Anda di halaman 1dari 43

TES SEPAKBOLA

Tes pengukuran kekuatan otot tungkai a. Tujuan dari tes pengukuran ini yaitu untuk mengukur kekuatan maksimum. Tes ini menggunakan alat leg dynamometer. b. Pelaksanaan tes pengukuran kekuatan otot tungkai dengan cara testee siap dengan berdiri diatas leg dinamometerdengan kedua lutut ditekuk sejajar dengan sudut 600, badannya tegak pandangan ke depan kedua tangan memegang pegangan kemudian berusaha meluruskan tungkai tetapi tidak boleh dengan gerakan pengejut dan tangan tetap rileks tidak menarik pegangan. c. Cara pengambilan hasil tes dapat dilihat pada monitor leg dynamometer, kemudian dicatat hasilnya dengan satuan berat kilogram. Setiap testee melakukan dua kali dengan istirahat yang cukup dan nilai yang tertinggi yang dijadikan nilai akhir.

A. PENGERTIAN TES DAN PENGUKURAN Tes dan pengukuran dapat kita definisikan seperti berikut : TES : Suatu instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang seseorang / suatu obyek tertentuk (bentuk atau sasaran) PENGUKURAN : Suatu proses untuk memperoleh besaran kuantitatif dari suatu obyek tertentu dengan menggunakan alat ukur yang baku. (alatnya) Jadi dapat kita simpulkan bahwa tes dan pengukuran olahraga adalah kumpulan informasi dari dari sesuatu yang diukur, hasilnya hanyalah data-data atau angka-angka hasil pengukuran dan hasil penguukran ini dilakukan untuk evaluasi atau untuk mengembangkan prestasi olehraga. B. TES ANTROPOMETRI Tes untuk mengetahui Komposisi tubuh maupun bentuknya atau pengukuran atas struktur tubuh manusia. Beberapa pengukuran antropometri pokok/dasar antara lain : 1. Berat Badan ( Body Weight ) 2. Tinggi Badan ( Stature Hight ) 3. Tinggi Duduk ( Sitting Height ) 4. Lebar Bahu ( Bi-acromiale diemeter ) 5. Lebar Pinggul ( Bi-ilium diameter ) 6. Lebar Sendi Siku ( Bi-epicondilar diameter humerus ) 7. Lebar Sendi Lutut (Bi-epicondilar diameter femur ) 8. Tebal Lemak Kulit ( skinfold caliper ) Tricep Subscapula Abdominal Quadriceps Biceps Suprailium Hamstring Tujuan akhir dari pengukuran Antropometri adalah menetapkan bentuk atau tipe badan seseorang. Tapi pada bahasan kali ini hanya akan dibahas tentang Berat Badan ( Body Weight ), Tinggi Badan ( Stature Hight ) dan Indeks Masa Tubuh (IMT). Berat Badan ( Body Weight ), Tinggi Badan ( Stature Hight ) Pengukuran tinggi badan dan berat badan sangat penting manusia lebih-lebih pada pengembangan prestasi bagi siswa atau atlet. Dengan Pengukuran tinggi dan berat badan dapat mengetahui IMT ( indeks masa tubuh ). Prosedur pelaksanaan tes sebagai berikut :

a. Berdiri tegak lurus b. Pandangan lurus kedepan c. Saat pengukuran berat badan, atlet atau orang coba menggunakan pakaian seminim mungkin d. Tinggi badan satuan alatnya adalah Cm, berat badan satuan alatnya adalah kilogram (Kg). e. Alat yang digunakan, antropometer, meteran yang sudah ditera dan timbangan yang sudah ditera Standar berat badan ideal ( Brocce Formula ) Berat Badan ideal = 90 % X ( Tinggi Badan 100 ) Batas kewajaran sebagai berikut : Paling Berat = 120 % X ( Tinggi Badan 100 ) Paling Ringan = 80 % X ( Tinggi Badan 100 )

Ex : Diket : Berat badan = 70 Kg Tinggi badan = 172 cm BB ideal = 90% x (172 -100 ) 64, 8 kg Berat badan max = 120 % x (172 100 ) 86.4 kg Berat badan min = 80 % x (172 100 ) 57,6 kg Bila lebih dari 86,4 kg berarti terlalu gemuk. Bila kurang dari 57,6 kg berarti terlalu kurus Dari data yang diperoleh dari pengukuran tinggi dan berat badan, akan dapat diperoleh juga data Indeks Masa Tubuh. Yaitu dengan rumus IMT sebagai berikut : IMT= Keterangan : BB = Berat Badan ( Kg ) TB = Tinggi Badan ( cm ) IMT = Indeks Masa Tubuh ( Kg/m) Ex : Diket : BB = 70 Kg TB = 172 Cm IMT = ?? IMT = 70 = 70 = 70 = 23.66 ( Kg/m) (172)2 cm (2958)cm (2, 958)m Ketentuan IMT:

Underweight = 12 - 19 kg/m Ideal = 20 - 25 kg/m Overweight = 26 - 29 kg/m Obesitas = > 29 kg/m C. TES KELENTUKAN ( FLEXIBILITY ) Tes kelentukan atau flexibility meter dilakukan untuk memperoleh data dimana dari data tersebut kita dapat mengetahui tingket kelentukan seseorang. Tingkat kelentukan seseorang pasti berbeda satu sama lain. Sehingga memang perlu diadakan pengukuran untuk mengambil data kelentukan seseorang, karena sangat bermanfaat untuk beberapa tujuan yang diinginkan seseorang. Alat yang digunakan untuk tes kelentukan biasanya yaitu bangku/mistar dengan ukuran 50 cm atau biasa juga yang disebut dengan Flexibility Meter. Satuan alat ini yaitu Centimeter (Cm).Ada beberapa macam jenis tes dari tes kelentukan atau flexibility. Tapi akan dijelaskan dibawah tentang 2jenis tes kelentukan, yaitu sit and reach dan standing trunk flexion. Sit and Reach Prosedur pelaksanaan tes : Peserta atau orang coba tidak memkai alas kaki Peserta duduk dengan kaki lurus menyentuh balok tes. Lutut bagian belakang lurus ( tidak boleh ditekuk ) Pelan-pelan bungkukkan badan dengan posisi tangan lurus, ujung jari dari kedua tangan menyentuh mistar skala/pengukur. Tangan yang mendorong harus selalu menempel di alat tes. Dimulai dari angka -20. ( karena tingkat kelentukan masing- masing individu itu berbeda-beda, jadi jika hal ini dimulai dari angka nol, objek sudah tidak mampu ) Dilakukan 3 x, diambil hasil tes yang terbaik. Norma Sit and reach. Kategori Pria Wanita Bagus Sekali +21 +22 Bagus +17 +18 Sedang +11 +12 Cukup +5 +8 Kurang -2 +2 Standing Trunk Flexion Prosedur pelaksanaan tes : Peserta atau orang coba tidak memakai alas kaki Peserta berdiri dengan kaki lurus diatas balok tes. Lutut bagian belakang lurus ( tidak boleh ditekuk ) Pelan-pelan bungkukkan badan dengan posisi tangan lurus, ujung jari dari kedua tangan menyentuh mistar skala/pengukur. Tangan yang mendorong harus selalu menempel di alat tes. Dimulai dari angka -20. ( karena tingkat kelentukan masing- masing individu itu berbeda-beda, jadi jika hal ini dimulai dari angka nol, objek sudah tidak mampu ) Dilakukan 3 x, diambil hasil tes yang terbaik.

D. TES KELINCAHAN ( AGILITY ) Tes agility atau yang kita kenal sebagai tes kelincahan terdiri dari bebrapa gabungan komponen fisik yang lain. Tes agility terdiri dai kelentukan, kecepatan, dan keseimbangan.sehingga memang tes agility ini sangat manfaatnya dan sangat dibutuhkan dikalangan penguji atau pengetes ( guru atau pelatih pada khususnya ). Bagi orang ciba atau atlet akn membutuhkan bebrapa kemampuan dan dasar dari ketiga komponenn ( kelentukan, keseimbangan, dan kecepatan ) tersebut jika akan melakukan tes agility atau kelincahan. Ada beberapa macam jenis tes dari tes Kelincahan atau Agility, Tapi akan dijelaskan dibawah tentang 2jenis tes kelincahan. Yaitu Squat Thrust dan Shuttle Run. Squat thrust Prosedur pelaksanaan tes : Pelaksanaan tes dilakukan selam 30 detik Posisi berdiri, kemudian dimulai dengan meloncat keatas dengan tangan diangkat keatas. Setelah meloncat, ketika turun, langsung ke posisi jongkok dan tangan menyntuh lantai didepan tubuh.dibarengi dengan kaki yang langsung dibuang kebelakang, kaki lurus, begitu juga tangan yang lurus menyentuh lantai, sehingga posisi tubuh Push- up. Setelah itu posisi kaki dipindah lagi ke posisi jongkok untuk mengambil awalan untuk loncat lagi atau ke posis mulai.. Dapat dihitung sekali ketika satu loncatan. Jika tidak sesuai dengan prosedur tes, maka tidak dihitung. Shuttle Run Shuttle run yaitu biasa dikiaskan lari bolak-balik. Ditempuh dengan jarak 40 meter. Jarak lintasan bisa dimodifikasi sendiri oleh pengetes. Jika terdapat tiga garis dan masing-masing garis berjarak 5 meter, maka orang coba akan melakukan 4 kali melewati garis finis. Ex : A Start / Finis B 1 2 3 4 5 Keterangan : Terdapat 3 garis, garis A, garis B dan garis start finis. Tanda panah adalah praktek lari yang akan dilakukan oleh orang coba. Prosedur pelaksanaan tes : Start berdiri. Kaki menginjak garis start dan tidak boleh melebihi garis start. Menunggu aba-aba ( peluit atau ucapan siap, ya Kedua kaki melewati garis A kemudian lari menuju garis B dan melewatinya, lalu kembali lagi. Finis, jika salah satu kaki menginjak garis finis. Alat yang harus disiapkan sebelum tes yaitu, stop watch, peluit, dan 3 garis. E. TES KESEIMBANGAN ( BALANCE )

Tes ini dilaksanakan agar penguji atau pengetes dapat mengetahu tingkat keseimbangan orang coba atau atlet. Tes ini juga akan bermanfaat untuk pengembangan prestasi, motivasi dan tujuan pengukuran yang lain yang dibutuhkan penguji. Di dalam komponen tes keseimbangan terdapat banyak macam jenis tes yang bisa dilaksanakan. Diatntaranya adalah: 1. Static Balance 2. Tripod balance 3. Tip Up Balance 4. Handstand 5. Head Balance Tapi dibawah ini akan dijelaskan prosedur pelaksanaan tes keseimbangan yang menggunakan alat coba yang bernam Balance One Prosedur Pelaksanaannya sebagai berikut : Pertama-tama. Alat tes harus On. Tombol On/Off berada dibelakang. Alat pijakan keseimbangan disatukan dengan alatnya. Alat tes bisa disesuaikan dengan tinggi badan orang coba. Setelah itu berdiri diatas alat pijakan dengan satu kaki saja. Antara kaki yang satu dengan kaki yang lain tidak boleh bersentuhan atau fikasih jarak keduanya. Tangan direntangkan dan mata dipejamkan. Alat akan menghitung jika sudah ada tanda mulai brupa bunyi. Sebelumnya alat akan menhitung mundur dari 5. baru akan menghitung. Satuan alat ini adalah detik Dilakukan 3 kali, diambil hasil yang terbaik. Standart hasil tes ini adalah 10 detik. Semakin banyak semakin bagus. F. TES REAKSI Tes reaksi pada dasarnya dilaksanakan untuk mengetahui tingkat reaksi seseorang dalam suatu kondisi tertentu.hal ini sangat diperlukan dalam pengembangan prestasi. Karena akna banyak kita hadapi berbagai situasi dal berolahraga. Tes reaksi diantaranya adalah Whole Body Reaction dan Speed Anticipation Reaction. Whole Body Reaction Jenis tes ini terdapat dua macam. Yaitu Visual dan Audiovisual. Jika visual hanya menggunakan alat indra mata saja dalam tes ini.yaitu dengan melihat cahaya pada alat tes. Disana akan terdapat tiga warna. ( red, blue, and yellow ) Tetapi jika yang Audiovisual yaitu menggunakan mata dan telinga, karena yang akan terdapat di alat tes adalah suara dan cahaya.( 50, 1k, 3k ) Prosedur pelaksanaan tes ( visual) : o Alat on o Orang coba berdiri pada alas tumpu yang tersedia. ( boleh rileks saja ) o Pandangan kearah sensor yang akan mengeluarkan cahaya. o Ketika lampu menyala, orang coba secepatnya melakukan reaksi dengan membuka kedu kaki atau mengeluarkan kedua kaki dari alas tumpu tadi. o Satuan alat ini adalah detik o Dilakukan 3 kali, diambil hasil yang terbaik.

o Norma Whole Body Reaction Kategori Prestasi (dtk) Istimewa 0.001 0.100 Bagus Sekali 0.101 0.200 Bagus 0.201 0.300 Cukup / Sedang 0.301 0.400 Kurang 0.401 0.500 Kurang Sekali 0.501 ke atas Speed Anticipation Reaction Tes ini dilaksanakan untuk mengetahui antisipasi seseorang. Alat on Terdapat tombol start dan restart Satuan alatnya Second Norma Normal 1.00- 2.00 detik Tidak Normal 0.99 kebawah dan 2.01 keatas Di dalam papan alat tesTerdapat daerah momentum dan blank spot Orang coba duduk di depan papan tersebut. Perhatikan cahaya yang berjalan di daerah momentum Dan bayangkan cahaya itu tetap berjalan pada daerah blank spot dan pencet tombol jika sudah anda bayangkan cahaya itu sudah masuk pada lingkaran. G. TES STERNGTH ( KEKUATAN ) Tes strenght atau tes kekuatan sangat dibutuhkan dalam pembinaan prestasi atlelt atau orang coba, selain kita akan dapat mengetahui seberapa kemampuan kekuatan orang coba, secara langsung akan mendapat nilai latihan untuk pengembangan fisik seseorang, terutama pada sit up, push up, dan back up, dan masih banyak lagi jenis tes yang temasuk dalam tes strength. Jika tes kekuatan maka melakukan tes selama 30 detik. Tapi jika termasuk endurance atau daya tahn, maka dilakukan selama 1 menit. Latihan dan tes sebenarnya hampir sama, tapi hal ini akan dibedakan pada modivikasi pelaksanaanya saja. Bentuk pelaksanaan latihan lebih kreatif dan bervariasi. V Sit Up Tes Sit Up dilakukan untuk mengetahui kekuatan otot perut Posisi tubuh tidur terlentang Kaki menutup,menempel satu sama lain Lutut ditekuk kurang lebih 45 derajat, sehingga membentuk posisi kaki V- Sit Up Kedua tangan menyentuh belakang telinga. Setelah itu gerakkan tubuh bagian atas naik turun Ketika naik, perut dan dada harus sampai menyentuh paha Ketika turun, kepala tidak boleh sampai menyentuh lantai, tetapi pundak harus menyentuh lantai. Posisi tangan jari-jari tangan harus tetap menmpel disamping telinga. Jika pergerakan atau pelaksanaan tidak sesuai dengan prosedur yang ada. Maka tidak bisa dihitung. Perhitungan, jika dimulai dari poasisi dibawah, maka duhitung sekali jika sudah turun lagi.

Begitu juga sebaliknya. Jika dimulai dari atas, maka dihitung satu jika berada di posisi atas lagi. Push Up Tes Push Up dilakukan untuk mengetahui kekuatan otot lengan Posisi badan tengkurap Posisi kaki lurus dan tetap menutup atau menempel satu sama lain Tangan ditekuk, siku ditekuk, telapak tangan menempel dilantai berada di samping ujung lengan. Setelah itu gerakan tubuh naik turun bertumpu pada kedua tangan dan kedua kaki (jari-jari kaki) Ketika naik, posisi tangan harus lurus. Ketika naik, posisi selurh bagian tubuh atas dan bawah tetap lurus selama pergerakan. Ketieka turun, tangan ditekuk dan posisi badan tidak boleh samapi menyentuh lantai Perhitungan, jika dimulai dari poasisi dibawah, maka duhitung sekali jika sudah turun lagi. Begitu juga sebaliknya. Jika dimulai dari atas, maka dihitung satu jika berada di posisi atas lagi. Pada wanita , terdapat satu perbedaan, yaitu pada posisi kaki tidak bertumpu pada ujung telapak atau jari-jari kaki, tetapi memggunakan lutut, sehingga posisi lutu harus ditekuk. Back Up Posisi tubuh tidur tengkurap. Posisi tubuh lurus Kaki juga lurus Posisi masing-masing tangan berada di samping, menyentuh belakang masing-masing telinga Kemudian gerakan tubuh bagian atas naik dan turun. Ketika naik, posisi tubuh harus naik maksimal. Perhitungan, dimulai dari poasisi dibawah, maka duhitung sekali jika sudah turun lagi. Hall Squat Hall Squat adalah salah satu jenis atau bentuk tes kekuatan otot. Dengan tes ini kita akan bisa mengetahui kekuatan otot kaki, khususnya pada otot paha dan betis. Sebelum adanya tes ini, dulu lebih sering tes yang dilakukan adalah tes Squat jump. Tapi pada perkembangannya tes tersebut dihentikan dan bahkan dihilangkan. Karena telah melewati beberpa penelitian oleh para ahli,. Tes tersebut membwa dampak buruk pada beberapa bagian tubuh terutama dikaki atau lebih tepatnya pada tulang-tulang. Sehingga tes tersebut diganti dengan tes yang bernama Hall Squat. Prosedur pelaksanaan tes ini sebenarnya hampir sama dengan tes squat jump. Tetapi terdapat beberapa perbedaan di dalamnya. Prosedur pelaksanaan tes hall squat yaitu dimulai dengan posisi kaki yang dibuka, dan salah satu kaki berada di depan, jarak keduanya kurang lebih setengah meter.posisi tubuh bagian atas menghadap kedepan dan tegak. Pandangan kedepan, posisi tangan seperti posisi orang lari. Kemudian pindahkan kedua kaki berganti posisi,yang semula dibelakang dipindah kedepan begitu juga sebaliknya. Pindahkan secepat mungkin. Setiap pergantian kaki dihitung satu. Pergerakan tangan seimbang dengan pergerakan kaki, gerakannya seperti gerakan saat lari. Grip Strength Grip strength dilaksanakan untuk mengetahui kekuatan otot peras tangan. Kekuatan otot peras tangan juga termasuk dalam komponen kesegaran jasmani, maka sangat perlu untuk kekuatan

otot ini tetap selalu dilatih untuk ditingkatkan kekuatannya. a. Alat yang digunakan dalam tes Grip Strenght ini adalah Grip Strenght Dynamometer atau Hand Dynamometer. Satuan dari alat ini adalah Kilogram (Kg ) b. Prosedur Pelaksanaan Tes : Pengukuran Otot Peras Tangan Kanan dan Kiri. Orang coba berdiri tegak dengan posisi kaki dibuka kurang lebih 20 cm atau selebar bahu. Pandangan lurus kedepan Tangan memegang Grip Strenght dynamometer Tangan harus lurus Skala dynamometer menghadap keluar atau kedepan. Jarum dynamometer berada pada angka nol Setelah itu, Grip Strenght Dynamometer diperas dengan sekuat tenaga Hanya dengan sekali perasan Penekanannya tidak boleh dengan sentakan. Tangan yang diperiksa maupun alat grip streng dynamometer tidak bolah tersentuh badan ataupun benda lain. Hasil tes dapat dilihat pada skala dynamometer Dilakukan sebanyak 3 kali, diambil hasil yang terbaik. Norma penilaian dan klasifikasi kekuatan peras otot tangan kanan pria dan wanita Kategori Prestasi pria (kg) Prestasi Wanita (kg) Baik sekali 55.50 keatas 42.50 keatas Bagus 46.50 55.00 32.50 41.00 Sedang 36.50 46.00 24.50 32.00 Cukup 27.50 36.00 18.50 24.00 Kurang SD 27.00 SD 18.00 Norma penilaian dan klasifikasi kekuatan peras otot tangan kiri pria dan wanita Kategori Prestasi pria (kg) Prestasi Wanita (kg) Baik sekali 54.50 keatas 37.00 keatas Bagus 44.50 54.00 27.00 36.50 Sedang 33.50 44.00 19.00 26.50 Cukup 24.50 33.00 14.00 18.50 Kurang SD 24.00 SD 13.50 Pull and Push Tes pull and push dilakukan untuk mengetahui kekuatan otot menarik dan kekuatan otot mendorong ( otot bahu ). Tes ini juga akan sangat diperlukan bagi pelatih atau penguji. Pull ( Tes Kekuatan Otot Menarik (Otot Bahu) ) a. Alat yang digunakan dalam tes kekuatan otot menarik adalah Expanding Dynamometer, satuan dari alat ini adalah kilogram (Kg) b. Prosedur pelaksanaan tes Orang coba berdiri tegak dengan posisi kaki dibuka kurang lebih 20 cm atau selebar bahu Pandangan lurus kedepan Expanding Dynamometer dipegang dengan kedua tangan Diangkat dengan kedua tangan berada di dipan dada. Badan dan alat menghadap keluar atau ke depan

Kedua lengan atas kesamping dan siku ditekuk Jarum dynamometer berada pada angka nol Kemudian tarik sekuat-kuatnya expanding dynamometer dengan kedua tangan Hanya dengan sekali tarikan Alat ataupun tangan tidak boleh menyentuh badan Dilakukan 3 kali, diambil hasil yang terbaik. Push ( Tes Kekuatan Mendorong (Otot Bahu) ) a. Alat yang digunakan dalam tes kekuatan otot mendorong adalah Expanding Dynamometer, satuan dari alat ini adalah kilogram (Kg) b. Prosedur pelaksanaan tes Orang coba berdiri tegak dengan posisi kaki dibuka kurang lebih 20 cm atau selebar bahu Pandangan lurus kedepan Expanding Dynamometer dipegang dengan kedua tangan Diangkat dengan kedua tangan berada di dipan dada. Badan dan alat menghadap keluar atau ke depan Kedua lengan atas kesamping dan siku ditekuk Jarum dynamometer berada pada angka nol Kemudian dorong sekuat-kuatnya expanding dynamometer dengan kedua tangan Hanya dengan sekali dorongan saja Alat ataupun tangan tidak boleh menyentuh badan Dilakukan 3 kali, diambil hasil yang terbaik. Back and Leg Back and Leg dilaksanakan untuk mengetahui kekuatan otot extensor punggung dan kekuatan otot extensor kaki (tungkai). Kekuatan otot ini juga termasuk dalam komponen kesegaran jasmani, maka sangat perlu untuk kekuatan otot ini tetap selalu dilatih untuk ditingkatkan kekuatannya. Karena akan bermanfaat bagi pengembangan fisik atau prestasi atlet. Back (kekuatan otot extensor punggung) a. Alat yang digunakan dalam tes kekuatan otot mendorong adalah Back And Leg Dynamometer, satuan dari Back And Leg Dynamometer adalah kilogram (Kg). b. Prosedur pelaksanaan tes Orang coba berdiri di atas tumpuan back leg dynamometer Kedua tangan memegang tongkat pegangan back leg dynamometer Kedua tangan lurus Kedua siku tidak boleh ditekuk Punggung dibungkukan sehingga membentuk sudut 30 derajat terhadap garis vertikal Kedua kaki tetap lurus Pandangan tetap kedepan Kemudian tarik tongkat pegangan keatas sekuat tenaga dengan car meluruskan kembali penggung. Tumit tidak boleh diangkat dan kaki tetap lurus Dilakukan 3 kali, diambil hasil yang terbaik. Norma penilaian dan klasifikasi kekuatan otot punggung Pria KATEGORI PRESTASI (kg) Baik sekali 153.50 keatas

Bagus 112.50 153.00 Sedang 76.50 112.00 Cukup 52.50 76.00 Kurang SD 52.00 Norma penilaian dan klasifikasi kekuatan otot punggung Wanita KATEGORI PRESTASI (kg) Baik sekali 103.50 keatas Bagus 78.50 103.00 Sedang 57.50 78.00 Cukup 28.50 57.00 Kurang SD 28.00 Leg (kekuatan otot extensor kaki (tungkai)) a. Alat yang digunakan dalam tes kekuatan otot mendorong adalah Back And Leg Dynamometer, satuan dari Back And Leg Dynamometer adalah kilogram (Kg). b. Prosedur pelaksanaan tes Orang coba berdiri di atas tumpuan back leg dynamometer Kedua tangan memegang bagian tengah tongkat pegangan back leg dynamometer Kedua tangan lurus Punggung lurus Sedangkan lutut ditekuk mebuat sudut krang lebih 120 derajat. Setelah itu tarik tongkat pegangan keatas sekuat-kuatnya dengan meluruskan lutut. Tumit tidak boleh diangkat Dilakukan 3 kali, diambil hasil yang terbaik. Norma penilaian dan klasifikasi kekuatan otot tungkai Pria KATEGORI PRESTASI (kg) Baik sekali 259.50 keatas Bagus 187.50 259.00 Sedang 127.50 187.00 Cukup 84.50 127.00 Kurang SD 84.00 Norma penilaian dan klasifikasi kekuatan otot tungkai Wanita KATEGORI PRESTASI (kg) Baik sekali 219.50 keatas Bagus 171.50 219.00 Sedang 127.50 171.00 Cukup 81.50 127.00 Kurang SD 81.00 H. TES POWER Tes power adalah gabungan komponen fisik dari kekuatan dan kecepatan. Jadi orang coba harus

memiliki kedua komponen kondisi fisik tersebut untuk melakukan tes ini. Tes power juga sangat diperlukan dan sangat bermanfaat untuk pengembangan prestasi atlet atau orang coba. Banyak tujuan yang akan diambil dari tes ini seperti tes-tes yang lain yang telah dijelaskan di atas. Tes power terdapat berbagai macam jenis tes, seperti explosive power ( daya ledak otot ), bike race ( tes power kaki ), atau lari 30 meter dan 50 meter. Explosive Power ( Daya Ledak Otot ) Daya ledak otot atau Explosive power adalah tenaga yang dapat dipergunakanmemindahkan berat badan/beban dalam waktu tertentu, seperti meloncat / melompat. Daya ledak seseorang dapat diukur atau diketahui dengan cara tes. Untuk mengukur atau megetahui kekuatan loncat seseorang kita bisa menggunakan jenis tes Vertikal jump. Vertikal Jump Tes menggunakan alat yang bernama Jump Meter Digital Satuan jump MD adalah centimeter (Cm) Presedurnya, pertama-tama alat harus On. Lalu alat disabukkan diatas pinggang Objek berdiri tegak, wajah menghadap ke depan. Loncat boleh menggunakan awalan atau tidak, sesuai dengan keinginan orang coba. Loncat dimulai dari dalam lingkaran yang telah disediakan, begitu juga dengan mendaratnya badan, kaki harus tetap berada di dalam lingkaran tersebut. ( minimala 1 kaki ) Jika ketika mendarat kedua kaki berada di luar lingkaran, maka hasil tes gagal atau tidak dianggap/tidak sah. Dilakukan sebanyak 3 kali. Diambil hasil yang terbaik. Bike race ( tes power kaki ) Tes bike race ini dilakukan untuk mengetahui kekuatan atau power kaki. Tes ini dilakukan dengan alat yang juga bernama bike race. Dimana Alatnya seperti sepeda. Prosedur pelaksanaan tes : Posisi duduk dapat disesuaikan dengantinggi atlet atau orang coba. Atlet harus memakai sepatu. Alat dihidupkan, lalu tekan fungtion, lalu pilih tombol Tes. Maka akan keluar tulisan to print result . Jika ingin mendapatkan print out data tes ya dipilih yes, tapi jika tidak, maka dipilih no. Yes ada di tombol 1, dan no ada di tombol 2. Setelah itu muncul pilihan : 1) Fitnes 2) Manual 3) Power Karena kita berada dalam pembahasan tes power maka pilih tombol 3 (power). Setelah itu akan muncul pilihan weight ( berat badan ). Maka masukkan berat badan orang coba. Lalu tekan enter. u muncul pilihan Age ( usia ). Maka masukkan usia orang coba dan tekan enter.Setelah it Lalu muncul pilihan Sex ( jenis kelamin ). Maka pilihlah tombol 1 untuk Male dan tombol 2 untuk Female. Setelah itu orang coba akan melakukan warming up atau pemanasan selam 40 detik dengan mengayuh pedal.

Setelah melakukan warming up, pada hitungan mundur dari 40 detik pemanasan tadi, orang coba langsung melakukan tes dengan mengayuh pedal secepatnya karena pada waktu tes alat akan memberi beban dengan sendirinya sesuai dengan berat badan, usia dan jenis kelamin orang coba. Tidak diperkenankan berhenti sampai pada bunti Tiit Setelah itu orang coba akan melakukan pendidnginan. Dan stop atau selesai Lari 30 M dan 50 M Lari 30 meter atau 50 meter termasuk pada tes power yang terdiri dari gabungan kita akan mengetahui power kita, kita dapat mengetahui kecepatan dan kekuatan kita. Menguykur jarak sesuai dengan jarak tes. Menyediakan alat ukur kecepatan atau stop watch Satuannya second atau detik Dilakukan dengan start bebas, apapun. I. PENGUKURAN DENYUT NADI Denyut nadi dapat dipakai sebagai tolak ukur untuk mengetahui kondisi jantung. Oleh karena itu denyut nadi sangat perlu diketahui atau diukur. Denyut nadi adalah frekuensi irama denyut atau detak jantung yang dapat dipalpasi atau diraba dipermukaan kulit pada tempat-tempat tertentu. Jadi pada umumnya frekuensi denyut nadi sama dengan frekuensi denyut atau detak jantung. Denyut nadi dapat dipalpasi atau diraba pada beberapa tempat, misalnya : 1. di pergelangan tangan bagian depan sebelah atas pangkal ibu jari tangan ( ar. Radialis ) 2. di leher sebelah kiri/kanan depan otot sterno cleido mastoidues ( ar. Carolis ) 3. Di dada sebelah kiri, tepat di apex jantung (ar. Temparalis ) 4. Di pelipis Cara menghitung denyut nadi : Dengan cara Palpasi. a) Nadi dihitung selama 6 detik dikalikan 10 b) Nadi dihitung selama 10 detik dikalikan 6 60 detik c) Nadi dihitung selama 15 detik dikalikan 4 d) Nadi dihitung selama 30 detik dikalikan 2 Macam-macam Denytu Nadi : 1. Denyut Nadi Istirahat Denyut Nadi Basal ( bangun tidur ) Denyut Nadi Istirahat ( nadi waktu tidak bekerja ) 2. Denyut Nadi Latihan Denyut nadi ketika melakukan latihan. 3. Denyut Nadi Maksimal Rumus denyut nadi Maksimal : DNM = 220 USIA Ex = 220 20 = 200 TRAINING ZONE :

BATAS MINIMAL 70/100 x DNM = Batas Latihan BATAS MAKSIMAL 95/100 x DNM = Batas Latihan CONTOH : OKI usia 20 tahun 220-20 th = 200 DNM BATAS MINIMAL 70/100 x 200 = 140 BATAS MAKSIMAL 95/100 x 200 = 190

4. Denyut Nadi Recovery ( nadi setelah latihan ) Denyut nadi pemulihan (recovery) 5 menit berdasarkan pakar kesegaran jasmani Rost, Rand Hollman 1982 dengan nadi 170 keatas per menit KATEGORI DENYUT NADI Istimewa Dibawah 100 Baik sekali 100-105 Baik 105-115 Cukup 115-120 Sedang 120-130 Kurang sekali Diatas 130 Dikaji oleh Prof. Soedarno S Menghitung Tekanan Darah Menghitung tekanan darah seseorang menggunakan alat yang bernama Tencimeter. Satuan tencimeter adalah milimeter hemoglobin ( mm hg ). Terkadang ketika kita mengambil data tekanan darah, kita juga dapat menggunakan stetoskop untuk membantu kita mendengarkan denyut nadi seseorang, agar diperoleh data yang lebih valid. Ketentuan : Sistole Tekanan Tinggi 10 + 120 Normal 10 + 80 Diastole Tekanan Rendah Keterangan : Normal, jika sistole berada pada kurang lebih 10 dari 120, dan diastole berada pada kurang lebih 10 dari 80. Tekanan Tinggi, jika sistole pada tekanan diatas atau lebih 10 dari 120 (130), dan diastole berada pada lebih dari 10 dari 80 (90). Tekanan Rendah, jika sistole berada pada tekanan dibawah kurang 10 dari 120 (110), dan

diastole barada pada kurang 10 dari 80 (70). J. TES ENDURANCE Tes endurance biasanya lebih dikenal dengan tes daya tahan tubuh seseorang. Tes ini sangat penting sekali dan biasanya sering sekali dipaki para pelatih untuk pengembangan fisik atau evaluasi perkembangan dan pelatihan seorang atlet. Bermacam- macam jenis tes yang dilakukan para pelatih untuk melakukan tes endurance ini. Dan dari masing-masing jenis tes akan mempunyai hasil dari tujuan yang berbeda-beda pula. Beberapa macam Tes Endurance : 1. 2,4 Km Lari 2. 4,8 Km Jalan 3. Lari 12 menit 4. lari 15 menit 5. harvard Test ( bangku ) 6. Sharky Test ( bangku ) 7. MFT

MFT ( Multi Fitnes Test ) Multi fitnes test ( MFT ) adalah suatu jenis tes daya tahan atau Endurance yang bertujuan untuk mengetahui VO 2 Max. di Indonesia, oramg-orang biasanya menyebutnya Tes Tung ( Bleep Test ). Satuan dari tes ini yaitu cc/Kg bb/menit. Di dalam jenis tes ini terdapat beberapa kelemahan, kelemahan tersebut yaitu tidak adanya perbedaan prosedur pelaksanaan atau norma antara peserta atau orang coba laki-laki dan wanita. Yang kedua yaitu tidak adanya perbedaan faktor usia di dalamnya. Beberapa hal tentang tes MFT : Pertama kita harus menyiapkan kaset, tape atau VCD. Menyediakan stop watch, alat tulis, dan lintasan Jarak lintasan yang akan dilalui adalah 20 meter, tapi kita harus menyiapkan jarak minimal 30 M. Start bisa dimulai dari garis manapun, tetapi ketika start kaki tidak boleh melebihi garis start. Ketika pembalikan, salah satu kaki dan setengah dari tubuh harus melewati garis. Jika lebih juga tidak apa-apa. Dikatakan tes ini selesai atau berhenti jika peserta telah melanggar atau tidak mengikuti perintah dari kaset 2 kali berturut-turut. K. TES CABANG OLAHRAGA SEPAK BOLA Cabang olahraga sepak bola adalah salah satu cabang olahraga yang sangat digemari diseluruh dunia. Hampir seluruh manusia mengenalnya, dan bermimpi untuk menjadi pemain sepak bola yang bagus. Untuk mewujudkan mimpi itu sebenarnya tidak sulit asal didukung denga skill yang bagus dan kemauan yang kuat serta tersedianya sarana prasarana untuk berlatih. Selain dituntuyt mempunyai skil atau kemampuan bermain bola yang bagus, seorang pemain sepak bola juga dituntut untuk mempunyai kondisi fisik yang bagu, oleh karena itu di dalam cabang olahraga sepak bola tidak hanya dilakukan pelatihan tentang tekhnik bermain dan pembelajaran strategi, tapi juga sangat diperlukan beberapa tahap latihan fisik. Seorang Pelatih, bahkan setiap pemain pun harus mengetahui dan menguasai bebrapa komponen

kondisi fisik yang harus dikembangkan dan perlu diadakan latihan dan beberapa tes. Bagi pelatih sepak bola, bebrapa tahap latihan atau tes yang haru dilakukan pada atlet atau pemain sepak bola diantaranya yaitu, tes kekuatan, tes kelincahan, tes keseimbangan, tes reaksi, dan yang paling penting adalah tes endurance. Daya tahan adalah suatu kemampuan tubuh untuk bekerja dalam waktu lama tanpa mengalami kelelahan setelah menyelesaikan pekerjaan tersebut. daya tahan pada umumnya diartikan sebagai ketahanan terhadap kelelahan dan kemampuan pemulihan segera setelah mengalami kelelahan. Daya tahan yang tinggi dapat mempertahankan performance dalam jangka waktu yang relatif lama secara terus menerus. Jadi dalam sepak bola, hal ini sangat diperlukan.dalam sepak bola tidak diperlikan harvard test atau sharky test, tapi tes balke atau tes lari 2,4 km. Tes reaksi dalam sepak bola sangat diperlukan karena dalam bermain sepak bola pemain akan dihadapkan pada situasi yang memrlukan reaksi yang bagus dan tepat. Contohnya pada penjaga gawang, kapan antisipasi dia melompat untuk menghalau bola ketika mendapat suatu tendangan. Dan masih banyak contoh yang lain,. Tes kekuatan dilakukan untuk mengetahui seberapa tingkat kekuatan otot yang dimiliki pemain, seperti sit up, push up, back up, atau hall squat, serta kekutaun otot tungkai (leg). Banyak lagi item tes yang bisa dilakukan pada pemain sepak bola, seperti tes kelincahan, disini seperti tes Squat thrust atau suttle run ( lari bolak-balik ). Kerena dalam olahraga ini sangat dibutuhkan kelincahan seseorang. Begitu juga dengan komponen fisik power, power yaitu gabungan dari kecepatan dan kekuatan, jadi memang sangat diperlukan di sepak bola. Dalam hal ini bisa dilakukan tes lari 30 m atau 50 m, bike race ataupun vertikal jump. Walaupun tidak terlalu diperlukan, tapi tes daya ledak otot juga diperlukan untuk loncatan seperti ketika heading sambil loncat, ataupun untuk penjaga gawang. Begitu juga dengan tes keseimbangan atau tes flexibility, memang tidak terlalu berperan, tapi didalamnya masih dapat diambil manfaatnya dengan kita mengetahui tingkat keseimbangan dan kelentukan pemain, karena dalam permainan sepak bola pasti akan dihadapkan pada situasi yang membutuhkan kemampuan tersebut.terkadang sang pelatih juga melakukan bebrapa tes kemampuan ( antropometri ) untuk mengetahui tingkat keidealan tyubuh pemain (IMT). Karena hal itu memang diperlukan untuk diperhatikan para atlet atau pemain sepak bola. Diposkan oleh edwin syarief di 22:05 0 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

Teknik Shooting
Adalah tendangan kearah gawang. Tehnik ini kelihatannya gampang, tapi sebenarnya dibutuhkan konsentrasi dan waktu yang tepat agar shooting yang kita lakukan mengarah ke gawang atau menjadi sebuah gol. Latihan ini bisa dilakukan dengan mengharuskan penendang berlari..... mengejar bolasebelum melakukan shooting. Sebagai contoh : pemain A dan B berhadaphadapan, pemain A mengumpan bola kepada pemain B, setelah mengumpan pemain A berlari 90 derajat kearah belakang pemain B, setelah pemain A berlari..... pemain B segera berputar 90 derajat dan memberi umpan pada pemain A untuk kemudian di shooting oleh pemain A. Umpan yang diberkan pemain B harus pada waktu yang tepat agar pemain A dapat melakukan shooting dengan sempurna. Jika sudah semakin bagus, peran pemain A bisa digantikan pemain B. Dengan cara ini berati kita sudah melakukan 2 latihan tehnik sekaligus, yaitu tehnik passing (oleh pemain B) dan tehnik shooting(oleh pemain A). Diposkan oleh edwin syarief di 22:04 0 komentar

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

Teknik Kontrol
Kontrol adalah menghentikan bola yang sedang bergerak agar berada dalam penguasaan kita. Salah satu faktor lancar dan tidaknya permainansepak bola juga ditentukan oleh tehnik ini. Karena jika kita tidak menguasai teknik ini, bola akan..... mudah lepas dari penguasaan kita dan itu berarti akan mempermudah lawan untuk merebut bola dari penguasaan kita. Kontrol bisa dilakukan dengan kaki, dada dan paha. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk melatih teknik ini adalah dengan cara membatasi pengontrol bola dengan lingkaran. Diameter lingkaran kirakira 1 meter. Batas lingkaran bisa menggunakan bendera kecil atau benda lainnya. Kemudian, buat pemain berpasang-pasangan untuk melatihkontrol bola. Sebagai contoh pasangan pemain A dan B, serta pemain C dan D. Pemain A dan C bertugas melemparkan bola kepada pemain yang berada dalam lingkaran ( B dan D ). Pemain yang berada dalam lingkaran harus mengontrol bola dengan sebaik-baiknya dan bola tidak boleh keluar dari lingkaran. Usahakan kontrol dilakukan secara variatif dan harus sempurna. Pengontrol bisa menggunakan dada, paha atau kaki untuk mengontrol bola. Bagi pemain yang bertugas melempar bola juga harus variatif dalam melempar bola kearah yang berbeda-beda. Jika bola keluar dari lingkaran, maka harus berganti peran dengan pelempar. Latihan ini tampaknya sederhana, tapi akan sangat bermanfaat. Jika sudah semakin bagus, lemparan bola bisa dipercepat. Karena, dalam permainansebenarnya, datangnya bola terkadang lambat, sering pula sangat cepat.

Kontrol bola dengan paha Kontrol bola dengan dada Kontrol bola dengan kaki Diposkan oleh edwin syarief di 22:03 0 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

Sliding Tackle
Adalah merebut bola dari lawan menggunakan kaki dengan cara meluncur dan menjatuhkan badan. Sliding tackle termasuk tehnik yang beresiko. Jika dilakukan dengan cara dan timing yang tepat maka bisa membuat cideralawan dan bisa dikenai hukuman oleh wasit. Saat melakukan, pemain harus..... menekuk lutut sebagai penopang tubuh disaat pemain meluncur dengan bertumpu pada kaki itu. Saat kaki yang satunya memnyentuh bola, pindahkan berat badan ke kaki yang melakukan serobotan. Biasanya gerakan ini langsung bisa merebut bola. Jika gagal, coba lakukan secara rutin dan bertahap. Timing sangat penting dalam melakukan sliding tackle. Untuk itu perkirakan dengan cermat saat melakukannya. Diposkan oleh edwin syarief di 22:02 0 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

SILABUS

Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Trenggalek Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas/Semester : X/1 Standar Kompetensi : 1. Mempratikkan berbagai keterampilan permainan olahraga dalam bentuk sederhana dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajar Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber/ Bahan/Alat 1.1 Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan dan olahraga beregu bola besar serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, dan percaya diri**) Sepak Bola Teknik mengenal bola Teknik mengiring bola Teknik melempar bola dengan dua tangan (throw in) Teknik menendang bola menggunakan kaki bagian dalam, punggung kaki dan kaki bagian dalam Teknik mengenal bola dilakukan dengan cara menggulir-gulirkan bola, menimangnimang bola dengan kira-kira kaki penuh dan paha Mengenal bola dengan cara mengulirgulirkan bola, menimang-nimang bola dengan benar Tugas individu Tes perbuatan 14 x 45 Buku sumber Latihan Sepak Bola Metode Baru (Pertahanan), Eric C. batty, Pionir Jaya, Bandung Menggiring bola dilakukan dengan menggunakan punggung kaki dan kaki bagian dalam. Menggiring bola dengan punggung kaki dan kaki bagian dalam dengan benar Lapangan sepak bola, bola peluit, corong, stop watch, tembok pantulan Teknik melempar bola : - Berdiri diluar garis samping - Bola dipegang dengan dua tangan dari atas belakang kepala - Badan ditarik kebalakng diterus-kan dengan mengayunkan kedua tangan kedepan (menggunakan kekuatan otot perut, panggul, bahu dan tangan) Melempar bola Menendang bola menggunakan kaki bagian dalam, punggung kaki dan kaki bagian luar dengan teknik yang benar secara berpasangan Menendang bola menggunakan kaki bagian dalam dengan teknik yang benar Menendang bola menggunakan kaki bagian dalam, punggung kaki dan kaki bagina luar dengan teknik yang benar secara berkelompok. Menendang bola menggunakan punggung kaki dengan teknik yang benar Menendang bola menggunakan kaki bagian dalam, punggung kaki dan kaki bagian luar dengan teknik yang benar melalui permainan kucing-kucingan (1 : 3 = satu kucing dan tiga permainan dengan satu kali menyentuh bola) Menendang bola menggunakan kaki bagian luar dengan teknik yang benar Diposkan oleh edwin syarief di 22:02 0 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

SENAM

Sejarah Singkat Menurut asal kata, senam (gymnastics) berasal dari bahasa Yunani, yang artinya: "untuk menerangkan bermacam-macam gerak yang dilakukan oleh atlet-atlet yang telanjang". Dalam abad Yunani kuno, senam dilakukan untuk menjaga kesehatan dan membuat pertumbuhan badan yang harmonis, dan tidak dipertandingkan. Baru pada akhir abad 19, peraturan-peraturan dalam senam mulai ditentukan dan dibuat untuk dipertandingkan. Pada awal modern Olympic Games, senam dianggap sebagai suatu demonstrasi seni daripada sebagai salah satu cabang olahraga yang teratur. Menurut Menke G. Frank dalam Encyclopedia of Sport, as Bannes and Company, New York, 1960, senam terdiri dari gerakan-gerakan yang luas/banyak atau menyeluruh dari latihan-latihan yang dapat membangun atau membentuk otot-otot tubuh seperti : pergelangan tangan, punggung, lengan dan lain sebagainya. Senam atau latihan tersebut termasuk juga : unsur-unsur jungkir balik, lompatan, memanjat dan keseimbangan. Sedang Drs. Imam Hidayat dalam bukunya Penuntun Pelajaran Praktek Senam, STO Bandung, Maret 1970 menyatakan, "Senam ialah latihan tubuh yang diciptakan dengan sengaja, disusun secara sistematik dan dilakukan secara sadar dengan tujuan membentuk dan mengembangkan pribadi secara harmonis". Olahraga senam sendiri ada bermacam-macam, seperti : senam kuno, senam sekolah, senam alat, senam korektif, senam irama, turnen, senam artistik. Secara umum senam memang demikian adanya, dari tahun ke tahun mengalami penyempurnaan dan semakin berkembang. Yang dulunya tidak untuk dipertandingkan, namun sejak akhir abad 19 mulai dipertandingkan. Dibentuklah wadah senam internasional, dengan nama Federation International de Gymnastique (FIG), yang mengelola antara lain : 1. Senam Artistik (Artistic Gymnastics). 2. Senam Ritmik (Modern Rhytmic). Senam Artistik serta perkembangannya di Indonesia Lahirnya senam artistik di Indonesia yaitu pada saat menjelang pesta olahraga Ganefo I di Jakarta pada tahun 1963, yang mana setiap artistik merupakan salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan, untuk ini perlu dibentuk suatu organisasi yang berfungsi menyiapkan para pesenamnya. Organisasi ini dibentuk pada tanggal 14 Juli 1963 dengan nama PERSANI (Persatuan Senam Indonesia), atas prakarsa dari tokoh-tokoh olahraga se-Indonesia yang menangani dan mempunyai keahlian pada cabang olahraga senam. Promotornya dapat diketengahkan tokoh-tokoh dari daerah seperti : Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara. Wadah inilah kemudian telah membina dan menghasilkan atlet-atlet senam yang dapat ditampilkan dalam Ganefo I dan untuk pertama kalinya pula pesenam-pesenam Indonesia menghadapi pertandingan Internasional. Kegiatan selanjutnya adalah mengikut sertakan tim senam dalam rangka Konferensi Asia Afrika I dan dalam Ganefo Asia, dimana untuk mempersiapkan atlet-atlet Indonesia ini dipanggil pelatih-pelatih senam dari RRC, maka dengan demikian Indonesia mengalami kemajuan dalam prestasi olahraga senam. Tetapi sangat disayangkan bahwa harapan yang mulai tumbuh harus berhenti sementara oleh karena suasana politik yaitu saat meletusnya G 30 S/PKI, sehingga pelatih-pelatih dari RRC harus dikembalikan ke negaranya. Usaha untuk mengejar ketinggalan ini maka pada tahun 1967 dikirim seorang pelatih Indonesia yaitu : Sdr. T. J. Purba ke Jerman Timur untuk sekolah khusus pelatih senam artistik selama 26 bulan. Kemudian sebagai titik tolak yang kedua adalah dimasukkannya cabang olahraga senam artistik yang pertama kalinya dalam Pekan Olahraga Nasional (PON VII/1969) di Surabaya, dan

kemudian untuk seterusnya dimasukkan dalam setiap penyelenggaraan PON. Pengertian Senam Senam adalah aktivitas fisik yang dilakukan baik sebagai cabang olahraga tersendiri maupun sebagai latihan untuk cabang olahraga lainnya.Berlainan dengan cabang olahraga lain umumnya yang mengukur hasil aktivitasnya pada obyek tertentu, senam mengacu pada bentuk gerak yang dikerjakan dengan kombinasi terpadu dan menjelma dari setiap bagian anggota tubuh dari komponen-komponen kemampuan motorik seperti : kekuatan, kecepatan, keseimbangan, kelentukan, agilitas dan ketepatan. Dengan koordinasi yang sesuai dan tata urutan gerak yang selaras akan terbentuk rangkaian gerak artistik yang menarik. Pada tingkat sekolah atau yunior pertandingan dapat dibatasi pada nomor-nomor tertentu, biasanya senam lantai dan kuda-kuda lompat. Pertandingan tingkat Nasional dan Internasional bagi pria terdiri dari 6 (enam) nomor yakni : senam lantai, kuda-kuda lompat, kuda-kuda pelana, palang sejajar, palang tunggal, dan gelang-gelang. Sedang bagi wanita ada 4 (empat) nomor : senam lantai, kuda-kuda lompat, balok keseimbangan, dan palang bertingkat. Penilaian diberikan oleh 4 (empat) orang wasit yang dipimpin oelh seorang wasit kepala. Setiap peserta pertandingan harus melakukan 2 (dua) macam rangkaian pada setiap nomor atau alat, satu rangkaian wajib (yang telah ditentukan terlebih dahulu) dan satu rangkaian pilihan atau bebas masing-masing. Nilai seseorang adalah rata-rata dari dua nilai tengah dengan membuang nilai tertinggi dan nilai terendah dari 4 (empat) orang wasit. Pesenam dengan nilai akumulasi tertinggi menjadi juara ke I dalam kategori serba bisa, tertinggi kedua menjadi juara ke II dan seterusnya. Juara regu ditentukan dengan penjumlahan 5 (lima) nilai terbaik dari 6 (enam) anggota regu dan setiap alat. 6 (enam) peserta terbaik dari semua atlet turut dalam pertandingan final pada tiap-tiap atlet dan nilai akhir yaitu rata-rata dari rangkaian bebas/pilihan dan wajib terdahulu disatukan dengan nilai rangkaian bebas/pilihan dalam final. Nilai ini menentukan urutan pemenang tiap alat. Para wasit memberikan nilai pada waktu bersamaan. Nilai maksimum adalah : 10,000. Hukuman-hukuman diberikan dengan pengurangan nilai pada pelaksanaan yang salah, penguasaan yang kurang baik, dibantu orang lain, jatuh dari alat atau melampaui batas waktu. Selain itu dinilai pula faktor kesulitan gerak dan penampilan estetikanya. Besar pengurangan nilai adalah persepuluhan. Peraturan penilaian direvisi setiap 2 (dua) tahun. Semua gerakan mempunyai faktor kesulitan yaitu : A, B dan yang tersukar adalah C. Rangkaian latihan biasaya terdiri atas sikap-sikap statis yang memerlukan tenaga yang besar disambung dengan gerakangerakan berirama y agn sesuai. Sementara sejumlah berntuk gerak memerlukan kekuatan yang lain memerlukan mobilitas atau keterampilan. Senam lantai Biasanya merupakan nomor pertama dalam pertandingan atas pertimbangan kesempatan bagi para pesenam untuk juga berlaku sebagai pemanasan karena gerakan-gerakannya tidak memerlukan tenaga otot yang luar biasa. Nomor ini mungkin merupakan tontonan yang paling mengasyikkan dibanding dengan alat-alat lain meskipun sebenarnya relatif berkembang paling baru. Untuk pertama kali nomor ini sebagai nomor perseorangan dalam Olympiade 1932 dan bagi wanita baru 20 tahun kemudian. Senam lantai sangat populer terutama bagi penyelenggaraan secara massal yang dapat diikuti oleh ribuan peserta bersama-sama. Gerakan-gerakannya dapat dikerjakan secara seragam dan membentuk formasi-formasi yagn menarik dan mengesankan. Di negeri kita sekarang sedang digalakkan apa yang disebut senam pagi Indonesia.

Lantai pertandingan berukuran 12 m2 dalam ruang yang berukurang 14 m2 dilapisi karpet kenyal setebal 0,045 m. Pria tampil dalam waktu 70 detik dan wanita dengan diiringi musik 90 detik. Keduanya bertujuan untuk memberikan kesan kepada para wasit dengan rangkaian urutan dari berbagai lompatan, putaran, keseimbnagan dicampur dengan unsur-unsur lonjakan dan akrobatik. Gerakan-gerakan yang menekankan tenaga harus dilakukan secara lambat dan sikap statis sekurang-kurangnya 2 detik. Gerakan-gerakan salto harus dikerjakan setinggi bahu. Peralatan Senam Artistik Ukuran alat 1. Bentuk putera ada 6 (enam) alat : - Floor exercise (lantai) Ukuran 12x12 m - Pommel horse (kuda-kuda pelana) Panjang 1.60 m Tinggi 1.10 m - Rings (gelang-gelang) Tinggi 2.55 m Jarak 0.50 m - Horse vault (kuda-kuda lompat) Panjang 1.60 m Tinggi 1.35 m - Parallelbar (palang sejajar) Panjang 3.50 m Jarak 0.48 s/d 0.52 m Tinggi 1.75 m - Horizontal bar (palang tunggal) Panjang 2.40 m Tinggi 2.55 m 2. Untuk puteri ada 4 (empat) alat : - Horse vault (kuda-kuda lompat) Panjang 1.60 m Tinggi 1.20 m - Uneven bars (palang bertingkat) Panjang 2.40 m Tinggi palang bawah 1.50 m Tinggi palang atas 2.30 m - Balance beam (balok keseimbangan) Panjang 5.00 m Tinggi 1.20 m - Floor exercise (lantai) Ukuran 12 x 12 m Peraturan Umum Senam Artistik 1. Kejuaraan beregu (Kompetisi I) - Setiap regu terdiri dari 6 (enam) pesenam putera/puteri. - Terdiri dari rangkaian wajib dan rangkaian pilihan, pada putera 6 (enam) alat, puteri 4 (empat) alat.

- Juara beregu (Kompetisi I) adalah regu dengan jumlah nilai terbanyak, dari jumlah 5 (lima) pesenam terbaik pada masing-masing alat untuk rangkaian wajib dan rangkaian pilihan. Nilai maksimum untuk putera adalah : 12 nomor pertandingan x 50 = 600 (wajib dan pilihan) 6 nomor pertandingan x 50 = 300 (pilihan) Nilai maksimum untuk puteri adalah : 8 nomor pertandingan x 50 = 400 (wajib dan pilihan) 4 nomor pertandingan x 50 = 200 (pilihan) 2. Kejuaraan perorangan serba bisa (Kompetisi II) - Peserta finalis diambil dari 36 pesenam terbaik dari hasil kompetisi I, atau 1/3 dari jumlah peserta. - Dibatasi 3 (tiga) pesenam dari tiap negara/daerah - Hanya melakukan rangkaian pilihan : * untuk putera 6 (enam) alat * untuk puteri 4 (empat) alat - Juara perorangan serba bisa (Kompetisi II) adalah pesenam dengan jumlah nilai terbanyak dari nilai rata-rata pada Kompetisi I (wajib & pilihan), ditambah dengan nilai kompetisi II pada seluruh alat. Nilai maksimum untuk putera = 120 Nilai maksimum untuk puteri = 80 3. Kejuaraan perorangan per alat (Kompetisi III) - Peserta finalis diambil dari 8 (delapan) pesenam terbaik dari hasil kompetisi I pada alat tersebut. - Dibatasi 2 (dua) pesenam dari tiap negara/daerah, dan hanya 3 (tiga) alat yang boleh diikuti oleh seorang pesenam - Hanya melakukan rangkaian pilihan : * untuk putera 6 (enam) alat * untuk puteri 4 (empat) alat - Juara perorangan per alat (kompetisi III) adalah pesenam dengan jumlah nilai terbanyak dari nilai rata-rata pada kompetisi I (wajib dan pilihan) ditambah dengan nilai kompetisi III pada masing-masing alat. Nilai maksimum untuk putera maupun puteri = 20. Diposkan oleh edwin syarief di 22:01 0 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

passing dribbling sepakbola


Antara Passing, Dribbling, dan Running Karakteristik passing: 1. waktu tempuh lebih cepat, 2. perpindahan bola tidak selalu disertai perpindahan pemain, konfigurasi posisi para pemain di lapangan relatif terjaga,

3. hemat tenaga. Adapun karakteristik dribbling: 1. waktu tempuh lebih lambat, 2. terjadi perpindahan bola dan pemainnya sekaligus, terjadi overlap ataupun switch posisi pemain, 3. boros tenaga. Kapan passing dan kapan dribbling? Pertama: utamakan passing. Lakukan dribbling hanya jika Anda tidak mungkin untuk melakukan passing, yakni jika belum ada teman yang bisa atau bagus untuk diberi umpan. Kedua: silakan dribbling, tapi jika bola yang Anda bawa terancam terebut (ada hadangan pemain lawan atau ada pressing dari lawan) maka umpankan bola kepada teman yang bisa diumpani. Ingat, berusaha melewati hadangan atau pressing lawan belum tentu menyelamatkan bola, tetapi mengumpankannya kepada teman sudah pasti menyelamatkan bola. Jangan gambling dan jangan berspekulasi! Cari aman! Ketiga: lakukan dribbling untuk menarik lawan ke arah Anda dan pada saat yang sama menciptakan ruang yang bagus untuk teman Anda. Keempat: untuk striker: 1) jika satu-satunya peluang passing berarti offside maka giring saja bolanya. 2) jika dribbling lebih prospektif untuk mencetak gol daripada mengumpankan bolanya, it doesnt matter to dribble and then score! Pemain belakang jangan banyak giring. Adalah berbahaya jika pemain belakang bermain-main dengan bola di daerah pertahanannya. Alirkan terus bolanya! Meski tim Anda tidak sedang di-press, tim Anda harus terus mengalirkan bola dari kaki ke kaki, dalam rangka: 1. mencari-cari celah yang bisa dimasuki untuk melakukan penyerangan. 2. menghargai setiap detik yang berjalan dalam waktu 2 x 45 menit. Pergerakan tanpa bola (running). 1. Para pemain harus terus bergerak agar selalu ada yang siap untuk diberi umpan dalam jarak passing (Ini namanya support). Ciptakan selalu formasi segitiga passing ketika tim Anda menguasai bola. Lakukan terus hal itu sepanjang pertandingan. (Tentang jarak passing: jangan terlalu dekat jika tidak ada lawan yang berusaha memotong, dan jangan pula terlalu jauh karena umpan akan bisa dipotong lawan). 2. Lakukan pergerakan untuk menciptakan ruang bagi teman Anda. F. Kelebihan dan Kurangan Teknik Menggiring Bola (Dribbling) Tidak setiap teknik dasar dalam permainan sepakbola akan selalu berhasil dilakukan dalam setiap pelaksanaan pertandingan. Akan tetapi, teknik-teknik dasar tersebut dipengaruhi oleh berbagai hal dan tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak terkecuali pada teknik dasar menggiring bola(dribbling). Berikut ini dapat penulis jelaskan mengenai kelebihan dan kekurangan teknik menggiring bola (dribbling) : 1. Kelebihan dribbling menggunakan kaki bagian luar yaitu bila menggunakan kaki kanan dapat mengecoh ke sebelah kiri lawan atau sebaliknya. Sedangkan kelemahannya adalah tidak bisa mengecoh lawan ke sebelah kanan bila menggunakan kaki kanan, begitupula sebaliknya. 2. Kelebihan dribbling menggunakan kaki bagian dalam adalah dapat mengecoh lawan ke sebelah kanan lawan apabila menggunakan kaki kanan atau sebaliknya. Sedangkan

kelemahannya adalah tidak bisa mengecoh lawan ke sebelah kiri bila menggunakan kaki kanan, begitupula sebaliknya. 3. Kelebihan dribbling menggunakan bagian punggung kaki adalah dapat menggiring bola dengan arah lurus apabila tidak ada lawan yang menghalangi. Sedangkan kelemahannya adalah kurang efektif untuk mengecoh lawan ke sebelah kiri atau sebelah kanan. MENGUMPAN / PASSING Mengumpan dan menerima bola : yang terpenting dari sepakbola. Siapa tidak bisa passing, ia tidak bisa bermain sepakbola. Mengapa umpan? Karena mengumpan lebih efisien daripada menggiring. Camkan pula bahwa pembawa bola yang baik selalu mengumpan bola sebelum ia habis. Jadi jangan kalau sudah habis baru mengumpankan bolanya. Sebab jika demikian, bolanya pasti bola yang tidak enak. Beberapa kesalahan dalam mengumpan: 1. Laju bola tidak sesuai dengan jarak passing (terlalu keras atau terlalu lembek). Jika terlalu keras, bola tak terjangkau teman. Jika terlalu lembek, bola terpotong lawan. 2. Umpan tidak akurat. 3. Mengumpan padahal waktunya menembak Jangan pernah asal tendang bola (kecuali dalam keadaan genting didepan gawang : sapu bersih). Lihat situasi lalu ambil keputusan yang terbaik. Soal visi, posisikan diri selalu memiliki pandangan terbuka pada lapangan (open to the field). Mengumpan tidak harus pas ke orangnya. Contoh : 1. Jika teman kita sedang berlari, kita memberinya umpan pada ruang kosong didepannya. 2. Jika kita ingin teman kita merangsek ke depan dalam waktu yang lebih cepat, kita memberinya umpan pada ruang kosong didepannya sehingga ia berlari kedepan untuk mengejar bola tersebut. 3. Umpan terobosan. Menerima bola tidak selalu harus menghentikannya: 1. Bisa langsung diarahkan pada teman. 2. Diarahkan ke arah kita akan berlari membawa bola (sehigga lebih hemat waktu). 3. Diarahkan ke arah kosong menjauh dari lawan terdekat (untuk mengurangi pressing pada diri kita) Beberapa macam passing: umpan 1-2 (wall pass), umpan terobosan (through pass), umpan silang (crossing), umpan diagonal. Diposkan oleh edwin syarief di 22:00 0 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

OLAHRAGA JUDO
Posisi duduk === '''Duduk bersila (''seiza'')''' Dari posisi berdiri, kaki kiri ditarik ke belakang, lalu lutut kiri diletakkan ke lantai di tempat di mana jari kaki kiri tadinya berada. Lakukan hal yang sama dengan kaki kanan, dan kedua kaki pada saat ini harus bersangga pada jari kaki dan lutut. Kemudian luruskan jari kaki sejajar dengan lantai dan pantat diletakkan di atas pangkal kaki. Letakkan kedua tangan di atas paha

masing-masing sisi. Untuk berdiri, lakukan prosedur yang sama dengan cara terbalik. '''Memberi hormat (''zarei'')''' Dengan bersila, bungkukkan badan ke depan sampai kedua telapak tangan menyentuh lantai dengan jari tangan menghadap ke depan. Diam dalam posisi ini selama beberapa saat, kemudian kembali ke posisi bersila. Posisi berdiri === '''Memberi hormat (''ritsurei'')''' Berdiri dengan kedua pangkal kaki didekatkan, bungkukkan badan ke depan sekitar 30 derajat dengan telapak tangan di depan paha. Diam dalam posisi ini selama beberapa saat, kemudian kembali ke posisi berdiri. '''Posisi alami (''shizen tai'')''' Kaki dibuka sekitar 30 cm dalam posisi natural dengan berat badan yang dibagi sama rata di kedua kaki. Istirahatkan otot bahu dan tangan. Ini adalah postur dasar dan alami judo. '''Posisi bertahan (''jigo tai'')''' Dari posisi alami, kaki dibuka lebih lebar, lutut ditekuk agar pusat gravitasi tubuh lebih turun. '''Melangkah (''suri ashi'')''' Cara berjalan di dalam judo dengan cara telapak kaki menyusuri lantai untuk menjaga kestabilan. Pastikan langkahnya sama rata dan pusat gravitasi tetap di posisi yang sama agar dapat bergerak lincah ke segala arah. * Kanan-kiri (''ayumi ashi''): Seperti berjalan biasa, telapak kaki melewati satu sama lain ketika berjalan * Kanan-kanan (''tsugi ashi''): Setelah kaki pertama maju, kaki kedua yang maju tidak melebihi posisi kaki pertama === Posisi jatuh dan berguling === Menguasai posisi ini memungkinkan untuk melindungi diri sendiri ketika dijatuhkan atau dibanting lawan dan mengurangi ketakutan ketika dilempar oleh lawan. '''Jatuh ke belakang (''ushiro ukemi'')''' Kaki disatukan dan tangan juga disatukan, jatuhkan punggung ke matras dengan tangan lurus di samping tubuh dan telapak tangan menyentuh lantai untuk menahan jatuh. Lindungi bagian belakang kepala dengan menyentuhkan dagu ke tubuh. '''Jatuh ke samping (''yoko ukemi'')''' Dari posisi berdiri, jatuhkan diri ke belakang, angkat kedua kaki satu persatu, kemudian angkat kedua tangan di depan tubuh. Berguling ke kanan (atau kiri) matras dengan kepala tetap dilindungi agar tidak menyentuh lantai. Kemudian tahan tubuh dengan tangan dan telapak tangan kanan (atau kiri). '''Jatuh ke depan (''mae ukemi'')''' Jatuhkan diri ke depan dengan kedua telapak tangan di depan muka, sikut ditekuk. Jatuh tertelungkup dengan ditahan oleh kedua tangan, badan diluruskan, otot perut dikencangkan, dan tahan tubuh dengan ditahan oleh kedua tangan dan jari kaki (lutut diangkat). '''Berguling ke depan (''mae mawari ukemi'')''' Berguna pada saat dilemparkan oleh lawan. Dari posisi berdiri, kaki kanan dimajukan telapak tangan kiri disentuhkan ke lantai. Bahu kanan kemudian dilemparkan ke depan dengan telapak tangan menghadap ke belakang, ini dilakukan bersamaan dengan kedua kaki menjejak lantai dan berguling ke depan. Kedua kaki dan tangan hendaknya menyentuh lantai secara bersamaan.

. == Teknik Judo == Teknik bantingan judo (''nage waza'') dapat dibagi menjadi teknik berdiri (''tachi waza'') dan teknik menjatuhkan diri (''sutemi waza''). Teknik berdiri dibagi lagi menjadi teknik tangan (''te waza''), teknik pangkal paha (''koshi waza''), dan teknik kaki (''ashi waza''). Teknik menjatuhkan diri dibagi lagi menjadi teknik menjatuhkan diri ke belakang (''ma sutemi waza'') dan teknik menjatuhkan diri ke samping (''yoko sutemi waza'') Teknik kuncian judo (''katame waza'') dapat dibagi menjadi teknik menahan (''osae waza'' atau ''osaekomi waza''), teknik jepit (''shime waza''), dan teknik sambungan (''kansetsu waza'') Teknik menyerang (''atemi waza'') dengan tendangan atau pukulan bahkan dengan senjata pisau atau pedang kadang digunakan untuk latihan bagi judoka tingkatan tinggi, walaupun dalam pertandingan resmi hal tersebut dilarang (demikian pula pada saat latihan bebas (''randori'') === Teknik bantingan (teknik berdiri) === * Sapuan lutut - ''hiza guruma'' * Jegal dari belakang - ''o soto gari'' * Jegal dari depan - 'ko uchi gari'' * Sapuan samping - ''deashi barai'' * Bantingan paha - ''uchi mata'' * Bantingan pangkal paha memutar - ''o goshi'' * Bantingan pangkal paha angkat - ''surikomi goshi'' * Bantingan pangkal paha sapuan - ''harai goshi'' * Lemparan bahu - ''seoi nage'' * Menjatuhkan tubuh - '' tai otoshi'' * Lemparan guling belakang - ''tomoe nage'' === Teknik kuncian (teknik berbaring) === Teknik kuncian (''katame waza'') disebut juga teknik berbaring (''ne waza'') karena teknik ini dilakukan ketika seorang judoka atau lawannya berbaring menghadap ke atas atau ke bawah. * Kuncian pinggang - ''kesa gatame'' * Kuncian bahu - ''kata gatame'' * Kuncian empat sisi - ''yoko shiho gatame'' * Kuncian empat sisi atas - ''kami shiho gatame'' * Kuncian belakang - ''kataha jime'' * Kuncian kalung - ''okuri eri jime'' * Kuncian tangan - ''ude garami'' * Kuncian tangan silang - ''ude hishigi juji gatame'' Apa Kodokan Judo? Judo adalah banyak hal bagi orang yang berbeda. Ini adalah olahraga yang menyenangkan, sebuah seni, sebuah disiplin, rekreasi atau kegiatan sosial, sebuah program kebugaran, alat pertahanan diri atau pertempuran, dan cara hidup. Ini adalah semua ini dan lebih. Kodokan Judo datang kepada kita dari sistem pertempuran feodal Jepang. Didirikan pada tahun

1882 oleh Dr Jigoro Kano, Judo adalah penyempurnaan dari seni bela diri kuno Jujitsu. Dr Kano, Presiden dari University of Education, Tokyo, mempelajari bentuk-bentuk kuno tersebut dan terpadu apa yang dianggap sebagai yang terbaik dari teknik mereka menjadi apa yang sekarang olahraga modern Judo. Judo diperkenalkan ke Olimpiade pada tahun 1964 dan telah diterapkan oleh jutaan orang di seluruh dunia saat ini. Orang berlatih Judo untuk unggul dalam persaingan, untuk tinggal di bentuk, untuk mengembangkan kepercayaan diri, dan untuk banyak alasan lain. Tapi yang terpenting, orang Judo hanya untuk bersenang-senang. Judo is Fun! Seperti dalam semua olahraga, Judo memiliki ketat seperangkat aturan yang mengatur persaingan dan memastikan keselamatan. Bagi mereka yang ingin menguji ketrampilan mereka, Judo menawarkan kesempatan untuk kompetisi di semua tingkat keterampilan, dari klub ke turnamen nasional, untuk Olimpiade. Ada divisi berat badan yang terpisah untuk pria dan wanita, dan anak laki-laki dan perempuan. Judo yang paling dikenal spektakuler itu teknik melempar, tetapi juga melibatkan banyak bergulat di tanah khusus menggunakan pin, memegang kendali, lengan kunci, dan Judo teknik tersedak. Judo menekankan keselamatan, dan aktivitas fisik penuh atas pengkondisian. Judo itu dipelajari di tikar khusus untuk kenyamanan dan keamanan. Judo adalah unik karena semua kelompok usia, kedua jenis kelamin, dan sebagian besar penyandang cacat dapat berpartisipasi bersama dalam belajar dan berlatih olahraga. Judo adalah yang murah, kegiatan sepanjang tahun, yang menarik untuk orang-orang dari semua kalangan. Banyak orang lebih dari enam puluh tahun menikmati olahraga, serta sangat muda laki-laki dan perempuan. Judo mengembangkan disiplin diri dan menghormati diri sendiri dan orang lain. Judo menyediakan sarana untuk belajar kepercayaan diri, konsentrasi, dan kemampuan kepemimpinan, serta koordinasi fisik, kekuasaan, dan fleksibilitas. Sebagai olahraga yang telah berkembang dari sebuah pertempuran seni, itu mengembangkan kontrol tubuh lengkap, keseimbangan yang baik, dan cepat tindakan refleksif. Di atas semuanya, itu mengembangkan pikiran bereaksi tajam baik dikoordinasikan dengan jenis yang sama tubuh. Pelatihan judo memberikan seseorang yang efektif sistem pertahanan diri jika diperlukan. Sistem Rank yang Judo Judo menciptakan sistem peringkat, sekarang digunakan di kebanyakan seni bela diri lain, yang mengenali seseorang tingkat pengetahuan, kemampuan, dan kepemimpinan. Ada barisan yang terpisah untuk yunior (di bawah 17) dan senior. Judo peringkat diidentifikasi oleh warna sabuk, dan sepuluh derajat nilai-nilai maju untuk sabuk hitam. Reguler mendorong kemajuan siswa untuk mencapai lebih. Prinsip dan Tujuan dari Judo Judo, yang diterjemahkan sebagai "cara lembut", mengajarkan prinsip fleksibilitas dalam penerapan teknik. Ini adalah fleksibel atau efisien penggunaan keseimbangan, leverage, dan gerakan dalam kinerja Judo throws dan keterampilan lainnya. Keterampilan, teknik dan waktu, daripada penggunaan kekuatan kasar, adalah bahan penting bagi keberhasilan dalam Judo. Sebagai contoh, dalam kelas Judo Anda dapat belajar bagaimana memberi jalan, daripada menggunakan kekerasan, untuk mengatasi lawan yang lebih kuat. The prinsip-prinsip Judo, seperti "Maksimum Efisiensi" dan "Kesejahteraan Bersama dan Manfaat", dapat juga digunakan dalam hubungan kita dengan orang lain dalam hidup. Tujuan utama dalam Judo adalah untuk mengembangkan diri semaksimal mungkin, selalu berusaha

untuk mencapai kesempurnaan, sehingga Anda dapat menyumbangkan sesuatu yang berharga kepada dunia. Diposkan oleh edwin syarief di 21:59 0 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

NORMA TEST DAN PENGUKURAN


I PETUNJUK PELAKSANAAN A. Dalam pelaksanaan test dan pengukuran ditempuh dalam waktu selama 1 (satu) menit pada setiap jenis atau bentuk test. B. Dalam pelaksanaan test dan pengukuran ditempuh dalam jarak dalam ukuran meter pada setiap jenis atau bentuk test. C. Jenis atau bentuk test yang diselenggarakan dalam waktu 1 (satu) menit dan dengan hasil berapa kali ulangan dalam melaksanakan bentuk ketrampilan dasar antara lain : - Pull Up, Push Up, Sit Up, Back Up, Squat Trush, Knee tuck Jump, Hand Stand Push Up, Passing Bawah dan Atas Bola Voli, Lay Up Per menit. D. Jenis atau bentuk test yang diselenggarakan dengan menggunakan jarak tempuh dan dengan hasil test adalah Waktu dalam menit atau detik antara lain : Test Lari 2,4 Km, Lari 50 m, Lari 100 meter, Lari 200 meter, Lari 400 meter, Lari 1500 meter, 3000 meter, Semo Agility, Menggiring bola kaki, Driblling bola basket. E. Jenis atau bentuk test yang diselenggarakan dengan menggunakan jarak tempuh dan dengan hasil test adalah jarak atau meter, dilaksanakan 2 kali ulangan antara lain : Tolak peluru, Lempar cakram, Lempar lembing, Loncat jauh, Lompat tinggi, Melempar bola ke sasaran.

II. ASPEK-ASPEK PENILAIAN PENJASKES a. Permainan dan Olahraga Sepak bola, bola voli, bola basket, lari 50 m, lari jarak menengah, lompat jauh, loncat tinggi, Tolak peluru, lempar lembing, lempar cakram. b. Aktifitas Pengembangan Komponen kebugaran jasmani, Latihan kekuatan, Kecepatan, kelincahan, keseimbangan, kelenturan, daya tahan, kecepatan reaksi. c. Aktifitas ritmik Senam irama dan senam simpai d. Uji Diri atau Senam Senam dasar dan senam lantai e. Olahraga Pilihan Renang, Penjelajah di sekitar sekolah atau di luar sekolah, bulutangkis, Tenis meja

III. NORMA TEST PRAKTEK DAN PENGUKURAN PENJASKES

1. PULL UP : Norma test dan pengukuran untuk kekuatan otot tangan

KATEGORI SCORE LAKI-LAKI SCORE PEREMPUAN NILAI Sangat Baik 56 Ke atas 41 Ke atas 85 Baik 41 - 55 31 - 40 80 Sedang 20 - 40 16 30 75 Kurang 09 - 19 06 - 15 70 Sangat Kurang 00 - 08 00 - 05 65

2. SIT UP : Norma test dan pengukuran untuk kekuatan otot perut KATEGORI SCORE LAKI-LAKI SCORE PEREMPUAN NILAI Sangat Baik 46 Ke atas 31 Ke atas 85 Baik 36 - 45 26 30 80 Sedang 26 35 18 25 75 Kurang 16 25 11 17 70 Sangat Kurang 00 15 00 10 65

3. BACK UP : Norma test dan pengukuran untuk kekuatan otot punggung

KATEGORI SCORE LAKI-LAKI SCORE PEREMPUAN NILAI Sangat Baik 66 Ke atas 41 Ke atas 85 Baik 53 - 65 31 - 40 80

Sedang 34 - 52 21 30 75 Kurang 25 - 33 13 20 70 Sangat Kurang 00 - 24 00 12 65

4. PUSH UP : Norma test dan pengukuran untuk kekuatan otot tangan

KATEGORI SCORE LAKI-LAKI SCORE PEREMPUAN NILAI Sangat Baik 31 Ke atas 27 Ke atas 85 Baik 25 - 30 21 - 26 80 Sedang 13 24 11 21 75 Kurang 07 - 12 05 10 70 Sangat Kurang 00 - 06 00 04 65

5. SQUAT THRUST : Norma test dan pengukuran Untuk mengukur daya tahan otot

KATEGORI SCORE LAKI-LAKI SCORE PEREMPUAN NILAI Sangat Baik 46 Ke atas 35 Ke atas 85 Baik 36 45 26 34 80 Sedang 26 35 17 25 75 Kurang 16 25 08 16 70 Sangat Kurang 00 15 00 07 65

6. KNEE TUCK JUMP : Norma test dan pengukuran power ( daya ledak) otot kaki

KATEGORI SCORE LAKI-LAKI SCORE PEREMPUAN NILAI Sangat Baik 86 Ke atas 44 Ke atas 85 Baik 66 85 34 43 80

Sedang 37 65 22 33 75 Kurang 19 36 15 24 70 Sangat Kurang 00 18 00 14 65

7. HAND STAND PUSH UP : Norma test dan pengukuran untuk kekuatan otot tangan dan keseimbangan badan KATEGORI SCORE LAKI-LAKI SCORE PEREMPUAN NILAI Sangat Baik 21 Ke atas 18 Ke atas 85 Baik 16 20 11 17 80 Sedang 11 15 04 10 75 Kurang 06 10 02 03 70 Sangat Kurang 00 05 00 01 65

8. TEST LARI 2,4 KM : Norma test dan pengukuran untuk mengukur daya tahan tubuh, jantung dan paru-paru

KATEGORI SCORE LAKI-LAKI ( Menit ) SCORE PEREMPUAN ( Menit ) NILAI Sangat Baik 09.40 Ke bawah 13.30 Ke bawah 85 Baik 09.41 10.48 13.31 14.30 80 Sedang 10.49 12.10 14.31 16.54 75 Kurang 12.11 15.30 16.55 18.30 70 Sangat Kurang 15.31 Ke atas 18.31 Ke atas 65

9. SEMO AGILITY (Kirby) : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat kelincahan seseorang dalam aktifitas olahraga. Ukuran lapangan 9 m x 9 m

KATEGORI SCORE LAKI-LAKI ( Detik ) SCORE PEREMPUAN (Detik) NILAI Sangat Baik 23.00 Ke bawah 24.70 Ke bawah 85 Baik 23.01 24.29 24.71 25.80 80 Sedang 24.30 26.70 25.01 28.60 75 Kurang 26.71 28.50 28.61 31.20 70 Sangat Kurang 28.51 Ke atas 31.21 Ke atas 65

10. PASSING BAWAH BOLA VOLI : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan teknik dasar passing bawah dalam permainan bola voli dalam waktu 1 (satu) menit

KATEGORI SCORE LAKI-LAKI SCORE PEREMPUAN NILAI Sangat Baik 60 Ke atas 40 Ke atas 85 Baik 47 59 30 39 80 Sedang 31 46 20 29 75 Kurang 16 30 09 19 70 Sangat Kurang 00 15 00 08 65

11. PASSING ATAS BOLA VOLI : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan teknik dasar passing bawah dalam permainan bola voli

KATEGORI SCORE

LAKI-LAKI SCORE PEREMPUAN NILAI Sangat Baik 64 Ke atas 45 Ke atas 85 Baik 48 63 33 44 80 Sedang 32 47 20 32 75 Kurang 16 31 09 19 70 Sangat Kurang 00 15 00 08 65

12. LAY UP PER MENIT BOLA BASKET : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan teknik dasar Driblle (menggiring) bola basket dalam permainan bola basket.

KATEGORI SCORE LAKI-LAKI SCORE PEREMPUAN NILAI Sangat Baik 26 Ke atas 20 Ke atas 85 Baik 19 25 15 19 80 Sedang 12 18 10 14 75 Kurang 06 11 05 09 70 Sangat Kurang 00 05 00 04 65

13. LARI 50 METER : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan lari cepat pada cabang atletik

KATEGORI SCORE LAKI-LAKI ( Detik ) SCORE PEREMPUAN ( Detik ) NILAI Sangat Baik 06.69 Ke bawah 07.29 Ke bawah 85 Baik 06.70 06.90 07.30 07.50 80 Sedang 06.91 07.09 07.51 07.70 75 Kurang 07.10 07.19 07.71 07.79 70 Sangat Kurang 07.20 Ke atas 07.80 Ke atas 65

14. LARI 100 METER : : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan lari cepat pada cabang atletik

KATEGORI SCORE LAKI-LAKI ( Detik ) SCORE PEREMPUAN ( Detik ) NILAI Sangat Baik 12.39 Ke bawah 13.19 Ke bawah 85 Baik 12.40 12.50 13.20 13.50 80 Sedang 12.51 12.70 13.51 13.80 75 Kurang 12.71 12.90 13.81 14.19 70 Sangat Kurang 12.91 Ke atas 14.20 Ke atas 65 15. LARI 200 METER : : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan lari cepat pada cabang atletik

KATEGORI SCORE LAKI-LAKI ( Detik ) SCORE PEREMPUAN ( Detik ) NILAI Sangat Baik 55.99 Ke bawah 60.02 Ke bawah 85 Baik 56.00 57.00 60.03 60.05 80 Sedang 57.01 58.05 60.06 60.08 75 Kurang 58.06 60.09 60.09 60.12 70 Sangat Kurang 60.10 Ke atas 60.13 Ke atas 65 16. LARI 400 METER : : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan lari cepat pada cabang atletik

KATEGORI SCORE LAKI-LAKI ( Detik ) SCORE PEREMPUAN ( Detik ) NILAI Sangat Baik 55.99 Ke bawah 60.02 Ke bawah 85 Baik 56.00 57.00 60.03 60.05 80 Sedang 57.01 58.05 60.06 60.08 75 Kurang 58.06 60.09 60.09 60.12 70 Sangat Kurang 60.10 Ke atas 60.13 Ke atas 65

17. LARI 1500 METER : : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan

lari jarak menengah pada cabang atletik

KATEGORI SCORE LAKI-LAKI (Menit) SCORE PEREMPUAN (Menit) NILAI Sangat Baik 04.19 Ke bawah 04.47 Ke bawah 85 Baik 04.20 04.26 04.48 04.56 80 Sedang 04.27 04.32 04.57 05.09 75 Kurang 04.33 04.39 05.10 05.27 70 Sangat Kurang 04.40 Ke atas 05.28 Ke atas 65

18. LARI 3000 METER : : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan lari jarak menengah pada cabang atletik

KATEGORI SCORE LAKI-LAKI (Menit) SCORE PEREMPUAN (Menit) NILAI Sangat Baik 09.29 Ke bawah 10.35 Ke bawah 85 Baik 09.30 09.40 10.36 10.52 80 Sedang 09.41 09.59 10.53 11.19 75 Kurang 10.00 10.19 11.20 11.55 70 Sangat Kurang 10.20 Ke atas 11.56 Ke atas 65

19. LONCAT TINGGI : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tinggi loncatan pada ketrampilan cabang atletik

KATEGORI SCORE LAKI-LAKI (Cm) SCORE PEREMPUAN (Cm) NILAI Sangat Baik 141 Ke atas 126 Ke atas 85 Baik 136 140 120 125 80 Sedang 131 135 115 119 75

Kurang 125 130 110 114 70 Sangat Kurang 124 Ke bawah 109 Ke bawah 65

20. LOMPAT JAUH: Norma test dan pengukuran untuk mengetahui jarak lompatan pada ketrampilan cabang atletik

KATEGORI SCORE LAKI-LAKI (Cm) SCORE PEREMPUAN (Cm) NILAI Sangat Baik 495 Ke atas 400 Ke atas 85 Baik 463 494 350 399 80 Sedang 449 462 300 349 75 Kurang 424 448 201 299 70 Sangat Kurang 423 Ke bawah 200 Ke bawah 65

21. TOLAK PELURU : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui jarak tolakan pada ketrampilan cabang atletik KATEGORI SCORE LAKI-LAKI (Cm) SCORE PEREMPUAN (Cm) NILAI Sangat Baik 851 Ke atas 651 Ke atas 85 Baik 751 850 551 650 80 Sedang 651 750 451 550 75 Kurang 601 650 401 450 70 Sangat Kurang 600 Ke bawah 400 Ke bawah 65

22. LEMPAR CAKRAM : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui jarak lemparan pada ketrampilan cabang atletik KATEGORI SCORE LAKI-LAKI (Cm) SCORE PEREMPUAN (Cm) NILAI

Sangat Baik 29 Ke atas 21 Ke atas 85 Baik 26 - 28 19 20 80 Sedang 22 - 24 16 18 75 Kurang 18 20 13 15 70 Sangat Kurang 17 Ke bawah 12 Ke bawah 65

23. MENGGIRING BOLA : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan dalam menguasai dan menggiring bola pada permainan sepak bola a. Pelaksanaan Menggiring bola berliku-liku (zig zag) melalui 10 tiang pancang dengan jarak masing-masing 2 (dua) meter. Tester berdiri di garis start, setelah ada aba-aba ya menggiring bola berliku-liku melalui 10 (sepuluh) tiang pancang dan kembali berputar menggiring bola melalui tiap-tiap tiang pancang sampai pada tiang pancang pertama atau garis finish. b. Norma test menggiring bola

KATEGORI SCORE LAKI-LAKI ( Detik ) SCORE PEREMPUAN ( Detik ) NILAI Sangat Baik 18.99 Ke bawah 21.99 Ke bawah 85 Baik 19.00 21. 00 22.00 23.00 80 Sedang 21.01 23. 00 23.01 25.00 75 Kurang 23.01 25.00 25.01 27.00 70 Sangat Kurang 25.01 Ke atas 27.01 Ke atas 65

24. MELEMPAR BOLA : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan dalam melempar dan memberikan bola sesuai dengan sasaran pada permainan sepak bola a. Pelaksanaan Melempar bola tanpa atau menggunakan awalan (ancang-ancang) ke arah yang ditentukan. Jarak lempar dengan garis batas lempar dari 0 meter, 10 meter, 12 meter, 14 meter, 16 meter. Tester diberikan kesempatan melempar bola 2 (dua) kali, prestasi jarak lempar diambil yang terjauh.

Tester 10 m 12 m 14 m 16 m

b. Norma test melempar bola KATEGORI SCORE LAKI-LAKI (Meter) SCORE PEREMPUAN (Meter) NILAI Sangat Baik 17 ke atas 15 ke atas 85 Baik 15 16 13 14 80 Sedang 13 14 11 12 75 Kurang 11 12 09 10 70 Sangat Kurang 10 ke bawah 08 ke bawah 65 Diposkan oleh edwin syarief di 21:58 0 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

KURIKULUM
A. Pengertian Kurikulum Studi kurikulum merupakan bidang yang relative baru berkembangdibandingkan bidang-bidang pendidik-an yang lainnya. Sebagai bidang yang masih baru maka konsepsi mengenai kurikulum masih beragam. Keragaman ini disebabkan pendekatan, sudut pandang dan landasan berfikir yang dipakai sebagai pijakan. Secara etimologis kurikulum berasal dari bahasa yunani, yaitu curir yangartinya pelari dan curere yang berarti berpacu. Jadi istilah kurikulum pada awal berhubungan dengan kegiatan olahraga pada jaman romawi kuno di yunani dengan mengandung pengertian suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari. Secaraterminology istilah kurikulum digunakan dalam dunia pendidikan dengan pengertiansemua sebagai sejumlah pengetahuan yang harus ditempuh atau diselasaikan siswa guna mendapatkan suatu tingkatan atau ijasah. Para ahli kurikulum dalam memberikan pengertian bergerak dari suatupengertian yang spesifik menuju kearah pengertian uyang lebih umum dan luas. 1. Dalam pengertian spesifik kurikulum diartikan sebagai daftar mata pelajaran yang harus dipelajari siswa. Kelompok yang mendefinisikan kurikulum dalam arti luas. 2. Dalam pengertian spesifik kurikulum diartikan sebagai kumpulan data mata pelajaran yang harus dipelajari siswa. Kelompok yang mendefinisikan kurikulum dalam arti luas mengartikan kurikulum sebagai semua pengalaman belajar yang dialami siswa baik didalam maupun di luar kelas untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pengertian kurikulum yang lebih banyak dibicara-kan adalah kurikulum dalamarti luas yaitu semua pengalaman belajar yang dirancang untuk mencapai tujuan. 1. Taba (1962) menyatakan definisi yang terlalu luas tidak fungsional, sebaliknya meninggalkan

segala sesuatu definisi kurikulum kecuali pernyataan yujuan dan garis-garis besar isi akan menurunkan kedudukan pengalaman belajar akan menjadi metode. Ia menyarankan aspek-aspek yang lebih dekat dengan praktek pendidikanatau lebih spesifik sifatnya dapat dimasukkan dalam kawasan pembelajaran. 2. Doll (1964) berpendapat bahwa kurikulum yang paling banyak diterima telah berubah dari isi pelajaran yang dipelajari dan daftar pelajaran yang diberikan menuju kepada semua pengalaman belajar yang disajikan dalam pembeljaran dibawah tanggung jawab sekolah. Definisi ini tampaknya lebih luas dan lebih mencermionkan peristiwa peristiwa pendidikan secara lebih cermat. Alasan sekolah didirikan olehmasyarakat untuk pendidikan yang memungkinkan pembelajaran berkembang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan dan perkembangan ini dapat dicapai melalui pengalaman belajar yang diperoleh pebelajar. 3. Tyler (1970) mengatakan bahwa kurikulum identikl dengan pengajaran.Pengembangan kurikulum sama dengan merencanakan pengajaran. Oleh karena itu apabila ingin mengembangkan kuriklulum harus menbjawab empat pertanyaaan pokok yaitu :1) apakah tujuan yang hendak dicapai? 2) pengalaman belajar apakah yang perlu dipersiapkan untuk mencapai tujuan? 3) bagaimana pengalaman belajar itu diorganisasi secara efektif? 4) bagaimana menentukan keberhasilan mecapai tujuan? Menurutnya kurikulum dapat dikembangkan untuk tingkat sekolah, bidang studi maupun bahan pengajaran. 4. Oliver (1977:32) mengartikan kurikulum sebagai program pendidikan untuk mendapatkan pengalaman belajar yang dirancang lembaga pendidikan untuk diikuti siswa yang meliputi program studi, program pengalama, program pelayanan dan kurikulum tersembunyai. Program studi, merupakan daftar pelajaran yang disajikan dalam suatru program pendidikan. Program pengalaman, merupakan kegiatankegiatan yang mendukung pelajaran yang sering disebut kurikuler. Programpelayanan, yaitu kegiatan bimbingan yang diberikan sehingga memungkinkan siswa mencapai tujuan belajar. Sedangkan kurikulum tersembunyi adalah semua pengalaman belajar diluar program-program sekolah yang secara langsung mempengaruhi pengalaman belajar siswa. 5. Doll (1982:5) menyatakan, kurikulum adalah rancangan pengalaman belajar mengacu pada hasil belajar yang diharapkan dapat menumbuhkan kompe-tensi personal dan social siswa, melalui rumusan pengetahuan dan pengalaman yang sistematik dibawah tanggung jawab dan bantuan sekolah. Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasio-nal/1989 pasal 37 disebutkan, kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan tahap perkembangan peserta didik dan disesuiakan denganingkungan, kebutuhan pembangun-an nasional, perkembangan ilmu pengetahuandan teknologi serta kesesuaian dengan jenis dan jenjang masing-masing satuan pendidikan. 6. Beane (1986) mengidentifikasi berbagai pengertian kurikulum yangberkembvang sejak tahun 1918 sampai 1986, antara lain : Bobbit (1918) dalam bukunya The Curriculum mengartikan kurikulum sebagaiserangkaian ke-giatan yang dilakukan atau dialami pebelajar dengan tujuan mengembangkan kemampuan melakukan sesuatu yang termasuk dalam kehidupan orang dewasa dengan sebaik-baiknya dan agar memilki sifat yang seharusnya dimiliki oleh orang dewasa dalam segala aspeknya. Caswel dan campebell (1935) dalam bukunya Curriculum Developmentkurikulum adalah semua pengalaman yang dialami pebelajar dibawahbimbingan guru. Krug (1957) dalam Curriculum Planning Kurikulum adalah serangkaian strategi pengajaran yang diper-gunakan disekolah untuk menyediakan kesempatan terwujudnya pengalaman belajar bagi anak didik untuk mencapai hasil belajar yang diinginkan.

Taba (1962) dalam Curriculum Celevopment: theori into practice Kurikulum adalah rencana untuk belajar. Saylor dan Alexander (1966) dalam Curriculum Planning for Modern School Kurikulum adalah semua kesempatan belajar yang disediakan oleh sekolah. Johson (1967) dalam Definitions and Models in Curriculum planning Kurikulum adalah serangkian hasil belajar yang terencana dan terstruktur. Kurikulum menentukan atau setidaktidaknya mengharapkan hasil pelajaran. Kurikulum tidak menentukan cara yang harus dipakai untuk mencapai hasil. Harnack (1968) dalam karyanya The Tacher: Decision Maker and Curriculum Planner kurikulum adalah semua pengalam belajar mengajar yang dibimbing dan diarahkan oleh sekolah. Oliver(1977) dalam Curriculum Improvement(2nd edition) Kurikulum adalah program pendidikan sekolah dengan focus pada unsur pendidikan studi, unsur pengalaman, unsur pelayanan, dan unsur kurikulum tersembunyai. Doll(1978) dalam Curriculum Improvement : Decision Making & Processkurikulum adalah isi dan proses formal dan informal dimana pebelajarmemperoleh pengetahuan dan pemahaman, megembazngkan ketrampilan,mengubah sikap, apresiasi dan nilai-nilai dibawah tanggung jawab sekolah. Finc dan Crunkilton (1979) dalam bukunya Curriculum Development inVocational and Technical education kurikulum adalah sejumlah kegiatan danpengalaman belajar yang dialami pebelajar dibawah pengarahan dan tanggungjawab sekolah. Hass(1980) dalam Curriculum Planing: Anew Approach(3 edition). Kurikulum adalah semua pengalam yang dialami pebelajar dalam suatu program pendidikan yang bermaksud untuk mencapai tujuan-tujuanumum dan tuyjuan-tujuan khusus yang relevan, yang direncanakan berdasarkan kerangka teoritik dan penelitian tau praktik- praktik yang professional masa lalu dan masa sekarang. Olivia (1982) dalam bukunya Developing Curriculum kurikulum adalah rencana atau program yang menyangkutn semua pengalaman yang dihayati anak didik dibawah pengarahan sekolah. Beane (1986) dalam Curriculum Planning and Development kurikulum dapat dikategorikan menjadi empat, yaitu: 1) kurikulum sebagai produk, 2) kurikulum sebagai program, 3) kurikulum sebagai belajar yang direncanakan, dan 4) kurikulum sebagai pengalaman belajar. Berdasarkan kronologi pebgertian kurikulum yang dikemukakan beane tersebut di atas akan memperlihatkan beragamnya pendapat para penulis kurikulum dalam mendefinisikan kurukulum. Namun keragaman itu justru akan bermanfaat bagi suatu analisis bahwa pengerian kurukulum mengandung banyak dimensi yang berimplikasi pada pengambilan sikap para perencana, pengembang dan pelaksana kurikulum. Pada umumnya para ahli kurikulum mendefinisi-kan kurikulum sebagai suatuirencana untuk memberi-kan fasilitas dan pengalaman belajar edibawah bimbingan dan petunjuk sekolah (Winecoff, 1989). Pengalaman belajar yang diorganisasi untuk mencapai tujuan pendidikan (Boyle, 1981). Dengan demikian pengertian kurikulum dapat dibagi menjadi dua walupunperbedaanya bukanlah suatu yang dikotomio hitam dan putih, yaitu kurikulumdalam arti sempit dan kurikulum dalam arti yang luas. Kurikulum dalam ari sempit adalah kumpulan daftar pelajaran besertarinciannya yang perlu dipelajari pebelajar untuk mencapai suatu tin gkat tertentu sesuai denfgan tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan kurtikulum dalam arti yang luas tidak hanya terbatas pada sejumlah daftar

pelajaran saja akan tetapi semua pengalaman belajar yang dialami pebelajar. Pengalaman belajar tersebut dapat diperoleh pebelajar di dalam kelas, laboratorium, mengikuti ceramah, bertanya jawab,demontrasi dan dalam kegiatan olahraga. Oleh karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikianpesat di samping ledakan informasi yang menjadikan globalisasi dunia, makapengalam belajar pebelajar untuk dapat eksisi dimasyarakat tidak hanya dapat diperoleh di sekolah. Dengan demikian pengertian kurikulum dalam arti pengalaman belajar akan leb ih memadai untuk diacu sebagai pengertian kurukulum. B. Landasan Konseptual Kurikulum Para ahli kurikulum dalam memberikan pengertian kurikulum bergerak darisatu pengertian yang spesifik menuju ke arah pengertian yang lebih umum dan luas. Dalam pengertian spesifik kurikulum diartikan sebagai kumpulan daftar mata pelajaran yang harus dipelajari siswa. Kelompok yang mendefinisikan kurikulum dalam arti luas menyatakan semua pengalaman belajar yang dialami siswa baik di dalam maupun di luar kelas, baik yang terstruktur maupun mandiri untuk mencapaitujuan yang telah ditetapkan. Oliver (1977) mengartikan kurikulum sebagai program pendidikan untukmendapat sejumlah peng-alaman belajar yang dirancang lembaga pendidikan untuk diikuti siswa yang meliputi program studi, program pengalaman, program pelayanan, dan kurikulum tersembunyi. Program studi merupakan daftar matapelajaran yang disajikan dalam suatu program pendidikan. Program pengalaman merupakan kegiatan-kegiatan yang mendukung mata pelajaran yang sering disebut ko-kurikuler. Program pelayanan yaitu kegiatan bimbingan yang diberikan sehingga memungkinkan siswa mencapai tujuan belajar. Sedangkan kurikulum tersembunyi adalah semua pengalaman belajar di luar program-program sekolah yang secara langsung mempengaruhi pengalaman belajar siswa. Doll (1982) mengartikan kurikulum adalah ran-cangan pengalaman belajar yang mengacu kepada hasil belajar yang diharapkan dapat menumbuhkan kompe-tensi personal dan sosial siswa, melalui rumusan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang sistematis di bawah tanggung jawab dan bantuan lembaga pendidik-an. Dengan demikian pengertian kurikulum dapat dibagi menjadi dua, walaupun perbedaannya bukanlah suatu dikotomi hitam dan putih, yaitu kurikulum dalam arti sempit dan kurikulum dalam arti luas. Kurikulum dalam arti sempit adalahkumpulan daftar mata pelajaran beserta rinciannya yang perlu dipelajari siswa untuk mencapai suatu tingkat tertentu sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan kurikulum dalam arti luas tidak hanya terbatas pada sejumlah mata pelajaran yang diperoleh di kelas saja, akan tetapi semua pengalaman belajar yang dialami oleh siswa, baik pengalaman belajar sendiri, belajar bersama teman, mengikuti pramuka, belajar di perpustakan atau belajar di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja. Dengan demikian, kurikulum dapat diartikan seba-gai sejumlah pengalaman belajar yang dilakukan siswa di bawah bimbingan lembaga pendidikan yang bersangkutan. Pengalaman belajar dapat dilakukan melalui tatap muka di kelas, belajar kelompok, dan belajar mandiri, baik yang dilakukan di dalam kampus maupun di luar kampus. Isi pengalaman belajar menurut Bloom dapat dikategorikanmenjadi tiga ranah: kognitif, afektif dan psikomotorik.

Sedangkan menurut Gagne (1985) pengalaman belajar dapat dikategorikan menjadi lima ranah, yaitu: informasi verbal, keterampilan intelektual, strategi kognitif, sikap, dan keterampilan psikomotorik. Untuk mengembangkan kuriku-lum, diperlukan model sebagai cetak biru pengembangan kurikulum. Model merupakan gambaran suatu proses dalam bentuk grafis dan atau naratif dengan menunjukkan unsur utama serta strukturnya (Miarso, 1988). Model pengembangan kurikulum merupakan gambaran tentang komponen-komponen dan hubungan antar komponen dalam merancang kurikulum. Jewet dan Bain (1985) mengatakan model kurikulum merupakan suatu rancangan untuk mengembang-kan kurikulum bagi lingkungan pendidikan khusus. Untuk mengembangan kurikulum yang terdiri dari komponen tujuan,pembelajaran, sumber belajar, dan evaluasi diperoleh dari landasan-landasan filosofis dan kebutuhan-kebutuhan. Landasan filosofis di peroleh dari visi, misi, dan tujuan lembaga dari mulai tingkat departemen, propinsi, kabupaten, dan kota. Disamping itu landasan filosofis diperoleh dari harapan dan kebutuhan perkembangan sosialmasyarakat dan sifat dasar ilmu. Setelah mengakomodasi landasan-landasan filosofis kemudian dipertimbangkan pula kebutuhan individu karya siswa, masyarakat yang lebih spesifik, epistemology ilmu dan teori-teori belajar.Komponen kurikulum yang paling penting adalah tujuan, karena komponen ini menjadi dasar bagi penentuan sumber belajar, pembelajaran, dan evaluasi. Dalam evaluasi kurikulum ada tiga sub komponen yang dapat dijadikan sebagai indicator keberhasilan suatu kurikulum, yaitu: efektivitas, efisiensi, dan kemenarikan. Model kurikulum yang terdiri dari landasan filosofis dan komponen-komponennya disajikan pada Diagram 1. Diposkan oleh edwin syarief di 21:57 0 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

KESEHATAN MENTAL
Seseorang dapat dikatakan sehat tidak cukup hanya dilihat dari segi fisik, psikologis, dan sosial saja, tetapi juga perlu dilihat dari segi spiritual atau agama. Inilah kemudian yang disebut Dadang Hawari sebagai empat dimensi sehat itu, yaitu: bio-psiko-sosial-spiritual. Jadi seseorang yang sehat mentalnya tidak cukup hanya terbatas pada pengertian terhindarnya dia dari gangguan dan penyakit jiwa baik neurosis maupun psikosis, melainkan patut pula dilihat sejauhmana seseorang itu mampu menyesuaikan diri dengan dirinya sendiridan lingkungannya, mampu mengharmoniskan fungsi-fungsi jiwanya, sanggup mengatasi problema hidup termasuk kegelisahan dan konflik batin yang ada, serta sanggup mengaktualisasikan potensi dirinya untuk mencapai kebahagiaan Istilah kesehatan mental sendiri memperoleh pengertian yang beragam seiring perkembangannya: (1) sebagai kondisi atau keadaan sebagaimana gambaran di atas; (2) sebagai ilmu pengetahuan cabang dari ilmu psikologiyang bertujuan mengembangkan potensi manusia seoptimal mungkin dan menghindarkannya dari gangguan dan penyakit kejiwaan; (3) sebagai terapi atau ilmu terapan guna membantu mengatasi gangguan dan penyakit kejiwaan Seseorang dapat berusaha memelihara kesehatan mentalnya dengan menegakkan prinsipprinsipnya dalam kehidupan, yaitu: (1) mempunyai self image atau gambarandan sikap terhadap diri sendiri yang positif; (2) memiliki integrasi diri atau keseimbangan fungsi-fungsi jiwa dalam

mengatasi problema hidup termasuk stres; (3) mampu mengaktualisasikan dirinya secara optimal guna berproses mencapai kematangan; (4) mampu bersosialisasi atau menerima kehadiran orang lain; (5) menemukan minatdan kepuasan atas pekerjaan yang dilakukan; (6) memiliki falsafah atau agama yang dapat memberikan makna dan tujuan bagi hidupnya (7) mawas diri atau memiliki kontrol terhadap segala keinginan yang muncul; (8) memiliki perasaan benar dan sikap bertanggung jawab atas perbuatan-perbuatanny Kesehatan Mental Prof. Dr. Zakiah Daradjat Tidak seorangpun yang tidak ingin menikmati ketenangan hidup, dan semua orang akan berusaha mencarinya, meskipun tidak semuanya dapat mencapai yang diinginkannya itu. Bermacam sebab dan rintangan yang mungkin terjadi sehingga banyak orang yang mengalami kegelisahan, kecemasan dan ketidak puasan. Keadaan yang tidak menyenangkan itu tidak terbatas kepada golongan tertentu saja, tetapi tergantung pada cara orang menghadapi sesuatu persoalan. Misalnya ada orang miskin yang gelisah karena banyak keinginannya yang tidak tercapai, bahkan orang kaya yang juga gelisah, cemas dan merasa tidak tentram dalam hidupnya yang diakibatkan faktor lain seperti kebosanan atau ingin menambah hartanya lebih banyak lagi. Setiap orang, baik yang berpangkat tinggi atau tidak berpangkat bahkan seorang pesuruh, menemui kesukaran dalam berbagai bentuk. Hanya satu hal yang sama-sama dirasakan yaitu ketidaktenangan jiwa. Sesungguhnya ketenangan hidup, ketentraman jiwa atau kebahagiaan batin, tidak tergantung kepada faktor-faktor luar seperti keadaan sosial, ekonomi, politik, adat kebiasaan dsb. Akan tetapi lebih tergantung dari cara dan sikap menghadapi faktor-faktor tersebut. Jadi yang menentukan ketenangan dan kebahagiaan hidup adalah kesehatan mental. Kesehatan mental itulah yang menentukan tanggapan seseorang terhadap suatu persoalan, dan kemampuannya menyesuaikan diri. Kesehatan mental pulalah yang yang menentukan apakah orang akan menpunyai kegairahan untuk hidup, atau akan pasif atau tidak bersemangat. Orang yang sehat mentalnya tidak akan lekas merasa putus asa, pesimis atau apatis, karena ia dapat mengahadapi semua rintangan atau kegagalan hidupnya dengan tenang. Apabila kegagalan itu dihadapi dengan tenang, akan dapatlah dianalisa, dicari sebab-sebab yang dimenimbulkannya, atau ditemukan faktor-faktor yang tidak pada tempatnya. Dengan demikian akan dapat dijadikan pelajaran yaitu menghindari semua hal-hal yang membawa kegagalan pada waktu yang lain. Untuk mengetahui apakah seseorang sehat atau terganggu mentalnya, tidaklah mudah. Biasanya yang dijadikan bahan penyelidikan atau tanda-tanda dari kesehatan mental adalah tindakan, tingkah laku atau perasaan. Karenanya seseorang yang terganggu kesehatan mentalnya bila terjadi kegoncangan emosi, kelainan tingkah laku atau tindakannya. Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap pasien-pasien yang terganggu kesehatan mentalnya, dapat disimpulkan bahwa kesehatan mental yang terganggu dapat mempengaruhi keseluruhan hidup seseorang. Pengaruh itu dibagi dalam empat kelompok yaitu ; perasaan, pikiran/kecerdasan, kelakuan dan kesehatan badan. Hal ini semua tergolong kepada gangguan jiwa, sedangkan sakit jiwa adalah jauh lebih berat. Perasaan Diantara gangguan perasaan yang disebabkan oleh kesehatan mental ialah rasa cemas, iri hati, sedih, merasa rendah diri, pemarah, ragu dsb. Untuk jelasnya marilah kita tinjau tiap-tiap persoalan dengan contohnya.

Rasa Cemas Perasaan tidak menentu, panik, takut tanpa mengetahui ada yang ditakutkan dan tidak dapat menghilangkan perasan gelisah dan mencemaskan itu. Terlalu banyak hal-hal yang banyak menyebabkan gelisah yang tidak pada tempatnya. Iri Hati Seringkali orang mrrasa iri hati atas kebahagiaan orang lain. Perasan ini bukan karena kebusukan hatinya seprti biasa di sangka orang, akan tetapi karena ia sendiri tidak merasakan bahagia dalam hidupnya. Rasa Sedih Rasa sedih yang tidak beralasan, atau terlalu banyak hal-hal yang menyedihkannya sehingga air mukannya selalu membanyangkan kesedihan, kendatipun ia seorang yang mampu, berpangkat, dihargai orang dan sebagainya. Sesungguhnya perasaan sedih ini banyak sekali terjadi. Banyak kita melihat orang yang tidak pernah gembira dalam hidupnya. Sebabnya bermacam-macam, ada ibu yang merasa kesepian karena anak-anaknya sudah, tidak memerlukannya lagi, sedang bapak tidak lagi seperti dulu. Sebaliknya ada bapak yang merasa sedih karena istrinya yang dulu selalu memperhatikan makanan dan minumannya, sekarang telah sibuk mengurus rumah tangga dan anaknya. Kesedihan-kesedihan seperti itu, tidak disebabkan oleh sesuatu hal atau persoalan secara langsung, akan tetapi oleh kesehatan mental yang terganggu. Rasa rendah Diri Rasa rendah diri dan tidak percaya diri banyak sekali terjadi pada remaja. Hal ini disebabkan oleh banyaknya problem yang mereka hadapi dan tidak mendapat penyelesaian dan pengertian dari orang tua. Disamping itu mungkin pula akibat pengaruh pendidikan dan perlakuan yang diterimanya waktu masih kecil. Rasa rendah diri ini menyebabkan orang lekas tersinggung. Karena itu ia mungkin akan menjauhi pergaulan dengan orang banyak, menyendiri, tidak berani mengemukakan pendapat (karena takut salah), tidak berani bertindak atau mengambil suatu inisiatif (takut tidak diterima orang). Lama kelamaan akan hilang kepercayaan pada dirinya, dan selanjutnya ia juga kurnag percaya kepada orang. Ia akan lekas marah atau sedih hati, menjadi apatis dan pesimis. Bahkan rasa rendah diri itu mungkin akan menyebabkan ia suka mengeritik orang lain, dan tingkah lakunya mungkin akan terlihat sombong. Dalam pergaulan ia menjadi kaku, kurang disenangi oleh kawan-kawannya, karena mudah tersinggung dan tidak banyak ikut aktif dalam pergaulan atau pekerjaan.
http://edwinsyarief.blogspot.com/2011_06_01_archive.html