Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT RW XI KELURAHAN PAKUNCEN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WIROBRAJAN Disusun oleh: DERAJAT

PRASOJO PO 7133109011 KARTIKA FITRIYANI PO 7133109020 MEITA NUR KHASANAH PO 7133109021 PUTRI DYAH AYU PRATIWI PO 7133109028 TRIANA CANDRA WATI PO 7133109035 KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN 2011 LEMBAR PENGESAHAN Laporan ini telah mendapat persetujuan dari Pembimbing, serta Pejabat yang berwe nang Yogyakarta, Desember 2011 Mengetahui, Pembimbing PKL, an, Pengampu MK Pemberdaya

FX. Amanto Raharjo, SKM, M,Kes NIP. 194908091971121001

Urip Widjajono, SKM, M.Kes NIP. 194909141974101001

Kepala Puskesmas, mas,

Pembimbing Puskes

Dr. Rachmawati Gundiarsi NIP. 19581208198901 2 002 703 1 009

Andang Supriyanto, AMKL NIP. 19650802198

Ketua Jurusan Kesehatan Lingkungan,

Tuntas Bagyono, SKM, M.Kes NIP. 19570911 198012 1 001

KATA PENGANTAR Alhamdulillah, Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan lapor an praktik lapangan di wilayah kerja Puskesmas Wirobrajan, Yogyakarta. Dalam laporan praktik lapangan ini berisi mengenai hasil kegiatan prakti k yang telah dilakukan oleh penyusun. Dalam penyusunan laporan ini, penyusun tid ak terlepas dari bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu kami mengu capkan terima kasih kepada: DR. Lucky Herawati, SKM, MSc selaku Direktur Politeknik Kesehatan DepKes Yogyakarta. Tuntas Bagyono, SKM, M.Kes selaku Ketua Jurusan Kesehatan Lingkungan. Dr. Rachmawati Gundiarsi selaku Kepala Puskesmas Wirobrajan Yogyakarta y ang telah memberikan izin praktik di wilayah kerja puskesmas. FX. Amanto Raharjo, SKM, M.Kes selaku dosen pembimbing yang telah membim bing dan mengarahkan selama praktik di Puskesmas. Andang Supriyanto, AMKL selaku pembimbing dari puskesmas yang telah memb antu kami dalam pelaksanaan praktik lapangan. Semua pihak yang telah membantu sehingga laporan ini dapat terselesaikan dengan baik. Penyusun berharap laporan praktik lapangan ini dapat bermanfaat bagi sem ua pihak. Penyusun menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan laporan ini masih terda pat kekurangan. Saran dan kritik dari berbagai pihak yang bersifat membangun san gat kami harapkan, sehingga mutu laporan praktik lapangan dapat lebih baik. Yogyakarta, Desember 201 1 Penul is DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL i HALAMAN PENGESAHAN KATA PENGANTAR iii DAFTAR ISI iv BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Tujuan 4 Manfaat 5 BAB II RENCANA KEGIATAN BAB III PELAKSANAAN KEGIATAN Kegiatan L1 Kegiatan L2 Kegiatan L3 Kegiatan L4 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan B. Saran 35 DAFTAR PUSTAKA 37 LAMPIRAN 38 ii

1 6 9 9 14 17 25 34 34

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Dalam kehidupan manusia, kesehatan mempunyai peranan yang sangat penting. Tanpa adanya kesehatan dalam dirinya, manusia tidak dapat melakukan berbagai kegiatan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Masalah kesehatan, berhubungan erat dengan tingginya angka kelahiran dan kematia n, masalah penyakit menular, rendahnya mutu sanitasi lingkungan, kekurangan gizi , pengetahuan masyarakat, keadaan masyarakat, sikap masyarakat dan sebagainya. Faktor yang mempunyai pengaruh besar terhadap status kesehatan adalah faktor per ilaku. Selain faktor tersebut, faktor lingkungan, pelayanan kesehatan dan keturu nan juga dapat mempengaruhi kesehatan. Perilaku merupakan hasil dari berbagai interaksi antara manusia dengan lingkunga nnya yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, sikap dan tindakan. Adanya sikap ya ng tidak baik, dapat menyebabkan timbulnya berbagai masalah kesehatan. Untuk merubah perilaku masyarakat yang tidak baik, dengan tujuan untuk meningkat kan derajat kesehatan masyarakat, tidak terlepas dari usaha dan kerjasama semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Keterlibatan masyarakat dalam usaha ke sehatan di Indonesia sangat penting, sebagaimana dinyatakan dalam Undang-Undang No. 9 tahun 1960 tentang Pokok-pokok Kesehatan. Dari uraian-uraian sebelumnya dapat kita lihat bahwa partisipasi masyarakat meru pakan unsur yang mutlak dan penting. Salah satu usaha yang menunjukkan partisipa si masyarakat yaitu dengan adanya kegiatan pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat adalah suatu proses yang dirancang untuk menciptakan kon disi kemajuan ekonomi dan sosial untuk keseluruhan masyarakat, dengan partisipas i aktif masyarakat dan kepercayaan sepenuhnya pada inisiatif masyarakat. Pemberd ayaan masyarakat memberikan penekanan pada prosedur demokrasi, kerjasama sukarel a, menolong diri sendiri, pengembangan kepemimpinan lokal dan pendidikan. Dalam kegiatan belajar mengajar di Politeknik Kesehatan Yogyakarta Jurusan Keseh atan Lingkungan, pemberdayaan masyarakat merupakan mata kuliah wajib bagi mahasi swa semester lima. Kegiatan teori meliputi perkuliahan di kampus, sedangkan kegi atan praktek meliputi praktek di lapangan dengan melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat kepada masyarakat. Kegiatan praktek lapangan dilaksanakan untuk mene rapkan dasar teori yang diperoleh mahasiswa selama perkuliahan. Adanya praktek l apangan diharapkan mahasiswa mampu berpikir, berinteraksi dan dapat memecahkan m asalah kesehatan lingkungan yang ada pada masyarakat. Kegiatan pemberdayaan masyarakat berorientasi pada masalah kesehatan yang berbas is lingkungan, karena lingkungan merupakan salah satu penyebab utama penyakit. P emberdayaan masyarakat dilakukan dengan pendekatan terhadap masyarakat dengan ca ra mengadakan pelatihan terhadap kader desa. Metode pendekatan dalam pelatihan t ersebut menggunakan pendekatan cooperative self-help, karena diharapkan dengan p endekatan ini masyarakat mampu memecahkan masalah kesehatan yang berbasis lingku ngan secara mandiri. Pada metode ini, masyarakat dapat berpartisipasi untuk meng eluarkan pendapat tentang masalah yang sedang dihadapi, sedangkan pihak luar han ya membantu memecahkan suatu masalah. Wilayah kerja Puskesmas Wirobrajan terdiri dari 3 kelurahan yaitu Patangpuluhan, Pakuncen, dan Wirobrajan yang mempunyai kondisi fisik lingkungan dan tingkat k epedulian kesehatan warga yang berbeda, namun diantaranya masih terbilang rendah . Sehingga kami Mahasiswa Politeknik Kesehatan Yogyakarta Jurusan Kesehatan Ling kungan berkewajiban untuk meningkatkan kondisi tersebut agar menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Kelurahan Pakuncen RW XI ditetapkan sebagai tempat untuk melakukan survey Permuk iman dengan tujuan untuk mengetahui permasalahan kesehatan di wilayah tersebut, karena dibandingkan dengan Kelurahan lain yang berada di Kecamatan Wirobrajan, k eadaan lingkungan Kelurahan Pakuncen RW XI berpotensi menimbulkan penyakit berba sis lingkungan dan banyak terdapat permukiman yang kurang memenuhi syarat.

Hasil survey permukiman didapatkan warga yang terkena berbagai penyakit berbasis lingkungan yang selanjutnya akan diambil penyakit yang terbanyak kemudian dipap arkan kepada masyarakat dan membandingkan dengan 10 penyakit terbanyak yang bera sal dari data di Puskesmas Wirobrajan. Setelah itu diambil salah satu penyakit y ang paling di butuhkan informasinya oleh masyarakat untuk menangani kasus penyak it tersebut supaya tidak berdampak buruk di lingkungan masyarakat dengan melakuk an musyawarah. Salah satu penyakit sudah dimusyawarahkan kemudian mengumpulkan kaderkader kesehatan di RW XI Kelurahan pakuncen, yang nantinya akan dilakukan pe latihan mengenai penyakit berbasis lingkungan, namun sebelum diberikan penjelasa n kader kesehatan diminta untuk mengisi kuesioner untuk mengetahui perbedaan seb elum dilakukan pelatihan dan sesudah dilakukan pelatihan diharapkan setelah kade r kesehatan sudah dilakukan pelatihan, kader kader tersebut mampu menyampaikan i nformasi kepada masyarakat yang nantinya akan di dampingi oleh mahasiswa sehingg a masyarakat tahu permasalahan mengenai penyakit berbasis lingkungan di wilayah tersebut dan mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat setelah diberikan informasi. Tujuan Tujuan Umum Meningkatkan kemandirian masyarakat dalam bidang kesehatan, sehingga masyarakat dapat memberikan andil dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mampu melakukan pemberdayaan masyarakat serta mahasiswa mampu melaksanakan pemberday aan masyarakat dibidang kesehatan lingkungan, di Kelurahan Pakuncen RW XI Kecama tan Wirobrajan Yogyakarta secara sistematis, terencana dan mampu menyusun lapora n hasil pemberdayaan masyarakat. Tujuan Khusus Masyarakat dapat mencermati dan mengetahui masalah kesehatan yang sedan g dialami di lingkungannya. Masyarakat menyadari bahwa masalah yang terjadi perlu diatasi dan menget ahui cara pencegahanya. Kader dapat mengetahui upaya mengatasi masalah penyakit berbasis lingkun gan. Mampu mendapatkan 10 penyakit terbanyak di puskesmas Wirobrajan. Mahasis wa mampu memaparkan masalah kesehatan masyarakat (10 penyakit terbanyak) kepada masyarakat (L1). Mampu mendampingi pemuka masyarakat atau kader untuk melakukan Comunit y Self Survey. Sehingga, mampu menggali kebutuhan masyarakat (pengetahuan dan ke trampilan) untuk menyelesaikan masalah/prioritas mereka sendiri (L2). Mampu melaksanakan pelatihan dengan materi terkait masalah prioritas seb agai salah satu kegiatan (L3). Mampu mendampingi masyarakat dan kader dalam mendesiminasikan pengetahua n dan ketrampilanya kepada masyarakat (L4). Manfaat Bagi Masyarakat Masyarakat mampu membantu mengurangi masalah kesehatan secara mandiri dan menamb ah pengetahuan masyarakat khususnya tentang masalah kesehatan yang berbasis ling kungan. Bagi Kader Bertambahnya pengetahuan kader, dan kader dapat melakukan penyuluhan kepada angg ota masyarakat tentang kesehatan khususnya kesehatan yang berbasis lingkungan. Bagi Puskesmas Puskesmas dapat mengetahui permasalahan kesehatan yang ada pada masyarakat sehin gga dapat dilakukan tindakan pencegahan dan tindak lanjut. Bagi Mahasiswa Mahasiswa mampu memecahkan masalah pada masyarakat secara langsung. Mahasiswa mampu berinteraksi dengan masyarakat di Kelurahan Pakuncen khu susnya RW XI Kecamatan Wirobrajan. Menambah ilmu pengetahuan dalam bidang mata kuliah pemberdayaan masyarak at.

BAB II RENCANA KEGIATAN Menentukan lokasi Rencana kegiatan PKL di wilayah kerja Puskesmas Wirobrajan sebelum ukan survey, terlebih dahulu bermusyawarah kepada pembimbing Puskesmas dan a Puskesmas mengenai wilayah yang tepat untuk dilakukan survey permukiman, sudah memilih wilayah yang tepat kemudian melakukan perijinan di kelurahan pat.

melak Kepal jika setem

Melakukan perijinan di kelurahan Mahasiswa dengan didampingi oleh pembimbing Puskesmas datang ke kantor K elurahan menemui Kepala Desa untuk melakukan perijinan tempat, Kelurahan yang di tunjuk adalah Kelurahan Pakuncen, dengan wilayah kerjanya RW XI, kemudian memint a data demografi jumlah penduduk di Kelurahan Pakuncen. Melakukan perijinan kepada ketua RW Mahasiswa dan pembimbing Puskesmas berkunjung ke rumah ketua RW XI, untu k melakukan perijinan lokasi survey kemudian meminta beberapa data nama Kepala K eluarga (KK) di RW XI, untuk mempermudah dalam melakukan survey. Melakukan survey Setelah mendapatkan ijin dari ketua RW XI, kemudian melakukan survey di RW XI Kelurahan Pakuncen, Kecamatan Wirobrajan. Sebelum melakukan survey terlebi h dahulu menyiapkan formulir pemeriksaan permukiman, alas atau papan, bolpoint, buku catatan, kamera untuk menunjang kelancaran jalannya pelaksanaan survey. Identifikasi 10 penyakit terbanyak Setelah selesai melakukan survey permukiman, kemudian data dianalisis un tuk menentukan penyakit tertinggi di wilayah tersebut. Setelah didapat kemudian mencari data 10 penyakit terbanyak di Puskesmas Wirobrajan yang nantinya akan d icocokkan dengan kasus yang terjadi di wilayah RW XI, setelah dicocokkan kemudia n membuat rencana pertemuan dengan masyarakat atau kaderkader kesehatan RW XI unt uk memaparkan mengenai kasus penyakit yang terjadi di wilayah tersebut. Mencari kebutuhan masyarakat tentang kasus penyakit Mahasiswa menyampaikan hasil survey mengenai penyakit tertinggi di wilay ah RW XI, Kelurahan Pakuncen, Kecamatan Wirobrajan, diharapkan setelah disampaik an masyarakat dapat memilih kasus penyakit yang sangat dibutuhkan informasinya y ang nantinya akan dilakukan pemberdayaan masyarakat. Melakukan pelatihan kader Kegiatan pelatihan kader kader kesehatan sesuai keputusan mahasiswa dan kader akan dilaksanakan pada hari Jumat, 4 November 2011, pukul 16.00 WIB dengan jumlah kader kesehatan sebanyak 10 orang dari masing masing RT di wilayah RW XI, dan akan dihadiri oleh pembimbing Puskesmas Wirobrajan, dan pembimbing PKL dari kampus Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, dengan mahasiswa 5 orang. Dalam pelaksana an pelatihan kader kesehatan menggunakan alat bantu laptop, proyektor, screen, p engeras suara, sejumlah materi untuk pelatihan, leaflet, absensi, kamera, kuesio ner pengetahuan, note book, bolpoint. Memberikan informasi kepada masyarakat Kader kesehatan RW XI yang sudah dilatih kemudian akan menyampaikan info rmasi mengenai kasus penyakit yang terjadi di wilayah tersebut. Pada hari Sabtu, tanggal 12 November 2011 dan hari Senin, 14 November 2011. Kader akan menyampai kan informasi tersebut melalui pertemuan rutin dalam arisan ibu ibu PKK disetiap RT dan mahasiswa menyebar di masing masing RT sejumlah 4 RT, dengan menyertakan kuesioner pengetahuan, absensi dan leaflet.

BAB III PELAKSANAAN KEGIATAN KEGIATAN L1 (PAPARAN ADANYA MASALAH) Latar Belakang Pemaparan masalah kesehatan dalam lingkup penyakit berbasis ling kungan merupakan suatu cara penyebarluasan informasi tentang masalah kesehatan y ang ada di wilayah kerja Puskesmas Wirobrajan khususnya masyarakat di RW XI Kel urahan Pakuncen Kecamatan Wirobrajan Yogyakarta. Pemaparan masalah kesehatan den gan melakukan pencegahan dengan mengupayakan kesehatan lingkungan merupakan suat u langkah awal untuk menciptakan derajat kesehatan masyarakat yang optimal, sehi ngga pembangunan nasional dapat tercapai. Setelah didapatkan data urutan 10 besar penyakit dilaksanakan pe rtemuan dengan masyarakat RW XI kelurahan Pakuncen Yogyakarta untuk memaparkan m asalah kesehatan yang didapatkan, dimana selanjutnya dilaksanakan penentuan kade r yang akan dilatih. Pemaparan masalah kesehatan ini penting dilakukan karena ti dak semua masyarakat RW XI kelurahan Pakuncen Yogyakarta mengetahui tentang riwa yat penyakit dan kondisi kesehatan di lingkungan mereka sendiri. Sedangkan penen tuan kader diambil dari kader kesehatan yang ada di RW XI Kelurahan Pakuncen Kec amatan Wirobrajan yang berjumlah 10 orang dimana nantinya dapat memberikan penyu luhan untuk menciptakan kesadaran tentang arti kesehatan dengan melakukan upaya pencegahan kesehatan lingkungan kepada masyarakat secara mandiri. Tujuan Mampu mendapatkan 10 penyakit terbanyak di Puskesmas Wirobrajan. Mahasiswa mampu memaparkan masalah kesehatan masyarakat (10 penyakit terbanyak) kepada masyarakat. Pelaksanaan Kegiatan Metode Pelaksanaan Meminta data 10 besar penyakit yang berbasis lingkungan yang ada di wila yah kerja Puskesmas Wirobrajan, yang dilakukan pada minggu pertama Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Puskesmas Wirobrajan. Meminta perijinan ke kantor kelurahan menemui Kepala Desa untuk meminta ijin melakukan survey di wilayah Pakuncen RW XI kemudian meminta ijin kepada ket ua RW XI Pakuncen sekaligus menyampaikan data sekunder 10 penyakit terbesar yang berbasis lingkungan di wilayah kerja puskesmas Wirobrajan. Hasil final dari per temuan dengan Ketua RW XI Pakuncen adalah diperoleh ijin untuk melakukan survey permukiman dan praktik pemberdayaan masyarakat dan mencari informasi mengenai be rmacam kegiatan pertemuan masyarakat yang dilakukan selama tanggal 17 Oktober 19 November 2011. Pelaksana Kegiatan Pelaksana kegiatan ini adalah mahasiswa praktik pengabdian masyarakat Jurusan Ke sehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta untuk wilayah RW XI Kelurahan P akuncen Kecamatan Wirobrajan Yogyakarta. Sasaran Kegiatan Kegiatan pemaparan masalah kesehatan ini disampaikan kepada masyarakat RW XI Kel urahan Pakuncen Kecamatan Wirobrajan, Yogyakarta. Peserta yang hadir berjumlah 1 7 orang. Sehingga diharapkan dapat mewakili masyarakat wilayah tersebut.

Waktu dan tempat Pemaparan masalah kesehatan dalam lingkup penyakit berbasis lingkungan ini dilak sanakan pada : Hari : Kamis Tanggal : 27 Oktober 2011 Pukul : 16.00 WIB 17.15 WIB Tempat : Lapangan Badminton depan rumah Ketua RW XI Perlengkapan : Data 10 besar penyakit wilayah RW XI Kelurahan Pakuncen Kecamatan Wirobr ajan Yogyakarta. Data 10 besar penyakit yang didapatkan dari Puskesmas Wirobrajan Daftar Hadir Susunan Acara Alat tulis Tikar Hasil Kegiatan Berikut data 10 penyakit berbasis lingkungan terbanyak di Puskesmas Wirobrajan y ang didapat dari data puskesmas: No Nama Penyakit Jumlah Kasus 1 ISPA 3430 2 HT Primer 1662 3 Penyakit Pulpa & Jaringan pengikat 1075 4 NIDDM 817 5 Nyeri kepala 801 6 Common cold 772 7 Dermatitis 702 8 Febris 698 9 Diare 558 10 Gastritis 543 Sumber data sekunder 2011 Berikut kasus penyakit di wilayah kerja Puskesmas Wirobrajan berdasarkan hasil survey penyehatan permukiman yang dilakukan di Kelurahan Pakuncen RW XI sebanyak 123 rumah : No. Penyakit Jumlah ISPA 30 Kulit 20 Diare 14 DBD 3 Chikungunya 1 Malaria 0 Vaginitis 0 Hepatitis 0 Hambatan Pelaksanaan pemaparan 10 penyakit terbanyak yang ada di wilayah kerja Puskesmas Wirobrajan dan 10 penyakit terbanyak berdasarkan hasil survey permukiman RW XI P akuncen, hampir tidak ada hal yang menghambat. Namun, cuaca yang sedang hujan me nyebabkan waktu untuk memulai acara sedikit mundur, tetapi tidak mengurangi kons entrasi masyarakat dalam menyimak penyampaian materi. Evaluasi Keberhasilan Melihat cuaca yang kurang mendukung, maka untuk persiapan pertemuan kedua pada L 2 supaya mempersiapkan tempat yang sekiranya terbebas dari air hujan. Pelaksanaa n L1 mendapat sambutan hangat dari masyarakat. RW XI Pakuncen terdapat 4 RT di d alamnya, pada kegiatan L1 ini setiap RT diharuskan mewakilkan 4 orang untuk hadi r, dan pada pelaksanaannya semua perwakilan dapat hadir semua. Tindak Lanjut

Tindak lanjut dari kegiatan L1 adalah dilaksanakan pendeskripsian kegiatan dan C ommunity Self Survey (CSS) untuk mendapatkan prioritas masalah di RW XI Keluraha n Pakuncen Kecamatan Wirobrajan Yogyakarta.

B.KEGIATAN L2 (PENCARIAN KEBUTUHAN) Latar Belakang Identifikasi masalah merupakan langkah lanjutan dari kegiatan L1 yang telah dilakukan sebelumnya. Kegiatan L2 dilaksanakan dengan rangkaian kegi atan seperti mendeskripsikan kegiatan dan pelaksanaan Community Self Survey (CSS ) untuk mendapatkan prioritas masalah penyakit yang ada di RW XI Kelurahan Pakun cen Kecamatan Wirobrajan Yogyakarta. Penentuan penyakit berguna untuk mengetahui jenis penyakit apa y ang menjadi prioritas dan membutuhkan informasi lebih lanjut agar dapat diatasi secara mandiri oleh masyarakat. Sehingga ketika terjadi kasus penyakit yang tel ah didesiminasi oleh kader maka masyarakat dapat segera mengatasi dan tidak berl arut-larut dalam ketidaktahuan. Dalam hal ini diperlukan kerja sama yang baik an tara kader, petugas puskesmas, perangkat desa, masyarakat, dan mahasiswa dalam m engidentifikasi dan menentukan prioritas masalah yang ada sehingga didapatkan va liditas hasil yang maksimal. Untuk itu dalam kegiatan ini dilakukan pemilihan pe nyakit dengan cara votting. Votting dilakukan setelah pemaparan penyakit oleh ma hasiswa. Tujuan Tujuan Umum: Memperoleh data prioritas penyakit berbasis lingkungan yang dipilih oleh masyara kat. b. Tujuan Khusus Mahasiswa mampu menggali kebutuhan masyarakat untuk menyelesaikan masal ah mereka sendiri di RW XI Kelurahan Pakuncen Kecamatan Wirobrajan Yogyakarta. D iperoleh data-data penyakit yang dipilih oleh masyarakat di RW XI Kelurahan Paku ncen Kecamatan Wirobrajan Yogyakarta. Pelaksanaan Kegiatan Metode Pelaksanaan Identifikasi masalah diawali dengan pendeskripsian kegiatan selama praktik pembe rdayaan masyarakat berlangsung. Pelaksanaan kegiatan L2 dilakukan dengan musyawa rah pemilihan penyakit. Mahasiswa memaparkan penyakit tertinggi yang ada di ling kunagn tersebut, kemudian masyarakat memilihnya dengan berunding antara mahasisw a, masyarakat dan petugas puskesmas. Pelaksana Kegiatan Pelaksana kegiatan ini adalah mahasiswa praktik pengabdian masyarakat Jurusan Ke sehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta untuk wilayah RW XI Kelurahan P akuncen Kecamatan Wirobrajan Yogyakarta . Sasaran Kegiatan Kegiatan identifikasi masalah ini disampaikan kepada kader dan masyarakat RW XI Kelurahan Pakuncen Kecamatan Wirobrajan. Waktu dan tempat Pemaparan masalah kesehatan dalam lingkup penyakit berbasis lingkungan ini dilak sanakan pada : Hari : Rabu Tanggal : 1 November 2011 Pukul : 16.00 WIB 17.30 WIB Tempat : PAUD 11A RT 48 PAUD 11B RT 50 Rumah Bapak RT 49 Rumah Bapak RT 51 Perlengkapan

Kertas pemilihan penyakit Daftar Hadir Alat tulis Tikar Hasil Kegiatan Pelaksanaan kegiatan L2 dihadiri oleh 76 orang untuk keseluruhan RW XI yang terdiri dari 4 RT. Data 10 besar penyakit berbasis lingkungan terseb ut diperoleh dari Puskesmas Wirobrajan. Masyarakat menyambut baik kegiatan ini. Dengan adanya kerjasama yang baik tersebut, memudahkan mahasiswa dan kader dalam memilih satu penyakit terbanyak yang diderita masyarakat RW XI Kelurahan Pakunc en Kecamatan Wirobrajan Yogyakarta. Pada tanggal 1 November 2011 diadakan pertem uan antara kader dan mahasiswa guna menentukan penyakit yang akan dijadikan pri oritas utama. Sebelum ditentukan penyakit yang akan dikaji, mahasiswa menjelaska n mengenai penyakit yang menduduki peringkat teratas dari hasil survey permukima n dan dari data di puskesmas. Namun selain itu, mahasiswa juga menjelaskan salah satu penyakit baru yang berpotensi muncul di wilayah RW XI Kelurahan Pakuncen y aitu Leptospirosis. Hal ini dibuktikan ketika mahasiswa melakukan pengambilan sa mpel tanah dan air di wilayah RW XI bekerja sama dengan petugas BBTKL (Balai Bes ar Teknik Kesehatan Lingkungan) yang berhubungan dengan banyaknya populasi tikus di wilayah tersebut. Hasil pemeriksaan sampel di laboratorium didapatkan hasil positif Leptospirosis yang terdapat di lingkungan rumah salah satu warga. Berdasarkan pemilihan penyakit yang telah dilakukan antara penya kit ISPA dan Leptospirosis didapatkan hasil penyakit Leptospirosis yang banyak d ipilih warga. Metode pemilihan penyakit yaitu dengan dilakukan musyawarah antara kader, masyarakat umum, mahasiswa dan petugas Puskesmas. Hambatan Dalam kegiatan L2 ini tidak ditemukan hambatan dalam pemilihan p enyakit yang dibutuhkan masyarakat karena sebagian besar masyarakat memilih peny akit Leptospirosis. Selain itu masyarakat juga menyambut baik kegiatan pemberday aan yang dilakukan oleh mahasiswa. Tindak Lanjut Tindak lanjut dari kegiatan L2 adalah penentuan waktu selanjutny a untuk kegiatan L3, dimana akan dilaksanakan pendampingan penyelesaian priorita s masalah dengan rangkaian kegiatan seperti pre-test, pelatihan kader, dan posttest. KEGIATAN L3 (PELATIHAN KADER) Latar Belakang Pelatihan kader merupakan kegiatan tindak lanjut setelah dilakuk annya kegiatan identifikasi masalah. Kegiatan ini berguna untuk membuka wacana b agi para kader mengenai suatu penyakit, khususnya untuk penyakit berbasis lingku ngan. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kesalahan informasi atau perbedaan in formasi dalam penyampaian kepada masyarakat luas. Dalam pelatihan, para kader d iberikan pengetahuan mengenai penyakit yang akan disampaikan kepada masyarakat. Agar para kader yang belum mengerti menjadi mengerti, dan yang sudah mengerti me njadi lebih mengerti. Pada kegiatan pelatihan ini, diharapkan kader mendapatkan penget ahuan dan ketrampilan dalam masalah kesehatan khususnya masalah kesehatan dalam lingkup penyakit berbasis lingkungan yang telah ditentukan berdasarkan kuesioner . Kuesioner tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan prioritas masalah kesehatan y ang terjadi di RW XI Kelurahan Pakuncen Kecamatan Wirobrajan Yogyakarta. Penyaki t berbasis lingkungan yang menjadi prioritas utama adalah Penyakit Leptospirosis . Dari pelatihan ini diharapkan kader menyampaikan kepada masyarakat luas tenta ng Penyakit Leptospirosis. Tujuan

Tujuan Umum Menambah pengetahuan para kader tentang penyakit berbasis lingkungan yang terjad i di RW XI Kelurahan Pakuncen Kecamatan Wirobrajan Yogyakarta. Tujuan Khusus Menambah pengetahuan para kader tentang penyakit Leptospirosis. Kader mampu menyampaikan informasi tentang penyakit yang telah dipaparka n selama pelatihan kepada masyarakat di RW XI Kelurahan Pakuncen Kecamatan Wirob rajan Yogyakarta Kader dapat mengetahui upaya mengatasi masalah penyakit berbasi s lingkungan. Pelaksanaan Kegiatan Metode Pelaksanaan Metode yang digunakan pada saat pelatihan kader adalah presentasi dan diskusi. M etode ini lebih efektif, sebab dengan demikian materi yang belum jelas dapat lan gsung dibahas bersama dan dicarikan solusinya. Suasana pelatihan dibuat santai, agar para kader dapat dengan leluasa menyampaikan apresiasinya sehingga bisa sal ing bertukar pengalaman. Tetapi sebelum diberikan pelatihan oleh mahasiswa kader diberikan kuesioner untuk diisi sebagai pre-test dan setelah dilakukan pelatiha n oleh mahasiswa kader diberikan kuesioner dengan materi yang sama agar diisi se bagai post-test. Pelaksana Kegiatan Pelaksana kegiatan ini adalah mahasiswa praktik pengabdian masyarakat Jurusan Ke sehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta untuk wilayah di RW XI Keluraha n Pakuncen Kecamatan Wirobrajan Yogyakarta . Sasaran Kegiatan Sasaran kegiatan pelatihan adalah ibu-ibu kader kesehatan yang a da di RW XI Kelurahan Pakuncen Kecamatan Wirobrajan. Kader yang ada berjumlah 10 orang, namun karena ada 1 orang kader yang berhalangan hadir maka hanya 9 orang kader yang hadir. Kader tersebut adalah ibu-ibu yang bersedia untuk dilatih dan nantinya mampu meneruskan ilmu pengetahuan yang didapatkan kepada masyarakat di RW XI Kelurahan Pakuncen Kecamatan Wirobrajan Yogyakarta dan masyarakat luas pa da umumnya. Kegiatan pelatiahan kader ini dilaksanakan pada : Hari : Jumat Tanggal : 4 November 2011 Pukul : 16.15 WIB 17.35 WIB Tempat : PAUD 11B RT 50 Kelurahan Pakuncen Perlengkapan : Formulir Pre-test dan Post-test Makalah Pelatihan Leaflet Daftar Hadir Susunan Acara Alat tulis Tikar Camera Digital ATK untuk kenang-kenangan kader Hasil Kegiatan Jadwal Pelatihan Kader Di RW XI Kelurahan Pakuncen Kecamatan Wirobrajan Yogyakarta No Waktu Acara penyuluhan 1. 16.15 - 16.30 Pembukaan dan perkenalan mahasiswa 2. 16.30 16.40 Pre-Test 3 16.40 - 16.55 Presentasi dari mahasiswa tentang penyakit Leptospirosis 4 16.55 - 17.00 Post-Test 5. 17.00 - 17.15 Tanya jawab antara kader dan mahasiswa 6. 17.15 - 17.30 Penambahan materi oleh pembimbing puskesmas dan pembimbi ng dari kampus 7. 17.30 - 17.35 Penutup

Kegiatan dalam L3: Pre-Test Kegiatan pre-test dilaksanakan untuk dapat mengetahui seberapa jauh ting kat pengetahuan kader mengenai penyakit Leptospirosis, sebelum diadakan kegiatan pelatihan, sehingga setelah pelatihan berlangsung dapat dilakukan post-test unt uk mengetahui seberapa besar tingkat pemahaman kader terhadap penyakit Leptospir osis. Pre-test seringkali dilakukan sebagai langkah awal dalam memulai suatu k egiatan pelatihan. Suasana dalam pelaksanaan pre-test berlangsung dengan tenang sebab para kader sangat antusias dalam mengerjakan pertanyaan yang diberikan. Pa ra kader diberi waktu untuk menyelesaikan soal-soal yang ada, kemudian dikumpulk an dan dilakukan pelatihan. Penyampaian Materi Pada pelaksanaan kegiatan pelatihan kader diikuti oleh semua anggota kel ompok, pembimbing lapangan dari Puskesmas Wirobrajan serta dosen pembimbing PKL dari kampus. Pelatihan ini dilakukan oleh semua anggota kelompok dengan penyampa ian materi Leptospirosis yang telah dipersiapkan. Metode yang digunakan dalam pelatihan kader adalah presentasi dan diskus i. Kegiatan pelatihan yang menggunakan instrument berupa Leaflet dan makalah ini dimulai pada pukul 16.15 WIB dan berakhir pada pukul 17.35 WIB. Para kader memp erhatikan penjelasan mahasiswa dengan seksama. Pada saat pelatihan pun para kade r tidak segan bertanya apabila materi yang disampaikan belum jelas serta jika ad a kata maupun kalimat yang tidak dimengerti maksudnya. Setelah pelatihan selesai dilaksanakan para kader bertanya dengan sangat antusias sehingga kegiatan pelat ihan kader menjadi lebih hidup. Selain itu juga ada penambahan materi yang disam paikan oleh pembimbing puskesmas dan dari dosen pembimbing dari kampus. Post-Test Setelah acara pelatihan selesai, yang diakhiri dengan proses tanya jawab terlebih dahulu, dilaksanakan post-test dari materi yang telah disampaikan. Per tanyaan yang diberikan sama dengan pertanyaan pre-test sebelumnya. Para kader sa ngat antusias dalam menjawab soal-soal yang diberikan, dimana sebelumnya ada per tanyaan yang tidak mampu mereka jawab dengan benar. Pada saat pengerjaan post-te st suasana menjasi lebih tenang dan kader mengerjakan sendiri sesuai kemampuan m asing-masing. Kegiatan yang berlangsung selama 5 menit ini pun dengan cepat berl alu. Hasil dari pre-test dan post-test tersebut yaitu : No Nama Umur (th) Pendidikan terakhir Skor pre Skor pos t 1 Triyani 2 Sova 27 3 Maryati 4 Sumarsih 5 Nuryati 6 Eka Sugiyarti 7 Tukirah 8 Sriyanti 9 Widiyastutik Jumlah 50 71 Rata-rata 5,55 34 SLTA 34 35 36 32 55 34 29 7,89 SLTP 4 S1 SMA SMK D3 SD SMP SLTP 7 7 6 5 7 4 5 6 6 9 9 7 9 7 6 9 8

Nilai rata-rata pre-test = 5,55 Nilai rata-rata post-test = 7,89 Kenaikan nilai rata-rata = 7,89 5,55 = 2,33 Prosentase Kehadiran peserta pelatihan : (Jumlah peserta yang hadir)/(Jumlah peserta yang diundang) x 100%= 9/10 x 100% = 90 %

Setelah dilakukan uji statistik dengan T-test Terikat nilai Sig ( 2 tail ed) adalah 0,000 < 0,05 menandakan bahwa ada beda nilai antara pre test dan p ost test. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pelatihan kader yang dilakukan mahasiswa bermakana. Hasil uji statistik terlampir. Hambatan Yang menjadi hambatan dalam kegiatan ini adalah keadaan cuaca ya ng sedang hujan sehingga para kader sedikit terlambat. Kader yang tidak hadir ha nya 1 orang sehingga dari jumlah 10 undangan yang hadir 9 orang. Selain itu jala nnya acaranya berlangsung dengan lancar. Evaluasi Keberhasilan Keadaan cuaca yang hujan sedikit mengganggu kenyamanan para kade r dalam mengikuti kegiatan L3 karena tempat duduknya terkena oleh air hujan, nam un dengan adanya tempat yang permukaannya agak tinggi maka tempat duduk para kad er berada di tempat yang lebih tinggi supaya mereka nyaman selama mengikuti kegi atan. Tindak Lanjut Setelah pelatihan, kader diharapkan mampu menyampaikan ilmu yang telah diperoleh kepada masyarakat di RW XI Kelurahan Pakuncen Kecamatan Wirobra jan Yogyakarta khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. Berdasarkan kesepakat an bersama antara para kader dan mahasiswa, diperoleh waktu pelaksanaan kegitan L4 pada hari Sabtu, 12 November 2011 dan hari Senin, 14 November 2011. Pelaksana an L4 dilakukan bersamaan dengan arisan PKK Ibu-ibu RW XI yang menyebar di 4 RT dengan waktu yang bersamaan, jadi ada perwakilan mahasiswa disetiap RT. Hari Sab tu, 12 November 2011 hanya 3 RT yang melakukan arisan karena ada salah satu RT s edang bersamaan dengan hajatan. Materi kegiatan desiminasi yang telah disepakati dan akan disamp aikan yaitu penyakit Leptospirosis. Pemilihan penyakit Leptospirosis berkaitan d engan hasil survey pengambilan sampel tanah dan air yang mendapatkan hasil posit if terdapat bakteri Leptospirosis. KEGIATAN L4 (PEMBERDAYAAN MASYARAKAT) Latar Belakang Tindak lanjut dari kegiatan pelatihan kader pada L3 adalah kegia tan desiminasi kader kepada masyarakat di RW XI Kelurahan Pakuncen Kecamatan Wir obrajan Yogyakarta. Desiminasi adalah suatu kegiatan penyampaian informasi kepad a masyarakat luas mengenai ilmu yang telah diperoleh pada saat pelatihan kader y ang dilakukan oleh mahasiswa. Hal ini perlu dilakukan agar ilmu yang telah diper oleh para kader pada saat pelatihan dapat disebarluaskan dan bermanfaat bagi mas yarakat RW XI Kelurahan Pakuncen Kecamatan Wirobrajan Yogyakarta khususnya dan m asyarakat luas pada umumnya. Kegiatan desiminasi merupakan suatu program untuk m eningkatnya derajat kesehatan manusia. Materi penyuluhan merupakan materi prioritas penyakit berbasis l ingkungan yang didapat pada saat pelatihan kader oleh mahasiswa berlangsung. Pen yakit yang disampaikan disepakati adalah penyakit berbasis lingkungan yang dipil ih oleh para kader di RW XI Kelurahan Pakuncen Kecamatan Wirobrajan Yogyakarta, yaitu penyakit Leptospirosis. Pemilihan penyakit Leptospirosis berkaitan dengan hasil pengambilan sampel tanah dan air yang mendapatkan hasil positif bakteri Le ptospirosis di salah satu rumah warga di RW XI Kelurahan Pakuncen Kecamatan Wiro brajan Yogyakarta. Untuk itu perlu diadakan desiminasi dari kader kepada masyara kat agar ilmu yang didapatkan tidak berhenti ditempat tetapi dapat disebarluaska n kepada masyarakat. Dengan demikian, apabila terjadi kasus atau terdapat masala h berkaitan dengan materi penyakit berbasis lingkungan yang telah diberikan, mas yarakat dapat segera mengatasi secara mandiri maupun bersama-sama. Dengan kerjas ama yang baik antar warga masyarakat diharapkan permasalahan dapat terselesaikan secara tuntas. Penyuluhan kader kepada masyarakat merupakan solusi terbaik untu k mempermudah penyampaian informasi. Masyarakat cenderung lebih mendengarkan apa

yang disampaikan oleh seseorang yang memiliki kredibilitas tinggi mengenai suat u masalah di lingkungannya. Dalam hal ini adalah para kader yang telah mengikuti pelatihan penyakit berbasis lingkungan, khususnya penyakit Leptospirosis. Kegia tan ini juga dapat digunakan sebagai parameter untuk melihat seberapa jauh tingk at pemahaman kader dalam penyampaian informasi. Tujuan Tujuan Umum Warga masyarakat RW XI Kelurahan Pakuncen Kecamatan Wirobrajan Yogyakarta mendap atkan ilmu mengenai penyakit berbasis lingkungan. Tujuan Khusus Masyarakat mengetahui pengertian, gejala, penyebab, dan cara pencegahan penyakit Leptospirosis. Kader mampu menyampaikan informasi yang diperoleh dari pelatihan kepada masyarakat. Pelaksanaan Kegiatan Metode Pelaksanaan Setelah kegiatan pelatihan kader berlangsung dilanjutkan dengan kegiatan desiminasi kader kepada masyarakat. Acara tersebut dilakukan di rumah ibu Musli mah dan dihadiri oleh masyarakat. Kegiatan ini didahului dengan pembukaan dila njutkan dengan sambutan tuan rumah oleh ibu Muslimah, dan kemudian dilanjutkan d engan kegiatan penyuluhan oleh kader. Kader yang memberikan penyuluhan adalah ib u maslimah. Metode yang digunakan adalah ceramah dengan menggunakan makalah dan leaf let yang dibagikan setelah penyuluhan selesai. masyarakat yang datang pada acara tersebut berjumlah 44 orang. Kegiatan ini pun berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam. Pelaksana Kegiatan Pelaksana kegiatan ini adalah kader RW XI Kelurahan Pakuncen Kecamatan W irobrajan Yogyakarta yang telah dilatih sebelumnya dan didampingi oleh mahasiswa praktik pemberdayaan masyarakat Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta untuk wilayah RW XI Kelurahan Pakuncen Kecamatan Wirobrajan Yogyakar ta Sasaran Kegiatan Kegiatan desiminasi kader kepada masyarakat ini disampaikan kepada masya rakat setempat saat pertemuan arisan Ibu ibu PKK di RW XI Kelurahan Pakuncen Kec amatan Wirobrajan Yogyakarta. RW XI terdapat 4 RT dan arisan dilakukan di setiap RT, jadi tempat pelaksanaan desiminasi dibagi menjadi 4 yang seharusnya dilakuk an dalam waktu yang sama, namun karena terdapat 1 RT yang sedang ada hajatan, 1 RT tersebut melaksanakan arisan pada lain hari. Keempat RT tersebut waktu pelaks anaannya sebagai berikut : RT 48 Hari : Senin, Tanggal : 14 November 2011 Pukul : 16.30 WIB Tempat : PAUD 11A RW XI Kelurahan Pakuncen Kecamatan Wirobrajan RT 49 Hari : Sabtu Tanggal : 12 November 2011 Pukul : 16.00 WIB Tempat : Mushola RT 49 RT 50 Hari : Sabtu Tanggal : 12 November 2011 Pukul : 16.00 WIB Tempat : Rumah Ibu Santi RT 51 RT 51 Hari : Sabtu Tanggal : 12 November 2011

Pukul : 16.00 WIB Tempat : PAUD 11B RW XI Untuk perlengkapan pada kegiatan L4 ini semuanya sama walaupun berbeda t empat, diantaranya : Kuesioner Pre dan Post pertanyaan mengenai penyakit Leptospirosis Daftar Hadir Susunan Acara Alat tulis Leaflet Camera Digital

Hasil Kegiatan Setelah dilakukan penyuluhan oleh kader, pengetahuan masyarakat mengenai penyakit berbasis lingkungan khususnya penyakit Leptospirosis menjadi b ertambah. Sebelumnya banyak yang tidak menyadari bahwa keberadaan tikus di lingk ungan permukiman dapat menyebabkan penyakit Leptospirosis. Setelah dilakukan pen yuluhan masyarakat menjadi tahu pengertian, gejala, penyebab, dan cara pencegaha n supaya tidak terkena bakteri Leptospirosis. Disamping itu, masyarakat juga mem berikan dampak positif bagi kemajuan ilmu pengetahuan. Sama halnya dengan kegiatan L3, yaitu pengisian kuesioner pre te st dan post test. Kuesioner pre test diisikan sebelum dilakukan penjelasan mater i oleh kader, sedangkan pengisian kuesioner post test yaitu dilakukan setelah me ndengarkan penjelasan materi oleh kader. Hasil dari pengisian kuesioner sebagai berikut : RT 48 No Nama Umur (th) Pendidikan terakhir Skor pre Skor pos t 1 Sugiyanti 2 Sulani 61 3 Deny Luji 4 Wartinah 5 Nuraini 6 Ervita 21 7 Wiwik 32 8 Listyana 9 Erna Dwi 10 Jemiyah 11 Rubiyah 12 Mursinah 13 Wahyuni Jumlah 53 63 Rata-rata 4,076 No t 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 RT 49 Nama 43 SMP 44 39 50 SLTA SMA 27 25 45 60 41 43 5,23 Pendidikan terakhir SMP SMP SMP SMA 5 6 S1 SMEA SLTA 6 6 6 6 5 5 7 0 4 7 6 6 7 6 6 6 6 9 Skor pre Skor pos SD 1 S1 SMP SLTA 3 5 SLTA SMA SMA SMP SD SD 1 3 7 7 3 6 7 7 5 6 5 0 3 2 8 8 4 9 5 7 5 0 4

Umur (th) 37 41 26 51 SMP SLTA 35 40 27 SMK

Bandiyah Suratini Fitriana Nur Syam Iik S 47 Nunik 36 Wartini Haryati Hanifah Fitri H 23

Jumlah 51 Rata-rata No t RT 50 Nama

64 5,1

6,4 Pendidikan terakhir 5 SMK SMP 5 4 3 SMK SMP 8 SD SMP 8 5 7 6 6 6 8 5 8 7 4 Skor pre Skor pos

Umur (th) SMP 28 37 SMP SMU SMP 35 21 SMP 58 33 7

1 Budi L 60 2 Ernawati 3 Sri Purwati 4 Lili 25 5 Dinda 24 6 Surati 37 7 Muryati 8 Hapsari 9 Titin 23 10 Srimulyani 11 Sulastri Jumlah 61 77 Rata-rata 5,54 No t RT 51 Nama

8 8

8 5 8 6

Umur (th) 45 44 53 49 23 SMK 22 21 40 SMP 6,6

Pendidikan terakhir SD SMP SMP SD SMP 8 SMK SMP SMA 9 8 6 0 3 7 9 7 4 5 9 8 6 1 4 9 8 5 7

Skor pre

Skor pos

1 Salinten 2 Kusniati 3 Budi Suw 4 Wijiastuti 5 Anik Kurnia 6 Winda W 26 7 Fitri Lestari 8 Yuli Kurnia 9 Muji Lestari 10 Anom 33 Jumlah 57 66 Rata-rata 5,7

Setelah dilakukan uji statistik dengan T-test Terikat nilai Sig ( 2 tail ed) adalah 0,000 < 0,05 menandakan bahwa ada beda nilai antara pre test dan p ost test. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan masyarakat oleh kader berha sil. Hambatan Hambatan ketika dilaksanakan kegiatan desiminasi pada setiap RT yaitu : RT 48 Ruangan pertemuan dibagi 2 yaitu di dalam kelas PAUD dan di luar kelas ( di teras) sehingga waktu penyampaian materi hanya yang berada di dalam kelas saj a yang memahami. Banyak ibu-ibu yang membawa anak-anaknya yang masih balita sehingga suas ana sedikit gaduh. RT 49 Masyarakat kurang antusias mendengarkan penjelasan materi dari kader. Kader yang menyampaikan kurang menguasai materi RT 50 Ibu-ibu yang hadir sebagian ada yang berada di luar ruangan dan di ruang tengah, sedangkan pertemuannya dilaksanakan di ruang tamu sehingga kurang efekt if dalam penyampaian materinya. Sebagian Ibu-ibu kurang memperhatikan ketika kader menyampaikan materi k

arena mengurusi arisan dan koperasi simpan pinjam. RT 51 Ketika penyampaian materi tidak efektif karena di dekat lokasi tersebut terdapat parade band sehingga terdengar gaduh dan tidak ada pengeras suara. Banyak terdapat anak-anak balita bermain di depan lokasi sehingga mengga nggu konsentrasi Ibu-ibunya yang sedang mengikuti pemberdayaan masyarakat. Evaluasi Keberhasilan Secara keseluruhan pada saat penyampaian materi oleh kader kepada masyarakat ber jalan dengan lancar walaupun terdapat sedikit gangguan. Namun yang harus diperha tikan yaitu kesiapan kader dalam menyampaikan materi dan ketika penyampaian mate ri dibuat semenarik mungkin supaya masyarakat terpaku oleh pemateri. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Pemberdayaan masyarakat adalah suatu proses yang dirancang untuk mencipt akan kondisi kemajuan ekonomi dan sosial untuk keseluruhan masyarakat dengan par tisipasi aktif masyarakat. Adapun tujuan progaram ini adalah untuk mewujudkan ko ndisi masarakat yang lebih baik. Tahapan yang dilakukan dalam pemberdayaan masyarakat yaitu : L1 : Paparan adanya masalah L2 : Identifikasi masalah L3 : Pelatihan Kader L4 : Desiminasi pengetahuan atau ketrampilan antara kader dengan ma syarakat. Dari 10 penyakit terbanyak yang berbasis lingkungan di wilayah kerja Pus kesmas Wirobrajan, yang menjadi prioritas utama di RW XI Kelurahan Pakuncen Keca matan Wirobrajan Yogyakarta yang telah dilakukan perundingan dengan kader dan wa rga yaitu Leptospirosis, karena setelah dilakukan pengambilan sampel tanah dan a ir oleh Puskesmas, mahasiswa PKL bekerjasama dengan BBTKL (Balai Besar Teknik Ke sehatan Lingkungan) dan dilakukan uji laboratorium menunjukkan hasil bahwa terda pat positif bakteri Leptospira di salah satu rumah warga. Bagi masyarakat penyak it ini harus dilakukan pencegahan, sehingga bakteri Leptospira tidak menyebar le bih luas di wilayah RW XI Kelurahan Pakuncen Kecamatan Wirobrajan dan sekitarnya . Sebelum dan sesudah pelatihan kader dilakukan pre-test dan post-test unt uk mengetahui keberhasilan dalam pelatihan kader, sehingga kader dapat memberika n desiminasi kepada Warga RW XI Kelurahan Pakuncen Kecamatan Wirobrajan. Kriteria Keberhasilan kegiatan pemberdayan masyarakat adalah mengetahui bahwa kegiatan penyuluhan telah dilaksanakan oleh kader dan menciptakan kondisi baru pada masyarakat setelah dilakukan penyuluhan, dimana pada saat desiminasi k ader dapat menjawab pertanyaan dari peserta. Saran Bagi Kader Setelah dilakukan pelatihan, agar kader dapat memberkan penyuluhan mandi ri kepada warga dan mengajak warga RW XI Kelurahan Pakuncen Kecamatan Wirobrajan Yogyakarta untuk melakukan PHBS ( Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) khususnya me mberantas tikus karena populasi tikus di wilayah tersebut sangat padat. Apabila Kader menjumpai terdapat penderita Leptospirosis dengan gejala-g ejalanya agar dianjurkan untuk memeriksakan ke puskesmas terdekat, sehingga cep at mendapat pertolongan. Bagi Masyarakat Sadar akan bahaya Leptospirosis dan menerapkan PHBS ( Perilaku Hidup Be rsih dan Sehat) dalam kehidupan sehari-hari terutama memberantas tikus. Bagi Puskesmas Wirobrajan Peduli terhadap masyarakat dan rutin memberikan pelatihan kepada masyarakat, khu susnya kader kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Bagi Mahasiswa

Menjaga hubungan baik antara mahasiswa dengan petugas Puskesmas, Kepala RW, kader, dan masyarakat selama kegitan praktik pemberdayaan berlangsung. Dalam penyampaian materi penyuluhan oleh kader dibuat semenarik mungkin dan komunikatif sehingga mudah dimengerti oleh masyarakat.