Anda di halaman 1dari 5

PERANCANGAN MEKANISME

1.

Judul Tugas Perancangan Mekanise Judul tugas perancangan mekanisme yang akan di ajukan adalah Perencanaan Lift Gates Jenis Rail Lift dengan Kapasitas Angkat Maksimal 700 Kg.

2.

Latar Belakang Dewasa ini perkembangan teknologi semakin meningkat, seiring itu pula teknologi lift gates yang sudah ada semakin diperbaharui. Lift gates merupakan alat bantu yang digunakan untuk mempermudah bongkar muat cargo, lift gates di pasang pada bagian tail gates yang bisanya di jumpai pada bagian belakang mobil cargo seperti pickup dan truck. lift menggunakan gates bekerja fluida dengan sebagai sistem hidrolik yaitu

tekanan

penggeraknya.

Menurut

jenisnya, terdapat beberapa jenis

lift gates, diantaranya, Mighty

Max, Rail Lift, Konvensional, Tuk-A-Way, Slidelift, Columlift, Gas Bottle. Bermacam jenis lift gates yang diciptakan mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri, baik dari segi harga, perawatan, dan pengoprasiannya. Dengan banyaknya permintaan pasar akan suatu peralatan yang sangat mudah di gunakan, maka lift gates yang akan di rencanakan dalam tugas akhir ini juga mudah di gunakan. Sehingga diupayakan untuk menciptakan terobosan baru untuk membuat alat bongkar muat pada mobil cargo yang lebih praktis dan efisien. Maka dari itu di dapat suatu ide pemikiran untuk merancang bangun suatu alat mongkar muat cargo pada mobil truck

mengggunakan jenis rail lift. Tujuannya adalah mempermudah di dalam bongkar muat cargo, meminimalisir pekerja bongkar muat atau operator, menjaga kerusakan barang cargo saat proses bongkar muat. Karena kebutuhan daya angkat hanya untuk mengangkat cargo, maka

JURUSAN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

PERANCANGAN MEKANISME

dalam prencanaan lift gates di desain untuk kapasitas angkat 700 kg dengan sistem tenaga hidrolik otomatis. 3. Rumusan masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat di rumuskan permasalahan pada penyusunan Tugas Akhir dengan judul Perencanaan Lift Gates Jenis Rail Lift dengan Kapasitas Angkat Maksimal 700 Kg. Ini maka ada beberapa hal yang menjadi rumusan masalah, antara lain: 1. Bagaimana rumusan tentang daya angkat maksimal? 2. Bagaimana memilih sistem hidrolik untuk kapasitas 700 kg.? 3. Bagaimana penghubung? 4. Bagaimana menganalisa kekuatan sambungan las? menganalisa gaya-gaya yang terjadi pada batang

4.

Batasan Masalah Mengigat luasnya ruang lingkup bahasan tetang Perencanaan Lift Gates Jenis Rail Lift dengan Kapasitas Angkat Maksimal 700 Kg., maka pembahasan di batasi pada proses prencanaannya saja. Untuk perencanaan alat tersebut perlu di lakukan batasan-batasan permasalahan di antaranya: 1. Menganalisa gaya-gaya yang terjadi pada batang penghubung. 2. Pemilihan sistem hidrolik berdasarkan katalog. 3. Lebar dari merek corseris truck cargo di abaikan. 4. di rencanakan utuk mobil truck cargo

5.

Tujuan penelitian Seperti latar belakang yang di kemukakan di atas, maka maksud dari penulisan tugas akhir ini adalah merencanakan sebuah alat untuk mempermudah saat bongkar muat cargo, menimalisir operator saat bongkar muat, menjaga kerusakan sari barang cargo saat bongkar muat. Sehingga

JURUSAN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

PERANCANGAN MEKANISME

mempermudah dalam aktivitas di bidang cargo dan menambah pengetahuan di dalam perancangan mesin-mesin yang bermanfaat bagi dunia industri maupun di lingkungan masyarakat. 6. Metode Perencanaan Adapun dalam perencanaan ini adalah sistematika berdasarkan buku: engineering design yang di susun oleh Prof. Dr. Ing. G. Phal dan Prof. Dr. Ing. W. Beitz dengan pedoman perancangan menurut VDI 2221. Dalam proses perancangan terbagi dalam 4 tahap utama dalam pengerjaan yaitu: 1. Penjambaran tugas (Clasification of the task)

Meliputi pengumpulan informasi atau data tentang syarat-syarat data yang di penuhi oleh portable car lift dan juga batasan-batasannya, hasil dari tahap ini berupa syarat-syarat dan spesifikasi. 2. Perancangan dengan konsep (Conceptual design)

Meliputi informasi struktur-struktur fungsi pencairan prinsip-prinsip pemecahan masalah yang cocok dan mengkombinasikan menjadi konsep varian, hasil dari tahap ini berupa pemecahan masalah dasar atau konsep. 3. Perancangan dengan wujud (Embodiment design)

Sketsa kombinasi prinsip solusi yang telah di buat merupakan bentuk layout awal. Kemudian pilih yang memenuhi persyaratan yang sesuai dengan spesifikasi dan unggul menurut kriteria teknis dan ekonomis, kemudian layout awal yang di pilih di kembangkan menjadi layout awal yang difinitif, yaitu yang merupakan wujud dari perancangan yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan. Pada layout definitif meliputi beberapa hal yang meliputi hasil dari tahapan, antara lain: - Bentuk elemen suatuu produk - Pemilihan jenis dan kekuatan material - Perhitungan teknik
JURUSAN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

PERANCANGAN MEKANISME

- Pemilihan bentuk dan dimensi - Pembuatan produk 4. Perancangan dengan rinci (detail design)

Dalam tahap ini hasil rancangan dibuat suatu dokumen produk, sehingga dapat di produksi secara terus menerus dan pengembangan produk yang lebih baik, dokumen produk ini meliputi: - Sistem pengoprasian - Gambar mesin - Rincian gambar mesin - Material list 7. Sistematika Penulisan Dalam penulisan tugas akhir ini, sistematika penulisan yang digunakan adalah sebagai berikut : Bab I Pendahuluan Berisikan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan

masalah, tujuan masalah, metode penelitian dan sistematika penulisan. Bab II Spesifikasi Berisikan tentang spesifikasi Perencanaan lift gates jenis rail lift dengan kapasitas Angkat Maksimal 700 kg. Bab III Teori Dasar Bab ini berisi konsep-konsep dan dasar teori yang relevan dengan permasalahan yang dibahas dan perencanaan yang dilakukan serta dapat digunakan sebagai landasan dan kerangka berpikir dalam proses perencanaan, dan menjadi referensi yang mendukung interpretasi, pengolahan data, serta analisis yang dilakukan dalam perencanaan ini.

JURUSAN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

PERANCANGAN MEKANISME

Bab III Tahap-Tahap Penelitian Berisikan tentang bagaimana metode penelitiannya, waktu dan tempat, langkah-langkahnya, peralatan yang dipakai, parameter yang diukur, maupun teknik pengambilan datanya dalam pengujian tersebut. Bab IV Pembahasan Perencanaan Berisi tentang verivikasi dan hasil hasil perencanaan. Bab V Kesimpulan Dan Saran Pada bab ini berisi kesimpulan dari materi yang di bahas pada bab-bab sebelumnya serta saran yang diberikan untuk perbaikan.

8.

Daftar Pustaka

Rudenko, N., mesin pengankat, Penerbit Erlangga.Jakarta, 1996

JURUSAN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA