Anda di halaman 1dari 10

TUGAS TERSTRUKTUR MATA KULIAH ILMU KESEHATAN MASYARAKAT Peranan keluarga dalam usaha pencegahan penyakit menular PENYAKIT

KANKER SERVIKS Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah ilmu kesehatan masyarakt Semester I tahun akademik 2009/2010

Disusun oleh :
ANTONI KURNIANSYAH G1B009044

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDRAL SOEDIRMAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT 2009/2010 DAFATR ISI

JUDUL.........................................................................................................................i DAFTAR ISI.................................................................................................................ii BAB I. PENDAHULUAN..............................................................................................1 A. LATAR BELAKANG....................................................................................1

B. PERMASALAHAN.......................................................................................2 BAB II. TINJAUAN PUSTAKA.....................................................................................3 BAB III. PEMBAHASAN..............................................................................................5 A. DEFINISI KANKER SERVIKS.....................................................................5 B. CARA PENULARAN KANKER SERVIKS...................................................6 C. PENCEGAHAN TERJADINYA KANKER SERVIKS....................................7

D. PERAN KELUARGA DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT.........................8 BAB IV. PENUTUP....................................................................................................10 A. KESIMPULAN...........................................................................................10

B. SARAN......................................................................................................10 BAB V. DAFTAR PUSTAKA...................................................................................

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang

Kanker merupakan salah satu jenis penyakit yang sudah tak asing lagi ditelinga. Berbagai jenis kasus baru ditemukan,namun jenis kasus kanker manakah yang paling tinggi prevalensinya, khususnya di kalangan perempuan? Dan bagaimanakah cara untuk mencegahnya? Belakangan ini mulai marak terdengar berita-berita mengenai kenker serviks. Apakah sebenarnya kanker serviks? Seberapa seringkah kanker serviks terjadi pada perempuan Indonesia? Kanker serviks (cervical cancer) adalah kanker yang terjadi pada area leher rahim atau serviks, Serviks merupakan bagian rahim yang berhubungan dengan vagina. Kanker serviks merupakan kanker nomor dua yang paling sering menyerang perempuan di seluruh dunia. Dan juga merupakan kanker kedua yang paling sering menyebabkan kematian. Di Indonesia sendiri, diperkirakan setiap harinya terjadi 41 kasus baru kenker serviks dan 20 perempuan meninggal dunia karena penyakit tersebut. Tingginya angka ini biasanya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan dan kesadaran akan bahaya kanker serviks. Kanker serviks cenderung muncul pada perempuan berusia 35-55 tahun, namun dapat pula muncul pada perempuan dengan usia yang lebih muda. Penyebab dari kanker ini adalah virus yang dikenal sebagai Human papilloma virus (HPV), yaitu sejenis virus yang menyerang manusia. Terdapat 100 tipe HPV di mana sebagian besar tidak bahaya, tidak menimbulkan gejala yang terlihat dan akan hilang dengan sendirinya. Infeksi HPV paling sering terjadi pada kalangan dewasa muda (18-28 tahun). Perkembangan HPV ke arah kanker serviks pada infeksi pertama tergantung dari jenis HPV-nya. HPV tipe risiko rendah atau tinggi dapat menyebabkan kelainan yang disebut pra kanker. Tipe HPV yang berisiko rendah hampir tidak berisiko, tapi dapat menimbulkan genital

warts (penyakit kutil kelamin). Walaupun sebagian besar infeksi HPV akan sembuh dengan sendirinya dalam 1-2 tahun karena adanya system kekebalan tubuh alami, namun infeksi yang menetap yang disebabkan oleh HPV tipe tinggi dapat mengarah pada kenker serviks,Dan dapat berkembang tanpa terkontrol dan dapat menjadi tumor. Gejala kanker serviks pada kondisi pra-kanker ditandai dengan ditemukannya sel-sel abnormal di bagian bawah serviks yang dapat dideteksi melalui tes Pap Smear, atau yang baru-baru ini disosialisasikan yaitu dengan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat. Sering kali kanker serviks tidak menimbulkan gejala. Namun bila sudah berkembang menjadi kanker serviks,barulah muncul gejala-gejala seperti pendarahan serta keputihan pada vagina yang tidak normal, sakit saat buang air kecil dan rasa sakit saat berhubungan seksual. HPV dapat menginfeksi semua orang karena HPV dapat menyebar melalui hubungan seksual. Wanita yang berhubungan seksual dibawah usia 20 tahun serta sering berganti pasangan beresiko tinggi terkena infeksi. Namun hal ini tak menutup kemungkinan akan terjadi pada wanita yang telah setia pada satu pasangan saja. Saat ini kanker serviks dapat dicegah dengan pemberian vaksin HPV. Langkah ini dapat membantu memberikan perlindungan terhadap beberapa tipe HPV yang dapat menyebabkan masalah dan komplikasi seperti kanker serviks dan genital warts. Vaksin ini sebaiknya diberikan pada perempuan muda sedini mungkin, karena tingkat imunisasi tubuh serta pertumbuhan dan reproduksi sel di area serviks masih sangat baik. Vaksinasi merupakan metode deteksi dini sebagai upaya mencegah kanker serviks. Melalui vaksinasi semakin besar kesempatan disembuhkannya penyakit ini dan semakin besar kemungkinan untuk menekan angka kasus kanker serviks yang mengancam kaum perempuan. Untuk itu, segera hubungi dokter anda untuk membantu pencegahan kanker serviks.

B. Rumusan maslah. Berdasarkan uraian dari latar belakang diatas maka dapat di rumuskan bahwa bagaimanakah peran masyarakat dan keluarga dalam pencegahan penyakit kanker serviks.?

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Kanker serviks (kanker leher rahim) adalah tumbuhnya sel-sel tidak normal pada leher rahim. Kanker serviks merupakan kanker yang tersering dijumpai di Indonesia baik di antara kanker pada perempuan dan pada semua jenis kanker. Kejadiannya hampir 27 persen di antara penyakit kanker di Indonesia. Namun demikian lebih dari 70 persen penderita datang memeriksakan diri dalam stadium lanjut, sehingga banyak menyebabkan kematian karena terlambat ditemukan dan diobati. Leher rahim adalah bagian bawah rahim yang menonjol ke dalam kelamin wanita. Di tempat ini sering terjadi kanker yang disebut kanker serviks. Kanker serviks pada stadium dini sering tidak menunjukan gejala atau tanda-tandanya yang khas,bahkan tidak ada gejala sama sekali. Gejala yang sering timbul pada stadium lanjut antara lain adalah: a. b. c. d. Pendarahan sesudah melakukan hubungan intim. Keluar keputihan atau cairan encer dari kelamin wanita. Pendarahan sesudah mati haid (menopause). Pada tahap lanjut dapat keluar cairan kekuning-kuningan, berbau atau bercampur

darah, nyeri panggul atau tidak dapat buang air kecil. Lebih dari 95 persen kanker serviks berkaitan erat dengan infeksi HPV (Human Papiloma Virus) yang dapat ditularkan melalui aktivitas seksual. Saat ini sudah terdapat vaksin untuk mencegah infeksi HPV khususnya tipe 16 dan tipe 18 yang diperkirakan menjadi penyebab 70 persen kasus kanker serviks di Asia. Beberapa faktor risiko terkena kanker serviks antara lain: a. b. c. d. e. f. Mulai melakukan hubungan seksual pada usia muda. Sering berganti-ganti pasangan seksual. Sering menderita infeksi di daerah kelamin. Melahirkan banyak anak. Kebiasaan merokok (risiko dua kali lebih besar). Defisiensi vitamin A,C,E. Kanker Serviks

Tahap Dini / Tahap Pra Kanker Kanker serviks dapat dikenali pada tahap pra kanker, yaitu dengan cara melakukan antara lain pemeriksaan SKRINING, artinya melakukan pemeriksaan tampa menunggu keluhan. Beberapa medote skrining telah dikenal, yaitu antara lain: PAP SMEAR dan IVA. PAP SMEAR Kanker serviks di mulai dari tahap pra kanker. Jika kanker dapat ditemukan pada tahap awal ini, akan dapat disembuhkan dengan sempurna. Pemeriksaan PAP SMEAR Adalah cara untuk mendeteksi dini kanker serviks. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cepat, tidak sakit dengan

biaya yang relatif terjangkau dan hasilnya akurat. Pemeriksaan PAP SMEAR dilakukan kapan saja, kecuali pada masa haid atau sesudah petunjuk dokter. Bagi perempuan yang sudah menikah atau sudah melakukan hubungan seksual, lakukanlah pemeriksaan PAP SMEAR setahun sekali. Segera mungkin melakukan pemeriksaan PAP SMEAR dan jangan menunggu sampai timbul gejala. Pemeriksaan PAP SMEAR dilakukan di atas kursi periksa kandungan oleh dokter atau bidan yang sudah dilatih, dengan menggunakan alat untuk membantu membuka kelamin wanita. Ujung leher diusap dengan spatula untuk mengambil cairan yang mengandung sel-sel dinding leher rahim. Usapan ini kemudian diperiksa jenis sel-selnya di bawah mikrosop. Apabila hasil pemeriksaan posirif (terdapat sel-sel yang tidak normal), harus segera dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan pengobatan oleh dokter ahli kandungan. IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) Yaitu pemeriksaan leher rahim dengan cara melihat langsung leher rahim setelah memulas leher rahim dengan larutan asam asetat 3-5 persen. Bila setelah pulasan asam asetat 3-5% ada perubahan warna, yaitu tampak bercak putih, maka kemungkinan ada kelainan tahap pra kanker serviks. Pemeriksaan PAP SMEAR/IVA dapat dilakukan di berbagai tempat, seperti : rumah sakit, rumah bersalin, pusat atau klinik deteksi dini kanker, praktek dokter spesialis kandungan, puskesmas, praktek dokter umum dan bidan yang telah mempunyai peralatan untuk melakukan pemeriksaan PAP SMEAR. Vaksin HPV Lebih dari 95 persen kanker serviks berkaitan erat dengan infeksi HPV (Human Papilloma Virus) yang dapat ditularkan melalui aktivitas seksual. Saat ini sudah ada vaksin untuk mencegah infeksi HPV khususnya tipe 16 dan 18 yang diperkirakan menjadi penyebab 70% kasus kanker serviks di Asia. (Halamansatu.net http://www.) BAB III PEMBAHASAN A. Definisi kanker serviks

Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah jenis penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher rahim. Yaitu, bagian rahim yang terletak di bawah, yang membuka ke arah liang vagina. Berawal dari leher rahim, apabila telah memasuki tahap lanjut, kanker ini bisa menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh. Kanker leher rahim atau disebut juga kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe, di mana sebagian besar di antaranya tidak berbahaya dan akan lenyap

dengan sendirinya. Jenis virus HPV yang menyebabkan kanker serviks dan paling fatal akibatnya adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Namun, selain disebabkan oleh virus HPV, sel-sel abnormal pada leher rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama. Kanker ini dapat hadir dengan pendarahan vagina, tetapi gejala kanker ini tidak terlihat sampai kanker memasuki stadium yang lebih jauh, yang membuat kanker leher rahim menjadi fokus pengamatan menggunakan Pap smear. Di negara berkembang, penggunaan secara luas program pengamatan leher rahim mengurangi insiden kanker leher rahim yang invasif sebesar 50% atau lebih. Kebanyakan penelitian menemukan bahwa infeksi human papillomavirus (HPV) bertanggung jawab untuk semua kasus kanker leher rahim. Perawatan termasuk operasi pada stadium awal, dan kemoterapi dan/atau radioterapi pada stadium akhir penyakit.

a)

Gejala kanker serviks Pada tahap awal, penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang mudah diamati. Itu

sebabnya, Anda yang sudah aktif secara seksual amat dianjurkan untuk melakukan tes pap smear setiap dua tahun sekali. Gejala fisik serangan penyakit ini pada umumnya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut. Yaitu, munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding), keputihan yang berlebihan dan tidak normal, perdarahan di luar siklus menstruasi, serta penurunan berat badan drastis. Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung, hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal. b) Masa pertumbuhan kanker serviks

Masa preinvasif (pertumbuhan sel-sel abnormal sebelum menjadi keganasan) penyakit ini terbilang cukup lama, sehingga penderita yang berhasil mendeteksinya sejak dini dapat melakukan berbagai langkah untuk mengatasinya. Infeksi menetap akan menyebabkan pertumbuhan sel abnormal yang akhirnya dapat mengarah pada perkembangan kanker. Perkembangan ini memakan waktu antara 5-20 tahun, mulai dari tahap infeksi, lesi pra-kanker hingga positif menjadi kanker serviks.

B. Cara penularan kanker serviks

a.

Melalui jalur seksual : hubungan intim, kelamin-kelamin, mulut-kelamin, tangan-

kelamin. Kebanyakan pria dan wanita yang telah berhubungan intim berisiko terinveksi HPV, apalagi yang sering berganti pasangan dan kehidupan seksualnya tidak bersih, maka lebih dari 75% pernah terinveksi HPV. Karenanya,penggunaan kondom saat melakukan hubungan intim tidak terlalu berpengaruh mencegah penularan virus HPV. Sebab, tak hanya menular melalui cairan, virus ini bisa berpindah melalui sentuhan kulit.
b.

Melalui jalur non seksual : Penularan langsung, yaitu dari ibu ke bayinya pada saat

persalinan.Tentu saja ini pada ibu yang telah tertular virus HPV
c.

Tidak melalui kelamin : pakaian dalam, alat-alat kedokteran yang tidak steril ( tapi

ini sangat kecil kemungkinannya ) Dan dapat pula dengan cara cara seperti berikut ini: a. b. c. d. e. f. Melahirkan banyak anak. Kebiasaan merokok (risiko dua kali lebih besar). Defisiensi vitamin A,C,E. Mulai melakukan hubungan seksual pada usia muda. Sering menderita infeksi di daerah kelamin.

Bagi orang yang sudah terinfeksi HPV, ada 2 kemungkinan yang didapat 1. 80% akan sembuh dengan sendirinya oleh system kekebalan tubuhnya yang tinggi. 2. 10-20% kemungkinan akan menjadi infeksi yang menetap, yang kemudian berisiko menjadi kanker C. Pencegahan Kanker serviks a) Health Prevention

Pencegahan terhadap kanker serviks dapat dilakukan dengan program skrinning dan pemberian vaksinasi. Di negara maju, kasus kanker jenis ini sudah mulai menurun berkat adanya program deteksi dini melalui pap smear. Vaksin HPV akan diberikan pada perempuan usia 10 hingga 55 tahun melalui suntikan sebanyak tiga kali, yaitu pada bulan ke nol, satu, dan enam. Dari penelitian yang dilakukan, terbukti bahwa respon imun bekerja dua kali lebih tinggi pada remaja putri berusia 10 hingga 14 tahun dibanding yang berusia 15 hingga 25 tahun. Saat ini kanker serviks dapat dicegah dengan pemberian vaksin HPV. Langkah ini dapat membantu memberikan perlindungan terhadap beberapa tipe HPV yang dapat menyebabkan

masalah dan komplikasi seperti kanker serviks dan genital warts. Vaksin ini sebaiknya diberikan pada perempuan muda sedini mungkin, karena tingkat imunisasi tubuh serta pertumbuhan dan reproduksi sel di area serviks masih sangat baik. Vaksinasi merupakan metode deteksi dini sebagai upaya mencegah kanker serviks. Melalui vaksinasi semakin besar kesempatan disembuhkannya penyakit ini dan semakin besar kemungkinan untuk menekan angka kasus kanker serviks yang mengancam kaum perempuan.

b)

Health promotion

Dengan melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang pendididkan mengenai sex(sex education),dengan memberikan informasi kepada masyarakat tentang penyakit kanker serviks,dan menggalakan pemakain kondom kepada masyarakat dalam melakukan hubungan sex. CARA PENGOBATAN KANKER SERVIKS 1. Pencegahan : edukasi dan menggalakkan pemakaian kondom, 2. Vaksinasi : vaksin HPV yang sekarang ada adalah Gardasil.itupun hanya dapat mencegah type HPV 6,11,16 dan 18. Selebihnya belum terbukti dapat dilindungi oleh vaksin ini. Vaksin HPV sebaiknya diberikan pada anak perempuan usia antara 9 - 15 thn. Wanita usia 16-55 tahun, anak laki-laki usia 9-15 tahun Atau yang belum active secara seksual dan belum ditemukan virus HPV dalam tubuhnya. Karena vaksin ini tidak akan efektive apabila didalam tubuh seseorang sudah terdapat virus HPV. Berhubung tidak semua jenis virus HPV dapat dicegah oleh vaksin ini, maka meskipun sudah divaksinasi, wanita tetap harus melakukan pap smear. Pemberian vaksin adalah secara bertahap selama 6 bulan, caranya adalah : satu kali diberikan pada dosis pertama dosis ke dua, dua bulan sesudah dosis pertama Dosis ketiga tiga bulan sesudah dosis ke dua D. PERAN KELUARGA DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT

Peran keluarga dalam membantu terhadap terjadinya penyakit kanker serviks itu dilakukan dengan cara pendididkan dini tentang penyakit atau maengenai pendidikan sex secara dini. Oleh karena itu, bila dalam keluarga masih ada gadis umur 9-26 tahun sebaiknya ikutkanlah dalam program vaksinasi Gardasil. Gardasil adalah nama patent dari obat yang dibuat dari virus like

particles (VLPs) capsid L1 dari HPV, yang telah dimurnikan secara qualified. Protein ini dibuat secara fermentasi dengan teknologi rekombinan menggunakan ragi Saccharomyces cerevisae. Obat ini berbentuk suspensi 0,5 ml berisi 20ug type 6, 40ug tipe 11 dan 16, 20 ug tipe 18. Diyakini vaksin ini mampu menurunkan lebih dari 75% kasus kanker servik yang diduga melibatkan humoral immune respon sebagai mekanisme aksinya. Di Australia ini, mulai tahun 2007 vaksinasi gardasil akan diwajibkan untuk gadis umur 9 tahun hingga 26 tahun sebagai upaya menekan angka kejadian melalui tindakan preventif. Jadi vaksin ini bukan sebagai terapi, dan pada wanita berumur lebih dari 26 tahun tidak efektif. Vaksinasi dilakukan 2 kali, yakni 1 bulan dan 5 bulan setelah tindakan pertama kali vaksinasi diberikan. Rencananya vaksin ini gratis untuk gadis 9 tahun hingga 26 tahun di seluruh Australia. Dan bagi wanita yang telah aktif secara seksual/menikah, segeralah dan rutinlah melakukan pap smear test, diikuti dengan tindakan mengurangi konsumsi atau kontak dengan bahan karsinogen. (Oleh : Ika Puspitasari - From Ibrah Magazine)

BAB IV PENUTUP

A.

Kesimpulan

Kanker leher rahim atau disebut juga kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Kanker ini dapat hadir dengan pendarahan vagina, tetapi gejala kanker ini tidak terlihat sampai kanker memasuki stadium yang lebih jauh, yang membuat kanker leher rahim fokus pengamatan menggunakan Pap smear. Di negara berkembang, penggunaan secara luas program pengamatan leher rahim mengurangi insiden kanker leher rahim yang invasif sebesar 50% atau lebih. Kebanyakan penelitian menemukan bahwa infeksi human papillomavirus (HPV) bertanggung jawab untuk semua kasus kanker leher rahim. Perawatan termasuk operasi pada stadium awal, dan kemoterapi dan/atau radioterapi pada stadium akhir penyakit. Kanker itu terjadi pada sel-sel di saluran leher rahim. Walaupun di dunia kemampuan kanker ini sebagai pembunuh belum mengungguli kanker paru-paru. Pencegahan terhadap kanker serviks dapat

dilakukan dengan program skrinning dan pemberian vaksinasi. Di negara maju, kasus kanker jenis ini sudah mulai menurun berkat adanya program deteksi dini melalui pap smear. Vaksin HPV akan diberikan pada perempuan usia 10 hingga 55 tahun melalui suntikan sebanyak tiga kali, yaitu pada bulan ke nol, satu, dan enam. Dari penelitian yang dilakukan, terbukti bahwa respon imun bekerja dua kali lebih tinggi pada remaja putri berusia 10 hingga 14 tahun dibanding yang berusia 15 hingga 25 tahun.

B. Saran

1. 2. 3. 4.

Dalam melakukan hubungan sexual sebaiknya menggunakan alat kontrasepsi. Lakukan hubungan sex dengan aman. Lakukan pemeriksaan sejak dini agar tidak terjadi penyakit kanker serviks. Gunakanlah alat-alat yang steril dalam penggunaan alat-alat kesehatan.

DAFTAR PUSTAKA

Gunawan, S.1998. Masalah kanker di Indonesia Dalam Kumpulan naskah Seminar Manajemen Kanker. Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Kesehatan RI. http://qnoyzone.blogdetik.com Di akses pada 20 0ktober 2009 Sjamsuddin S, Nuranna L.1986. Peranan dokter keluarga dalam skrining dan deteksi kanker leher rahim. Ma Dokter Keluarga. http://www.Halamansatu.net Di akses pada 21 oktober 2009

www.health.nsw.gov.au Diakses pada 20 Oktober 2009