Anda di halaman 1dari 16

VARIASI KLOROFIL DAN K AROTEN PADA DUA VARIETAS DAN PEMUPUK AN N, P, DAN K SERTA HUBUNGANNYA TERHADAP VIGOR BENIH

KEDEL AI (G LYCINE MAX (L) M ERR .)

Oleh: WIWID WIJAYANTO A24070110 Pembimbing: Maryati Sari, SP Msi , Dr. Ir. M. Rahmad Suhartanto,MSi
DEPARTEMEN AGRONOMI DAN HORTIKULTURA FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2011

L ATAR B ELAKANG

Kedelai merupakan komoditas pangan penting setelah padi dan jagung tetapi luas panen dan produksinya cenderung menurun lebih dari 50% Produktifitas kedelai turun akibat penggunaan benih kedelai yang kurang baik. Padahal benih menentukan keberhasilan produksi hingga 95% (Suharno, 2006) Klorofil dan karoten benih berperan penting dalam mutu fisiologi benih Pemupukan NPK dapat meningkatkan kandungan klorofil dan karoten

T UJUAN

Mempelajari pengaruh varietas dan pemupukan terhadap kandungan klorofil dan karoten benih kedelai serta pengaruhnya terhadap vigor benih

H IPOTESIS

1.

Terdapat perbedaan kandungan karoten dan klorofil pada dua varietas benih kedelai Pemupukan N, P, dan K yang berbeda menyebabkan perbedaan kandungan karoten dan klorofil serta vigor benih kedelai Terdapat interaksi antara pengaruh varietas dan pemupukan terhadap kandungan karoten dan klorofil serta vigor benih kedelai Terdapat hubungan antara kandungan karoten dan klorofl benih dengan vigor benih kedelai

2.

3.

4.

WAKTU

DAN

T EMPAT

Penelitian akan dilaksanakan mulai bulan Februari sampai Agustus 2011. Penelitian dibagi menjadi dua tahap
1.

Produksi benih yang akan dilaksanakan di Laboratorium Lapang Leuwikopo Pengujian kadar karoten dan klorofil benih serta pengujian vigor benih yang dilakukan di Laboratorium Analisis Tanaman dan Kromatografi dan Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Darmaga, Bogor.

2.

B AHAN

DAN

A LAT

Bahan yang digunakan adalah benih kedelai (Glycine max (L) merr.)  Varietas Anjasmoro  Varietas Detam 1 Bahan lain yang digunakan:  Pupuk kandang  Pupuk N, P, dan K  Kaptan  Furadan  Aseton 96%  Etanol  Kertas merang  Plastik  Air destilata

B AHAN
Alat yang digunakan:
    

DAN

A LAT

Alat budidaya pertanian Spektrofotometer Timbangan digital Alat pengusangan kimia Alat pengecambah benih (APB) IPB72-1

R ANCANGAN P ERCOBAAN
Penelitian ini Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) yang terdiri dari dua faktor yaitu varietas (V) dan perlakuan pemupukan (P). Petak utama terdiri dari: 1. Varietas Anjasmoro (V1) 2. Varietas Detam 1 (V2) Anak petak terdiri dari 4 perlakuan pemupukan yaitu: 1. Tanpa Pemupukan (P0) 2. Pupuk NPK (P1) 3. Pupuk NP (P2) 4. Pupuk NK (P3) 5. Pupuk PK (P4)

M ODEL P ERCOBAAN
Percobaan terdiri dari 10 kombinasi perlakuan dan diulang 3 kali sehingga terdapat 30 satuan percobaan. Model aditif : Yijk = + i + j + ik + k + ( )ij + ijk

Keterangan : Yij = pengaruh perlakuan varietas ke-i , jenis pemupukan ke-j dan ulangan ke-k = nilai tengah umum i = Pengaruh perlakuan varietas ke-i j = pengaruh jenis pemupukan ke-j k = pengaruh ulangan ke-k ij =galat percobaan pada perlakuan varietas ke-i dan ulangan ke-k ( )ij = pengaruh interaksi perlakuan varietas ke-i dan jenis pemupukan ke-j ijk = pengaruh galat percobaan perlakuan varietas ke-i , jenis pemupukan ke j, dan ulangan ke-k.
Data yang diperoleh diuji dengan uji F dan jika menunjukan pengaruh yang nyata, pengujian dilanjutkan dengan Uji Wilayah Berganda Duncan (DMRT) pada taraf 5%.

P ELAKSANAAN P ERCOBAAN
Produksi Benih 1. Analisis tanah dilakukan sebelum pengolahan tanah 2. Lahan diberikan pupuk kandang 3 ton/ha, kaptan 1 ton/ha 3. Setiap satuan percobaan berukuran 2 m x 4.5 m. Jarak antar petak adalah 0.75 m 4. Pupuk N yang digunakan adalah urea 50 kg /ha, pupuk P menggunakan SP-36 150 kg /ha, dan pupuk K menggunakan KCl 100 kg/ha. 5. Jarak tanam yang digunakan adalah 40 cm x 20 cm dengan dua benih per lubangnya dan diberikan furadan 3G sebagai insektisida. 6. Pemupukan dilakukan saat penanaman dengan metode alur yang dibuat 5 cm dari sisi baris penanaman benih

P ELAKSANAAN P ERCOBAAN
Pengamatan  Pertumbuhan: tinggi tanaman dan jumlah daun/tanaman  Komponen produksi: jumlah polong/tanaman, jumlah polong bernas/tanaman, bobot benih/tanaman, dan bobot benih/petak Pengujian  Pengujian fisik benih: bobot 100 butir, Daya Hantar Listrik (DHL), Berat jenis, dan Kadar air  Pengujian viabilitas benih: daya berkecambah, kecepatan tumbuh, dan Indeks Vigor  Pengujian Kandungan Klorofil dilakukan saat masak hijau dan Karoten pada saat masak fisiologi

T IMELINE K EGIATAN
KEGIATAN
1

Februari
2 3 4 1

Maret
2 3 4 1

April
2 3 4 1

Mei
2 3 4 1

Juni
2 3 4 1 2

Juli
3 4 1

Agustus
2 3 4

Persiapan lahan, alat dan bahan Penanaman benih kedelai Penanganan pascapanen

Penembakan Spektroskopi Pengusangan benih secara fisik Pengujian benih Pengolahan data Seminar Ujian Skripsi

L AYOUT P ENELITIAN

TERIMA KASIH
SUKSES SELALU

P ENGUJIAN K LOROFIL D AN K AROTEN


Sampel benih kedelai Sampel digerus + 2 ml asetris Masukan ke microtube 2 ml Centrifuge 14 000 rpm selama 10 menit 1 ml supernatan + 3 ml asetris masukan ke tabung reaksi Spektrofotometer (663, 647, 537 nm)
Keterangan: A537, A647 dan A663 adalah nilai absorban pada panjang gelombang masing-masing 537 nm, 647 nm, dan 663 nm.

Perhitungan kandungan karoten dan klorofil a dan b menggunakan rumus:

K RITERIA B ENIH P ENGUJIAN K LOROFIL *


Saat terbentuk benih setelah 40 hari pembungaan (Saio et al. 1985 dalam Suhartanto) 2. Pengisian kacang polong mencapai 80-90% 3. Polong mulai montok dan hampir menyentuh biji dalam polong 4. Daun telah berubah dari hijau terang menjadi warna kekuningan-hijau danwarna polong hijau muda
1.

*Criteria Pemanenan Kedelai Edamame

www.nsrl.uiuc.edu/aboutsoy/edamame.html www.edamameseed.com/plantingguidelines.html cru.cahe.wsu.edu/CEPublications/pnw0525/pnw0525.pdf

Beri Nilai