RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH

ELK-DAS.25 40 JAM

R1

R3

V1

I1

R2

I2

V2

Penyusun : TIM FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
EDISI 2001

KATA PENGANTAR

Modul merupakan

dengan bahan

judul

“RANGKAIAN digunakan

LISTRIK sebagai

ARUS panduan

SEARAH” praktikum

ajar

yang

peserta diklat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk membentuk salah satu bagian dari kompetensi Penerapan Konsep Dasar Elektro, Bidang Keahlian Teknik Elektro. Modul ini merupakan penerapan dari hukum-hukum kelistrikan, serta memuat kajian atau teori dalam menganalisa rangkaian. Kegiatan Belajar 1 membahas tegangan dan daya listrik, yang mempunyai 4 sub pokok bahasan yaitu aplikasi hukum Kirchoff, daya listrik arus searah, energi listrik arus searah dan Perubahan energi listrik menjadi panas. Kegiatan Belajar 2 membahas teori Superposisi, Thevenin dan Norton. Sedangkan Kegiatan Belajar 3 dan 4 membahas analisis rangkaian listrik arus searah yaitu analisis loop pada Kegiatan Belajar 3 dan analisis simpul pada Kegiatan Belajar 4. Selanjutnya Kegiatan Belajar 5 membahas gejala transien yang terdiri dari pengisian dan pengosongan kapasitor. Rangkaian ini merupakan akhir dari pembahasan rangkaian listrik arus searah. Modul ini terkait dengan modul lain yang membahas fisika dasar dan hukum kelistrikan sehingga sebelum menggunakan modul ini peserta diklat diwajibkan telah memahami modul tersebut.

Yogyakarta, Nopember 2001 Penyusun. Tim Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta

ii

DESKRIPSI JUDUL RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH merupakan modul teori dan atau praktikum yang memuat penerapan dari hukum-hukum

kelistrikan, serta memuat kajian atau teori dalam menganalisa rangkaian . Modul ini terdiri atas 5 (lima) kegiatan belajar yang mencakup tegangan dan daya listrik, cara – cara menganalisis rangkaian listrik arus

searah seperti teori Thevenin, Superposisi, Norton, analisis loop dan analisis simpul, serta rangkaian transien terutama rangkaian RC yang banyak aplikasinya dalam praktek seperti pengisian dan pengosongan kapasitor. Dengan menguasai modulini diharapkan peserta diklat mampu menganalisis rangkaian listrik arus searah dan menerapkannya dalam praktek.

iii

PETA KEDUDUKAN

iv

PRASYARAT

Untuk

melaksanakan

modul

RANGKAIAN

LISTRIK

ARUS

SEARAH memerlukan kemampuan awal yang harus dimiliki peserta diklat, yaitu : • • Peserta diklat telah memahami konsep dasar fisika teknik. Peserta diklat telah memahami komponen-komponen dasar

kelistrikan, seperti sumber tegangan, komponen pasif. • • Peserta diklat telah memahami hukum-hukum kelistrikan. Peserta diklat dapat menggunakan alat ukur analog.

v

................................................................................................................................................. Tujuan Akhir . PRASYARAT DAFTAR ISI ........................................... Lembar Informasi ....................................................................................................... KEGIATAN BELAJAR 3 ......................................... KATA PENGANTAR .... 1.............................................................................. Kesehatan dan Keselamatan Kerja .................... DESKRIPSI JUDUL ................................................................................ TUJUAN ..................................................................................................................................................... i ii iii iv v vi viii ix x x x 1 1 5 5 5 8 10 10 14 14 14 16 18 18 20 20 21 22 PERISTILAHAN/ GLOSSARY .................................. Lembar Latihan ........ KEGIATAN BELAJAR 1 ............ Lembar Kerja ... Tujuan Antara .................................................... Lembar Kerja .................................................................. Langkah Kerja . KEGIATAN BELAJAR 2 ............ .......................................................... vi ........................................................................................................................................................................................................................................................................ Lembar Informasi ..................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... Lembar Latihan ............................. Langkah Kerja .................................................................... Kesehatan dan Keselamatan Kerja ........................................................................................................................ Lembar Kerja ............................................................................ Langkah Kerja .....DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ............. 2....................... Lembar Latihan ............................................................................................................................................................................. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL ... Lembar Informasi ............ PETA KEDUDUKAN MODUL ............................................................................................... Kesehatan dan Keselamatan Kerja ...................................................................................................................

................................................................................................................................................................................................................................................................................. Lembar Informasi ............... LEMBAR KUNCI JAWABAN ................................................................ Langkah Kerja ..................................................................................... vii ................................. Kesehatan dan Keselamatan Kerja ................ KEGIATAN BELAJAR 5 ............. Kunci Jawaban Kegiatan Belajar 3 .....KEGIATAN BELAJAR 4 ................ Kunci Jawaban Lembar Evaluasi ...................................................................................... Lembar Latihan .................................................................................................................................... 23 23 26 27 27 28 29 29 35 36 36 38 40 43 43 43 43 44 44 46 47 Lembar Kerja .............................................................. Langkah Kerja ................................................ Lembar Informasi ................................... Kesehatan dan Keselamatan Kerja .............................................................................................................................................................................. Kunci Jawaban Kegiatan Belajar 4 ............................................. Lembar Kerja .............. LEMBAR EVALUASI .................................................................................. Kunci Jawaban Kegiatan Belajar 1 .................................................... DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ Lembar Latihan ........................................................................................................................................................................ Kunci Jawaban Kegiatan Belajar 5 ............................. Kunci Jawaban Kegiatan Belajar 2 .........

viii .PERISTILAHAN / GLOSSAARY Kapasitansi merupakan sifat suatu alat/komponen/bahan yang bila dihubungkan dengan sumber listrik akan mempercepat arus listrik yang mengalir pada bahan tersebut serta menggeser tegangan tersebut terhadap arus yang melewatinya. maka perubahan tersebut sebanding dengan tegangan dan arus ketika belum diubah. Rangkaian linier yaitu suatu rangkaian yang apabila sumber tegangan atau arus yang mengenainya diubah.

kemudian tentukan batas alat yang digunakan. 8. 7. Kembalikan semua peralatan praktik yang digunakan. 5.PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL Langkah-langkah yang harus dilakukan uantuk mempelajari modul 1. Konsultasikan rangkaian kepada instruktur sebelum dihubungkan ke sumber tegangan. Hati-hatilah selama melaksanakan praktik. Dalam mempersiapkan alat untuk praktek hitunglah dulu besaranbesar dalam rangkaian. Persiapkan alat dan bahan yang digunakan pada setiap kegiatan belajar. ix . Rakitlah setiap komponen sesuai dengan gambar rangkaian yang diberikan pada setiap kegiatan belajar. Ceklah kembali rangkaian yang sudah dibuat. 6. Pelajari dengan baik lembar informasi sehingga konsep dan persamaan-persamaan dapat dipahami dengan baik. 3. 2. 4.

dan daya yang diserap tiap tahanan. arus dari setiap cabang rangkaian. Peserta diklat mampu menuliskan persamaan arus dalam suatu titik cabang.TUJUAN 1. teori Thevenin dan teori Norton. Peserta diklat mampu menghitung konstanta waktu rangkaian RC tegangan pengisian kapasitor. Tujuan Antara § § § § § § § § Peserta diklat mampu menganalisis rangkaian listrik arus sederhana dengan menggunakan hukum Kirchoff. arus yang mengalir pada setiap cabang. Peserta diklat mampu menghitung arus dan daya dengan analisis loop. Tujuan Akhir Setelah mempelajari modul ini peserta diklat memiliki kemampuan menganalisis rangkaian listrik arus searah dan menerapkannya dalam praktek. serta arus pengosongan kapasitor. 1. arus pengisian kapasitor. Peserta diklat mampu menganalisis rangkaian menggunakan teori superposisii. Peserta diklat mampu menghitung tegangan titik simpul. tegangan pengosongan kapasitor. Peserta diklat mampu menuliskan persamaan tegangan dalam loop tertutup. x . Peserta diklat mampu menghitung arus loop.

R1 R2 + - R3 Gambar 1. Penerapan Hukum Ohm dan Kirchoff Untuk menghitung besar arus atau tegangan pada suatu rangkaian sederhana dapat menggunakan hukum ohm dan hukum Kirchoff secara bersama–sama.KEGIATAN BELAJAR 1 TEGANGAN DAN DAYA LISTRIK Lembar Informasi 1. Berdasarkan rangkaian di atas hukum Kirhhoff II persamaan tegangan dapat ditulis sebagai berikut : − V + IR1 + IR 2 + IR3 = 0 IR1 + IR 2 + IR 3 = V I= I (R1 + R 2 + R 3 ) = V V R1 + R 2 + R 3 1 . tegangan pada masing-masing tahanan adalah sebagai berikut : R1 disebut VR1 = IR1 R2 disebut VR2 = IR2 R3 disebut VR3 = IR3 Berdasarkan hukum Kirchhoff II tentang tegangan bahwa jumlah tegangan dalam rangkaian tertutup sama dengan nol. Sebagai contoh perhatikan rangkaian pada Gambar 1 di bawah ini. Contoh Rangkaian Menurut hukum ohm.

Rangkaian pembagi Gambar 2. Rangkaian Pembagi Tegangan Besarnya arus yang mengalir dalam rangkaian adalah : I= V R1 + R 2 Tegangan pada R2 adalah : V2 = I ⋅ R 2 = V2 = V ⋅ R2 R1 + R 2 R2 •V R1 + R 2 Dengan cara yang sama tegangan pada R1 diperoleh V1 = R2 R1 + R 2 2 . I Tegangan yang sederhana dapat ditunjukkan oleh + R1 V1 - R2 V2 Gambar 2. Rangkaian Pembagi Tegangan Dalam rangkain listrik arus searah untuk meperoleh suatu tegangan tertentu dapat menggunakan suatu kombinasi tahanan tertentu .2. rangkaian seperti ini disebut rangkaian pembagi tegangan.

Rangkaian Pembagi Arus Dalam rangkaian pembagi tegangan tahanan disusun secara seri.3. sedangkan dalam rangkaian pembagi arus tahanan disusun secara paralel. Rangkaian pembagi arus ditunjukkan oleh Gambar 3. Gambar Rangkaian Pembagi Arus Persamaan-persamaan adalah sebagai berikut : yang didapatkan dari rangkaian di atas V = I1 ⋅ R1 = I 2 ⋅ R2 V =I⋅ R1 R 2 R1+ R 2 V1 = R1 ⋅V R1 + R 2 R1 R 2 R1 + R 2 R1 R 2 R1 + R 2 R ek = I1 = I2 = R1 R 2 R 1+R 2 I1R1 = I I 2R 2 = I R2 ⋅I R1 + R 2 R1 ⋅I R1 + R 2 Jika dinyatakan dalam konduktansi (lihat Gambar 4) I1 = I2 = G1 I G1 + G2 G2 I G1 + G 2 I1 G1 I2 G2 Gambar 4. Rangkaian dengan Konduktansi. 3 . I I1 V R1 I2 R2 Gambar 3.

t = I2 R T = (V2 / R) . Besar energi listrik yang disalurkan sama dengan daya dikalikan waktu. t = V2/R Dalam Sistem Internasional satuan daya adalah watt. Daya dan Energi Arus Searah Jika suatu sumber tegangan V diberikan beban R sehingga arus yang mengalir pada I. I = I2 .4. maka sumber tegangan menyalurkan daya listrik sedangkan R menyerap daya listrik .I. I` = I2 R Jika I diganti dengan V/R pada persamaan P =V. maka jika V diganti dengan IR diperoleh : P = IR .t =V. Kedua daya ini besarnya sama Perhatikan Gambar 5 di bawah ini. satuan waktu adalah detik sehingga satuan energi (W) adalah Watt detik = joule Dalam sehari – hari satuan energi listrik dinyatakan dengan kwh (kilo watt jam) 1 kwh = 3. W W =P. Besarnya Daya I V R P=V. Rangkaian Dengan Sumber Tegangan V dengan Beban R Karena V = I .I = V . R .I P = daya (watt) V = tegangan (volt) I = arus (ampere) Gambar 5.6 x 106 joule 4 . V/R sehingga diperoleh P = V . R = V2 / R Energi listrik yang disalurkan oleh sumber tegangan sama dengan energi listrik yang diserap oleh R .

................... Jangan menghubungkan ke sumber tegangan sebelum rangkaian benar! 2.... Stop Watch.. 7......... Tahanan 100 Ω .. Letakkan peralatan pada tempat yang aman dan mudah diamati! 5........................... Multimeter. Gelas Ukur ........... Power supply dc 0 – 20 V................... Kabel penghubung ............................................ Saklar............................. Posisi power supply dalam kondisi minimum! Langkah Kerja Percobaan I (Pembagi Tegangan dan Arus) 1.................... Setelah rangkaian benar tutuplah saklar dan aturlah tegangan seperti Tabel 1 beikut! Catatlah besar arus yang mengalir serta ukur tegangan pada R1 dan R2 pada setiap perubahan tegangan! 1 buah 3 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah secukupnya 5 ........ Ampere meter DC......................... 3....... Pemanas Air 220 V / 250 watt. 4...Lembar Kerja Alat dan Bahan 1......................... 11......................... Buatlah rangkaian seperti Gambar 6 berikut! 2.............................................. 5 watt. 5 watt........................................................ Perhatikan batas ukur dari alat-alat ukur dan kemampuan dari tahanan! Arus yang mengalir pada alat ukur tidak melewati batas ukur dan diluar kemampuan arus maksimal pada tahanan! 4.................. Jangan memasang alat ukur dengan polaritas yang salah! 3............... Tahanan 200 Ω . 5................................................ 8..................... 9...................... Perhatikan polaritas dari sumber tegangan dan alat-alat ukur.......... 10..... 2....................................................................................... 6................. Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1............................................................................ Termometer ..

Lanjutkan dengan percobaan ke-2! 6 . Hitunglah besar arus pada setiap perubahan tegangan berdasarkan teori lalu bandingkan dengan hasil pengukuran! 7. V2 berdasarkan teori dan bandingkan hasilnya dengan hasil pengukuran! 4. Buatlah rangkaian seperti Gambar 7 di bawah ini! A I1 A 100 Ω R1 R2 A 200 Ω I2 I V1 V2 Gambar 7. Catatlah I. Rangkaian Percobaan Pembagi Arus 5. Pengamatan Rangkaian Pembagi Tegangan V 3 6 9 12 3.A S V R1 100 Ω 200 Ω R2 Gambar 6. Hitunglah besar arus dan tegangan V1. I1 dan I2 pada setiap perubahan tegangan! 6. Rangkaian Percobaan Pembagi Tegangan Tabel 1. Setelah rangkaian benar tutuplah saklar dan aturlah tegangan seperti pada Tabel 2.

Pengamatan Perubahan Suhu Tiap Waktu Waktu (menit) Suhu (0C) 0 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30 6.2 A! 5. Catatlah suhu air setiap variasi waktu seperti Tabel 3 di bawah ini! Tabel 3.Tabel 2.2 A 4. V ( volt ) 2 4 6 8 10 12 Percobaan II (Perubahan Energi Listrik Menjadi Panas) 1. Rangkaian Percobaan Perubahan Energi Listrik Menjadi Panas 3. Buatlah rangkaian seperti Gambar 8 di bawah ini! S A I ( mA ) I1 I2 V V Pemanas Gambar 8. Aturlah tegangan hingga amperemeter menunjukkan nilai 0. kemudian masukkan pemanas ke dalam air dan ukurlah suhu air! 2. Pengamatan Rangkaian Pembagi Arus. Hidupkan stop watch sacara bersamaan saat arus menunjukkan 0. Dengan menggunakan persamaan sebagai berikut! 7 . Isilah gelas ukur dengan air sebanyak 100 ml.

I1.5 ohm. Dua buah tahanan 50 ohm dan 100 ohm disusun seri dihubungkan dengan dua buah baterey yang diseri masing–masing 1. Perhatikan rangkaian dibawah ini ! 5. Sebuah aki 6 V mempunyai tahanan dalam 0. I2! 8 . Perhatikan rangkaian di bawah ini! I 4 kΩ 6V 2 kΩ arus yang mengalir dan tegangan pada tiap–tiap Hitunglah arus yang mengalir dan tegangan pada setiap tahanan ! 4. Hitunglah arus yang mengalir dan tegangan pada tahanan! 3. I .5 ohm dihubungkan dengan tahanan 5.5 Ω I 15 V I1 12 Ω I2 6Ω Hitunglah I. Hentikanlah kegiatan dan kemudian kembalikan semua peralatan ke tempat semula! Kemudian buatlah kesimpulan secara keseluruhan berdasarkan percobaan tadi! Lembar Latihan 1.Panas yang diterima air : Q = m .5 volt. ∆t = 100 x ∆t kalori Energi listrik yang diberikan sumber : W = V . Hitunglah tahanan! 2. t joule 7.

Hitunglah tegangan pada setiap tahanan pada soal no.5. Perhatikan rangkaian dibawah ini ! 0.05 mho 7. 4! 6.1 mho 8. Panas yang dilepas tahanan dalam 1 jam 9 . Hitunglah arus pada setiap cabang dibawah ini! I I1 1A 0. Energi listrik yang diserap dalam 1 jam c. Hitunglah daya total yang diserap pada soal no. Daya yang diserap tahanan b.6! 12 V 60 Ω Hitunglah ! a.

Teori superposisi memudahkan menentukan arus pada suatu cabang dengan menganggap sumber bekerja satu per satu. Sumber dapat berupa tegangan atau sumber arus. THEVENIN DAN NORTON Lembar Informasi 1.KEGIATAN BELAJAR 2 TEORI SUPERPOSISI. R1 V1 R2 R3 V2 Gambar 9. Teori Superposisi Teori superposisi digunakan untuk menganalisa rangkaian yang terdiri dari beberapa sumber dan tahanan. Langkah – langkah menghitung arus pada R2 adalah sebagai berikut : 1. Rangkaian dengan Dua Sumber Untuk menghitung arus pada R2 dapat dilakukan dengan menghitung arus yang disebabkan V1 dan V2 secara bergantian kemudian dijumlahkan . 10 . Arus total pada cabang tersebut merupakan jumlah aljabar dari arus tiap-tiap sumber dengan memperhatikan arah arus. Apabila mengerjakan satu sumber. Untuk lebih jelasnya perhatikan rangkaian pada Gambar 9 di bawah ini. rangkaian ekivalen seperti Gambar 10. Arus oleh sumber tegangan V1 adalah I1. maka sumber yang lain dihubung singkat (untuk sumber tegangan) dan dihubung terbuka untuk sumber arus.

Rangkaian Ekivalen Dalam hal ini V2 dihubung singkat. I2 = V2 R1 ⋅ R 3 + R 2 // R1 R1 + R 2 3.R1 V1 R2 R3 Gambar 10. Teori Thevenin Suatu rangkaian aktif. Arus yang mengalir pada R2 yaitu I merupakan jumlah dari 1 dan I2 I karena arahnya sama. V1 dihubung singkat maka rangkaian ekivalen sebagai berikut (Gambar 11) : R1 R2 R3 V2 Gambar 11. linier dan resistif yang mengandung satu atau lebih sumber tegangan atau sumber arus dapat diganti dengan sebuah sumber tegangan dan sebuah tahanan yang diseri. I1 = V1 R3 ⋅ R 1 + R 2 // R 3 R 2 + R 3 2. perhatikan Gambar 12. 11 . I = I1 + I2 2. Sumber Tegangan V1 Dihubung Singkat. Menghitung arus oleh sumber tegangan V2 .

(perhatikan Gambar 14) a R1 V R2 b VT VT = R2 ⋅V R1 + R 2 Gambar 14.RT Rangkaian aktif. 12 . a R1 V R2 b RL VT b RT RL a Gambar 13. Rangkaian dengan R Pengganti Untuk menghitung VT beban RL dilepas. Sebagai contoh T disebut tahanan rangkaian pada pengganti perhatikan Gambar 13 di bawah ini. R Thevenin. Rangkaian Dengan Sumber Tegangan Pengganti VT disebut tegangan pengganti Thevenin. tegangan antara a dan b tanpa RL merupakan tegangan VT . Rangkaian Untuk Menghitung VT Untuk menghitung RT dengan mencari tahanan antara a dan b (dengan sumber tegangan dihubung singkat) Hal ini dapat diperjelas dengan melihat Gambar 15 di bawah ini. linier dan resistif a a b VT b Gambar 12.

Menghitung RT Dengan Sumber Tegangan Dihubung Singkat 3. a 5Ω 2A 10 V IN 5Ω b IN = 10 V = 2A 5Ω Gambar 16. Jika rangkaian pengganti Thevenin sudah dihitung maka rangkaian pengganti Norton mudah ditentukan. Antara teori Thevenin dan Norton mempunyai hubungan yang sangat erat. Sedangkan untuk menghitung tahanan pengganti caranya sama dengan mencari tahanan pengganti Thevenin.R1 R2 a RT = R1 // R2 RT = R1 ⋅ R 2 R1 + R 2 b Gambar 15. linier dan reisistif yang mengandung satu atau lebih sumber tegangan atau sumber arus dapat diganti dengan sebuah sumber arus dan sebuah tahanan yang diparalel dengan sumber arus. Misalnya rangkaian pengganti Thevenin di atas diganti Norton menjadi seperti Gambar 16 berikut ini. Teori Norton Suatu rangkaian aktif. Untuk menghitung sumber arus beban dilepas lalu dicari arus hubung singkat. Gambar Ekivalen Teori Norton 13 .

Pastikan posisi sumber tegangan dc pada kondisi awal selalu pada 0! 2.... 5 W ............... Buatlah rangkaian seperti Gambar 17 di bawah! 2.... Ampere meter DC.. 5............ Setelah dihitung baru dipasang alat ukur yang sesuai! 5............................. Hindari membuat sambungan kabel dalam keadaan terbuka! Langkah Kerja 1...... Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1................. Tahanan 300 Ω . Setelah rangkaian benar hubungkan saklar S dan catat arus yang mengalir! 2 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah secukupnya 1 buah 14 ........................ Tahanan 100 Ω .... Hitunglah dulu arus yang mengalir berdasarkan teori................................... Perhatikan batas ukur dari alat ukur yang digunakan ......... 4........................ 7.......................................................... 5 watt....................................................................................................... 2.. 5 watt............ Aturlah tegangan keluaran dari sumber tegangan dc sehingga menunjukkan nilai 22 volt! 3........... Letakkan alat ukur pada tempat yang aman dan mudah diamati! 6...................... Tahanan 200 Ω .. 8. Sumber tegangan DC................ Perhatikan polaritas sumber dan alat-alat ukur.......Lembar Kerja Alat dan Bahan 1.............. 3..... Multimeter............. Saklar.. 6............. Jangan menyambung dengan polaritas yang terbalik! 4...... Kabel penghubung... Jangan menghubungkan rangkaian ke sumber tegangan sebelum rangkaian benar! 3.........

Atur tegangan keluaran dari sumber tegangan yang lain sehingga menunjukkan nilai 14 volt! 6. Buatlah rangkaian seperti Gambar 20 di bawah ini! 100Ω 200Ω S A 14 V 300Ω Gambar 20. Buatlah rangkaian seperti Gambar 21 di bawah! 100Ω S A 200Ω S 14 V 300Ω Gambar 21. Setelah rangkaian benar hubungkan saklar S catat arus yang mengalir! 8. Rangkaian Percobaan 7. rangkaian masih seperti semula! S 22 V 100Ω A 200Ω 300Ω Gambar 19. Lepas saklar dan sumber tegangan. Rangkaian Percobaan 5.4. Rangkaian Percobaan Dengan Dua Sumber 15 .

Hentikanlah kegiatan dan kemudian kembalikan semua peralatan ke tempat semula! 12.75 A 3.5 V 6Ω 0. Buatlah kesimpulan secara keseluruhan berdasarkan percobaan tadi! Lembar Latihan 1.9. Hitunglah arus yang mengalir pada tahanan 6 ohm dari rangkaian di bawah ini! 3Ω 4Ω 4. Hitunglah arus yang mengalir pada tahanan 12 ohm dengan menggunakan teori superposisi ! 4Ω 6Ω 8V 12Ω 9V 2. Hitunglah daya yang diserap tahanan 10 ohm dengan menggunakan teori Thevenin! 3Ω 6V 6Ω 10Ω 16 . Setelah rangkaian benar tutuplah kedua saklar dan catat arus yang mengalir! 10. Hitunglah arus pada ketiga langkah percobaan bandingkan dengan hasil pengukuran! 11.

Hitunglah arus yang mengalir pada tahanan 45 ohm dari rangkaian di bawah ini! 3Ω 3Ω 20 V 10 V 6Ω 45 Ω 5. 4 selama 5 menit! 17 . Hitunglah energi yang diserap tahanan 45 ohm pada soal no.4.

Dalam menuliskan persamaan tegangan perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : 18 . Persamaan-persamaan loop merupakan persamaan tegangan dalam rangkaian tertutup. Jika hasil perhitungan menghasilkan nilai negatif maka arah arus terbalik.KEGIATAN BELAJAR 3 ANALISIS LOOP Lembar Informasi Teknik menganalisis rangkaian listrik dengan menggunakan analisis loop merupakan pengembangan dari penggunaan hukum Kirchoff II tentang tegangan. persamaan tegangan. 1. R1 R3 I1 V1 R2 I2 V2 Gambar 22. Arus Loop Arus dalam rangkaian tertutup digambarkan dengan arus loop yang dapat diberi arah sembarang. dan metode penyelesaian persamaan tegangan. Langkah-langkah dalam analisis loop ini untuk menentukan arus loop. Cabang Rangkaian Dengan Arus Loop. Jika pada suatu cabang rangkaian ada dua arus loop maka arus riil dari cabang tersebut merupakan jumlah dari arus loop sesuai dengan tandanya. Persamaan Tegangan Persamaan tentang tegangan. Perhatikan Gambar 22 berikut ini. 2. tegangan yaitu diuraikan berdasarkan dalam hukum suatu Kirchoff rangkaian jumlah tegangan tertutup sama dengan nol.

V1 + I1R1 + ( I1 – I2 ) R 2 .V1 + I1R1 + I1 R2 + I2 R2 I1 ( R 1 + R2 ) .( 2 ) Jika persamaan ( 1 ) dan ( 2 ) ditulis kembali : I1 ( R 1 + R2 ) . 19 .V2 Kedua persamaan di atas merupakan dua persamaan linier dengan dua variabel. masuk polaritas positif ditulis positif.V2…………….I2 R2 . Kedua persamaan di atas dapat ditulis menjadi persamaan matrik.§ § Untuk sumber tegangan arus masuk polaritas negatif persamaan tegangan ditulis negatif. Contoh Rangkaian Untuk Menguraiakan Persamaan Tegangan Persamaan tegangan loop I .I2 R2 =0 =0 = V1………………( 1 ) Persamaan tegangan loop II V2 + ( I2 – I1 ) R2 + I2R3 V2 + I2R2 – I1R2 + I2R3 .I1R2 + I2 ( R2 + R3 ) =0 =0 = . Untuk tahanan ujung tempat arus loop polaritas positif dan tempat keluar polaritas negatif. yaitu I1 dan I2.I1R2 + I2 ( R2 + R3 ) = V1 = . Sebagai contoh perhatikan rangkaian pada Gambar 23 di bawah ini. + R1 + I1 V1 + R3 - - + R2 + I2 + - V2 Gambar 23.

...... 3... Penyelesaian Persamaan Tegangan Untuk menghitung arus loop pada persmaan di atas dapat dilakukan dengan dua cara yaitu : § § Metode Eliminasi Metode Determinan Lembar Kerja Alat dan Bahan 1........................................... Sumber tegangan DC. 7............. Kabel penghubung...............................V2 3..... Tahanan 300 Ω ......................... Perhatikan polaritas sumber dan alat-alat ukur...R1 + R2 .............. Setelah dihitung baru dipasang alat ukur yang sesuai! 2 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah secukupnya 20 . Jangan menghubungkan rangkaian ke sumber tegangan sebelum rangkaian benar! 3............................... Jangan menyambung dengan polaritas yang terbalik! 4..................R2 .....................R2 R2 + R3 I1 = I2 V1 ..... Tahanan 200 Ω .... Multimeter............ Pastikan posisi sumber tegangan dc pada kondisi awal selalu pada 0! 2.................. Ampere meter DC....... 5...................................... 5 watt.................... Tahanan 100 Ω ............................ 2...... 4............... 5 watt........... Perhatikan batas ukur dari alat ukur yang digunakan! Hitunglah dulu arus yang mengalir berdasarkan teori.... 5 W ... 6. Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1....

Hitunglah besarnya arus berdasarkan teori. Hentikanlah kegiatan dan kemudian kembalikan semua peralatan ke tempat semula! 5. Buatlah kesimpulan secara keseluruhan berdasarkan percobaan tadi! 21 . Buatlah rangkaian seperti Gambar 24 di bawah ini! R1 A! R3 200 Ω A2 A3 100 Ω V! V2 V1 R2 300 Ω V2 Gambar 24. Pengamatan Arus Rangkaian V1 (volt) 5. Catat besarnya arus pada 3. Setelah rangkaian benar.5.5 22 I1 (mA) I2 (mA) I3 (mA) sehingga menunjukkan nilai-nilai seperti Tabel 4.5 11 22 V2 (volt) 11 16. kemudian bandingkan dengan hasil pengukuran dalam praktik! 4. Hindari membuat sambungan kabel dalam keadaan terbuka! Langkah Kerja 1. atur tegangan V1 dan V2 setiap perubahan tegangan V1 dan V2! Tabel 4. Letakkan alat ukur pada tempat yang aman dan mudah diamati! 6. Rangkaian Percobaan 2.

Tuliskan persamaan tegangan dengan analisis loop dari rangkaian di bawah ini! 8Ω 4Ω 10 Ω 12 V I1 6Ω I2 2Ω I3 6V 4. Tuliskan persamaan tegangan dengan analisis loop dari rangkaian di bawah ini! 10 Ω 40 Ω 6V I1 2V I2 9V 20 Ω 2.Lembar Latihan 1. Hitunglah I1 dan I2 pada soal nomer 1! 3. Hitunglah daya yang diserap pada setiap tahanan di bawah ini! 5Ω 2Ω I1 10 V 10 Ω I2 4V 22 .

Dengan mengetahui tegangan pada setiap simpul maka arus di Titik simpul merupakan tempat bertemunya arus dari beberapa cabang. salah satu dijadikan referensi dan mempunyai tegangan nol yaitu simpul di bawah 2. Salah satu dari titik simpul dijadikan simpul referensi. Persamaan arus di titik simpul Untuk dapat menuliskan persamaan arus di titik simpul harus dapat menentukan titik simpul dengan benar dan menentukan salah 23 . Simpul referensi dianggap mempunyai tegangan sama dengan nol. menentukan persamaan arus di titik simpul dan menyelesaikan persamaan arus yang menghasilkan setiap cabang mudah dihitung. Langkah– langkah dalam analisis simpul adalah menentukan jumlah titik simpul dan simpul referensi. tegangan di titik simpul. Jumlah aljabar arus di titik simpul atau titik cabang sama dengan nol atau arus yang masuk titik simpul sama dengan arus dari titik simpul.KEGIATAN BELAJAR 3 ANALISIS SIMPUL Lembar Informasi Teknik menganalisa rangkaian listrik dengan menggunakan analisis simpul merupakan pengembangan dari hukum Kirchoff I tentang arus. R1 V1 R2 R3 V2 Gambar 25. 1. Sebagai contoh perhatikan rangkaian pada Gambar 25 di bawah ini. Menentukan jumlah simpul dam simpul referensi. Rangkaian Dengan 2 (dua) Simpul Rangkaian di atas memiliki dua simpul.

Penentuan Arah Arus Persamaan arus di simpul atas : I1 + I2 + I3 = 0 I1 = V − V1 R1 V−0 R2 V − V2 R2 VI 3 I2 V2 R3 I2 = I3 = Sehingga persamaan arus menjadi V − V1 V V − V2 + + =0 R1 R2 R3 Untuk lebih memahami menentukan titik simpul perhatikan Gambar 27 di bawah ini. Untuk memahami perhatikan Gambar 26 di bawah ini.satu sebagai simpul referensi. 24 . Arah arus yang belum diketahui ditentukan sembarang. Di samping itu perlu ditetapkan perjanjian awal yaitu arus yang keluar dari simpul diberi tanda positif dan arus yang masuk diberi tanda negatif. R1 I1 V1 R2 ref Gambar 26.

I1 V R1 V1 I2 R2 I3 R3 R4 V2 I4 ref Gambar 28. Pemahaman Penentuan Titik Simpul Rangkaian di atas hanya memiliki dua simpul yang disederhanakan. Rangkaian Hasil Penyederhanaan Persamaan arus di titik simpul tersebut adalah sebagai berikut : I1 + I2 + I3 + I4 = 0 I1 = V − V1 R1 V R3 I2 = V R2 V − V2 R4 I3 = I4 = V − V1 V V V − V2 + + + =0 R1 R2 R3 R4 Rangkaian pada Gambar 29 di bawah ini mempunyai 3 buah simpul salah satu dijadikan referensi. perhatikan Gambar 28 berikut ini.R1 V1 R2 R3 R4 V2 Gambar 27. 25 .

................ Ampere meter .. Multi meter...... Metode determinasi Lembar Kerja Alat dan Bahan 1........... 2.............. Rangkaian Dengan 3 (tiga) Buah Simpul...... Sumber tegangan dc......................................................................................... 2 buah 3 buah 2 buah 26 ............. 3......... Misalkan sumber sama ( = V ) Tegangan di simpul 1 = V1 Tegangan di simpul 2 = V2 Persamaan arus di simpul 1adalah : V1 − V V V1 − V2 + + =0 R1 R2 R3 Persamaan arus di simpul 2 V2 − V V2 V2 − V1 + + =0 R5 R4 R3 3.. Metode eliminasi 2..R1 1 R3 2 R5 V R2 R4 V Gambar 29.... Menyelesaikan Persamaan Arus Untuk menyelesaikan persamaan arus pada analisis loop dapat dilakukan dengan : 1..........................

........................... Perhatikan batas ukur dari alat-alat ukur dan kemampuan dari tahanan! Arus yang mengalir pada alat ukur tidak melewati batas ukur dan diluar kemampuan arus maksimal pada tahanan! 4. I2 dan I3 setiap perubahan tegangan sesuai tabel! 27 .......... 5 watt.............. Perhatikan polaritas dari sumber tegangan dan alat-alat ukur...... Kabel penghubung. 5........ Rangkaian Percobaan. Atur tegangan V1 dan V2 seperti pada Tabel 5 ........... Tahanan 50 Ω ........... Letakkan peralatan pada tempat yang aman dan mudah diamati! 5................. Tahanan 100 Ω ... Tahanan 200 Ω ................ Buatlah rangkaian seperti Gambar 30 dibawah ini! A1 100Ω V A3 200Ω A2 V V1 100Ω V2 Gambar 30........... 6.. 7.........4............ 5 watt......................... Jangan menghubungkan ke sumber tegangan sebelum rangkaian benar! 2... 2.... Jangan memasang alat ukur dengan polaritas yang salah! 3..... Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1 buah 1 buah 1 buah secukupnya 1............catat I1 .................. 5 wat.... Posisi power supply dalam kondisi minimum! Langkah Kerja 1....

Hitunglah arus I1 .Tabel 5. Buat kesimpulan secara keseluruhan berdasarkan percobaan tadi! Lembar Latihan 1. Hentikanlah kegiatan dan kemudian kembalikan semua peralatan ke tempat semula! 5. Pengukuran Arus Pada Setiap Perubahan Tegangan V1 ( Volt ) 10 12 20 V2 ( Volt ) 15 20 10 I1 ( mA ) I2 ( mA ) I3 ( mA ) 3. 1! 3. Hitunglah arus tiap cabang pada soal no. Hitunglah arus setiap cabang dari rangkaian dibawah ini! 7Ω 12 Ω 6Ω 12 Ω 60 V 28 . I2 dan I3 berdasarkan teori dan bandingkan hasilnya dengan hasil pengukuran! 4. Tuliskan persamaan arus pada simpul 1! 100Ω 200Ω 10 V 500Ω 20 V 2.

2. Yang dirumuskan sebagai berikut : C= Q V Berdasarkan definisi satuan dari kapasitansi adalah coulomb/volt yang disebut farad. Kapasitansi Sifat dari kapasitor yang dapat menyimpan energi listrik disebut kapasitansi. Pengisian Kapasitor Suatu rangkaian R . 1 farad = 1 coulomb / volt Satu farad didefinisikan kapasitansi sebuah kapasitor yang memerlukan muatan 1 coulomb agar beda potensial 1 volt pada kedua pelat. dalam praktek digunakan satuan yang lebih kecil mikrofarad dan pikofarad. Atau dengan kata lain kapasitansi adalah jumlah muatan dibagi dengan beda potensial. Medan listrik antara pelat besarnya sebanding dengan jumlah muatan dan juga beda potensial antara pelat kapasitor sebanding dengan jumlah muatan . Sifat kapasitor inilah yang menghasilkan suatu tegangan transien atau tegangan peralihan bila digunakan sumber arus searah. Satu farad merupakan satuan yang sangat besar. 1 farad = 106 mikrofarad ( µF ) = 1012 pikofarad (ρF ) Kapasitor merupakan komponen pasif yang dapat menyimpan energi listrik sesaat kemudian melepaskannya.KEGIATAN BELAJAR 5 RANGKAIAN TRANSIEN Lembar Informasi 1. Kapasitansi (C) dari sebuah kapasitor didefinisikan sebagai perbandingan jumlah muatan (Q) dengan beda potensial (V) antara konduktor.C dengan sumber tegangan searah seperti Gambar 31 di bawah ini. 29 .

sampai kapasitor penuh.V + VR + VC = 0 VR VC -V+iR+q/C =iR =q/C =0 30 i = dq / dt .1 S 2 V R C Gambar 31. Atau . Jika pada waktu t = 0 saklar dipindah ke posisi 1 maka akan ada arus mengalir untuk mengisi kapasitor . Arus yang me ngalir makin kecil sedangkan tegangan kapasitor makin besar. Proses ini disebut proses pengisian kapasitor. Rangkaian R–C Dengan Sumber Tegangan Searah Saklar S dalam waktu yang lama berada pada posisi 2 sehingga tidak ada muatan sama sekali pada kapasitor atau dikatakan kapasitor kosong. Rangkaian ekivalen Untuk Menentukan Arus dan Tagangan Sesuai dengan hukum Kirchoff II tentang tegangan maka jumlah tegangan dalam rangkaian tertutup sama dengan nol. Untuk menentukan besar arus dan tegangan dapat dibuat rangkaian ekivalen seperti Gambar 32 sebagai berikut : i + R + V - Gambar 32.

Qf = muatan akhir kapasitor untuk menghitung i maka i diganti dengan dq / dt dq V q = − dtR R RC dq VC − q = dt RC dq dt = VC − q RC Kedua ruas diintegralkan ∫ VC − q = ∫ RC − ln (VC − Q) = t + k . k = konstanta k = -ln VC t − ln (VC − q ) = − ln VC RC ln (VC − q ) − ln VC = − 1− q = e− t / RC VC t RC dq dt q = VC 1 − e− t / RC = Q f 1 − e− t / RC ( ) ( ) 31 . arus pada t = 0 disebut arus awal 0 = V / R . I Karena muatan q makin besar maka q / RC makin besar dan arus makin kecil. q = 0.Jika V tetap maka arus menjadi i = V / R – q / RC Pada saat t = 0. ketika arus i = 0 . q = 0 maka besar k − ln (VC − 0 ) = 0 + k . k = konstanta RC Pada saat t = 0 . maka V= q R RC q = C V = Qf .

32 . I0 i = I e –T/RC 0 t Gambar 34.Dengan mengganti q = C Vc maka didapat VC = V1 − e−t / RC      Sedangkan arus i adalah dq i= i = Idt e-t/RC 0 i= V . Grafik Arus Fungsi Waktu Pengisian Kapasitor 3.t/RC ⋅e R Jika tegangan dan arus pengisian kapasitor dibuat grafik t diperoleh seperti dalam Gambar 33 berikut ini. Waktu untuk pengisian kapasitor sangat tergantung dari konstanta waktu . Grafik V = f (T) dari Pengisian Kapasitor Grafik tegangan fungsi waktu dari pengisian kapasitor ditunjukkan oleh Gambar 34. Konstanta Waktu Tetapan RC pada proses pengisisn kapasitor disebut dengan konstanta waktu. V VC = V ( 1 – e-t/RC T Gambar 33.

95 V Vc= 0.135 Io i = 0. VC = V 1 − e− t / σ i= V −t / σ ⋅e R ( ) Jika persamaan tegangan dan arus pengisian dihubungkan dengan konstanta waktu diperoleh sebagai berikut : § Tegangan pengisian t= σ t = 2σ t = 3σ t = 4σ t = 5σ t= σ t = 2σ t = 3σ t = 4σ t = 5σ Vc= 0.007 Io 4.368 Io i = 0.σ = RC = konstanta waktu Berdasarkan persamaan tegangan dan arus pengisian. sehingga kapasitor dianggap penuh. Dalam kondisi penuh ini tegangan kapasitor sama dengan tegangan sumber dan arus yang mengalir sama dengan nol. Pengosongan Kapasitor Rangkaian RC pada Gambar 35 berada pada posisi 1 dalam waktu lama.632 V Vc= 0.982 V Vc= 0.993 V § Arus pengisian i = 0.050 Io i = 0. agar tegangan kapasitor sama dengan tegangan sumber maka diperlukan waktu tak terhingga.865 V Vc= 0. Tetapi dalam praktek kapasitor dianggap penuh dalam waktu 5 σ Jika konstanta waktu σ = Rc dimasukkan pada persamaan tegangan dan persamaan arus pengisian diperoleh.018 Io i = 0. 33 .

Tegangan pengosongan VC = V ⋅ e− t / σ Tegangan pengosongan i = − IO ⋅ e− t / σ Grafik tegangan dan arus pengosongan sebagai fungsi waktu ditunjukkan oleh Gambar 36. Rangkaian R-C (Pengisian) Saat t = 0 saklar dipindahkan pada posisi 2 maka terjadi proses pengosongan kapasitor.R 1 2 V C Gambar 35. 34 . Dengan cara yang sama seperti proses pengisian maka diperoleh persamaan tegangan dan arus pengosongan .

. Galvano meter............... Tahanan 50 k ohm....... 8.. 5................................ 3........ 7.. 6......... Kapasitor polar 1000 µF......................................................... Grafik V = f(T) dan I = f(T) Pengosongan Kapasitor Lembar Kerja Alat dan Bahan 1........................... Saklar SPDT...V V = V e-t/σ 0 Tegangan pengosongan Io = V / R t Arus pengosongan Gambar 36................................................ 50 watt.................. Sumber tegangan DC .. Stop watch......... Kabel penghubung ................................ 2......... Tahanan 100 k ohm .............................................. 4...…… 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah secukupnya 35 .......... Volt meter dc .................................... 9..........................

Jangan menghubungkan rangkaian ke sumber tegangan sebelum rangkaian benar! 3. Pindahkan saklar pada posisi 1 bersamaan dengan menghidupkan stop wacth! 4. Aturlah tegangan sumber sehingga menunjukkan 20 volt! 3. Letakkan alat ukur pada tempat yang aman dan mudah diamati! 6. Perhatikan batas ukur dari alat ukur yang digunakan! Hitunglah dulu arus yang mengalir berdasarkan teori. Pastikan posisi sumber tegangan dc pada kondisi awal selalu pada 0! 2. Perhatikan polaritas sumber dan alat-alat ukur. Setelah dihitung baru dipasang alat ukur yang sesuai! 5. Setelah kapasitor penuh pindahkan saklar pada posisi 2 catat arus dan tegangan kem udian masukkan data ke dalam Tabel 7.Keselamatan dan Kesehatan Kerja 1. Hindari membuat sambungan kabel dalam keadaan terbuka! Langkah Kerja 1. Jangan menyambung dengan polaritas yang terbalik! 4. Catatlah besar arus dan tegangan pada kapasitor sesuai waktu yang ditentukan pada Tabel 6! 5. Rangkaian Pengisian dan Pengosongan Kapasitor 2. Buatlah rangkaian seperti Gambar 37 di bawah ini! G 1 2 20 V V 1000 µF 50 KΩ Gambar 37. 36 .

catat tegangan dan arus! 7. Pengisian Kapasitor Waktu (detik) Tegangan (volt) C=1000µF Paralel seri Arus (ampere) C=1000 µF paralel seri 0 30 60 90 120 150 180 210 240 270 300 360 420 480 540 600 900 1200 6. Ulangilah langkah 3 sampai 5 untuk kapasitor diparalel. Ulangi langkah 3 sampai 5 untuk kapasitor diseri.Tabel 6. Buatlah grafik pengisian dan pengosongan setiap percobaan untuk tegangan dan arus! 10. Buat kesimpulan secara keseluruhan berdasarkan percobaan tadi! 37 . catat besarnya tegangan dan arus! 8. Bandingkan hasil pengukuran dan hasil perhitungan dengan teori. 9. Hentikanlah kegiatan dan kemudian kembalikan semua peralatan ke tempat semula! 11.

5 menit b. Hitunglah tegangan pada saat 0.Tabel 7. saat t = 0 saklar ditutup. Setelah 0. 2 menit.5 menit. Pengosongan Kapasitor Waktu (detik) Tegangan C=1000µF paralel seri C=1000µF Arus paralel 0 30 60 90 120 150 180 210 240 270 300 360 420 480 540 600 900 1200 Lembar Latihan 1.5 menit. Sebuah rangkaian RC seperti gambar di bawah diketahui kapasitor mula-mula kosong. 1 menit. S 100 k 300 µF 20 V 2. 2.5 menit. Setelah 1 menit 38 . 1. Hitunglah arus yang mengalir pada soal no. 1. a.

6 detik d.5 menit 3. Setelah 1. Hitunglah tegangan pada kapasitor saat : a. 8 detik e. 10 detik 39 . 6 detik d. 2 detik b. Setelah 2 menit e.5 menit d. 4 detik c. 8 detik e. 10 detik 4. Sebuah rangkaian RC seperti gambar di bawah S 10 kΩ 100 µF 100 µF 10 V Mula-mula kapasitor kosong. 3 pada saat : a. Hitunglah arus pada soal no. Setelah 2. 2 detik b.c. 4 detik c. saat t = 0 saklar ditutup.

dengan teori superposisi! 100Ω 100Ω 10 V 10Ω 10 V 3A 4. Hitunglah panas yang dilepas seluruh tahanan dalam 5 menit pada soal no. Sebuah aki 12 v digunakan untuk motor starter sepeda motor.5 V mempunyai tahanan dalam 0. Pertanyaan 1. arus yang mengalir pada motor 15 amprer.LEMBAR EVALUASI A. Hitunglah daya motor dan energi yang diserap motor selama 5 detik ! 3. 3 ! 5. Hitunglah arus dan daya yang disalurkan baterai serta daya yang diserap tahanan jika diketahui baterai 1.5 ohm dan disambung dengan sebuah tahanan 9. Hitunglah rangkaian pengganti Thevenin dari rangkaian di bawah ini ! 5 kΩ 12 V 10 kΩ 1 kΩ 40 . Hitunglah arus dan daya dari tiap tahanan rangkaian dibawah ini.5 ohm ! 2.

Hitunglah tegangan pada kapasitor saat : a. Hitunglah arus pada setiap cabang dalam gambar di bawah ini! 5Ω 20 V 10Ω 2Ω 8V 8. 20 detik e. jika saat t = 0 saklar ditutup. 25 detik S 10Ω 10 V 500µF 41 . 10 detik c. 15 detik d. 5 detik b. Hitunglah arus dan daya pada setiap cabang tahanan dari gambar berikut ini! 7Ω 60V 12Ω 6Ω 12Ω 9. Tentukan rangkaian pengganti Norton dari rangkaian di bawah ini! 5Ω 10 V 7.6. Perhatikan gambar di bawah.

10 detik c.10. 5 detik b. 25 detik B. 15 detik d. 9 saat : a. 20 detik e. Hitunglah arus yang mengalir pada soal no. Kriteria Kelulusan Kriteria Nomer Soal : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nilai akhir 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Syarat lulus nilai minimal 70 Skor (1 – 10) Bobot Nilai Keterangan 42 .

2 V Arus yang mengalir : 1 A Tegangan pada tahanan adalah 5.40 I2 = -6 -40 I1 = 60 43 . Arus yang mengalir : 1 mA Tegangan pada tiap tahanan adalah 4 V dan 2V 4. 3A Daya total dari soal no 6 adalah 60 watt Daya yang diserap adalah 2. Arus yang mengalir pada tahanan 12 ohm dengan menggunakan teori superposisi adalah 2A 2. Kegiatan Belajar 3 1.5 V 3. Kegiatan Belajar 1 1. 1 V . Kegiatan Belajar 2 1. Arus yang mengalir pada tahanan 6 ohm adalah 0. Persamaan tegangan dengan analisis loop : 50 I1 . 6 V . I1 adalah 0. 3. I adalah 1. Arus dan tegangan yang mengalir disetiap tahanan adalah : 20 mA . 6.5 A . 2. 8.25 V . 5. 4.2 A Energi yang diserap tahanan 45 ohm dari soal no 4 selama 5 menit adalah 540 joule C.5 A .KUNCI JAWABAN LATIHAN A. I2 adalah 1 A Tegangan dari soal no 4 adalah 8. 7. 6V Arus pada setiap cabang adalah 2A . 5.75 A Daya yang diserap tahanan 10 ohm dengan teori Thevenin adalah 1 1/9 watt Arus yang mengalir pada tahanan 45 ohm adalah 0.4 W Energi listrik yang diserap dalam 1 jam adalah 8600 joule Panas yang dilepas tahanan dalam 1 jam adalah 2064 kalori B.

64 V = 17. b.0036 mA = 0. 0. 86 V = 0. Persamaan arus pada simpul 1 (satu) adalah 0.5 menit 1 menit 1.4 mA dan 41 mA 3.2 Arus tiap cabang dari soal no 1 adalah 17.2 I2 + 12 I3 = 12 =0 = -6 4. Arus pada soal nomer 1 (satu) adalah : I1 = –0. 23. Arus tiap cabang adalah 6 A .65 V 44 .5 menit 2 menit 2. 5W .6 I2 -6 I1 + 12 I2 . 1W D. 2. e.5 menit 0.017 V1 = 0. 3 A . d. Kegiatan Belajar 4 1.0726 mA = 0. Daya yang diserap setiap tahanan adalah : 5W 0 . c.171 A dan I2 = -0. Kegiatan Belajar 5 1. Persamaan tegangan dari rangkaian dengan analisis loop adalah sebagai berikut : 14 I1 . c.010 mA = 0. 1.5 a E. 2. e. b.2.6 mA .02706 mA = 0. 3.0014 mA Arus yang mengalir setelah Tegangan pada kapasitor saat a. 64 V = 19.32 V = 8.064 A 3.5 menit 1 menit 1.2I3 . d. b. 3 V = 19 V =19. 2 detik 4 detik = 6. a. Tegangan pada saat : a.5 menit 2 menit 2. 1.5 A .5 menit = 12.

d. 6 detik 8 detik 10 detik = 9. 135 mA = 0.c. e.368 mA = 0.007 mA 45 . d.93 V Arus dari soal no 3 saat : a. c. 2 detik 4 detik 6 detik 8 detik 10 detik = 0. e.82 V = 9.5 V = 9.050 mA = 0. b. 4.018 mA = 0.

RTH = 4. 2A . 20 detik e. Rangkaian pengganti Thevenin adalah VTH = 8 V . 25 detik a. 15 detik d. 1. Tegangan pada kapasitor saat : a.007 mA 10.93 V = 0.32 V = 8. 1 A 8. 18 W . 5 detik b. 1A = 90 Watt .15 mA = 0. 3 A .18 W . 1.5 A .21375 watt = 180 watt = 900 joule Energi yang diserap motor selama 5 detik 3. 400 watt 4.5 V = 9. 18 W 9.018 mA = 0. Arus setiap cabang Daya setiap cabang = 6 A . 25 detik = 6. 5 detik b. Arus tiap cabang adalah 2 A . Panas yang dilepas seluruh tahanan dalam 5 menit (soal no 3) adalah 49680 kalori 5. 20 detik e.65 V = 9. 10 detik c. Rangkaian pengganti Norton adalah IN = 2 A .Kunci Jawaban Lembar Evaluasi 1. Daya motor = 0.050 mA = 0. Arus yang mengalir (soal n0 9) pada saat : 46 . 10 detik c. RN = 5 ohm 7. Besarnya arus Daya yang disalurkan Daya yang diserap 2. Arus dari tiap tahanan Daya dari tiap tahanan =3 A .368 mA = 0. 15 detik d. 1 A .33 kΩ 6.225 watt = 0.82 V = 9.135 mA = 0.5 A = 42 W . 200 Watt .

1976. 47 . Jack E. Rangkaian Listrik Jilid II. Jakarta. Phd. Schand & Co. Rangkaian Listrik Jilid I. Phd. 1988 Hayt. William H. 1982. Kemenerly.DAFTAR PUSTAKA Edminister. New Delhi. 1982. Erlangga . Pantur Silaban. Theraja. Ir. William H. Pantur Silaban. Fundamental of Electrical Engineering and Elektronics. Hayt. Joseph A. Jack E. Jakarta. Kemenerly. Teori dan Soal-soal Rangkaian Listrik. Erlangga. ( PVT ) LTD. Jakarta. Sahat Pakpahan. Erlangga.