Anda di halaman 1dari 17

EKSISTENSI PERUSAHAAN DALAM ASPEK KEHIDUPAN MASYARAKAT

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Hukum Perusahaan

Dosen Pengampu:
Prof. Dr. Sri Redjeki Hartono, S.H., M.Hum. Paramitha Prananingtyas, S.H., LL.M.

Disusun Oleh:
Nama Lengkap NIM : Ika Edriantika, S.H. : 11010111400089

MAGISTER ILMU HUKUM HET HAKI UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2011


Eksistensi Perusahaan dalam Kehidupan Perekonomian Masyarakat Page 1

BAB I PENDAHULUAN

Manusia merupakan satu-satunya makhluk Tuhan Yang Maha Esa yang dikaruniai cipta, rasa, dan karsa yang menandakan eksistensinya di muka bumi ini. Hal ini merupakan anugrah yang dapat digunakan manusia untuk menjalani kehidupannya dengan baik. Menjalani kehidupan juga termasuk di dalamnya memenuhi kebutuhan, baik secara materiil maupun immateriil. Dan untuk memenuhi kebutuhannya tersebut, maka manusia harus berusaha dan bekerja keras dengan bermodalkan ilmu pengetahuan, keterampilan, akal, dan sebagainya yang hanya dapat terjadi karena cipta, rasa, dan karsa yang dimiliki manusia tadi. Kebutuhan manusia sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, tentunya berhubungan dengan kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi yang dimaksud dapat meliputi kegiatan produksi, konsumsi, maupun distribusi yang ketiganya dapat saling terintegrasi dalam suatu sistem atau terpisah dalam sistem yang berbeda. Sistem yang dimaksud dapat dilakukan individu atau orang perseorangan, maupun oleh suatu badan usaha yang berkembang yang lazim disebut perusahaan. Pada dekade terakhir ini perusahaan merupakan salah satu sendi utama dalam kehidupan masyarakat modern. Merupakan sendi karena perusahaan itu adalah salah satu pusat kegiatan manusia guna memenuhi kebutuhan

kehidupannya. Di samping itu perusahaan juga merupakan salah satu sumber

Eksistensi Perusahaan dalam Kehidupan Perekonomian Masyarakat

Page 2

pandapatan negara, melalui berbagai jenis pajak dan wadah dari penyaluran tenaga kerja masyarakat.1 Sadar atau tidak, kehadiran perusahaan pada era globalisasi ini menjadi penting dalam setiap kegiatan ekonomi masyarakat. Perusahaan, apapun bentuknya, pasti memberikan dampak yang sangat luar biasa bagi masyarakat. Dampak tersebut berpengaruh secara holistik dalam setiap aspek kehidupan manusia, baik dalam aspek sosial, ekonomi, dan budaya. Berdasarkan uraian tersebut, tentu kita pun mulai berpikir mengenai perusahaan ini. Telah disebutkan bahwa kehadiran perusahaan merupakan konsekuensi logis dari pertumbuhan kegiatan ekonomi masyarakat. Namun, di sisi lain, kehadiran perusahaan juga memberikan dampak disetiap aspek kehidupan masyarakat yang tidak jarang dampak tersebut memberikan dampak yang negatif, terutama yang berkaitan dengan aspek sosial dan budaya. Hal-hal inilah yang pada akhirnya mendorong penulis untuk menyusun paper yang berjudul

EKSISTENSI

PERUSAHAAN

DALAM

ASPEK

KEHIDUPAN

MASYARAKAT. Paper ini fokus membahas mengenai bagaimana eksistensi perusahaan serta peran dan dampaknya dalam kehidupan masyarakat.

Prof. Dr. Sri Redjeki Hartono, S.H., Kapita Selekta Hukum Perusahaan, Bandung:2000, CV Mandar Maju, hlm. 28.

Eksistensi Perusahaan dalam Kehidupan Perekonomian Masyarakat

Page 3

BAB II PEMBAHASAN

Manusia sebagai makhluk sosial dalam upayanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya mempunyai naluri untuk memanfaatkan sumber-sumber daya yang tersedia di sekitarnya seefektif dan seefisien mungkin.2 Kebutuhan atau kepentingan dalam komunitas manusia didorong adanya naluri self preservasi, yaitu untuk melakukan berbagai usaha untuk menghindari atau melawan dan mengatasi bahaya-bahaya yang mengancam kehidupan manusia dalam

mempertahankan eksistensinya.3 Kebutuhan yang dimaksud dapat berupa barang maupun jasa. Dalam memenuhi kebutuhannya akan barang dan jasa itu, manusia melakukan berbagai macam kegiata dan transaksi dengan manusia lainnya. Dalam perkembangannya saat ini, pemanfaatan sumber daya yang tersedia tidak terlepas dari pemanfaatan teknologi modern yang tentu menimbulkan high cost production. Keadaan ini mendorong adanya cara-cara lain dalam pengorganisasian dan pengelolaan sumber daya yang ada dengan benar, efektif, dan efisien. Dan dari sinilah kita kemudian mengenal lahirnya ilmu ekonomi. Pertanyaan tentang apa itu ilmu ekonomi merupakan pertanyaan dengan jawaban yang kompleks karena didasarkan pada pemenuhan kebutuhan yang beragam pula. Pemenuhan kebutuhan yang beragam ini pun mendorong
Johanes Ibrahim, Bank Sebagai Lembaga Intermediasi dalam Hukum Positif, Bandung: 2004, CV Utomo, hlm. 1 3 Johanes Ibrahim, Hukum Organisasi Perusahaan : Pola Kemitraan dan Badan Hukum, Bandung: 2006, Refika Aditama, hlm. 12.
2

Eksistensi Perusahaan dalam Kehidupan Perekonomian Masyarakat

Page 4

pengorganisasian suatu badan yang dalam kegiatannya itu melakukan kegiatan produksi dan/atau distribusi barang dan/atau jasa. Dalam melakukan kegiatan usaha ini, manusia harus menggunakan faktor-faktor produksi, yaitu faktor produksi alam, faktor produksi tenaga kerja, faktor produksi modal dan faktor produksi pengusaha. Bila faktor-faktor produksi itu digabungkan dan

dikendalikan sehingga menghasilkan barang atau jasa, maka dinamakan Perusahaan. Dengan kata lain perusahaan adalah bagian teknis dari organisasi modal dan tenaga kerja yang bertujuan menghasilkan barang-barang atau jasa. Jadi perusahaan adalah tempat berlangsungnya proses produksi. Sebagaimana diketahui bahwa pembangunan nasional bertujuan untuk menciptakan masyarakat adil dan makmur sesuai dengan apa yang diamanatkan dalam alinea keempat Pembukaan Undang Undang Dasar 1945. Dalam proses pembangunan tersebut, kalangan dunia usaha baik swasta maupun negara memegang peranan yang sangat penting dan strategis dalam berbagai bidang atau sektor, antara lain perdagangan, pertanian dan perkebunan, jasa, pariwisata dan sebagainya. Oleh karena itu, pemerintah memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada masyarakat warga Negara Indonesia untuk melakukan usaha di segala bidang atau dengan kata lain mendirikan perusahaan. Sebagai lembaga ekonomi yang memiliki fungsi multiplayer, eksistensi perusahaan menjadi salah satu sendi utama dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara karena dengan adanya kegiatan usaha yang dilakukan perusahaan tadi, maka kebutuhan masyarakat akan dapat dipenuhi, aktivitas masyarakat di bidang ekonomipun dapat berjalan, termasuk adanya penyerapan tenaga kerja melalui perusahaan tersebut. Sebaliknya perusahaan dalam

Eksistensi Perusahaan dalam Kehidupan Perekonomian Masyarakat

Page 5

menjalankan kegiatan usahanya selalu berdampingan dengan masyarakat karena perusahaan memiliki peran ganda, yaitu sebagai produsen yang memerlukan masyarakat sebagai konsumen dan pendukung kelancaran usahanya, perusahaan juga memiliki peran sebagai konsumen. Oleh karena itu tercipta hubungan timbal balik dan saling pengaruh-mempengaruhi antara perusahaan, masyarakat dan juga pemerintah. Dalam hal ini perusahaan melakukan kegiatan usahanya guna meraih keuntungan atas barang maupun jasa yang diperdagangkannya, kebutuhan masyarakat akan barang atau jasa akan terpenuhi sedangkan pemerintah akan memperoleh pendapatan dari sektor pajak.4 Telah disebutkan pula sebelumnya bahwa perusahaan merupakan salah satu sumber pendapatan negara, melalui berbagai jenis pajak dan wadah dari penyaluran tenaga kerja. Sebagai salah satu wadah penyaluran tenaga kerja, maka dapat disebutkan bahwa perusahaan juga sebagai sumber pendapatan masyarakat. Dan yang terpenting itu semuanya sesuai dengan fungsinya yang pertama, maka perusahaan adalah sebagai wadah penanaman modal, baik domestik maupun modal asing bagaimana dan apapun bentuknya.5 Selain sebagai sumber pendapatan negara tersebut, perusahaan juga menjalankan perannya dalam setiap aspek kehidupan masyarakat terutama dalam perekonomian masyarakat, yang hadir dalam bentuk badan usaha, baik berbadan hukum maupun tidak berbadan hukum. Namun, dalam paper ini tidak akan membahas lebih lanjut perusahaan yang berbadan hukum atau tidak, melainkan lebih membahas perusahaan dalam kehidupan masyarakat.
Urai Imamuddin, Eksistensi Perusahaan dalam Masyarakat, <http://urai28imam.blogspot.com/2011/03/eksistensi-perusahaan-dalam-masyarakat.html> diposting pada Hari Jumat tanggal 18 Maret 2011, diakses pada bulan Oktober 2011 5 Prof. Dr. Sri Redjeki Hartono, S.H., Op. Cit. , hlm. 28.
4

Eksistensi Perusahaan dalam Kehidupan Perekonomian Masyarakat

Page 6

Sebelumnya

disebutkan

bahwa

perusahaan

merupakan

tempat

berlangsungnya proses produksi, yang hadir dalam bentuk badan usaha. Namun di sini perlu dijelaskan terlebih dahulu perbedaan antara perusahaan dan badan usaha ini. Badan usaha merupakan kesatuan yuridis dan ekonomi atau kesatuan organisasi yang terdiri dari faktor-faktor produksi yang bertujuan mencari keuntungan. Badan usaha merupakan rumah tangga ekonomi yang bertujuan mencari laba dengan menggunakan faktor-faktor produksi. Dengan demikian, kita melihat ada perbedaan yang jelas antara perusahaan dengan badan usaha, yaitu: 1. Perusahaan menghasilkan barang dan jasa, sedangkan Badan Usaha menghasilkan keuntungan atau sebaliknya mendatangkan kerugian; 2. Perusahaan adalah alat atau badan usaha yang dapat berupa bengkel pabrik, toko, atau pun kantor, sedangkan badan usaha merupakan kesatuan organisasi yang dapat berupa kesatuan yuridis dan ekonomi yang bertujuan mencari keuntungan; 3. Perusahaan merupakan alat badan usaha untuk mencari keuntungan, sedangkan badan usaha itu sebagai kesatuan yuridis dan ekonomi yang bertujuan mencari keuntungan. Pada umumnya perusahaan-perusahaan di Indonesia, dikelola dengan cara tertutup, karena pada kenyataannya memang banyak perusahaan di Indonesia dimiliki oleh pribadi-pribadi atau perorangan.6 Tidak hanya dimiliki oleh perorangan, namun tak jarang juga dimiliki oleh beberapa subjek hukum atas

Prof. Dr. Sri Redjeki Hartono, S.H., Ibid. , hlm. 31.

Eksistensi Perusahaan dalam Kehidupan Perekonomian Masyarakat

Page 7

dasar kerja sama (perjanjian). Perusahaan yang dimiliki atas dasar perjanjian ini merupakan salah satu konsekuensi dari perkembangan bentuk-bentuk perusahaan saat ini. Misalnya saja perusahaan dengan bentuk Perseroan Terbatas (PT), yang wajib dibentuk atas dasar perjanjian, berarti ada lebih dari satuh pihak yang mendirikan PT. Pengertian Perusahaan terdapat dalam Pasal 1 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992 tentang Wajib Daftar Perusahaan, yang menyebutkan perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap, dan terus menerus dan didirikan, bekerja, serta berkedudukan dalam wilayah Negara Indonesia dengan tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba. Sedangkan pengusaha adalah setiap orang yang menjalankan perusahaan, yang dapat terdiri dari satu orang (individu), beberapa orang yang berupa persekutuan (Partnership) dan badan hukum (Corporate Body).7 Pada dasarnya perusahaan adalah istilah ekonomi yang dipakai dalam Kitab Undang-undang Hukum Dagang dan Peraturan Perundang-undangan di luar KUHD. Tetapi terminologi dari perusahaan itu sendiri tidak dijelaskan pengertiannya secara resmi. Para ahli ekonomi secara umum memberikan pengertian bahwa perusahaan adalah suatu unit kegiatan yang melakukan aktivitas pengelolaan faktor-faktor produksi, untuk menyediakan barang-barang dan jasa bagi masyarakat, mendistribusikan serta melakukan upaya-upaya lain dengan

Urai Imamuddin, Op. Cit.

Eksistensi Perusahaan dalam Kehidupan Perekonomian Masyarakat

Page 8

tujuan memperoleh keuntungan dan memuaskan kebutuhan masyarakat.8 Di samping itu, terdapat 6 (enam) unsur perusahaan, antara lain:9 1. Unsur badan usaha, yang menjalankan kegiatan dalam bidang ekonomi dengan bentuk tertentu seperti Perusahaan Dagang, Persekutuan Perdata, Firma, Persekutuan Komanditer (CV), Perseroan Terbatas BUMN, dan Koperasi. Identitas usaha ini dapat dilihat pada Akta Pendirian Perusahaan dan atau Izin Usaha. 2. Unsur kegiatan dalam bidang ekonomi, yaitu obyek kegiatan bidang ekonomi berupa harta kekayaan dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan atau laba melalui kegiatan berupa perdagangan, pelayanan dan industri. a. Kegiatan perdagangan : ekspor-impor, bursa efek, restoran, valuta asing, dll; b. c. Kegiatan pelayanan : biro perjalanan / travel, konsultan, kursus dll; Kegiatan industri : eksplorasi dan eksploitasi minyak, batu bara, gas, perikanan, kerajinan, obat-obatan, kendaraan bermotor dll. 3. Unsur terus-menerus Kegiatan usaha yang terus menerus adalah kegiatan dalam bidang ekonomi yang tidak terputus, yakni tidak secara insidental, tidak sambilan, tetapi bersifat tetap untuk jangka waktu yang lama. Jangka waktu tersebut

Budi Setyawan, Peran Perusahaan dalam Masyarakat sebagai Pelaku Ekonomi di Indonesia, <http://rangselbudi.wordpress.com/2011/07/24/peran-perusahaan-dalam-masyarakatsebagai-pelaku-ekonomi-di-indonesia/>, diposting pada Hari Minggu tanggal 24 Juli 2011, diakses pada Oktober 2011, Lihat juga Munir Fuady, dkk. , Pengantar Hukum Bisnis, Jakarta: 2003, Gramedia Pustaka Utama, hlm. 7. 9 Budi Setyawan, Ibid., Lihat juga Syahrin Naihasyi, Hukum Bisnis (Law Business), Yogyakarta: 2005, Mida Pustaka, hlm 26-27.

Eksistensi Perusahaan dalam Kehidupan Perekonomian Masyarakat

Page 9

dapat dilihat di dalam Akta Pendirian Perusahaan atau dalam Surat Ijin Usaha.

4.

Unsur terang-terangan Kegiatan usaha itu terbuka untuk umum, transparan, tidak ada selundupan atau tersembunyi. Usaha itu juga diakui dan dibenarkan oleh masyarakat serta diakui dan dibenarkan oleh pemerintah menurut undangundang, dan secara leluasa untuk berhubungan dengan pihak lain (pihak ketiga).

5.

Unsur keuntungan atau laba Keuntungan merupakan tujuan dari diadakannya suatu perusahaan. Setiap kegiatan usaha yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan harus dijalankan berdasarkan hukum yang berlaku, bukan dilakukan secara melawan hukum seperti penyelundupan, penggelapan pajak, pemerasan terhadap karyawan dan persaingan usaha tidak sehat dengan menghalalkan segala cara.

6.

Unsur pembukuan Sebenarnya sistem pembukuan bukanlah merupakan aspek hukum, tetapi adalah merupakan suatu kewajiban bagi setiap pihak yang menjalankan perusahaan untuk mengadakan dan memelihara catatan-catatan yang berkenaan serta berhubungan dengan penyelenggaraan perusahaan.

Pembukuan itu antara lain meliputi catatan-catatan mengenai semua transaksi dengan pihak-pihak lain, penyetoran/pengeluaran uang,

penerbitan/penerimaan cek atau wesel, hutang-hutang yang sudah / belum

Eksistensi Perusahaan dalam Kehidupan Perekonomian Masyarakat

Page 10

dibayar, tagihan-tagihan dan lain-lain. Pencatatan semua hal tersebut, di atas sangat penting arti dan kedudukannya, baik bagi pihak yang menjalankan perusahaan sendiri, pihak ketiga, negara maupun masyarakat luas yang berkepentingan, sebab dari catatan-catatan tersebut segera dapat diketahui pada suatu saat, mana yang menjadi hak dan mana yang menjadi kewajiban dari pihak-pihak yang bersangkutan.10 Adapun yang menjadi dasar Hukum Perusahaan antara lain adalah :11 1. 2. 3. 4. Kitab Undang-Undang Hukum Dagang; Kitab Undang-Undang Hukum Perdata; Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian; Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat; 5. 6. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas; Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah; 7. Peraturan pelaksanaan Peraturan Presiden; dan 8. Kebiasaan dan Jurisprudensi. Dalam rangka menata kehidupan ekonomi guna memenuhi kebutuhan dan sekaligus sebagai upaya mensejahterakan masyarakat, keberadaan perusahaan memberi kontribusi yang besar, juga sama besarnya dengan kontribusi masyarakat undang-undang, seperti Peraturan Pemerintah,

Budi Setyawam, Ibid., Lihat juga: Sri Redjeki Hartono, Kapita Selekta Hukum Perusahaan, Bandung: 2000, Mandar Maju, hlm. 12. 11 Urai Imamuddin, Op. Cit.

10

Eksistensi Perusahaan dalam Kehidupan Perekonomian Masyarakat

Page 11

terhadap

perusahaan.

Hal

ini

menunjukkan

adanya

hubungan

saling

ketergantungan antara perusahaan, masyarakat dan pemerintah. Hubungan saling ketergantungan antara perusahaan dan masyarakat tampak pada keberlangsungan kegiatan perusahaan, yang tumbuh dan

berkembang karena adanya peran masyarakat, terutama dari masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi di mana perusahaan itu berdiri. Sebuah perusahaan dapat tumbuh dan berkembang karena kehadiran msyarakat baik sebagai pengguna maupun pemasok barang atau bahan baku (bagi perusahaan yang melakukan kegiatan produksi barang tertentu), maupun sebagai pendukung ketenagakerjaan yang dibutuhkan perusahaan. Selain itu masyarakat pun juga dapat berperan sebagai pemakai barang hasil produksi perusahaan, baik barang maupun jasa. Pada sisi lain, sebagai pelaku ekonomi, keberadaan perusahaan mempuyai arti yang sangat penting dan strategis sekaligus merupakan salah satu sendi utama kehidupan masyarakat dan negara, karena kedudukan dan peranannya sangat besar, yaitu :12 1. Salah satu kegiatan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan kehidupannya atau dengan kata lain sebagai sumber pendapatan masyarakat; 2. 3. Salah satu wadah penyalur tenaga kerja; Salah satu sumber pendapatan negara, yaitu melalui berbagai pemasukan pemerintah dari sektor pajak. Berkenaan dengan peningkatan perekonomian nasional, negara dan perusahaan merupakan salah satu mata rantai yang saling mendukung dan mempunyai
12

Urai Imamuddin, Ibid.

Eksistensi Perusahaan dalam Kehidupan Perekonomian Masyarakat

Page 12

keterkaitan satu dengan lainnya. Prof Sri Redjeki Hartono SH dalam bukunya Kapita Selekta Hukum Ekonomi mengatakan bahwa, kegiatan ekonomi yang terjadi dalam masyarakat sangat membutuhkan campur tangan negara, mengingat tujuan dasar kegiatan ekonomi itu sendiri adalah untuk mencapai keuntungan. Sasaran tersebut mendorong terjadinya berbagai penyimpangan yang dapat merugikan pihak-pihak tertentu, bahkan pada semua pihak. Oleh karena itu sangat dibutuhkan campur tangan negara terhadap kegiatan ekonomi secara umum dalam rangka hubungan hukum yang terjadi agar tetap dalam batas-batas keseimbangan kepentingan semua pihak.13 Berdasarkan uraian mengenai eksistensi perusahaan tersebut di atas, selanjutnya dapat dilihat pula peran dan dampak kehadiran perusahaan di tengahtengah masyarakat. Eksistensi perusahaan sebagai pelaku ekonomi di tengah masyarakat tidak dapat dielakkan lagi karena perusahaan merupakan anggota komunitas masyarakat. Hadirnya perusahaan di masyarakat telah membuat tatanan baru dalam komunitas akar rumput (masyarakat bawah). Tatanan tersebut dapat berupa tatanan ekonomi maupun tatanan sosiologis. Hadirnya perusahaan ditengahtengah masyarakat ini tentunya memainkan peran dalam sistem ekonomi di Indonesia. 14 Peran yang dimaksud secara garis besar adalah sebagai berikut: 1. Peran dalam menciptakan lapangan kerja

Urai Imamuddin, Ibid,. Lihat juga: Sri Redjeki Hartono, Kapita Selekta Hukum Ekonomi, Bandung: 2000, Mandar Maju, hlm. 15. 14 Budi Setyawan, Op. Cit.

13

Eksistensi Perusahaan dalam Kehidupan Perekonomian Masyarakat

Page 13

Telah disebutkan sebelumnya bahwa perusahaan juga berperan sebagai wadah penyalur tenaga kerja. Dengan demikian, dapat dilihat andil perusahaan dalam menciptakan stabilitas perekonomian nasional, yakni dalam hal menciptakan lapangan pekerjaan. Hadirnya perusahaan ditengahtengah masyarakat memberikan kontribusi riil akan salah satu permasalahan nasional yaitu pengangguran. Perusahaan menggerakkan masyarakat yang berada di sekitar perusahaan untuk melakukan aktivitas yang bersifat produktif, maka secara langsung peran perusahaan adalah berhubungan erat dalam menciptakan stabilitas perekonomian dan mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia. Kegiatan Produksi dan Distrubusi yang dilakukan oleh perusahaan tentunya membutuhkan pelaksana kegiatan tersebut dalam bentuk sumber daya manusia atau tenaga kerja. Kegiatan produksi dan distrubusi tidak mungkin tanpa mebutuhkan paran dan campur tangan manusia (tenaga kerja) dalam proses aktivitasnya. Oleh karena itu, hadirnya perusahaan di masyarakat pasti berhubungan erat dengan lingkungan dan masyarakat sekitar untuk menjalankan aktivitas perusahaan. 2. Peran tanggung jawab sosial dan lingkungan Tanggung jawab sosial dan lingkungan ini lebih populer dengan sebutan Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Mengenai CSR ini khusus untuk perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas (PT). CSR ini adalah komitmen Perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi Perseroan sendiri,

Eksistensi Perusahaan dalam Kehidupan Perekonomian Masyarakat

Page 14

komunitas setempat, maupun masyarakat pada umumnya, yang diatur secara spesifik dalam Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Berdasarkan uraian-uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kehadiran perusahaan di tengah masyarakat memberikan kontribusi yang luar biasa terhadap perekonomian masyarakat, sehingga memberikan dampak yang luar biasa pula terhadap stabilitas perekonomian nasional. Tak dapat dipungkiri pula bahwa kehadiran perusahaan ini merupakan salah satu elemen penting bagi masyarakat dalam usahanya memenuhi kebutuhan dan kepentingannya dalam kehidupannya sehari-hari.

Eksistensi Perusahaan dalam Kehidupan Perekonomian Masyarakat

Page 15

BAB III PENUTUP

Perusahaan sangat diperlukan dalam kehidupan masyarakat karena merupakan sendi utama yang menjadi salah satu pusat kegiatan manusia guna memenuhi kebutuhan kehidupannya. Di samping itu perusahaan juga merupakan salah satu sumber pendapatan negara melalui berbagai jenis pajak dan wadah penyaluran tenaga kerja, atau dengan kata lain sebagai sumber pendapatan masyarakat. Keberadaan perusahaan di masyarakat memberikan andil besar dalam tata perekonomian di Indonesia. Beberapa peran atau kegiatan perusahaan di masyarakat yang paling utama adalah menjalankan kegiatan Produksi dan Distribusi. Perusahaan mempunyai berperan juga dalam menciptakan stabilitas perekonomian nasional. Hal tersebut dapat dilihat pula dalam peran perusahaan dalam menciptakan lapangan pekerjaan. Hadirnya perusahaan ditengah-tengah masyarakat memberikan kontribusi riil akan salah satu permasalahan nasional yaitu pengangguran. Dan khusus untuk perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas (PT) ada yang disebut dengan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau dengan istilah populernya disebut Corporate Social Responsibility (CSR). CSR merupakan komitmen Perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi Perseroan sendiri, komunitas setempat, maupun masyarakat pada umunya.

Eksistensi Perusahaan dalam Kehidupan Perekonomian Masyarakat

Page 16

Daftar Pustaka

1.

Buku Johanes Ibrahim, Bank Sebagai Lembaga Intermediasi dalam Hukum Positif, Bandung: 2004, CV Utomo -------- ---------- , Hukum Organisasi Perusahaan : Pola Kemitraan dan Badan Hukum, Bandung: 2006, Refika Aditama Sri Redjeki Hartono, Kapita Selekta Hukum Perusahaan, Bandung: 2000, CV Mandar Maju -------- ---------- , Kapita Selekta Hukum Ekonomi, Bandung: 2000, Mandar Maju

2.

Peraturan Perundang-Undangan y Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas

3.

Internet Budi Setyawan, Peran Perusahaan dalam Masyarakat sebagai Pelaku Ekonomi di Indonesia, <http://rangselbudi.wordpress.com/2011/07/24/peran-perusahaandalam-masyarakat-sebagai-pelaku-ekonomi-di-indonesia/>, diposting pada Hari Minggu tanggal 24 Juli 2011, diakses pada Oktober 2011 Urai Imamuddin, Eksistensi Perusahaan dalam Masyarakat, <http://urai28imam.blogspot.com/2011/03/eksistensi-perusahaandalam-masyarakat.html> diposting pada Hari Jumat tanggal 18 Maret 2011, diakses pada bulan Oktober 2011

Eksistensi Perusahaan dalam Kehidupan Perekonomian Masyarakat

Page 17