : • BUILDING SERVICE • MECHANICAL ELEKTRIKAL PLUMBING (M. kalau penuh baru di salurkan ke saluran kota Posted in ARSITEKTUR | | | 0 Comments UTILITAS BANGUNAN Januari 24th. dan MOBILITAS.P) ARSITEKTUR – STRUKTUR KONSTRUKSI – UTILITAS merupakan satu kesatuan dalam pembangunan.FAKTOR YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN DI DALAM DESAIN SAL. AIR HUJAN : • • • • Permukaan air tertinggi Jumlah maksimum air hujan yang terjadi Panjang pipa pembuangan Batasan atau hambatan dalam perencanaan Saluran air hujan lebih baik ditampung di sumur resapan. 2011 by imajinasi Unsur-unsur utilitas bangunan : KENYAMANAN. KOMUNIKASI. UTILITAS terdiri dari 3 komponen : • • • SUMBER JARINGAN KELUARAN / OUTLET . KESEHATAN.E. KESELAMATAN.

sebelum melaksanakan pembangunan tentunya harus melalui tahap-tahap perancangan. contoh : MUSEUM GOERGE POMPIDOU di Prancis GEDUNG LLOYD OF LONDON SUMBER : contoh : pompa air. ducting (ventilasi mekanis) KELUARAN : contoh : AC. pompa pemadam kebakaran JARINGAN : contoh : kabel. antara lain : • SURVEY LOKASI : untuk mengetahui kondisi awal site : bagian dari gagasan yang akan dikembangkan • KONSEP IDE atau dibuat desain • GAMBAR PRARANCANGAN : gambar denah. tampak. semua peralatan saniter Posted in ARSITEKTUR | | | 0 Comments TAHAP-TAHAP PERANCANGAN ARSITEKTUR Januari 24th. 2011 by imajinasi Sebagai arsitek. Ada beberapa bangunan yang membuat komponen utilitas menjadi elemen estetika. lampu .sebuah profesi yang menitikberatkan pada desain dan rancang bangunan.Komponen utilitas “TIDAK DITAMPAKKAN” tapi terasa manfaatnya. saluran. dan potongan yang merupakan ide awal .

tampak dan perspektif 3D yang disetujui oleh owner atau final drawing • GAMBAR KERJA / DED (Detail Engineering Design) : gambar untuk pedoman pelaksanaan kerja di lapangan dimana gambar tersebut adalah detail dari gambar rancangan MACAM-MACAM ISTILAH DI DALAM ARSITEKTUR : • LAY OUT : denah + lingkungan sekitar • SITEPLAN : tampak atas utuh beserta atapnya + bayangan pada gedung • DENAH : gambar dari atas yang dipotong 1 meter dari tanah .• GAMBAR RANCANGAN : gambar denah.

• TAMPAK / TAMPANG : gambar yang memperlihatkan muka bangunan (2D) • POTONGAN / IRISAN : gambar yang memotong bangunan melintang atau membujur .

• GAMBAR 3D : 1. Gambar INTERIOR . Gambar EKSTERIOR NORMAL 2. Gambar EKSTERIOR ATAS 3. dimensi.tebal/tipis garis.• DETAIL : gambar yang rinci / lebih detail dari sebelumnya (memperlihatkan bahan. karakter bahan.

Untuk mengetahui dimensi ketinggian bangunan 2. atap. Untuk mengetahui konstruksi bangunan : kuda-kuda. bukaan. dll). dll. contoh : stirofoam. perabot. Untuk mengetahui struktur bangunan : dimensi. kertas maket. pondasi. Untuk mengetahui fungsi ruang dalam bangunan 3. • TAMPAK : Untuk mengetahui muka atau wajah bangunan (warna. FUNGSI GAMBAR DED : • DENAH : 1. • dll. Gambar PERSPEKTIF • MAKET : permodelan mini dari desain bangunan yang terbuat dari bahan yang bermacam-macam. .4. icefoam. Untuk mengetahui tata letak 2. dan bukaan. POTONGAN : 1.

com WordPress.Posted in ARSITEKTUR | | | 0 Comments PREAMBULE !!! Januari 24th. 2011 by imajinasi helo..untuk kesekian kalinya saya membuat blog dan ini adalah blog kesekian yang saya punya.org Copyright (c) 2007 welcome in my world. ENJOY FULL IT !! Posted in ARSITEKTUR | | | 0 Comments þÿ Categories • ARSITEKTUR (10) Archives • • Februari 2011 Januari 2011 Blogroll o o WordPress. Powered by WP and primitivo theme designed by globalwarming awareness2007. • • Blogdetik.com Daftar Blog þÿ Web blogdetik .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->