Anda di halaman 1dari 8

Tugas FARFI,Created by Fivi Yunianti,Bp : 1004002,STIFI YP PADANG 2011

RESUME DESIGN OF ROTATION METHODS VISCOMETER WITH COMPUTER BASE

By Rida Samdara, Syamsul Bahri, Ahmad Muqorobin Physics Departement, University of Bengkulu Bengkulu

Intisari

Telah dilakukan perancangan dan pembuatan viscometer dengan metoda rotasi berbasis computer. Viskometer dirancang dengan standar Searle, dimana silinder dalam berputar dan silinder luar dibiarkan bebas. Kecepatan rotasi silinder luar sebanding dengan viskositas fluida yang diukur. Alat yang telah dibuat ini memiliki resolusi pengukuran 1,7711cP dan error sebesar 4,23 %.

1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Viskositas merupakan ukuran kekentalan zat cair. Cairan yang memiliki viskositas tinggi sulit mengalir dibanding dernagn cairan yang mempunyai viskositas rendah. Pengukuran viskositas secara konvensional memeliki ketelitian yang kurang memadai. Keakuratan nilai pengukuran dari viscometer ini tidak mencukupi untuk berbagai aplikasi pengukuran. Untuk diperlukan suatu alternatife system pengukuran agar didapatkan data yang akurat, mudah dala pengoperasiannya dan data hasil penguluran disimpan dalam bentuk data digital. Pengukuran dengan menggunakan computer merupkan salah satu alternative yang dapat digunakan. Suatu system pengukuran memerlukan berbagai komponen untuk membaca suatu besaran fisika. Komponen-komponen tersebut adalah sebagai berikut: a. Sensor, digunakan sebagai pengubah nilai besaeran fisis menjadi besaran analog
1

Tugas FARFI,Created by Fivi Yunianti,Bp : 1004002,STIFI YP PADANG 2011

b. Antarmuka, digunakan antara computer dengan sensor atau tranduser c. Perangkat lunak (software), digunakan pengolah data dan penampil data hasil pengukuran. 1.2 Perumusan Masalah Dirumuskan permasalahan bagaimana merancang dan membuat suatu system pengukuran viskositas yang berbasis computer serta menganalisa kerjanya. 1.3 Mamfaat Penelitian Peralatan ini dibuat dapat digunakan sebagai alternative pengukur viskositas di Laboratorium 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Viskositas Viskositas dapat dinyatakan sebagai tahanan aliran fluida yang merupakan gesekan antara molekul-molekul cairan satu dengan yang lain. Hukum alir viskos, Newton menyatakan hubungan antara gaya-gaya mekanika dari suatu aliran viskos sebagai: Geseran dalam (Viskositas) fluida adalah konstan sehubungan dengan gesekannya. Hubungan ini berlaku untuk fluida Newtonian, dimana perbandingan antara tegangan geser ( ) dengan kecepatan gesernya ( ) konstan. Parameter inilah yang disebut dengan viscometer. Besaran viskositas berbanding terbalik dengan perubahan temperature. Kenaikan temperature akan melemahkan ikatan antar molekul suatu jenis cairan sehingga akan menurunkan nilai viskositasnya. 2.2 Viskometer rotasi Viskometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur viskositas suatu fuida. Viskomter rotasi silinder sesumbu ( concentric cylinder ) dibuat berdasarkan 2 standar, yaitu system Searle dimana silinder bagian dalam berputar dengan silinder bagian luar diam dan system Coutte dimana silinder bagian luar yang diputar sedangkan bagian dalam silinder diam. Fluida yang akan diukur ditempatkan pada celah diantara kedua silinder.

2.3 Akuisisi data dengan computer. Sistem akuisisi data dapat didefenisikan sebagai suatu system yang berfungsi untuk mengambil, mengumpulkan dan menyiapakan data, hingga memprosesnya untuk menghasilkan data yang dikehendaki. Elermen-elemen dasar dari data akuisisi data berbasis computer ( PC ) terdiri atas : sebuah PC, tranduser, pengkonsisi sinyal (signal conditioning),
2

Tugas FARFI,Created by Fivi Yunianti,Bp : 1004002,STIFI YP PADANG 2011

perangkat keras akuisisi data, perangkat keras analisa dan pernangjat lunak yang terkait. 2.4 Antarmuka Kopmputer Komputer tidak dapat dihubungkan secar langsung dengan alat luar, melainkan diperlukan rangkaian tambahan yang disebut interface atau antarmuka. Rangkaian ini berfungsi untuk mengubah sinyal-sinyal digital dari computer, sehingga dapat digunakan oleh alat-alat luar atau sebaliknya. 2.5 Port Paralel Port paralel banyak digunakan dalam berbagai macam aplikasi antamuka. Port paralel memiliki 4 jalur control, 5 jalur status, dan 8 jalur data yang biasanya dapat dijumpai sebagai port pencetak(printer), dalam bentuk konektor DB-25 female. 3. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Dilakukan di Laboratorium Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Bengkulu, pada bulan Agustus 2007 sampai Februari 2008. 3.2 Perancangan Sistem Pengukur 3.2.1 Perancangan Alat Alat ukur didesain dengan 2 buah silinder yaitu silinder luar dan silinder dalam. Komponen yang digunakan untuk menghitung jumlah rotasi adalah saklar sentuh. 3.2.2 Prinsip Kerja Alat
Monitor

Viskometer

Saklar Sentuh

Port Paralel

Komputer

Fluida yang akan diukur viskositasnya dimasukkan kedalam ruang antara silinder dalam dan silinder luar. Silinder dalam dapat diputar, sehingga terjadi gesekan antara silinder dalam dan fluida. Gesekan ini menyebabkan sebagian bahan ikut berputar, dan bergesekan dengan silinder luar. Gaya gesekan antara fluida dengan silinder luar menghasilkan torsi pada silinder luar. Torsi tersebut dapat menyebabkan silinder luar berputar. Silinder luar memiliki gaya gesekan terhadap porosnya, sehingga putaran silinder luar menjadi
3

Tugas FARFI,Created by Fivi Yunianti,Bp : 1004002,STIFI YP PADANG 2011

terhambat. Semakinbesar torsi pada silinder luar, maka kecepatan putarnya semakin besar. Kecepatan putar silinder luar tersebut dihitung dengan memfaatkan saklar sentuh pada piringanya. Jumlah sentuhan yang terjadi dalam 30 detik dibaca komputer melalui port paralel. Nilai kecepatan rotasi ini dikonversikan ke nilain viskositas dalam program. Data yang ditampilkan pada program adalah kecepatan rotasi (rpm) dan nilai viskositas(cP). 3.2.3 Perancangan Perangkat Lunak Perangkat lunak (software) digunakan untuk mendukung kerja perangkat kerasnya (hardware).

3.3 Kalibrasi Sistem Sebelum alat digunakan untuk mengukur, harus dilakukan kalibrasi terlebih dahulu. Kalibrasi dimaksud untuk menentukan hubungan antara besaran kecepatan rotasi dengan viskositas fluida yang diukur. Untuk mengkalibrasi alat ini, digunakan fluida yang telah memiliki nilai viskositas standar, seperti oli. 3.4 Pengujian Unjuk Kerja Viskometer Pengujian alat ukur ini dmaksudkan untuk mengetahui sejauh mana alat tersebut dapat bekerja sesuai debngan perencanaan. Alat ukur yang telah dikalibrasi kemudian digunakan untuk mengukur besaran viskositas dari fluida yang telah diketahui nilai viskositasnya. Akurasi merupkan kapasitas instrument pengukuran dalam memberi hasil akhir terhadap nilai sebenarnya dari kuantitas yang diukur. Akurasi dikaitkan dengan sebaran data pengukuran dan dinyatakan dengan kesalahan absolute. Akurasi pengukuran merupakan ukuran seberapa valid data pengukuran. Kesalahan absolute adalah selisih antara rat-rata hasil pengukuran dengan nilai standarnya. Resolusi merupakan perubahan minimum yang dapat direspon oleh alat ukur. Semakin besar resolusi suatu alat ukur, maka hasil pengukuran akan semakin baik. Presisi merupakan ukuran kestabilan pengukuran Sensitifitas merupakan kecepatan suatu alat untuk merespon perubahan besaran fisis. Data pengukuran yang dilakukan secara berulang dapat dikatakan linier jika standar deviasi tidak melebihi 5 % dari rata-rata pengukuran.

Tugas FARFI,Created by Fivi Yunianti,Bp : 1004002,STIFI YP PADANG 2011

4. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Perancangan Alat Alat penguklur viskosits ini dibuat mengacu standar Searle, dimana silinder dalam berputar sedangkan silinder luar dibiarkan bebas. Kendala utama yang dihadapi dalam perancangan alat adalah pembuatan mekaniknya. 4.2 Kalibrasi Sistem Kalibrasi dilakukan dengan membandingkan kecepatan rotasi silinder luar pada fluida yang memiliki viskositas berbeda. Pengukuran kecepatan rotasi terhadap 4 samprel fluida yang telah diketahui nilai viskositas standarnya. Pengukuran kecepatan rotasi untuk masing-masingb sampel dillakukan sebanyak 5 kali. Kemudian plotkan kecepatan rotasi dengan nilai viskositasnya, akan diperoleh persamaan regresi linier. 4.3 Akuisisi Data Sinyal yang terbaca dari viscometer berupa sinyal digital 0 dan 1. Jika saklar sentuh dalam keadaan bersentuhan, maka nilai digital yang terbaca pada computer berubah. 4.4 Perangkat Lunak Perangkat lunak yang dibuat memiliki 4 form, yaitu: 1. Form 1 merupakan form utama yang digunakan untuk menampilkan hasil pengukuran 2. Form 2 merupakan form proses pengukuran yang digunakan untuk menampilkan proses pengukuran viskositas 3. Form 3 merupakan form simpan yang digunakan sebagai form pengisian data pengukuran, seperti nama bahan, suhu, dan waktu pengukuran yang akan disimpan dalam database 4. Form 4 merupakan form bantuan yang digunakan sebagai penyedia informasi mengenai cara pengukuran dan lain-lain. 4.5 Hasil Pengukuran Setelah keseluruhan system bekerja dengan baik, maka dilakukan pengujian unjuk kerja dari system yang telah dibuat. Pengujian dilakukan dengan menggunakan 5 sampel. No Bahan Viskositas Deviasi % Viskositas % Standar Standar Standar Terukur Kesalahan (cP) Deviasi ( cP) 1 Sampel 1 5.0060 12.2361 41.4020 12.2361 ( minyak goreng ) 2 Sampel 2 65 7.0739 8.4310 83.9030 ( Oli SAE 10 )
5

Tugas FARFI,Created by Fivi Yunianti,Bp : 1004002,STIFI YP PADANG 2011

3 4 5

Sampel 3 ( Oli SAE 20 ) Sampel 4 ( Oli SAE 30 ) Sampel 5 ( Oli SAE 40 )

125 200 319

6.0934 10.7070 26.4295

3.9510 5.8314 9.3103

154.2260 183.6100 283.8750 5.8314

Perbandingan antara nilai viskositas hasil pengukuran dan nilai viskositas standarnya diplot dalam suatu grafik linier. Diperoleh koefisien dari alat adalah 0.9779. Hal ini menunjukan bahwa alat ukur viskositas ini memiliki kestabilan 97.79 % dan error sebesar 4,23 %. Alat ukur ini memiliki unjuk kerja yang cukup baik, karena memilik error lebih kecil dari 5 %. 5. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Telah dibuat viscometer berbasis computer. Viskometer yang telah dibuat ini resoluisi pengukuranya sebesar 1,7711 cP dan error sebesar 4,23 %. Viskositas memiliki performance yang cukup baik, karena memiliki error lebih kecil dari 5 % 5.2 Saran Viskositas ini sangat bergantung pada suhu, sehingga pada pengukuran viskositas kestabilan suhu di perhatiakan. Viskometer ini menghasilkan gesekan dan dapat menaikkan suhu fluida di dalamnya, sehingga pengukuran berulang dibutuhkan interval waktu yang cukup lama untuk menurunkan kembali suhunya, yaitu 5 menit.

Tugas FARFI,Created by Fivi Yunianti,Bp : 1004002,STIFI YP PADANG 2011

TUGAS FARMASI FISIK RESUME DESIGN OF ROTATION METHODS VISCOMETER WITH COMPUTER BASE

OLEH :

NAMA NO BP DOSEN

: FIVI YUNIANTI : 1004002 : AFDIL AREL,S.FARM,APT

SEKOLAH TINGGI FARMASI INDONESIA YAYASAN PERINTIS PADANG 2011


7

Tugas FARFI,Created by Fivi Yunianti,Bp : 1004002,STIFI YP PADANG 2011