Anda di halaman 1dari 6

IDENTIFIKASI MISKONSEPSI DAN SOLUSINYA PADA MATERI PENYETARAAN REAKSI REDOK KELAS XII

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sain Sekolah Kimia Yang diampu Oleh Prof. Dr. Leny Yuanita, M.Kes

Zaiful Anam Hadi Saputra,S.Pd 117795021

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA PROGRAM PASCASARJANA PRODI MAGISTER PENDIDIKAN SAINS 2011

A. PENYETARAAN REAKSI REDOKS


Pada dasarnya menyetarakan reaksi adalah menyetimbangkan atau menyamakan jumlah atom dan muatannya. Untuk reaksi redoks yang sederhana, dapat menebak koefisien masing-masing secara langsung, sedangkan reaksi redoks yang rumit dapat disetarakan dengan metode setengah reaksi dan metode bilangan oksidasi. 1. Metode Setengah Reaksi Untuk menyetarakan reaksi redoks dengan metode setengah reaksi, perlu ditempuh langkah-langkah sebagai berikut. a. Tulislah setengah reaksi oksidasi dan reduksi. b. Setarakan jumlah atom yang mengalami oksidasi dan reduksi. c. Setarakan jumlah atom O dengan memperhitungkan lingkungannya.

Lingkungan asam : kurang O ditambah H2O, kurang H ditambah H+ Lingkungan basa : kurang dari O ditambah OH-, kurang ditambah H2O

d. Setarakan muatannya dengan menambahkan elektron pada ruas yang kelebihan muatan positif. e. Samakan jumlah elektron yang dilepas dan diterima dengan mengalikan. f. Jumlahkan kedua reaksi tersebut

2. Metode Perubahan Bilangan Oksidasi Konfigurasi elektron merupakan distribusi elektron-elektron di dalam orbitalorbital suatu atom. Distribusi elektron didasarkan pada tingkattingkat energi dari orbital. Konfigurasi elektron harus memenuhi berbagai aturan atau prinsip. Berikut ini dijelaskan beberapa aturan atau prinsip tentang konfigurasi elektron. Untuk menyetarakan rekasi redoks dengan metode perubahan bilangan oksidasi, perlu ditempuh langkah-langkah sebagai berikut. a. Tentukan bilangan oksidasi atom-atom yang mengalami perubahan bilangan oksidasi dan tuliskan perubahannya. b. Samakan jumlah elektron yang dilepas dan yang diterima dengan mengisikan koefisien. c. Samakan jumlah muatan.
Bila muatan ruas kiri lebih kecil, tambahkan H+ . Bila muatan ruas kiri lebih besar, tambahkan OH-. d. Samakan jumlah atom H, dengan menambahkan H2O di ruas kanan

B. MISKONSEPSI YANG SERING TERJADI PADA SISWA DAN GURU

DALAM MATERI PENYETARAAN REAKSI REDOKS Miskonsepsi merupakan salah satu masalah besar dalam pendidikan yang harus segera diselesaikan. Miskonsepsi banyak terjadi tidak hanya pada siswa/mahasiswa saja tetapi dalam buku dan cara mengajar guru pun masih ditemukan miskonsepsi-miskonsepsi Salah satu materi kimia yang sering dijumpai banyak mengalami miskonsepsi adalah pada materi penyetaraan reaksi redoks. 1. Metode Setengah Reaksi A. Miskonsepsi yang terdapat dalam metode setengah reaksi 1. Siswa kesulitan menuliskan persamaan setengah reaksi dan menyetarakannya 2. Siswa kesulitan dalam menyetarakan atom O pada konsep setengah reaksi B. Penjelasan Dan Solusi terhadap Miskonsepsi 1. Hal ini dikarenakan siswa belum bisa menjabarkan suatu reaksi menjadi penulisan bentuk ionnya, hal ini bisa juga dikarenakan siswa kurang mampu dalam menentukan bilok dari suatu senyawa. Solusinya Yaitu perlu latiahan yang lebih rutin 2. Menyetarakan a. b. atom O pada cara setengah reaksi perlu memperhatikan suasana reaksi (asam atau basa), dengan ketentuan: Suasana Asam : menambahkan H2O pada ruas yang Suasana Basa : menambahkan H2O pada ruas yang kekurangan atom O sejumlah kekurangannya kekurangan atom O sejumlah kelebihannya 2. Metode Perubahan Bilangan Oksidasi A. Miskonsepsi yang terdapat dalam metode perubahan bilangan oksidasi 1. Siswa 2. Siswa mengalami kesulitan ketika disuruh menentukan bilok mengalami kesulitan ketika disuruh menentukan bilok oksigen dalam senyawa H2O2 Hidrogen dalam senyawa NaH

3. Siswa salah mempersepsikan bahawa reaksi pembentukan air termasuk dalam peristiwa oksidasi. B. Penjelasan Dan Solusi terhadap miskonsepsi 1. Siswa mengalami kesulitan ketika disuruh menentukan bilok oksigen dalam senyawa H2O2.Hal ini dikarenakan selama ini siswa mengetahui bahwa ketetapan bilok untuk Oksigen adalah -2, siswa belum mengetahui pengecualian bilok O pada senyawa peroksida dan superoksida yaitu sebesar -1, dan -1/2. Solusinya yaitu ketika kita menjelaskan pada siswa harus diberikan contoh untuk senyawa peroksida dan juga senyawa superoksida. Langkah-langkah penentuan bilok O dalam senyawa H2O2 yaitu kita harus mencari Bilok dari H dulu setelah diketahui bilok H sebesar +1.kemudian kita kalikan dengan banyaknya atom H, setelah itu dibagi dengan Jumlah atom O,barulah diketahui bilok dari O sebesar -1, begitupun juga untuk senyawa superoksida, langkah pertama yang harus kita lalui yaitu mencari bilok dari atom H. 2. Siswa mengalami kesulitan ketika disuruh menentukan bilok Hidrogen dalam senyawa NaH. Hal ini dikarenakan selama ini siswa mengetahui bahwa ketetapan bilok untuk Hidrogen adalah +1, siswa belum mengetahui pengecualian bilok Na ketika berikatan dengan unsure golongan pertama sebesar -1. Solusinya yaitu ketika kita menjelaskan pada siswa harus memberikan contoh. Langkah-langkah penentuan bilok H dalam senyawa NaH yaitu kita harus mencari bilok dari Na dulu setelah diketahui bilok Na sebesar +1.kemudian kita kalikan dengan banyaknya atom Na, setelah itu dibagi dengan Jumlah atom H ,barulah diketahui bilok dari H sebesar -1 3. 2 H2 + O2 2 H2O Selama ini siswa memahami bahwa reaksi pembentukan H2O adalah reaksi oksidasi, siswa melihat reaksi diatas dari pengertian redok berdasarkan konsep pengikatan / pelepasan oksigen..,jika dilihat dari konsep tersebut memang benar reaksi diatas termasuk

dalam oksidasi,. Padahal sebenarnya di dalam reaksi pembentukan H2O tersebut terdapat reaksi reduksi juga.,sehingga jika dilihat dari konsep bilok, reaksi diatas termasuk reaksi reduksi dan juga oksidasi (redok). Solusinya. Guru harus meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep redok.

Anda mungkin juga menyukai