Anda di halaman 1dari 7

Contoh Analisis jabatan Pada Bidan A.

Latar belakang Bagi mereka yang berkecimpung dalam aktivitas Human Resources, istilah Job Analysis, Job Description, Job Specification dan Job Evaluation bukanlah istilah yang asing. Istilah-istilah tersebut dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Analisa Jabatan, Uraian Jabatan, Spsifikasi Jabatan dan Penilaian jabatan. Untuk itu perlu dimengerti apa dan bagaimana berfungsinya aktivitas-aktivitas diperlukan. Organisasi manapun strategi di dunia jika dikelola dengan benar selalu Yang tersebut termasuk mengapa perangkat tersebut

menggunakan

dalam

menjalankan

roda

organisasinya.

dimaksud strategi disini adalah rencana apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi. Walaupun ini bukan definisi ilmiah tetapi merupakan definisi praktis, namun kiranya cukup untuk memulai topic pembicaraan kali ini. Strategi organisasi, yang dalam pengembangannya dipengaruhi oleh faktor luar maupun faktor dalam di dalam organisasi, selanjutnya akan dijabarkan lebih lanjut oleh Divisi-divisi seperti Keuangan, Komisi-komisi, dll yang ada dalam organisasi tersebut. Sehingga nantinya akan ada perencanaan di dalam divisi-divisi tersebut. Selanjutnya perencanaan Divisi tersebut akan dijabarkan lebih lanjut lagi dengan lebih terperinci menjadi Goal dan Objektip oleh departemen-departemen atau bagian-bagian lain dalam Divisi masing-masing. Untuk Human Resources Department misalnya dibagi dalam Recruitmen, Pengupahan, Training and Development dsb. B. Tujuan penulisan Tujuan dari penyusunan laporan ini adalah memberikan gambaran mengenai analisis jabatan pada seorang Bidan.

C. Pembahasan Narasumber : Nama dan tgl lahir : Alamat : Status perkawinan : Pendidikan : Pekerjaan : Masa kerja :

Deskripsi pekerjaan : Pengertian Bidan menurut Menteri Kesehatan RI yang tercantum dalam lampiran Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 369/Menkes/Sk/Iii/2007 Tanggal : 27 Maret 2007 salah satu tenaga kesehatan yang memiliki posisi penting dan strategis terutama dalam penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan angka kesakitan dan kematian Bayi (AKB). Bidan kebidanan aspek yang berkesinambungan promosi dan pada pencegahan, dengan memberikan paripurna, pelayanan berfokus

berlandaskan kemitraan dan pemberdayaan masyarakat bersama-sama dengan tenaga kesehatan lainnya untuk senantiasa siap melayani siapa saja yang membutuhkannya, kapan dan dimanapun dia berada. Untuk menjamin kualitas tersebut diperlukan suatu standar profesi sebagai acuan untuk melakukan segala tindakan dan asuhan yang diberikan dalam seluruh aspek pengabdian profesinya kepada individu, keluarga dan masyarakat, baik dari aspek input, proses dan output.

Pengalaman narasumber : Narasumber mengaku bahwa selama menjalani profesi sebagai seorang bidan banyak suka dan duka yang dialaminya dimana ketika pasien meminta pertolongan untuk persalinan maka dirinya siap tidak siap harus menyiapakan tenaga untuk membantu persalinan itu. Kadang kala narasumber harus datang kerumah pasiennya pada malam hari, selain itu bekerja sebagai bidan dapat membantu menjaga Kesehatan ibu dan anak, Pemberian Gizi Balita, Imunisasi, Memberikan MP(makanan pendamping asi). Narasumber bekerja sebagai seorang bidan baru 11 bulan dan dia bekerja di Puskesmas. Sukanya menjadi seorang bidan seperti dikatakan narasumber adalah bisa membantu orang lain, ilmu menjadi bertambah, mengetahui banyak hal tentang kesehatan, kelelahan tidak dirasakan bila tugas persalinan berhasil dengan baik. Duka menjadi seorang bidan yakni kadang kala karena semakin banyaknya pasien narasumber menjadi lupa makan dan menjadi sakit, pekerjaan lain menjadi tertunda, dan harus bekerja pada malam hari, selain itu harus membagi waktu antara pekerjaan dan profesi sebagai ibu rumah tangga. Kadang kala ketika datang waktu istirahat tiba-tiba datang pasien untuk berobat. Tata cara pendaftaran sebagai bidan : Adapun tata cara pendaftaran menjadi bidan setelah tamat dari pendidikan kebidaanan yakni :

Mengajukan surat lamaran ke BKD Provinsi/Kab/Kota Surat lamaran dilengkapi dengan ijazah terakhir Foto copy KTP Fas photo 3x4 2 lembar

Setelah surat lamaran diajukan ke pihak BKD Provinsi/Kab/Kota Via pos maka surat lamaran ini akan diseleksi oleh pihak BKD, Berkas yang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan maka dinyatakan lulus dan berhak untuk mengikuti tes tertulis. Setelah ujian seleksi dilaksanakan maka hasilnya akan dikeluarkan 2 minggu kemudian dan yang lulus tes tertulis inilah yang menjadi PNS. Syarat / spesifikasi jabatan/pekerjaan : Untuk menjadi seorang bidan maka yang dituntut adalah:

Pendidikan minimal Diploma Dapat menjaga Kode Etik Kesehatan Mempunyai surat izin bidan/terdaftar sebagai anggota IB (Ikatan Bidan) Indonesia (memiliki wadah profesi)

Metode dan prosedur kerja :


a. Nama Jabatan dalam analisis jabatan ini adalah : Bidan b. Jenis Pekerjaan : Jenis pekerjaan yang dilakukan yakni Persalinan,

Pelayanan KB, Imunisasi, Peningkatan Gizi Balita, Penyuluhan, dan lainlain.


c. Standar Prestasi Kerja : Mampu melaksanakan pekerjaan dengan

maksimal dan tidak melanggar kode etik pekerjaan, serta dapat memberikan pelayanan yang baik bagi pasien. Selain itu seorang Bidan juga dituntut untuk terampil dalam menggunakan peralatanperalatan kesehatan
d. Lingkungan Pekerjaan : Lingkungan pekerjaan dari seorang bidan yakni

Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, Klinik Bersalin, Puskesmas, Pusat Kesehatan Desa, Posyandu, Rumah Pribadi.

e. Tempat kerja :

Didalam Gedung : 90% Diluar gedung : 10%


f.

Sarana Dan Prasarana : Pekerjaan Sarana dan prasarana dalam bekerja yakni : Kursi, Meja, Tempat tidur pasien, Komputer, Printer, ATK, Telpon, Alat kesehatan lainnya, mobil ambulance, kendaraan roda dua, dll.

g. Pendidikan dan Keahlian

Untuk menjadi bidan maka seseorang harus menempuh pendidikan di Akademi Kebidanan. Keahlian yang dituntut yakni dapat menguasai dan menggunakan alat kesehatan dengan baik, serta menguasai teknik persalinan. h. Status Pekerjaan : Status Pekerjaan PNS i. Resiko Pekerjaan Setiap Pekerjaan memiliki resiko begitu pula dengan bekerja sebagai seorang bidan yang berkecimpung didunia pelayanan kesehatan. Resiko yang ditimbulkan jika terjadi kesalahan maka akan berakibat pada maal praktek. j. Waktu Kerja Bidan bekerja di Puskesmas dengan jam kerjanya sebagai berikut : Senin-kamis Jumat Sabtu 08.000-14.00 08.00-11.00 08.00-14.00

Selain itu ada juga jam-jam tambahan dimana pasien datang langsung kerumah Bidan.
k. Penghasilan

Penghasilan perbulan dari gaji pokok bidan yang menjadi narasumber adalah Rp. 1.300.000,00 disamping itu bidan juga memperoleh pendapatan lain selain dari pemerintah yaitu dari hasil praktek mandiri yang dibuka dirumah.
l.

Pelatihan Pekerjaan Pelatihan dalam dunia pekerjaan adalah salah satu upaya yang dilakukan oleh instansi terkait untuk meningkatkan kualitas pekerjaan. Bekerja sebagai Bidan juga diberikan pelatihan. Pelatihan-pelatihan yang diberikan kepada Bidan yakni : Pelatihan Bayi Berat Lahir Rendah, Aspiksia, Asuh Sayang Ibu, Puskesdes.

m. Kenaikan Pangkat Masa kenaikan pangkat 4 tahun, diusulkan 6 bulan terahkir masa kenaikan pangkat. Seseorang yang akan mengajukan kenaiakan pangkat yakni sesorang yang tidak pernah melanggar hukum/disiplin kerja, dan dinilai oleh DPP (Dewan Penilaiian Pekerjaan Personil) didalamnya ada kepemimpinan, ketataan, disiplin, tanggung jawab, prestasi dan kemampuan (Kenaikan pangkat regular). Selain itu ada juga kenaikan pangkat yang diberikan karena prestasinya luar biasa misalnya di Polri bisa menangkap Terorisme maka orang tersebut dinaikkan pangkatanya. Pangkat narasumber dalam analisis jabatan ini adalah golongan II C.
n. Kesehatan Dan Keselamatan

KerjaDalam menjalanakan pekerjaan sehari-hari keselamatan kerja bidan sangat diperhatikan, dimana bidan mendapatkan asuransi kerja.

Dalam melakukan pengobatan atau praktek terhadap pasien bidan diwajibkan memakai seragam dan alat-alat yang aman. o. Kaitan Pekerjaan Dengan Pekerjaan Lain. Bekerja sebagai seorang bidan bukan berarti hanya membantu persalinan dan saja namun bidang pekerjaan sebagai pekerjaan seorang bidan juga berhubungan dengan pekerjaan lain seperti, Dokter, Perawat, Ahli Gizi, lainnya. Pekerjaan sebagai seorang dokter berhubungan juga dengan bidan dimana ilmu dari kedokteran disumbangakn untuk kebidanan, dan apabila persalinan seseorang tidak tertolongkan oleh bidan maka yang turun tangan adalah dokter untuk membantu suatu persalinan. Begitu juga dengan perawat, tidak mungkin seorang bidan mampu melakukan pekerjaan sekaligus dari membantu persalinan pasien sampai merawat pasien tentunya hal ini membutuhkan tambahan tenaga kerja lain yakni dari orang yang bekerja sebagai perawat. Setiap pekerjaan mempunyai hubungan karena unttuk mencapai hasil yang bagus maka dibutuhkan kerjasama dan ini juga sesuai dengan kodrat manusia sebagai mahkluk sosial yang membutuhkan bantuan orang lain dalam melakukan sesuatu. p. Prospek Pekerjaan Prospek kerja sebagai seorang bidan sangat menjanjikan dimana selain bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) bidan juga mendapat izin membuka praktek pribadi dirumahnya dan ini sangat menguntungkan bidan, selain itu bidan juga bisa membuka klinik Bersalin.

D. Saran dan Kesimpulan