APLIKASI COGNITIVE-BEHAVIOR THERAPY DALAM KONSELING TRAUMATIK

Oleh Nandang Rusmana, M.Pd

26-04-2010

NANDANG R

UPI

dan tidak mampu mengambil keputusan.CiriCiri-ciri Individu yang Mengalami Trauma (1) Fisik : Sesak napas. Kognitif : Sering melamun. terus-menerus dibayangi oleh kejadian yang merugikan dirinya. gangguan pencernaan. dan mudah lelah. tidak bisa fokus dan susah untuk berkonsentrasi. 26-04-2010 NANDANG R UPI . mudah sakit.

sering merasa bersalah dan malu. Sosial : memisahkan diri dari lingkungan.merasa tertekan. hilangnya kepercayaan. ketakutan. mudah marah. perilaku repetitif (berulang-ulang). murung. mudah putus asa. merasa tidak berdaya. menyepi. duduk berjam-jam. bertindak agresif. merasa sedih yang berlaru-larut.CiriCiri-ciri Individu yang Mengalami Trauma (2) Emosi : Sering merasa cemas. sering melamun. depresi. Tingkah Laku : menurunnya aktivitas fisik. konflik dengan lingkungan. sering mimpi buruk. selalu berprasangka. merasa ditolak atau merasa sangat dominan terhadap lingkungan 26-04-2010 NANDANG R UPI .

hingga tidak bisa menjalani kehidupan di daerah pantai/laut. malainkan secara permanen kehidupan yang dijalaninya terserap untuk memikirkan masa lalu. (Freud. Ketakutan yang berlebihan. 26-04-2010 NANDANG R UPI . Tidak mampu menjalani kehidupan selayaknya orang normal. 2006:303) Waspada yang berlebihan.Dampak Individu yang Mengalami Trauma Pengalaman traumatik yang sudah mengguncang struktur kehidupan sampai keakarnya akan membuat individu yang mengalami trauma tidak lagi memikirkan masa kini dan masa depan.

membangkitkan daya imajinasi. dapat meningkatkan konsentrasinya. Konseli memahami kesalahan yang terjadi pada aspek kognitif. Diperoleh data mengenai karakteristik sindrom trauma Instrumen pengungkap sindrom trauma. Assesmen dan Diagnosa (1 Sessi) • • 2. serta merasa lebih tenang.Gambaran Langkah Cognitive-Behavior Therapy Cognitivedalam Mereduksi Sindrom Trauma (1) 1. Konseli telah memiliki keterampilan mengatasi sindrom trauma. 26-04-2010 NANDANG R UPI . pengalaman traumanya. serta belajar merubah kesalahan pada aspek kognitif melalui pemahaman. Pendekatan Kognitif (3 Sessi) • • • Layanan diberikan melalui konseling dan bimbingan klasikal.

Konseli menunjukan perasaan yang lebih tenang.Gambaran Langkah Cognitive-Behavior Therapy Cognitivedalam Mereduksi Sindrom Trauma (2) 3. Fokus Terapi (1 Sessi) Layanan yang diberikan melalui teknik ceramah. dan konseling. analisis fungsional. 26-04-2010 NANDANG R UPI . Konseli menunjukan kesiapannya untuk dapat melanjutkan terapi dan meningkatkan fokus terapi. Konseli memiliki kesiapan dan kesanggupan untuk terus melakukan terapi. Konseli dapat memahami pengalaman trauma serta dampaknya bagi kehidupan. • • Formulasi Status (1 Sessi) Layanan yang diberikan yaitu konseling tentang kondisi traumatis yang dialami Konseli. • • • • 4.

Memiliki keterampilan dalam mengambil keputusan Mampu mengendalikan tingkah laku agresifnya Mempunyai keterampilan dalam mengendalikan emosinya Konseli memiliki kesiap siagaan untuk mengantisipasi munculnya kembali pengalaman traumatis Secara keseluruhan konseli dapat mereduksi ketakutan terhadap pengalaman traumatisnya 26-04-2010 NANDANG R UPI . dan role playing Konseli memiliki keterampilan untuk merencanakan hidupnya Melatih konseli untuk dapat hidup dengan terencana Memiliki keterampilan dalam mengambil keputusan Konseli sudah mampu mempercayai lingkungannya serta dapat meningkatkan interaksinya dengan orang lain Konseli dapat merubah pikiran negatif melalui pembuktian yang diberikan melalui pengkondisian. konseling. pekerjaan rumah. simulasi.Gambaran Langkah Cognitive-Behavior Therapy Cognitivedalam Mereduksi Sindrom Trauma (3) 5. • • • • • • • • • • • Intervensi Tingkah Laku (5 Sessi) Layanan yang diberikan melalui teknik analisis fungsional.

serta konseling Konseli telah meyakini bahwa kondisi trauma yang dialami sangat merugikan dirinya Konseli merasa lebih gembira serta mampu mereduksi sindrom trauma Konseli dapat berpikir lebih baik 7. analisis fungsional. • • • • Perubahan Core Beliefs (1 Sessi) Layanan yang diberikan yaitu ceramah. Konseli memiliki keterampilan mengolah pikiran-perasaan-perbuatan secara positif dalam setiap masalah yang dihadapi Konseli sudah mampu mereduksi traumatisnya dan memiliki ketenangan dalam menjalani kehidupan berikutnya. 26-04-2010 NANDANG R UPI .Gambaran Langkah Cognitive-Behavior Therapy Cognitivedalam Mereduksi Sindrom Trauma (4) 6. • • • Pencegahan (1 Sessi) Konseli memiliki komitmen untuk melanjutkan terapi dengan metode self help secara berkesinambungan.

26-04-2010 NANDANG R UPI . dll.Teknik – Teknik Terapi Cognitive-Behavior Restrukturisasi Kognitif Relaksasi Reward and Punishment Homework Assertive Training Biblioterapi Covert Conditioning.

Harapan akhir dari CBT dalam Konseling Traumatik o o o o Konseli mampu mereduksi pengalaman traumatisnya. 26-04-2010 NANDANG R UPI . Konseli mampu menjalani kehidupan dengan normal. Adanya keselarasan antara berfikir. Konseli mampu mempercayai dirinya sendiri. dll. perasaan. lingkungannya. orang lain. dan bertindak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful