Anda di halaman 1dari 3

Gambaran Klinis Anamnesis Permulaan timbulnya nyeri (kapan mulai, mendadak, atau berangsur) Letaknya (menetap, pindah, atau

beralih) Keparahan dan sifatnya (seperti ditusuk, tekanan, terbakar, irisan atau kolik) Perubahannya (dibandingkan dengan permulaan) Lamanya Apakah berkala Faktor yang mempengaruhi (memperingan dan memperberat Apakah pasien pernah mengalami nyeri sebelumnya Saat anamnesis biasanya ditemukan Nyeri perut yang dimulai di epigastrium dan sekitar umbilikus, kemudian berpindah dan menetap di kwadran kanan bawah Anoreksia, nausea dan vomitus Demam yang tidak begitu tinggi Diare atau obstipasi (tak spesifik) Pemeriksaan fisik Sikap jalan agak terbongkok, fleksi sendi panggul kanan dan agak tertinggal pada pernafasan Nyeri tekan, nyeri lepas, nyeri ketok dan defans muskuler pada daerah Mc.Burney, yang bertambah dengan peninggian tekanan intraabdominal (batuk,dsb) Bising usus sedikit meninggi didaerah Mc.Burney Tanda Khusus : Tanda Rovsing: nyeri tekan kontralateral Tanda Blumberg: nyeri lepas kontralateral Tanda psoas: dalam keadaan terlentang, kaki kanan diangkat. Akan terasa nyeri karena regangan peritoneum (terutama pada apendiks retrosekal) Tanda Pen Horn: bila dalam posisi terlentang testis kanan ditarik, terasa nyeri didaerah Mc.Burney. Rectal Toucher. Nyeri tekan sekitar jam 11. Cari kemungkinan cairan di cavum Douglas, suhu rektal yang bedanya >1C dengan suhu aksila akan memperkuat diagnosis. Pemeriksaan penunjang Uji laboratorium Pemeriksaan hemoglobin dan hematokrit > kemungkinan perdarahan atau dehidrasi Hitung leukosit > menunjukkan peradangan Hitung trombosit dan faktor koagulasi > untuk persiapan bedah dan membantu menegakkan kemungkinan demam berdarah (gejala mirip dengan gawat perut). Pencitraan diagnostik (rontgen atau endoskopi) > memastikan adanya peritonitis, udara bebas, obstruksi atau paralisis usus. Pemeriksaan ultrasonografi > membantu menegakkan diagnosis kelainan hati, saluran empedu dan pankreas serta appendisitis. (Agus P. dan Budi S., 2000; Sjamsuhidayat, R dan Wim de Jong, 1997) Penatalaksanaan Sebelum operasi Observasi

Dalam 8-12 jam setelah timbulnya keluhan, tanda dan gejala apendisitis sering masih belum jelas. Dalam keadaan ini observasi ketat diperlukan. Pasien diminta melakukan tirah baring dan dipuasakan. Laksatif tidak boleh diberikan bila dicurigai adanya apendisitis ataupun bentuk peritonitis lainnya. Pemeriksaan abdomen dan rektal serta pemeriksaan darah (leukosit dan hitung jenis) diulang secara periodik. Foto abdomen dan thorax tegak dilakukan untuk mencari kemungkinan adanya penyulit lain. Pada kebanyakan kasus, diagnosis ditegakkan dengan lokalisasi nyeri di daerah kanan bawah dalam 12 jam timbulnya keluhan. Intubasi bila perlu Antibiotik Operasi apendiktomi Pasca operasi Perlu dilakukan observasi tanda-anda vital untuk mengetahui terjadinya perdarahan di dalam, syok, hipertermia, atau gangguan pernafasan. Angkat sonde lambung bila pasien telah sadar, sehingga aspirasi cairan lambung dapat dicegah. Baringkan pasien dalam posisi Fowler. Pasien dikatakan lebih baik bila dalam 12 jam tidak terjadi gangguan. Selama itu pasien dipuasakan. Bila tindakan operasi lebih besar, misalnya pada perforasi atau peritonitis umum, puasa diteruskan sampai fungsi usus kembali normal. Kemudian berikan minum mulai 15 ml/jam selama 4-5 jam lalu dinaikkan menjadi 30 ml/jam. Keesokan harinya diberikan makanan saring, dan hari berikutnya diberikan makanan lunak. Satu hari pasca operasi pasien dianjurkan untuk duduk tegak ditempat tidur di luar kamar. Hari ketujuh, jahitan dapat diangkat dan pasien boleh pulang. (Arief Mansjoer dkk, 1999) Diagnosis Banding Golongan gastro enteritis limfadenitis mesenterik enterokolitis ileitis terminalis Kelainan organ pelvis wanita Folikel ovarium pecah Salfingitis Torsi ovarium KET (Kehamilan Ektopik Terganggu) Kelainan pada saluran kemih batu ginjal/batu ureter Pielonefritis Kelainan lain dalam abdomen Tukak peptic Divertikulitis Kolesistitis Perforasi Ca Colon Pankreatitis Penyakit diluar abdomen Pneumonia

Pleuritis Infark Miokard