P. 1
Uji Kematian Larva Udang Laut

Uji Kematian Larva Udang Laut

|Views: 110|Likes:
Dipublikasikan oleh Nana Siluman Panda

More info:

Published by: Nana Siluman Panda on Dec 30, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/09/2013

pdf

text

original

UJI KEMATIAN LARVA UDANG LAUT (BRINE SHRIMP TOXICITY TEST

)
sebagai praskrining antikanker
Kuliah Uji Bioaktivitas Obat Bahan Alam

Oleh : Endah Puspitasari, S.Farm., Apt.

Dasar teori • Senyawa bioaktif hampir selalu toksik pada dosis tinggi • Farmakologi adalah toksikologi sederhana pada dosis rendah • Toksikologi adalah farmakologi sederhana pada dosis tinggi .

. Proporsi relatif komponen bioaktif tunggal bervariasi dari batch ke batch tetapi bioativitasnya masih dalam batas toleransi. melainkan campuran senyawa bioaktif dalam tanaman.Dasar teori • Bioassay memiliki keunggulan untuk standardisasi dan kontrol kualitas dari berbagai macam produk botani • Metode analisis fisik tidak berguna karena tidak sensitif terhadap kompleksitas ekstrak kasar • Kebanyakan respon biologis yang diinginkan tidak hanya disebabkan oleh satu senyawa saja.

Dasar teori Kematian organisme zoologik sederhana secara in vivo merupakan metode monitoring yg mudah untuk : • Skrining & fraksinasi senyawa bioaktif bahan alam • Penemuan ataupun monitoring senyawa bioaktif bahan alam .

Nauplii • Larva udang laut. Artemia salina (Leach) atau nauplii digunakan dlm metode ini • Telur nauplii tetap hidup dlm kondisi kering selama beberapa tahun • Jika ditempatkan dlm air laut dalam 48 jam akan menetas menghasilkan nauplii dalam jumlah besar yg siap untuk diuji .

100 & 1000 ppm dlm vial yg berisi 10 nauplii dlm 5 ml air laut • Masing2 kadar dibuat replikasi 3X • Setelah 24 jam dihitung nauplii yg hidup • Dilakukan analisis probit u/ menentukan LC50 dgn angka kepercayaan 95 % . fraksi atau senyawa murni bahan alam dibuat larutan uji awal dgn kadar 10.Praskrining antikanker • Ekstrak.

036 & κ = 0.Praskrining antikanker • Mc Laughlin dkk (1998) menemukan adanya korelasi positif antara metode BST dgn uji sitotoksik 9KB (karsinoma nasofaring manusia) (p= 0.56) • Harga ED50 9KB = 1/10 LC50 BST • Saat ini BST digunakan sbg panel dlm praskrining 6 jenis kultur cell line tumor padat manusia di lab Purdue Cancer Center .

Praskrining antikanker • BST digunakan dlm praskrining > 300 senyawa antitumor baru & pestisida bahan alam di Purdue University • BST dapat digunakan dlm mendeteksi atau memonitor fraksinasi senyawa bioaktif. seperti halnya fraksinasi senyawa bioaktif yg dipandu uji sitotoksik 3PS (P388) (leukimia murine in vivo) .

memenuhi kebutuhan validasi statistik dgn sedikit sampel (2-20 mg telur nauplii) • Cepat (24 jam) • Murah (tidak butuh serum hewan) • Self reliance (dapat dikerjakan secara mandiri) • Saat ini belum ada protes dari animal rights advocates . tanpa peralatan yg mahal seperti LAFC) • Jumlah organisme >>>.Kelebihan BST • Sederhana (tanpa teknik aseptik.

Bahan-bahan • Artemia salina cysts (telur larva udang laut) • Garam laut • Tempat penetasan. 0.5 ml. 10 mcl . dgn bilik yg dilengkapi lampu u/ menarik larva yg menetas • Vial 10 ml (9 buah/sampel + 1 kontrol) • Syringe 5ml. 100 mcl.

Masukkan air laut dlm tempat penetasan pd salah satu bilik.Prosedur kerja 1. Siapkan air laut buatan (38 g garam laut dlm 1 L aqua) 2. 50 & 5 mcl ke dlm masing2 vial u/ mendapatkan lar uji 1000. 100 & 10 ppm . u/ proses penetasan & pematangan larva 3. Pipet masing2 500. timbang sampel 20 mg + 2 ml solven. bilik lainnya diberi lampu dan diamkan selama 2 hari. Siapkan vial u/ larutan uji.

analisis dgn analisis probit u/ menentukan LC50 . Setelah 2 hari. Uapkan pelarut selama semalam 5. Setelah 24 jam nauplii yg hidup dihitung & dicatat.Prosedur kerja 4. tempatkan di bawah sinar lampu (perhatikan suhu) 6. ad kan hingga volume tiap vial 5 ml. tambahkan 4 ml air laut & 10 ekor larva (nauplii).

isolat) dapat dilarutkan dlm DMSO (50 mcl/5 ml air laut) • DMSO yang boleh digunakan 1 % • Untuk bahan uji yg poten kadar dapat diencerkan. fraksi. buat juga kadar intermediet 750. 500 & 250 mcl u/ membuat interval yg lebih sempit .Alternatif • Bahan uji (ekstrak.

.

. vol 32. 1998. BMC Biotechnology.Pustaka • Mc Laughlin et al. drug information journal. pp 513524. A comparison between two brine shrimp assays to detect in vitro toxicity in marine natural products. 2002. • Carballo et al. The use of biological assays to evaluate botanicals. 2:17.

.Thank you And See ya…. .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->