Anda di halaman 1dari 5

Pertukaran gas Gas berpindah menruni gradient tekanan Pernapasan terjadi O2 segar diserap darah sedangkan CO2 dikeluarkan

dari darah. Darah merupakan media transportasi O2 dan CO2 antara paru dan kapiler jaringan, prosesnya melalui difusi pasif sederhana yang tergantung gradient tekanan parsial ( tidak mekanisme aktif ). Gradient tekanan parsial adalah perbedaan tekanan parsial antara darah paru da udara alveolus. Tekanan parsial adalah setiap tekanan yag secara independen ditimbukan oleh gas tertentu didalam campuran gas. Jumlah gas yang akan larut dalam darah bergantung : 1.daya larut ( solubilitas ) gas dalam darah 2.tekana parsial gas dalam udara alveolus tempat darah terpajan. ( daya larut O2 dan CO2 dalam darah konstan maka jumlah O2 dan CO2 yang larut dalam kapiler paru berbanding lurus dengan PO2 dan PCO2 alveolus Gas berdifusi sesuai penurunan gradient tekanan parsial dari daerah denngan tekanan parsial tinggi ke daerah dengan teanan parsial rendah ( seperi difusi penurunan gradient konsentrasi ). Oksigen masuk dan CO2 keluar dari darah di paru secara pasif mengikuti penurunan gradian tekanan parsial. Udara Atmosfer ( PO2 160, P CO2 0,3 )

Masuk saluran pernapasan humidifikasi : kejenuhan H2O akbat kelembaban saluran pernapasan pengenceran tekanan parsial gas-gs yang masuk sebesar 47 mmHg pada udara lembab udara inspirasi segar tercampur dengan sejumlah besar udara lama paru dan kapasitas residual fungsional ( rendahnya pertukaran udara alveolus )

Alveolus ( PO2 100, PCO2 40 ) ( 1/7 udara alveolus ddiganti udara segar atmosfer sekali bernafas)

Gradient tekanan parsial O2 dari alveolus ke darah = 60mmHg ( 100 ke 40 ) Gradient tekanan parsial CO2 dari darah ke alveolus = 6 mmHg ( 46 ke 40 )

Arteri pulmonalis setelah gas berdifusi melintasi kapiler paru ( PO2 100 , PCO2 40 )

Darah arteri sistemik ( PO2 100 , PCO2 40 )

Pertukaran dengan sel jaringan ( PO2 < 40 , PCO2 > 46 )

Vena sistemik ( PCO2 46 , PO2 40 )

alveolus ( PO2 100, PCO2 40 )

ekspirasi ( CO2 dikeluarkan ) factor diluar gradient tekanan parsial mempengaruhi kecepatan perpindahan gas hokum difusi Fick kecepatan difusi suatu gas melintasi selembar jaringan juga bergantung pada luas permukaan dan ketebalan membrane yang harus dilewati gas serta koefisien difusi gas tertentu. ( pada keadaan istirahat factor lain ini relative konstan ) Dalam keadaan tertentu seperti : Olahraga : luas permukaan meningkat Pada keadaan istirahan sebagian kapiler paru biasanya tertutup karena tekanan sirkulasi paru, yang scara normal rendah tidak mampu membuka semua kapiler yang ada. Pada saat olahraga : curah jantung meningkat menyebabkan tekanan darah paru meningkat sehingga kpiler yang tertutup menjadi terbuka dan luas permukaan meningkat yang menyebabkan pertukaran gas meningkat.

Penurunan luas permukaan terjadi dalam keadaan patologisn ( emfisema,atelektsis paru, hilangnya jarngan karena bedah misalnya kaarena pengobatan kanker paru ) Ketebalan meningkat ( jarak udara dan darah meningkat ) ditemukan pada ; 1.fibrosis paru 2.edema paru

Transportasi gas Sebagian besar O2 dalam darah diangkut oleh hemoglobin. Dalam darah O2 1.larut secara fisik ( lebih sedikit 1,5 % karena kurang larut dengan cairan tubuh )2.terikat secara kimiawi dengan hemoglobin 98,5 %. Hb + O2 membentuk oksihemoglobin, jenuh dalam keadaan maksimum 1 Hb : 4 molekul O2 Persen saturasi hemoglobin : suatu ukuran seberapa banyak Hb yang berikatan dengan O2 dapat bervariasi 0-100%.