Anda di halaman 1dari 2

Disuria

Disuria adalah perasaan nyeri saat kencing. Hal ini disebabkan karena adanya iritasi pada buli-buli (Purnomo, 2000). Beberapa penyebab tersering dari disuria (Bremnor & Sadovsky, 2002): 1. Infeksi, misalnya pyelonephritis, cystitis, prostatitis, urethritis, cervicitis, epididymo-orchitis, vulvovaginitis. 2. Kondisi Hormonal, misalnya hypoestrogenism, endometriosis. 3. Malformasi, misalnya obstruksi leher vesica urinaria (misalnya benign prostatic hyperplasia), urethral strictures atau diverticula. 4. Neoplasma, misalnya tumor sel renal, vesica urinaria, prostat, vagina/vulva, dan kanker penis. 5. Peradangan, misalnya spondyloarthropathies, efek samping obat, penyakit autoimun. 6. Trauma, misalnya karena pemasangan kateter, honeymoon cystitis 7. Kondisi psychogenic, misalnya somatization disorder, major depression, stress atau anxietas, hysteris. Disuria lebih umum dijumpai pada wanita muda, mungkin karena aktivitas seksual yang lebih tinggi. Pria yang lebih tua lebih umum menderita disuria karena meningkatnya insiden benigna prostat hyperplasia (BPH) yang disertai dengan inflamasi dan infeksi. Pada kebanyakan pasien, urinalisis dapat membantu menentukan adanya infeksi dan memastikan diagnosis. Organisme coliform, terutama Escherichia coli, adalah pathogen yang paling umum dalam infeksi traktus urinarius. Disuria dapat juga disebabkan oleh inflamasi non-infeksius atau trauma, neoplasma, calculi, hipoesterogenisme, cystitis interstisial, atau penyakit psychogenic. Walaupun radiografi dan bentuk imaging lain sangat jarang diperlukan, pemeriksaan ini mungkin dapat mengidentifikasi abnormalitas dalam traktus urinarius bagian atas ketika gejala klinisnya menjadi lebih kompleks (Bremnor & Sadovsky, 2002). Disuria lebih sering mengindikasikan adanya infeksi atau inflamasi dari vasica urinaria dan atau urethra. Penyebab umum lain dari disuria termasuk prostatitis dan iritasi mekanis dari urethra pada pria, dan urethrotrigonitis dan vaginitis pada wanita. Prevalensi tertinggi dari gejala ini muncul pada wanita 25-54 tahun dan orang yang aktif secara seksual. Pada pria, disuria dan gejala yang berhubungan mencapai prevalensi tertinggi sejalan dengan usia yang bertambah (Bremnor & Sadovsky, 2002). Penyebab disuria Infeksi dan Inflamasi Infeksi adalah penyebab paling umum dari disuria dan muncul sebagai cystitis, pyelonefritis, oriurethritis, tergantung dimana area di traktus urogenital yang paling terkena. Struktur kosong atau tubuler dari system urinarius rentan terhadap infeksi bakteri coliform. Bakteri ini diduga memperoleh akses ke meatus uretra lewat aktivitas seksual atau kontaminasi local kemudian bergerak naik ke daerah yang terkena (Bremnor & Sadovsky, 2002). Sebuah studi komunitas menemukan fakta bahwa sekitar dua pertiga infeksi traktus urinarius terbukti disebabkan oleh E. coli. Penyebab lain yang kurang umum termasuk Staphylococcus

saprophyticus (15%), Proteus mirabilis (10%),Staphyloccus aureus (5%), Enterococcus sp. (3%), dan Klebsiella sp. (3%) (Bremnor & Sadovsky, 2002). Urethra lebih umum terinfeksi oleh organism seperti Neisseria gonorrhoeae atau Chlamidia trachomatis. Pathogen lain termasuk Ureaplasma urealyticum, Mycoplasma genitalium, Trichomonas vaginalis, dan HSV. Infeksi yang jarang mengakibatkan disuria termasuk adenovirus, herpesvirus, mumps virus, dan parasti tropis Schistosoma haematobium (Bremnor & Sadovsky, 2002). Noninfeksius Disuria dapat disebabkan oleh inflamasi dari mukosa urethra yang menggembung tanpa lapisan infeksi. Pada kedua jenis kelamin, disuria mungkin menjadi bagian dari manifestasi klinis dari calculus renalis atau neoplasma pada vesica urinaria dan traktus urinarius (Bremnor & Sadovsky, 2002).