P. 1
Sistem Pengaturan Fungsi Ovarium Yang Berhubungan Dengan Insulin

Sistem Pengaturan Fungsi Ovarium Yang Berhubungan Dengan Insulin

|Views: 48|Likes:
Dipublikasikan oleh Natasya ItGirl Terriano

More info:

Published by: Natasya ItGirl Terriano on Dec 30, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/06/2012

pdf

text

original

SISTEM PENGATURAN FUNGSI OVARIUM YANG BERHUBUNGAN DENGAN INSULIN LH dan FSH yang dihasilkan oleh hipofise merupakan

pengatur fungsi ovarium yang paling penting. Tetapi sistem pengatur ovarium yang berhubungan dengan insulin berperan juga dalam perkembangan folikel
23

normal. Komponen pengatur fungsi ovarium yang berhubungan dengan insulin meliputi: Insulin Reseptor IGF-I IGF-I Reseptor IGF-II IGF-II IGFBP 1-5 Reseptor insulin IGFBP protease A. Insulin dan Reseptor Insulin Pada Ovarium Kadar insulin dalam sirkulasi darah perifer wanita normal kira-kira 10 mμ/ml pada keadaan puasa dan sampai 50 mμ/ml dalam 1 jam setelah pemberian glukosa. Pada orang gemuk, kadar ini meningkat, rata-rata 15 mμ/ml pada keadaan puasa dan 60 mμ/ml setelah pemberian glukosa. Pada keadaan hiperinsulinemia-resistensi insulin seperti pada SOPK atau stadium awal DM tipe 1, kadar insulin serum berkisar antara 20-35 mμ/ml pada keadaan puasa dan 120-180 mμ/ml setelah pemberian glukosa. Pada penderita dengan sindrom resistensi insulin berat, kadar insulin puasa bisa sampai 200 mμ/ml dan 1400-2000 mμ/ml setelah pemberian glukosa. Konsentrasi insulin dalam cairan folikel ovarium berkisar dari 2 mμ/ml sampai 65 mμ/ml dengan nilai rata-rata 16 mμ/ml. Insulin tampaknya mencapai cairan folikel ovarium dari sirkulasi dengan cara
20 20,23,24

transudasi. Reseptor insulin tersebar luas di seluruh kompartmen ovarium termasuk dalam sel granulosa, sel teka dan jaringan stroma. Reseptor insulin ini strukturnya sama dengan reseptor insulin di organ
23,25

lain. B. Efek Insulin Pada Ovarium 1. Efek steroidogenesis Pada penelitian in vitro, insulin merangsang steroidogenesis ovarium oleh sel granulosa dan sel teka, serta meningkatkan produksi androgen, estrogen dan progesteron. Konsentrasi insulin yang dibutuhkan lebih tinggi dari fisiologis untuk mencapai efek stimulasi steroidogenesis, diduga bahwa insulin mungkin bekerja lewat reseptor IGF tipe 1. Beberapa bukti menunjukkan bahwa reseptor insulin memediasi stimulasi steroidogenesis oleh insulin. Efek steroidogenesis diduga melalui perangsangan aktifitas 17α-hidroksilase dan peningkatan aktifitas enzim P450. 21
23,25,30

Insulin dan BMI merupakan penentu kadar IGFBP-1 baik pada penderita obesitas maupun pada SOPK. Peningkatan kadar SHBG dalam sirkulasi seperti pada SOPK menyebabkan penurunan kadar hormon steroid bebas dalam sirkulasi termasuk kadar testosteron bebas. Efek insulin pada produksi SHBG Efek steroidogenesis insulin berhubungan erat dengan efek penghambatan produksi SHBG di hepar. Kadar SHBG dapat digunakan sebagai metode skrining resistensi insulin karena kadar SHBG berhubungan terbalik dengan kadar insulin sirkulasi. efek ini dimediasi oleh peningkatan jumlah reseptor LH karena FSH bersama-sama dengan insulin meningkatkan kapasitas ovarium untuk mengikat LH.25 3. Pada pasien DM tipe 1 yang 22 . Interaksi dengan gonadotropin Pada tingkat ovarium. 23. karena itu mengurangi kadar IGFBP-1 sirkulasi.25 2. mampu menurunkan kadar LH dan insulin. hasilnya tidak konsisten. Defisiensi insulin pada DM tipe 1 berhubungan dengan kelainan ovulasi. Insulin menghambat produksi IGFBP-1 di hepar. Penekanan produksi SHBG menyebabkan hiperandrogenisme pada beberapa pasien dengan resistensi insulin hiperinsulinemia. Insulin juga menghambat produksi IGFBP-1 pada sel granulosa ovarium. Bukti ini didapat baik dari penelitian in vitro maupun in vivo dimana obat yang mensensitisasi insulin yang diberikan pada pasien dengan resistensi insulin.Efek steroidogenesis insulin pada penelitian in vivo. Ovulasi pada DM dan resistensi insulin Insulin dan IGF menekan apoptosis pada folikel ovarium sehingga mengurangi kecepatan atresianya. Beberapa ahli mendapatkan adanya hubungan kadar insulin dengan kadar E2 dan Androstenedion. 4. 23. sementara ahli lain gagal menemukan hubungan ini. Dalam sel granulosa. efek insulin saling menguatkan dengan gonadotropin.

memperkuat respon gonadotropin hipofise terhadap GnRH dan memungkinkan steroidogenesis ovarium. Insulin merangsang sekresi leptin oleh sel 15. Interaksi insulin dengan leptin Leptin merupakan protein dengan berat 16 kDa yang dihasilkan oleh sel lemak.29. Leptin mengatur berat badan dengan berikatan dengan reseptor spesifik di hipotalamus sehingga menurunkan intake makanan.diobati dengan insulin. Efek leptin pada steroidogenesis tampaknya lewat stimulasi 17α hidroksilase ovarium. aksis hipotalamus-hipofise-ovarium tampaknya relatif hipoaktif terutama karena kegagalan pembentukan pulse GnRH. Leptin menstimulasi aksis hipotalamus-hipofise-ovarium pada tingkat hipotalamus dan/atau hipofise. T. tidak memperlihatkan resistensi insulin yang berarti dan tidak mengalami hiperandrogenemia. Misalnya kebanyakan pasien diabetes tipe 1 yang sering mengalami hiperinsulinemia karena pemberian insulin eksogen. Steroid seks ovarium menghambat FSH dan menghambat (E2.25 lemak. Masih belum jelas mengapa hiperinsulinemia pada keadaan resistensi insulin berhubungan dengan hiperandrogen ovarium. Reseptor leptin juga terdapat di ovarium. tetapi mungkin menstimulasi produksi androgen dengan merangsang aktifitas atau ekspresi 17α hidroksilase. leptin juga menghambat produksi E2 dan P. P) atau merangsang 15. Leptin dikode oleh gen ob. Kadar leptin dalam darah distimulasi oleh estrogen dan dihambat oleh androgen. khususnya bila koreksi hiperinsulinemia tanpa memperbaiki resistensi 27. Walaupun ada bukti bahwa hiperinsulinemia bisa mengakibatkan hiperandrogenism. tetapi tidak semua keadaan hiperinsulinemia menyebabkan over produksi androgen. Insulin merangsang sekresi leptin.35 insulin mampu memperbaiki fungsi ovarium.23 (E1) respon LH terhadap GnRH.23. 5. 23 . Penurunan kadar leptin dapat terlihat bila masukan kalori dibatasi atau pada keadaan kelaparan.

70% homolog dengan IGF I dan 50% homolog dengan proinsulin. merangsang aromatisasi prekursor androgen dan menghambat produksi IGFBP I dan II oleh sel granulosa.Maturasi oosit (?) . Sumber utama IGF II sirkulasi 23. IGF I merangsang sintesa DNA dan sekresi E2 basal pada sel granulosa dan luteal.Sintesa DNA .Produksi testosteron . Efek IGF I dan IGF II pada berbagai tingkat Sel teka ovarium Sel granulosa (granulosa/luteal) Merangsang : Merangsang : . homolog dengan IGF II. IGF I awalnya dikenal sebagai somatomedin C dan merupakan mediator GH. IGF II merupakan polipeptida rantai tunggal yang mengandung 67 asam amino.Sintesa DNA . Gen insulin manusia terletak di kromosom 12.Sekresi E2 dan P basal androstenedion . Gen IGF II manusia terletak di kromosom 11. IGF 23.Aktifitas aromatase dan mRNA .Proliferasi sel . Peran IGF pada ovarium meliputi penguatan sintesa DNA dan steroidogenesis.Produksi .24 II bisa berikatan dengan reseptor IGF tipe I dan II serta dengan reseptor insulin.Proteolisis IGFBP-2(?) Folikel Merangsang : .Produksi IGFBP-5 .C. proinsulin dan relaksin. serta menghambat produksi SHBG. IGF dan Reseptor IGF IGF I merupakan polipeptida rantai tunggal yang mengandung 70 asam amino. IGF II merangsang sekresi P dan E2 basal oleh sel luteal-granulosa.25 adalah hepar.Proteolisis IGFBP-4 . Seluruh efek IGF I dan IGF II 36 pada ovarium dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 2.Sekresi E2 dan P yang distimulasi FSH .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->