P. 1
pedoman umum raskin

pedoman umum raskin

|Views: 3,189|Likes:
Dipublikasikan oleh Lestari Agusalim

More info:

Published by: Lestari Agusalim on Dec 31, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/22/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN 1.

Latar Belakang Berbagai upaya penanggulangan kemiskinan dilakukan secara terpadu dan simultan oleh pemerintah bersama masyarakat. Program penanggulangan kemiskinan terdiri dari 3 kluster: Kluster I bantuan dan perlindungan sosial yaitu Program Raskin, Jamkesmas, PKH, Beasiswa Siswa Miskin. Kluster II pemberdayaan masyarakat dengan program PNPM Mandiri dan kluster III pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dengan program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Namun sampai dengan sekarang jumlah Rumah Tangga Miskin (RTM) masih cukup banyak, sehingga masih menjadi prioritas I dalam Rencana Kerja Pemerintah 2010 (Perpres No. 21 tahun 2009). Secara nasional, program penanggulangan kemiskinan dikoordinasikan oleh Menko Kesra dalam Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) tingkat pusat. Sedangkan di tingkat provinsi dikoordinasikan oleh gubernur dan kabupaten/kota dikoordinasikan oleh bupati/walikota masing-masing. Dalam rangka perbaikan pelaksanaan program Raskin dilakukan kerjasama penelitian oleh 4 perguruan tinggi untuk melakukan Kajian Kontribusi Raskin dalam Pengeluaran Rumah Tangga dan Pemberdayaan Kelompok Masyarakat (Pokmas) dalam Pengelolaan Raskin di Titik Distribusi (TD) tahun 2009. Salah satu kesimpulan dari hasil kajian menyebutkan bahwa, distribusi Raskin yang dikelola Kelompok Masyarakat (Pokmas) dapat meningkatkan capaian kinerja 6 Tepat dan dapat menghemat biaya operasional distribusi Raskin dari TD kepada Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM). Validasi data Rumah Tangga Sasaran (RTS) tidak dapat dilaksanakan setiap tahun oleh BPS dan disisi lain ada dinamika jumlah masyarakat berpenghasilan rendah, maka di setiap daerah terdapat Rumah Tangga Miskin (RTM) baru yang belum terdaftar sebagai RTS dan terdapat pula RTS yang meningkat menjadi Rumah Tangga Mampu (tidak miskin). Dinamika jumlah RTM tersebut di tingkat desa/kelurahan diakomodir melalui kebijakan lokal yang diputuskan dalam Musyawarah Desa (Mudes). Dinamika jumlah RTM dan hasil kajian Perguruan Tinggi dalam pelaksanaan Program Raskin, menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan Pedum Raskin tahun 2010. Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2008 tentang Kebijakan Perberasan menginstruksikan menteri dan kepala lembaga pemerintah non departemen tertentu, serta gubernur dan bupati/walikota seluruh Indonesia untuk melakukan upaya peningkatan pendapatan petani, ketahanan pangan, pengembangan ekonomi perdesaan dan stabilitas ekonomi nasional. Secara khusus kepada Perum BULOG diinstruksikan untuk menyediakan dan menyalurkan beras bersubsidi bagi kelompok masyarakat miskin dan rawan pangan, yang penyediaannya mengutamakan pengadaan beras dari gabah petani dalam negeri. 1

Penyaluran beras bersubsidi bagi kelompok masyarakat miskin bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran RTM. Di samping itu, program ini dimaksudkan untuk meningkatkan akses masyarakat miskin dalam pemenuhan kebutuhan pangan pokoknya sebagai salah satu hak dasar masyarakat. Hal ini merupakan salah satu program pemerintah baik pusat maupun daerah yang penting dalam peningkatan ketahanan pangan nasional. Efektivitas Program Raskin 2010 dapat dicapai melalui koordinasi antar instansi/lembaga terkait baik di tingkat pusat maupun daerah. Koordinasi dilaksanakan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian, dengan mengedepankan peran penting partisipasi masyarakat. Pedoman Umum (Pedum) Raskin 2010 ini merupakan acuan koordinasi bagi para pelaksana program di pusat, provinsi, kabupaten/kota dan kecamatan serta seluruh pemangku kepentingan lainnya. 2. Dasar Hukum Peraturan perundangan yang menjadi landasan pelaksanaan program Raskin adalah: 1. Undang-Undang No.8 Tahun 1985 tentang Organisasi Masyarakat. 2. Undang-Undang No. 7 Tahun 1996, tentang Pangan. 3. Undang-Undang No. 19 Tahun 2003, tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 4. Undang-Undang No. 32 Tahun 2004, tentang Pemerintahan Daerah. 5. Undang-Undang No. 47 Tahun 2009, tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2010. 6. Peraturan Pemerintah No. 18 tahun 1986 tentang Pelaksanaan Undang-Undang No.8 Tahun 1985. 7. Peraturan Pemerintah No. 68 Tahun 2002, tentang Ketahanan Pangan. 8. Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 2003, tentang Pendirian Perusahaan Umum BULOG. 9. Peraturan Pemerintah No. 58 Tahun 2005, tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. 10. Peraturan Presiden RI No. 13 Tahun 2009, tentang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan. 11. Peraturan Presiden RI No. 21 Tahun 2009, tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2010. 12. Inpres Nomor 8 tahun 2008 tentang Kebijakan Perberasan Nasional. 13. Permendagri No. 59 Tahun 2007 tentang “Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah”. 14. Kepmenko Kesra No. 35 Tahun 2008 tentang Tim Koordinasi Raskin Pusat.

2

c. f. baik milik masyarakat.5 juta RTS berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). b. Pelaksana Distribusi Raskin adalah Kelompok Kerja (Pokja) di TD atau Warung Desa (Wardes) atau Kelompok Masyarakat (Pokmas) yang ditetapkan oleh kepala desa/lurah yang diberi tugas menerima beras dari Satker Raskin dan menjual/menyerahkan kepada RTS-PM Raskin di TD serta menyetorkan uang HPB kepada Satker Raskin atau menyetor ke rekening HPB BULOG yang ditetapkan. Titik Distribusi (TD) adalah tempat atau lokasi penyerahan beras Raskin dari Satker Raskin kepada Pelaksana Distribusi Raskin di tingkat desa/kelurahan. d. Musyawarah Desa/Kelurahan merupakan forum musyawarah di tingkat desa/kelurahan yang melibatkan aparat desa/kelurahan. Tujuan Tujuan Program Raskin adalah mengurangi beban pengeluaran RTS melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan pokok dalam bentuk beras. Pengertian dan Glossary a. Sasaran Sasaran Program Raskin Tahun 2010 adalah berkurangnya beban pengeluaran 17. atau lokasi lain yang disepakati secara tertulis oleh pemerintah kabupaten/kota dengan Divre/Subdivre /Kansilog Perum BULOG. e. 4.PM) Raskin adalah RTS hasil pendataan PPLS BPS tahun 2008 di desa/kelurahan yang berhak menerima Raskin dan/atau hasil musyawarah desa/kelurahan yang dimasukkan dalam Daftar Penerima Manfaat-1 (Model DPM-1) yang ditetapkan oleh kepala desa/lurah dan disahkan oleh camat. koperasi maupun pemerintah desa/kelurahan yang memiliki fasilitas bangunan/tempat penjualan bahan pangan dan barang lainnya yang ditetapkan oleh Tim Koordinasi Raskin Kabupaten/Kota sebagai tempat penyerahan beras Raskin dari Satker Raskin kepada pengelola Wardes dan sekaligus tempat penjualan beras pengelola Wardes kepada RTS-PM Raskin. Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS . Kelompok Kerja (Pokja) adalah sekelompok masyarakat desa/kelurahan yang terdiri dari aparat desa/kelurahan dan beberapa orang yang ditunjuk dan ditetapkan oleh kepala desa/lurah sebagai pelaksana distribusi Raskin. Warung Desa (Wardes) adalah lembaga ekonomi di tingkat desa/kelurahan. Tujuan dan Sasaran a.73 juta ton selama setahun dengan harga tebus Rp 1.3.600 per kg netto di TD. melalui pendistribusian beras bersubsidi sebanyak 2. b. 3 . kelompok masyarakat desa/kelurahan dan perwakilan RTS-PM Raskin dari setiap Satuan Lingkungan Setempat (SLS) setingkat dusun/RW untuk menetapkan daftar nama RTS-PM.

SPPB adalah Surat Perintah Penyerahan Barang. MBA-0 adalah Model Rekap BAST di tingkat Kecamatan. 4 .600/kg netto di TD. j. q. p. t. MJ adalah Model Jaminan. r. DPM-1 adalah Model Daftar Penerima Manfaat Raskin di Desa/Kelurahan. MBA-2 adalah Model Rekap MBA-1 di tingkat Provinsi. h. k. DPM-2 adalah Model Daftar Penjualan Raskin di Desa/Kelurahan n. i. HPB adalah Harga Penjualan Beras secara tunai sebesar Rp 1.g. o. DO adalah Delivery Order. l. u. m. Kualitas Beras Bulog adalah beras medium kondisi baik sesuai dengan persyaratan kualitas beras sebagaimana diatur dalam peraturan yang berlaku. v. s. MBA-1 adalah Model Rekap MBA-0 di tingkat Kabupaten/Kota. BAST adalah Berita Acara Serah Terima Beras Raskin. TT HP-Raskin adalah Model Tanda Terima uang hasil penjualan Raskin dari Pelaksana Distribusi dibuat oleh Satker Raskin. SPA adalah Surat Perintah Alokasi. Kelompok Masyarakat (Pokmas) adalah lembaga masyarakat dan/atau kelompok masyarakat di desa/kelurahan yang ditetapkan oleh kepala desa/lurah sebagai Pelaksana Distribusi Raskin. Satker Raskin adalah satuan kerja pelaksana distribusi Raskin yang dibentuk oleh Divisi Regional (Divre)/Sub Divisi Regional (Subdivre)/Kantor Seksi Logistik (Kansilog) Perum BULOG terdiri dari ketua dan anggota yang diangkat dengan Surat Perintah (SP) Kadivre/Kasub Divre/Kakansilog. UPM adalah Unit Pengaduan Masyarakat.

a. b. Badan Pusat Statistik (BPS). bermakna mendorong masyarakat terutama RTS-PM Raskin berperan secara aktif dalam setiap tahapan pelaksanaan program Raskin. dan Perum BULOG. Keberpihakan kepada Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM) Raskin. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. bermakna membuka akses informasi kepada pemangku kepentingan Raskin terutama RTS-PM Raskin. c. di provinsi adalah gubernur. d. Transparansi. Penanggung jawab pelaksanaan program Raskin di pusat adalah Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. Departemen Dalam Negeri. 2. Tim Koordinasi Raskin Pusat Tim Koordinasi Raskin Pusat beranggotakan unsur dari Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. Pengelolaan Pengelolaan Raskin memiliki prinsip nilai-nilai dasar yang menjadi landasan atau acuan setiap pengambilan keputusan dalam pelaksanaan rangkaian kegiatan. Departemen Keuangan. pelaksanaan dan pengendalian. Partisipatif. dibentuk Tim Koordinasi Raskin di tingkat pusat sampai kecamatan dan Pelaksana Distribusi Raskin di tingkat desa/kelurahan serta tim lainnya sesuai kebutuhan yang diatur dan ditetapkan melalui keputusan pejabat yang berwenang. Departemen Pertanian. sosialisasi. di kecamatan adalah camat dan di desa/kelurahan adalah kepala desa/lurah. di kabupaten/kota adalah bupati/walikota. bermakna mengusahakan RTS-PM Raskin dapat memperoleh beras kualitas baik. 5 . Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). yang diyakini mampu mendorong terwujudnya tujuan program Raskin. Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. cukup sesuai alokasi dan terjangkau. bermakna bahwa setiap pengelolaan kegiatan Raskin harus dapat dipertanggung-jawabkan kepada masyarakat setempat maupun kepada semua pihak yang berkepentingan sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku atau yang telah disepakati. Departemen Sosial.BAB II PENGELOLAAN DAN PENGORGANISASIAN 1. Pengorganisasian Dalam rangka pelaksanaan program Raskin tahun 2010 dipandang perlu mengatur organisasi pelaksana program Raskin. yang harus mengetahui dan memahami adanya kegiatan Raskin serta dapat melakukan pengawasan secara mandiri. mulai dari tahap perencanaan. Akuntabilitas. Adapun prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut : a. Untuk mengefektifkan pelaksanaan program dan pertanggungjawabannya.

6 . Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Wakil Ketua IV /Bidang Fasilitasi. 4) Struktur dan Keanggotaan Tim Koordinasi Raskin Pusat Tim Koordinasi Raskin Pusat terdiri dari Pengarah. Anggota Tim terdiri dari unsur-unsur Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Wakil Ketua I /Bidang Kebijakan Perencanaan adalah Direktur Pangan dan Pertanian Bappenas. Monev dan Pengaduan adalah Direktur Usaha Ekonomi Masyarakat Ditjen PMD Departemen Dalam Negeri. Departemen Keuangan. Ditjen Anggaran Departemen Keuangan. fasilitasi. BPKP. Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Wakil Ketua II /Bidang Kebijakan Anggaran adalah Direktur Anggaran III. Pelaksana dan Sekretariat. 2) Tugas Melaksanakan koordinasi kebijakan perencanaan dan anggaran. Pelaksana terdiri dari ketua. monitoring dan evaluasi serta menerima pengaduan dari masyarakat tentang pelaksanaan program Raskin. Departemen Sosial. Wakil Ketua III /Bidang Pelaksanaan dan Distribusi adalah Direktur Pelayanan Publik Perum BULOG. Departemen Keuangan. BPKP dan Perum BULOG. dan Perusahaan Umum BULOG. 3) Fungsi Mengkoordinasikan dan merumuskan kebijakan Raskin sebagai bagian dari kebijakan penanggulangan kemiskinan. Pengarah terdiri dari Ketua dari unsur Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Anggota terdiri dari unsur Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Ketua Pelaksana adalah Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Sosial dan Perumahan Rakyat Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. BPS. pelaksanaan. Departemen Dalam Negeri. Departemen Dalam Negeri. Departemen Sosial. Badan Pusat Statistik. Departemen Pertanian.1) Kedudukan Tim Koordinasi Raskin Pusat berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. wakil ketua/ketua bidang dan Anggota.

Kementerian Koord Bidang Perekonomian. anggaran. 2. Departemen Keuangan. Tim Koordinasi RASKIN Provinsi Gubernur bertanggung jawab atas pelaksanaan program Raskin di wilayahnya dengan membentuk Tim Koordinasi Raskin Tingkat Provinsi sebagai berikut : 1) Kedudukan Tim Koordinasi Raskin Provinsi adalah pelaksana program Raskin di provinsi. Direktur Jenderal Anggaran. Deputi Bidang Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup. Deputi Bidang Statistik Sosial. 4. Direktur Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. b) Penyusunan Pedoman Pelaksanaan Program Raskin. monitoring dan evaluasi serta menerima pengaduan dari masyarakat tentang pelaksanaan program Raskin. Monev dan Pengaduan : Direktur Usaha Ekonomi Masyarakat Ditjen PMD Depdagri b. Perum BULOG. Ditjen Anggaran Departemen Keuangan Wakil Ketua III/ Bidang Pelaksanaan dan Ditribusi : Direktur Pelayanan Publik Perum BULOG Wakil Ketua IV/ Bidang Fasilitasi. pelaksanaan distribusi. 8. 3) Fungsi Dalam melaksanakan tugas tersebut.TIM KOORDINASI RASKIN PUSAT PENGARAH Ketua : Sekretaris Kementerian Koord Bidang Kesra RI Anggota : 1. dan penyebarluasan informasi program Raskin. Tim Koordinasi Raskin Provinsi mempunyai fungsi : a) Koordinasi perencanaan program Raskin di provinsi. 7. komunikasi interaktif. Deputi Kepala BPKP Bidang Polsoskam. Departemen Dalam Negeri. 3. Bappenas. c) Fasilitasi lintas pelaku. BPS. Deputi Bidang Koord Pertanian dan Kelautan. Direktur Jenderal Bantuan dan Jaminan Sosial. 6. SEKRETARIAT PELAKSANA Ketua : Deputi Bidang Koord Perlindungan Sosial dan Perumahan Rakyat Kementerian Koord Bidang Kesejahteraan Rakyat Wakil Ketua I/ Bidang Kebijakan Perencanaan Direktur Pangan dan Pertanian Bappenas Wakil Ketua II/ Bidang Kebijakan Anggaran : Direktur Anggaran III. d) Pembinaan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi Tim Koordinasi Raskin Kabupaten/Kota. yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada gubernur. e) Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program Raskin di kabupaten/kota. 7 . 5. 2) Tugas Tim Koordinasi Raskin Provinsi mempunyai tugas melakukan koordinasi perencanaan. Direktur Utama. Departemen Sosial.

penyelesaian pembayaran HPB dan adminstrasi distribusi Raskin di wilayahnya. yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada bupati/walikota. dan beberapa bidang antara lain: perencanaan. yang ditetapkan dengan keputusan gubernur. pelaksanaan distribusi. e) Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program Raskin di kecamatan. sekretaris. b) Penyusunan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Program Raskin di kabupaten/kota. Bappeda. c) Fasilitasi lintas pelaku. dan penyebarluasan informasi program Raskin di kabupaten/kota. 3) Fungsi Dalam melaksanakan tugas tersebut. ketua. badan/dinas/kantor yang berwenang dalam ketahanan pangan. monev dan pengaduan masyarakat. monitoring dan evaluasi serta menerima pengaduan dari masyarakat tentang pelaksanaan program Raskin. pelaksanaan distribusi. Tim Koordinasi Raskin Provinsi beranggotakan unsur-unsur instansi terkait di tingkat provinsi antara lain Setda. 2) Tugas Tim Koordinasi Raskin Kabupaten/Kota mempunyai tugas melakukan koordinasi perencanaan. komunikasi interaktif. Badan Pusat Statistik. badan/dinas/lembaga yang berwenang dalam pemberdayaan masyarakat. Tim Koordinasi Raskin Kabupaten/Kota Bupati/Walikota sebagai penanggung jawab program Raskin di tingkat kabupaten/kota bertanggung jawab atas pengalokasian Pagu Raskin bagi seluruh RTS-PM Raskin. Perwakilan BPKP dan Divisi Regional/Sub Divisi Regional Perum BULOG serta lembaga lain sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. desa/kelurahan.4) Struktur dan Keanggotaan Tim Koordinasi Raskin Provinsi Tim Koordinasi Raskin Provinsi terdiri dari penanggung jawab. anggaran. Tim Koordinasi Raskin Kabupaten/Kota mempunyai fungsi : a) Perencanaan program Raskin di kabupaten/kota. Untuk penyelenggaraan program Raskin di wilayahnya. 8 . c. penyediaan dan pendistribusian beras. Dinas Sosial. bupati/walikota membentuk Tim Koordinasi Raskin sebagai berikut : 1) Kedudukan Tim Koordinasi Raskin Kabupaten/Kota adalah pelaksana program Raskin di kabupaten/kota. d) Pembinaan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi Tim Koordinasi Raskin Kecamatan dan Pelaksana Distribusi Raskin di desa/kelurahan. f) Penyelesaian HPB dan administrasi pelaksanaan Raskin.

sekretaris. badan/dinas/lembaga yang berwenang dalam pemberdayaan masyarakat. sekretaris yaitu Kasi Kesejahteraan Sosial. Tim Koordinasi Raskin Kecamatan Camat sebagai penanggung jawab di tingkat kecamatan bertanggung jawab atas pelaksanaan distribusi Raskin. yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada camat. Bappeda. d) Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program Raskin di desa/kelurahan. Koordinator Statistik Kecamatan (KSK). 2) Tugas Tim Koordinasi Raskin Kecamatan mempunyai tugas merencanakan. melaksanakan. penyelesaian pembayaran HPB dan adminstrasi distribusi Raskin di wilayahnya.4) Struktur dan Keanggotaan Tim Koordinasi Raskin Kabupaten/Kota Tim Koordinasi Raskin Kabupaten/Kota terdiri dari penanggung jawab. Badan Pusat Statistik. b) Fasilitasi lintas pelaku. Pelaksanaan Distribusi. Divre/Subdivre /Kansilog Perum BULOG dan lembaga lain sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. sosialisasi. d. c) Pembinaan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi Pelaksana Distribusi Desa/Kelurahan. Untuk penyelenggaraan program Raskin di wilayahnya. 9 . dan beberapa bidang antara lain: Perencanaan. yang ditetapkan dengan keputusan bupati/walikota. Keanggotaan Tim Koordinasi Raskin Kabupaten/Kota terdiri dari unsur-unsur instansi terkait di tingkat kabupaten/kota antara lain Setda. dan penyebarluasan informasi program Raskin di kecamatan. komunikasi interaktif. mengendalikan. Monev dan Pengaduan Masyarakat. camat membentuk Tim koordinasi Raskin sebagai berikut : 1) Kedudukan Tim Koordinasi Raskin Kecamatan adalah pelaksana program Raskin di kecamatan. monitoring. dan evaluasi pelaksanaan program Raskin serta melaporkan hasilnya kepada Tim Koordinasi Raskin Kabupaten/Kota. ketua. badan/dinas/kantor yang berwenang dalam ketahanan pangan. 4) Struktur dan Keanggotaan Tim Koordinasi Raskin Kecamatan Tim Koordinasi Raskin Kecamatan terdiri dari penanggung jawab yaitu camat. dan anggota terdiri dari aparat Kecamatan. Tim Koordinasi Raskin Kecamatan mempunyai fungsi : a) Perencanaan distribusi program Raskin di kecamatan. Dinas Sosial. 3) Fungsi Dalam melaksanakan tugas tersebut. ketua yaitu sekretaris kecamatan.

Untuk pelaksanaan distribusi Raskin di wilayahnya. (2) Menerima Hasil Penjualan Beras (HPB) dari RTS-PM Raskin secara tunai dan menyetorkan ke rekening Bank yang ditunjuk Divre/Subdivre/Kansilog Perum BULOG atau menyetor secara tunai kepada Satker Raskin. (3) Pengadministrasian distribusi Raskin kepada RTS-PM Raskin.anggota Satker Raskin dan pihak terkait yang dipandang perlu. b) Tugas (1) Menerima dan mendistribusikan beras Raskin dari Satker Raskin dan menyerahkan/menjual kepada RTS-PM Raskin di TD. Pelaksana Distribusi Raskin di Desa/Kelurahan Kepala desa/lurah sebagai penanggung jawab di tingkat desa/kelurahan bertanggung jawab atas pelaksanaan distribusi Raskin. (2) Penerimaan uang hasil penjualan beras Raskin secara tunai dari RTS-PM Raskin dan penyetorannya kepada Satker Raskin atau ke rekening bank yang ditetapkan Divre/Subdivre/Kansilog Perum Bulog. 10 . penyelesaian pembayaran HPB dan adminstrasi distribusi Raskin di wilayahnya. e. (3) Menyelesaikan administrasi distribusi Raskin yaitu Berita Acara Serah Terima (BAST) dan Daftar Penjualan Beras sesuai model DPM-2. f. c) Fungsi (1) Pendistribusian Raskin kepada RTS-PM Raskin. Satker Raskin 1) Kedudukan Satker Raskin berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kadivre/Kasubdivre/Kakansilog Perum BULOG sesuai tingkatannya. kepala desa/lurah dapat memilih dan menetapkan salah satu dari 3 alternatif Pelaksana Distribusi Raskin yaitu : 1) Kelompok Kerja (Pokja) 2) Warung Desa (Wardes) 3) Kelompok Masyarakat (Pokmas) Pembentukan Pokmas dan Warung Desa diatur dalam Pedoman Teknis tersendiri yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Pedum Raskin a) Kedudukan Pelaksana Distribusi Raskin berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada kepala desa/lurah.

2) Organisasi Satker Raskin terdiri dari : a) Ketua b) Anggota : (1) Pegawai Perum BULOG yang ditetapkan melalui Surat Kadivre/Kasubdivre/Kakansilog Perum BULOG. 3) Tugas dan Kewenangan Satker Raskin mempunyai tugas. (3) Menyelesaikan administrasi distribusi Raskin yaitu Delivery Order (DO). BAST. (2) Menerima uang HPB atau bukti setor bank dari Pelaksana Distribusi Raskin dan menyetorkan ke rekening HPB Bulog. Rekap BAST di kecamatan (model MBA-0) dan pembayaran HPB (Tanda Terima/kuitansi dan Bukti Setor Bank) serta mengumpulkan DPM-2 dari TD. b) Anggota mempunyai tugas membantu dan bersama ketua sebagai berikut : (1) Mendistribusikan beras dari gudang Perum BULOG sampai dengan TD dan menyerahkan kepada Pelaksana Distribusi Raskin di TD. 11 . dan administrasi Raskin. kewenangan dan tanggung jawab : a) Ketua : (1) Mempunyai kewenangan mengangkat dan memberhentikan tenaga bantuan di wilayah kerjanya atas sepengetahuan Kadivre/Kasubdivre/Kakansilog Perum BULOG. (4) Melaporkan pelaksanaan tugas antara lain : realisasi jumlah distribusi beras. Perintah (SP) (2) Tenaga bantuan yang ditetapkan oleh ketua satker atas sepengetahuan Kadivre/Kasubdivre/Kakansilog Perum BULOG. setoran HPB dan BAST di wilayah kerjanya kepada Kadivre/Kasubdivre/ Kakansilog Perum BULOG secara periodik setiap bulan. penyelesaian HPB. (2) Mempunyai tugas dan bertanggung jawab atas pelaksanaan distribusi.

b. Penetapan pagu Raskin Kecamatan dan Desa/Kelurahan didasarkan pada: 1) Pagu Raskin Kabupaten/Kota 2) Data RTS Kecamatan. tidak dapat disalurkan pada tahun 2011. Pagu Raskin Provinsi dialokasikan ke kabupaten/kota oleh Tim Koordinasi Raskin Provinsi yang dituangkan dalam Keputusan Gubernur. antar kabupaten/kota oleh gubernur. dapat dialihkan ke wilayah lain yang membutuhkan dan kinerjanya baik. Desa/Kelurahan dari BPS d. Penetapan Pagu Raskin Kabupaten/Kota didasarkan pada: 1) Pagu Raskin Provinsi. 2) Data RTS Kabupaten/Kota dari BPS. Dalam rangka mengakomodir adanya dinamika RTM ditingkat desa/kelurahan. c. Pagu Raskin a. Pagu Raskin Nasional dialokasikan ke provinsi di seluruh Indonesia oleh Tim Koordinasi Raskin Pusat berdasarkan data RTS dari BPS dan kuantum Pagu Raskin Nasional sesuai dengan Undang Undang No. Pagu Raskin Kecamatan/Kelurahan/Desa ditetapkan oleh Tim Koordinasi Raskin Kabupaten/Kota dengan Keputusan Bupati/Walikota. e. Distribusi Pagu Raskin tahun 2010 berakhir sampai dengan 31 Desember 2010 dan apabila ada sisa pagu. 1. b. penetapan RTS-PM berdasarkan kesepakatan hasil Musyawarah Desa/Kelurahan dan rencana pendistribusian Raskin. Kewenangan pengalihan Pagu antar kecamatan dan desa/kelurahan oleh bupati/walikota. 47 tahun 2009 tentang APBN 2010. RTM yang berhak mendapatkan Raskin adalah RTM yang terdaftar dalam PPLS 08 BPS sebagai RTS di desa/kelurahan. dan antar provinsi oleh Ketua Pelaksana Tim Koordinasi Raskin Pusat.BAB III MEKANISME PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN Kegiatan perencanaan meliputi penetapan pagu Raskin nasional sampai dengan tingkat desa/kelurahan/kecamatan berdasarkan data RTS BPS. Pagu Raskin di suatu wilayah yang tidak dapat didistribusikan. 2. maka perlu dilakukan Mudes/Muskel untuk menetapkan kebijakan lokal: 1) Melakukan verifikasi nama RTS hasil PPLS 08 BPS yang sudah tidak layak atau pindah alamat keluar desa/kelurahan dapat diganti oleh RTM yang belum 12 . Penetapan Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM) a.

Rencana Distribusi Tim Koordinasi Raskin Provinsi dan Tim Koordinasi Raskin Kabupaten/Kota menyusun rencana distribusi yang meliputi durasi. diatas dimasukkan dalam daftar RTS-PM sesuai model DPM-1. 4. c. Sedangkan untuk RTS yang meninggal dunia diganti oleh salah satu anggota rumah tangganya. Penetapan Titik Distribusi a. kuantum dan jadwal dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut : a. maka TD dapat dialihkan dari kantor desa/kelurahan ke SLS Dusun/RW. maka TD dapat dialihkan dari kantor desa/kelurahan ke kantor kecamatan atau tempat lainnya. Apabila RTS yang meninggal dunia merupakan rumah tangga tunggal (tidak memiliki anggota rumah tangga) dapat digantikan RTM yang belum terdaftar. Mekanisme Distribusi dan Administrasi Pendistribusian beras dari gudang BULOG ke TD di desa/kelurahan atau tempat lain yang telah disepakati antara pemerintah kabupaten/kota dengan Divre/Subdivre/Kansilog Perum BULOG sebagai berikut: 13 . Data RTS-PM Raskin di desa/kelurahan direkap di tingkat kecamatan dan dilaporkan kepada Tim Koordinasi RASKIN Kabupaten/Kota. 5. sehingga kelancaran proses distribusi Raskin dapat terjamin. b. Di lokasi lain atas kesepakatan tertulis antara pemerintah kabupaten/kota dan Divre/Subdivre/Kansilog Perum Bulog setempat yaitu: 1) Bagi Divre/Subdivre/Kansilog yang ingin meningkatkan pelayanan. Penyediaan beras disetiap gudang Perum BULOG disesuaikan dengan rencana distribusi Raskin di wilayah kerjanya. atau . perkembangan harga dan kebutuhan beras RTS-PM. 3. yang dinilai layak sesuai kriteria RTS BPS dapat diberikan Raskin. 2) Bagi Divre/Subdivre/Kansilog yang tidak dapat menjangkau kantor desa/kelurahan. infrastruktur dan sarana transportasi). b. TD yang merupakan tempat penyerahan beras Raskin antara Satker Raskin kepada Pelaksana Distribusi Raskin pada dasarnya ditetapkan di kantor desa/kelurahan atau. d.terdaftar sebagai RTS. 2) RTM yang belum terdaftar sebagai RTS hasil PPLS 08 BPS dan butir 1) diatas. Waktu dan tata cara pendistribusian disesuaikan dengan situasi dan kondisi obyektif daerah (geografis. Pendistribusian Raskin di suatu kabupaten/kota pada waktu panen raya padi dapat dihentikan dan pendistribusiannya diprioritaskan pada waktu musim paceklik/harga beras tinggi. RTS BPS yang telah diverifikasi dan hasil Mudes/Muskel yang memutuskan nama rumah tangga penerima manfaat Raskin tersebut butir b. yang ditetapkan oleh kepala desa/lurah dan disahkan oleh camat.

a. mengangkut dan menyerahkan beras Raskin kepada Pelaksana Distribusi Raskin di TD. 2) Realisasi distribusi Raskin tanggal 16-31 dibuat pada tanggal 1 bulan berikutnya. tanda tangan dan stempel. Bupati/walikota menerbitkan Surat Perintah Alokasi (SPA) kepada Kadivre/Kasubdivre/KaKansilog Perum BULOG berdasarkan pagu Raskin dan rincian di masing-masing kecamatan dan desa/kelurahan. Pembuatan MBA-1 dilakukan secepatnya atau secara periodik yaitu : 1) Realisasi distribusi Raskin tanggal 1-15 dibuat pada tanggal 16 bulan yang bersangkutan. maka penerbitan SPPB/DO untuk desa/kelurahan tersebut ditangguhkan sampai ada pelunasan c. Pelaksanaan penyerahan/penjualan beras kepada RTS-PM Raskin pemegang kartu Raskin atau bukti lain yang ditetapkan setempat. Divre/Subdivre/Kansilog Perum BULOG membuat rekapitulasi MBA-0 di setiap kabupaten/kota sesuai model MBA-1 dan ditandatangani oleh Kadivre/Kasubdivre/KaKansilog Perum BULOG dan bupati/walikota atau pejabat yang ditunjuk dengan nama. Pada waktu beras akan didistribusikan ke TD. g. Apabila terdapat beras yang tidak sesuai standar. tanda tangan dan stempel. Penyerahan beras di TD dituangkan dalam BAST yang ditandatangani oleh Satker Raskin dan Pelaksana Distribusi Raskin serta diketahui oleh kepala desa/lurah atau pejabat yang ditunjuk dengan nama. b. Kadivre/Kasubdivre/KaKansilog Perum BULOG berdasarkan SPA menerbitkan SPPB/DO beras untuk masing-masing kecamatan/desa/kelurahan kepada Satker Raskin. f. dilakukan oleh salah satu dari tiga (3) Pelaksana Distribusi Raskin sbb: 1) Pokja atau 2) Wardes atau 3) Pokmas. tanda tangan dan stempel. Satker Raskin membuat rekapitulasi BAST di setiap kecamatan sesuai model MBA-0 yang ditandatangani Satker Raskin dan camat atau pejabat yang ditunjuk dengan nama. Berdasarkan SPPB/DO. h. Daftar penjualan beras ditandatangani oleh Pelaksana Distribusi Raskin dan diketahui oleh kepala desa/lurah. Realisasi pelaksanaan penjualan beras dibuatkan daftar penjualan dan pembayaran harga beras (HPB) sesuai model DPM-2. e. Apabila terdapat desa/kelurahan yang menunggak pembayaran HPB pada periode sebelumnya. Kualitas beras yang diserahkan harus sesuai dengan kualitas standar beras Raskin. d. Satker Raskin mengambil beras di gudang Perum BULOG. maka Pelaksana Distribusi Raskin langsung mengembalikan beras kepada Satker Raskin untuk ditukar/diganti dengan beras yang standar. 14 . i.

Apabila sampai batas waktu pelunasan tidak dipenuhi. 6. Apabila Pelaksana Distribusi Raskin melakukan perbuatan melawan hukum. f. Uang HPB Raskin yang diterima Pelaksana Distribusi Raskin dari RTS-PM harus langsung diserahkan kepada Satker Raskin atau disetor langsung ke rekening HPB BULOG melalui Bank setempat oleh Pelaksana Distribusi Raskin. 7. Pelaksana Distribusi Raskin tidak dibenarkan menunda penyerahan HPB Raskin kepada Satker Raskin atau rekening HPB BULOG. Apabila sampai dengan jadwal penyaluran berikutnya HPB Raskin belum disetorkan maka Tim Koordinasi Raskin Kabupaten/Kota melakukan upaya penagihan kepada Pelaksana Distribusi Raskin. Untuk kelancaran distribusi Raskin selanjutnya. 1. Pelaksana Distribusi Raskin harus berdasarkan bukti setor asli dan TT-HP Raskin diberikan setelah dilakukan konfirmasi ke Bank yang bersangkutan. dibuatkan Tanda Terima Pembayaran (Kuitansi atau TT-HP Raskin) rangkap 3 oleh Satker Raskin. Namun sebelum dikirim dilakukan verifikasi untuk mengetahui kelengkapan dana keabsahan dokumen. Pemerintah provinsi/kabupaten/kota/kecamatan/desa/kelurahan diharapkan dapat menyediakan dana talangan dari APBD atau dari sumber dana lainnya untuk kelancaran pembayaran HPB Raskin. b. g. 15 . Pembayaran HPB Raskin dari Pelaksana Distribusi Raskin kepada Satker Raskin dilakukan setelah menerima HPB Raskin dari RTS-PM. Mekanisme Pembayaran dan Administrasi a. c. Subsidi Raskin disediakan oleh pemerintah c. i. d. maka alokasi Raskin periode berikutnya ditunda sampai HPB dilunasi. maka Tim Koordinasi Raskin Kabupaten/Kota akan mencabut penunjukan sebagai Pelaksana Distribusi Raskin dan melaporkan kepada penegak hukum.600/kg netto di TD.Setelah MBA-1 selesai ditandatangani segera dikirimkan ke divre dilampiri dengan foto copy SPA dan Rekap SPPB/DO (MDO). c/q Divisi Perbendaharaan. 47 Tahun 2009 tentang APBN 2010. maka kepala desa/lurah menunjuk pengganti Pelaksana Distribusi Raskin. h. Pembiayaan a.q. Terhadap HPB Raskin yang disetor ke Bank. Berdasarkan MBA-1. Atas pembayaran HPB Raskin tersebut. Pelunasan HPB selambat-lambatnya dilakukan sebelum jadwal pendistribusian periode berikutnya. Apabila RTS-PM tidak mampu membayar secara tunai. Departemen Keuangan dalam bentuk subsidi pangan yang dicantumkan dalam Undang Undang No. Pembayaran HPB Raskin dari RTS-PM kepada Pelaksana Distribusi Raskin pada prinsipnya dilakukan secara tunai Rp. maka dapat diangsur dengan jaminan tertulis menggunakan Model MJ dari kepala desa/lurah yang diketahui camat dan dilampiri daftar nama RTS-PM Raskin yang belum membayar secara tunai. dibuat rekapitulasi di tingkat divre sesuai format MBA-2 dan langsung dikirim ke Kantor Pusat Perum BULOG. e.

b. c. akan dilaksanakan program percontohan di sejumlah desa/kelurahan. Segala biaya penyelenggaraan program Raskin termasuk biaya sosialisasi. Program Percontohan Raskin Untuk pengembangan model Raskin. e. Masyarakat dapat berpartisipasi dalam pembiayaan operasional dari TD sampai ke RTS-PM. Sumber dana Raskin Daerah yang meliputi harga beras dan biaya operasionalnya berasal dari APBD. Biaya operasional Raskin dari TD sampai ke RTS-PM Raskin menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota yang dialokasikan dalam APBD atau dari sumber dana lainnnya. monitoring. Keberadaan program Raskin Daerah dilaksanakan untuk menutup kesenjangan data RTS daerah dengan data RTS BPS dan/atau untuk menambah alokasi Pagu Raskin Nasional. 16 . yang secara teknis akan diatur dalam petunjuk tersendiri sebagai bagian tidak terpisahkan dari Pedum. 8. Untuk keterpaduan pelaksanaannya agar dilakukan sinkronisasi dan koordinasi oleh Tim Koordinasi Raskin setempat dengan berpedoman pada peraturan yang berlaku. d. Program Raskin Daerah Pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dapat menyelenggarakan Program Raskin Daerah sebagai pendukung Program Raskin Nasional. evaluasi dan Unit Pengaduan Masyarakat (UPM) yang dipergunakan untuk mendukung Tim Koordinasi Raskin Pusat dibiayai dari APBN dan/atau BOP Perum Bulog. 9. Biaya operasional Raskin dari gudang BULOG sampai dengan dan di TD menjadi tanggung jawab Perum BULOG. koordinasi. Sedangkan untuk kegiatan Tim Koordinasi Provinsi/Kabupaten/Kecamatan dan Pelaksana Distribusi Raskin dan Satker Raskin dibiayai dari APBD dan/atau BOP Perum Bulog.

yaitu Tepat Sasaran Penerima Manfaat. c. Tepat Harga. Monitoring dan Evaluasi 1) Monitoring dan evaluasi Program Raskin bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan Program Raskin dibandingkan dengan rencana. Kabupaten/Kota dan Kecamatan atau pihak lain yang ditunjuk sesuai kebutuhan. 4) Tepat Waktu: Waktu pelaksanaan distribusi beras kepada RTS-PM Raskin sesuai dengan rencana distribusi. Pengendalian a.BAB IV PENGENDALIAN DAN PELAPORAN 1. 2) Pengawasan Masyarakat mekanisme yang berlaku. 3) Waktu pelaksanaan monitoring dan evaluasi Program Raskin dilakukan secara periodik setiap bulan dan/atau disesuaikan dengan kebutuhan.600/Kg netto di TD. Indikator Kinerja Program Indikator kinerja Program Raskin ditunjukkan dengan tercapainya target 6T. lengkap dan tepat waktu. Pengawasan 1) Pengawasan pelaksanaan Program Raskin dilakukan secara fungsional sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Provinsi. 6) Tepat Kualitas: Terpenuhinya persyaratan kualitas beras sesuai dengan standar kualitas beras Bulog. b. 4) Hasil monitoring dan evaluasi dibahas secara berjenjang dalam Rapat Tim Koordinasi Raskin Pusat. 3) Tepat Harga: Harga tebus Raskin adalah sebesar Rp. Tepat Waktu. Provinsi. pada prinsipnya terbuka dan dilakukan melalui 17 . 2) Monitoring dan evaluasi dilaksanakan oleh Tim Koordinasi Raskin Pusat. serta sebagai bahan pertimbangan dalam pemberian apresiasi. Kabupaten/Kota dan Kecamatan sesuai dengan lingkup dan bobot permasalahannya untuk ditindaklanjuti. 5) Tepat Administrasi: Terpenuhinya persyaratan administrasi secara benar. Tepat Jumlah. 1) Tepat Sasaran Penerima Manfaat: Raskin hanya diberikan kepada RTS-PM Raskin hasil Musyawarah Desa/Kelurahan yang terdaftar dalam DPM-1. 2) Tepat Jumlah: Jumlah beras Raskin yang merupakan hak RTS-PM sesuai dengan ketentuan yang berlaku secara nasional. Tepat Administrasi dan Tepat Kualitas. 1.

Pelaporan a. f. e. Secara Internal Sub Divre/Kansilog melaporkan realisasi pelaksanaan distribuís Raskin secara mingguan kepada Kadivre setiap hari jumat dan akhir bulan sesuai model ML-1. 2) Penanganan pengaduan masyarakat terhadap pelaksanaan program Raskin dilakukan oleh masing-masing instansi sesuai bidang tugasnya secara berjenjang. Divre melaporkan realisasi distribusi Raskin di wilayahnya secara mingguan setiap hari selasa kepada Kantor Pusat cq. b. Provinsi. 3) Pengaduan masyarakat tentang pelaksanaan Program Raskin dapat disampaikan secara langsung kepada Sekretariat UPM Pusat. Laporan Akhir Pelaksanaan Program Raskin Tahun 2010 dibuat oleh Tim Koordinasi Raskin Pusat. 2. Pengaduan Masyarakat 1) Unit Pengaduan Masyarakat (UPM) merupakan bagian dari Tim Koordinasi Raskin Pusat. Provinsi. Tim Koordinasi Raskin Kabupaten/Kota melaporkan pelaksanaan Program Raskin kepada bupati/walikota sebagai penanggungjawab pelaksana Program Raskin di kabupaten/kota dan selanjutnya melaporkan kepada Tim Koordinasi Raskin Provinsi secara periodik setiap triwulan sesuai model LT-1. dengan format pengiriman yaitu: RAS <spasi> [Pesan Anda]. Divisi Penyaluran sesuai Model ML-2 . c. Tim Koordinasi Raskin Pusat melaporkan pelaksanaan Program Raskin kepada Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian secara periodik setiap triwulan. Fax No : (021) 5222875. dan Kabupaten/Kota pada akhir tahun. Tim Koordinasi Raskin Provinsi melaporkan pelaksanaan Program Raskin kepada gubernur sebagai penanggungjawab pelaksanaan Program Raskin di provinsi dan selanjutnya melaporkan kepada ketua pelaksana Tim Koordinasi Raskin Pusat dengan tembusan seluruh wakil ketua pelaksana Tim Koordinasi Raskin Pusat secara periodik setiap triwulan sesuai model LT-2. d. Kabupaten/Kota atau melalui sarana media elektronik antara lain melalui SMS Center Perum BULOG di nomor 08121128564. Tim Koordinasi Raskin Kecamatan melaporkan pelaksanaan Program Raskin kepada camat sebagai penanggung jawab di kecamatan dan selanjutnya melaporkan kepada Tim Koordinasi Kabupaten/Kota secara periodik setiap triwulan sesuai model Laporan Tahunan-0 (LT-0). 18 .d. Provinsi dan Kabupaten/Kota yang dibentuk dan di bawah koordinasi kementerian/lembaga/ badan/dinas yang berwenang dalam pemberdayaan masyarakat secara berjenjang dengan membentuk sekretariat sebagai tempat pengaduan.

Rapat Koordinasi Rapat Koordinasi diselenggarakan oleh Tim Koordinasi Raskin secara berjenjang di seluruh tingkatan mulai dari pusat. kecamatan sampai desa/kelurahan. sosialisasi juga dilakukan pada saat pelaksanaan distribusi dan/atau forum pertemuan tingkat desa/kelurahan lainnya. program dan mekanisme pelaksanaan yang telah disusun dalam Pedum Raskin 2010. tertib. kebijakan pemerintah. sasaran. televisi dan internet. arisan dan lain-lain yang dikembangkan dalam bahasa lokal maupun nasional. pengorganisasian. baik di tingkat pusat maupun provinsi dan kabupaten/kota. Demikian pula. kabupaten/kota. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman berbagai instrumen yang diperlukan bagi para pelaksana sehingga pelaksanaan program Raskin berjalan dengan baik. pengelolaan. sebagai forum interaksi antar pelaksana dan masyarakat. stiker. 19 . seluruh pemangku kepentingan termasuk masyarakat umum perlu mengetahui cara melaporkan atau mengadukan sekaligus penyelesaian masalahnya melalui jalur UPM yang tersedia. Sosialisasi program Raskin dapat dilakukan melalui berbagai cara yang efektif antara lain sebagai berikut : 1. 3. budaya. RTS-PM dan masyarakat umum. brosur. Media Massa Sosialisasi melalui media massa dimaksudkan untuk mempercepat dan memperluas jangkauan sasaran sosialisasi. Materi yang disosialisasikan meliputi kebijakan. Disamping itu. provinsi. Sosialisasi melalui media massa dilakukan melalui media cetak antara lain koran. pengawasan dan pelaporan serta hak dan kewajiban masing-masing. 2. Melalui sosialisasi program Raskin diharapkan pelaksanaan di lapangan sejak awal dapat berjalan secara lancar. Materi sosialisasi meliputi hak dan kewajiban RTS-PM dan tata cara pelaksanaan distribusi Raskin kepada RTS-PM di tingkat desa/kelurahan. majalah maupun media elektronik seperti radio. apabila dalam pelaksanaan program masih ditemukan adanya indikasi penyimpangan pelaksanaan. buklet. tujuan. spanduk maupun forum keagamaan. Informasi dan pemahaman yang sama dan benar dimaksud meliputi latar belakang. Sosialisasi di tingkat desa/kelurahan dilaksanakan oleh kepala desa/lurah melalui forum Musyawarah Desa/Kelurahan yang telah ada.BAB V SOSIALISASI Sosialisasi program Raskin adalah kegiatan penunjang program untuk memberikan informasi yang lengkap sekaligus pemahaman yang sama dan benar kepada seluruh pemangku kepentingan terutama kepada pelaksana. tepat waktu dan terencana sesuai ketentuan yang ditetapkan. Media Lainnya Sosialisasi juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan media lainnya antara lain poster.

Namun apabila Pedoman Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis tahun 2010 belum diterbitkan. apalagi program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat seperti Program Raskin. Pedum Raskin 2010 mulai berlaku tanggal 1 Januari 2010 dan dengan diterbitkannya Pedum Raskin 2010. keberhasilannya akan sangat tergantung pada komitmen dan keberpihakan semua pihak untuk benar-benar membantu masyarakat.BAB VI PENUTUP Pedoman Umum Raskin 2010 dibuat untuk menjadi acuan dalam pelaksanaan Program Raskin. Segala sesuatu yang belum diatur dalam pedoman ini akan diatur kemudian. Tim Koordinasi Raskin Provinsi menyusun Pedoman Pelaksanaan dan Tim Koordinasi Raskin Kabupaten/Kota menyusun Petunjuk Teknis sesuai dengan kondisi obyektif daerah masing-masing. oooOooo 20 . dan apabila terdapat kekeliruan akan dilakukan perbaikan seperlunya. Berdasarkan Pedum. khususnya mereka yang tergolong RTS-PM program Raskin. maka Pedum Raskin Tahun 2009 dinyatakan tidak berlaku. dapat menggunakan Pedoman Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis tahun 2009 sepanjang tidak bertentangan dengan Pedum Raskin 2010. Bagaimanapun mulianya tujuan sebuah program.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->