Anda di halaman 1dari 56

PERKEMBANGBIAKAN TUMBUHAN

Bunga Terompet Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Generatif


Dialami oleh tumbuhan berbiji. Alat perkawinannya berupa bunga Dilakukan melalui proses penyerbukan dan pembuahan. Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari (jantan) ke kepala putik (betina) Pembuahan adalah pertistiwa bertemunya sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina.

Bagian-Bagian Bunga 1. Tangkai bunga penhubung batang dengan bunga 2. Dasar bunga ujung tangkai bunga yang membesar 3. Kelopak bunga bagian dekat dasar bunga yang menyelimuti bunga saat bunga masih kuncup 4. Mahkota bunga bagian paling indah dari bunga dengan bentuk dan warna yang berbeda untuk tiap jenis bunga 5. Benang sari alat kelamin jantan yang terdiri dari tangkai sari dan serbuk sari. 6. Putik alat kelamin betina yang terdiri dari kepala putik, tangkai putik, bakal buah, bakal biji (berisi lembaga dan sel telur) 7. Biji merupakan calon tumbuhan baru Jenis-Jenis Penyerbukan 1. Penyerbukan sendiri serbuk sari jatuh ke kepala putik bunga itu sendiri. 2. Penyerbukan tetangga serbuk dari jatuh ke kepala putik bunga lain tetapi masih dalam satu pohon. 3. Penyerbukan silang serbuk sari jatuh ke kepala putik bunga dari pohon lain tetapi masih satu jenis tumbuhan. 4. Penyerbukan bastar serbuk sari jatuh ke kepala putik bunga dari pohon lain yang sejenis tetapi berbeda varietas. Perantara Penyerbukan

Penyerbukan oleh hewan

1. 2. 3. 4.

Bunga memiliki mahkota bunga besar dan warna mencolok Bunga menghasilkan nektar Bunga mengeluarkan bau yang khas Ketika hewan mengisap nektar serbuk sari menempel pada kakika dan terbawa ke kepala putik bunga yang lain 5. Contoh hewan perantara adalah lebah, kelelawar, burung, honey possum, kupu-kupu

Penyerbukan oleh angin Bunga memiliki serbuk sari yang banyak, kecil, dan ringan Bunga memiliki tangkai sari yang panjang Bentuk mahkota bunga kecil atau tidak memiliki mahkota Kepala putik bunga terentang keluar Angin menerbangkan serbuk dari sebingga dapat hinggap di kepala putik bunga lain Contoh penyerbukan pada padi, jagung Penyerbukan oleh air

1. 2. 3. 4. 5. 6.

1. Ketika hujan, air hujan jatuh ke serbuk sari, sehingga serbuk sari terbawa air jatuh mengenai kepala putik.

Penyerbukan oleh manusia

1. Serbuk sari bunga dihantarkan ke putik oleh manusia 2. Contoh pada vanili Perkecambahan Biji

Cadangan makanan dari kotiledon merupakan energi bagi perkecamhahan biji. Kotiledon masih terus mensuplai energi sampai tumbuhan baru dapat berfotosintesis sendiri. Bagian biji yang pertama kali tumbuh adalah calon akar yang berfungsi untuk menyerap air dan nutrisi. Kemudian tunas tumbuh menembus tanah dengan ujung tunas dilindungi oleh pelindung tunas. Pada monokotil pelindung itu disebut koleoptil. Pada dikotil pelindung iut disebut hipokotil dan epikotil. Tumbuhan monokotil tumbuh berkecambah dengan satu daun. Tumbuhan dikotil tumbuh berkecambah dengan dua daun.

1. Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Vegetatif Perkembangbiakan Vegetatif Alami a. Spora

Ganggang

Spora terdiri dari zoospora dan aplanospora. Zoospora memiliki bulu getar dapat bergerak bebas dalam air untuk berpindah tempat kemudian tumbuh dan berkembang menjadi individu baru.

Lumut

Spora terbentuk dalam kotak spora (sporangium). Ketika sporangium pecah, spora keluar kemudian diterbangkan angin dan jatuh di tempat yang sesuai dan tumbuh menjadi protonema (tumbuhan lumut muda)

Tumbuhan Paku

Spora dibentuk daun khusus pembentuk spora yang disebut sporofil. Spora terdapat pada kotak spora (sporangium) yang tertumbul di sorus. Sorus terdapat pada bagian bawah sporofil. ). Ketika sporangium pecah, spora keluar kemudian diterbangkan angin dan jatuh di tempat yang sesuai dan tumbuh menjadi tumbuhan paku baru.

b. Tunas Tunas terbentuk dengan cara membuat tonjolan kecil pada tubuh tumbuhan induk yang makin lama makin besar. Tonjolan ini kemudian tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan baru. Contoh : pisang dan bambu c. Akar Tinggal (Rhizoma) Akar tinggal adalah batang yang tumbuh mendatar di atas tanah. Ciri-cirinya:

Berbentuk seperti akar Berbuku-buku seperti batang Pada tiap buku terdapat daun yang berubah menjadi sisik Pada setiap ketiak sisik terdapat mata tunas

Contoh : jahe, kunyit, temu lawak d. Umbi Lapis Umbi lapis adalah umbi yang berlapis-lapis dan di bagian tengahnya terdapat batang yang sangat pendek (cakram) dan tunas sebgai calon individu baru (siung). Contoh : bawang merah, bawang putih. e. Umbi Batang Umbi batang adalah batang yang mengembung karena berisis cadangan makanan. Pada permukaan umbi terdapat daun yang berubah menjadi sisik dan pada setiap ketiak sisik terdapat mata tunas. Contoh : kentang dan gembili. f. Daun Pada tepi duan terdapat tunas yang dapat tumbuh bila diletakkan di tanah. Contoh : cocor bebek. g. Geragih (stolon) Geragih adalah batang beruas-ruas yang tumbuh menjalar. Ruas ini bila mengenai tanah akan tumbuh akar dan tunas baru. Contoh : stoberi. Perkembangbiakan Vegetatif Buatan a. Mencangkok Syarat tumbuhan yang dapat dicangkok adalah batang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda, ukuran tidak besar, tegap, mulus, berwarna coklat muda. Cara mencangkok :

1. 2. 3. 4. 5.

Buat keratan melingkar berjarak 3 5 cm. Kupas bulit batang sampai kebilatan kambiumnya. Bersihkan lapisan kambium dengan cara mengerok. Keringkan cangkokan beberapa hari (2 4 hari). Tutup cangkokan dengan tanah gembur yang dibalut sabut kelapa atau plastik.

Contoh : mangga, rambutan. b. Menyetek Menyetek adalah menanam potongan bagian batang tanaman yang memiliki mata tunas. Cara menyetek : 1. Pilih batang yang sudah cukup tua (batang bagian bawah). 2. Potong dan biarkan beberapa hari di tempat teduh. 3. Tanam batang pada tanah yang sudah dicangkul. Contoh : singkong c. Mengeten Mengeten sama dengan menyambung yaitu menggabungkan batang bawah dengan batang atas tanaman yang berbeda dari satu keluarga. Cara mengeten : 1. Potong secara diagonal batang bawah dan batang atas (ukuran batang atas dan batang bawah harus sama). 2. Buat celah pada batang atas dan batang bawah. 3. Temukan batang atas dan batang bawah sampai kambium dari kedua batang bertemu. 4. Ikat dengan tali rafia. Contoh : durian dengan mangga, terung dengan tomat d. Merunduk Merunduk adalah membengkokkan sebagian cabang kemudan membenamkannya ke dalam tanah. Cara merunduk : 1. 2. 3. 4. Rundukkan batang tanaman. Benamkan batang di dalam tanah. Potong batang yang dirundukkan jika sudah mengeluarkan banyak akar. Tanam hasil rundukkan di tempat lain.

Contoh : arbei, apel, bugenvil. e. Menempel

Menempel dilakukan untuk menggabungkan dua sifat tanaman yang berbeda. Cara menempel : 1. 2. 3. 4. Iris kulit batang yang akan ditempel berbentuk segi empat. Tunas yang akan ditempel diiris sebesar irisan pada batang. Irisan tunas ditempel pada batang kemudia diikat. Jika tunas sudah mulai tumbuh, batang bagian atas tunas dipotong agar tunas tumbuh lebih cepat.

Contoh : jeruk, alpukat, rambutan

Perkembangbiakan pada tumbuhan terdiri dari 2 macam 1.secara generatif :yaitu perkembangbiakan melalui

penyerbukan 2.secara vegetatif :yaitu perkembangbiakan tanpa melalui penyerbuikan 1.1.Perkembangbiakan secara generatif Perkembangbiakan secara genaratif terjadi jika benang sari menempel di atas kepala putik Benangsari merupakan alat kelamin jantan pada bunga,sedangkan kepala putik

merupakan alat kelamin betina pada bunga.Penyerbukan dapat dibantu oleh angin,air,serangga,dan tangan manusia.Penyerbukan yang dibantu oleh angin contohnya tanaman:padi,gandum,pohon jambu dan lain lain.Tanaman yang penyerbukannya di bantu manusia contohnya tanaman vanili dan anggrek.Tanaman yang memiliki bunga biasanya penyerbukannnya dibantu oleh serangga. 1.2.Perkembangbiakan secara vegetatif Alami Perkembangbiakan secara vegetatif yaitu perkembangbiakan tanpa melalui

penyerbukan.

Trediri dari:spora contohnya tumbuhan paku, jamur,pakis b.UMbi lapis contohnya tumbuhan bawang merah,bawang bombay,bunga bakung c.tunas contohnya tumbuhan pisang,tebu,bambu d.Akar tinggal (rhizoma) contohnya tumbuhan

lengkuas,jahe,temulawak e.Geragih (stolon) contohnya strawberi,semangka,melon dll f. Umbi akar contohnya kentang, ubi g.Umbi batang contohnya wortel,lobak 1.3.Perkembangbiakan secara vegetatif buatan Perkembangbiakan vegetatif buatan adalah perkembangbiakan yang dibantu oleh tangan manusia Contohnya :mencangkok,stek,okulasi.Tidak semua tumbuhan dapat dicangkok.Tumbuhan yang dapat dicangkok adalah tumbuhan yang memiliki pembuluh kayu dan memiliki lapisan kambium Contohnya tanaman mangga,jeruk,nangka,belimbing,jambu air.Keuntungan dari tanaman yang dikembang biakan dengan mencangkok, selain cepat berbuah juga sifat keturunannya sama seperti induknya.

Mon, 04/02/2008 - 4:34pm godam64 Flora atau tumbuh-tumbuhan sama halnya dengan binatang dan manusia sama-sama melakukan kegiatan berkembang biak dengan tujuan untuk menghindari kepunahan pada spesies atau rasnya. Kegiatan berkembangbiak atau beranak ini pada tumbuhan dapat dilakukan secara tidak kawin atau tanpa melalui perkawinan antara sel kelamin jantan betina atau kepala putik dengan benang sari. 1. Perkembang Biakan Tak Kawin Secara Alami / Vegetatif Alami Perkembangbiakan secara alami adalah berkembang biaknya tumbuhan tanpa bantuan tangan manusia untuk terjadi pembuahan / anakan tanaman baru. a. Umbi Lapis Umbi lapis adalah tumbuhnya tunas pada sela-sela lapisan umbi. Contohnya seperti bawang merah. b. Umbi Batang Umbi batang adalah batang yang beralih fungsi sebagai tempat penimbunan makanan dengan calon tunas-tunas kecil yang berada di sekitarnya yang dapat tumbuh menjadi tanaman baru. Contoh seperti jagung dan ketela rambak. C. Geragih Geragih adalah batang yang menjalar secara terus-menerus di mana pada ruas batang dapat muncul tunas-tunas baru. Misalnya seperti tanaman rumput teki, arbei, kangkung, dan lain sebagainya. d. Akar Tunggal Akar tunggal adalah tunas yang muncul pada batang tumbuhan yang tumbuh secara mendatar di tanah. Contohnya seperti keladi, alang-alanga, dll. e. Spora Spora adalah cara tumbuhan paku, lumut dan jamur berkembang biak dengan membentuk spora tempat tunas baru akan muncul. f. Tunas Tunas adalah tumbuhan anakan yang muncul di samping tumbuhan induknya. COntohnya yakni seperti pohon pisang, bambu, tebu, dan lain sebagainya. g. Tunas Adventif Tunas adventif adalah tunas yang tumbuh pada bagian-bagian tertentu seperti pada akar, daun, dsb. Contoh tanaman bertunas adventif adalah seperti pohon cemara, kesemek, sukun, dll. h. Hormegenium Hormegenium adalah perkembangbiakan yang terjadi pada tumbuhan ganggang berbentuk

benang dengan cara memutus benang yang ada. Pada benang yang terputus nantinya kana tumbuh individu baru. i. Pembelahan Sel Pembelahan sel adalah perkembangbiakan pada tumbuhan bersel satu. ----2. Perkembang Biakan Tidak Kawin Buatan / Reproduksi Vegetatif Buatan Perkembangbiakan secara buatan adalah berkembang biaknya tumbuhan tanpa bantuan campur tangan manusia. a. Metode Mencangkok / Cangkok Mencangkok adalah suatu cara mengembangbiakkan tumbuhan dengan jalan menguliti batang yang ada lalu bungkus dengan tanah agar akarnya tumbuh. Jika akar sudah muncul akar yang kokoh, maka batang tersebut sudah bisa dipotong dan ditanam di tempat lain. b. Merunduk / Menunduk Merunduk adalah teknik berkembang biak tumbuh-tumbuhan dengan cara menundukkan batang tanaman ke tanah dengan harapan akan tumbuh akar. Setelah akar timbul, maka batang sudah bisa dipotong dan dibawa ke tempat lain. c. Menyetek / Nyetek Menyetek adalah perkembangbiak tumbuhan dengan jalan menanam batang tanaman agar tumbuh menjadi tanaman baru. Contohnya seperti singkong. d. Menyambung / Mengenten Mengenten adalah perkembang biakan buatan yang biasanya dilakukan pada tumbuhan sejenis buah-buahan atau ketela pohon demi mendapatkan kualitas buat yang baik.

MAKALAH PERKEMBANGAN TUMBUHAN SECARA VEGETATIF


PERKEMBANGAN TUMBUHAN SECARA VEGETATIF OLEH: ARU DEWANGGA Ada dua macam perkembangbiakan secara vegetatif, yaitu tanpa bantuan manusia (vegetatif alami) dan dengan bantuan manusia (vegetatif buatan). A. Perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif alami terdiri dari: 1.membelah diri contoh: ganggang hijau 2.spora Spora merupakan alat perkembangbiakan tumbuhan. Spora dibentuk dan disimpan di dalam kotak spora yang disebut sporangium. Sporangium pada tumbuhan paku terletak dibalik daun. Contoh: tumbuhan paku, jamur, suplir, ganggang *paku tanduk rusa *suplir *jamur 3.akar tinggal Akar tinggal (rizoma) adalah batang yang tertanam dan tumbuh di dalam tanah. Batang tersebut tumbuh secara mendatar dan tampak seperti akar Ciri-ciri akar tinggal: - mirip akar tetapi berbuku-buku dan pada ujungnya terdapat kuncup - pada setiap buku terdapat daun yang berubah menjadi sisik - pada setiap ketiak sisik terdapat tunas Contoh: jahe, lengkuas, temu lawak, kunyit, alang-alang dan rumput *temu lawak *kunyit 4.umbi lapis Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi lapis adalah: bawang bombay, bawang merah, bawang putih, bunga bakung, bunga tulip *bawang bombay *bunga bakung 5.umbi batang Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi batang adalah: kentang dan ubi jalar *ubi jalar 6.Umbi akar Ciri-ciri umbi akar: - tidak berbuku-buku - tidak mempunyai kuncup dan daun - tidak mempunyai mata tunas

Contoh: wortel dan bunga dahlia *wortel *bunga dahlia 7.geragih Geragih (stolon) adalah batang yang menjalar di atas atau di bawah permukaan tanah. # Contoh tumbuhan bergeragih di atas permukaan tanah adalah arbei, pegagan, semanggi. *pegagan *semanggi # Contoh tumbuhan bergeragih di bawah permukaan tanah adalah rumput teki *rumput teki 8.tunas Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas adalah: pisang, cocor bebek, bambu, sukun, cemara *pisang *cocor bebek B. Perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif buatan terdiri dari: 1.Cangkok Langkah-langkah utama cara cara mencangkok adalah - mengupas kulit batang - bagian batang yang telah dikuliti dilapisi tanah subur - dibungkus dengan sabut kelapa, ijuk, atau plastik Keuntungan mencangkok adalah: - tanaman hasil cangkokan cepat berbuah - batang tidak terlalu tinggi - sifat tanaman hasil cangkokan sama persis dengan induknya Kerugian/kelemahan mencangkok adalah: - tumbuhan hasil cangkokan kurang kokoh karena perakarannya dangkal - tingkat kematian pada cangkokan tinggi Tumbuhan yang dapat dicangkok adalah tumbuhan berbatang kayu (memiliki kambium), seperti mangga, jeruk, durian, sawo, dsb. 2.Setek Setek daun, Contohnya: cocor bebek, samio Setek batang, contohnya: singkong, jeruk, euphorbia, adenium, Setek akar, contohnya: cemara 3.Menempel (Okulasi) Cara pembudidayaan tanaman dengan menempelkan tunas dari satu tumbuhan ke batang tumbuhan yang lain. Misalnya: jeruk, durian, dsb 4.Sambung pucuk (enten) Mengenten (sambung pucuk) merupakan cara pembudidayaan tumbuhan dengan cara penyatuan

pucuk tumbuhan pada batang bawah tumbuhan lain. Misalnya: menyambung batang tanaman singkong karet dengan singkong biasa. 5.Runduk Batang tanaman dikerat sedikit, kemudian dilengkungkan (dirundukkan) ke tanah. Kemudian bagian yang dikerat ditimbun tanah basah. Contoh: alamanda, arbei SOURCE: WWW.EBSAINS.BLOGSPOT.COM PERKEMBANGAN TUMBUHAN SECARA VEGETATIF SOURCE: WWW.EBSAINS.BLOGSPOT.COM

Perkembangbiakan Generatif (Kawin) Perkembangbiakan secara generatif adalah perkembangbiakan melalui peristiwa penyerbukan atau persarian. Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya/menempelnya serbuk sari pada kepala putik. setelah penyerbukan, terjadi pembuahan pada bakal buah dan bakal biji, putik membesar dan mahkota bunga berguguran, kemudian menjadi buah yang berbiji di dalamnya. Biji inilah yang akan menghasilkan calon tumbuhan baru. Alat perkembangbiakan generatif pada tumbuhan berbiji adalah bunga. Bunga yang lengkap memiliki benang sari, putik, kelopak, dan mahkota. Benang sari merupaka alat kelamin jantan, sedangkan putik adalah alat kelamin betina. Macam-macam Penyerbukan Sendiri = Serbuk sari dari satu bunga jatuh ke kepala putik bunga itu sendiri Tetangga = Serbuk sari dari satu bunga jatuh ke kepala putik bunga tetapi masih dalam satu tumbuhan Silang = Serbuk sari dari satu bunga jatuh ke kepala putik bunga lain yang sejenis tapi tidak satu pohon Bastar = Serbuk sari dari satu bunga jatuh ke kepala putik bunga lain yang sejenis, tetapi varietasnya berbeda. Penyerbukan pada bunga pada umumnya dibantu oleh serangga, serangga tertarik dengan keindahan mahkota bunga. Saat serangga makan nektar (cairan manis pada bunga) dan serbuk sari, serbuk sari menempel ke badan serangga, lalu serangga hinggap pada putik bunga maka terjadilah penyerbukan. Selain dibantu serangga, penyerbukan dibantu juga oleh angin. Tumbuhan yang penyerbukannya dibantu angin, memiliki banyak sekali serbuk sari, kepala sari terletak pada tangkai yang panjang sehingga mudah tertiup angin, kepala putik panjang, dan lengket. Tumbuhan yang penyerbukannya dibantu oleh manusia, misalnya : vanili dan kakao. 2. Perkembangbiakan Vegetatif (Tak Kawin) a. Perkembangbiakan Vegetatif Alami Perkembangbiakan vegetatif alami adalah perkembangbiakan vegetatif yang terjadi tanpa bantuan manusia, yaitu : * Membelah diri, terjadi pada tumbuhan bersel satu, misal : ganggang hijau dan bakteri * Tunas Tunas yang dapat tumbuh bila ditanam disebut tunas adventif. Contoh tunas adventif adalah tunascocor bebek, pisang, cemara, sukun, kesemek, tebu. * Spora

Tumbuhan yang berkembangbiak dengan spora : tanaman paku, paki, suplir, dan jamur. Jamur tidak berklorofil, tidak berbunga, tidak berbiji, tidak berbatang dan tidak berakar. Tetapi jamur mempunyai benang-benang halus yang menyusun tubuh jamur disebut hifa. * Rhizoma (akar tinggal) Tumbuhan yang berkembang biak dengan rhizoma : jahe, kunyit, lengkuas. * Umbi - Umbi Lapis : bunga bakung, bunga lili, bunga tulip, bawang putih, bawang merah dan bawang bombay. - Umbi Batang : ubi jalar, talas, kentang. - Umbi Akar : bunga dahlia, bunga dafodil, bit, lobak putih, lobak merah, wortel. Umbi singkong merupakan umbi akar, tetapi umbi akar singkong tidak dapat dikembangbiakan karena umbinya tidak memiliki tunas. * Geragih (stolon) Geragih adalah batang yang tumbuh menjalar di bawah atau di atas permukaan tanah. Geragih tumbuhan induk memiliki mata tunas. Tumbuhan yang berkembangbiak dengan geragih, misalnya : arbei, pegangan, stroberi, rumput gajah, rumput teki, gandasuli. b. Perkembangbiakan Vegetatif Buatan Perkembangbiakan vegetatif buatan adalah perkembangbiakan vegetatif yang terjadi dengan bantuan manusia, yaitu : * Cangkok Cangkok dapat dilakukan pada tanaman yang berbatang kayu dan berkambium, misalnya : mangga, jambu, rambutan. Keuntungan mencangkok : - cepat berbuah - sifat keturunannya akan sama dengan induknya

Kerugian mencangkok : - belum tentu akar tunggang sehingga pohon mudah roboh tanaman induk - mengurangi hasil (produktivitas) tanaman induk * Setek (cutting)

- melukai

Setek adalah perkembangbiakan dengan cara memisahkan atau memotong beberapa bagian tanaman seperti batang, daun, atau akar dengan tujuan membentuk tanaman baru. Setek batang : bambu jepang, singkong, mawar, puring, dan azalea. Syarat : batang harus mempunyai mata tunas pada buku atau pangkal daunnya. - Setek daun : cocor bebek, begonia, wijayakusuma, dan sri rejeki. bagus dan segar. * Okulasi (menempel) Perkembangbiakan okulasi adalah dengan cara menempelkan mata tunas pada batang tanaman sejenis. Tujuannya untuk menghasilkan tanaman yang memiliki sifat-sifat unggul dari kedua induknya. Misalnya : okulasi antara jeruk 1 (berbuah lebat dan manis tetapi akarnya tidak kokoh) dengan jeruk 2 (berbuah sedikit tetapi akarnya kokoh), sehingga dihasilkan pohon jeruk berbuah lebat dan manis, dan akarnya kokoh. * Enten (sambung pucuk) Perkembangbiakan okulasi adalah dengan cara menyambung mata tunas pada batang tanaman sejenis. Tujuannya untuk menghasilkan tanaman yang memiliki sifatsifat unggul dari kedua induknya. Misal : kaktus, beringin, bogenville (kembang kertas), mawar. * Runduk Cara perkembangbiakan runduk : batang dirundukkan ke dalam tanah lalu ditimbun. Jika timbunan tadi dirawat dan disiram maka akan muncul akar, selanjutnya tumbuh menjadi tumbuhan baru. Misal : apel, alamanda, bogenville (kembang kertas). * Kultur jaringan Cara perkembangbiakan dengan kultur jaringan diawali

Syarat : daun harus

dengan mengambil jaringan tunas atau daun, lalu jaringan tersebut dipelihara dalam media khusus. Dalam media ini jaringan akan membentuk akar, batang, dan daun. Setelah agak besar tanaman siap dipindahkan ke tanah. Keuntungan kultur jaringan antara lain dapat memperoleh tanaman baru dalam jumlah yang sangat banyak dalam waktu singkat. Nama : Sarah Fitri W. Kelas : 76b Sumber : Buku Netro7

[IPA-Ilmu Pengetahuan Alam] Soal Perkembangbiakan Tumbuhan Untuk SD - Thread Not Solved Yet 1. Yang bukan merupakan perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif buatan adalah ...... a. cangkok b. runduk c. tunas d. setek 2. Batang tanaman singkong bagian bawah dipotong menyerong kemudian ditanam di tanah yang subur dan diberi peneduh dan disiram. Kegiatan tersebut merupkan salah satu contoh perkembangbiakan dengan cara ...... a. tunas b. cangkok c. setek d. spora 3. Pada jamur tempe, spongrium terletak pada ujung ...... yang menggembung a. rizoid b. hifa c. geragih d. kotiledon 4. Perkembang biakan tumbuhan secara generatif terjadi melalui ....... a. spora b. geragih c. runduk d. penyerbukan 5. Disebut apakah batang yang tumbuh menjalar di atas atau dibawah permukaan tanah ? a. geragih b. umbi akar c. spora d. tunas 6. Yang merupakan tempat cadangan makanan bagi tumbuhan biji adalah ...... a. sebuk sari b. lembaga c. ovum d. buluh serbuk sari 7. Bila serbuk sari dari satu bunga jatuh ke kepala putik bunga itu sendiri, dinamakan penyerbukan ...... a. bastar b. silang c. sendiri

d. tetangga 8. Yang tidak termasuk ciri-ciri dari penyerbukan bunga melalui perantara serangga ialah .... a. bentuk kepala sari besar b. mahkotanya besar c. berwarna mencolok d. dapat menghasilkan nektar 9. Dari manakah bakal tunas mendapatkan sumber makanan pada awal pertumbuhannya ? a. nektar b. serbuk sari c. benang sari d. kotiledon 10. Apakah yang dimaksud dengan kotiledon ? a. tempat penyimpanan makanan pada putik b. tempat penyimpanan makanan di dalam biji c. tempat penyimpanan makanan di dalam akar d. tempat penyimpanan makanan di dalam batang

Perkembangbiakan Tumbuhan

Perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif buatan


Mencangkok Mencangkok tanaman adalah salah satu cara teknik memperbanyak tanaman buah dalam pot, selain itu kualitas buahnya sama dengan induknya dan juga pohonnya tidak terlalu tinggi. Tanaman yang bisa dicangkok antara lain: jambu, jambu air, mangga, sawo, dan lain-lain. Alat-alat yang digunakan: 1. Pisau yang tajam. 2. Serabut kelapa atau plastik. 3. Tali pengikat atau memakai tali rafia. 4. Paku untuk menusuk bagian bawah plastik. 5. Penampung air. 6. Campuran tanah subur : pupuk kandang, dengan perbandingan 1 : 1 Cara mencangkok 1. Memilih cabang atau ranting yang tidak terlalu muda atau tua. 2. Kupas cabang hingga bersih sepanjang 4-9 cm. 3. Tutup dengan campuran pupuk kandang dan tanah kemudian bungkus dengan plastik atau serabut kelapa, ikat kedua ujungnya. Bila menggunakan plastik lubangi bagian bawah dengan menggunakan paku. 4. Siram setiap pagi dan sore dan jaga kelembapan. 5. Setelah akarnya banyak potong dari induknya, dipisahkan dan tanaman buah tersebut bisa ditanam di tempat yang telah ditentukan

Keuntungan mencangkok adalah: - tanaman hasil cangkokan cepat berbuah - batang tidak terlalu tinggi - sifat tanaman hasil cangkokan sama persis dengan induknya Kerugian/kelemahan mencangkok adalah:

- tumbuhan hasil cangkokan kurang kokoh karena perakarannya dangkal - tingkat kematian pada cangkokan tinggi Tumbuhan yang dapat dicangkok adalah tumbuhan berbatang kayu (memiliki kambium), seperti mangga, jeruk, durian, sawo, dsb. Sumber : carahidup.um.ac.id

MAKALAH PERKEMBANGAN TUMBUHAN SECARA VEGETATIF


PERKEMBANGAN TUMBUHAN SECARA VEGETATIF OLEH: ARU DEWANGGA Ada dua macam perkembangbiakan secara vegetatif, yaitu tanpa bantuan manusia (vegetatif alami) dan dengan bantuan manusia (vegetatif buatan). A. Perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif alami terdiri dari: 1.membelah diri contoh: ganggang hijau 2.spora Spora merupakan alat perkembangbiakan tumbuhan. Spora dibentuk dan disimpan di dalam kotak spora yang disebut sporangium. Sporangium pada tumbuhan paku terletak dibalik daun. Contoh: tumbuhan paku, jamur, suplir, ganggang *paku tanduk rusa *suplir *jamur 3.akar tinggal Akar tinggal (rizoma) adalah batang yang tertanam dan tumbuh di dalam tanah. Batang tersebut tumbuh secara mendatar dan tampak seperti akar Ciri-ciri akar tinggal: - mirip akar tetapi berbuku-buku dan pada ujungnya terdapat kuncup - pada setiap buku terdapat daun yang berubah menjadi sisik - pada setiap ketiak sisik terdapat tunas Contoh: jahe, lengkuas, temu lawak, kunyit, alang-alang dan rumput *temu lawak *kunyit 4.umbi lapis Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi lapis adalah: bawang bombay, bawang merah, bawang putih, bunga bakung, bunga tulip *bawang bombay *bunga bakung 5.umbi batang Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi batang adalah: kentang dan ubi jalar *ubi jalar 6.Umbi akar Ciri-ciri umbi akar: - tidak berbuku-buku - tidak mempunyai kuncup dan daun - tidak mempunyai mata tunas

Contoh: wortel dan bunga dahlia *wortel *bunga dahlia 7.geragih Geragih (stolon) adalah batang yang menjalar di atas atau di bawah permukaan tanah. # Contoh tumbuhan bergeragih di atas permukaan tanah adalah arbei, pegagan, semanggi. *pegagan *semanggi # Contoh tumbuhan bergeragih di bawah permukaan tanah adalah rumput teki *rumput teki 8.tunas Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas adalah: pisang, cocor bebek, bambu, sukun, cemara *pisang *cocor bebek B. Perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif buatan terdiri dari: 1.Cangkok Langkah-langkah utama cara cara mencangkok adalah - mengupas kulit batang - bagian batang yang telah dikuliti dilapisi tanah subur - dibungkus dengan sabut kelapa, ijuk, atau plastik Keuntungan mencangkok adalah: - tanaman hasil cangkokan cepat berbuah - batang tidak terlalu tinggi - sifat tanaman hasil cangkokan sama persis dengan induknya Kerugian/kelemahan mencangkok adalah: - tumbuhan hasil cangkokan kurang kokoh karena perakarannya dangkal - tingkat kematian pada cangkokan tinggi Tumbuhan yang dapat dicangkok adalah tumbuhan berbatang kayu (memiliki kambium), seperti mangga, jeruk, durian, sawo, dsb. 2.Setek Setek daun, Contohnya: cocor bebek, samio Setek batang, contohnya: singkong, jeruk, euphorbia, adenium, Setek akar, contohnya: cemara 3.Menempel (Okulasi) Cara pembudidayaan tanaman dengan menempelkan tunas dari satu tumbuhan ke batang tumbuhan yang lain. Misalnya: jeruk, durian, dsb 4.Sambung pucuk (enten) Mengenten (sambung pucuk) merupakan cara pembudidayaan tumbuhan dengan cara penyatuan

pucuk tumbuhan pada batang bawah tumbuhan lain. Misalnya: menyambung batang tanaman singkong karet dengan singkong biasa. 5.Runduk Batang tanaman dikerat sedikit, kemudian dilengkungkan (dirundukkan) ke tanah. Kemudian bagian yang dikerat ditimbun tanah basah. Contoh: alamanda, arbei SOURCE: WWW.EBSAINS.BLOGSPOT.COM PERKEMBANGAN TUMBUHAN SECARA VEGETATIF SOURCE: WWW.EBSAINS.BLOGSPOT.COM

Makalah Biologi "Struktur Tumbuhan" Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

BAB 1 PENDAHULUAN

Pada awal perkembangan tumbuhan, semua sel melakukan pembelahan diri. Akan tetapi, pada pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya, pembelahan sel menjadi terbatas hanya di bagian khusus dari tumbuhan. Jaringan khusus tersebut tetap bersifat embrionik dan selalu membelah diri. Jaringan embrionik ini disebut meristem. Pada dasarnya, pembelahan sel dapat pula berlangsung pada jaringan lain selain meristem, seperti pada korteks batang, tetapi pembelahannya sangat terbatas. Pada proses pembelahan, sel-sel meristem akan tumbuh dan mengalami spesialisasi membentuk berbagai macam jaringan yang tidak lagi mempunyai kemampuan membelah diri. Jaringan inilah jaringan dewasa.

BAB 2 PEMBAHASAN MATERI

Struktur tubuh tumbuhan tingkat tinggi pada umumnya terdiri atas organ pokok yaitu akar, batang dan daun. Organ tersusun oleh beberapa jaringan, dan jaringan disusun oleh beberapa sel yang mempunyai bentuk, struktur, serta fungsi yang sama. Berdasarkan kemampuan sel membelah jaringan pada tumbuhan dibedakan menjadi dua yaitu jaringan meristem dan jaringan permanen. Setiap jaringan memiliki struktur dan fungsi yang berbeda. Apakah jaringan itu ? Jaringan yaitu sekumpulan sel yang mempunyai bentuk, fungsi, dan sifat-sifat yang sama. Jaringan-jaringan akan menyusun diri menjadi suatu pola yang jelas di seluruh bagian tumbuhan. Misalnya jaringan-jaringan yang berfungsi dalam pengangkutan air dan makanan akan membentuk suatu sistem pembuluh pengangkutan. Jaringan-jaringan tersebut akan menyusun organ tumbuhan yaitu organ akar, organ batang maupun daun. A. JARINGAN MERISTEM

Jaringan meristem adalah jaringan pada tumbuhan yang selalu menhgalami pembelahan diri secara terus menerus. Berdasarkan posisinya dalam tubuh tumbuhann, meristem dibedakan menjadi tiga, yaitu: a. Meristem apikal, terdapat di ujung pucuk utama dan pucuk lateral serta ujung akar. b. Meristem interkalar, terdapat di antara jaringan dewasa, contohnya meristem pada pangkal ruas tumbuhan anggota suku atau family rumput-rumputan. c. Meristem llateral,, terletak sejajar dengan permukaan organ tempat ditemukannya.

Contohnya adalah cambium dan cambium gabus (felogen) Berdasarkan asal-usulnya, meristem dikelompokkan menjadi dua, yaitu: a. Meristem primer, sel-selnya berkembang langsung dari sel-sel embrionik (contoh: meristem apikal). Kegiatan jaringan meristem primer menimbulkan batang dan akar bertambang panjang. Pertumbuhan jaringan meristem primer disebut pertumbuhan primer. b. Meristem sekunder, sel-selnya berkembang dari jaringan dewasa yang sudah mengalami diferensiasi. Contohnya adalah kambium dan kambium gabus. Kegiatan jaringan meristem menimbulkan pertambahan besar tubuh tumbuhan. Aktivitas kambium menyebabkan pertumbuhan skunder, sehingga batang tumbuhan menjadi besar . Ini terjadi pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka). Pertumbuhan kambium kearah luar akan membentuk kulit batang, sedangkan kearah dalam akan membentuk kayu. Pada masa pertumbuhan, pertumbuhan kambium kearah dalam lebih aktif dibandingkan pertumbuhan kambium kearah luar, sehingga menyebabkan kulit batang lebih tipis dibandingkan kayu.

Gb1. Meristem

B. JARINGAN DEWASA Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah mengalami diferensiasi. Sifat-sifat jaringan dewasa antara lain: a. Tidak mempunyai aktivitas untuk memperbanyak diri, b. Mempunyai ukuran sel yang relatif besar dibandingkan sel-sel meristem, c. Mempunyai vakuola besar, sehingga plasma sel sedikit dan merupakan selaput yang menempel pada dinding sel, d. Kadang-kadang selnya telah mati, e. Selnya telah mencapai penebalan dinding sesuai dengan fungsinya, f. Di antara sel-selnya dijumpai ruang antarsel. Jaringan dewasa penyusun organ tumbuhan tingkat tinggi antara lain jaringan pelindung (epidermis), jaringan dasar (parenkim), jaringan penyokong (penguat), jaringan pengangkut (vaskuler), dan jaringan sekretoris. B.1. Jaringan pelindung (epidermis) Epidermis merupakan jaringan paling luar yang menutupi permukaan organ tumbuhan, seperti: daun, bagian bunga, buah, biji, batang, dan akar. Fungsi utama jaringan epidermis adalah sebagai pelindung jaringan yang ada di bagian sebelah dalam. bentuk, ukuran, dan susunan, serta fungsi sel epidermis berbeda-beda pada berbagai jenis organ tumbuhan. Ciri khas sel epidermis adalah sel-selnya rapat satu sama lain membentuk bangunan padat tanpa ruang antar sel. Dinding sel epidermis ada yang tipis, ada yang mengalami penebalan di bagian yang menghadap ke permukaan tubuh, dan ada yang semua sisinya berdinding tebal dan mengandung lignin. Seperti kita temukan pada biji dan daun pinus, dinding luar sel epidermis biasanya mengandung kutin, yaitu senyawa lipid yang mengendap di antara selulosa penyusun dinding sel sehingga membentuk lapisan khusus di permukaan sel yang disebut kutikula. Di permukaan luar kutikula kadangkala kita temukan lapisan lilin yang kedap air untuk mengurangi penguapan air.

Sel-sel epidermis dapat berkembang menjadi alat tambahan atau derivate epidermis, misalnya stoma, trikoma, sel kipas, sistolit, sel silica, dan sel gabus. 1) Stoma Stoma (jamak: stomata) adalah lubang atau celah yang terdapat pada epidermis organ tumbuhan yang dibatasi oleh sel khusus yang disebut sel penutup. Sel penutup dikelilingi oleh selsel yang bentuknya sama atau berbeda dengan sel-sel epidermis lainnya, dan disebut sel tetangga. Sel tetangga berperan dalam perubahan osmotik yang menyebabkan gerakan sel penutup yang mengatur lebar stomata. Letak stomata kebanyakan berada di permukaan bawah daun. Stomata berfungsi sebagai tempat pertukaraan gas.

Gb2. Epidermis daun

2) Trikoma Trikoma (jamak: trikomata) berasal dari sel-sel epidermis, biasanya berbentuk rambut. Ada juga trikomata yang berbentuk sisik atau duri. Fungsi trikoma bagi tumbuhan adalah sebagai berikut: a) Mengurangi penguapan b) Meneruskan rangsang c) Melindungi tumbuhan dari gangguan hewan

d) Membantu penyebaran biji e) Membantu penyerbukan bunga f) Menyerap air dan garam-garam mineral dari dalam tanah.

3) Sel kipas Sel kipas dapat dijumpai pada epidermis atas daun tumbuhan suku atau family Gramineae atau Cyperaceae. Sel kipas tersusun dari beberapa sel berdinding tipis dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan sel-sel epidermis di sekitarnya. Sel kipas berfungsi mengurangi penguapan dengan menggulung daun. B.2 Jaringan Parenkim Parenkim terdiri atas kelompok sel hidup yang bentuk, ukuran, maupun fungsinya berbedabeda. Sel-sel parenkim mampu mempertahankan kemampuannya untuk membelah meskipun telah dewasa sehingga berperan penting dalam proses regenerasi. Sel-sel parenkim yang telah dewasa dapat bersifat meristematik bila lingkungannya memungkinkan. Jaringan parenkim terutama terdapat pada bagian kulit batang dan akar, mesofil daun, daging buah, dan endosperma biji. Sel-sel parenkim juga tersebar pada jaringan lain, seperti pada parenkim xilem, parenkim floem, dan jari-jari empulur. Ciri utama sel parenkim adalah memiliki dinding sel yang tipis, serta lentur. Beberapa sel parenkim mengalami penebalan, seperti pada parenkim xilem. Sel parenkim berbentuk kubus atau memanjang dan mengandung vakuola sentral yang besar. Ciri khas parenkim yang lain adalah selselnya banyak memiliki ruang antarsel karena bentuk selnya membulat. Parenkim yang mempunyai ruang antarsel adalah daun. Ruang antarsel ini berfungsi sebagai sarana pertukaran gas antar klorenkim dengan udara luar. Sel parenkim memiliki banyak fungsi, yaitu untuk berlangsungnya proses fotosintesis, penyimpanan makanan dan fungsi metabolisme lain. Isi sel parenkim bervariasi sesuai dengan fungsinya, misalnya sel yang berfungsi untuk fotosintesis banyak mengandung kloroplas. Jaringan yang terbentuk dari sel-sel parenkim semacam ini disebut klorenkim. Cadangan makanan yang terdapat pada sel parenkim berupa larutan dalam vakuola, cairan dalam plasma atau berupa kristal (amilum). Sel parenkim merupakan struktur sel yang jumlahnya paling banyak menyusun jaringan tumbuhan.

Ciri penting dari sel parenkim adalah dapat membelah dan terspesialisasi menjadi berbagai jaringan yang memiliki fungsi khusus. Sel parenkim biasanya menyusun jaringan dasar pada tumbuhan, oleh karena itu disebut jaringan dasar. Berdasarkan fungsinya, parenkim dibagi menjadi bebrapa jenis jaringan, yaitu: 1) Parenkim Asimilasi Biasanya terletak di bagian tepi suatu organ, misalnya pada daun, batang yang berwarna hijau, dan buah. Di dalam selnya terdapat kloroplas, yang berperan penting sebagai tempat berlangsungnya proses fotosintesis.

2) Parenkim Penimbun Biasanya terletak di bagian dalam tubuh, misalnya: pada empulur batang, umbi akar, umbi lapis, akar rimpang (rizoma), atau biji. Di dalam sel-selnya terdapat cadangan makanan yang berupa gula, tepung, lemak atau protein.

3) Parenkim Air Terdapat pada tumbuhan yang hidup di daerah panas (xerofit) untuk menghadapi masa kering, misalnya pada tumbuhan kaktus dan lidah buaya.

4) Parenkim Udara Ruang antar selnya besar, sel- sel penyusunnya bulat sebagai alat pengapung di air, misalnya parenkim pada tangkai daun tumbuhan enceng gondok

Gb3. Jaringan parenkim

B.3 Jaringan Penyokong (Penguat) Jaringan penyokong merupakan jaringan yang menguatkan tumbuhan. Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan penyokong dibedakan menjadi jaringan kolenkim dan sklerenkim. 1) Kolenkim Kolenkim tersusun atas sel-sel hidup yang bentuknya memanjang dengan penebalan dinding sel yang tidak merata dan bersifat plastis, artinya mampu membentang, tetapi tidak dapat kembali seperti semula bila organnya tumbuh. Kolenkim terdapat pada batang, daun, bagian-bagian bunga, buah, dan akar. Sel kolenkim dapat mengandung kloroplas yang menyerupai sel-sel parenkim. Sel sel kolenkim dindingnya mengalami penebalan dari kolenkim bervariasi, ada yang pendek membulat dan ada yang memanjang seperti serabut dengan ujung tumpul.

Gb4. kolenkim Berdasarkan bagian sel yang mengalami penebalan, sel kolenkim dibedakan atas: 1. kolenkim angular (kolenkim sudut), merupakan jaringan kolenkim dengan penebalan dinding sel pada bagian sudut sel; 2. kolenkim lamelal, merupakan jaringan kolenkim yang penebalan dinding selnya membujur; 3. kolenkim anular, merupakan kolenkim yang penebalan dinding selnya merata pada bagian dinding sel sehinggi berbentuk pipa. 2) Sklerenkim Sklerenkim merupakan jaringan penyokong tumbuhan, yang sel - selnya mengalami penebalan sekunder dengan lignin dan menunjukkan sifat elastis. Sklerenkim tersusun atas dua kelompok sel, yaitu sklereid dan serabut. Sklereid disebut juga sel batu yang terdiri atas sel - sel pendek, sedangkan serabut sel selnya panjang. Sklereid berasal dari sel-sel parenkim, sedangkan serabut berasal dari sel - sel meristem. Sklereid terdapat di berbagai bagian tubuh. Sel selnya membentuk jaringan yang keras, misalnya pada tempurung kelapa, kulit biji dan mesofil daun.

Serabut berbentuk pita dengan anyaman menurut pola yang khas. Serabut sklerenkim banyak menyusun jaringan pengangkut.

Gb5. Kolenkim dan Sklerenkim B.3 Jaringan Pengangkut (Vaskuler) Jaringan pengangkut pada tumbuhan terdiri atas sel-sel xilem dan floem, yang membentuk berkas pengangkut (berkas vaskuler). Xilem berperan mengangkut air dan mineral dari dalam tanah ke daun, sedangkan floem berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.

1) Xilem Xilem merupakan jaringan kompleks karena tersusun dari beberapa tipe sel yang berbeda. Penyusun utamanya adalah trakeid dan trakea sebagai saluran pengangkut air dengan penebalan dinding sel yang cukup tebal sekaligus berfungsi sebagai penyokong. Xilem juga tersusun atas serabut, sklerenkim, serta sel-sel parenkim yang hidup dan berperan dalam berbagai kegiatan metabolisme sel. Xilem disebut juga sebagai pembuluh kayu yang membentuk kayu pada batang. Trakeid dan trakea merupakan dua kelompok sel yang membangun pembuluh xilem. Kedua tipe sel berbentuk bulat panjang, berdinding sekunder dari lignin dan tidak mengandung kloroplas sehingga berupa sel mati. Perbedaan pokok antara keduanya, adalah pada trakeid tidak terdapat perforasi (lubang-lubang), hanya ada celah (noktah), berupa plasmodesmata yang menghubungkan satu sel dengan sel lainnya.

gb6. Xilem Sedangkan pada trakea terdapat perforasi pada bagian ujung-ujung selnya. Transpor air dan mineral pada trakea berlangsung melalui perforasi ini, sedangkan pada trakeid berlangsung lewat noktah (celah) antar sel selnya. Sel-sel pembentuk trakea tersusun sedemikian rupa sehingga merupakan deretan sel memanjang (ujung bertemu ujung) membentuk pipa panjang (kapiler). Bentuk penebalan pada dinding trakea dapat berupa cincin spiral, atau jala. 2) Floem Pada prinsipnya, floem merupakan jaringan parenkim.Tersusun atas beberapa tipe sel yang berbeda, yaitu buluh tapis, sel pengiring, parenkim, serabut, dan sklerenkim.

gb7. Floem

Floem juga dikenal sebagai pembuluh tapis, yang membentuk kulit kayu pada batang. Unsur penyusun pembuluh floem terdiri atas dua bentuk, yaitu: sel tapis (sieve plate) berupa sel tunggal dan bentuknya memanjang dan buluh tapis (sieve tubes) yang serupa pipa. Dengan bentuk seperti ini pembuluh tapis dapat menyalurkan gula, asam amino serta hasil fotosintesis lainnya dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. Tipe-tipe berkas pengankut Berdasarkan posisi xylem dan floem dibedakan atas : a)

Tipe kolateral Kolateral terbuka, jika diantara xylem dan floem terdapat cambium Kolateral tertutup, jikaq antara xylem dan floem tidak dijumpai kambium Tipe konsentris

b)

Konsentris amfikibral, apabila xylem berada ditengah dan floem mengelilingi xylem Konsentris amfivasal, apabila floem ada ditengah dan xylem mengelilingi floem

c) Tipe radial, xilem dan floem letaknya bergantian menurut jari-jari lingkaran

B.4

Jaringan sekretori Disebut juga kelenjar internal karena senywa yang dihasilkan tidak keluar dari tubuh.

Penyusun jaringan sekretori adalah : a) b) Sel kelenjar, sel minyak dalam endosperma biji jarak Saluran kelenjar, saluran kelenjar pada daun jeruk, senyawa yang dihasilkan ditimbun dalam

ruangan penyimpan, misalnya minyak atsiri, lender, dan damar c) Saluran getah, sel-sel yang mengalami fusi membentuk suatu system jaringan yang menembus jaringan-jaringan lain dalam tubuh. Sel tersebut berisi getah. C. ORGAN PADA TUMBUHAN Tumbuhan memiliki bermacam-macam organ yang tersusun atas beberapa jaringan tumbuhan. Berdasarkan fungsinya, organ pada tumbuhan dibedakan menjadi organ sebagai alat hara (organa nutritiaum), dan organ reproduksi (organa reproductikum). Alat hara meliputi akar,

batang, dan daun, sedangkan organ reproduksi berupa putik dan benang sari yang terdapat pada bunga.

Gb8. Organ dan Jaringan Tumbuhan 1. Akar Akar merupakan organ tumbuhan yang penting karena berperan sebagai alat pencengkeram pada tanah/penguat dan sebagai alat penyerap air. Akar memiliki bagian pelindung berupa tudung akar yang tidak dimiliki oleh organ lain. Berdasarkan asal terbentuknya, akar dapat dibedakan atas akar primer dan akar adventitif. Akar primer terbentuk dari bagian ujung embrio dan dari perisikel, sedangkan akar adventitif berkembang dari akar yang telah dewasa selain dari perisikel atau keluar dari organ lain seperti dari daun dan batang. Pada kebanyakan tumbuhan dikotil dan gimnospermae, sistem perakaran berupa akar tunggang yang memiliki satu akar pokok yang besar, sedangkan pada tumbuhan monokotil berupa akar serabut, yang berupa rambut dan berukuran relatif sama. Pada irisan membujur akar akan terlihat bagian-bagian akar, mulai dari yang paling ujung disebut ujung akar. Ujung akar ditutupi oleh tudung akar (kaliptra). Kemudian dari ujung akar ke arah atas, terdapat zona pembelahan sel, pada daerah ini terdapat meristem apikal dan turunannya yang disebut meristem primer. Menuju ke atas, zona pembelahan menyatu dengan zona pemanjangan. Pada zona pemanjangan, sel-sel memanjang sampai sepuluh kali panjang semula, pemanjangan sel ini berguna untuk mendorong ujung akar (termasuk meristem) ke depan. Semakin

keatas , zona pemanjangan akan bergabung dengan zona pematangan. Pada zona pematangan, sel sel jaringan akar menyelesaikan dan menyempurnakan diferensiasinya.

Gb9. Struktur Akar Apabila kita membuat irisan melintang akar muda, maka akan terlihat struktur sel dan jaringan penyusun akar, berturut turut, yaitu epidermis, korteks, endodermis dan stele (silinder pusat). Lapisan terluar dari akar adalah epidermis yang tersusun atas sel sel yang tersusun rapat satu sama lain tanpa ruang antar sel, berdinding tipis, dan memanjang, sejajar sumbu akar. Dinding sel epidermis tersusun dari bahan selulosa dan pectin yang menyerap air. Epidermis akar biasanya satu lapis. Permukaan sel epidermis sebelah luar membentuk tonjolan yaitu berupa rambut atau bulu akar. Korteks akar terutama terdiri atas jaringan parenkim yang relatif renggang dan sedikit jaringan penyokongnya. Di sebelah dalam lapisan epidermis sering terdapat selapis atau beberapa lapis sel membentuk jaringan padat yang disebut hipodermis atau eksodermis yang dinding selnya mengandung suberin dan lignin. Di sebelah dalam korteks terdapat selapis sel yang bersambung membentuk silinder dan memisahkan korteks dari slinder berkas pengangkut di sebelah dalamnya. Lapisan ini disebut endodermis. Sel-sel endodermis membentuk pita kaspari, yaitu penebalan dari suberin dan lignin pada sisi radial. Akibat adanya penebalan ini, larutan tidak bisa menembusnya.

Silinder pusat akar (stele) tersusun atas berkas pengangkut. Bagian ini dipisahkan dari korteks oleh endodermis. Bagian luar yang berbatasan dengan endodermis adalah perisikel yang tersusun atas sel-sel parenkim berdinding tipis dan mempunyai potensi meristematik, sehingga sering disebut sebagai perikambium. Peranan perisikel terutama sebagai awal terbentuknya cabang akar tempat terjadinya kambium vaskuler, kambium gabus dan berperan dalam proses penebalan akar. Sebelah dalam perisikel terdapat berkas pengangkut xilem dan floem. Xilem pada tumbuhan dikotil mengumpul di bagian tengah silinder pusat, tersusun seperti bentuk bintang, sedangkan pada tumbuhan monokotil, xilem dan floem letaknya berselang-seling.

2. Batang Pada tumbuhan dikotil, berkas pembuluh tersusun dalam suatu lingkaran sehingga korteks terdapat di bagian luar lingkaran dan empulur di bagian dalam lingkaran. Pada tumbuhan dikotil ini, xilem tersusun di bagian dalam lingkaran. Di antara floem dan xilem terdapat kambium yang menyebabkan pertumbuhan sekunder pada tumbuhan dikotil. Kambium merupakan jaringan meristem lateral yang berfungsi dalam pertumbuhan sekunder. Dua macam kambium yang menghasilkan jaringan sekunder tumbuhan dikotil, yaitu: a) kambium pembuluh (vascular cambium) yairg menghasilkan xylem sekunder (kayu) ke arah dalam dan floem sekunder ke arah luar, b) kambium gabus (cork cambium) yang menghasilkan suatu penutup keras dan tebal yang menggantikan epidermis pada batang dan akar. Empulur batang tersusun atas jaringan parenkim yang mungkin mengandung kloroplas. Empulur mempunyai ruang antarsel yang nyata dan tersusun atas perikambium yang disebut perisikel. Perikambium dibatasi oleh floem primer di sebelah dalam dan endodermis di sebelah luarnya. Jari-jari empulur berupa pita radier yang terdiri atas sederet sel, mulai dari empulur sampai dengan floem. Fungsi utamanya adalah melangsungkan pengangkutan makanan ke arah radial. Pada tumbuhan dikotil, jari-jari empulur tampak berupa garis-garis halus yang membentuk lingkaran tahun.

Gb10. Perbedaan Batang Dikotil dan Monokotil

Gb11. Struktur Batang dikotil 3. Daun Struktur morfologi daun pada setiap jenis tumbuhan berbeda-beda. Oleh karena itu, struktur morfologi daun dapat digunakan untuk mengklasifikasikan jenis-jenis tumbuhan. Struktur daun dapat dilihat dari: bentuk tulang daun (menvirip, menjari, melengkung, dan sejajar); bangun daun atau bentuk helaian daun (bulat, lanset, jorong, memanjang, perisai, jantung, dan bulat telur); tepi daun (bergerigi, beringgit, berombak, bergiri, dan rata); bentuk ujung daun (runcing,meruncing, tumpul, membulat, rompang/ terbelah, dan berduri); bentuk pangkal daun (runcing, meruncing, tumpul, membulat, rata, dan berlekuk); dan prmukaan (licin, kasap, berkerut, berbulu, dan bersisik). Tidak hanya sebagai tempat fotosintesis, daun juga berfungsi untuk transpirasi (penguapan air) dan respirasi (pernapasan). Bila kita mengamati preparat irisan melintang daun, maka akan kita jumpai bagian-bagian penyusun struktur anatomi daun yang sesuai dengan fungsi daun tersebut. Daun tersusun atas jaringan epidermis, jaringan parenkim, dan jaringan pengangkut. Epidermis berfungsi sebagai pelindung jaringan ini memiliki struktur khusus sebagai adaptasi untuk berkangsungnya proses fotosintesis, yaitu adanya stoma yang dalam jumlah banyak disebut stomata. Stomata tersusun atas sel penutup dan sel tetangga yang banyak mengandung kloroplas. Adanya stomata memungkinkan terjadinya pertukaran gas antara sel sel fotosintetik dibagian dalam daun dengan udara disekitarnya. Stomata juga merupakan jalan keluarnya uap air. Bagian tengah dari struktur anatomi daun juga dapat kita jumpai jaringan parenkim yang menyusun mesofil daun dan terdiri atas parenkim palisade (parenkim pagar / jaringan tiang) dan parenkim spons (parenkim bunga karang. Parenkim palisade terdiri atas sel sel yang memanjang di sel sel bulat dan pada bagian ini banyak terdapat ruang antar sel sebagai tempat pertukaran gas selama fotosintesis berlangsung. Hamper semua daun memiliki berkas pengangkut yang tampak sebagai tulang daun atau urat daun. Tulang daun ini berisi pembuluh angkut xylem dan floem. Berkas pengangkut pada daun berfungsi untuk mengangkut air dan hasil fotosintesis pada daun.

Gb12. Struktur Daun 4. Bunga Bunga merupakan organ reproduksi pada tumbuhan, organ ini bukanlah organ pokok dan rnerupakan modifikasi (perubahan bentuk) dari organ utama yaitu batang dan daun yang bentuk, susunan, dan warnanya telah disesuaikan dengan fungsinya sebagai alat perkembangbiakan pada tumbuhan. |ika kita memperhatikan bagian dasar bunga dan tangkai bunga, bagian ini merupakan modifikasi dari batang, sedangkan kelopak dan mahkota bunga merupakan modifikasi dari daun yang bentuk dan warnanya berubah. Sebagian masih tetap bersifat seperti daun, sedangkan sebagian lagi akan mengalami metamorfosis membentuk bagian yang berperan dalam proses reproduksi. Kelopak bunga merupakan bagian bunga yang masih mempertahankan sifat daun. Kelopak bunga berfungsi untuk melindungi kuncup bunga sebelum bunga mekar. Mahkota bunga biasanya memiliki warna dan bentuk yang menarik jika dibandingkan dengan kelopak bunga. Mahkota bunga ini berperan dalam menarik serangga dan agen penyerbukan yang lain. Benang sari merupakan bagian yang berperan sebagai alat reproduksi jantan pada bunga, benang sari terdiri atas kepala sari yang merupakan tempat berkembangnya serbuk sari (gametofit jantan) dan suatu tangkai yang disebut filamen (tangkai sari). Putik merupakan alat reproduksi betina pada bunga. Pada putik terdapat kepala putik yang biasanya memiliki permukaan yang lengket sebagai tempat menempelnya serbuk sari. Selain itu, putik memiliki saluran yang disebut tangkai putik. Saluran ini menuju ke ovarium pada dasar bunga yang mengandung bakal buah tempat sel telur (gametofit betina).

Gb13. Struktur Bunga

BAB 3 PENUTUP

A.

KESIMPULAN Struktur utama pada tumbuhan adalah akar, batang, daun, dan bunga. Yang mana organ-

organ tersebut tersusun atas jaringan-jaringan, yaitu jaringan meristem dan jaringan dewasa. Jaringan meristem adalah jaringan yang selalu mengalami pembelahan sel membentuk jaringan lain pada tubuh tumbuhan. Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah tidak mengalami pembelahan sel, dan sudah mengalami diferensiasi dan fungsi tertentu pada tubuh tumbuhan. Jaringan dewasa terbagi menjadi tiga, yaitu jaringan pelindung (epidermis), jaringan dasar (parenkim), jaringan penyokong, dan jaringan pengangkut (vaskuler).

DAFTAR PUSTAKA

Campbell, N.A., J.B. Reece, & L. G. Mitchell. 2005. Biologi. Edisi ke-5. Terj. Dari: Biology. 5th ed. oleh Manulu, W. Jakarta: Erlangga. Mader, S.S. 2004. Biology. Boston: McGraw-Hill. Pratiwi, D.A., dkk. http://www.cartage.org.lb http://www.flmnh.ufl.edu/flowerpower/ 2006, Biologi. Jakarta: Erlangga.

Struktur dan Fungsi Tubuh Tumbuhan 8e

Pengikut Arsip Blog

2010 (7) o April (7) Buah Biji Daun Bunga Batang Akar Kata Pengantar

Mengenai Saya

struktur dan fungsi tubuh tumbuhan Lihat profil lengkapku

Jumat, 30 April 2010

Buah

1. Buah Buah dibedakan menjadi 3 jenis yaitu buah tunggal, buah agregat, dan buah majemuk a. Buah Tunggal Buah tunggal yaitu bila buah dibentuk oleh satu bakal buah . Contoh: buah mangga b. Buah Agregat Buah agregat yaitu buah yang dibentuk oleh banyak bakal buah dari satu bunga. Contoh: buah srikaya, sirsak, dan arbei c. Buah Majemuk buah majemuk yaitu bila buah dibentuh dari banyak bakal buah dari banyak bunga. Contoh: buah nanas, kluwih, dan buah nagka Secara umum jenis buah dibedakan menjadi dua yaitu buah sejati dan buah semu 1. Buah Sejati Buah sejati ialah buah yang terbentuk dari bakal buah dan selurugh jaringannya berasal dari bakal buah

Contoh: buah mannga, semangka, alpukat 2. Buah semu Buah semu ialah buah yang terbentuk dari bakal buah dan bagian-bagian lain dari bunga. Misalnya pada jambu mede, bagian yang manis ialah tangkai bunga yang menggembung, sedangkan buah yang sesungguh nya ialah bagian yang kecil dan keras. Contoh: jambu mede, arbei, apel, semangka

Pada buah yang telah dewasa, daun buah menjadi dinding duah yang terdiri dari tiga lapisan jaringan yang berbeda, misalnya pada buah kelapa lapisan luar tipis dan mengkilat, lapisan tengah menjadi sabut, sedangkan bagian dalam yang keras disebut tempurung. Diposkan oleh struktur dan fungsi tubuh tumbuhan di 06:32 0 komentar Biji Biji merupakan alat perkembangbiakan generatif yang terbentuk dari bakal biji. Di dalam biji terdapat calon individu baru yang disebut embrio. Bagian-bagian dalam biji dapat di bedakan menjadi tiga bagian yaitu kulit biji, tali pusat dan inti biji. a. Kulit Biji Pada tumbuhan berbiji tertutup atau Angiospermae bijinya memiliki dua lapisan yaitu kulit luar, dan kulit dalam. Pada tumbuhan berbiji terbuka bijinya memiliki tiga lapisan yaitu lapisan luar, lapigan tengah, dan lapisan dalam. Lapisan luar tebal berdaging, lapisan tengah merupakan lapisan kuat, lapisan dalam tipis. Contoh: biji melinjo (Gnetum gnemon) Bagian lain pada kulit biji antara lain adanya sayap pada biji kelor, bulu-bulu halus pada biji kapas, dan selaput pada biji durian. b. Tali Pusat Tali pusat merupakan bagian yang menghubungkan biji dan papan biji. c. Inti Biji Inti biji adalah semua bagian biji yang terdapat di dalam kulit ari. Inti biji terdiri dari lembaga yang merupakan calon tumbuhan baru dan putih lembaga sebagai tempat cadangan makanan. Diposkan oleh struktur dan fungsi tubuh tumbuhan di 06:13 0 komentar

Daun Daun merupakan salah satu organ dalam suatu tumbuhan. Daun merupakan organ terpenting bagi tumbuhan dalam melangsungkan hidupnya karena daun melakukan fotosintesis yang hasil makanannya akan digunakan untuk kelangsungan hidupnya. Fungsi Daun 1. Tempat terjadinya fotosintesis. 2. Sebagai organ pernapasan. 3. Tempat terjadinya transpirasi. 4. Tempat terjadinya gutasi. 5. Alat perkembangbiakkan vegetatif. Anatomi Daun

Struktur Daun Struktur Morfologi daun pada setiap jenis tumbuhan berbeda-beda. Oleh karena itu, struktur morfologi daun dapat digunakan untuk mengklasifikasikan jenis-jenis tumbuhan. Struktur daun dapat dilihat dari: 1. Bentuk tulang daun (menyirip, menjari, melengkung, dan sejajar) 2. Bangun daun atau bentuk helaian daun (bulat, lanset, jorong, memanjang, perisai, jantung, dan bulat telur) 3. Tepi daun (bergerigi, beringgit, berombak, bergiri, dan rata) 4. Bentuk ujung daun (runcing,meruncing, tumpul, membulat, rompang/ terbelah, dan berduri) 5. Bentuk pangkal daun (runcing, meruncing, tumpul, membulat, rata, dan berlekuk) 6. Permukaan (licin, kasap, berkerut, berbulu, dan bersisik). Struktur Anatomi 1. Epidermis atas yang berfungsi sebagai pelindung bagian-bagian yang ada dibawahnya. 2. Jaringan palisade yang berfungsi sebagai tempat fotosintesis. 3. Jaringan spons yang berfungsi sebagai penampung karbon dioksida untuk fotosintesis. 4. Berkas pembuluh angkut yang terdiri dari xilem dan floem. Xilem berfungsi untuk mengangkat air dan mineral ke daun untuk proses fotosintesis. Floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Diposkan oleh struktur dan fungsi tubuh tumbuhan di 05:15 0 komentar

Selasa, 13 April 2010


Bunga

Bunga (flos) atau kembang adalah struktur reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga (divisio Magnoliophyta atau Angiospermae, "tumbuhan berbiji tertutup"). Pada bunga terdapat organ reproduksi (benang sari dan putik). Bunga secara sehari-hari juga dipakai untuk menyebut struktur yang secara botani disebut sebagai bunga majemuk atau inflorescence. Bunga majemuk adalah kumpulan bunga-bunga yang terkumpul dalam satu karangan. Dalam konteks ini, satuan bunga yang menyusun bunga majemuk disebut floret.
Bunga berfungsi utama menghasilkan biji. Penyerbukan dan pembuahan berlangsung pada bunga. Setelah pembuahan, bunga akan berkembang menjadi buah. Buah adalah struktur yang membawa biji.

FUNGSI Fungsi biologi bunga adalah sebagai wadah menyatunya gamet jantan (mikrospora) dan betina (makrospora) untuk menghasilkan biji. Proses dimulai dengan penyerbukan, yang diikuti dengan pembuahan, dan berlanjut dengan pembentukan biji.

Beberapa bunga memiliki warna yang cerah dan secara ekologis berfungsi sebagai pemikat hewan pembantu penyerbukan. Beberapa bunga yang lain menghasilkan panas atau aroma yang khas, juga untuk memikat hewan untuk membantu penyerbukan. Manusia sejak lama terpikat oleh bunga, khususnya yang berwarna-warni. Bunga menjadi salah satu penentu nilai suatu tumbuhan sebagai tanaman hias.

Morfologi Bunga Bunga adalah batang dan daun yang termodifikasi. Modifikasi ini disebabkan oleh dihasilkannya sejumlah enzimyang dirangsang oleh sejumlah fitohormon tertentu. Pembentukan bunga dengan ketat dikendalikan secara genetik dan pada banyak jenis diinduksi oleh perubahan lingkungan tertentu, seperti suhu rendah, lama pencahayaan, dan ketersediaan air (lihat artikel Pembentukan bunga).

Bunga hampir selalu berbentuk simetris, yang sering dapat digunakan sebagai penciri suatu takson. Ada dua bentuk bunga berdasar simetri bentuknya: aktinomorf ("berbentuk bintang", simetri radial) dan zigomorf (simetri cermin). Bentuk aktinomorf lebih banyak dijumpai Bunga disebut bunga sempurna bila memiliki alat jantan (benang sari) dan alat betina (putik) secara bersama-sama dalam satu organ. Bunga yang demikian disebut bunga banci atau hermafrodit. Suatu bunga dikatakan bunga lengkap apabila memiliki semua bagian utama bunga. Empat bagian utama bunga (dari luar ke dalam) adalah sebagai berikut: Kelopak bunga atau calyx; Mahkota bunga atau corolla yang biasanya tipis dan dapat berwarna-warni untuk memikat serangga yang membantu proses penyerbukan Alat kelamin jantan atau androecium (dari bahasa Yunani andros oikia: rumah pria) berupa benang sari Alat kelamin betina atau gynoecium (dari bahasa Yunani gynaikos oikia: "rumah wanita") berupa putik
Diposkan oleh struktur dan fungsi tubuh tumbuhan di 04:27 0 komentar

Senin, 12 April 2010


Batang

Batang dapat diumpamakan sebagai sumbu tubuh tumbuhan. Arah tumbuh batang tumbuhan menuju sinar matahari. Umumnya batang bercabang, tetapi pada tumbuhan tertentu batangnya tidak memiliki cabang seperti tumbuhan pisang, kelapa, dan pepaya. Struktur batang terdiri atas epidermis, korteks, endodermis, dan silinder pusat (stele). Batang

berkayu memiliki kambium. Kambium merupakan jaringan meristem lateral yang berfungsi dalam pertumbuhan sekunder. Karena pertumbuhan kambium inilah batang tumbuhan bertambah besar. Contoh tumbuhan yang memiliki batang jenis ini adalah jati dan mangga.

Fungsi batang

Penopang. Pengangkut. Penyimpan makanan cadangan Alat perkembangbiakan vegetatif

Susunan batang tidak banyak berbeda dengan akar. Batang tersusun dari jaringan berikut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. epidermis parenkim endodermis kayu jaringan pembuluh, dan kambium pada tumbuhan dikotil.

Struktur Morfologi 1. Batang herba, umumnya batang lunak, berwarna hijau (karena terdapat klorofil), terdapat stomata, sedikit / tidak ada jaringan kayu, ukuran kecil, dan umurnya relatif pendek. 2. Batang berkayu, umumnya batang keras, terdapat jaringan kayu, berwarna coklat, terdapat lentisel,

ukuran besar, dan umurnya relatif panjang. Struktur Anatomi Dari lapisan luar ke dalam 1. Jaringan Epidermis, terdiri dari selapis sel, dinding sel menebal, dilindungi oleh kutikula 2. Jaringan Korteks, terdiri dari beberapa lapis sel, berongga-rongga, bervakuola besar, berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan 3. Stele, terdiri dari xylem dan floem. Letak jaringan pengangkut (xylem dan floem) pada tumbuhan dikotil lebih teratur daripada tumbuhan monokotil

Pada tumbuhan dikotil, berkas pembuluh tersusun dalam suatu lingkaran sehingga korteks terdapat di bagian luar lingkaran dan empulur di bagian dalam lingkaran. Pada tumbuhan dikotil ini, xilem tersusun di bagian dalam lingkaran. Di antara floem dan xilem terdapat cambium yang menyebabkan pertumbuhan sekunder pada tumbuhan dikotil.
Dua macam kambium yang menghasilkan jaringan sekunder tumbuhan dikotil, yaitu: a) kambium pembuluh (vascular cambium) yairg menghasilkan xylem sekunder (kayu) ke arah dalam dan floem sekunder ke arah luar, b) kambium gabus (cork cambium) yang menghasilkan suatu penutup keras dan tebal yang menggantikan epidermis pada batang dan akar.

Empulur batang tersusun atas jaringan parenkim yang mungkin mengandung kloroplas. Empulur mempunyai ruang antarsel yang nyata dan tersusun atas perikambium yang disebut perisikel. Perikambium dibatasi oleh floem primer di sebelah dalam dan endodermis di sebelah luarnya. Jari-jari empulur berupa pita radier yang terdiri atas

sederet sel, mulai dari empulur sampai dengan floem. Fungsi utamanya adalah melangsungkan pengangkutan makanan ke arah radial. Pada tumbuhan dikotil, jari-jari empulur tampak berupa garis-garis halus yang membentuk lingkaran tahun.
Diposkan oleh struktur dan fungsi tubuh tumbuhan di 23:21 0 komentar Posting Lama Beranda Langgan: Entri (Atom)