Anda di halaman 1dari 5

Laporan Praktikum Fisiologi Hewan PEMERIKSAAN KEHAMILAN

Oleh Afifi Rahmadetiassani (083112620150008)

LABORATORIUM ZOOLOGI FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS NASIONAL, JAKARTA 2010

PEMERIKSAAN KEHAMILAN I. TUJUAN PERCOBAAN Praktikum ini bertujuan untuk dapat menyebutkan tanda-tanda katak jantan, harus dapat melakukan pemeriksaan kehamilan cara Galli Mainini dan cara imunologi, dapat menarik kesimpulan mengenai hasil pemeriksaan serta dapat menerangkan dasar-dasar pemeriksaan tersebut. II. TINJAUAN PUSTAKA Kemampuan bereproduksi merupakan sala satu ciri-ciri dari hewan sebagai makhluk hidup. Cara bereproduksinyapun beragam. Pada umunya dimulai dengan proses perkwinan, kehamilan dan melahirkan. Untuk mengetahui kehamilan, banyak metode yang bisa digunakan, salah satunya Test dengan metode Galli Manini . Test kehamilan ini merupakan test yang bersifat konvensional,namun dari metode inilah lahir metode-metode pemeriksaan kehamilan yang lebih mutakhir dan instan seperti test pack dan kertas strip. Metode Galli Manini pada prinsipnya adalah HCG (Human Chorionogonadotropin) yang terdapat pada urine betina hamil bila disuntikkan pada kodok jantan setelah diinkubasi 30-60 menit, akan merangsang sistem reproduksi katak jantan sehingga mengeluarkan sperma. Dengan itu dapat dilihat sperma pada urin yang disekresikan oleh kodok. Sedangkan metode test pack pada prinsipnya didasarkan pada reaksi kompleks antigen-antbodi yang spesifik. III. Alat: 1. 2. 3. Mikroskop Kaca objek dan kaca penutup Alat suntik ALAT, BAHAN DAN CARA KERJA

Bahan: 1. 2. Cara kerja: Percobaan 1: Galli Mainini 1. Urin yang akan diperiksa disuntikan sebanyak 35 mL kedalam kantong getah bening katak jantan dibawah kulit. 2. Katak itu dimasukan ke dalam gelas beker yang berisi sedikit air lalu ditutup. 3. Sesudah kurang lebih 2 jam katak itu diambil dan diusahakan mengeluarkan urinnya diatas pelat kaca yang kering. 4. 12 tetes urin itu diteteskan dengan pipet diatas kaca obyek, ditutup dengan kaca penutup, diperiksa dibawah mikroskop. 5. Bila terlihat spermatozoa diperhatikan bentuk dan gerakkannya. Dalam keadaan demikian pemeriksaan itu positif. Percobaan 2: Test Imunologi Test ini menggunakan alat yang sudah disediakan berupa alat test pack yang memiliki daya akurasi yang cukup baik (akurat), yaitu dengan cara alat tersebut dicelupkan kedalam urin wanita yang diduga hamil sampai batas yang sudah ditentukan, setelah beberapa saat alat tersebut diperiksa apabila timbul dua garis maka menandakan hasil yang positif. II. Hasil test Gambaran spermatozoa aktif. HASIL : Negatif : Di dalam mikroskop tidak terlihat spermatozoa yang Kodok jantan HCG dan urin wanita yang diduga hamil

Percobaan 1: Galli Mainini

Percobaan 2: Test Imunologi Hasil test Gambar : Positif :

Terdapat dua garis yang menunjukkan positif. III. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil pengamatan, pada uji kehamilan dengan metode Galli Manini tidak tampak spermatozoa yang aktif di mikroskop walaupun sudah disuntikan urin wanita yang hamil. Hal ini bisa terjadi karena ada beberapa faktor, antara lain : 1. Katak yang disuntikan adalah betina. 2. Bila ternyata katak yang disuntikan itu jantan kemungkinan katak itu belum pubertas. 3. Praktikan kurang tepat dalam menyuntikkan jumlah urine, sehingga jumlah urine yang masuk kurang banyak atau malah berlebihan. 4. Kurangnya ketepatan praktikan dalam cara menyuntikkan urine, bisa jadi pada saat penyuntikan terjadi, banyak urine yang tidak masuk atau keluar dari area yang diinginkan. Berbeda dengan test imunologi yang menggunakan test kehamilan modern. Pada kertas test terbentuk dua garis berwarna biru tua yang menandakan bahwa urin betina yang di tes, dalam kondisi hamil. Urin wanita yang hamil tersebut terdapat hormon HCG, dimana hormon ini terus disekresikan selama masa awal kehamilan. IV. KESIMPULAN dan SARAN Kesimpulan : Dalam praktikum kali ini disimpulkan bahwa pada saat percobaan Galli Manini hasilnya negatif sedangkan pada test imunologi hasilnya positif.

Saran : Dalam pengujian kehamilan dengan penggunaan teknik Galli Mainini, katak yang digunakan harus katak yang sudah pubertas supaya hasil yang dihasilkan lebih baik dan katak yang digunakan adalah katak jantan. DAFTAR PUSTAKA Noortiningsih, Nyoman Ayu Ratmini, Ida Wiryanti. Petunjuk Praktikum Fisiologi Hewan. Laboratorium Zoologi Fakultas Biologi Universitas Nasional. Jakarta. 2009. www.contohskripsitesis.com/backup/.../Uji%20kehamilan.doc. Diakses pada tanggal 18 November 2010.