Anda di halaman 1dari 5

TUGAS

KEMANDIRIAN PROFESI
DIAGNOSIS GANGGUAN PADA TANAMAN

Disusun Oleh : Bagus Destianto I (H0708085)

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2011

PRAYS ENDOCARPA

Benjolan (bisul) Gambar 1. Kasus buah jeruk yang tidak normal Gambar di atas menunjukkan buah jeruk yang mengalami gangguan sehingga bentuk struktur kulitnya tidak normal. Muncul benjolan dengan lubang kecil di tengahnya. Benjolan ini cukup keras jika ditekan. Setelah di diagnosis, dapat dikatakan buah jeruk ini mengalami gangguan yang disebabkan oleh jenis hama serangga. Hama yang dimaksud yaitu hama ulat bisul buah atau lebih dikenal dengan prays endocarpa. Berikut adalah penjelasan mengenai serangga hama ini; A. Klasifikasi Kingdom : Animalia Phylum Class Order Family Genus Species : Arthropoda : Insecta : Lepidoptera : Yponomeutidae : Prays : P. endocarpa

B. Daerah penyebaran: Prays endocarpa Meyr. di Indonesia terdapat di Sumatera dan Jawa. Di luar negeri dilaporkan terdapat di Malaysia.

C. Biologi serangga ini mempunyai 4 stadium hidup yaitu telur, larva, pupa/kepompong dan dewasa. Prays endocarpa mempunyai telur yang datar, berwarna hijau transparan, dengan diameter 0,4 mm. Telur-telur diletakkan secara berserakan di bagian kulit buah muda pada malam hari. telur menetas 4 hari kemudian dan larva yang keluar berwarna hijau, kemudian nampak garisgaris melintang berwarna merah pada tubuh larva, ukuran panjang larva sampai dengan 57 mm. Ulat atau larva menggerek kulit buah jeruk serta hidup di dalamnya. Kepompong berwarna merah abu-abu, panjang 4,55,5 mm. Pupa dapat ditemukan pada buah, atau lebih sering ditemukan pada ranting atau tepi daun. Siklus hidup dari telur hingga menjadi kupu-kupu dewasa berlangsung 29 hari. Kepompong ulat ini mula-mula berwarna hijau dan lama kelamaan berubah sedikit demi sedikit menjadi coklat.

Gambar 2. Kupu Prays endocarpa (Fase Dewasa) D. Bagian tanaman yang diserang Hama ini menyerang bagian buah jeruk, dari buah muda sampai buah yang tua. E. Gejala-gejalanya dan akibat serangannya 1. Bentuk permukaan kulit jeruk bagian luar tidak teratur, timbul bisulbisul, buah yang masih muda gugur. 2. Buah tua bentuknya tidak menarik, rasa khas buah dan aroma buah jeruk hilang, daging buah mengeras dan cairannya berkurang atau bahkan tidak ada sama sekali

F. Penularannya Penularan hama ini dapat terjadi dengan perantaraan manusia, hewan (burung), karena ulat bisul ini sangat disukai oleh burung. Ulat tadi dibawa oleh burung dan ditinggal pada tanaman jeruk yang belum terserang. Kemudian ulat bisul ini hidup di tanaman yang baru dan mencari makan pada tanaman baru tersebut. G. Pengendaliannya Pengendalian secara dini dapat dilakukan dengan cara mengambil kepompongnya, kemudian dimusnahkan. Sedangkan untuk mengendalikan ulatnya dapat dilakukan dengan cara memetik buah-buah yang terserang ulat bisul tersebut, kemudian dibakar. Buah jeruk yang sudah terserang oleh ulat bisul tidak baik untuk dipasarkan. 1. Mekanis/Fisis Membungkus buah-buah selagi masih kecil dapat mencegah kerusakan. Buah dibungkus dengan kain atau pembungkus lainnya yang tidak rusak oleh hujan. Pembungkusan buah yang sudah agak besar mungkin sudah terlambat karena penularan sudah terjadi. Buah-buah yang sudah terserang sebaiknya dipetik untuk dibenamkan ke dalam tanah. ulatulat dalam kulit buah akan terbunuh. 2. Biologi Mengembangkan musuh alami dari hama ini yakni tabuhan parasit Ageniaspis malayensis Ferr. sp. (Chalcidoidea : : Encyrtidae) dan Enderus menekan

(Chalcidoidea

Eulophidae)

untuk

perkembangan populasi Prays spp. Terutama di daerah yang lembab dan teduh. 3. Kimiawi Pengendalian secara kimiawi pada saat ulat-ulat sudah berada di dalam kulit buah, tidak akan berhasil. Penyemprotan buah harus dilakukan pada saat telur belum menetas, sehingga ulat yang keluar dari telur akan segera terbunuh sebelum menggerek.

DAFTAR PUSTAKA

AAK. 1994. Budidaya Tanaman Jeruk. Kanisius. Yogyakarta. Anonim. 2008. Hama dan Penyakit Tumbuhan UNSRI poenya masto2n. http://totonunsri.blogsome.com/. Diakses pada 10 November 2010. Soelarso, B. 1996. Budidaya Jeruk Bebas Penyakit. Kanisius. Yogyakarta. Wales, J. 2011. Prays endocarpa. www.wikipedia.org/prays endocarpa. Diakses pada 17 November 2010.