BAB III ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS

Salah satu proses dalam konsep manajemen adalah menyusun faktor penentu keberhasilan yang diawali dengan mengkaji lingkungan strategis yang meliputi kondisi, situasi, keadaan, peristiwa, dan pengaruh-pengaruh yang berasal dari dalam maupun dari luar Kabupaten Sleman. Lingkungan internal dan eksternal mempunyai dampak pada kehidupan dan kinerja seluruh komponen yang terlibat pada pembangunan, mencakup kekuatan dan kelemahan internal serta peluang dan tantangan eksternal. Analisis lingkungan strategis adalah menyusun asumsi-asumsi strategis dan mengujinya dengan visi dan misi organisasi untuk memperoleh faktor penentu keberhasilan.

A. ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS Pelaksanaan analisis lingkungan strategis merupakan bagian dari komponen perencanaan strategis dan merupakan suatu proses untuk selalu menempatkan organisasi pada posisi strategis sehingga dalam perkembangannya akan selalu berada pada posisi yang

menguntungkan. Lingkup analisis lingkungan strategis meliputi Analisis Lingkungan Internal (ALI) dan Analisis Lingkungan Eksternal (ALE).

RPJM 2005-2010 Kabupaten Sleman

51

Tingginya derajat kesehatan. dan sosial. Kelemahan 1) Rendahnya kualitas tenaga kerja. penelitian. 5) 6) 7) Banyaknya penduduk usia produktif yang berpendidik-an. b. 52 RPJM 2005-2010 Kabupaten Sleman 2) 3) . Kekuatan 1) Luasnya lahan pertanian (44% dari luas wilayah Kabupaten Sleman). kesehatan. Banyaknya industri kecil dan menengah. 11) Adanya jaringan kerjasama antar daerah. budaya gotong royong dan solidaritas prasarana dan sarana produksi per- 10) Banyaknya lembaga pendidikan. Tingginya masyarakat. 8) 9) Kemudahan akses media komunikasi dan informasi. Masih cukup banyaknya masyarakat miskin. Terbatasnya kemampuan sumber pendanaan/finansial Pemkab.Bab III: Analisis Lingkungan Strategis 1. dan perguruan tinggi. Analisis Lingkungan Internal (ALI) a. 2) 3) 4) Letak strategis Kabupaten Sleman. LSM. Tersedianya ekonomian. Tingginya potensi wisata.

10) Belum efisiennya pengelolaan sumberdaya pendidikan dan kesehatan. 16) Terbatasnya lapangan pekerjaan. Adanya tokoh kharismatik yang dapat menjaga stabilitas. 12) Masih rendahnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. RPJM 2005-2010 Kabupaten Sleman 53 . Analisis Lingkungan Eksternal (ALE) Peluang 1) 2) Pengembangan dan pemanfaatan Iptek. 15) Lemahnya pemasaran produk lokal. Masih lemahnya pengawasan terhadap pencemaran dan perusakan lingkungan. Lemahnya pengelolaan kepariwisataan. 2. a. Masih cukup rendahnya apresiasi khusus untuk pengembang teknologi. 13) Masih kurangnta apresiasi terhadap seni budaya lokal. Masih lemahnya pengelolaan potensi cagar budaya. dan pemasaran Iptek.Bab III: Analisis Lingkungan Strategis 4) 5) 6) 7) 8) 9) Belum adanya standar harga tanah. Kurangnya ketersediaan dan validitas data. 14) Belum optimalnya mediasi antara lembaga riset dengan masyarakat dan industri dalam penerapan. pengembangan. 11) Masih rendahnya kualitas pelayanan.

Komersialisasi layanan sosial. Model pengembangan perumahan yang tidak ramah lingkungan. tuntutan masyarakat terhadap stabilitas 10) Tingginya polkam. 11) Kepercayaan pemerintah propinsi dan pusat. Adanya kerjasama antar daerah.Bab III: Analisis Lingkungan Strategis 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Cukup banyaknya dana subsidi dari pusat. Tingginya tingkat pengangguran. Maraknya pekat. Tingginya minat investor masuk Sleman. 9) Inkonsistensi kebijakan makro pusat. b. Tingginya tuntutan peningkatan pelayanan publik. Kemudahan akses pasar internasional. Tersedianya peluang kerja di luar Sleman. Ancaman 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Belum terkendalinya alih fungsi lahan pertanian. Ketetapan hukum yang didasarkan pada aturan yang out of date (kadaluwarsa). Reformasi di bidang politik dan administrasi publik. Belum terkendalinya migrasi penduduk. Belum efektifnya mekanisme peradilan. 54 RPJM 2005-2010 Kabupaten Sleman .

Bab III: Analisis Lingkungan Strategis 10) Ecolabeling product. dan memadukan kekuatan (strength. O) yang dikenal sebagai strategi S-O. 15) Instabilitas ipoleksosbud nasional. S) dengan ancaman (threath. 11) Ekses sosial globalisasi. sedangkan strategi S-T dimaksudkan sebagai upaya untuk RPJM 2005-2010 Kabupaten Sleman 55 . W) dengan peluang (opportunity. atau sistem untuk mengantisipasi secara menyeluruh dan meramalkan pencapaian tujuan ke depan melalui pendekatan rasional. O) yang dikenal sebagai strategi W-O. 14) Rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga dan aparat hukum. 12) Globalisasi ekonomi dan informasi. mekanisme. Strategi ini disusun dengan memadukan antara kekuatan (strength. ANALISIS STRATEGI PILIHAN Strategi adalah kegiatan. S) dengan peluang (opportunity. memadukan kelemahan (weakness. 13) Persaingan pelayanan masyarakat antar daerah. Strategi S-O dimaksudkan sebagai upaya memaksimalkan setiap unsur kekuatan yang dimiliki untuk merebut setiap unsur peluang yang ada seoptimal mungkin. B. strategi W-O dimaksudkan sebagai upaya memperbaiki masing-masing unsur kelemahan agar dapat memanfaatkan seoptimal mungkin setiap unsur peluang yang ada. T) yang dikenal sebagai strategi S-T.

Strategi Antara Kekuatan dan Peluang (S-O) Kekuatan (S) Peluang (O) Strategi S-O 56 RPJM 2005-2010 Kabupaten Sleman . kelemahan. 1. dan peluang. dan nilai-nilai organisasi pemerintah Kabupaten Sleman. misi. Dengan demikian akan diperoleh berbagai strategi pilihan yang merupakan hasil perpaduan antar unsur kekuatan.Bab III: Analisis Lingkungan Strategis memaksimalkan setiap unsur kekuatan untuk menangkal dan menundukkan setiap unsur tantangan seoptimal mungkin. Masing-masing strategi pilihan tersebut harus diuji kembali relevansi dan kekuatan relasinya dengan visi.

Luasnya lahan pertanian (44% dari luas wilayah Kabupaten Sleman) b. kesehatan. Tingginya potensi wisata d. LSM. Pengembangan dan pemanfaatan Iptek b. dan sosial k. Kemudahan akses pasar internasional i. Strategi Antara Kelemahan dan Peluang (W-O) Kelemahan (W) Peluang (O) Strategi W-O RPJM 2005-2010 Kabupaten Sleman 57 . Banyaknya penduduk usia produktif yang berpendidikan f. Banyaknya industri kecil dan menengah j. Tingginya minat investor masuk Sleman h. Banyaknya lembaga pendidikan. Kemudahan akses media komunikasi dan informasi i. Pemanfaatan Iptek di bidang prasarana dan sarana d. dan perguruan tinggi a. prasarana dan sarana perkotaan j. Peningkatan kerjasama antar daerah di bidang pariwisata. Kepercayaan pemerintah propinsi dan pusat a. Adanya tokoh kharismatik yang dapat menjaga stabilitas c. Adanya kerjasama antar daerah e. Tingginya tuntutan masyarakat terhadap stabilitas polkam k.Bab III: Analisis Lingkungan Strategis a. Tersedianya prasarana dan sarana produksi pertanian e. Reformasi di bidang politik dan administrasi publik f. Adanya jaringan kerjasama antar daerah. Pemanfaatan teknologi ramah lingkungan bidang pertanian b. Letak strategis Kabupaten Sleman c. Tingginya derajat kesehatan g. Menjalin komunikasi yang harmonis dan efektif dengan propinsi dan pusat g. Tingginya tuntutan peningkatan pelayanan publik g. Pemanfaatan peluang pasar bagi UMKM k. Pemanfaatan Iptek (cyber technology) di bidang pariwisata c. Peningkatan peran serta masyarakat dan swasta dalam dunia usaha dan investasi e. Tersedianya peluang kerja di luar Sleman j. Peningkatan kualitas produk industri kecil dan menengah i. Peningkatan kerjasama lembaga penelitian dengan dunia usaha h. Pemanfaatan media komunikasi dan informasi untuk interaksi pelaku pembangunan f. Cukup banyaknya dana subsidi dari pusat d. penelitian. Peningkatan kualitas tenaga kerja 2. Tingginya budaya gotong royong dan solidaritas masyarakat h.

Terbatasnya kemampuan sumber pendanaan/finansial Pemkab d. Masih lemahnya pengelolaan potensi cagar budaya j. Pemberdayaan masyarakat miskin c. Terbatasnya lapangan pekerjaan a. Tingginya tuntutan masyarakat terhadap stabilitas polkam k. Adanya kerjasama antar daerah e. Masih rendahnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan m. Tersedianya peluang kerja di luar Sleman j. Belum efisiennya pengelolaan sumberdaya pendidikan dan kesehatan k.Bab III: Analisis Lingkungan Strategis a. Lemahnya pemasaran produk lokal p. Tingginya minat investor masuk Sleman h. Belum adanya standar harga tanah e. Masih kurangnya apresiasi terhadap seni budaya lokal n. pengembangan dan pemasaran Iptek o. Masih cukup banyaknya masyarakat miskin c. Peningkatan kapasitas pengelolaan kepariwisataan e. Masih lemahnya pengawasan terhadap pencemaran dan perusakan lingkungan h. Peningkatan kualitas pelayanan publik 58 RPJM 2005-2010 Kabupaten Sleman . Tingginya tuntutan peningkatan pelayanan publik g. Peningkatan pendapatan daerah d. Adanya tokoh kharismatik yang dapat menjaga stabilitas c. Peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan hidup g. Cukup banyaknya dana subsidi dari pusat d. Pengembangan dan pemanfaatan Iptek b. Kurangnya ketersediaan dan validitas data g. Peningkatan validitas dan manajemen data f. Lemahnya pengelolaan kepariwisataan f. Rendahnya kualitas tenaga kerja b. Kemudahan akses pasar internasional i. Belum optimalnya mediasi antara lembaga riset dengan masyarakat dan industri dalam penerapan. Masih rendahnya kualitas pelayanan l. Masih cukup rendahnya apresiasi khusus untuk para pengembang teknologi i. Reformasi di bidang politik dan administrasi publik f. Peningkatan kualitas tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja b. Kepercayaan pemerintah propinsi dan pusat a.

Banyaknya industri kecil dan menengah j. dan sosial k. Globalisasi ekonomi dan informasi m. Kemudahan akses media komunikasi dan informasi i. Instabilitas ipoleksosbud nasional Strategi S-T a. Belum terkendalinya migrasi penduduk c. Tingginya tingkat pengangguran f. Maraknya pekat d. kesehatan. Banyaknya lembaga pendidikan. dan perguruan tinggi Ancaman (T) a. Tingginya budaya gotong royong dan solidaritas masyarakat h. Tingginya derajat kesehatan g. penelitian. Luasnya lahan pertanian (44% dari luas wilayah Kabupaten Sleman) b. Ecolabeling product k. Model pengembangan perumahan yang tidak ramah lingkungan g. Banyaknya penduduk usia produktif yang berpendidikan f. Letak strategis Kabupaten Sleman c. Strategi Antara Kekuatan dan Ancaman (S-T) Kekuatan (S) a. Adanya jaringan kerjasama antar daerah. Ekses sosial globalisasi l. Belum efektifnya mekanisme peradilan h. Inkonsistensi kebijakan makro pusat j.Bab III: Analisis Lingkungan Strategis 3. Tersediannya prasarana dan sarana produksi pertanian e. Peningkatan stabilitas keamanan dan ketertiban RPJM 2005-2010 Kabupaten Sleman 59 . Komersialisasi layanan sosial e. Peningkatan pengawasan dan pengendalian pertanahan b. LSM. Belum terkendalinya alih fungsi lahan pertanian b. Ketetapan hukum yang didasarkan pada aturan yang out of date i. Rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga dan aparat hukum o. Persaingan pelayanan masyarakat antar daerah n. Peningkatan manajemen kependudukan c. Tingginya potensi wisata d.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful