Anda di halaman 1dari 8

Matching Cable

Posted by: enangs on: 19 Januari 2009


In: How To | Radio' | Technical Comment!

Dari diskusi milis ICB moga bermanfaat : ada tip and trik gak ya untuk memilih coax kabel yang bagus, (sejenis RG8), kemudian gimana cara mach line coax pada suatu frekuensi misal 143.550Mhz, bisa dihitung gak ya mach impedansinya dari panjang kabelnya yang digunakan, soalnya ada teman yang mach antena pake potong-potong kabel, sampe habis -+ 5meter, dari panjang sebelumnya mohon bantuannya dan pencerahannya salam jefri_,_._,___ Mungkin ini sharing aja, tolong dikoreksi jika saya salah (CMIIW). Kabel jenis RG8 yang bagus antara lain Merk Belden seri 9913, 9914. Merk Times LMR400/ LR400, D8, Belden Ericsson RG8 dll. Inner tunggal (solid), serabut rapat). Untuk ngitung panjang kabel harus dikeetahui dulu Velocity Factor masing-masing kabel, misalnya 9913=84% (lihat di site nya Belden). Untuk Freq 143.55 Mhz rumusnya >> 300/143,55*0,84/2 >>= 87,77cm (setengah Lambda). Kalikan dengan angka ganjil sehingga panjang nya sesuai dengan kabel yang ada. misalnya kabel yang ada 30 meter, maka 30/0,8777=34 maka ganjil terdekat adalah 33. potong kabel pada panjang 87,77cm*33=28,96 cm. selamat mencoba. sekali lagi jika salah mohon maaf.

soel Ass, Mungkin ini bisa membantu, saya kalo ngematch kabel koax, cara nya kurang lebih begini : Kita siapkan dummy load 50 Ohm yang wattnya agak gede ( sesuai atau diatas max pancaran Transmitter), lalu kita bagi pancarannya dengan memakai conector T yang satu ke kabel koax, yang satu lagi ke Dummy-load sementara yang ujung satu lagi ke Transmitter tentunya sebelum masuk ke Transmitter kita pasang SWR meter, panjang kabel dimana kita mau maen juga ada hitung**annya ( nah tuh mas Samsul Hady Hanafi dah ngejelasinnya ), nah setelah semua terangkai, ingat ujung kabel koax yang panjangnya sekian meter itu biarkan tampa dipasang konector dan jangan digulung, biarkan tergeletak menjulur, lalu coba hidupkan Transmitter pada Freq. yang kita inginkan, selanjutnya silahkan pencet PTT TRX, kalo SWRnya tinggi potong tuh ujung kabel koax, cari sampai SWR terkecil, memotongnya jangan terlalu panjang cukup 3-5 cm saja, kalo sudah diketemukan SWR terkecil itulah impedansi kabel yang lebih kurangnya 50 Ohm pada frek transmit yang kita bekerja. Ini adalah cara yang lajim dan tradisional kami pake di kantor sewaktu kami bertuga di Banda Aceh dulu sewaktu komunikasi telegram ( morse ) masih memakai HF ( gak make rumus karena kabel koax lokal gak ada yang standart ) Untuk tahap memasang antenna juga ada tahap**an nya memang agak lama dan ribet tapi hasilnya barangkali bisa agak lebih baik dari yang laen, tapi nanti aja kita sambung lagi yah.. Maaf kalo ini kesannya agak menggurui, Yogi Agam / Malang JZ13 AZY / YC3TLP 91AT124 / 91SD333 Mungkin cara ini pun bisa jadi acuan : Nah untuk menentukan panjang Feeder Antena ( Coaxial ) adalah sebagai berikut : I. Tentukan dahulu kira-kira berapa panjang Feeder Antena (Coaxial) dari Pesawat anda hingga ke connector antenna diatas tower/tiang antenna di tempat anda ( katakanlah kurang lebih 12 s/d 14 mtr ).

II. Setelah itu hitung panjang Feeder Antenna (Coaxial) sesungguhnya, dengan menggunakan rumus sbb. : n = 5/8 x lamda dimana untuk mencari lamda adalah sbb. : 11,811/freq (tx) x 2541 III. Maka panjang Feeder Antenna (Coaxial) sesungguhnya adalah : 3 x n atau 5 x n dan seterusnya, dimana 3, 5 atau 7 dst. adalh angka ganjil. Contoh : Panjang Feeder dari TRX ke antenna ditiang, kurang lebih 13 mtr. Frekuensi TRX adalah : 143.255 Mhz. Maka panjang Feeder antenna (coaxial) sesungguhnya adalah : l = 11,811/143,255 x 2541 = 209,4988 n = 5/8 x 209,4988 = 130,9368 130,9368 / 100 = 1,3094 L feeder adalah : 1,3094 x 13 mtr = 17,0218 mtr. Bila terlalu panjang : 1,3094 x 11 mtr = 14,4030 mtr Masih terlalu panjang : 1,3094 x 9 mtr = 11,7843 mtr Hal ini juga berlaku untuk Band HF. Gimana . ? pusing juga yah..? dan maaf juga kalo salah, Kang Cholis ( JZ10CHV )di Bandung, tulung dong di dikoreksi Tengkiu Yogi Agam / Malang JZ13 AZY YC3TLP 91AT124 / 91SD333 Mohon maaf sebelumnya apa cara Frekuensi itu beresonansi di kabel sama persis dengan antena ? sehingga rumus elektrikalnya sama dengan antena, Semakin panjang kabel seharusnya yg naik adalah faktor loss , jika relekted besar yg menaikan nilai swr bukankah itu problem antenna bukan problem pada kabel, bukankah pada kabel ada yg namanya skin efek ,yaitu jika kabel kita potong tepat pada sinus tertinggi maka di SWR meter akan menunjukkan SWR tinggi, sehingga kabel kita potong , jika kita potong tepat pada sinus terendah maka swr akan rendah, begitu seterusnya jika kabel kita potong potong polanya akan mengikuti gelombang sinus ini yg disebut skin efek yg rumus posisi sinus terendah & tertingginya di email oleh om Yogi Untuk mencari nilai SWR terendah ,bukankah lebih baik menyesuaikan panjang fisik antenna terhadap frekuensi kerjanya dari pada ditipu oleh yg namanya skin efek yg mengharuskan

memotong motong kabel, sehingga berapa pun panjang kabel anda tetap bisa membuat antenna dengan SWR terendah,hubungannya kabel pada transmision line hanya lossis atau efisien Mohon maaf jika kurang sependapat ,dan tolong koreksinya salam Rum JZ10FNM JZ10FNM nggak salah juga, tambahan dari temen saya, bahwa untuk antenna jenis tertentu macam Telex hygain (v2R) memotong motong kabel atau ngitung panjang kabel tidak efektif, (efektifnya manjang dan mendekin antenna) . namun akan sangat berpengaruh jika yang dipasang adalah antenna yagi array. CMIIW Suka Be the first to like this post.

8 Tanggapan to "Matching Cable"

1 | toil 28 April 2009 pada 9:59 am Menurut saya dan yang saya temui di lapangan, Kabel itu tidak perlu di matching, karena kabel untuk transmisi yg 50oh yang memang segitu, tetap 50oh,sesuai dengan karakteristik output pemancar yg mempunyai z:50ohm. Seperti diatas juga, mau dipotong berapapun panjangnya tuh kabel tetep saja 50 ohm, hanya losesnya yang berkurang. Nanti saya bahas di blog saya beserta pengukurannya dengan spectrum analyzer salam http://radiodantvtransmitter.blogspot.com/ Balas

2 | irfan RS 11 Juni 2009 pada 2:42 am munkin perlu di buktikan secara nyata: tarulah 1. dengan kabel RG 8 panjang 13 meter dan antenna di match, catat hasilnya ( misal 1:5) 2. RG8 di potong ngacak (misal 12.4 meter ), tanpa rubah antenna kita cek gimana VSWRnya ?????? mari kita uji bersama dan kita kumpulkan di sini.ok bro saya rasa untuk matcingnya akan sedikit berubah, imped nya tetu tetap 50 Ohm, loses nya sedikit turun- ini pendapat awal saya Balas

3 | Prof, Ir. Yahsun Btk. M.Sc P.hD. 13 Oktober 2009 pada 5:50 am Mungkin ada sedikit koreksi mengenai skin effect atau biasa disebut EFEK MENGULIT pada saluran transmisi. Jadi skin effect itu adalah Pengaruh impedansi yang makin membesar pada pusat konduktor atau pengaruh impedansi yang tergantung pada kerapatan konduktor sehingga mengakibatkan harga tahanan effektifnya akan lebih besar. Jadi Skin effek itu muncul pada konduktor konduktor tunggal. Pada Aplikasinya, karena adanya kenaikan harga tahanan effective pada pusat konduktor, maka arus listrik akan cenderung melalui penghantar yang hambatannya lebih kecil yaitu pada sisi luar saja. sehingga jika diameter konduktor itu semakin besar dan arus semakin tinggi, maka skin effect itu akan semakin besar pula. Oleh karena itulah kenapa semakin besar diameter kabel coaxial (tipe Heliax) yang bagian tengah tidak pejal/buntu. Tapi justru berlobang, karena pertimbangan adanya skin effect tadi bagian tengah konduktor tidak begitu dimanfaatkan arus untuk lewat menuju beban. Jika pada kasus kabel coaxial skin efek masih bisa diredam oleh shield konduktor, atau oleh grounding coaxial. Lain hal jika skin effect itu terjadi pada sistem transmisi tenaga Listrik 150 kV atau Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (SUTET). Pada saluran tegangan tinggi ini, sekalipun saluran sudah dibikin serabut dengan bagian dalam ada bantuan penguatan dengan baja tunggal, akan tetapi karena arus dan tegangan yang lewat sangat tinggi, maka skin effect juga sangat tinggi, arus cenderung lewat bagian luar/kulit saja. Karena saking tingginya effect tersebut, maka electron akan cenderung tertarik keluar (dibagian kulit konduktor) sampai timbul effect yang di sebut corona, yaitu timbulnya cahaya biru ke unguan jika malam hari, disekitar kabel transmisi,

kemudian juga timbul Noise jika kita perhatikan baik2. Atau jika kita berada pada gardu induk PLN 150 kV keatas, akan timbul suara noise yang lebih tinggi jika pada musim hujan. Cahaya ini menimbulkan rugi rugi pada saluran. sehingga dipasanglah suatu sistem yang disebut Bundle Conductor. yaitu mempararelkan conductor dengan pararel 2, 4 dst. Tujuan bundle ini selain untuk memperbesar kapasitas daya saluran, juga untuk memperkecil skin effect yang juga bisa menimbulkan effect Corona tadi. Dan Corona ini juga menimbulkan radio Interference, Noise pada sistem komunikasi yang berada di dekat kabel saluran tersebut. Karena dengan dipasang secara pararel maka skin effect tersebut akan mengecil karena effect medan yang ditimbulkan akan saling menghilangkan antara konduktor satu sama lain. Sehingga kenapa pada saluran tenaga listrik konduktor tidak dipasang secara pejal (satu konduktor), tapi dipasang secara berkelompok/dipilin (serabut). Karena alasan diataslah jawabannya. Dan juga perlu diketahui bahwa Skin Effect hanya muncul karena adanya frekuensi. Jadi pada sistem DC tidak terdapat Skin effect atau effect mengulit tersebut. karena pada sistem DC Arus akan tersebar merata disepanjang konduktor. Matur Nuwun, Salam Jago Dari Nganjuk City Prof. Ir. Yahsun, Btk, M.Sc. Ph.D Balas

4 | yuniarto 30 November 2009 pada 4:09 pm Dengan hormat, sering terjadi ledakan di Gardu Induk, apakah tidak ada prosedur safety? Bagaimana SOP untuk menghindari bencana ini? Bisakah ada penjelasan / narasi fungsi masing2 komponen GI bagi masyarakat awam makasih yuniarto Balas

5 | Ali 4 Januari 2010 pada 4:03 pm @mas toil: trus klo ga perlu motong kabel..gimana caranya matching in antena mobil (diamond,larsen,etc) yg notabene tidak bisa di geser ukuran antena nya..mohon pencerahan nya ..terima kasih Balas

6 | hasenda 24 Januari 2010 pada 8:37 am bagaimana cara ngemet antena kalau aq pakai kabel RG58/RG59 karna aq pakai watt kecil and power hanya 5ampere pakai ht 2GXAT.TQ Balas

7 | aku 23 Juli 2010 pada 5:09 am mau tanya dunk.. cara menghitung inpedansi masukan antena tuh gimana ya??? terus ketebalan konduktor tuh ngaruh ga sama impedansi antena.. makasih.. Balas

8 | aku 23 Juli 2010 pada 5:12 am mau tanya donk pengaruh ketebalan konduktor atau kawat trhdp impedansi antena ada ga?? pengaruhnya apa??

trus cara menghitung impedansi masukan antena tanpa sebelumnya dilakukan pengukuran dulu gimana?? mohon bantuannya makasih.. Balas