BAB I KESEBANGUNAN BANGUN DATAR

Peta Konsep Kesebangunan Bangun Datar
prasyarat

Kesebangunan Dua Bangun Datar
terdiri atas

Dua bangun datar kongruen
khususnya

Dua bangun datar sebangun
khususnya

Segitiga kongruen

Segitiga sebangun

mempunyai

Syarat

Sifat

Aplikasi Kata Kunci 1. Segitiga 2. Sebangun 3. Kongruen

Bab I Kesebangunan Bangun Datar

1

Perhatikan gambar di samping. Pernahkah kalian melihat miniatur gedung yang dibuat untuk melihat rencana bentuk asli gedung yang akan dibangun? Konsep apakah yang digunakan? Untuk memahaminya, ikutilah uraian pada materi berikut ini. Kalian diharapkan dapat mengidentifikasi bangun-bangun datar yang sebangun dan kongruen, sifat-sifat dua segitiga sebangun dan kongruen. Pada akhirnya, kalian dapat menggunakan konsep kesebangunan ini dalam memecahkan masalah sehari-hari.

Sumber: www.wpfind.com

Gambar 1.1 Miniatur gedung menggunakan konsep kesebangunan

A. Kesebangunan Dua Bangun Datar
Masih ingatkah kalian dengan bangun datar? Coba sebutkan bentuk bangun datar di sekitar kalian. Kita dapat menemukan bentuk-bentuk bangun datar dalam sebuah bangunan rumah. Misalnya jendela dan pintu berbentuk persegi panjang, lubang ventilasi berbentuk segitiga, dan ubin lantai berbentuk persegi. Disebut apakah bangun datar dengan bentuk dan ukuran yang sama? Bagaimana dengan syaratsyaratnya? Untuk lebih mengetahuinya, kita akan mempelajarinya pada bab Kesebangunan Bangun Datar ini.

2

Matematika IX SMP/MTs

1.

Dua Bangun Datar yang Kongruen (Sama dan Sebangun)

Perhatikan gambar pencerminan bangun datar berikut.

Gambar 1.2 Pencerminan belah ketupat ABCD oleh garis l

Belah ketupat ABCD dicerminkan terhadap garis lurus l sehingga terbentuk bayangan belah ketupat A'B'C'D. AB = A'B', BC = B'C', CD = C'D, DA = DA' dengan D tetap. Mengapa titik D tetap? Belah ketupat ABCD dan A'B'C'D memiliki bentuk dan ukuran yang sama. Oleh sebab itu kedua bangun tersebut disebut kongruen atau sama dan sebangun. Ditulis ABCD ~ A'B'C'D. = Bangun datar dikatakan kongruen jika dan hanya jika bangun-bangun datar tersebut mempunyai bentuk dan ukuran yang sama. Latihan 1.1 Ikuti langkah-langkah berikut ini. 1. Buatlah jajargenjang ABCD dan EFGH seperti pada gambar di bawah ini. G C H D B A F E

Bab I Kesebangunan Bangun Datar

3

Sisi-sisi yang bersesuaian (seletak) sama panjang. Sekarang perhatikan masing-masing sisi dan sudut yang saling berhimpitan. 5. Nah. yaitu: 1. Contoh 1.1 1. A H B D E G F C Penyelesaian: Diketahui: ABCD ≅ EFGH Sudut-sudut yang sama besar: ∠ A= ∠ E ∠C=∠G ∠B=∠F ∠ D = ∠H Sisi-sisi yang sama panjang: AB = EF CD = GH BC = FG DA = HE 4 Matematika IX SMP/MTs . dari kegiatan di atas kita peroleh syarat dua bangun datar yang kongruen. 3. Diskusikan dengan dengan teman. Sudut-sudut yang bersesuaian (seletak) sama besar. Guntinglah kedua gambar tersebut dengan mengikuti sisi-sisinya. Tempelkan jajargenjang ABCD di atas jajargenjang EFGH sedemikian hingga menutup dengan sempurna jajargenjang EFGH. 4. Tentukan = sudut-sudut yang seletak dan sisi-sisi yang sama panjang. apakah pada kedua bangun di atas terdapat pasangan sisi-sisi yang sama panjang dan sudut-sudut yang sama besar? Apakah kedua segitiga itu kongruen? Jelaskan alasanmu. 2.2. Belah ketupat ABCD ~ belah ketupat EFGH.

a. Bab I Kesebangunan Bangun Datar 5 . dan tentukan alasannya. Sepasang segitiga sama kaki d. Berikan kesimpulan kalian. sebab mempunyai sudut-sudut bersesuaian sama besar dan sisi-sisi bersesuaian sama panjang. sebab mempunyai sudut-sudut bersesuaian sama besar dan sisi-sisi bersesuaian sama panjang.2. Sepasang lingkaran e. kita dapat mengamati benda-benda yang sangat kecil ukurannya. 9 cm dan 15 cm serta 24 cm dan 18 cm. Apakah pasangan bangun berikut kongruen? Berikan alasan kalian. 2.2 1. Dua buah persegi b. Pengamatan tersebut dapat kita ilustrasikan sebagai berikut. sebab sisi-sisi yang bersesuaian tidak sama panjang. Tentukan pasangan bangun berikut kongruen atau tidak. (i) Penyelesaian: (ii) (iii) Gambar (i) kongruen. Latihan 1. Dua Bangun Datar yang Sebangun Pernahkah kalian melakukan pengamatan dengan menggunakan mikroskop? Pada pembesaran tertentu. Sepasang segitiga sama sisi c. a. Gambar (ii) tidak kongruen. 6 cm dan 8 cm serta 3 cm dan 5 cm b. Diberikan segitiga siku-siku dengan ukuran sisi siku-siku berikut ini. Sepasang persegi panjang 2. Gambar (iii) kongruen.

Perbedaan ukuran terjadi melalui pembesaran atau pengecilan objek dengan menggunakan perbandingan skala tertentu. Dalam hal ini ditulis ∆ ABC ~ ∆ DEF. Perhatikan gambar bangun datar berikut.Sumber: upload. Sisi-sisi yang bersesuaian (seletak) sebanding. kita dapat melihat benda dengan bentuk sama tetapi ukuran yang berbeda. tetapi sudut-sudut yang bersesuaian (seletak) sama besar dan sisi-sisi yang bersesuaian (seletak) sebanding. Ketiga gambar tersebut dikatakan sebangun sebab perbandingan tiap sisinya sama. A D B E Gambar 1.wikimedia.3 Objek yang sama dengan ukuran berbeda Dari gambar di atas. Dari gambar tersebut tampak bahwa dua bangun datar yang sebangun selalu memenuhi syarat: a. Sudut-sudut yang bersesuaian (seletak) sama besar.4 ∆ABC dan ∆DEF sebanding C F ∆ ABC dan ∆ DEF mempunyai bentuk yang sama. ukuran yang berbeda.org Gambar 1. 6 Matematika IX SMP/MTs . b.

2.2 Dari pasangan bangun datar berikut.Contoh 1. Akan diselidiki apakah trapesium ABCD dan EFGH sebangun. 13 cm C F 5 cm 3 cm E 4 cm D 5 cm A 12 cm B Penyelesaian: 1.sudut yang bersesuaian sama besar. ∠ A= ∠ D ∠ B = ∠ E = 90o ∠C=∠F Bab I Kesebangunan Bangun Datar 7 . Akan diselidiki apakah segitiga ABC dan segitiga DEF sebangun. Ternyata sisi-sisi yang bersesuaian sebanding. manakah yang sebangun dan mana yang tidak sebangun? Mengapa demikian? 1. ∠ A = ∠ F = 45o ∠ B = ∠ E = 135o 3 AB = 2 EF 3 6 BC = = 2 4 EH ∠ C = ∠ H = 45o ∠ D = ∠ G = 135o 3 CD = 2 GH 3 9 AD = = 2 6 FG Ternyata sudut . A 45° 3 cm 135° 135° B C 6 cm 9 cm 45° D 2 cm F 4 cm H 135° 135° 2 cm 45° 45° G 6 cm 3 cm 2. Jadi gambar pada nomor 1 merupakan pasangan bangun datar yang sebangun.

Jadi gambar nomor 2 merupakan pasangan bangun datar yang tidak sebangun. y a.1 Pernahkah kalian menggunakan pantograf dalam menggambar? Bagaimana hasil gambar dengan menggunakan pantograf dengan ukuran berbeda? Apakah sebangun? Mengapa demikian? Latihan 1. Ujung tongkat.25 m dari menara terdapat tongkat yang ditegakkan. 6 y 6 x b.75 m dari menara.Ternyata sudut-sudut yang bersesuaian tidak semuanya sama besar. Tinggi menara 3 m. sejauh 1. Dina berdiri sejauh 3.3 1. menara. Tugas 1. Di antaranya. x 10 5 4 c. dan Dina. 12 8 y 20 2. Tentukan x dan y dari gambar bangun berikut agar kedua bangun tersebut sebangun. Berapakah panjang tongkat tersebut? Matematika IX SMP/MTs 8 . terletak pada satu garis lurus. AB 12 3 DE 4 BC 5 EF 3 AC 13 DF 5 Ternyata sisi-sisi yang bersesuaian tidak sebanding.

∠ C. H D z E A b y x B a C y F t o G Gambar 1. Sisi-sisi yang bersesuaian (seletak) sama panjang. dan = ∠ H dapat dicari sebagai berikut. 1) Sudut-sudut yang bersesuaian sama besar Diketahui besar ∠ B = α. ∠ E = γ . Menghitung Panjang Sisi dan Besar Sudut Dua Bangun Datar Panjang Sisi dan Besar Sudut Dua Bangun Datar Kongruen a. ∠ G = θ.5 Segi empat ABCD dan EFGH kongruen Maka unsur-unsur yang belum diketahui besar dan panjangnya dapat dicari dengan memperhatikan syarat kekongruenan dua bangun datar.3. ∠ A= ∠ E ∠B=∠F ∠C=∠G ∠D= ∠H → ∠ A= ∠ E = γ → ∠F=∠B=α → ∠C=∠G=θ → ∠H=∠D= β Bab I Kesebangunan Bangun Datar 9 . Jika kita mempunyai dua bangun datar yang kongruen seperti di bawah ini. Dua bangun datar dikatakan kongruen jika dan hanya jika memenuhi: 1) 2) Sudut-sudut yang bersesuaian (seletak) sama besar. ∠ F. Mari kita ingat kembali syarat dua bangun datar yang kongruen. Karena ABCD ~ EFGH maka besar ∠ A. ∠ D = β.

AB = CD = EF = GH = 5 cm EH = BC = 4 cm AD = FG = 9 cm Demikian juga. FG = t. = A 5 cm 130° 70° → → → → AB = EF = y FG = BC = t GH = CD = x EH = AD = z D E H 100° B 4 cm C F 60° 9 cm G Tentukan panjang dan besar unsur-unsur yang belum diketahui. CD = x. ∠ A = ∠ F = 60o ∠ B = ∠ E = 130o ∠ C = ∠ H = 100o ∠ D = ∠ G = 70o 10 Matematika IX SMP/MTs . maka berlaku hubungan sudut-sudut yang bersesuaian sama besar. Perhatikan bahwa trapesium ABCD ~ EFGH.2) Sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang Diketahui panjang AD = z.3 1. maka berlaku hubungan sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang. karena trapesium ABCD EFGH. dan EH dapat dicari sebagai berikut. EF = y. ~ Karena ABCD = EFGH maka panjang AB. AB = EF BC = FG CD = GH AD = EH Contoh 1. Penyelesaian: ~ Karena trapesium ABCD EF = GH. BC. GH.

b. Panjang Sisi dan Besar Sudut Dua Bangun Datar Sebangun Perhatikan gambar berikut. KL = 2 MN 6 MN 6 MN Diketahui panjang MN = 9 cm maka panjang .2. Panjang sisi MN = 9 cm. 2 x 9 cm =3 cm KL = 6 Berarti panjang OP = KL = 3 cm. Berapakah panjang OP dan QR? Penyelesaian: ~ Karena KLMN = OPQR maka berlaku hubungan sisisisi yang bersesuaian sama panjang. Karena KL = 2 maka berlaku . QR = MN = 9 cm.6 Dua bangun yang sebangun Bab I Kesebangunan Bangun Datar 11 . KL : LM : MN : KN = 2 : 5 : 6 : 3. Diberikan segi empat KLMN ~ OPQR = K N O R L M P Q Diketahui perbandingan panjang sisi-sisi pada segi empat KLMN. OP = KL. D 2s C H 2t 2t t s G t s F E A 2s B Gambar 1.

∠ C = ∠ G. sehingga dipenuhi: 1) ∠ A = ∠ E. dan ∠ D = ∠H. Hitunglah: a. artinya KL 45 cm 3 PQ 15 cm Jadi faktor skala k = 3. Berarti . faktor skala k. ∠ B = ∠ F. PQ Penyelesaian: Diketahui KL = 45 cm dan PQ = 15 cm. dengan KLMN ~ PQRS. Karena KLM ~~ PQRS maka kedua bangun tersebut mempunyai hubungan sisi-sisi yang bersesuaian sebanding.Apa yang dapat kalian simpulkan dari kedua gambar tersebut? Apakah kedua gambar tersebut sebangun? Ternyata kedua bangun tersebut memenuhi syarat kesebangunan dua bangun datar atau ABCD ~ EFGH. K N 45 cm 15 cm P S 9cm L 51 cm M Q R Diberikan segi empat KLMN dan segi empat PQRS. a. 2) AB BC CD AD k EF FG GH EH Pada gambar di atas nilai faktor skalak = 2. 12 Matematika IX SMP/MTs . b.KL k dengan k faktor skala. panjang QR dan MN.4 Perhatikan gambar berikut. Contoh 1.

dan YZ = 18 cm. Segitiga-segitiga Kongruen 1. KM = 12 cm. diketahui KL = 10 cm. Carilah panjang sisi ML dan YZ. a. Mengapa kedua segitiga itu sebangun? Sebutkan pasangan-pasangan sudut yang sama besar. QR bersesuaian dengan LM. maka. KL = 10 cm. XZ = 15 cm dan XY = 24 cm. 2. Sekarang coba katakan. Coba sebutkan. QR LM 51 cm 17 cm 3 3 MN bersesuaian dengan RS. Bab I Kesebangunan Bangun Datar 13 . Berarti RS MN = 3RS = 3 × 9 cm = 27 cm. Karena dua bangun tersebut mempunyai faktor skala k = 3 . B. LM = 16 cm. Apakah keduanya sebangun? b. Lebih lanjut.2 1. kita akan mengaplikasikannya pada salah satu bangun datar yaitu segitiga.b. Dalam ∆ KLM dan ∆ XYZ. Syarat Dua Segitiga yang Kongruen Tentunya kalian masih ingat tentang syarat dua bangun datar yang kongruen. YZ = 24 cm. XY = 15 cm. Tugas 1. LM 3 QR Berarti . KM = 12 cm. Diketahui ∆ KLM dan ∆ XYZ dengan ∠ Κ = ∠ Z. apa yang disebut dengan segitiga itu? Bisakah kalian sebutkan benda-benda di sekitar kita yang berbentuk segitiga? Segitiga terangkai dari enam unsur yang terdiri dari tiga sisi dan tiga sudut. c. Karena dua bangun tersebut LM 3 mempunyai faktor skala k =3 . Tulis perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian. ∠ M = ∠ Y. maka. Gambarlah kedua segitiga itu.

3. Gunting kedua segitiga tersebut dengan mengikuti sisi-sisinya. Ada dua segitiga yang sebangun yaitu ∆ CDE dan ∆ ABC. Berapakah skala pada gambar tersebut? Kegiatan 1. dengan AB = DE. Sebutkan sudut-sudut yang sama besar. a b B=E y C=F 4. sedangkan tinggi pintu sebenarnya adalah 2. Dengan memperhatikan langkah di atas. B 4. Selanjutnya tempelkan ∆ ABC sedemikian sehingga menutup dengan A=D sempurna ∆ DEF.5 cm.3.1 1. coba kalian tuliskan sisi-sisi dan sudut-sudut mana saja yang saling berhimpitan. a. Gambar sebuah rumah diketahui tinggi pintu 3. a D b A C c e E d f Perhatikan gambar di samping. Matematika IX SMP/MTs 14 . Tentukan perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian. A a D a b B y C b E y C 2.1 m. Gambarlah ∆ ABC dan ∆ DEF seperti di bawah ini. dan AC = DF. BC = EF. b.

unsur-unsur yang seletak saling menutup dengan sempurna.Dari kegiatan yang kalian lakukan sebelumnya. dapat kita simpulkan bahwa dua segitiga. maka pasangan bangun tersebut kongruen. apakah kedua segitiga tersebut kongruen? Mengapa demikian? Selanjutnya. Sudut-sudut yang bersesuaian (seletak) sama besar. b. Jika demikian. Jadi syarat dua segitiga yang kongruen adalah: a. dikatakan kongruen jika dan hanya jika keduanya mempunyai bentuk dan ukuran yang sama. Bab I Kesebangunan Bangun Datar 15 . Kemudian apa kesimpulanmu? A D C B E Penyelesaian: Sudut-sudut yang seletak: ∠A= ∠ E ∠B=∠D ∠ ACB = ∠ ECD Sisi-sisi yang seletak: AB = ED BC = DC AC = EC Karena bangun di atas memenuhi sifat kekongruenan. Contoh 1.5 Tulislah sudut-sudut dan sisi-sisi yang seletak pada bangun dua segitiga berikut ini. Sisi-sisi yang bersesuaian (seletak) sama panjang.

E B` C` 16 Matematika IX SMP/MTs .S) Jika dua buah segitiga adalah kongruen maka ketiga sisi segitiga pertama sama panjang dengan ketiga sisi segitiga kedua (sisi-sisi seletak). BC = EF. Tiga Sisi (S . ∆ ABC dan ∆ DEF kongruen. a. Kegiatan 1. Gambarlah ∆ ABC dan ∆ DEF dengan panjang AB = DE.S . kemudian beri nama perpanjangan garis dengan l 3. 4. F A B D A` C Dengan demikian. Diperoleh layang-layang DFEC' dengan DE sumbu simetri layang-layang. Sifat Dua Segitiga yang Kongruen Dua segitiga kongruen dapat ditentukan dari ketiga sisi dan sudutnya.2. Perpanjang sisi AB dan ED hingga berimpit. 2. dan AC = DF seperti pada gambar berikut. Geser ∆ ABC sejauh BE sehingga didapat ∆ A'B'C' dengan A' pada D dan B' pada E.2 1.

S) Dua segitiga yang kongruen maka dua sisi segitiga pertama sama dengan dua sisi segitiga kedua. Dua Sisi dan Satu Sudut Apit (S .b. Gambarlah ∆ ABC dan ∆ DEF dengan besar ∠ A = ∠ D. dan sisi di antara kedua sudut tersebut sama panjang.Sd .Sd) B D A` α α E B` C` Dua segitiga yang kongruen maka dua buah sudut dari segitiga pertama sama dengan dua sudut pada segitiga kedua. Geserlah ∆ ABC sejauh BE sehingga didapat ∆ A'B'C' dengan titik A' pada D dan titik B' pada E.4 1. Diperoleh layang-layang DFEC' dengan DE sebagai sumbu simetri. Kegiatan 1.3 1. besar ∠ E = ∠ F. Bab I Kesebangunan Bangun Datar 17 . F A α C Dengan demikian. Kegiatan 1. dan sudut yang diapitnya sama besar. Diperoleh bangun layang-layang DFEC' dengan DE sumbu simetri layanglayang. c. Gambarlah ∆ ABC dan ∆ DEF dengan panjang AB = DE. Dua Sudut dan Satu Sisi (Sd . 2. dan panjang AB = DE. lihat gambar. 2. BC = EF dan ∠ B = ∠ E seperti pada gambar berikut. ∆ ABC dan ∆ DEF kongruen. 3. 3. Geserlah ∆ ABC sejauh BE sehingga diperoleh ∆ A'B'C' dimana titik A' pada D dan titik B' pada E.S .

K M P R Q ∆ KLM ∆ PQR. Perbandingan sisi-sisi segitiga pertama sama dengan perbandingan sisi-sisi segitiga yang kedua. L 18 Matematika IX SMP/MTs . KL = PQ Akibatnya LM = QR ∠L = ∠ Q ∠M=∠R Contoh 1. 3.C` C A` α D B` E β α A Dengan demikian. K = P. β B F Perbandingan Sisi-sisi Dua Segitiga Kongruen Jika dua buah segitiga kongruen. maka sisi-sisi yang berada di depan sudut yang sama besar mempunyai panjang sama. dengan perbandingan sisi-sisi pada ∆ PQR adalah PQ : QR : PR = 5 : 4 : 3. Jika PQ = 25 cm. ∆ ABC dan ∆ DEF kongruen.6 Perhatikan gambar di bawah ini. Misalkan Diberikan: ∆ KLM ~ ∆ PQR dengan sifat (s-sd-s) = Diketahui: KM = PR.

∆ SRU = ∆ QPT. P L 15cm M 4. ∆ PTS = ∆ QRU. Buktikan bahwa: ~ K N ∆ KPN = ∆ MQL. Hitunglah panjang QC. Penyelesaian: ~ a. dan LM.Hitunglah: a. T Q 3 4 5 R 2. Bab I Kesebangunan Bangun Datar 19 . ~ b. Tentukan perbandingan 5cm 5cm 9cm KM : KP : PM. 3. U b.4 1. Pada jajargenjang PQRS dibuat diagonal PR. Diketahui persegi ABCD panjang sisi 8 cm. P S ~ U b. Gambarlah jajargenjang PQRS dengan RU dan PT tegak lurus terhadap diagonal QS. Titik Q terletak di dalam persegi sehingga ∆ ABQ dengan sama kaki dan ∠ QAB = 150o. ∆ RQU = ∆ PST. perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian. KL = PQ = 25 cm KM = PR = ×25 LM = QR = × 25 = 15 cm = 20 cm Latihan 1. Titik T dan U terletak pada PR sehingga PT = RU. Buktikan bahwa: ~ a. Buktikan bahwa: ~ a. ∆ PQR = ∆ KLM PQ : QR : PR = KL : LM : KM = 5: 3 : 4 b. panjang KL. b. KM. a. ∆ PQU = ∆ RST. Perhatikan gambar di bawah ini.

5. Berapa panjang AD. Hitunglah panjang CD dan BD. U P 8. b. = b. C D A 6. dan U terletak di tengah-tengah sisi ∆ PQR. dan EF? E A 7. T. Jika diketahui CE = 12 cm dan AC = 20 cm. AF. T Q Dari gambar di bawah ini diketahui panjang CD = 16 cm dan panjang AD = 12 cm. Sebutkan segitiga-segitiga yang R kongruen. Pada segitiga tersebut ditarik garis-garis tinggi AE dan BD. panjang BA. C b. Perhatikan gambar di samping. panjang DC. Tentukan: a. Tunjukkan bahwa ∆ AEF ~ ∆ AED. D B A 20 Matematika IX SMP/MTs . panjang BD. a. F C E B ∆ ABC adalah segitiga sama kaki dengan AC = BC. a. D B Titik-titik S. c. Sebutkan pasangan segitiga yang S sebangun tapi tidak kongruen.

yaitu: a. 10. ∠ B = ∠ Q. Sisi-sisi yang seletak sebanding proporsional. Coba selidiki pasangan segitiga manakah sebangun dan mana yang tidak sebangun? Bab I Kesebangunan Bangun Datar 21 . dan ∆ STU. Kios yang tingginya 3 m pada suatu foto tampak setinggi 5. Jika di samping Pak Ali ada tongkat yang panjangnya 23 cm. bayangan Pak Ali 12 cm. Pada suatu siang Pak Ali berdiri di halaman.2 cm. Karena sinar matahari. Segitiga-segitiga Sebangun 1.9. C R A B P Q Gambar 1. ∆ KLM. Syarat Dua Segitiga yang Sebangun Perhatikan gambar berikut ini.7 Diketahui tiga buah segitiga ∆ PQR. berapakah panjang bayangan tongkat tersebut? C.7 ∆ ABC : ∆ PQR ∆ ABC ~ ∆ PQR sehingga berlaku pula syarat kesebangunan. Tinggi Pak Ali 175 cm. ∠ A = ∠ P. dan ∠ C = ∠ R AC PR AB BC b.4 cm dan lebar 7. Sehingga jika ∆ ABC ~ ∆ PQR. maka dipenuhi: a. Tentukan lebar kios sebenarnya. PQ QR Contoh 1. Sudut-sudut yang seletak sama besar. b.

KL = 2 cm. Selanjutnya kita selidiki perbandingan sisi yang seletak. KM = 3 cm. PQ = 4 cm. SU = 9 cm. Penyelesaian: Kita akan selidiki apakah ∆ PQR ~ ∆ KLM. ∠ R = 180o – (∠ P + ∠ Q) = 180o – (60o + 90o) = 30o ∠ K = 180o – (∠ M + ∠ L) = 180o – (30o + 90o) = 60o Jadi ∠ P = ∠ K. PR KM 6 cm 3 cm 2 PQ KL 4 cm 2 cm 2 2 PR PQ QR Jadi .R M U P (a) Q K (b) L S (c) T Diketahui bahwa ∠ P = 60o. ∠ Q = ∠ T. ∠ M = 30o. dan ∠ U = ∠ M. KM KL LM 2 Dengan demikian ∆ PQR ~ ∆ KLM. Selanjutnya kita selidiki perbandingan sisi yang seletak. ∠ S = 180o – (∠ U + ∠ T) = 180o – (40o + 90o) = 50o Jadi ∠ P = ∠ S. dan ∠ R = ∠ M. ∠ Q = ∠ L. PR KM 3 Dengan demikian ∆ PQR tidak sebangun dengan ∆ STU. Selanjutnya akan kita selidiki apakah ∆ PQR ~ ∆ STU. dan ∠ U = 40o serta panjang PR = 6 cm. 6 cm 9 cm 2 PQ ST 4 cm 3 cm 22 Matematika IX SMP/MTs . dan ST = 3 cm.

ternyata pada dua buah segitiga yang sebangun memiliki tiga pasang sisi-sisi yang seletak dengan perbandingan yang sama atau faktor skala k. BC = 2EF dan AC =2DF.5 1. Perhatikan gambar berikut. ∆ ABC dan ∆ DEF.. Dari kegiatan tersebut. Sifat Dua Segitiga yang Sebangun Sisi-sisi yang Bersesuaian Sebanding Untuk lebih memahami sifat-sifat dua segitiga yang sebangun.2... AC = . Gambarlah dua segitiga. 3.. mari kita lakukan kegiatan berikut ini. Bab I Kesebangunan Bangun Datar 23 . 2t n B 2m D m t E Dengan menggunakan busur derajat ukurlah besar sudut-sudut kedua segitiga tersebut... DF Sudut yang Sama Besar ∠ A = .. Perbandingan Dua Sisi Bersesuaian AB = .. C F 2n A 2... ∠ B = .. Kegiatan 1...... ∠ C = .. dengan panjang AB =2DE.. a. Kemudian salin dan lengkapilah tabel berikut. DE BC EF = . Buatlah kesimpulan dengan melihat tabel tersebut dan memahami syarat kesebangunan dua bangun datar.

= . : . sisi-sisi yang bersesuaian sebanding atau sisi-sisi-sisi (S-S-S) b...8 Dua segitiga sebangun yang memenuhi sd-sd-sd Kegiatan 1...... apakah keduanya sama besar? Buatlah kesimpulan dari kegiatan di atas dengan mengingat kembali syarat kesebangunan. Dengan faktor skala k = dari ∆ ABC tersebut. = ... A D B 60o 45o C 60o 45o E F Gambar 1. : .. Sudut-sudut yang Seletak Sama Besar (Sd-Sd-Sd) Masih ingatkah kalian cara menggambar sudut-sudut istimewa? Sekarang.. Perhatikan gambar berikut.... 3. 4..... ukurlah panjang sisi-sisi segitiga tersebut dan isilah perbandingannya dengan melengkapi titik-titik di bawah ini. AC : DF = .. Pada dua segitiga yang sebangun maka ada dua buah sudut yang bersesuaian sama besar 24 Matematika IX SMP/MTs . ukurlah besar sudut ∠ A dan ∠ D. : ... Ternyata dari kegiatan tersebut kita dapat mengetahui bahwa sudut-sudut yang bersesuaian memiliki besar yang sama dan ketiga sisi yang bersesuaian sebanding. gambarlah ∆ DEF.6 1.. 2. Dengan menggunakan busur. Jadi. : ... AB : DE = ......Kesimpulan: Pada dua segitiga yang sebangun...... BC : EF = .. Artinya kedua segitiga itu sebangun. : ... : ...... gambarlah ∆ ABC dengan besar ∠ A = 60o dan ∠ C = 45o. Dengan menggunakan penggaris. = .

Perbandingan Dua Sisi Bersesuaian AB = ...... selanjutnya buat kesimpulan tentang kedua segitiga tersebut. 4. Kemudian lengkapi pernyataan di bawah ini. Dari tabel tersebut.. Kegiatan 1... 1. DF Sudut yang Sama Besar ∠ A = . Gambarlah dua buah segitiga seperti di bawah ini.. C 3 A 2. ∠ C. ∠ B = .c. 3. ∠ D..... dan ∠ F.7 Ikuti langkah-langkah berikut. Dengan mengingat kembali syarat kesebangunan. maka kedua segitiga itu sebangun. ukurlah panjang AC dan DF. kita dapat menentukan sifat ketiga yaitu jika salah satu sudutnya sama besar dan kedua sisi yang mengapitnya sebanding.. ukurlah besar ∠ A.. Bab I Kesebangunan Bangun Datar 25 . Dengan penggaris. 60o 6 F 2 60o B D 4 E Dengan menggunakan busur derajat. Satu Sudut Sama Besar dan Kedua Sisi yang Mengapitnya Sebanding (S-Sd-S) Selain dua sifat segitiga di atas... DE BC = . EF AC = .. Untuk memahaminya lakukanlah kegiatan berikut. ∠ C = . tentukan apakah segitiga-segitiga itu sebangun atau tidak.

Oleh karena itu jika diketahui faktor skala perbandingannya maka kita dapat mencari panjang sisi-sisi segitiga yang belum diketahui. 3. C 7 cm 10 cm 3. Perbandingan Sisi-sisi Dua Segitiga Sebangun Sisi-sisi yang bersesuaian pada dua segitiga yang sebangun adalah sebanding. Mempunyai faktor skala sama yaitu 2.8 Perhatikan gambar berikut.Jadi. Diketahui ∠ E = 70o dan ∠ F = 35o maka ∠ D = 180 – (70o + 35o) = 75o.5 cm F 35o 5 cm B Buktikan kedua segitiga tersebut sebangun. Pada dua segitiga yang sebanding terdapat satu sudut yang sama besar dengan kedua sisi yang mengapitnya sebanding. 26 Matematika IX SMP/MTs . Contoh 1. Jadi dipenuhi sifat sisi-sudut-sisi sehingga ∆ ABC ~ ∆ DEF. A 75o D 70o F Karena ∠ A dan ∠ D seletak dan ∠ A = ∠ D maka dipenuhi satu sudut yang seletak sama besar. Perhatikan perbandingan sisi-sisi ∆ ABC dan ∆ DEF. Berarti ada dua pasang sisi yang sebanding. Penyelesaian: Perhatikan ∆ DEF. Sedangkan pada ∆ ABC diketahui ∠ A = 75o.

Kita peroleh AC = AD + DC dan BC = BE + EC.Perhatikan gambar berikut. Dengan sifat kesebangunan.ac ad = bc bc ad = bd bd c a = d b Bab I Kesebangunan Bangun Datar 27 . ∆ ABC ~ ∆ CDE Dari gambar tersebut kita ketahui bahwa: ∠ DCE = ∠ ACB (berimpitan) ∠ CDE = ∠ CAB (sehadap) ∠ CED = ∠ CBA (sehadap) C b D a C c x E y d B Jadi ketiga sudut yang bersesuaian sama besar. a (c + d) = c (a + b) ac + ad = ca + cb ac + ad .ac = ac + bc . maka sisi-sisi yang seletak sebanding. Perhatikan perbandingan sisi-sisi yang seletak.

panjang BC.9 Perhatikan gambar di samping.25 cm Jadi panjang AC = 11. AC = AE + EC = 6. panjang AC. Kita gunakan perbandingan: AD AE = DB EC AE 5 = 5 4 4 × AE = 5 × 5 AE = Jadi panjang AE = 6. c. C Hitunglah: 5 cm a. panjang AE. D 4 cm B Kita gunakan perbandingan sisi seletak pada segitiga sebangun.25 +5 = 11. A 5 cm E 6 cm Penyelesaian: a.Jadi diperoleh: a a b c c d x y a x b c dan y d a b c d Contoh 1. b.25 cm. 28 Matematika IX SMP/MTs .25 cm. b. Diketahui ∆ ABC ~ ∆ ADE dengan DE // BC.

20 cm. Tentukan ∠ C dan ∠ R. C buktikan ∆ ABC ~ ∆ ADE. Pasangan sisi-sisi mana yang sebanding? Perhatikan gambar di bawah ini.5 1. 15 cm. 12 cm. AD DE = AB BC DE AD = AB + DB BC 6 5 = 5+4 BC 5 × BC = 6 × 9 BC = 54 6 X9 = 10. Latihan 1.c. A D B 2. c. dan AE = 11 cm. 8 cm. dan 14 cm Diketahui ∆ ABC dan ∆ PQR sebangun dengan ∠ A = 31o. a. 9 cm. Apakah ∆ ABC ~ ∆ PQR? Jelaskan. E b.8 cm. dan 40 cm c. a. Selidiki apakah segitiga-segitiga dengan ukuran di bawah ini sebangun dengan segitiga yang sisi-sisinya 10 cm. 3. Hitunglah panjang AB jika DE = 7 cm. 32 cm. dan 25 cm b. Bab I Kesebangunan Bangun Datar 29 . BC = 15 cm. a. dan 6 cm. ∠ P = 37o dan ∠ Q = 31o.8 cm = 5 5 Jadi panjang BC = 10. Jika ∠ CAB = ∠ EAD. 24 cm. b. ∠ B = 112o.

Diagonaldiagonalnya berpotongan di E. dan AC = 17. tentukan ukuran-ukuran tersebut pada model/rancangannya. Perhatikan gambar di bawah ini. Penerapan Konsep Kesebangunan dalam Pemecahan Masalah Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali pemanfaatan konsep kesebangunan. a. Jika AB = 25 cm dan CD = 17 cm. penggambaran peta suatu daerah semuanya menggunakan konsep kesebangunan. Jika panjang pesawat tersebut sesungguhnya adalah 60 meter dan jarak antara kedua ujung sayapnya 18 meter. tentukan AE : EC. Buktikan bahwa ∆ ABE ~ ∆ CED. b. Penyelesaian: Misal panjang pesawat pada rancangan = x Jarak kedua ujung sayap = y 30 Matematika IX SMP/MTs . D.10 Sebuah model/rancangan suatu pesawat terbang berskala 1 : 300. Contoh 1.5 cm. berapa panjang CD? A 5. Pembuatan miniatur suatu bangunan. B Jika BE = 10 cm. BA = 14 cm. Diberikan trapesium ABCD mempunyai sisi AB // CD. Lebih jelasnya perhatikan contoh berikut.4. a. Apakah ∆ ABE ~ ∆ ACD? E D b. C CD dan BE merupakan garis tinggi ∆ ABC.

Berapa tinggi tiang listrik jika bayangan yang terbentuk 3. x Pasar Rumah 2x 2. b. Jika jarak stadion ke sekolah 9 km.25 m? Bab I Kesebangunan Bangun Datar 31 .00 y = 6 cm Jadi. jarak pasar ke stadion. Jarak dari tepi kiri dan kanan bingkai 2 cm. Berapa jarak tepi atas bingkai dari tepi atas foto? 4. a. Tentukan ukuran foto.5 m dan membentuk bayangan 1. Sebuah gedung mempunyai bayangan 75 m di atas rumah permukaan tanah. sedangkan sebatang pohon. tingginya 9 m mempunyai bayangan 15 m.000 X = = 1 300 1 300 18. Jika tepi luar dan dalam jendela sebangun dan diketahui panjang tepi dalam jendela 135 cm. b. Foto dibingkai dengan ukuran 60 cm × 45 cm. 5. 3. panjang pesawat pada rancangan adalah 20 cm dan jarak kedua ujung sayap 6 cm. Diketahui foto dengan bingkai sebangun. jarak rumah ke sekolah x km dan jarak pasar ke stadion 2x km. Tentukan tinggi gedung tersebut. Tiang tersebut diberi kawat dengan jarak 2.6 1. Tentukan: Sekolah Stadion a. Tepi sebuah jendela mempunyai ukuran 100 cm dan lebar 70 cm. Latihan 1.Maka: X 6. jarak rumah ke pasar.75 m. berapa lebar tepi dalam jendela? Sebuah tiang listrik terkena sinar matahari sehingga terbentuk bayangan.

3. 24 c. . 56 b. 58 32 Matematika IX SMP/MTs . Sudut-sudut yang seletak sama besar. b. c. Sisi-sisi yang seletak sama panjang.Rangkuman 1. Dua segitiga dikatakan kongruen jika memenuhi sifat: a. b a 15 cm 9 cm d o o c 2 cm 8 cm Dua bangun trapesium di atas kongruen. Dua segitiga dikatakan sebangun jika memenuhi sifat: a. b. a. Nilai a + b + c + d = . Pilihlah satu jawaban yang paling benar dengan cara memberi tanda silang (X) pada huruf a. . 34 d. Sudut-sudut yang seletak sama besar. atau d! 1. Perhatikan gambar berikut. . a b = x = y a+b c+d Uji Kompetensi A. b. Dengan konsep kesebangunan diperoleh: a x b y d c 2. Sisi-sisi yang seletak sebanding.

30 cm D 45 cm C E 12 cm G B A F Jajargenjang ABCD sebangun dengan jajargenjang EFBG. . . S a. 14 cm c. ∆SQR dengan ∆TQR 90o b. Bila Pak Bahri menghendaki bagian dalam bingkai sebangun dengan bagian luar maka panjang bagian tepi dalam bingkai adalah . Panjang sisi EG adalah . . 18 cm c. ∆PTR dengan ∆PSQ P T 4. a. . Yang merupakan pasangan segitiga sebangun adalah . . Ukuran persegi panjang yang sebangun dengan persegi panjang berukuran 9 cm × 4 cm adalah . ∆PTR dengan ∆TQR R c. Bagian tepi luar bingkai berukuran 45 cm × 15 cm. 5. . . a. 14 cm × 7 cm c. 21 cm Pada jajargenjang PQRST di bawah. . Q Bab I Kesebangunan Bangun Datar 33 . a. . 22 cm b. . ∆PSR dengan ∆QSR Q d. S R a. .2. 21 cm × 14 cm Pak Bahri membuat bingkai foto dari kayu. 9 cm × 3 cm d. pasangan segitiga yang kongruen adalah . . 20 cm d. ∆PSR dengan ∆RQP P Pada segitiga PQR di bawah ini RT ⊥ PQ dan QS ⊥ PR. . sedangkan lebar bagian tepi dalam bingkai adalah 7 cm. 27 cm × 12 cm b. ∆PST dengan ∆STR T b. 17 cm d. ∆QTR dengan ∆PQT c. 6. ∆PQS dengan ∆PQR d. . 20 cm b. 24 cm 3. .

TS // QR. Perhatikan gambar di bawah ini. P segaris ( P = benda di seberang sungai). 13. S.7. 58 cm 34 Matematika IX SMP/MTs . 14. EF = 9 cm. Pada PQR. . Lebar sungai (PQ) adalah . 34 m Q 13 m R 8m S P 8. . Gedung yang tingginya 48 m mempunyai panjang bayangan 64 m. 20 cm c. 10.5 cm S d. R. 42 cm b. dan T ( seperti gambar) sehingga S. Q R a. 18. R.5 cm c. 9 cm Seorang pemuda menghitung lebar sungai dengan menancapkan tongkat di Q. . 5 cm c. . Pada saat dan tempat yang sama sebuah tiang mempunyai panjang bayangan 18 m. . Panjang AB adalah . maka panjang TQ adalah . 26 m 4m T d. . . 19 m c. Maka tinggi tiang sebenarnya adalah . ST = 6 cm.5 m 11. a. . 4 cm 14 cm 6 cm 2 c. . . . a. 6. 9 cm P S R Segitiga PQR siku-siku dan PS ⊥ RS. . Jika panjang PT = 14 cm. 17 m b. 3 cm 3 21 cm b.3 m d. Jika panjang PR = 9 cm dan PQ = 18 cm. 8 cm 3 d. . .5 cm b. dan QR = 21 cm. Q 1 T a. 9. panjang BC = 18 cm. 16 m b. 4. P a. panjang sisi PS adalah . 27 cm d. . D C H G A B E F Persegi panjang ABCD dan EFGH sebangun. dan FG = 6 cm.

1 b. sisi. Jika ∆ PQS dan ∆ RSQ kongruen. sudut P Q B. 2 c. dua belah ketupat d. Pada gambar di bawah. sudut . R a. a. sisi b. a. sisi. . . ∆PQS dikatakan kongruen dengan ∆PRS sebab memenuhi syarat dua segitiga kongruen. dua persegi panjang 13. Dua bangun berikut yang pasti sebangun adalah . sisi. . Perhatikan gambar berikut ini. 4 15. sisi d. . 8 cm × 2 cm c. . Banyak pasangan segitiga yang kongruen adalah . S R T P Q Pada gambar tersebut PT = QT.12. S c. 5 cm × 7 cm 14. sisi. S R P Q Diketahui panjang PQ = RS dan PS = QR. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar! 1. Bab I Kesebangunan Bangun Datar 35 . sisi. a. Perhatikan gambar di bawah ini. . dua persegi c. yaitu . Ukuran persegi panjang yang sebangun dengan persegi panjang berukuran 24 cm × 8 cm adalah . sisi. . . sudut. . 6 cm × 2 cm d. 4 cm × 4 cm b. tentukan pasangan sudut yang sama besar. dua segitiga sama kaki b. dan PR = QS. . . sudut. ST = RT. . 3 d.

Berapakah panjang sisi PR? 3. Jika panjang bayangan anak itu oleh sinar lampu adalah 4 m. C 4 cm R A 8 cm B P 14 cm Q Pada gambar di atas ∆ ABC sebangun dengan ∆ PQR. berapakah tinggi tiang lampu sebenarnya? 36 Matematika IX SMP/MTs .4 m berdiri pada jarak 6 m dari tiang lampu. Seorang anak yang tingginya 1. berapakah panjang PQ? 4. PS = 4 cm. R S P Q Gambar di atas menunjukkan ∆ PQR dengan PS ⊥ QR.2. Bila diketahui panjang RS = 12 cm. dan ST = 6 cm. berapakah panjang PQ? 5. Bila panjang QR = 16 cm dan SQ = 9 cm. R S P T Q Gambar di atas menunjukkan ∆ PQR dengan ST // PQ.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful