Anda di halaman 1dari 35

Analisis Data

y y y y y y Jenis Data Instrumen Penjaringan Tabulasi Analisis Interpretasi

Analisis Pertanyaan Penelitian/Uji Hipotesis


A. Statistik Deskriptif B. Statistik Inferensial A. Statistik Deskriptif
1. 2. 3. 4. 5. Data: 60 68 76 62 86 68 68 78 64 88 70 74 78 72 86 90 74 55 74 70 80 70 56 64 68 83 46 58 62 74 84 48 76 58 72 75 50 62 58 68 78 52 62 76 74 78 54 64 56 72 76 63 63 57 66 65 64 66 58 68 66 54 68 56 72 65 62 68 56 66 68 66 65 66 68 Mendeskripsikan keadaan sampel, Tabulasi dan penyajian data, Analisis tendency central dan variabilitas Analisis korelasi dan komparasi terbatas pada sampel Tidak menggeneralisasikan sampel ke populasi

Jumlah kelompok skor (k) = 1 + 3,3 log n k = 1 + 3,3 log 75 k =

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

X 90 94 85 89 80 84 75 79 70 74 65 69 60 64 55 59 50 54 45 49

Nilai Tengah 92 87 82 77 72 67 62 57 52 47

Frekuensi (f) 1 3 3 8 13 19 12 10 4 2 f = 75

fX 92 261 246 616 936 1273 744 570 208 94 fX = 5040

Frek Kum 1 4 7 15 28 47 59 69 73 75

Penyajian Data: a. Grafik batang b. Poligon c. Histogram d. Ogive e. Pie Chart 2. Tendency Central dan Variabilitas fX a. Rerata (Mean) = M = ------------f

b. Nilai Tengah (Median) = Md = Bb + i ( N fk ) / fm Md Bb i Fm Fk N = median = batas bawah kelas interval yg mengandung median = interval kelas = frekuensi kelas interval yg mengandung median = frekuensi kumulatif sebelum kelas interval yg mengandung media = Jumlah kasus

c. Modus (Mode) = Mo Catatan: Sebaran sekor Mean, Median, dan Mode akan membentuk juling, bisa positif atau negatif d. Quartil, Desil, dan Persentil Quartil (Qi) = Bb + i ( 1/4N fk ) / fq

Desl (Di)

= Bb + i ( 1/10N fk ) / fd

Persentil (Pi) = Bb + i ( 1/100N fk ) / fp e. Jangkauan (Range) = R = Sekor tertinggi Sekor terendah f. Simpangan Baku (Standar Deviasi) = SB = Catatan: Mean dan Simpangan Baku akan membentuk distribusi normal.

Skor tertinggi + Skor terrendah 1. Mean ideal (Mi) = --------------------------------------------2 Skor tertinggi - Skor terrendah 2. Simpangan Baku Ideal (Sbi) = --------------------------------------------6

Rentangan Sekor
X > Mi + 1,5 Sbi Mi + 0,5 Sbi < X Mi + 1,5 Sbi Mi 0,5 Sbi < X Mi + 0,5 Sbi Mi 1,5 Sbi < X Mi 0,5 Sbi X < Mi 1,5 SB

Kriteria/Kategori
Sangat Baik/Sangat Tinggi/Sangat Setuju/........ Baik/Tinggi/Setuju/.............. Cukup/Sedang/Netral/Ragu-Ragu Tidak Baik/Rendah/Tidak Setuju/..... Sangat Tidak Baik/Sangat/Rendah/Sangat Tidak Setuju

B. Statistik Inferensial Uji Hipotesis 1. Deskriptif 2. Asosiasi/Hubungan 3. Komparasi/Perbedaan 1. Hipotesis Deskriptif


Contoh: Kasus 1 Dalam sebuah survei pada lembaga pendidikan bahasa Inggris diperoleh informasi peserta yang berhasil memperoleh sekor Toefl di atas 500 adalah sebagai berikut pria = 225 orang dan wanita 275 orang. Bagaimanakah peluang kedua kelompok peserta kursus tersebut untuk mendapatkan sekor Toefl di atas 500?. 1. Hipotesis alternatif: Hopotesis nol/nihil: 2. Ha: 1 2 Ho: 3. Harga Chi kuadrat hitung 4. Harga Chikuadrat tabel untuk taraf kesalahan 5% dan 1% 5. Kesimpulan: Kasus 2. Dalam sebuah survei untuk mengetahui besarnya peluang beberapa bahasa asing dipilih oleh para siswa SMP diperoleh data sebagai berikut 120 siswa memilih bahasa Jerman, 150 siswa memilih bahasa Inggris, 100 siswa memilih bahasa Perancis, dan 130 siswa memilih bahasa Belanda. Bagaimanakah peluang keempat kelompok bahasa asing tersebut untuk dipilih oleh siswa SMP? 1. Hipotesis alternatif: Hopotesis nol/nihil: 2. Ha: Ho: 3. Harga Chi kuadrat hitung 4. Harga Chikuadrat tabel untuk taraf kesalahan 5% dan 1%

5. Kesimpulan:

Kasus 3. Sebuah lembaga pendidikan bahasa Inggris menyatakan bahwa paling sedikit 50 orang peserta kursus untuk tiap angkatan berhasil memperoleh sekor Toefl di atas 500. Berdasarkan hasil survei terhadap sampel dari 20 angkatan diperoleh data adalah sebagai berikut: 45 55 60 48 55 45 53 54 49 48 46 54 56 58 60 60 45 45 48 54 Apakah pernyataan lembaga pendidikan bahasa Inggris tersebut benar? 1. Hipotesis alternatif: Hopotesis nol/nihil: 2. Ha: Ho: 3. Harga rerata dan simpangan baku: Harga t hitung 4. Harga t tabel untuk taraf kesalahan 5% dan 1% 5. Kesimpulan:

2. Hipotesis Asosiasi/Hubungan a. Korelasi Tunggal


Hipotesis: Ada korelasi yang positif dan signifikan antara waktu belajar dan prestasi belajar Contoh Waktu Prestasi belajar belajar (X) (Y) 4 7 5 8 3 5 5 7 4 6 6 8 5 7 4 7 5 8 6 9 X=47 Y=72 X2 16 25 9 25 16 36 25 16 25 36 Y2 49 64 25 49 36 64 49 49 64 81

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

XY 28 40 15 35 24 48 35 28 40 54

XY=347 X2=229 Y2=530

r xy = 0,75
b. KORELASI GANDA

Penelitian: Pengaruh Tingkat Kecerdasan dan Gaya Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa SMA DIY. Hipotesis: 1. Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara Tingkat Kecerdasan dan Prestasi Belajar Siswa SMA DIY. 2. Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara Gaya Belajar dan Prestasi Belajar Siswa SMA DIY . 3. Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara Tingkat Kecerdasan dan Gaya Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa SMA DIY. . Data yang diperoleh sbb. 1. Tingkat Kecerdasan (X1) 2. Gaya Belajar (X2) 3. Prestasi Belajar (Y) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 X1 4 5 6 4 7 6 8 5 6 7 X2 5 6 7 5 6 7 7 6 6 7 Y 6 7 8 7 6 6 7 7 6 8 X12= X22= Y2 = X12 16

:4 5 6 4 7 6 8 5 6 7 :5 6 7 5 6 7 7 6 6 7 :6 7 8 7 6 6 7 7 6 8 X22 25 Y2 36 X1X2 20 X1Y 24 X2Y 30

X1= X2= Y =

X1X2 = X1Y = X2Y =

Hasil perhitungan korelasi antar variabel sebagai berikut: 1. Korelasi antara Tingkat Kecerdasan dan Prestasi Belajar (rx1y) = 0,17 2. Korelasi antara Gaya Belajar dan Prestasi Belajar (rx2y) = 0,43 3. Korelasi antara Tingkat Kecerdasan dan Gaya Belajar (rx1x2) = 0,79

X1 X1 X2 Y 0,79 0,17

X2 0,79 0,43

Y 0,17 0,43 -

Rx1x2y = 0,683 Pengujian signifikansi dapat dilakukan dengan membandingkan harga F hitung dengan harga F tabel pada taraf signifikansi tertentu. Jika Fhitung lebih besar dari Ftabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Harga F hitung dapat dicari dengan rumus: R2/k 0,6832/2 Fh = ----------------------------- = ------------------------- = 3,06 (1- R2)/(n-k-1) (1- 0,6832)/(10-2-1)

R k n

= koefisien korelasi ganda = jumlah variabel independen = jumlah anggota sampel

Fh = Bandingkan harga Fh dengan Ftabel dengan dk pembilang = k dan dk penyebut = (n-k-1). dk pembilang = 2 dan dk penyebut = 10-2-1 = 7. Untuk taraf kesalahan 5%, diperoleh harga Ftabel = 4,74. Jika Fhitung > Ftabel maka hipotesis nol ditolak dan hipotesis altenatif diterima. Harga Ftabel pd 5%, pembilang 2 dan penyebut 7 = 4,74 Krn harga Fhit < Ftab ( 3,06 < 4,74). Jadi terima Ho tolak Ha Kesimpulan: Tdk ada pengaruh yg sign antara TK dan GB secr bersama thd PB........ Fhitung lebih besar dari Ftabel ( ). Jadi, Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan pada taraf kesalahan 5% antara Tingkat Kecerdasan dan Gaya Belajar secara bersama-sama terhadap Prestasi Belajar siswa SMA DIY.

KORELASI PARSIAL Korelasi ini digunakan untuk mengetahui lebih jauh hubungan antara variabel independen dan dipenden dimana salah satu variabel independennya dibuat tetap/konstan (dikontrol). Jadi, korelasi parsial merupakan angka yang menunjukkan arah dan kuatnya hubungan antara dua variabel atau lebih setelah

satu variabel yang diduga dapat mempengaruhi hubungan variabel tersebut untuk tetap keberadaannya. Contoh Penelitian: Hubungan antara Tingkat Kecerdasan dan Gaya Belajar dengan Prestasi Belajar mahasiswa Misal hasil perhitungan korelasi antar variabel sebagai berikut: 1. Korelasi antara Tingkat Kecerdasan dan Prestasi Belajar (rx1y) = 0,58 2. Korelasi antara Gaya Belajar dan Prestasi Belajar (rx2y) = 0,10 3. Korelasi antara Tingkat Kecerdasan dan Gaya Belajar (rx1x2) = 0,40 Ryx1(x2) = korelasi antara Tingkat Kecerdasan dan Prestasi Belajar dengan Gaya belajar dikendalikan/dibuat sama Ryx1(x2) = Ryx2(x1) = korelasi antara Gaya Belajar dan Prestasi Belajar dengan Tingkat Kecerdasan dikendalikan/dibuat sama.

Ryx2(x1) =

Contoh Ryx1(x2) =

Sebelum variabel Gaya Belajar dikontrol, korelasi antara Tingkat Kecerdasan dengan Prestasi Relajar = 0,58. Setelah Gaya Belajar dikontrol (sama) korelasi antara Tingkat Kecerdasan dan Prestasi Belajar menjadi 0,68. Jadi, dapat dikatakan bahwa setiap individu dalam sampel, hubungan antara Tingkat Kecerdasan dan Prestasi Belajar menjadi semakin kuat jika Gaya Belajarnya sama. Implikasinya, individu A yang Tingkat Kecerdasannya tinggi dan Gaya Belajarnya sama dengan individu B yang Tingkat Kecerdasannya rendah maka Prestasi Belajar A akan jauh lebih tinggi dari B. Untuk menguji signifikansinya gunakan perbandingan antara t hitung dengan t tabel pada taraf signifikansi tertentu misal 5%. t=

Harga t tabel pada dk = n 1, misal n = 25 maka dk = 25-1 = 24. Untuk taraf signifikansi 5% dan dk = 24 harga t tabel = 2,064. t hitung lebih besar dari t tabel sehingga hasil pnelitian dapat digeneralisasikan ke seluruh populasi.

ANALISIS REGRESI (ANAREG) Analisis regresi digunakan untuk mengetahui perubahan variabel terikat (dependent variable) dikarenakan adanya perubahan variabel bebas (independent variable) 1. Regresi Linier Sederhana Persamaan garis regresi: Y= X= a= b= Y = a + bX

variabel terikat yang diprediksikan variabel bebas sebagai prediktor konstante (harga Y bila X = 0) koefisien regresi (bilangan arah) yang menunjukkan arah peningkatan atau penurunan harga Y (harga variabel terikat). Bila b (+) terjadi kenaikan, sebaliknya bila b (-) terjadi penurunan.

sdy Harga b = r-------sdx

Harga a = Y - bX

r = koefisien korelasi product moment antara variabel X dan variabel Y sdy = simpangan baku variabel Y sdx = simpangan baku variabel X Harga a dan b bisa juga dihitung dengan (Y)(X2) (X)(XY) a = ---------------------------------nX2 - (X)2 n(XY) (X)(Y) b = ---------------------------------nX2 - (X)2

Contoh Waktu Prestasi belajar belajar (X) (Y) 4 7 5 8 3 5 5 7 4 6 6 8 5 7 4 7 5 8 6 9 X=47 Y=72 X2 16 25 9 25 16 36 25 16 25 36 Y2 49 64 25 49 36 64 49 49 64 81

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

XY 28 40 15 35 24 48 35 28 40 54

XY=347 X2=229 Y2=530

(Y)(X2) (X)(XY) a = ---------------------------------------nX2 (X)2

(72)(229) (47)(347) a = ----------------------------------------- = 2,27 10(229) (47)2

n(XY) (X)(Y) b = --------------------------------------nX2 (X)2 10(347) (47)(72) b = ------------------------------------------ = 1.06 10(229) (47)2

Persamaan garis regresi: Y = 2,27 + 1,06 X

Y = a + bX

Korelasi Spearman Rho Contoh: Hasil penilaian juri terhadap 15 peserta kontes X sbb: No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Juri A 8 6 10 9 7 8 7 6 5 6 9 5 8 7 6 Juri B 7 7 9 10 8 7 7 7 6 8 7 6 7 8 7 Rank A 5 11,5 1 2,5 8 5 8 11,5 14,5 11,5 2,5 14,5 5 8 11,5 Rank B 9,5 9,5 2 1 4 9,5 9,5 9,5 14,5 4 9,5 14,5 9,5 4 9,5 D 5-9,5=4,5 dst D2 20,25 4 1 2,25 16 20,25 2,25 4 0 56,25 49 0 20,25 16 4

6D2 ho) (r = 1 - ---------------- = 0,6.... N (N2 1) (rho) tabel pd n = 15 dan kesalahan 5 % = 0,52, mk tolak Ho terima Ha.

Kasus 1.

UJI HIPOTESIS KOMPARASI A. Sampel Berkorelasi B. Sampel Independen/Tidak Berkorelasi A. Sampel Berkorelasi Analisis Uji Hipotesis: Uji t t =

Contoh: Seorang peneliti ingin mengetahui ada tidaknya perbedaan motivasi belajar siswa kelas XI SMA Y sebelum dan sesudah diberi perlakuan tertentu. Setelah dilakukan penelitian terhadap 10 orang siswa diperoleh data sbb.

No. Sbj 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Rerata Baku Varians

Motivasi belajar Sebelum Sesudah 4 5 3 4 3 4 4 5 4 5 2 4 3 3 2 4 3 3 2 3 3 4 0,24 0,24 0,6 0,6

Hipotesis nihil (Ho): Tidak ada perbedaan motivasi belajar siswa kelas XI MA Y antara sebelum dan sesudah diberi perlakuan tertentu. Hipotesis alternatif (Ha) Ada perbedaan motivasi belajar siswa kelas XI SMA Y antara sebelum dan sesudah diberi perlakuan tertentu Ho: 1 = 2 Ha: 1 2

Uji hiptesis :

Uji - t =

Jika harga t hitung lebih besar dp harga t tabel untuk dk = n1 + n2 2 dan taraf kesalahan 1% atau 5% maka Ho ditolak dan Ha diterima

B. Sampel Bebas/Tidak Berkorelasi

1.

t=

Separated varians

2.

t=

Polled varians

Kriteria penggunaan rumus: 1. Jika n1 = n2 dan homogen (SB12 = SB22), gunakan rumus no. 1 atau no. 2 dengan dk = n1 + n2 2. 2. Jika n1 tdk sama n2 dan homogen (SB12 = SB22), gunakan rumus no. 2 dengan dk = n1 + n2 2. Contoh: Seorang peneliti ingin mengetahui ada tidaknya perbedaan prestasi belajar siswa kelas XII SMK A antara yang mendapat program remedial (perlakuan) dan yang tidak (kontrol) Hipotesis nihil: Tidak ada perbedaan prestasi belajar siswa kelas XII SMK A antara siswa yang mendapat remedial dan yang tidak. Hipotesis alternatif: Ada perbedaan prestasi belajar siswa kelas XII SMK A antara siswa yang mendapat remedial dan yang tidak. Ho: 1 = 2 Ha: 1 tdk sama 2 Uji homogenitas: Varians terbesar F = ----------------------Varians terkecil

Jika harga F hitung lebih kecil dp harga F tabel untuk taraf kesalahan 1% atau 5% untuk dk pembilang n1 1 dan dk penyebut n2 1 maka dikatakan kedua sampel homogen.

No. Sbj 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Rerata S. Baku Varians

Prestasi belajar Kontrol Perlakuan 4 5 3 4 3 4 4 5 4 5 2 4 3 3 2 4 3 3 2 3

ANALISIS VARIANS Digunakan untuk analisis uji hipotesis komparatif yang membandingkan rerata untuk 3 sampel atau lebih. Model analisis berdasarkan jalur dapat dikelompokkan: analisis satu jalur, dua jalur, dan seterusnya A. Analisis Varians Satu Jalur Langkah-langkah: 1. Menghitung Jumlah Kuadrat Total (Jktot) Jktot = 2. Menghitung Jumlah Kuadrat Antar Kelompok (Jkantar) Jkantar = 3. Menghitung Jumlah Kudrat Dalam (Jkdalam) Jkdalam =

4. Menghitung Mean Kuadrat Antar Kelompok (Mkantar) Mkantar = 5. Menghitung Mean Kuadrat Dalam Kelompok (Mkdalam) Mkdalam = 6. Menghitung harga F F hitung = 7. Membandingkan harga Fhitung dengan harga F tabel. Jika harga F hitung lebih besar dari harga F tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. 8. Menyimpulkan hasil uji hipotesis

Tabel Ringkasan ANAVA untuk Uji Hipotesis Komparatif


Sumber variasi Total Anatar klmpk Dalam klmpk Jumlah kuadrat

Dk N-1 m-1 N-m

MK

Fh

Ftab

Kesimpulan

Contoh: Seorang peneliti ingin mengetahui pengaruh penggunaan modul terhadap prestasi belajar siswa. Pengukuran prestasi belajar dilakukan sebelum diberi modul, kemudian dilakukan pengukuran lagi setelah 2 bulan dan 4 bulan setelah diberi modul. Hasil pengukuran seperti pada tabel berikut.

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

X1 5 6 5 6 4 6 6 5 6 5 n1

X12 25 36 25 36 16 36 36 25 36 25

X2 6 7 7 8 6 7 7 6 7 6 n2

X22 36 49 49 64 36 49 49 36 49 36

X3 7 7 8 8 7 8 7 8 7 7 n3

X32 49 49 64 64 49 64 49 64 49 49

Xtot 18 20 20 22 17 21 20 19 20 18 N=30

Xtot2 110 134 138 164 101 149 134 125 134 110

Jml X SB SB2

54 5,4 0,66 0,44

306 -

67 6,7 0,61 0,37

453 -

74 7,4 0,5 0,25

550 -

195 -

1309 -

Terdapat 3 rumusan hipotesis, yaitu: 1. Komparasi antara sebelum dan sesudah 2 bulan Hipotesis Nihil: Tidak ada perbedaan prestasi belajar antara sebelum menggunakan modul dan sesudah menggunakan modul selama 2 bulan Hipotesiis alternatif Ada perbedaan prestasi belajar antara sebelum menggunakan modul dan sesudah menggunakan modul selama 2 bulan 2. Komparasi antara sebelum dan sesudah 4 bulan Hipotesis nihil Tidak ada perbedaan prestasi belajar antara sebelum menggunakan modul dan sesudah menggunakan modul selama 4 bulan Hipotesis alternatif Ada perbedaan prestasi belajar antara sebelum menggunakan modul dan sesudah menggunakan modul selama 4 bulan 3. Antara sesudah 2 bulan dan sesudah 4 bulan

Hipotesis nihil: Tidak ada perbedaan prestasi belajar antara sesudah menggunakan modul selama 2 bulan dan sesudah menggunakan modul selama 4 bulan Hipotesis alternatif: Ada perbedaan prestasi belajar antara sesudah menggunakan modul selama 2 bulan dan sesudah menggunakan modul selama 4 bulan

Langkah-langkah: 1. Menghitung Jumlah Kuadrat Total (JKtot) JKtot = Xtot


2

(Xtot)2 1952 - --------- = 1309 - --------- = 1309 1267,5 = 32,5 N 30

2. Menghitung Jumlah Kuadrat Antar Kelompok (Jkantar) JKantar (X1)2 (X2)2 (X3)2 (Xtot)2 = ----------- + ----------- + ----------- - ------------- = n1 n2 n3 N 542 672 742 1952 = ------------ + ---------- + ----------- - ------------- = 20,6 10 10 10 30

3. Menghitung Jumlah Kudrat Dalam (JKdalam) JKdalam = JKtot - JKantar = 32,5 - 20,6 = 11,9 1. Menghitung Mean Kuadrat Antar Kelompok (MKantar) JKantar 20,6 MKantar = ------------ = ----------- = 10,3 m -1 3 -1 2. Menghitung Mean Kuadrat Dalam Kelompok (MKdalam) JKdalam 11,9 MKdalam = ------------ = ---------- = 0,43 N-m 30 - 3 3. Menghitung harga F

MKantar 10,3 F hitung = ----------- = ---------- = 23,9 MKdalam 0,43 4. Membandingkan harga Fhitung dengan harga F tabel. Jika harga F hitung lebih besar dari harga Ftabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. dk pembilang = m 1 = 3 1 = 2 dk penyebut = N m = 30 3 = 27 Dengan dk pembilang = 2, dk penyebut = 27 dan taraf signifikansi 5% diperoleh harga Ftabel = 3,35 dan untuk 1% = 5,49. Dengan demikian, Ho ditolak dan Ha diterima baik untuk taraf signifikansi 1% maupun 5%.

Tabel Ringkasan ANAVA untuk Uji Hipotesis Komparatif


Sumber variasi Total Anatar klmpk Dalam klmpk Jumlah kuadrat

Dk

MK

Fhitung

Ftab

Kesimpulan

29

31,5 20,6 10,9

10,3 0,40

23,9

3,35

Tolak Ho

27

8. Menyimpulkan hasil uji hipotesis a. Terdapat perbedaan prestasi belajar antara sebelum menggunakan modul dan sesudah menggunakan modul selama 2 bulan. b. Terdapat perbedaan prestasi belajar antara sebelum menggunakan modul dan sesudah menggunakan modul selama bulan. c. Terdapat perbedaan prestasi belajar antara sesudah menggunakan 2 bulan dan sesudah menggunakan modul selama 4 bulan.

Kesimpulan umum Penggunaan modul dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Pertanyaan: Apakah penggunaan modul tersebut ada pengaruhnya terhadap prestasi belajar dilihat dari perbedaan jenis kelamin?

ANALISIS VARIAN DUA JALUR Contoh: Seorang peneliti ingin mengetahui pengaruh penggunaan modul terhadap prestasi belajar siswa berdasarkan jenis kelamin siswa. Pengukuran prestasi belajar dilakukan sebelum diberi modul, kemudian dilakukan pengukuran lagi setelah 2 bulan dan 4 bulan setelah diberi modul. Hasil pengukuran seperti pada tabel berikut.
Jenis kelamin

No

X1

X12

X2

X22

X3

X32

Xtot

Xtot2

Siswa laki-laki

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

5 6 5 6 4 6 6 5 6 5 54 4 5 5 6 5 4 4 5 6 5 53 107 5,3 0,73 0,53

25 36 25 36 16 36 36 25 36 25 306 16 25 25 36 25 16 16 25 36 25 245 551

6 7 7 8 6 7 7 6 7 6 67 5 7 6 7 6 6 6 6 7 6 62 129 6,4 0,55 0,49

36 49 49 64 36 49 49 36 49 36 453 25 49 36 49 36 36 36 36 49 36 388 841

7 7 8 8 7 8 7 8 7 7 74

49 49 64 64 49 64 49 64 49 49 550

18 20 20 22 17 21 20 19 20 18 195 16 19 18 21 19 17 17 18 21 18 158 353

110 134 138 164 101 149 134 125 134 110 1309 90 123 110 138 125 101 101 120 129 110 1158 2467

Jml

Siswa peremPuan

Jml
Total Rerata SB SB2

7 49 7 49 7 49 8 64 8 64 7 49 7 49 7 49 8 64 7 49 73 535 147 1065 7,35 0,48 0,32

Hipotesis 1. Analisis perbedaan prestasi belajar antara sebelum dan sesudah 2. Analisis perbedaan prestasi belajar antara laki-laki dan perempuan 3. Analisis interaksi antara penggunaan modul dan prestasi belajar berdasarkan jenis kelamin. Langkah-langkah: 1. Menghitung Jumlah Kuadrat Total (Jktot) Jktot = Xtot2 (Xtot)2 3532 - --------- = 2467 - --------- = 390,2 N 60

2. Menghitung Jumlah Kuadrat Kolom(Jkkolom) (X1)2 (X2)2 (X3)2 (Xtot)2

Jkkolom = ----------- + ----------- + ----------- - ------------- = n1 n2 n3 N 1072 1292 1472 3532 = ------------ + ---------- + ----------- - --------- = 408,13 20 20 20 60

3. Menghitung Jumlah Kuadrat Baris (Jkbaris) Jkbaris ( Xbaris)2 (Xtot)2 = ---------------- - --------------- = nbaris N ( Xbarlk)2 ( Xbarpr)2 (Xtot)2 = -------------- + ----------- - ----------nbarlk nbarpr N 1952 1582 3532 = ------------- + ------------- - ---------30 30 60

4. Menghitung Jumlah Kuadrat Interaksi (Jkinter) Jkinter = Jkbagian (Jkkolom + Jkbaris) (Xbag1)2 (Xbag2)2 (Xbag3)2 (Xbagn)2 (Xtot)2 Jkbagian = ------------- + ------------- + ----------- + .... + ---------- - ---------nbag1 nbag2 nbag3 nbagn N 542 672 742 532 622 732 3532 = -------- + ------- + --------+ -------+ -------+-------- - --------- = 10 10 10 10 10 10 60 Jkinter = Jkbagian (Jkkolom + Jkbaris) Jkinter = 5. Menghitung Jumlah Kudrat Dalam (Jkdalam) Jkdalam = Jktot - (Jkkolom + Jkbaris + Jkinter ) 6.Menghitung dk

a. b. c. d. e.

dk kolom dk baris dk interaksi dk dalam dk total

= jumlah kolom 1 = 3 1 = 2 = jumlah baris 1 = 2 -1 = 1 = dk kolom x dk baris = 2 x 1 = (N jml kolom x jml baris) = ( 60 3 x 2 ) = 54 = N 1 = 60 1 = 59

7. Menghitung Mean Kuadrat (MK) untuk masing-masing Jumlah Kuadrat (JK). a. b. c. d. MK kolom MK baris MKinteraksi MKdalam = = = = JKkolom JKbaris JKinteraksi JKdalam : dk kolom : dk baris : dk interaksi : dkdalam

5. Menghitung harga F a. Fhit kolom b. Fhit baris c. Fhitinteraksi = = = MKkolom MK baris MKinteraksi : MKdalam : MKdalam : MKdalam

9. Membandingkan Fhitung dengan Ftabel dengan dk a. Fhit kolom : Ftabel b. Fhit baris : Ftabel c. Fhitinteraksi : Ftabel = = = (pembilang) dkkolom) dkbaris dknteraksi (penyebut) : dkdalam) : dkdalam : dkdalam

Tabel Ringkasan ANAVA untuk Uji Hipotesis Komparatif


Sumber variasi Antar kolom Antar baris Interaksi Kol x bar Jumlah kuadrat

Dk

MK

Fhitung

Ftab

Kesimpulan

k1

JKkolom JKbaris

MKkolom MKbaris MKinteraksi

MKkolom : MKdalam MKbaris : MKdalam MKinteraksi : MKdalam

b1 dkkol x dkbar

JKinteraksi

Dalam

N-k.b

JKdalam JKtotal

MKdalam

Total

N-1

ANALISIS VARIAN SATU JALUR Contoh: Seorang peneliti ingin mengetahui dampak penggunaan 5 macam modul belajar terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran matematika. Diambil 5 kelompok siswa yang tiap kelompoknya diambil 5 orang siswa secara acak. Masing-masing kelompok diberi satu modul yang berbeda dengan kelompok lain untuk tiap modul. Data yang diperoleh adalah sbb. No Modul Total

1 2 3 4 5 Total Rerata

A 5 4 8 6 3 26 5,2

B 9 7 8 6 9 39 7,8

C 3 5 2 3 7 20 4,0

D 2 3 4 1 4 14 2,8

E 2 6 9 4 7 33 6,6

132 5,28 pengguna

Ho : Tidak Ada perbedaan prestasi belajar antara kelima kelompok modul belajar.

Ha : Ada perbedaan prestasi belajar antara kelima kelompok pengguna modul belajar. 1322 1. JKtotal = 5 + 4 + 8 + 6 + 3 + 9 + 7 + 8 + + 4 + 7 - -------25 = 834 696,96 = 137,04
2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

Langkah-langkah

262 + 392 + 202 + 142 + 332 1322 2. JKkolom = ------------------------------------ - -----------5 25 = 776,4 - 696,96 = 79,44

3. JKdalam = JKtot Jkkol = 137,04 79,44 = 57,6

4. Menghitung Mean Kuadrat (MK) JKkolom 79,44 79,44 MKkolom = ------------------ = ----------- = -------- = 19,86 m-1 5-1 4 JKdalam 57,6 57,6 MKdalam = ---------------- = ------------- = ---------- = 2,88 N1 25 - 1 24 5. Menghitung harga F JKkolom 19,86 Fhit = -------------- = ----------- = 6,90 JKdalam 2,88

6. Membandingkan Fhitung dengan Ftabel pada taraf signifikansi 5% Harga Ftabel pada taraf signifikansi 5% dengan dkpembilang = m 1, dk pembilang = 5 1 = 4, dan dkpenyebut = N m = 25 5 = 20 diperoleh harga = 2,87. Sumber variasi Antar kolom Dalam kolom Total Jumlah kuadrat 79,44 Derajat kebebasan 4 Mean kuadrat 19,86 F hitung 6,90*

57,6

20

2,88

137,04

24

*) signifikan pada 5%

7. Kesimpulan: Karena harga Fhitung lebih besar dari Ftabel (6,90 > 2,87) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan prestasi belajar matematika antara kelima kelompok siswa pengguna modul belajar. Artinya: kelima variasi modul belajar memberikan dampak prestasi belajar yang tidak sama antar kelompok siswa.

ANALISIS VARIAN DUA JALUR dengan INTERAKSI Contoh: Seorang peneliti ingin mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa yang diajar dengan 4 model pembelajaran dan dengan 3 modul belajar. Diambil 4 kelompok siswa berdasarkan model pembelajaran, masing masing kelompok 9 orang. Tiap-tiap kelompok dibagi menjadi 3 kelompok kecil, masing-masing kelompok kecil terdiri dari 3 orang untuk diberi modul. Data hasil penelitian sbb. Model Pembelajar Modul belajar B Total

an Ceramah

64 66 70 200 65 63 58 186 59 68 65 192 58 41 46 145 723

72 81 64 217 57 43 52 152 66 71 59 196 57 61 53 171 736

74 51 65 190 47 58 67 172 58 39 42 139 53 59 38 150 651 466 2110 527 510 607

Jumlah Diskusi

Jumlah Kerja kelompok Jumlah Pemberian tugas Jumlah Total Hiptesis: 1.

Perbedaan prestasi belajar efek dari model pembelajaran.

Ho : Tidak ada perbedaan belajar antar siswa yang diajar dengan model pembelajaran yang berbeda. Ha: Ada perbedaan belajar antar siswa yang diajar dengan model pembelajaran yang berbeda 2. Perbedaan prestasi belajar efek dari penggunaan modul belajar Ho: Tidak ada perbedaan belajar antar siswa yang diajar dengan modul belajar yang berbeda Ha: Ada perbedaan belajar antar siswa yang diajar dengan modul belajar yang berbeda. 3. Efek interaksi antara model pembelajaran dan modul belajar Ho: Tidak ada interaksi antara model pembelajaran dan modul relajar yang digunakan. Ha: Ada ada interaksi antara model pembelajaran dan modul relajar yang digunakan. Langkah-langkah 1. Menghitung JKtotal

(Xt)2 JKtotal = (Xkolbar) - ---------N


2

21102 JKtotal = 642 + 662 702 + 652 + + 592 + 382 - ----------36 = 127448 123669 = 3779

2. Menghitung JKbaris (Xt)2 JKbaris = (Xtotbaris)2 - ---------N 6072 + 5102 + 5272 + 4662 21102 = ---------------------------------------- - -------9 36 = 124826 123669 = 1157

3. Menghitung JKkolom (Xt)2 JKkolom = (Xtotkolom) - ---------N


2

7232 + 7362 + 6512 21102 = ---------------------------- - ----------12 36 = 124019 - 123669 = 350

4. Menghitung JKinteraksi 2002 + 1862 + 192 + .... + 1502 JK interaksi = --------------------------------------------- - JKbar JKkol + JKtot 3 2002 + 1862 + 192 + .... + 1502 = ------------------------------------------ - 124826-124019+123669

3 = 771

5. Menghitung JKdalam JKdalam = JKtot JKbar JKkol JKinter = 3799 1157 350 771 = 1501

6. Menghitung dk a. b. c. d. e. dk kolom dk baris dk interaksi dk dalam dk total = jumlah kolom 1 = 3 1 = 2 = jumlah baris 1 = 4 -1 = 3 = dk kolom x dk baris = 3 x 2 = 6 = (N jml kolom x jml baris) = ( 36 4 x 3 ) = 24 = N 1 = 36 1 = 35

7. Menghitung Mean Kuadrat (MK) untuk masing-masing Jumlah Kuadrat (JK). e. f. g. h. MK kolom MK baris MKinteraksi MKdalam = = = = JKkolom JKbaris JKinteraksi JKdalam : dk kolom= 350 : 2 =175 : dk baris= 1157 : 3 = 385,66 : dk interaksi= 771 : 6 = 128,5 : dkdalam= 1501 : 24 = 62,54

6. Menghitung harga F a. Fhit kolom b. Fhit baris c. Fhitinteraksi = MKkolom: MKdalam = 175 : 62,54 = 2,80 = MK baris: MKdalam = 385,66 : 62,54 = 6,17 = MKinteraksi: MKdalam= 128,5 : 62,54 = 2,05

9. Membandingkan Fhitung dengan Ftabel dengan dk a. Fhit kolom banding Ftabel b. Fhit baris banding Ftabel c. Fhitinteraksi banding Ftabel = = = (pembilang) dkkolom dkbaris dknteraksi (penyebut) : dkdalam : dkdalam : dkdalam

a. Ftabel untuk dkkolom (pembilang) = 2 dan dkdalam (penyebut = 24 dan taraf signifikansi 5% adalah 3,40. b. Ftabel untuk dkbaris (pembilang) = 3 dan dkdalam (penyebut = 24 dan taraf signifikansi 5% adalah 3,01

c. Ftabel untuk dknteraksi (pembilang) = 6 dan dkdalam (penyebut = 24 dan taraf signifikansi 5% adalah 2,51

Tabel. Ringkasan perhitungan analisis varian Sumber variasi Antar baris Antar kolom Interaksi Dalam Total Jumlah kuadrat 1157 350 771 1501 3779 Derajat kebebasan 3 2 6 24 35 Mean kuadrat 385,66 175 128,5 62,54 Fhitung 6,17* 2,80 2,05

10. Kesimpulan 1. Karena harga Fhitung antar baris adalah lebih besar dari harga Ftabel (6,17 > 3,01) maka tolak Ho dan terima Ha. Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar antar kelompok pengguna modul belajar yang bervariasi. 2. Karena harga Fhitung antar kolom adalah lebih kecil dari harga Ftabel (2,80 < 3,40 maka terima Ho dan tolak Ha. Jadi, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan prestasi belajar antar kelompok pengguna model pembelajaran yang bervariasi. 3. Karena harga Fhitung interaksi adalah lebih kecil dari harga Ftabel (2,05 < 2,51 maka tolak Ho dan terima Ha. Jadi, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat interaksi antar model pembelajaran dan modul belajar yang bervariasi.

ANALISIS JALUR/Path analysis Contoh: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Keterampilan Elektronika di SMK Negeri 2 Kota Bima

Paradigma Penelitian:

X2

X1

X3 X1 = Motivasi Belajar X2 = Model Pembelajaran X3 = Fasilitas Y = Prestasi Keterampilan Elektronika Berdasarkan paradigma tsb ada 5 hipotesis: Hipotesis1: Ada pengaruh/efek langsung model pembelajaran terhadap prestasi keterampilan elektronika. Hipotesis 2: Ada pengaruh/efek langsung fasilitas terhadap prestasi keterampilan elektronika. Hipotesis 3: Ada pengaruh/efek langsung motivasi belajar terhadap prestasi keterampilan elektronika. Hipotesis 4 : Ada pengaruh/efek tak langsung model pembelajaran terhadap prestasi keterampilan elektronika melalui motivasi belajar. Hipotesis 5: Ada pengaruh/efek tak langsung fasilitas terhadap prestasi keterampilan elektronika melalui motivasi belajar. Pengujian Hipotesis 1. Uji hipotesis menggunakan analisis regresi linier sederhana dan analisis jalur. 2. Analisis regresi untuk menguji adanya hubungan antar variabel bebas dan variabel terikat. 3. Analisis jalur untuk menguji adanya pengaruh/efek langsung, tidak langsung dan efek total.

Persyaratan Analisis 1. Uji Normalitas, menggunakan Kolmogorov-Smeirnov (p > 0,05 = normal) 2. Uji Linieritas antara variabel bebas dan variabel terikat (deviation from linierity > 0,05 = linier) 3. Multikolinieritas antar variabel bebas (nilai tolerance > 0,10 atau variance inflation factor / VIF < 10 = tidak terjadi multikolinieritas) Tabel: Ringkasan Hasil Analisis Regresi Linier antara Variabel Bebas dan Terikat No 1 2 3 4 5 Variabel X1 - Y X2 - Y X3 - Y X4 - Y X5 - Y Koefisien Reg 0,934 0,894 0,903 0,906 0,911 t-hitung 16,103 12,333 12,921 13,175 13,620 p < 0,05 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000

X2

X1

X3

Analisis Jalur untuk Menguji Hipotesis Pengaruh X2 Y melalui X1 Tabel : Ringkasan Hasil Analisis... No 1 2 3 Variabel X2 Y X2 X1 X3 Y Koefisien Reg 0,162 0,451 0,937 t-hitung 1,191 3,201 3,820 p < 0,05 0,241 0,003 0,001

X2

X1

No 1 2 3 Kesimpulan:

Variabel p1 p2 x p3 p1+(p2xp3)

Nilai Anls Jalur t-hitung 0,162 1,191 0,242 2,412 0,404 3,603

p < 0,05 0,241 0,000 0,000

1. Tidak terdapat pengaruh langsung antara Model Pembelajaran terhadap Prestasi Keterampilan Elka. 2. Terdapat pengaruh tidak langsung yg signifikan antara Model Pembelajaran dan Prestasi Ketr Elka melalui Motivasi Belajar. 3. Efek total antara Model Pembelajaran dan Motivasi Bel terhdap Pres Ketr Elka = 0,404 Analisis X3 Y melalui X1 Tabel : Ringkasan Hasil Analisis... No 1 2 3 Variabel X3 Y X3 X1 X1 Y X1 Koefisien Reg 0,24 0,513 0,537 t-hitung 1,521 3,602 4,920 p < 0,05 0,140 0,001 0,001

Y X3 Ringkasan Analisis Jalur No 1 2 3 Kesimpulan: Variabel p5 p4 x p5 p5+(p5xp4) Nilai Anls Jalur t-hitung 0,214 1,151 0,275 2,574 0,489 4,085 p < 0,05 0,140 0,000 0,000

1. Tidak terdapat pengaruh langsung antara Fasilitas terhadap Prestasi Keterampilan Elka. 2. Terdapat pengaruh tidak langsung yg signifikan antara Fasilitas dan Prestasi Ketr Elka melalui Motivasi Belajar. 3. Efek total antara Model Pembelajaran dan Motivasi Bel terhdap Pres Ketr Elka = 0,489