Anda di halaman 1dari 15

NAMA SEMESTER NIM

: AHMAD RIZKI : V-A : 11114099A09016 (NIM Lama : 032001D09765)

DOSEN Pengampu TUGAS RISET

: Sirajudin Noor, SKp.,Ners.,M.Kes

PERBEDAAN EVALUASI DAN PENELITIAN

EVALUASI
EVALUASI : adalah suatu proses sistematis guna mencapai tujuan, bersift memutuskan.

PENILAIAN : memberi nilai atas sesuatu tapi tidak bersifat memutuskan.

PENGUKURAN : penilaian numerik thdp fakta-fakta dan objek yg diukur menurut kriteria atau satuan tertentu.

Sugiyono (1996): Evaluasi merupakan penafsiran yg berdasarkan pd data kuantitatif yg merupakan hasil pengukuran.

Wrighstone : Evaluasi pendidikan adl penaksiran thdp pertumbuhan & kemajuan siswa kearah tujuan atau nilai-nilai yg telah ditetapkan dlm kurikulum.

Ahmad Rizki V-A (Tugas Perbedaan Penelitian dengan Evaluasi) Akper Intan Martapura

Page 1

PENELITIAN
Definisi Penelitian Menurut beberapa Ahli. Penelitian adalah pekerjaan ilmiah yang bermaksud mengungkapkan rahasia ilmu secara obyektif, dengan dibentengi bukti-bukti yang lengkap dan kokoh.

1. David H Penny Penelitian adalah pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta. 2. J. Suprapto Penelitian adalah penyelidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati, serta sistematis. 3. Sutrisno Hadi Sesuai dengan tujuannya, penelitian dapat diartikan sebagai usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan. 4. Mohammad Ali Penelitian adalah suatu cara untuk memahami sesuatu melalui penyelidikan atau usaha mencari bukti-bukti yang muncul sehubungan dengan masalah itu, yang dilakukan secara hati-hati sekali sehingga diperoleh pemecahannya. 5. The New Horison Ladder Dictionary Pengertian research ialah a careful study to discover correct information, yang artinya, suatu penyelidikan yang dilakukan secara hati-hati untuk memperoleh informasi yang benar.

Penelitan berasal dari bahasa Inggris Research yaitu penyelidikan atau pencarian secara teliti untuk memperoleh fakta baru dalam cabang ilmu pengetahuan. Penelitian merupakan sarana yang mutlak diperlukan agar ilmu pengetahun dapat berkembang, merupakan kegiatan yang dilakukan secara Ahmad Rizki V-A (Tugas Perbedaan Penelitian dengan Evaluasi) Akper Intan Martapura Page 2

sistematis, terkendali, mempelajari suatu fenomena melalui pencarian fakta yang nyata (empiris) dan merupakan sarana untuk mencari kebenaran melalui pendekatan ilmiah.

Perbedaan PENELITIAN dengan EVALUASI

Perbedaan berdasarkan: 1. Tujuan; PENELTIAN : untuk mmproleh pengetahuan baru berdasarkan kenyataan. EVAL UASI : untuk mmperoleh suatu hasil atau product.

2. Outcome (keluaran mampu) PENELITIAN : konklusion, kesimpulan EVAL UASI : keputusan khusus. Contoh- lulus atau tidak lulus

3. Nilai PENELITIAN EVALAUASI

: kekuatan prediksi atau meramal : tidak ada nilai meramal, untuk kegunaan sosial.

4. Key Event PENELITIAN EVALUASI

: untuk menguji hipotesis : untuk mencapai tujuan objektif.

5. Paradigma PENELITIAN EVALUASI

: metode eksperimen, metode korelasi : pendekatan sistematik,pendekatan objektif.

6. Kriteria PENELITIAN EVALUASI

: internal, eksternal, validitas : pendekatan yg sistematik, objektif.

7. Fungsional PENELITIAN EVALUASI

: pure (murni), terapan : formatif, sumatif, proses Page 3

Ahmad Rizki V-A (Tugas Perbedaan Penelitian dengan Evaluasi) Akper Intan Martapura

CONTOH PENELITIAN SKRIPSI (S-1) AKPER HUBUNGAN TINGKAT NYERI DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN POST OPERASI DIRUANG IRNA A RSUD SYARIFAH AMBANI RATO EBU

Abstrak

Suatu proses pembedahan setelah operasi atau post operasi akan menimbulkan respon nyeri dan cemas. Mengatasi masalah nyeri dan kecemasan pada pasien post operasi merupakan intervensi keperawatan yang independen yang memerlukan keterampilan perawat. Dalam memberikan intervensi keperawatan, perawat memfokuskan pada penurunan nyeri dan kecemasan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan tingkat nyeri dengan tingkat kecemasan pada pasien post operasi. Desain penelitian yang digunakan adalah Analitik dengan populasi berjumlah 583 orang dan responden dalam penelitian ini adalah 45 orang yang dipilih dengan cara non probality sampling dengan tehnik concecutive sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah tingkat nyeri dan tingkat kecemasan Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan hasilnya dianalisa menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Setelah dilakukan pengumpulan dan tabulasi, data disajikan dalam bentuk tabel dan diagram.

Dari hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar (42,2%) atau sebanyak 19 responden mengalami nyeri sedang dan lebih dari setengahnya yaitu 26 responden atau 57,8% responden mengalami kecemasan sedang. Berdasarkan uji korelasi Spearman Rank didapatkan = 0,000, = 5% sehingga 0,05 dengan r = 0,722 dengan demikian terdapat korelasi positif. Berarti Ho ditolak. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat nyeri dengan tingkat kecemasan pada pasien post operasi.

Ahmad Rizki V-A (Tugas Perbedaan Penelitian dengan Evaluasi) Akper Intan Martapura

Page 4

DAFTAR ISI Halaman Sampul Halaman Sampul Dalam dan Prasarat.................................................................. i Halaman Persetujuan.......................................................................................... ii Halaman Pengesahan.......................................................................................... iii Motto................................................................................................................ iv Lembar Persembahan......................................................................................... v Daftar Riwayat Hidup......................................................................................... vi Abstrak.............................................................................................................. vii Kata Pengantar.................................................................................................. viii Halaman Daftar Isi ............................................................................................. ix Halaman Daftar Tabel......................................................................................... xi Halaman Daftar Gambar..................................................................................... xii Halaman Daftar Diagram.................................................................................... xiii Daftar Singkatan................................................................................................. xiv Halaman Daftar Lampiran................................................................................... xv

BAB 1 PENDAHULUAN............................................................................. 1

1.1 Latar Belakang.......................................................................... 1 Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan yang terjadi akibat dari kerusakan jaringan yang aktual dan potensial. Berkaitan dengan hal tersebut, nyeri yang dirasakan oleh individu yang mengalami post-operasi, bisa dari skala yang paling ringan hingga terberat. Kondisi ini dipengaruhi oleh bagaimana individu tersebut berespon terhadap nyeri, yang secara langsung berkaitan dengan kecemasan individu tentang nyeri yang dialaminya (Capernito,2001). Nyeri dapat timbul oleh berbagai stimuli (termasuk cemas/stress), tetapi reaksi terhadap nyeri tidak dapat diukur dengan objektif. Nyeri adalah pengalaman yang dipelajari oleh pengaruh dari situasi hidup masing-masing orang. (Long,2000)................................................. 1.2 Batasan Masalah....................................................................... 4 Nyeri yang dirasakan oleh individu yang mengalami Post-operasi, bisa dari skala yang paling ringan hingga terberat. Kondisi ini dipengaruhi oleh bagaimana individu tersebut berespon terhadap nyeri, yang secara langsung berkaitan dengan kecemasan individu tentang nyeri yang dialaminya (Capernito,2001)...........................

Ahmad Rizki V-A (Tugas Perbedaan Penelitian dengan Evaluasi) Akper Intan Martapura

Page 5

1.3 Rumusan Masalah..................................................................... 4 1. Bagaimana tingkat nyeri pada pasien post operasi diruang Irna A RSUD Syarifah Ambani Rato Ebu Bangkalan?... 2. ......................

1.4 Tujuan Penelitian........................................................................ 5 1.1.1 Tujuan umum Menganalisis hubungan tingkat kecemasan dengan tingkat nyeri pada pasien Post Operasi diruang Irna A RSUD Syarifah Ambani Rato Ebu Bangkalan. 1.1.2 Tujuan khusus 1. Mengidentifikasi tingkat . 2. . 1.5 Manfaat Penelitian..................................................................... 5 1.4.1 Bagi peneliti ........................................... 1.4.2 Bagi profesi keperawatan .................................................. 1.4.3 Bagi pasien ....................................................... 1.4.4 Bagi institusi/RSUD Bangkalan ............................................................

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ................................................................... 7 2.1 Konsep Nyeri............................................................................ 7 2.1.1. Pengertian nyeri............................................................ 7 Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang aktual dan potensial (Brunner dan Suddarth,2002). .. 2.1.2. Fisiologis nyeri.............................................................. 8 Kulit dan jaringan tubuh lain mempunyai reseptor nyeri. Pada dasarnya terdapat 3 tipe nyeri ; reseptor mekanik ditimbulkan oleh rangsangan mekanik misalnya trauma, luka ; reseptor suhu ditimbulkan oleh .. 2.1.3. Patofisiologis nyeri....................................................... 9 Pada umumnya kita dilengkapi oleh ujung-ujung saraf di seluruh tubuh yang dapat mengenali rangsangan fisik yang mungkin berbahaya, seperti 2.1.4. Reaksi terhadap nyeri.................................................. 12 Reaksi fisiologis terhadap nyeri berbeda-beda sesuai dengan tingkat kecemasan yang menyertai rasa nyeri. Reaksi terhadap nyeri yang timbul secara tiba-tiba mengaktifkan system . Ahmad Rizki V-A (Tugas Perbedaan Penelitian dengan Evaluasi) Akper Intan Martapura Page 6

2.1.5. Klasifikasi nyeri............................................................ 15 Nyeri diupayakan menjadi terukur dengan skala. Termasuk disini skala numerik nyeri, visual analog scale yang berupa garis lurus , dan skala wajah. Skala dipergunakan untuk mendeskripsikan intensitas / beratnya rasa nyeri. 1. Skala numerik nyeri . 2. Visual analog scale . 3. Skala wajah 2.1.6. Skala nyeri.................................................................... 17 Tabel 2.1 Skala Nyeri SKALA KETERANGAN 0 Tidak ada nyeri 1-3 Nyeri ringan 4-5 Nyeri sedang 6-7 Nyeri berat 8-9 Nyeri sangat 10 Nyeri tidak tertahan Dengan menggunakan parameter : 0 = tidak ada nyeri, tidak ada . 2.1.7. Manajemen nyeri.......................................................... 20 Manajemen nyeri menurut Brunner & Sudarth (2002), meliputi : 1) Terapi farmakologi Menangani nyeri yang dialami pasien melalui intervensi farmakologis dilakukan dalam kolaborasi dengan dokter atau pemberi perawatan utama lainnya dan pasien .. jika anda ingin memilikicontoh skripsinya lengkap dlm format(M.word)silahkanhub.08563056386(eko)(SMS aja)anda hanya mengganti ongkos pengetikan 200rb,pembayaran melalui transfer antar BANK 2) Terapi non farmakologi, meliputi : .. A. Stimulasi kulit .. B. Stimulasi kontralateral .. 2.2 Konsep Kecemasan.................................................................. 24 2.2.1. Pengertian kecemasan.................................................. 24 Kecemasan adalah respon emosional terhadap penilaian keadaan emosional yang tidak memiliki objek yang spesifik (Stuart & Sundeen, 2001). Ahmad Rizki V-A (Tugas Perbedaan Penelitian dengan Evaluasi) Akper Intan Martapura Page 7

Kecemasan adalah suatu keadaan yang ditandai oleh .. 2.2.2. Penyebab kecemasan.................................................... 25 Berdasarkan teori kecemasan : 1. Teori interpersonal ansietas : .. 2. Teori psikoanalitik: . 3. Teori perilaku: 2.2.3. Gejala kecemasan......................................................... 25 Menurut Hawari (2001) keluhan-keluhan yang sering dikemukakan oleh seseorang yang mengalami gangguan kecemasan adalah : 1. Cemas, khawatir, firasat buruk, takut 2. .. 2.2.4. Faktor faktor yang mempengaruhi kecemasan........ 26 Berdasarkan tingkat kecemasan seseorang faktor-faktor yang mempengaruhi adalah : 1. Pendidikan : .. 2. Umur: 3. Jenis kelamin : .. 4. Pekerjaan: 2.2.5. Stressor pencetus.......................................................... 27 Stressor pencetus mungkin berasal dari sumber internal atau eksternal. Stressor pencetus dapat dikelompokkan dalam dua katagori menurut Stuart & Sundeen (2001): 1. Ancaman terhadap integritas seseorang 2. . 2.2.6. Tingkat kecemasan....................................................... 27 Menurut Stuart & Sundeen S.J (2001) kecemasan dibagi 4 : 1. 2. . 3. .4. . 2.2.7. Pengukuran kecemasan................................................ 29 Instrument yang dapat digunakan untuk mengukur skala kecemasan adalah Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) yaitu mengukur aspek kognitif dan afektif yang meliputi (Nursalam, 2001) : 1) Perasaan cemas, ditandai dengan : (1) Firasat buruk (2) Takut akan pikiran sendiri (3) Mudah tersinggung 2) Ketegangan ditandai dengan : (1) Merasa tegang (2) Lesu (3) Mudah terkejut (4) Tidak dapat istirahat tenang (5) Mudah menangis (6) Gemetar (7) Gelisah

Ahmad Rizki V-A (Tugas Perbedaan Penelitian dengan Evaluasi) Akper Intan Martapura

Page 8

2.3 Konsep Operasi......................................................................... 33 2.3.1. Konsep Pra-operasi......................................................... 33 2.3.2. Konsep Intra-operasi........................................................ 37 2.3.3. Konsep Post-operasi........................................................ 39 BAB 3 KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS ......................... 43 Kecemasan Faktor yang mempengaruhi 1. Lingkungan 2. Usia 3. Jenis Kelamin 4. Kelelahan 5. Pengalaman masa lalu 6. Kultur atau kebudayaan 3. Post-Operasi 1. Pra-Operasi 2. Intra-Operasi Nyeri : 1. Persepsi 2. Toleransi 3. Intensitas 3.1 Kerangka Konseptual Penelitian............................................. 43 3.2 Hipotesis Penelitian.................................................................. 44 Hipotesis adalah pernyataan sebagai jawaban sementara atas pernyataan peneliti yang harusdiuji BAB 4 METODE PENELITIAN................................................................. 45 4.1 Desain Penelitian..................................................................... 45 Desain penelitian adalah sesuatu yang sangat penting dalam penelitian, yang memungkinkan pemaksimalan kontrol beberapa faktor yang bisa mempengaruhi akurasi suatu hasil. ...................................................................... 4.2 Kerangka Kerja....................................................................... 46 KESIMPULAN DAN SARAN Populasi Semua pasien post operasi diruang Irna A RSUD Syarifah Ambani Rato Ebu Bangkalan pada bulan Januari Desember 2007 N = 583 orang dan dengan rata rata perbulannya sebanyak 49 orang.

Ahmad Rizki V-A (Tugas Perbedaan Penelitian dengan Evaluasi) Akper Intan Martapura

Page 9

PEMBAHASAN PENYAJIAN HASIL Pengolahan dan Analisa Data Uji statistik Spearman Rank Tingkat Kecemasan Tingkat Nyeri Pengumpulan Data Kuesioner Sampling Non Probability Tipe Consecutive Sampling Sampel n = 45 4.3. Populasi dan Sampling............................................................. 47 Populasi adalah keseluruhan dari variabel yang menyangkut masalah yang akan diteliti. Variabel itu bisa berbentuk orang, binatang, kejadian perilaku atau suatu yang akan dilakukan penelitian (Nursalam dan Pariani, 2001). Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien post operasi diruang Irna A RSUD Syarifah Ambani Rato Ebu Bangkalan pada bulan Januari Desember 2007 sebanyak 583 orang dengan rata rata perbulannya sebanyak 49 orang. Sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih dengan sampling tertentu untuk bisa memenuhi atau mewakili populasi (Nursalam dan Pariani, 2001). 4.4. Identifikasi Variabel................................................................ 49 4.4.1. Variabel Independent................................................... 49 Variabel Independent adalah variabel yang mempengaruhi (Arikunto, 1998). Pada penelitian ini variabel independentnya adalah tingkat nyeri. 4.4.2. Variabel Dependent...................................................... 49 Variabel Dependent adalah variabel tergantung (Arikunto, 1998). Pada penelitian ini variabel dependentnya adalah tingkat kecemasan. 4.5. Definisi Operasional................................................................ 49 4.6. Pengumpulan dan Pengolahan Data........................................ 51 4.6.1. Pengumpulan data............................................................ 51 4.6.2. Pengolahan data.............................................................. 52 4.6.3. Analisa data..................................................................... 53 4.7. Masalah Etika Penelitian........................................................ 53 Penelitian yang menggunakan manusia sebagai objek tidak boleh bertentangan dengan etika. Tujuan penelitian ini harus etis dalam arti hak responden harus dilindungi. 4.8. Keterbatasan............................................................................ 54 Keterbatasan adalah kelemahan atau hambatan dalam penulisan keterbatasan dalam penelitian ini yang Ahmad Rizki V-A (Tugas Perbedaan Penelitian dengan Evaluasi) Akper Intan Martapura Page 10

dilaksanakan diantaranya yaitu : 1. Keterbatasan pengetahuan dan pengalaman, karena peneliti baru pertama kali melakukan penelitian sehingga peneliti merasa masih banyak kekurangan dalam penyusunan proposal ini. 2. Sampel yang dijadikan subjek penelitian kemungkinan masih berada/dipengaruhi oleh obat analgetik sehingga penelitian ini kurang sempurna. BAB 5 ANALISIS HASIL PENELITIAN................................................... 55 5.1. Gambaran Umum Tempat Penelitian........................................... 55 5.2. Data Umum Responden.............................................................. 57 5.2.1. Distribusi Umur Responden............................................ 57 5.2.2. Distribusi Jenis Kelamin Responden................................ 58 5.2.3. Distribusi Pendidikan Responden.................................... 59 5.2.4. Distribusi Status Perkawinan Responden......................... 60 5.2.5. Distribusi Pengalaman Masa Lalu Responden.................. 61 5.3. Data Khusus Responden............................................................ 62 5.3.1. Tingkat Nyeri................................................................. 62 5.3.2. Tingkat Kecemasan........................................................ 63 5.3.3. Hubungan Tingkat Nyeri Dengan Tingkat Kecemasan yang Dirasakan Pasien Post Operasi di Ruang Irna A RSUD Bangkalan.......................................................... 64 BAB 6 PEMBAHASAN................................................................................ 66 6.1. Tingkat Nyeri Pasien Post Operasi di Ruang Irna A RSUD Bangkalan....................................................................... 66 6.2. Tingkat Kecemasan Pasien Post Operasi di Ruang Irna A RSUD Bangkalan....................................................................... 68 6.3. Hubungan Tingkat Nyeri Dengan Tingkat Kecemasan yang Dirasakan Pasien Post Operasi di Ruang Irna A RSUD Bangkalan....................................................................... 70 BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN......................................................... 75 7.1. Kesimpulan................................................................................ 75 7.2. Saran......................................................................................... 78 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN DAFTAR TABEL Tabel 2.1. Skala Nyeri..................................................................................... 17 Tabel 4.1. Definisi Operasional......................................................................... 49 Tabel 5.1. Tabulasi Silang Antara Tingkat Nyeri dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Post Operasi di Ruang Irna A RSUD Bangkalan............................................................................ 64 Ahmad Rizki V-A (Tugas Perbedaan Penelitian dengan Evaluasi) Akper Intan Martapura Page 11

DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Skala Numerik Nyeri..................................................................... 18 Gambar 2.2 Visual Analog Scale....................................................................... 18 Gambar 2.3 Wajah Wong and Baker................................................................. 19 Gambar 2.4 Rentang Respon Kecemasan.......................................................... 27 Gambar 3.1 Kerangka Konseptual Penelitian..................................................... 42 Gambar 4.2 Kerangka Kerja............................................................................. 45 DAFTAR DIAGRAM

Diagram 5.1. Distribusi Responden Berdasarkan Umur Pasien Post Operasi di Ruang Irna A RSUD Bangkalan................................. 57 Diagram 5.2. Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Pasien Post Operasi di Ruang Irna A RSUD Bangkalan.............. 57 Diagram 5.3. Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan Pasien Post Operasi di Ruang Irna A RSUD Bangkalan......................... 59 Diagram 5.4. Distribusi Responden Berdasarkan Status Perkawinan Pasien Post Operasi di Ruang Irna A RSUD Bangkalan.............. 60 Diagram 5.5. Distribusi Responden Berdasarkan Pengalaman Masa Lalu Pasien Post Operasi di Ruang Irna A RSUD Bangkalan.............. 61 Diagram 5.6. Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Nyeri Pasien Post Operasi di Ruang Irna A RSUD Bangkalan......................... 62 Diagram 5.7. Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Kecemasan Pasien Post Operasi di Ruang Irna A RSUD Bangkalan.............. 63 DAFTAR SINGKATAN Daftar Singkatan SD : Sekolah Dasar SMP : Sekolah Menengah Pertama SMA : Sekolah Menengah Atas PT : Perguruang Tinggi RSUD : Rumah Sakit Umum Daerah Daftar Lambang % : Persen - : Sampai < : Kurang dari > : Lebih Dari : Kurang atau sama dengan dari : Lebih atau sama dengan dari Ahmad Rizki V-A (Tugas Perbedaan Penelitian dengan Evaluasi) Akper Intan Martapura Page 12

: Alfa : Rho/taraf signifikan DAFTAR LAMPIRAN halaman Lampiran 1 : Jadwal kegiatan............................................................................ 78 Lampiran 2 : Lembar permintaan menjadi responden......................................... 79 Lampiran 3 : Lembar persetujuan menjadi responden........................................ 80 Lampiran 4 : Lembar kuesioner......................................................................... 81 Lampiran 5 : Lembar konsultasi........................................................................ 87 Lampiran 6 : Hasil analisis uji statistik dengan SPSS.15 for windows................. 89 Lampiran 7 : Karakteristi pasien post operasi berdasarkan umur, jenis kelamin, pendidikan, status perkawinan dan pengalaman masa lalu.................................................................................... 92 Lampiran 8 : Hasil tabulasi tingkat nyeri............................................................ 93 Lampiran 9 : Hasil tabulasi tingkat kecemasan.................................................. 94 Lampiran 10 : Tabulasi silang tingkat nyeri dengan tingkat kecemasan pasien post operasi di ruang Irna A RSUD Bangkalan................ 96 Lampiran 11 : Permohonan pengambilan data awal penelitian.............................. 97 Lampiran 12 : Permohonan meminjam buku....................................................... 98 Lampiran 13 : Permohonan ijin penelitian............................................................ 99 Lampiran 14 : Surat keterangan telah melakukan Survey..................................

Ahmad Rizki V-A (Tugas Perbedaan Penelitian dengan Evaluasi) Akper Intan Martapura

Page 13

CONTOH EVALUASI LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK ) PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

PENGGUNAAN METODE BERMAIN PERAN PADA PEMBELAJARAN SEJARAH ISLAM UNTUK MENINGKATKAN PENGHAYATAN TERHADAP AJARAN ISLAM DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI SISWA KELAS 2 SMP NEGERI

ABSTRAK

XXXXXXXX. 2002. Penggunaan Melode Bermain Peran Pada Pembelajaran PAI, Sub pokok bahasan Sejarah Islam Untuk Meningkatkan Sikap Penghayatan terhadap ajaran Islam di SMP Negeri. Kata Kunci: Metode bermain peran, sikap penghayatan terhadap ajaran Islam, sejarah Islam Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan apakah metode bermain peran dapat meningkatkan penguasaan materi pembelajaran PAI Sub pokok bahasan Sejarah Islam di kelas 2 SMP NEGERI. (2) untuk mendeskripsikan apakah metode bermain peran pada pembelajaran PAI Sub pokok bahasan Sejarah Islam dapat meningkatkan penghayatan terhadap ajaran Islam pada siswa kelas 2 SMP NEGERI.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan atau meningkatkan praktek-praktek pembelajaran di kelas secara profesional. Penelitian ini dilaksanakan di SMP NEGERI

Instrumen pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah (1) tes sejarah Islam yaitu alat evaluasi untuk memperoleh data-data atau keterangan tentang penguasaan materi sejarah Islam siswa (2) skala sikap penghayatan terhadap ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari yaitu suatu alat untuk mengetahui sikap penghayatan terhadap ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari yang dimiliki siswasiswi sebagai wujud dari proses belajar mengajar.

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa penggunaan metode bermain peran dalam pembelajaran PAI Sub pokok bahasan Sejarah Islam meningkatkan penguasaan materi sejarah Islam sebesar 35% yaitu dari substansi kegiatan awal (T-0) sebesar 45% menjadi 80% pada substansi kegiatan III (T-3). Selain itu penggunaan metode bermain peran juga meningkatkan sikap penghayatan terhadap ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari sebesar 32,61% yaitu dari substansi kegiatan awal (T-0) sebesar 44,79% menjadi 77,60% pada substansi kegiatan III (T-3). Dengan peningkatan tersebut maka hipotesis yang diajukan diterima, dengan demikian (1) Metode bermain peran pada pembelajaran PAI Sub pokok bahasan Ahmad Rizki V-A (Tugas Perbedaan Penelitian dengan Evaluasi) Akper Intan Martapura Page 14

Sejarah Islam dapat meningkatkan penguasaan materi pelajaran sejarah Islam. (2) Metode bermain peran dapat meningkatkan sikap penghayatan terhadap ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari pada pembelajaran PAI Sub pokok bahasan Sejarah Islam.

Ahmad Rizki V-A (Tugas Perbedaan Penelitian dengan Evaluasi) Akper Intan Martapura

Page 15