Anda di halaman 1dari 9

SOAL UJIAN PENGAYAAN

Mata kuliah Prodi/Semester Dosen Pengampu

: KEWARGANEGARAAN : PTB-PTM / V : Bambang Dwi Wahyudi

1. Kapan negara Indonesia dilahirkan? Kapan keberadaan Nusantara mulai ada? 2. Apa maksud Wawasan Nusantara. Jelaskan! 3. Sebutkan unsur-unsur sebuah negara. Uraikan masing-masing unsur tersebut.
4. Teori terbentuknya sebuah negara, dapat dipakai untuk mempelajari kondisi negara

tersebut setelah sekain waktu negara tersebut berdiri. Sebutkan teori-teori tersbut dan uraikan. 5. Siapakah John Locke dan Jean Jacques Rousseau? Apa dan bagaimana teori mereka sehinga dia menjadi terkenal? Jelaskan. 6. Apakah bentuk negsra kita? Jelaskan pengertian negara serikat (federasi) 7. Apakah azas kewarganegaraan itu? Jelaskan apakah ius soli dan ius sanguinis. 8. Sebutkan karakteristik warganegara yang demokratik (berjiwa demokrat). 9. Apakah hak dan kewajiban warganegara? Jelaskan. 10. Apakah demokrasi? Sebutkan hakekat demokrasi. 11. Sebutkan tujuh norma demokrasi dan jelaskan maknanya. 12. Sebutkan unsur-unsur yang dapat menegakkan demokrasi di sebuah negara. 13. Indonesia adalah negara demokrasi. Sudahkah negar kita demokratis? Uraikan jawaban Saudara. 14. Apakah yang dapat Saudara lakukan untuk mengawal proses demokrasi di negara kita dalam kehidupan sehari-hari?. Jelaskan.

Selamat bekerja mandiri......

Jawaban :
1. Negara Indonesia dilahirkan (diproklamasikan) pada hari kemerdekaan dari

penjajahan yaitu tanggal 17 Agustus 1945. Namun terdapat beberapa pendapat lain mengatakan bahwa Negara Indonesia dilahirkan pada tahun 1908 dimana hari tersebut adalah tahun berdirinya organisasi Boedi Oetomo. Dan ada pula pendapat bahwa Negara Indonesia lahir pada tanggal 28 Oktober 1928 yang dikenal sebagai Hari Sumpah Pemuda. Keberadaan nusantara ada selama kurun waktu 2000 tahun dimana pada masa tersebut Negara Indonesia belum menjadi sebuah Negara kesatuan. Namun ada beberapa Negara (kerajaan) yang wilayahnya hampir sama dengan wilayah Indonesia saat ini. Tercatat 3 negara kesatuan yang dapat tegak berdiri di bumi Nusantara yaitu Sriwijaya, Majapahit, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
2. Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan

lingkungan sesuai dengan pancasila dan UUD45 yang dilatarbelakangi oleh keadaan geografis Negara, serta sejarah yang dialaminya dan lingkungan strategis disekitarnya jadi pada dasarnya wawasan nusantara merupakan perwujudan nilai-nilai pancasila di dalam kehidupan kenegaraan dan kemasyarakatan. Wawasan nusantara merupakan landasan dalam menyusun meningkatkan serta membina ketahanan nasional yang perwujudan dilaksanakan melalui pembangunan pada segala bidang kehidupan nasional. 3. Unsur-unsur sebuah Negara : 1) Adanya pemerintah yang berdaulat Pemerintah tidak sama dengan Negara dan tidak mewakili kepentingan Negara dalam segala bidang pemerintah. Inilah yang memperoleh kewenangan menata dan mengelola kehidupan bersama dan berupaya menciptakan kesejahteraan, keamanan, dan ketertiban bagi warganya. Mereka ini di daulat untuk menjadi penguasa (pemerintah). 2) Adanya wilayah Yang dimaksudkan dengan wilayah adalah lokasi atau area tertentu dengan segala kandungan potensi wilayah tersebut dan kekuatankekuatan yang dapat dimanfaatkan mulai dari laut atau perairan, darat sampai dari udara, baik yang bersifat fisik maupun nonfisik. 3) Adanya warga Negara

Pengertian warga negara adakalanya dicampuradukan dengan penduduk, masyarakat, dan rakyat sehingga menimbulkan kerancuan. Dalam penempatannya, warga negara dikaitkan dengan kehidupan bernegara yang mempunyai peraturan perundangan tentang pengakuan terhadap kewargaan seseorang. 4) Adanya pengakuan Pengakuan eksistensi suatu pemerintahan negara oleh negara tetangga atau negara lain sangat penting, dan merupakan kerelaan negara tersebut untuk mengakui suatu negara merdeka pemerintahan yang sah dan berdaulat. 4. Teori asal usul negara :
1) Teori ke-Tuhanan

Teori ini menganggap bahwa terjadinya negara memang sudah kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. Anggapan ini berawal dari diterminisme religious, yaitu segala sesuatu yang terjadi ini sudah takdir Allah. 2) Teori kenyataan Teori ini menganggap bahwa negara itu timbul karena kenyataannya, artinya berdasarkan syarat-syarat tertentu yang sudah dipenuhi.
3) Teori perjanjian atau kontrak sosial

Teori ini menganggap negara itu terbentuk berdasarkan perjanjian bersama. Perjanjian ini dapat antarindividu yang bersepakat mendirikan suatu negara ataupun perjanjian antarindividu yang menjajah dengan yang dijajah. 4) Teori penaklukan Teori ini menganggap bahwa negara itu timbul karena adanya kelompok manusia mengalahkan kelompok manusia yang lain. Dengan demikian pembentukan negara dapat terjadi karena proklamasi, peleburan, dan penguasaan atau pemberontakan. 5) Teori alamiah Teori menganggap bahwa negara adalah ciptaan alam, karena manusia dianggap sesuai sebagai mahluk social dan sekaligus mahluk politik. Oleh karena itu, manusia ditakdirkan untuk hidup bernegara. Jadi dalam situasi dan kondisi setempat yang ada, negara terbentuk dengan sendirinya.

6) Teori filosofis Teori ini bersifat filosofis karena merupakan renungan-renungan tentang negara dan bagaimana negara itu seharusnya ada. 7) Teori historis Teori ini menganggap bahwa lembaga-lembaga social tidak dibuat, tetapi timbul secara evolusioner sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan manusia. Oleh karena itu lembaga-lembaga social kenegaraan itu dipengaruhi oleh situasi dan kondisi dari lingkungan setempat, waktu, dan tuntunan zaman, sehingga secara historis berkembang menjadi negara-negara seperti yang kita lihat sekarang ini. 8) Teori organis Teori ini menganggap bahwa negara sebagai manusia. Pemerintah sebagai tulang, undang-undang dianggap sebagai syarat, kepala negara dianggap sebagai kepala, masyarat dianggap sebagai daging. Dengan demikian negara itu dapat lahir, tumbuh dan berkembang lalu mati. 9) Teori patrilineal dan matrilineal Teori ini menganggap bahwa negara itu timbul dari perkembangan kelompok keluarga yang dikuasi oleh garis keterunan ayah (patrilineal) atau garis keturunan ibu (matrilineal). Keluarga tersebut terus berkembang menurut garis keturunan yang ada dan menjadi benih-benih negara sampai terbentuk pemerintahan yang terdesentralisasi. 10) Teori dakuarsa Teori ini menganggap bahwa negara terbentuk karena memang kekuasaan raja (diterima atau ditolak oleh rakyat) sudah daluarsa memiliki kerajaan (sudah lama memiliki kekuasaan) dan pada akhirnya menjadi hak milik oleh karena kebiasaan. 5. John locke dan Jean Jacques Rousseau merupakan pencetus adanya teori kedaulatan rakyat. Demokrasi merupakan hasil dari berbagai pengalaman dalam penataan kehidupan bersama (kontrak social) masyarakat dan mengalami pasang surut. Disini John Locke dan Jean Jacques Rousseau mengaitkan demokrasi dengan teori kedaulatan rakyat menurut teori ini bahwa segala kekuasaan disuatu negara bersumber pada individu-individu. Individu-individu ini pada awalnya merupakan orang bebas dan kemudian membentuk negara. Di dalam negara

tersebut mereka (individu) menjadi rakyat yang tunduk kepada kekuasaan negara. Dengan demikian kekuasaan tertinggi dari suatu negara bersumber/berasal dari rakyat ,para pemimpin negara pun dipilih atas kehendak rakyat suatu negara yang pemerintahannya berdasarkan kedaulatan rakyat ini dinamakan negara demokrasi. 6. Bentuk Negara Indonesia adalah Negara Kesatuan yang berbentuk Republik atau lebih dikenal dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pernyataan ini secara tegas tertuang di UUD 45 pasal 1. Indonesia sudah beberapa kali mengalami perubahan bentuk negara yaitu: bentuk negara Federal, Kesatuan atau sistem pemerintahan yang parlementer, Semi-Presidensil, dan Presidensil. Menurut pidato Presiden Republik Indonesia Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 17 Agustus 2007 dikatakan bahwa bentuk negara Indonesia yang paling tepat adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Empat pilar utama yang menjadi nilai dan konsensus dasar yang selama ini menopang tegaknya Republik Indonesia adalah: Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Negara Federasi adalah sebuah bentuk pemerintahan di mana beberapa negara bagian bekerja sama dan membentuk negara kesatuan. Masing-masing negara bagian memiliki beberapa otonomi khusus dan pemerintahan pusat mengatur beberapa urusan yang dianggap nasional. Dalam sebuah federasi setiap negara bagian biasanya memiliki otonomi yang tinggi dan bisa mengatur pemerintahan dengan cukup bebas. 7. Asas kewarganegaraan adalah asas yang biasanya dipakai dalam penentuan kewarganegaraan. Ius soli : menentukan warga negaranya berdasarkan tempat tinggal atau kelahiran di suatu negara, adalah warga negara tersebut. Ius sanguinis : menentukan warga negaranya berdasarkan keturunan (pertalian darah), dalam arti siapapun anak kandung (yang sedarah seketurunan) akan mengikuti kenegaraan orang tuanya. 8. Karakteristik warga negara yang demokratis adalah : a. Kedaulatan rakyat b. Pemerintahan berdasarkan persetujuan dari yang diperintah

c. Kekuasaan mayoritas d. Hak-hak minoritas e. Jaminan hak asasi manusia f. Pemilihan yang bebas dan jujur g. Persamaan di depan hukum h. Proses hukum yang wajar i. Pembatasan pemerintah secara konstitusional j. Pluralisme sosial, ekonomi, dan politik Nilai-nilai tolerensi, pragmatisme, kerja sama, dan mufakat 9. Kewajiban dan hak warga negara : Kewajiban dan hak kerap sekali dipertentangkan mana yang lebih dahulu, apakah kewajiban atau sebaliknya. Dalam komitmen sebagai bangsa masalah hak dan kewajiban warga negara telah diatur dalam UUD45 (kontitusi). Kewajiban dan hak ini dapat berdiri sendiri. Kewajiban : membayar pajak (pasal 23) Hak : mendapat pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan, pasal 27 ayat 2, kemerdekaan berkumpul dan berserikat, mengeluarkan pikiran secara lisan atau tulisan (pasal 28), kemerdekaan beragama (pasal 29) dan mendapat pengajaran (pasal 31). Diantara substansi kewajiban dan hak tersebut ada yang mencakup keduanya seperti : 1. Kewajiban menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan dan hak untuk bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan (pasal 27 UUD45) 2. Kewajiban dan hak untuk ikut serta dalam pembelaan negara (pasal 30 UUD45) 10. Demokrasi adalah landasan system politik kenegaraan yang mengatur kehidupan individu dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Hakekat Demokrasi adalah Kedaulatan Rakyat dan bahwa Kedaulatan Rakyat adalah kekuasaan tertinggi lagi mutlak tanpa dikendalikan dengan kekuasaan lain apapun. Dan kekuasaan ini terjelma pada hak rakyat dalam memilih para pemimpinnya dan haknya dalam pembuatan undang-undang apa saja yang ia kehendaki. 11. 7 norma demokrasi :

Tujuh norma yang menjadi pandangan hidup demokrasi adalah sebagai berikut : a. Pentingnya kesadaran akan pluralisme. Ini tidak saja sekedar pengakuan pasif akan kenyataan masyarakat yang majemuk. Lebih dari itu, kesadaran akan kemajemukan menghendaki tanggapan yang positif terhadap kemajemukan itu sendiri secara aktif.
b. Dalam peristilahan politik dikenal istilah musyawarah (dalam bahasa

Arab, musyawarah, dengan makna asal sekitar saling memberi isyarat). Internalisasi makna dan semangat musyawarah menghendaki atau mengharuskan adanya keinsyafan dan kedewasaan untuk dengan tulus menerima kemungkinan kompromi atau bahkan kalah suara. Semangat musyawarah menuntut agar setiap orang menerima kemungkinan terjadinya partial finetioning of ideals, yaitu pandangan dasar belum tentu, dan tidak harus seluruh keinginan atau pikiran seseorang atau kelompok akan diterima dan dilaksanakan sepenuhnya. c. Ungkapan tujuan menghalalkan cara mengisyaratkan suatu kutukan kepada orang-orang berusaha meraih tujuannya dengan cara-cara yang tidak peduli kepada pertimbangan moral. Pandangan hidup demokratis mewajibkan adanya keyakinan bahwa cara haruslah sejalan dengan tujuan.
d. Permufukatan yang jujur dan sehat adalah hasil akhir musyawarah yang

jujur dan sehat. Suasana masyarakat demokratis dituntut untuk menguasai dan menjalankan seni permusyawaratan yang jujur dan sehat itu berguna mencapai permufakatan yang juga jujur dan sehat. Permufakatan yang dicapai melalui engineering, manipulasi atau taktik-taktik yang sesungguhnya hasil sebuah konspirasi, bukan saja merupakan permufakatan yang curang, cacat atau sakit, malah dapat disebut sebagai pengkhianatan pada nilai dan semangat demokrasi. Karena itu, faktor ketulusan dalam usaha bersama mewujudkan tatanan sosial yang baik untuk semua merupakan hal yang sangat pokok. e. Dari sekian banyak unsur kehidupan bersama ialah terpenuhinya keperluan pokok, yaitu pangan, sandang dan papan. Ketiga hal itu menyangkut masalah pemenuhan segi-segi ekonomi, yang dalam pemenuhannya tidak lepas dari perencanaan sosial-budaya. f. Kerjasama antar warga masyarakat dan sikap saling mempercayai itikad baik masing-masing. Kemudian jalinan dukung-mendukung secara

fungsional antara bebagai unsur kelembagaan kemasyarakatan yang ada, merupakan segi penunjang efisiensi untuk demokrasi. Masyarakat yang terkotak-kotak dengan masing-masing penuh curiga kepada lainnya bukan saja mengakibatkan tidak efisiensinya cara hidup demokratis, tapi juga dapat menjurus pada lahirnya pola tingkah laku yang bertentangan dengan nilai-nilai asasi demokratis. g. Dalam keseharian, kita bisa berbicara tentang pentingnya pendidikan demokrasi. Tapi karena pengalaman kita yang belum pernah dengan sungguh-sungguh menyaksikan atau apalagi merasakan hidup berdemokrasi ditambah lagi dengan kenyataan bahwa demokrasi dalam abad ini yang dimaksud adalah demokrasi modern. Maka bayangan kita tentang pendidikan demokrasi umumnya masih terbatas pada usaha indoktrinasi dan penyuapan konsep-konsep secara verbalistik. 12. Unsur-unsur yang dapat menegakan demokrasi :
a.

Unsur Negara bersifat Konstitutif. Berarti bahwa dalam Negara

tersebut terdapat wilayah yang meliputi udara, darat, dan perairan (dalam hal ini unsur perairan tidak mutlak), rakyat atau masyarakat dan pemerintahan yang berdaulat
b.

Bersifat Deklaratif. Sifat ini ditunjukan oleh adanya tujuan Negara,

UUD, pengakuan dari Negara lain baik secara de jure maupun de facto dan masuknya Negara dalam perhimpunan bangsa-bangsa misal PBB. 13. Menurut saya negara Indonesia sudah demokrasi , namun masih ada beberapa warga negara yang masih belum paham betul tentang pentingnya nilai-nilai demokrasi itu sendiri. Seperti yang dapat kita lihat di jalanan dan ditempattempat umum, para sopir seenaknya saling serobot, orang tidak bisa antre ditempat-tempat umum, tim sepak bola kalah, stadion dibakar atau dirusak, dan sebagainya. Di sisi lain kita melihat kaum intelektual (mahasiswa) yang menjadi calon pemimpin masa depan dan dikatagorikan mengerti demokrasi berlaku anarkis dalam berdemo. Sehingga dapat disimpulkan bahwa negara Indonesia belum dapat menjalankan demokrasi dengan benar. 14. Sebagai kaum intelektual (mahasiswa) saya dapat memberikan contoh-contoh dari penyelesaian masalah yang kecil-kecil dahulu seperti tidak main hakim

sendiri, sehingga tidak langsung menuduh orang tanpa adanya fakta atau bukti yang ada. Setelah itu dapat memberikan contoh yang baik bagaimana demokrasi yang benar seperti apa. Sehingga tidak merusak fasilitas sarana prasarana yang ada atau telah disediakan oleh pemerintah untuk masyarakat. Karena seperti yang kita ketahui bahwa para demonstran sekarang ini sudah melenceng dari norma-norma yang ada, mereka justru merusak semuanya dan mengganggu masyarakat.