Anda di halaman 1dari 12

HALAMAN PENGESAHAN PROSES TATA LETAK PADA PERUSAHAN MOBIL MAINAN

PROPOSAL SKRIPSI Hari Tanggal Jam Tempat : Jumat : 4 januari 2012 : 12.00 WIB : Ruang Sidang FTI

Tim Pembimbing

Tanda Tangan

1. Ir. Joko Susetyo, MT. Ketua 2. Ir. Risma Adelina S, MT. Anggota 1 3. Dra. Endang Widuri Asih Anggota 2 Mengetahui, Fakultas Teknologi Industri Dekan Jurusan Teknik Industri Ketua

(Ir. Joko Waluyo , MT.)

(Ir. Muhammad Yusuf , MT)

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Mobil mainan adalah salah satu produk, yang menurut kami sangat berprospek tinggi. Tingginya jumlah anak-anak di Indonesia menunjukkan bahwa industri ini akan selalu punya pasar yang lebih dari cukup. Maka, dibutuhkanlah sebuah produksi yang kuat yang tak lain dibangun dari sebuah prabik yang mampu menghasilkan se-efektif dan efisien mungkin. Faktor pendukung yang penting dalam kelancaran pelaksanaan suatu proses produksi adalah efisiensi waktu kerja yang optimal yang didukung dengan tata letak (lay out) pabrik yang baik. Dengan penataan stasiun kerja dan fasilitas produksi yang teratur maka diharapkan dapat menunjang keberhasilan kegiatan produksi sesuai dengan target yang diharapkan. Perancangan tata letak pabrik yang baik akan sangat mempengaruhi tingkat produktivitas perusahaan. Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa faktor tata letak fisik terutama untuk industri manufaktur adalah kunci terpenting dalam menentukan tingkat keberhasilan suatu proses produksi. Kegagalan suatu sistem produksi bisa disebabkan oleh perancangan fasilitas di beberapa perusahaan atau pabrik tidak mendukung kinerja proses produksi dalam tingkat optimal. Dan faktor ini juga menjadi sangat menentukan mengingat dengan tingkat efisiensinya yang tinggi maka secara langsung juga mampu menekan jumlah biaya produksi yang dikeluarkan. Perancangan tata letak pabrik ini merupakan bagian terpenting dalam penyusunan strategi dan target yang hendak dicapai oleh perusahaan agar perusahaan yang bersangkutan dapat meningkatkan kapasitas produksinya dan mendatangkan keuntungan yang besar. Oleh dasar itulah proposal ini buat, sebelumnya kami mengucapkan terimakasih.

1.2

Rumusan Masalah

Berdasarkan pokok permasalahan diatas maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : 1. Berapa lama waktu yang di butuhkan untuk membuat satu mobil mainan. 2. Bagaiamana menempatankan posisi alat pabrik yang efektif. 3. Berapa lama waktu untuk berpindah tiap departemen.

1.3 Tujuan Penelitian


Tujuan yang utama dari pernacangan tata letak (lay out) pabrik ini adalah untuk Membuat rancangan tata letak pabrik yang meningkatkan fleksibilitas , tingkat efisiensi dan memudahkan dalam penggunaan lahan kerja dalam kegiatan produksi/manufaktur di pabrik Mobil Mainan ini serta meminimasi pergerakan material (ongkos pemindahan material) antar departemen yang tersedia. Sehingga waktu dan tenaga yang dikeluarkan dapat berkurang. Dan dapat menghasilkan hasil produk yang di inginkan perusahaan.

1.4 Manfaat Penelitian 1. Dapat mengetahui posisi tata letak yang paling efektif. 2. Dapat diketahui perpindahan tiap departemen yang paling cepat.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Dasar Teori

Dalam Proses Tata Letak Pabrik (PTLP) ini pada dasarnya akan meupakan proses pengurutan dari suatu perencanaan tata letak yang sistematis. Urutan proses tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut : 1. Pemilihan Lokasi 2. Opeation Process Chart (OPC) 3. Routing Sheet 4. Multi Product Process Chart (MPPC) 5. Menentukan Gudang 6. Ongkos Material Handling (OMH) 7. From To Chart (FTC) 8. Outflow, Inflow 9. Tabel Skala Prioritas (TSP) 10. Activity Relationship Diagram (ARD) 11. Activity Relationship Chart (ARC) 12. Area Alocation Diagram (AAD) 13. Template

 PEMILIHAN LOKASI Pemilihan lokasi pada dasarnya adalah menentukan suatu tempat atau lokasi yang tepat untuk suatu perisahaan atau perkantoran atau lokasi untuk tujuan tertentu, dengan memperhitungkan kelebihan dan kekurangan lokasi tersebut. Dalam pemilihan lokasi kita akan membandingkan suatu lokasi dengan lokasi lainnya, berdasarkan nilai break even point lokasi tersebut.

 OPERATION PROCESS CHART (OPC) OPC adalah suatu diagram yang menggambarkan langkah-langkah proses yang dialami oleh bahan baku yag meliputi urutan proses operasi dan pemeriksaan. Pembuatan OPC ini merupakan tahap pertama dalam urutan untuk merencanakan tata letak pabrik. Pada OPC ini berisi informasi mengenai :

1. Deskripsi proses bagi setiap kegiatan/aktivitas 2. Waktu penyelesaian masing-masing kegiatan 3. Peralatan/mesin yang digunakan

4. Persentase scrap dari aktivitas

 ROUTING SHEET Langkah selanjutnya dalam merencanakan tata letak pabrik adalah pembuatan routing sheet. Routing sheet ini digunakan untuk : 1. Menghitung jumlah mesin yang diperlukan 2. Menghitung jumlah part yang harus dipersiapkan dalam usaha memperoleh sejumlah produk jadi yang diinginkan.

 MULTI PRODUCT PROCESS CHART (MPPC) Setelah kita memahami OPC dan Routing Sheet maka langkah selanjutnya adalah pengisian tabel MPPC dimana dalam pengisiannya terlebih dahulu mengetahui OPC dan Routing Sheet .  GUDANG Dalam hal ini gudang terbagi atas 2 bagian, yaitu gudang untuk receiving dan shipping, dimana pada masing-masing gudang tersebut dihitung tempat yang paling memungkinkan dengan perhitungan pada bahan atau material yang akan ditempatkan, ditambag dengan allowance yang diperlukan. Dilihat dari cara penyimpanannya terdiri atas dua bagian, yaitu rak dan tumpukan.  ONGKOS MATERIAL HANDLING (OMH) Aktivitas pemindahan bahan (material handling) merupakan salah satu yang cukup penting untuk diperhatikan dan diperhitungkan. Aktivitas pemindahan bahan tersebut dapat ditentukan dengan terlebih dahulu memperhatikan aliran bahan yang terjadi dalam operasi. Kemudian harus diperhatikan tipe layout yang akan digunakan :

 FROM TO CHART (FTC) From to chart merupakan penggambaran tentang berapa total ongkos material handling, OMH, dari suatu bagian aktivitas menuju aktivitas yang lainnya dalam suatu pabrik. FTC diisi berdasarkan data dari OMH  OUTFLOW Ialah untuk melihat koefisien ongkos yang keluar dari suatu mesin  INFLOW Ialah untuk melihat koefisien ongkos yang masuk dari ke mesin

 TABEL SKALA PRIORITAS (TSP) TSP adalah menentukan urutan prioritas berdasarkan data yang diperoleh dari OutFlow atau InFlow (pilih salah satu).  ACTIVITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ARD) ARD adalah menerapkan hasil dari TSP ke dalam suatu diagram untuk menyusun tingkat kedekatan berdasarkan prioritas yang telah dibuat.  ACTIVITY RELATIONSHIP CHART (ARC) Dalam industri pada umumnya terdapat sejumlah kegiatan atau aktivitas yang menunjang jalannya suatu industri. Setiap kegiatan atau aktivitas tersebut saling berhubungan (berinteraksi) antara satu dengan lainnya, dan yang paling penting diketahui bahwa setiap kegiatan tersebut membutuhkan tempat untuk melaksanakannya. Aktifitas atau kegiatan tersebut diatas dapat berupa aktivitas produksi, administrasi, assembling, inventory, dll. Sebagaimana diketahui diatas bahwa setiap kegiatan atau aktifitas tersebut saling berhubungan antara satu dengan lainnya ditinjau dari beberapa kriteria, maka dalam perencanaan tata letak pabrik harus dilakukan penganalisaan yang optimal. Teknik yang digunakan sebagai alat untuk menganalisa hubungan antar aktifitas yang ada adalah Activity Relationship Chart.

 AREA ALOCATION DIAGRAM (AAD) Area Alocation Diagram merupakan lanjutan dari ARC. Dimana dalam ARC telah diketahui kesimpulan tingkat kepentingan antar aktivitas dengan demikian berarti bahwa ada sebagian aktivitas harus dekat dengan aktivitas yang lainnya dan ada juga sebaliknya. Atau dapat dikatakan bahwa hubungan antar aktivitas mempengaruhi tingkat kedekatan antar tata letak aktivitas tersebut. Kedekatan tata letak aktivitas tersebut ditentukan dalam bentuk Area Alocation Diagram. Adapun dasar pertimbangan dalam prosedur pengaloaksian area ini adalah sebagai berikut :     Aliran produksi, material, peralatan ARC, informasi aliran, aliran personil, hubungan fisikal Tempat yang dibutuhkan ARD

AAD ini merupakan lanjutan penganalisaan tata letak setelah ARC, maka sesuai dengan persoalan ARC diatas maka dapat dibuat AAD-nya.

 TEMPLATE Template merupakan suatu gambaran yang telah jelas dari tata letak pabrik yang akan dibuat dan merupakan gambaran detail dari AAD yang telah dibuat.

Informasi yang dapat dilihat pada Template : a. Tata letak kantor dan peralatannya b. Tata letak pelayanan yang ada di pabrik, misalnya jalan, kantin, sarana olah raga, dan lainlain. c. Tata letak bagian produksi, misalnya receiving, pabrikasi, assembling, shipping. d. Aliran setiap material, mulai dari receiving sampai dengan shipping

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Rancangan Penelitian


1) Analisa produk, adalah aktivitas menganalisa dari jumlah produk yang harus dibuat 2) nalisa proses, adalah langkah menganalisa proses pengerjaan produk yang telah ditetapkan untuk dibuat 3) Sigi dan analisa pasar, adalah untuk mengidentivikasi jumlah produk dalam kapasitas produksi 4) Analisa macam dan jumlah mesin serta luas area yang dibutuhkan

3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian


Lokasi Penelitian berada di pabrik mobil mainan AULDY yang beralamat pada jalan kaliurang km 14 sleman, Yogyakarta Waktu penelitian antara tanggal 1-10 Desember.

3.3 Penentuan Sumber Data


Metode Pengumpulan Data a. Metode Observasi Metode Observasi dilakukan dengan melaksanakan pengamatan dan pencatatan secara langsung terhadap obyek penelitian. b. Metode Wawancara Metode Wawancara dilakukan dengan mengadakan tanya jawab secara langsung dengan berbagai pihak di perusahaan yang bersangkutan untuk memperoleh informasi yang tepat. c. Dokumentasi Metode pengumpulan data dengan cara dokumentasi adalah memperoleh data dari catatan atau arsip yang ada pada perusahaan.

Dalam pengambilan sumber data, data yang diperoleh berasal dari proses produk dari awal hingga dihasilkan produk. Data ini diambil dari para pekerja pada tiap departemen

dalam merakit mobil mainan. Dari sekian banyak pekerja, di pilih 1-2 pekerja pada tiap departemen yang tingkat pekerjaannya sedang(rata-rata). Setelah di pilih sampel nya kemudian catat waktu proses produksi tiap produk pada tata letak awal. Kemudian rubah tata letak nya lalu catat waktu proses nya kemudian bandingkan dengan posisi awal. Ulang terus langkah tersebut sampai memperoleh tata letak dengan waktu yang paling singkat. 3.4 Instrumen Penelitian Instrumen yang di gunakan : 1. Stop Watch Digunakan untuk mengetahui waktu proses tiap departemen 2. Buku catatan Sebagai tempat untuk mencatat data yang diperoleh. 3. Bolpoin Untuk menulis 4. Kuisoner Digunakan untuk mengetahui tanggapan tata letak pabruk sebelum dan sesudah dirubah.

Tingkat keyakinan pada hasil data yang di peroleh adalah 95% dan tingkat ketelitian 6%

3.5 Prosedur Penelitian

Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian proses perancangan tata letak pabrik ini antara lain: 1. Mengidentifikasi spesifikasi produk yang diproduksi 2. Mengidentifikasi proses manufaktur dan aktivitas lainnya yang terkait dalam pembuatan produk 3. Mengidentifikasi keterkaitan antar proses/stasiun kerja 4. Mengidentifikasi kebutuhan mesin 5. Menentukan ukuran tempat (luas) yang dibutuhkan untuk kantor dan pabrik 6. Mengidentifikasi kebutuhan aliran material dan non-material yang ada 7. Perhitungan ongkos pemindahan material 8. Merancang tata letak stasiun kerja 9. Merancang alokasi ruang kerja 10. Perancangan tata letak pabrik terinci dan menyeluruh 11. Evaluasi hasil rancangan

JADWAL PENELITIAN

KEGIATAN Observasi Wawancara Dokumentasi Studi Pustaka Pengolahan Data Pembuatan Laporan

FEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

DAFTAR PUSTAKA

Anonym. tt. Proyek Perancangan Tata Letak Pabrik Perusahaan Mainan.Bandung: Linea Morte Corporation. Ardliansyah, Rifky and Januar Ach. J. Pratama.2009. Perancangan Tata Letak Pabrik Laporan Tugas Modul 2. Available from URL : http://www.scribd.com/doc/25139068/TataLetak-Pabrik Arapenta, mImanuel Barus. 2010. PERANCANGAN ULANG TATA LETAK LANTAI PRODUKSI MENGGUNAKAN SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING. Medan : Universitas Sumatra Utara. Available from URL : http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20859/7/Cover.pdf

PROSES TATA LETAK PADA PERUSAHAN MOBIL MAINAN

PROPOSAL

Disusun Oleh : AGUSTA WAHYU SAPUTRA (101021023) BAGUS (0910210XX)

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI AKPRIND YOGYAKARTA 2012