Anda di halaman 1dari 7
Ujian Akhir Matrikulasi Wawasan Budi Luhur Dosen: Dr. M. Hartun Sunjata, M.Sc. Nama NIM Kelas
Ujian Akhir Matrikulasi
Wawasan Budi Luhur
Dosen: Dr. M. Hartun Sunjata, M.Sc.
Nama
NIM
Kelas
: Fransiscus Xaverius Eko Budi Kristanto
: 1111600126
: XA
MAGISTER ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS BUDI LUHUR JAKARTA
2011
ismail - [2010]
home
[Pick the date]

Wawasan Budi Luhur

Ujian Akhir

Matrikulasi

1. Soal: Pada hakekatnya setiap manusia ingin hidup bahagia. Jelaskan bagaimana cara agar keinginan tersebut dapat terpenuhi?

Jawab:

Agar manusia hidup bahagia, ada dua syarat pokok (disamping syarat lain) yang harus terpenuhi, yaitu:

1) Secara lahir (sejahtera): tercukupi kebutuhan secara lahir, yang berarti bahwa manusia perlu memperoleh kesejahteraan secara lahir. Untuk sejahtera tersebut, syaratnya adalah:

1.Memiliki kemampuan (cerdas) dan kemauan untuk mencukupi kebutuhan dasar secara fisik 2.Mampu mencukupi kebutuhan dasar 3.Mensyukuri terhadap semua yang dimiliki 2) Secara batin: memperoleh rasa aman dan tenang. Rasa aman dan tenang ini

menyangkut secara fisik dan mental manusia. Untuk mendapatkan rasa aman dan tenang dilakukan dengan cara berikut ini:

1.Rasa aman secara fisik: dengan pengamanan fisik, contohnya: membawa bodyguard jika akan bepergian, satpam di rumah, dsb. 2.Rasa aman secara mental, yang diwujudkan dengan melakukan pengendalian diri terhadap keinginan masing-masing pribadi dan menjaga keharmonisan lingkungan hidup kita.

Untuk proses pengendalian diri tersebut dilakukan dengan cara: 1. Hidup sederhana, tidak menginginkan yang di luar kemampuannya, 2. Tidak boros, menggunakan miliknya sesuai dengan yang benar-benar diperlukan, 3. Bersyukur terhadap yang telah diperoleh.

Sedangkan untuk menjaga keharmonisan lingkungan dilakukan dengan:

1. Menghindari konflik dengan lingkungan (hidup berdampingan secara damai dg orang lain), 2. Menaati norma-norma yang berlaku, 3. Tidak merugikan orang lain

Soal: Jelaskan pendapat anda mengapa setiap manusia perlu memiliki kecerdasan dan sekaligus juga berbudi luhur!

Jawab:

Manusia perlu memiliki kecerdasan berarti mampu menggunakan akal untuk melakukan hal- hal yang bermanfaat untuk kehidupan, baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Dengan kecerdasan yang dimiliki oleh setiap manusia, maka dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, yang berpangkal pada keinginan untuk hidup bahagia. Tanpa memiliki kecerdasan, manusia dapat menjadi korban orang lain dan akan kesulitan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

Disisi lain, manusia perlu berbudi luhur yang berarti bahwa manusia yang merupakan mahluk sosial tidak dapat hidup sendirian dan perlu hidup dengan orang lain yang juga berarti semua manusia menginginkan diterima dalam lingkungannya. Jika tidak berbudi luhur, manusia yang cerdas dapat berbuat apa saja yang kadangkala tidak peduli dengan kehidupan orang lain, sehingga dia dapat ditolak dari lingkungannya. Dengan demikian, cerdas saja tidak cukup. Dengan demikian manusia perlu memiliki kecerdasan agar dapat memenuhi kebutuhan

2.

1
1

Wawasan Budi Luhur

Ujian Akhir

Matrikulasi

hidupnya dan berbudi luhur agar dapat diterima dalam lingkungan masyarakat, sehingga pangkal harapan dan cita-cita hidup semua manusia untuk bahagia dapat terwujud.

3. Soal: Pada dasarnya setiap manusia dapat menjadi orang yang berbudi luhur. Jelaskan mengapa demikian?

Jawab:

Ciri bahwa manusia berbudi luhur diantaranya adalah: bersikap, bertutur kata, dan berperilaku untuk kepentingan masyarakat, tidak merugikan orang lain, taat pada norma yang berlaku, dan selalu bersyukur.

Untuk melakukannya, manusia perlu melakukan pengendalian diri dan menjaga keharmonisan dalam lingkungannya. Dengan demikian budi luhur sendiri menyangkut moral dan perilaku manusia yang baik, sebagai mahluk sosial, setiap manusia ingin dapat hidup dengan damai di kelompoknya.

Setiap manusia dapat menjadi manusia yang berbudi luhur, karena ini menyangkut sikap, tutur kata dan perilaku manusia itu sendiri. Setiap manusia yang memiliki moral, dan agama selalu diajarkan untuk berbuat baik dalam hidupnya, baik untuk dirinya sendiri maupun lingkungannya. Dan jika sudah berbuat baik, manusia akan mendapatkan ketenangan dalam hidupnya yang akan membuat manusia menjadi bahagia. Dengan latar belakang hal tersebut, maka dipastikan bahwa semua manusia dapat menjadi manusia berbudi luhur.

4. Soal: Pada saat ini Pemerintah (Kemdiknas) sedang merencanakan program pembangunan karakter bangsa. Hal ini sejalan dengan upaya universitas Budi Luhur untuk mengangkat Wawasan Budi Luhur sebagai mata kuliah wajib. Jelaskan apa yang melatar belakangi program/kuliah tersebut dan apa kira-kira harapan terhadap program/kuliah tersebut?

Jawab:

Latar belakangnya menurut sudut pandang saya ada 2 hal pokok, yaitu: dari cita-cita Yayasan Pendidikan Budi Luhur dan dari Kondisi bangsa indonesia saat ini.

Dari sisi Yayasan Pendidikan Budi Luhur:

Ingin menghasilkan manusia cerdas yang selalu berperilaku baik dan mulia dengan menggunakan kecerdasannya untuk hal-hal yg bermanfaat dan tidak merugikan masyarakat

Ingin semua alumni berbahagia dalam hidupnya dan menjadi insan penyebar nilai-nilai kebudiluhuran

Dari sisi kondisi bangsa Indonesia saat ini: Bahwa terdapat penurunan nilai-nilai moral di seluruh lapisan masyarakat (Pejabat eksekutif, DPR, Pengadilan) yang wujudnya:

1. Norma-norma baik/buruk, benar/salah, rasa malu sudah luntur (suap, korupsi, manipulasi,

etiket)

2. Pengingkaran ajaran agama (toleransi, paranormal hitam, seks bebas/pra nikah)

Berlatar belakang 2 hal tersebut di atas, sebagai upaya kepedulian dan langkah nyata Universitas Budi Luhur dalam rangka menyebarluaskan nilai-nilai kebudiluhuran (moral) ke masyarakat yang dilakukan dengan cara mengingatkan kembali adanya nilai-nilai moral,

2
2

Wawasan Budi Luhur

Ujian Akhir

Matrikulasi

kebudiluhuran dalam kehidupan bermasyarakat untuk membangun kembali karakter bangsa yang dilakukan dari lingkungan kampus Budi Luhur, maka dalam bentuk WAWASAN BUDI LUHUR yang akan menjadi mata kuliah wajib. Harapannya bahwa cita-cita Universitas Budi Luhur di atas dapat tercapai, dan nilai-nilai moral bangsa dapat menjadi tersebar di segenap keluarga besar universitas Budi Luhur.

5. Soal: Pembahasan Etika dapat dilakukan melalui tiga pendekatan yaitu deskriptif, normative, dan meta etika. Berikan contoh pembahasan etika tentang kebiasaan kawin cerai yang terjadi pada masyarakat di suatu wilayah Indonesia.

Jawab:

Pembahasan kebiasaan kawin cerai yang terjadi pada masyarakat di suatu wilayah Indonesia melalui 3 pendekatan Etika:

1. Deskriptif : Arti, pelaksanaannya, sebab terjadinya.

Kebiasaan kawin cerai terjadi karena berbagai faktor, utamanya adalah karena kedua pasangan merasa saling tidak cocok lagi dan merasa gagal dalam membina perkawinan mereka, dan karena dirasakan sudah tidak ada jalan keluar lagi yang dapat ditemukan, maka diputuskanlah untuk bercerai. Perceraian juga dapat disebabkan karena salah satu dari pasangan berselingkuh, karena berbagai alasan; kecewa dengan pasangannya, menemukan yang lebih cocok, dan sebagainya. Bisa juga perceraian karena alasan ekonomi, dengan alasan sang ayah tidak dapat menghidupi keluarganya sehingga memutuskan untuk menceraikan pasangannya agar pasangannya dapat kawin lagi dengan orang lain yang diperkirakan dapat menghidupinya.

2. Normatif : Norma-norma yg berlaku (agama, adat, lingkungan sosial).

Jika dipandang dari sisi agama, ada agama yang memperbolehkan perceraian dalam sebuah perkawinan, karena berbagai alasan yang menurut agama tersebut dapat diterima. Namun ada juga agama yang menolak perceraian, apapun alasannya. Bahwa sebuah perkawinan adalah ikatan suci yang dilakukan di depan Tuhan yang tidak dapat terceraikan kecuali oleh maut.

3. Meta-etika : Menilai dampak baik/buruk dari segi moral (anak, keluarga, sosial).

Jika dilihat dampak kawin cerai, jelas akan lebih banyak tidak baik dari sisi moral dibandingkan baiknya. Dalam kebiasaan yang terjadi, anak selalu menjadi korban karena perceraian orang tuanya, hal ini terbukti dengan cukup banyaknya anak dari keluarga yang kawin cerai ke depannya menjadi manusia yang kurang berhasil. Selain itu, di mata masyarakat umum, kebiasaan ini seolah-olah menurunkan martabat manusia yang biasa melakukannya, karena dianggap tidak dapat menghargai nilai-nilai suci dari perkawinan, muncul juga anggapan bahwa perkawinan itu lebih dikarenakan nafsu duniawi.

6. Soal: Uraikan pendapat anda mengapa kita perlu bersyukur dan bagaimana penerapan rasa bersyukur dalam hidup kita?

Jawab:

Kita perlu selalu bersyukur dalam hidup ini, karena ini merupakan salah satu ciri bahwa kita adalah orang yang berbahagia. Bersyukur merupakan bagian dari iman kita kepada Tuhan,

3
3

Wawasan Budi Luhur

Ujian Akhir

Matrikulasi

bahwa kita yakin dan percaya akan semua yang kita miliki, kita peroleh merupakan anugerah Tuhan yang harus senantiasa kita syukuri. Bersyukur juga menunjukkan bahwa kita dapat mengendalikan diri untuk tidak selalu menuntut semuanya sesuai dengan keinginan kita.

Penerapan rasa beryukur dalam hidup kita dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti berikut ini:

Mensyukuri atas apa saja yang kita terima atau alami

Tidak menggerutu atas kekurangan kita

Melihat dan membantu mereka yg lebih menderita daripada kita

Memanfaatkan semua milik kita dengan saksama

7. Soal: Faktor kemauan memiliki andil yang paling dominan dalam mencapai sukses dibandingkan faktor lain. Jelaskan mengapa demikian!

Jawab:

Ada 3 faktor yang mempengaruhi sebuah kesuksesan, yaitu: kesempatan, kemampuan, dan kemauan. Jika sesorang memiliki 3 faktor tersebut, maka untuk meraih sebuah kesuksesan tentu saja menjadi hal yang biasa. Pembahasannya sebagai berikut:

Jika tidak memiliki kesempatan: bisa diusahakan, jika mau. Banyak sekali kesempatan yang sering ditemui, tergantung apakah kita mau memanfaatkannya atau tidak. Saya merasakan bahwa kesempatan untuk melanjutkan kuliah lagi ini merupakan sebuah anugerah dan rencana Tuhan yang saya sadari sangat indah buat saya dan keluarga.

Jika tidak memiliki kemampuan: bisa belajar, jika mau. Semua manusia dikarunia kemampuan dan akal pikiran oleh Tuhan, yang berbeda satu sama lain. Manusia sebagai mahluk Tuhan yang derajatnya lebih tinggi dibandingkan mahluk lain juga dikaruniai akal untuk belajar, sehingga pada dasarnya setiap manusia dapat memiliki kemampuan yang belum dikuasainya jika dia mau belajar.

Tidak memiliki kemauan : Meskipun memiliki kesempatan dan kemampuan, namun jika tidak memiliki kemauan maka tidak bisa menghasilkan apapun. Misal: bisa saja kita kaya, waktu kita banyak di rumah, dan kita termasuk orang yang cerdas; namun kita tidak punya kemauan untuk kuliah misalnya; maka tentu saja kita tidak bisa berhasil menjadi Sarjana. Jelas sekali bahwa tanpa kemauan maka akan sangat sulit untuk mencapai sebuah kesuksesan.

8. Soal: Jelaskan mengapa orang perlu bekerja!

Jawab:

Bekerja merupakan kegiatan untuk mencapai kondisi yang lebih baik. Kondisi yang dimaksudkan adalah terpenuhinya kebutuhan hidup manusia secara lahiriah. Dengan bekerja manusia bisa memperoleh penghidupan berupa: upah, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, dan banyak lainnya. Bekerja juga akan membuat manusia menjadi bersemangat dan bertanggungjawab dalam hidupnya, dapat bersosialisasi dengan rekan kerjanya. Masyarakat kita juga akan menghargai orang yang bekerja daripada orang yang tidak mau bekerja. Apapun pekerjaan kita, asalkan halal, pastinya akan membawa hal baik bagi hidup kita, keluarga kita, dan orang-orang yang kita cintai.

4
4

Wawasan Budi Luhur

Ujian Akhir

Matrikulasi

9. Soal: Jelaskan mengapa kita perlu selalu bersyukur dalam hidup ini!

Jawab:

Dengan bersyukur maka hidup kita akan menjadi lebih bahagia. Kita dapat menerima semua yang sudah kita peroleh dan kita usahakan dengan ikhlas. Kita juga percaya bahwa Tuhan selalu mempunyai rencana dalam hidup kita, apapun yang kita jumpai dan alami. Dengan bersyukur kita akan merasa sebagai orang yang tidak selalu berkekurangan, sehingga kebahagiaan itu akan kita rasakan setiap hari. Menjalani hidup dengan penuh rasa syukur juga akan menjadikan hari-hari kita menjadi lebih bersemangat dan indah, yang akan membawa banyak hal dan energi positif tidak hanya bagi kita dan keluarga kita, namun bagi seluruh lingkungan kita. Hidup ini indah, sehingga tidak ada lagi alasan untuk tidak bersyukur.

10. Soal: Jelaskan mengapa perlu ada toleransi dalam menjalani hidup bermasyarakat!

Jawab:

Toleransi berarti menghormati dan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk menggunakan haknya. Hak sebagai warga negara, masyarakat, dan manusia sebagai pribadi yang utuh. Hak setiap manusia (di jalan, di pintu, hak berbicara dlm diskusi, hak melaksanakan kewajiban beragama).

Toleransi dalam kehidupan bermasyarakat sangat penting, agar kita dapat hidup rukun berdampingan dengan orang lain. Contoh: toleransi beragama, membiarkan orang lain menjalankan agama dan keyakinannya. Kita tidak boleh mengganggu kegiatan keagamaan orang lain, biarkan orang lain beribadah dengan tenang, begitu juga kita tidak boleh memaksakan agama atau keyakinan kita kepada orang lain. Contoh lain: jika di jalan umum kita juga jangan memakai jalan seenak kita sendiri, misal jalan di tengah-tengah padahal banyak kendaraan yang lewat, sehingga mengganggu kelancaran perjalanan orang lain.

Intinya bahwa dengan toleransi kita dapat menjaga suasana saling menghormati dan menghargai perbedaan satu sama lain yang menjadikan semuanya damai dan indah dalam masyarakat kita.

11. Soal: Jelaskan falsafah “aja dumeh” dalam kehidupan bermasyarakat!

Jawab:

Falsafah “aja dumeh” jika diartikan dari suku katanya adalah: aja = jangan, dan dumeh = mentang-mentang, sehingga jika digabungkan “aja dumeh” maka diterjemahkan sebagai “jangan mentang-mentang”. Falsafah “aja dumeh” ini dalam kehidupan bermasyarakat memiliki makna jika memiliki kekuasaan dan kewenangan atau hak, jangan menggunakannya dengan semena-mena. Kekuasaan dan kewenangan seharusnya dipandang sebagai amanah untuk dipergunakan dengan penuh tanggungjawab, demi kepentingan orang banyak. Yang dipertanggungjawabkan tidak hanya kepada manusia, namun kepada Tuhan sang Pencipta. Gunakan kewenangan yang diberikan sesuai ketentuan. Bahwa kewenangan yang diberikan kepada kita seyogyanya dijalankan sesuai dengan ketentuan dan aturan yang ada, yang telah disepakati dan menjadi arahan bagi proses pelaksanaan kewenangan tersebut. Karena jika kita semena-mena menggunakan kekuasaan dan kewenangan kita, pasti jika kekuasaan dan kewenangan tidak ada lagi maka kita tidak akan dihormati orang lain, karena orang akan mengingat apa yang sudah kita lakukan dengan kekuasaan dan kewenangan kita yang lalu.

5
5

Wawasan Budi Luhur

Ujian Akhir

Matrikulasi

12. Soal: Jelaskan falsafah “bisa rumangsa, aja rumangsa bisa”!

Jawab:

“Bisa rumangsa”: bahwa sebagai manusia kita harus mampu merasa (menyadari):

Bahwa manusia selalu memiliki kelemahan, sehingga perlu: Menghargai orang lain, belajar dan minta bantuan dari mereka.

Bahwa manusia selalu perlu bantuan, sehingga harus hidup rukun dengan sesama.

Bahwa semua yg dicapai atas berkat dan rahmat Allah, maka perlu: berdoa mohon bantuan dan bersyukur

Bahwa semua ciptaan Tuhan adalah demi kebaikan manusia, maka harus selalu memelihara lingkungan

“Aja rumangsa bisa”: sebagai manusia kita jangan terlalu merasa: “mampu, pandai, dan menguasai”. Karena hal ini akan menjadikan manusia yang “rumangsa bisa” menjadi:

meremehkan orang lain, sombong, tidak serius, dan tidak mau meningkatkan diri dengan belajar. Harapannya bahwa sebagai manusia senantiasa perlu bersikap rendah hati, selalu berusaha dan belajar.

Sehingga jika disimpulkan, maka falsafah “bisa rumangsa, aja rumangsa bisa” akan bermakna bahwa sebagai manusia kita harus selalu rendah hati, hidup rukun dengan orang lain, bersyukur, toleransi, peduli dengan lingkungan, selalu mau belajar dan berusaha menjadi lebih baik. Dengan kata lain, berusaha menjadi manusia berbudi luhur yang juga mau selalu belajar agar menjadi lebih baik.

6
6