Anda di halaman 1dari 2

Jurnal Penyesuaian (Adjustment) dan Neraca Saldo setelah Penyesuaian (Adjusted Trial Balance)

Sesudah tahap penyusunan Neraca Saldo (Trial Balance) selesai dikerjakan , proses akuntansi belumlah selesai , Laporan Keuangan (Financial Statement) belum dapat dibuat jika masih terdapat akun-akun campuran yang belum disesuaikan . Proses akuntansi dilanjutkan dengan tahap berikutnya yaitu membuat adjusting entries/jurnal penyesuaian tehadap akun-akun campuran .Akun campuran yang dimaksud disini adalah akun-akun yang merupakan vampuran antara asset dengan biaya , atau biaya denga utang , atau piutang dengan pendapatan , yang masa manfaatnya telah habis atau jatuh tempo .

Ada beberapa kategori akun campuran yaitu :

1. Supplies (perlengkapan) Dinamakan akun campuran karena pada wajtu dibeli dicatat sebagai asset/harta , dan pada

akhir periode setelah habis dipakai digolongkan sebagai biaya . Contoh supplies/perlengkapan adalah persediaan ATK , yang dibeli pada awal periode seharga $200 dan dicatat :

Dr. Perlengkapan (Supplies) Kr. Kas (Cash)

$200

$200

Pada akhir periode dihitung sisa perlengkapan tinggal sebesar $100 , sehingga dibuat jurnal penyesuaian (adjusting entry) sebagai berikut :

Dr. Biaya Perlengkapan (Supplies Expense) Kr. Perlengkapan (Supplies)

2. Fixed Assets (Aktiva Tetap)

$100

$100

Tetapi seluruh aktiva tetap kecuali tanah harus disusutkan karena mengalami penurunan nilai ekonomi dan pada akhir periode harus catat jumlah yang menyusut/penyusutannya untuk mengurangi jumlah aktiva tetap yang bersangkutan . Sebagai contoh , peralatan dibeli seharga $1000 dan pada akhir bulan pertama mengalami penyusutan senilai $10 , sehingga adjusting entry yang perlu dibuat adalah :

Dr. Biaya Penyusutan (Depreciation Expense) Kr. Akumulasi Penyusutan (Accumulated Depreciation)

$10

$10

3. Accrued Revenue (Pendapatan Akrual / yang masih harus diterima) Misalnya kontrak kerja selama 6 bulan awalnya dicatat sebagai piutang dan pendapatan .

Sementara pada akhir bulan pertama jumlah yang seperenam dari piutang itu harus dikurangi setelah pembayaran diterima . Sebagai contoh , menandatangani kontrak kerja selama 6 bulan dengan upah sebesar $1200 akan dicatat :

Dr. Piutang Usaha (Accounts Receivable) Kr. Pendapatan Jasa (Service Revenue)

$1200

$1200

Pada akhir bulan pertama setelah menerima upah dibuat jurnal penyesuaian :

Dr. Kas (Cash) Kr. Piutang Usaha (Accounts Receivable)

$200

$200

4. Accrued Expense (biaya akrual/yang masih harus dibayar) Misalnya utang gaji , utang bunga atau utang pajak . Sebagai contoh , pada akhir bulan harus dihitung jumlah gaji yang harus dibayarkan kepada karyawan berdasarkan hari kerrjanya , sekalipun periode gajian belum tiba , yaitu pembayaran gaji dilakukan setiap tanggal 5 , padahal karyawan sudah kerja dari tanggal 6 sampai 31 . Pada akhir bulan bersangkutan perlu dibuat jurnal enyesuaian senilai biaya yang harusnya dibayar , misalnya $1000 :

Dr. Biaya Gaji (Salaries Expense) Kr. Utang Gaji (Salaries Payable)

$1000

$1000

5. Uneearned Revenue (pendapatan diterima di muka)

Merupakan kebalikan dari pendapatan yang masih harus diterima . Jadi , perusahaan menerima pendapatan sekalipun kontrak kerja masih berjalan / belum habis . Misalkan diterima uang jasa sebesar $750 untuk kontrak kerja 3 bulan , dan pada saat uang itu diterima belum boleh dicatat sebagai pendapatan tetapi digolongkan dulu sebagai golongan asset lancer sebagai berikut :

Dr. Kas (Cash) Kr. Pendapatan diterima di muka (unearned Revenue)

$750

$750

Setelah akhir bulan pertama , jumlah kontrak yang sepertiga boleh dikurangkan dari golongan asset lancer untuk kemudian dicatat sebagai pendapatan . Jurnal penyesuaiannya adalah sebagai berikut :

Dr. Pendapatan diterima di muka Kr. Pendapatan Jasa (Service Revenue)

$250

$250

BY : INDAH NOOR KHOIRIA DEWI

B12.2011.01874