Anda di halaman 1dari 11

Dengan adanya sistem penggajian mulai dari perhitungan gaji tersebut dibayarkan secara efisien serta memberikan kemudahan

dalam pengendalian berupa pengawasan pelaksanaan penggajian dari tiap-tiap yang terkait. Sistem penggajian pada perusahaan biasanya melibatkan beberapa departemen yang ada didalamnya, yaitu departemen yang bersangkutan dengan masalah ini adalah bagian SDM, bagian kasir, bagian akuntansi. 1. Bagian SDM bertanggung jawab pada masalah kepegawaian, seperti: pengangkatan pegawai, penerimaan atau perekrutan pegawai, hukuman pegawai bagi yang melanggar kebijakan perusahaan dan bertanggung jawab terhadap masalah penggajian karyawan. 2. Bagian kasir biasanya bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pembayaran gaji serta berbagai tunjangan kesejahteraan karyawan 3. bagian akuntansi bertanggung jawab atas pencatatan biaya tenaga kerja dan penyediaan informasi guna pengawasan biaya tenaga kerja. Sistem akuntansi penggajian adalah formulir, catatan dan laporan tentang penggajian pada karyawan yang di bayarkan tiap bulan yang di koordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan. Pada kenyataan yang terjadi pada PT. x sistem penggajian merupakan mekanisme pelaksanaan pencatatan dan transaksi pengeluaran keuangan kas mulai dari gaji pokok, lembur 1 & 2 atau over time, uang makan, uang skill, UMK. Dengan adanya sistem dan penggajian ini diharapkan dapat mengontrol semua pengeluaran gaji sehingga seimbang dan sesuai. Bila jumlah pengeluaran penggajian lebih besar dari anggaran pendapatan perusahaan maka terjadi defisit. Rumusan masalah.! 1. Apakah sistem informasi akuntansi penggajian yang ditetapkan perusahaan sudah efektif ? 2. Apakah sistem pengendalian internal penggajian yang ditetapkan pada perusahaan sudah efektif ? 3. Apakah sistem informasi akuntasi penggajian berperan dalam pengendalian internal atas penggajian ? Sistem informasi akuntansi penggajian merupakan salah satu sistem akuntansi yang penting untuk memnetapkan secara tetap dan teliti mengenai gaji yang harus diterima oleh setiap karyawan. Pengeluaran gaji merupakan hal yang penting karna karyawan sangat sensitive terhadap kesalahan dalam penggjajian atau terhadap hal lain yang bersifat tidak wajar dan penting juga untuk menjaga suasana kerja yang baik. Keterlambatan atau kesalahan yang terjadi dalam sisem penggajian dapat menyebabkan para pegawai tidak dapat menerima penghasilannya sedangkan di lain pihak kebutuhan hidup harus tetap terpenuhi. Bagi perusahaan gaji merupakan bagian yang sangat penting bagi unsur biaya perusahaan serta menyangkut jumlah yang materieil, karna perlu ditekankan agar tujuan efisiensi atas gaji tersebut dapat dicapai. 2 Sistem dan Prosedur Akuntansi Penggajian 1 Prosedur Penerimaan dan Penempatan Karyawan a. Pemilihan dari dalam perusahaan b. Pemilihan dari luar perusahaan 2.2.2 Prosedur pencatatan waktu

a. Pencatatan waktu hadir b. Pencatat waktu kerja

2.2.3

Prosedur Perhitungan Gaji.

Fungsi pembuat daftar gaji membuat daftar gaji karyawan. Data yang dipakai sebagai dasar pembuatan daftar gaji adalah surat-surat keputusan mengenai pengangkatan karyawan baru, atau kenaikan pangkat, penghentian karyawan, penurunan pangkat, daftar gaji bulan sebelumnya dan daftar hadir. Jika gaji karyawan melebihi penghasilan kena pajak, maka informasi mengenai potongan PPh Pasal 21 dihitung oleh fungsi pembuat daftar gaji atas dasar data yang tercantum dalam kartu penghasilan karyawan. Adapun rincian penetapan gaji karyawan sebagai berikut : A. Mengumpulkan catatan waktu kehadiran dari masing-masing karyawan waktu yang diperoleh. B. Menyusun daftar gaji dengan mencantumkan nama dan posisi karyawan serta gaji pokok. C. Mengumpulkan data untuk pembayaran berdasarkan insentif, umumnya didasarakan pada data produksi tentang banyaknya prestasi yang telah dihasilkan dan tunjangan yang ada seperti kesehatan,transport dan makan. 2.2.4 Prosedur Pembayaran Gaji

Prosedur pembayaran gaji dilaksanakan setelah prosedur pembutan daftar gaji dijalankan sesuai dengan prosedur diatas kemudian dilanjutkan dengan melanjutkan hal -hal yang berhubungan dengan gaji, membuat formulir dan lampiran yang ditetapkan dalam peraturan perusahaan antara lain : a. Membuat daftar gaji b. Membuat amplop pembayaran atau cek gaji c. Membuat daftar penjelasan perhitungan gaji yang diberikan pada masing-masing karyawan d. Membuat formulir yang diperlukan untuk berbagai keperluan sesuai dengan ketentuan e. Membuat statistik tentang gaji 2.2.3 Prosedur pencatatan gaji dan pelaporan Schejul report Demand Report Pengendalian internal penggajian Masalah gaji harus mendapatkan perhatian pimpinan perusahaan karna pos gaji sangat mudah terjadi kecurangan. Oleh karena itu manajemen perusahaan harus menyelenggarakan pengendalian internal penggajian yang baik untuk mencegah terjadinya kecurangan. Menurut (La Midjan, 1999:279) Pengendalian internal penggajian mempunyai prinsip-prinsip sebagi berikut :

a. Menciptakan falsafah gaya manajemen sebagai landasan operasi pemindahan atas gaji untuk mendukung ketepatan dan kebenaran berikut atas gaji yang dibayar untuk menghindari kemungkinan manipulasi atas upah. b. Adanya organisasi internal yang memadai dimana terdapat pemisahan tugas yang serasi. c. Ditetapkan pembayaran gaji yang tepat untuk karyawan. d. Adanya standar tarif atas gaji e. Secara periodik harus dilakukan pengamatan atas pembayaran gaji dan pencatatan kehadiran. f. Adanya prosedur yang baik mengenai pembayaran gaji. g. Untuk mengembangkan internal cek dengan menggunakan sistem pencatatan akan absensi. h. Tunjangan dan potongan berikut telah betul-betul dan telah melalui pengecekan. i. Pemantauan penggunaan formulir penggajian.

2.3.5 Tujuan Pengendalian Internal penggajian Tujuan pengendalian internal penggajian adalah agar gaji dapat ditetapkan dan dibayarkan pada pegawai secara tepat waktu dan benar, serta pihak menyajikan informasi atau data yang tepat, cepat dan akurat untuk disampaikan kepada pihak manajemen. Adapun tujuan pengendalian gaji menurut (Arens,200:564) sebagi berikut : a. Eksistensi atau keberadaan setiap transaksi penggajian yang ada telah dicatat untuk pekrjaan yang secara aktual dilakukan oleh karyawan. b. Kelengkapan, setiap transaksi penggajian yang ada telah dicatat. c. Akurasi, transaksi penggajian yang dicatat adalah jumlah waktu jam aktual dan tingakt gaji yang semestinya d. Klasifikasi, transaksi penggajian diklasifikasikan secara memadai. e. Tepat waktu, transaksi penggajian yang dicatat tepat waktu. f. Posting dan pengikthisaran, transaksi penggajian dimasukan dalam berkas untuk penggajian dengan semestinya. 1.3.6 Krangka Pikir Dalam kerangka pikir sistem informasi akuntansi penggajian menyimpulkan bahwa dari teori sistem informasi akuntansi terdapat beberapa prosedur diantaranya prosedur pencatatan waktu, prosedur perhitungan gaji, prosedur pembayaran gaji, prosedur pencatatan gaji dan pelaporan untuk membandingkan dengan praktik sistem informasi akuntansi, sehingga akan menghasilkan apakah sistem informasi akuntansi tersebut sudah efektif atau belum. Gambar 2.1 kerangka pikir

Sistem Informasi Akuntansi Penggajian Prosedur Sistem Informasi Akuntansi Penggajian Dibandingkan Efektif atau Tidak Efektif Praktik Sistem Informasi Akuntansi Penggajian

1 Obyek Penelitian Dalam penyusunan skipsi ini,obyek penelitian yang di pilih adalah PT. PORT RUSH yang beralokasi di jalan Kawasan Industri Terboyo Barat Dalam II No. M 112-116 Genuk Semarang.

Metode Penelitian Dalam penyusunan skripsi ini metode yang digunakan adalah metode analisisdiskriptif kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang menggambarkan dan membahaskeadaan penelitian berdasarkan fakta yang ada disertai suatu analisis, sehingga dapat memberikan gambaran yang cukup jelas. Teknik Pengumpulan Data. 1. Penelitian Lapangan (Field Research) Yaitu, pengumpulan data yang melakukan survey secara langsung pada pemisahan yang menjadi obyek penelitian, survey ini dilakuakan dengan cara : a. Observasi yaitu, mengumpulkan data dengan mengamati secara langsung pada sumber data yang akan dianalisis. b. Wawancara yaitu, suatu teknik pengumpulan data dengan cara membuat daftar pertanyaan yang diajukan penulis kepada pihak yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. c. Kuisioner yaitu, membuat daftar pertanyaan yang ada hubungannya dengan peranan sistem akuntansi penggajian. Mengumpulkan data lainnya dengan cara mengumpulkan dokumen dan caatan adminitrasi perusahaan. 2. Penelitian kepustakaan ( Library Reserach ) Merupakan penenlitian dengan cara, mempelajari literatur-literatur, buku-buku perkuliahan serta referensi-referensi lain yang berkaitan dengan analisis yang diteliti. 5 Variabel dan Skala Pengukurannya Skala pengkuran variabel yang diambil adalah skala ordinal dengan model pertanyaan kepada responden berikut 2 (dua) pilihan jawaban, yaitu dengan model atau bentuk jawaban YA dan TIDAK. 4.3 Sistem informasi akuntansi penggajian pada PT. PORT RUSH.

Pelaksanaan prosedur penggajian di PT. PORT RUSH meliputi : 1. Prosedur kepegawaian 2. Prosedur pencatatan waktu 3. Prosedur perhitungan gaji 4. Prosedur pembayaran gaji 5. Prosedur pencatatan gaji.
Prosedur Pembayaran Gaji
Gambar 4.2 Bagan Alir Sistem Penggajian

Mulai
Terim a

Karyawan

Membuat data perubahan


Edit dan cek Prin Out

Terima

RD H RDH

KJH

Terim a

DKL

KJH
Mencocokan KJH dan DKL

DKL
Mengisi tabel data perubahan karyawan

T
Memasukan kedalam data karyawan Mengisi tabel

Memasukan kedalam mformulir perubahan jam hadir

Print out

DG 1

SG 2 SG 1

Diotorisasi personalia

Kasir

Sumber: PT. PORT RUSH

Prosedur pembayaran gaji yang dilakukan PT. PORT RUSH

a. 1.Kepala bagian personalia menerima kartu jam hadir (KJH) dari petugas satpam dilapangan, baik itu rekap daftar hadir (RDH) dan daftar kerja lembur dari karyawan kemudian mencocokan antara kartu jam hadir dan daftar kerja lembur untuk mendapatkan hasil jam kerja dari setiap karyawan, selanjutnya proses memasukan kartu jam hadir kedalam formulir perubahan jam kerja apabila terjadi perubahan jam kerja yang dilakukan karyawan, proses perubahan dilakukan melalui proses computer. b. 2.Melakukan edit dan data cek terhadap kebenaran data tersebut, kemudian melakukan print out sehingga menghasilkan dokumen perubahan data karyawan, selanjutnya proses perubahan data karyawan yang telah dilakukan dapat dimasukkan kedalam formulir data pegawai, dan data ini dapat dilihat dengan cara klik data pegawai melalui tampilan option. Selanjutnya mengisi data table yang berisi mengenai data gaji pokok, tunjangan makan dan transport, tunjangan jabatan, lembur dan potongan gaji terhadap PPh serta jaminan kesehatan. Dalam tahap ini harus diperhatikan secara detail dalam pencatatan mengenai data gaji karyawan c. 3.Melakukan print out sehingga menghasilkan daftar gaji 3 (tiga) lembar sesuai dengan klasifikasi karyawan, dan Slip Gaji (SG) 2 (dua) lembar untuk arsip bagian keuangan dan tanda terima kepada karyawan yang bersangkutan. Sebelum slip gaji diserahkan kepada karyawan harus di otorisasi kepada bagian personalia dan casir, selanjutnya slip gaji diarsip menurut abjad dan menyerahkan daftar gaji lembar 1 dan 2 kepada bagian keuangan dan mencatat kartu penghasilan karyawan atas dasar Daftar Gaji. d. 4.Membuat surat pemindah bukuan dan daftar pembayaran karyawan serta melakukan check and edit dan setelah benar, maka diprint out sehingga menghasilkan Surat Perintah Bukuan 4 (empat) lembar dan Daftar Pembayaran Gaji 2 (dua) lembar yang sudah di otorisasi oleh bagian personalia dan kepala bagian adminitrasi dan keuangan atas dasar daftar pembayaran gaji (DPG). e. 5.Mengarsipkan surat pemindahan bukuan yang telah di otorisasi menurut urutan tanggal dan abjad selanjutnya menerima bukti pembayaran dan mengarsipkan menurut urutan tanggal. 4.3.5Prosedur Pencatatan Gaji Merupakan suatu prosedur yang telah ditentukan oleh perusahaan sesuai dengan standar oprasional perusahaan (SOP) mengenai pencatatan terhadap gaji karyawan, dimana banyak pengaruhnya yang berkaitan dengan gaji yaitu: a. 1.Prosentase kehadiran karyawan dalam setiap bulan serta jumlah jam kerja yang dapat lihat pada kartu jam hadir yang dihasilkan oleh setiap karyawan. b. 2.Mengenai laporan gaji yang diterima oleh setiap karyawan untuk mengetahui jumlah gaji yang dibayarkan setiap bulannya. 4.4Pengendalian Internal Gaji PT. PORT RUSH Pengendalian internal gaji pada PT. PORT RUSH memiliki unsur-unsur sebagai berikut : 1 Lingkungan Pengendalian 1.Intregitas dan nilai etika

Standar oprasional yang telah ditentukan oleh PT. PORT RUSH dijalankan secara baik dan maksimal yaitu, mengenai jam hadir dan pulang kerja karyawan, sosialisasi dan etika didalam praktik kerja dilapangan serta bentuk-bentuk pelanggaran yang apabila dilakukan oleh karyawan ditindak lanjuti secara tegas oleh pihak perusahaan sesuai dengan peraturan yang ada. 2.Komitmen terhadap kompetensi Karyawan yang bekerja diperusahaan PT. PORT RUSH harus kompeten terhadap bidang pekerjaan yang ada di departemen masing-masing yang sudah ditentukan. 3.Falsafah manajemen dan gaya operasi Pembayaran gaji yang dilakukan PT. PORT RUSH kepada karyawan dinilai sudah baik, karna ketepatan waktu pembayaran dan pencatatan yang dilakukan pihak manajemen terhadap gaji dilakukan secara akurat dan transparan. 4.Struktur organisasi Struktur organisasi yang ada di PT. PORT RUSH sudah cukup baik karna pelimpahan wewenang dan tanggung jawab kepada setiap departemen dilakukan untuk pencapaian tujuan perusahaan. 5.Dewan komisaris atau komite audit Komite audit yang bertanggung jawab untuk mengatasi proses pelaporan keuangan, pengendalian internal, serta ketaatan terhadap hukum dan peraturan tindak yang terdapat dalam PT. PORT RUSH. 6.Pelimpahan wewenang dan tanggung jawab Pelimpahan wewenang mengenai gaji terhadap departemen yang bersangkutan, baik dari personalia maupun keuangan serta kasir dilakukan secara baik dan transparan dalam pencatatannya. 7.Kebijakan dan praktik kepegawaian Kebijakan dan praktik kepegawaian . PT. PORT RUSH dilakukan secara baik dan menyeluruh sehingga dapat menunjang terhadap pengendalian internal penggajian yang ada diperusahaan. 4.4.2 Penetapan Resiko Suatu penetapan pengendalian yang dilakukan secara maksimal untuk menghindari kesalahan dan mengatasi kesalahan secara memadai berkaitan dengan sistem penggajian yang dilakukan perusahaan baik secara eksternal maupun internal. 4.4.3 Aktivitas Pengendalian 1.Pemisahan tugas yang cukup. Dalam hal ini terkait dalam pengendalian internal penggajian mengenai tanggung jawab terhadap pemisahan tugas yang menjadi kebijakan perusahaan mengenai pembayaran serta ketepatan dalam pembayaran gaji kepada karyawan yang berhak menerimanya. Proses pembayaran gaji melalui Bank yang sudah menjalin kerjasama dengan perusahaan, hal ini dilakukan untuk mempermudah dan ketepatan dalam proses pembayaran gaji. 2.Otorisasi yang pantas atas transaksi dan efektifitas. Pada PT. PORT RUSH semua karyaan harus terdaftar dan mempunyai surat pengangkatan karyawan dimana hal tersebut menjadi tolak ukur dalam pembayaran gaji karyawan, dan

apabila terjadi pemotongan gaji harus dilampiri keterangan secara jelas dan sudah di otorisasi oleh bagian personalia mengenai kebenarannya 3.Dokumen dan catatan yang memadai. Dokumen dan catatan digunakan oleh bagian personalia sesuai dengan prosedur yang ada sehingga memberikan jaminan bahwa setiap transaksi dicatat dengan benar. Misalnya kenaikan jabatan berdasarkan SK maka bagian personlia harus merubah data yang ada dalam aplikasi payroll yang sesuai dengan ketentuan SK tersebut. 4.Pengendalian fisik atas aktiva dan catatan. Pengendalian fisik atas aktiva dan catatan disini merupakan sautu bagian yang sangat penting bagi devisi personalia dalam mengamankan suatu data-data perusahaan yang sangat penting, pengendalian yang berhubungan dengan melindungi semua inventaris atau peralatan dengan digunakan password dalam mengamankan data. 4.4.4Pemantauan Pemantauan bagian personalia dipantau terus bagian Direksi, karena yang memasukan data dan mengolah data adalah bagian personalia. Dilakukan pengawasan agar tidak terjadi penyimpangan laporan aktifitas pengolahan data gaji. Dalam pengendalian internal akuntansi yang menggunakan sistem komputer, dalam hal ini fungsi operasi akuntansi digabung dalam sistem computer, progam computer dapat dirancang sebagai salah satu pengendalian intern dalam menciptakan sistem pengendalian di lingkungan pengendalian data elektronik dalam pemisahan fungsi. a.Fungsi perencanaan sistem dan penyusunan progam. b.Fungsi operasi fasilitas pengolahan data. c.Fungsi penyimpangan progam dan keputusan Dari pemisahan tersebut dilakukan untuk melakukan pengecekan silang terhadap ketelitian dan kepantasan perubahan yang dimasukan dalam system, mencegah karyawan operator melakukan perubaha terhadap progam tanpa izin dan tanpa pengujian sebelumnya. Pengendalian aplikasi berhubungan dengan tugas-tugas khusus yang dilakukan pengolahan data elektrik, fungsi dari pengendalian aplikasi ini memberikan jaminan yang cukup bahwa pencatatan, proses dan pelaporan data sudah dilakukan dengan benar. 4.4.5Analisis Sistem Informasi Akuntansi Penggajian Dalam uraian diatas yang mencerminkan sisitem informasi akuntansi penggajian yang diterapkan oleh PT. PORT RUSH, maka dalam sub bab ini akan menguraikan dan menjelaskan apakah sistem informasi akuntansi penggajian yang diterapkan perusahaan sudah efektif . Sistem informasi akuntansi yang diterapkan PT. PORT RUSH telah memadai, karna unsurunsur yang dibutuhkan dalam sistem informasi akuntansi penggajian telah memadai, sehingga dapat menunjang pengendalian internal atas gaji yang tercermin dengan adanya : 1.Tujuan Pada prinsipnya sistem informasi akuntansi penggajian pada PT. PORT RUSH bertujuan untuk meningkatkan kualitas informasi yang berkaitan dengan gaji, karna gaji merupakan masalah yang sangat penting bagi penting bagi perusahaan dan kelangsungan kinerja karyawan.

2.Masukan Semua aktifitas perusahaan pencatatan baik pembayaran gaji maupun yang lainnya, dilaksanakan oleh devisi keuangan. 3.Keluaran Sesuatu yang mengkaji ulang mengenai laporan gaji yang diberikan oleh bagian personalia kepada manager personalia dan pendistribusiannya diberikan kepada karyawan yang bersangkutan. 4.Penyimpanan Data Segala sesuatu yang berkaitan dengan gaji, disimpan dan dibentuk arsip dalam file computer. 5.Pengolahan Perusahaan selalu menggunakan komputer dalam pengolahan data, hal ini dilakukan untuk menjamin akurasi dan informasi yang dihasilkan. 6.Intruksi dan Prosedur Semua aktivitas perusahaan sudah tercantum secara rinci dalam standar oprasional perusahaan. 7.Pengguna Para pengguna sistem informasi akuntansi penggajian pada PT. PORT RUSH adalah semua karyawan yang bersangkuatan dengan seksi adminitrasi dan keuangan perusahaan. 8.Pengendalian dan pengukuran keamanan Penggunaan password telah diterapkan untuk membatasi akses data dalam pencatatan kartu jam hadir karyawan. Sistem informasi akuntansi penggajian yang dilakukan pada PT. PORT RUSH sudah memadai hal ini dapat dilihat dengan adanya tujuan-tujuan sistem informasi akuntansi yang mendukung pengendalian internal penggajian. a. 1.Mendukung operasi sehari-hari Sistem operasi yang digunakan manajemen sangat mendukung dan memudahkan dalam melaksanakan tugas atau oprasional perusahaan. b. 2.Mendukung pengambilan keputusan Sistem yang digunakan sangat berguna dalam pengambilan keputusan internal perusahaan. c. 3.Memenuhi kewajiban berkenaan dengan pengamanan Sistem informasi akuntansi sangat berguna untuk memenuhi kewajiban berkenaan dengan pengamanan dalam hal ini adalah sistsm informasi dalam perusahaan. KESIMPULAN Dengan demikian bahwa unsur-unsur dan tujuan sistem informasi akuntansi yang terdapat pada PT. PORT RUSH dapat menjadi landasan atau teori, secara praktek yang dapat mendukung kinerja manajemen perusahaan terutama dalam sistem penggajian. Dalam hal ini didukung dengan penyebaran kuisioner kepada staf manajemen mengenai sistem informasi akuntansi dan pengendalian internal penggajian pada PT. PORT RUSH dengan hasil tingkat prosentase sebesar 85,44 % . Dengan demikian dari hasil prosentase tersebut bahwa sistem informasi akuntansi telah memadai serta efektif dan mendukung dalam sistem penggajian perusahaan.

Sistem akuntansi pengajian selanjutnya adalah pembayaran gaji, sistem ini melibatkan bagian akuntansi dan keuangan. Sistem informasi akuntansi tersebut diawali dengan penyerahan daftar gaji dan upah dari bagian HRD ke bagian akuntansi, berdasarkan dokumen-dokumen tersebut menyiapkan bukti pengeluaran kas yang menjadi perintah pengeluaran kas bagian keuangan. Kemudian bagian keuangan mendistribusikan gaji kepada tiap-tiap karyawan hal ini adalah transfer langsung uang perusahaan kepada rekening masingmasing karyawan yang bersangkutan. Berdasarkan analisis sistem informasi akuntansi penggajian pada PT. PORT RUSH menurut penulis ada hal yang tidak sesuai dengan sistem informasi akuntansi penggajian, yaitu pada sistem pencatatan waktu hadir dimana fungsi pencatatan waktu hadir dirangkap oleh bagian HRD. Didalam bagian sistem informasi akuntansi penggajian mensyaratkan fungsi pencatatan waktu hadir karyawan tidak bisa dilaksanakan oleh fungsi operasi atau fugsi pembuat daftar gaji dan upah. Kondisi yang terjadi pada PT. P ORT RUSH jika dibiarkan berlanjut, maka potensi akan adanya suatu penyimpangan atau manipulasi bisa saja terjadi. Oleh karna itu diperlukan bagian yang berfungsi sebagai fungsi pencatat waktu karna jam hadir merupakan salah satu penentuan peghasilan karyawan. Dalam sistem pembayaran gaji pada PT, PORT RUSH sudah sesuai dengan teori sistem akuntansi penggajian. Hal ini dapat dilihat dengan dipisahkannya bagian HRD yang melakukan perhitungan gaji, bagian akuntansi sebagai fungsi pembuat bukti pengeluaran kas dan merupakan perintah pengeluaran kas kebagian keuangan dan bagian keuangan sebagai fungsi yang melakukan pembayaran gaji sehingga dapat meminimalisasi terjadinya kecurangan dalam sistem penggajian pada PT. PORT RUSH. Sistem pengendalian internal yang dilakukan perusahaan terhadap pencatatan waktu hadir tidak sesuai dengan teori sistem pengendalian internal. Sistem pengendalian internal yang dilakukan terhadap sistem informasi akuntansi penggajian mensyaratkan pemasukan kartu jam hadir kedalam mesin pencatat waktu harus diawasi oleh fungsi pencatat waktu. Hal tersebut tidak sesuai dengan dengan sistem pencatatan waktu hadir pada PT. PORT RUSH dimana tidak terdapat petugas yang mengawasi absensi karyawan, sehingga memungkinkan terjadinya kecurangan dimana karyawan dapat menitipkan absensi kepada rekan lainnya. Pengendalian internal terhadap sistem pengendalian aktiva kerja telah sesuai dengan teori sistem pengendalian internal, yaitu perintah lembur harus diotorisasi oleh kepala departemen karyawan yang bersangkutan sehingga dengan otorisasi ini perusahaan hanya akan mebayarkan upah lembur bagi karyawan yang tidak dipekerjakan dalam jam kerja lembur. Dalam perhitungan gaji terdapat kelemahan dan tidak sesuai dengan teori sistem pengendalian internal, yaitu tidak hanya verifikasi internal terhadap perhitungan gaji dan upah, seperti pengecekan kembali perhitungan gaji dan upah oleh bagian akuntansi. Di dalam sistem pengendalian internal diharuskan pembuatan daftar gaji dan upah diverifikasi kebenarannya dan ketelitian perhitungan oleh bagian akuntansi sebelum dilakukan pembayaran, apabila hal ini tidak dilakukan maka memeumngkinkan terjadinya kesalahan yang akan mengakibatkan kerugian pada perusahaan. Dalam sitem pembayaran gaji perusahaan telah melakukan pengendalian internal cukup baik dimana pembayaran dilakukan dengan cara di transfer ke rekenng masing-masing karyawan, alasanya merupakan suatu metode yang dilakukan perusahaan untuk mengurangi resiko kehilangan gaji akibat hal-hal yang tidak di inginkan. Keuntungan bagi perusahaan dengan tidak ada uang yang terlibat maka resiko atau kehilangan harta perusahaan yang

diakibatkan pencurian baik oknum perusahaan maupun karyawan sendiri secara sengaja maupun tidak sengaja dapat ditekan serendah mungkin. Dengan metode ini maka pembayaran gaji dapat dapat dilakukan dengan cepat dan akurat dibanding dengan membayarkan uang secara langsung kepada karyawan. Pentransferan dapat dilakukan oleh pihak Bank setelah mendapat bukti persetujuan dari perusahaan berupa slip transfer yang dibuat oleh bagian keuangan tanpa menyita waktu pegawai untuk menghitung memasukan dan membagikan uang gaji karyawan yang berupa uang kartal yang sangat rawan terhadap pencurian, kehilangan serta pencurian sehingga peruses efektifitas dari pembyaran gaji dan upah dapat ditingkatkan. Sistem pembayaran gaji dan upah pada PT. PORT RUSH juga telah sesuai dengan sistem otorisasi dalam pengendalian Internal, bahwa daftar gaji dan upah di otorisasi oleh fungsi personalia, karna merupakan dokumen yang dipakai dalam pembayaran gaji dan upah kemudian bukti pembayaran gaji di otorisasi oleh ungsi akuntansi, merupakan langkah pengendalian internal yang baik dan telah sesuai dengan teori pengendalian internal terhadap pengajian.