Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN KEGIATAN & KEUANGAN

WISATA ROHANI SEKOLAH MINGGU GKJ SALATIGA

PERSEKUTUAN PELAYAN SEKOLAH MINGGU


GEREJA KRISTEN JAWA SALATIGA
2008

1
PANITIA WISATA ROHANI SEKOLAH MINGGU GKJ SALATIGA
PERSEKUTUAN PELAYAN SEKOLAH MINGGU
GEREJA KRISTEN JAWA SALATIGA
Sekretariat : Jln. Diponegoro No. 55 Salatiga
Kontak: Dhama: 0856 4163 2102, Andrew: 0856 4092 1608

EVALUASI KEGIATAN dan KEUANGAN


A. Pembukaan
Kami, selaku panitia, mengucap syukur karena atas penyertaan dan Tuhan Yesus Kristus,
maka kegiatan Wisata Rohani Sekolah Minggu GKJ Salatiga yang dilaksanakan pada :
Hari, tanggal : Minggu, 12 Oktober 2008
Waktu : Pukul 06.30 WIB-selesai
Tempat :
o Masjid Agung Jawa Tengah
o Gereja GPIB Jemaat “Immanuel” Semarang (Gereja Blenduk)
o Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong
, dapat berlangsung dengan baik.

B. Evaluasi dan Masukan


Kami sampaikan beberapa evaluasi kegiatan Wisata Rohani Sekolah Minggu GKJ Salatiga,
sebagai berikut :
1. Sie Acara
a. Kepastian peserta yang ikut baru pasti pada hari H. contoh: kayuwangi.
b. Di depan UKSW Salatiga: Rombongan harus menunggu peserta yang terlambat,
sehingga keberangkatan molor menjadi pkl. 07.50 WIB.
c. Di Masjid Agung Semarang:
1) Rombongan sampai di Masjid Agung tetap waktu, tapi selesainya molor hampir satu
jam. Sebabnya adalah pemakaian lift tower yang hanya 1 buah untuk menaikkan dan
menurunkan rombongan. Rombongan kita tidak diprioritaskan, karena lift juga
dipakai oleh pengunjung dari luar.
2) Durasi rombongan yang keliling dengan yang pakai lift sangat berbeda jauh.
Rombongan lama saat antri naik dan turun lift.
3) Kurang koordinasi saat pakai lift.
4) Susah komunikasi antara sie acara dan sie acara dengan tiap anggota panitia. Sie
acara sudah menggunakan handphone tetapi agak ribet (kurang jelas).

2
5) Pengelolaan di Masjid Agung agak susah.
6) Payung tidak bisa dibuka sesuai dengan skenario sie acara. Rombongan telah berada
di tower, paying baru dibuka dan ditutup ketika rombongan masih berada di tower.
7) Anak-anak sekolah minggu mendapatkan/melihat sesuatu yang baru.
d. Snack dimakan di dalam bis selama perjalanan ke Gereja Santo Yoseph.
e. Di Gereja Santo Yoseph:
1) peserta dapat diatur dengan tertib. Kita diterima dengan baik oleh pihak gereja.
Anak-anak mengagumi arsitektur yang terdapat di gereja.
2) Romo Gereja Santo Yoseph bisa tampil dan memberi kata sambutan.
3) Anak-anak cukup antusias.
f. Di Pagoda Watugong:
1) Kedatangan molor 15 menit di Pagoda Watugong.
2) Anak-anak antusias dan banyak bertanya sehingga sie acara susah meng-cut.
3) Anak-anak diajak melihat lingkungan Wihara.
4) Ada beberapa orang tua yang susah diatur, karena mereka ingin ikut muter-muter
bersama anak-anak.
5) Ada orang tua yang tidak mau ikut sarasehan. (Ternyata lebih sulit mengatur ortu☺)
g. Peran pendamping kurang maksimal, terjadi pengelompokan saat di dalam bis, anak-
anak duduk sendiri, pendamping duduk sendiri.
h. Teknis sudah bagus, hanya kita kurang tegas terhadap peserta.
i. Anak-anak fokus saat di Gereja Santo Yoseph, di tempat lain konsentrasi terbagi-bagi.
j. Di museum Masjid Agung, kita adalah pihak yang pertama kali masuk dan
menggunakannya karena ternyata belum grand opening.
Masukan :
1. Kita harusnya memastikan berapa lift yang bisa dipakai pada hari H.
2. Perlu HT.
3. Pendamping sebaiknya berperan aktif.
4. Jumlah panitia/petugas yang tahu tempat sebaiknya lebih banyak sehingga mudah
koordinasi.
5. Pelajaran apa yang kita dapat dr kunjungan kemarin minggu?

2. Sie Akomodasi, Perlengkapan, Transportasi, dan Keamanan


a. Kurang koordinasi antar anggota tetapi semua tugas dapat dilaksanakan dengan baik.
b. Di Masjid Agung:
1) tidak jadi buka payung karena pada saat datang, angin cukup besar.

3
2) Sebelumnya sudah pesan lift dan tower untuk rombongan kita, tetapi ternyata tidak.
Satu lift dipakai untuk rombongan kita, yang satunya untuk pengunjung yang lain.
3) Yang bertugas membayar sewa parkir tidak tahu mobil/kendaraan mana saja yang
masuk dalam rombongan kita dan harus dibayar sewa parkirnya.
4) Guide di Masjid Agung, yang aktif yang satu orang saja. Guide yang lain terlambat
dan tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya.
5) Tikar yang disiapkan tidak jadi dipakai.
6) Ada megaphone ditiap bis.
Masukan :
1. Pikirkan tentang parkir, agar semua sewa parkir kendaraan yang masuk rombongan kita
dapat dibayar.

3. Sie Publikasi dan Dokumentasi


a. Sudah melaksanakan tugas dengan baik.
b. Hasil dokumentansi berupa beberapa foto akan dicetak untuk ditempel di papan
pengumuman di gereja.
c. Sudah membeli 2 kaset handycam tetapi hanya 1 yang terpakai.

4. Sie Kesehatan
a. Aman terkendali.
b. Perlu ada koordinasi antar anggota tim kesehatan.
c. Perlu pembekalan ke tiap petugas dan pedamping.
d. Anak-anak sekolah minggu telah mempraktekkan apa yang diinstruksikan oleh tim
kesehatan.
Masukan :
1. Untuk kegiatan selanjutnya, bisa pinjam obat dari PMI Salatiga yang sudah terpaket-
paket sehingga mudah dalam penggunaannya.

5. Sie Konsumsi
a. Satu sopir mobil pregio tidak mendapat makan siang.
b. Pak Arif Sadjiarto juga tidak mendapat makan siang.
c. Kurang koordinasi.
d. Tim konsumsi tidak tahu bila mobil pak Arif, pak Sony, dan pak Yossy termasuk
rombongan peserta.

4
6. Sie Sekretariat
a. Perubahan peserta hingga hari H merepotkan panitia.

7. Sekretaris
a. Semua surat yang diperlukan pada saat hari H, sudah dibuat dan diserahkan kepada Sie
Pubdok untuk diedarkan.
b. Surat pemberitahuan kepada anak sekolah minggu diedarkannya mepet. Ada beberapa
yang dihubungi via sms atau telepon.
c. Akan segera membuat surat ucapan terima kasih dan laporan pertanggungjawaban
kegiatan.

8. Usulan dari PHM :


a. Sebaiknya ada ‘pancingan’ dari panitia untuk gereja dan warga jemaat, misalnya
memberikan sebagian saldo dana untuk persembahan pembelian LCD proyektor.
b. Souvenir yang didapat dari tiap objek wisata dan kertas gambar untuk mewarnai yang
sisa dapat dibagikan kepada anak-anak sekolah minggu sebagai refresh.
c. Disiapkan rencana A,B,C, dan seterusnya.
d. 25% peserta terdiri dari orang tua, hal ini mengindikasikan bahwa warga jemaat kita
rindu kegiatan-kegiatan yang sejenis.
e. Hasil dokumentasi bisa dijadikan usaha dana dengan harga jual yang pantas dan
terjangkau.
f. LPJ keuangan tidak perlu bertele-tele.

C. Laporan Keuangan
(terlampir)

5
D. Penutup
Demikianlah laporan pertanggungjawaban ini kami buat, kiraranya dapat menjadi masukan
bagi pihak-pihak yang membutuhkan. Terima kasih. Tuhan Memberkati pelayanan kita.

Salatiga, Oktober 2008


Hormat kami,

Dhama Ady Saputra Andrew Jachson


Ketua Panitia Sekretaris Panitia

Mengetahui,

Z. Supartinah Sari Kusumaningtyas


Ketua Komisi Anak Ketua PPSM

Menyetujui,

Chr. Adi Kurniawan M


Ketua Majelis GKJ Salatiga